• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan FR SKB Oktober 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pembahasan FR SKB Oktober 2020"

Copied!
102
0
0

Teks penuh

(1)

Pembahasan FR SKB Oktober

2020

(2)

Visi Kementerian Kesehatan

– Mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi secara mandiri

– Berdaulat, mandiri, dan berkepribadian*

– Mandiri dalam mencapai hidup sehat

– Mandiri dalam mengatasi masalah kesehatan – Membayar biaya pelayanan kesehatan yang

dibutuhkan

(3)

Visi Kementerian Kesehatan

• Visi misi Kementerian Kesehatan mengikuti visi misi Presiden Republik Indonesia yaitu Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat,

Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan

Gotong-royong.

(4)

7 Misi Pembangunan Kementerian Kesehatan

• Terwujudnya keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan.

• Mewujudkan masyarakat maju, berkesinambungan dan demokratis berlandaskan negara hukum.

• Mewujudkan politik luar negeri bebas dan aktif serta memperkuat jati diri sebagai negara maritim.

• Mewujudkan kualitas hidup manusia lndonesia yang tinggi, maju dan sejahtera.

• Mewujudkan bangsa yang berdaya saing.

• Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat dan berbasiskan kepentingan nasional, serta

• Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.

(5)

Nawa Cita

• Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga Negara.

• Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya.

• Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah- daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

• Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan

penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.

• Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

• Meningkatkan produktifitas rakyat dan daya saing di pasar Internasional.

• Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor- sektor strategis ekonomi domestik.

• Melakukan revolusi karakter bangsa.

• Memperteguh ke-Bhineka-an dan memperkuat restorasi sosial

Indonesia.

(6)

Nilai-nilai

• Pro rakyat

• Inklusif

• Responsif

• Efektif

• Bersih

(7)

Visi Kementerian Kesehatan

• Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan

Sumber :

http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/profil/

kemenkes/#prettyPhoto

(8)

Misi Kementerian Kesehatan

• Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta dan masyarakat madani.

• Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu dan berkeadilan.

• Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumber daya kesehatan.

• Menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik.

Sumber :

http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/profil/

kemenkes/#prettyPhoto

(9)

Goal SDGs

(10)

Goal SDGs

(11)

Goal SDGs

(12)
(13)

Hari diabetes

• Hari Diabetes Sedunia (World Diabetes Day) diperingati setiap tanggal 14 November

• Hari Diabetes Nasional diperingati setiap

tanggal 16 September

(14)

Tindakan yang tidak ditanggung BPJS

• Pelayanan yang tidak sesuai prosedur

• Pelayanan di faskes yang tidak bekerja sama (kecuali gadar)

• Telah dijamin oleh jaminan kecelakaan kerja

• Telah dijamin oleh jaminan lakalantas

• Yankes di luar negeri

• Yankes estetik

• Masalah infertilitas

Sumber : BPJS Kesehatan

(15)

Tindakan yang tidak ditanggung BPJS

• Ortodonsi

• Gangguan akibat ketergantungan obat

• Self harm/hobi membahayakan diri

• Obat komplementer tradisional

• Obat eksperimen

• Pelayanan kesehatan saat wabah/bencana/KLB

• Kejadian lain yang ditetapkan menteri

Sumber : BPJS Kesehatan

(16)

Hari Kesehatan Nasional

• Hari Kesehatan Nasional (HKN) berlangsung pada tanggal 12 November setiap tahunnya.

HKN Tahun 2019 ini adalah HKN yang ke-55 dengan tema “Generasi Sehat, Indonesia Unggul”

• Hari Kesehatan Nasional sendiri bertujuan untuk mengajak masyarakat agar memiliki budaya hidup sehat dan meninggalkan

kebiasaan atau perilaku yang kurang sehat.

(17)

• Sebelum menjalani rehabilitasi, yang perlu untuk diperhatikan kondisi psikologis

penyalahguna napza yaitu Pendidikan jadi terganggu dan masa depan suram

– Merepotkan dan menjadi beban keluarga – Dikucilkan lingkungan

– Menjadi antisosial, kriminal

– Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal

(18)

Manfaat imunisasi

• Mencegah penularan penyakit

• Anak menjadi sehat

• Jika sakit pun, sakitnya umumnya ringan

• Mengurangi angka kesakitan dan kecacatan

• Dari segi ekonomi karena anak jarang sakit,

maka biaya yang dikeluarkan tidak banyak

(19)

Prinsip penyelenggaran puskesmas

• Paradigma sehat

• Pertanggungjawaban wilayah

• Kemandirian masyarakat

• Pemerataan

• Teknologi tepat guna

• Keterpaduan dan kesinambungan

(20)

Tatalaksana keloid

• Pasien post op lipoma 3 minggu lalu, sekarang datang dengan bekas luka operasi muncul

massa berwarna kemerahan, kenyal, dan tidak nyeri, tindakannya)

A. Injeksi triamcinolone intralesi B. Injeksi vit. C intra lesi

C. Kortikosteroid sistemik

D. Eksisi massa + jahit primer

E. Eksisi luas

(21)

Tatalaksana Diabetik Retinopathy

• Pasien 65 thn mata kabur 5 tahun OD 3/60 OS 4/60, riw. DM. Funduskopi: perdarahan intra- retinal, eksudat keras, neovaskularisasi di 4 kuadran, macula edema

A. Rujuk ahli mata vitrektomi

B. Rujuk ahli mata fotokoagulasi

(22)

Malaria serebral

• Wanita 35 tahun tidak sadar dan demam sejak 1 hari, sebelumnya sudah berobat 5 hari lalu tapi tidak ada perubahan. Riwayat 10 hari lalu

berburu ke hutan flores Pembesaran kelenjar limf koli kanan kiri 1 cm, kedua tangan dan

tungkai lemah. Dx

A. Sepsis

B. Malaria serebral

C. Meningitis bacterial D. Stroke

E. Sistiserkosis

(23)

• Pecegahan primer : upaya untuk

menghindari/menunda munculnya penyakit contoh stop merokok, turunkan kolesterol, obati tekanan darah tinggi (pada PJK)

• Pencegahan sekunder : upaya untuk deteksi dini adanya penyakit atau gangguan

kesehatan, contoh pap smear pada ca cervix

• Pencegahan tersier : Pengelolaan penyakit, usaha mengembalikan fungsi yang sudah rusak/terganggu

http://www.idionline.org/berita/pencegahan-penyakit- dan-kiat-tetap-sehat-pada-usia-

lanjut/#:~:text=Pencegahan%20sekunder%20adalah%20be

rbagai%20upaya,dilakukan%20tatalaksana%20sedini%20m

ungkin%20pula.

(24)

Efek samping anti TB

(25)

• Pasien hamil 40 minggu datang ke puskes, BB 50kg TB 148cm. Sebelum hamil BB 45kg. Riw.

Anak pertama BBL 2200gr. anemi(+), TFU 2 jari di atas pusat, DJJ (+). Yang ditanya tatalaksana

rehabilitative:

A. Induksi persalinan pervaginam B. Makan tinggi protein

C. Control 1 minggu lagi D. Istirahat

E. Rujuk

(26)

Tatalaksana preekalmpsia

• Edukasi untuk kontrol yang lebih sering

• Banyak istirahat, tidur muring

• Diet rendah karbohidrat, cukup protein, dan rendah garam

• Pemantauan fungsi ginjal, fungsi hati, dan proteinuria

• Suplementasi kalsium

(27)

Klasifikasi Hemophilia A

• Normal values for FVIII assays are 50-150%.

Values in hemophilia A are as follows:

• Mild: >5%

• Moderate: 1-5%

• Severe: < 1%

(28)

• Pasien G4P3A0 KPD + perdarahan2jam, in partu buka 8, eff 75%, kepala jam 1. DJJ irregular . His jarang. Yang ditanya tatalaksana non farmaka:

– Injeksi Oksitosin 5IU (awalnya mau ini, untuk

augmentasi, tapi rupanya non farmaka yang ditanya) – Persiapan per abdomen

– Observasi

– Evakuasi pervaginam

– Resusitasi intrauterine (ini ga tau gimana maksudnya)

(29)

• Potts disease, + gibbus, di thorakal 6 kayanya, nyeri punggung (+), kebas menjalar sampe ke dua kaki

– Myelitis tuberculosis – Spond.TB

– Spond TB dengan myeliopati

– Spond TB dengan radikulopati

– SPond TB dengan arachnoiditis

(30)

Tatalaksana DBD tanpa shock

Sumber :

Sumber : Tatalaksana Dengue

WHO

(31)

25.

Tatala ksana

DBD tanpa shock

Sumber :

(32)

26.

Tatalaks ana DBD

dengan syok

Sumber :

Tatalaksana

Dengue

WHO

(33)
(34)

• Kasus KET. Anemis. Nyeri perut. Pendarahan aktif. Cavum dougals menonjol. Hemodinamik tidak stabil. Tindakan pada kasus tersebut

A. USG

B. Kuretase

C. Laparotomi eksplorasi

D. Histerektomi

(35)

• Pada pasien dengan KET dan tanda

hemodinamik tidak stabil lakukan stabilisasi dengan rehidrasi cairan kemudian rujuk

• Edukasi pada pasien dan keluarga kalau tatalaksana yang akan dilakukan adalah laparotomi eksplorasi karena implantasi embryo bisa terjadi di berbagai tempat

• Jika sudah terdapat gangguan hemodinamik, tatalaksana pembedahan adalah satu2nya

opsi

(36)

• Upaya petugas kesehatan pengendalian

penyakit dan kemudian mendapat informasi input, proses dan output, merupakan (ga

ngerti sebenernya)

– Analisis herediter/keturunan – Analisis dampak lingkungan – Analisis pelayanan kesehatan – Analisis status kesehatan

– Analisis upaya perilaku kesehatan

(37)

Analisis pelayanan kesehatan

• Sebuah cabang analisis yang meliputi

manajemen RS/faskes, harga, pasien, dan sebagainya

• Analisis ini menghasilkan data dan informasi

mengenai input, proses, output, dan dampak

dari pelayanan kesehatan

(38)

Profilaksis TB pada anak

• Anak < 5 tahun yang kontak dengan pasien TB

dan setelah divaluasi tidak memiliki penyakit

TB harus diberikan Isoniazid 10 mg/kg (dosis

maksimal 300 mg/hari) selama 6 bulan

(39)

Diagnosis TB Anak

(40)

Analisis cairan serebrospinal

(41)

Pemeriksaan Penunjang pada Kandidasis

• Kandidiasis oral biasanya mengenai hayi atau pasien HIV AIDS

• Nampak psuedomembran putih coklat muda kelabu, menutup lidah, pallatum molle, pipi bagian dalam, dan permukaan rongga mulut

• Pada pemeriksaan penunjang berupa KOH atau dengan gram ditemukkan sel ragi,

blastospora, dan hifa semu

(42)

Pemilihan obat dislipidemia

• Pasien dengan LDL tinggi dan TG tinggi,

terapi?

(43)

• Pasien hamil 32 minggu, dengan asma, kontraksi jarang, terapi untuk mencegah persalinan preamtur?

• Dexametasone

– Mempercepat pematangan baru

– Mengurangi insiden kematian neonatus dan ARDS

(44)

Diagnosis demam tifoid Tubex test

(45)

Tanda & Gejala Klinis Drug Abuse

• Tergantung obat yang digunakan

• Barbiturat, benzodiazepine:

– Mengantuk

– Kurang koordinasi – Gangguan memori

• Marijuana

– Merasa “high”

– Mata merah – Mulut kering

– Cemas atau paranoid

Sumber : https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/drug-addiction/symptoms-

causes/syc-20365112

(46)

Tanda & Gejala Klinis Drug Abuse

• Meth, cocaine (stimulan) : (Sabu)

– Merasa bersemangat dan percaya diri – Pupil dilatasi

– Agresif dan perubahan perilaku – Tulang/gigi keropos

• MMDA, ekstasi

– Halusinasi – Paranoia

– Pupil dilatasi

Sumber : https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/drug-addiction/symptoms-

causes/syc-20365112

(47)

Tanda & Gejala Klinis Drug Abuse

• Halusinogen (LSD, PCP)

– Halusinasi

– Perubahan status mental – Tremor

• Inhalan (lem, thinner cat, bensin)

– Kehilangan inhibisi – Mual muntah

– Euforia dan intoksikasi

Sumber : https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/drug-addiction/symptoms-

causes/syc-20365112

(48)

Tanda & Gejala Klinis Drug Abuse

• Opioid

– Presepsi nyeri yang menurun – Agitasi dan sedasi

– Bicara melantur – Pupil konstriksi

Sumber : https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/drug-addiction/symptoms-

causes/syc-20365112

(49)
(50)
(51)
(52)

Tatalaksana Pneumothoraks

• Deviasi trakea, suara napas

menghilang/menurun, perkusi hipersonor, gerakan dada asimetris

• Tatalaksana tergantung etiologi/underlying disease

• Prinsipnya :

– Elimnasi udara (dekompresi needle) – Turunkan kebocoran udara

– Tangani fistula pelura – Kembangkan paru

– Pencegahan komplikasi

Sumber : Huang Y, Huang H, Li Q, et al. Approach of the treatment for pneumothorax. J Thorac Dis. 2014;6(Suppl 4):S416-S420.

doi:10.3978/j.issn.2072-1439.2014.08.24

(53)
(54)

• Aktivitas Fisik yg disarankan OA Genu :

• a. Renang gaya dada

• b. Hindari aktivitas duduk bersila

• c. Renang gaya katak dan knee decker

• d. Hindari aktivitas naik turun tangga

(55)

• Pasien gejala mulut kering, mata merah,

jantung berdebar, peningkatan nafsu makan, kemungkinan pasien mengonsumsi

• a. obat penenang

• b. ganja

• c. putaw

• d. shabu-shabu

• e. ekstasi

(56)

• Seorang ibu konsumsi aspirin utk sakit

kepalanya, dan obat rutin chlorpropamid utk DM nya, interaksi obat apa yang bisa terjadi?

• a. hipoglikemia

• b. hiperglikemia

• c. tukak lambung

• d. perdarahan

(57)

• Aspirin dengan insulin atau beberapa OAD dapat menyebabkan hipoglikemia. Gejalanya pusing, tidak sadar, mengantuk, dan

ditemukan GDA yang rendah, langsung

membaik setelah diberikan injeksi gula.

(58)

Etiologi Malaria

• Trias

malaria panas – menggig il -

berkerin gat

Sumber :

Poostchi, Mahdieh & Silamut, Kamolrat & Maude, Richard &

Jaeger, Stefan & Thoma, George.

(2018). Image analysis and machine learning for detecting malaria. Translational Research.

194. 10.1016/j.trsl.2017.12.004.

(59)

• 4. Apa obat profilaksis utk ibu hamil? (nggak ada pilihan mefloquin)

• a. Primakuin

• b. Klorokuin

• c. Artesunat

• Kloruqione aman untuk ibu hamil di tiap

trimester, mefloquine harus dihindari di trimester

pertama

(60)

• 5. Seorang laki2 usia 55 tahun mengeluh nyeri di tungkai kanan, BB pasien 80 kg, pasien memiliki riwayat konsumsi alkohol, pada pemeriksaan fisik terdapat benjolan sendi si interfalang digiti II

tungkai dextra. Apa diagnosis pasien ini?

• a. Gout arthritis

• b. Osteoarthritis

• c. Rheumatoid arthritis

• d. Arthritis septik

• e. Osteoporosis

(61)

• 6. Pasien seorang ibu G2P1A0. Apa anamnesis tambahan utk mengetahui faktor risiko

anemia pada pasien?

• a. Kebiasaan diet pasien

• b. Anak ada anemia atau tidak

• c. Riwayat defisiensi Zn pada kehamilan

sebelumnya

(62)

• 7. Pasien anak, pertumbuhan terhambat,

riwayat transfusi berulang, pemeriksaan fisik ada splenomegali, pemeriksaan laboratorium gambaran anemia mikrositik hipokrom. Apa diagnosis pada pasien ini?

• a. Thalassemia sdh jls

• b. Anemia defisiensi besi

• c. Anemia aplastik

• d. Anemia megaloblastik

(63)
(64)
(65)

Tatalaksana TB HIV

• Pengobatan TB HIV=TB tanpa HIV

• Semua pasien denga HIV dan TB aktif yang tidak mengkonsumsi ART harus diberikan ART pada keadaan di bawah ini

– CD4 < 50 sel/mm3, mulai ART dengan jarak 2 minggu dari mulai terapi TB

– CD4 ≥ 50 sel/mm3, mulai ART dengan selisih 8 minggu dari terapi TB

– Pasien hamil

– Pasien dengan meningitis tuberkulosis

Sumber : https://aidsinfo.nih.gov/guidelines/html/1/adult-and-

adolescent-arv/27/tb-hiv

(66)

Tatalaksana TB HIV

• Pemberian ART dan OAT secara bersamaan dapat menurunkan compliace, menyebabkan efek samping, dan immunre reconstitution

infalmaatory syndrome

• Pada pasien yang mendapat injeksi

sterptomisin, pastikan injeks dilakukan dengan aseptik dan spuit dibuang dengan baik

Sumber : https://aidsinfo.nih.gov/guidelines/html/1/adult-and-

adolescent-arv/27/tb-hiv

(67)

Imunisasi dasar pada anak

https://www.ida

i.or.id/artikel/kli

nik/imunisasi/ja

dwal-imunisasi-

2017

(68)

Indikator PHBS di sekolah

• Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun

• Konsumsi jajanan sehat di kantin sekolah

• Jamban bersih dan sehat

• Olahraga yang teratur dan terukur

• Memberantas jentik nyamuk

• Tidak merokok di sekolah

• Menimbang berat badan dan tinggi badan tiap bulan

• Membuang sampah pada tempatnya

(69)

Tatalaksana TB Paru

• Kategori 1 : 2 HRZE/4H3R3 pada TB paru kasus baru

• Kategori 2 : 2HRZES/HRZE/5H3R3E3 diberikan pada TB kambuh, gagal pengobatan, putus berobat/default

• Kambuh : TB+ sudah menjalani pengobatan, sudah – tp kemudian kambuh lagi

• Gagal : Pasien yang dahaknya tetap positif pada bulan ke lima

• Putus berobat : pasien yang tidak berobat 2 bulan

berturut-turut atau lebih sebelum masa pengobatan

selesai

(70)

Leptospirosis

• Anamnesis : demam, sakit kepala, mialgia hebat pada betis, paha dan pinggang, nyeri abdomen, fotofobia, penurunan kesadaran

• Pemfis : febris, ikterus, nyeri tekan gastrocnemius, rash, limfadenopati, hepatosplenomegali, bradikardi relatif

• Laboratorium : leukositosis, trombositopenia, proteinureia ringan, sedimen eritrosit

meningkat

(71)

Lepstospirosis

• Suportif simptomatis, atasi dehidrasi, hipotensi, bleeding

• Antibiotik secepat mungkin seperti doksisiklin, ampisilin, amoksisilin, eritromisin. Pada

leptospirosis berat dapat diberikan penislin

dosis tinggi

(72)

Sebb-sebab trismus

• Infeksi

– Artritis pyogenik

– Osteomielitis mandibula – Tonsilitis

– Tetanus

– Abses odontogen

– Peritonsilar abses

– Abses faring lainnya

– Abses parotis

(73)

Tindakan yang ditanggung BPJS

• Rawat Jalan dan Inap Tingkat Pertama

– Penyuluhan Kesehatan Perorangan – Imunisasi Dasar

– Keluarga berencana

– Skrining Kesehatan (DM, HT, Ca Cervix, CA Payudara) – Pemeriksaan ibu hamil, nifas, menyusui

– Pelayanan gigi

– Pelayanan gawat darurat

Sumber : BPJS Kesehatan

(74)

Tindakan yang ditanggung BPJS

• Rawat Jalan Tingkat Lanjutan

– Pelayanan spesialistik (pemeriksaan, tindakan, obat)

– Rehabilitasi medis – Pelayanan darah

– Alkes lain (kacamata, alat bantu dengar, prostesa, dst)

– Pelayanan Gawat Darurat

Sumber : BPJS Kesehatan

(75)

Autis vs ADHD

• Autis adalah spektrum gangguan komunikasi.

Komunikasi anak sangat terganggu. Ex :

menunjuk jika minta sesuatu, menarik-narik tangan, jika sudah besar sulit diajak bicara

• ADHD : gangguan atensi dan hiperaktivitas.

– Anak tidak bisa memusatkan perhatian

– Anak terlalu aktif, tidak bisa diam, selalu ingin

bergerak

(76)

Tatalaksana pada fraktur terbuka

• Hilangkan kegawatan yang lain dengan primary survey + secondary survey

• Irigasi luka dengan NaCl

• Balut luka untuk menghentikan bleeding, hindari

memasukkan luka, jika ada tulang menonjol berikan padding

• Fiksasi dan imobilisasi fraktur

• Antibiotika (golongan cephalosporin + aminoglikosida)

• Pencegahan tetanus, jika sudah imunisasi cukup

dengan tetanus toksoid. Jika belum dapat diberikan

TTIG 250 unit

(77)

Tatalaksana pada fraktur tertutup

• Hilangkan kegawatan yang lain dengan primary survey + secondary survey

• Stabilisasi fraktur dengan bidai, waspadai tanda kompartemen syndrome

• Suportif symptomatis

• Rujuk ke layanan sekunder

(78)

• 31 . pasien mengurung diri 2 bulan ini. Tidak bisa tidur. Trus tiba2 tadi pagi memukul tettangganya menurt pasien akan diserang tetangganya

makanya dia mukul duluan.dr px ada halusinasi suara+ visuala.

• A.Psikotik akut

• B. Skizoprenia

• C. Depresi

• D. Gangguan wahamE

• . Skizoafektif

(79)

• Pasien hamil melahirkan secara SC. Dia merasa gagal karena tidak melahirkan secrra

pervaginam. Tatalaksana selanjutnya?

• A. Edukasi ke pasien

• B. Tetap lakukan persalinan per vaginam

(80)

Edukasi pada pasien asma anak

• Hindari pencetus jika ada

• Compliance dalam menjalankan pengobatan

• Reliever vs Controller

• Tatalaksana awal jika terdapat serangan

(81)
(82)

• Pasien ada bruit di carotid artery. Pemeriksaan lanjutan pakai apa : carotid duplex

scan/carotid angiografi/eeg/CT scan kepala/

echo

• Paling bagus tentu saja dengan angiografi, tapi di Indonesia masih jarang alatnya dan perlu

persiapan

• Cepat dilakukan adalah dengan carotid duplex

USG

(83)

Insomnia

• Wanita karir susah tidur dua minggu sampai mengganggu pekerjaan. Saat diperiksa tampak tegang dan berkeringat. Rencana mau dikasih obat

• Tx edukasi sleep hygiene

• rujuk ke psikiater jika ada tanda-tanda depresi mania, cemas

• Jika murnia insomnia berikan lorazepam 0,5-2

mg atau diazepam 2-5 mg, tp hati2 pada lansia

(84)

Tatalaksana anafilaksis

• Posisi trandelenburg

• Oksigenasi 3-5 liter permenit

• Infus dengan cairan plasma expander, jika

tidak ada dapat dengan NaCl atau ringer laktat

• Adrenalin 0,3-0,5 ml 1: 1000 IM (jika blm ada akses IV) dapat diulang tiap 5-10 menit

• Jika gejala klinik sudah membaik berikan

antihistamin dan kortikosteroid, difenhidramin

5-20 mg IV dan dexametason 5-10 mg IV

(85)

• Nyeri kepala sudah 4 tahun, 2 minggu ini memburuk. Timbul intim hitam lalu kabur hingga tidak bisa melihat sama sekali pada penglihatan mata kiri. Mata kanan dbn.

Kemungkinan

• A. Migrain

• B. Tumor otak

• C. Facial Pain

• D. Stroke

(86)

HIV

• laki2 40 tahun, datang dengan keluhan nyeri sendi, demam, batuk serta jerawat di tangan yang bergabung. Cd4 575 Dx:

• A. hiv akut

• B. hiv kronis

• C. hiv laten

• D. hiv window period

• E. aids.

(87)
(88)

Hari Kesehatan

• Hari kesehatan Nasional diperingati setiap tanggal 12 November

• Hari kesehatan sedunia diperingati setiap

tanggal 7 april

(89)

Tahap Rehabilitasi Napza

• 1. Tahap rehabilitasi medis (detoksifikasi), tahap ini pecandu diperiksa seluruh

kesehatannya baik fisik dan mental oleh

dokter terlatih. Dokterlah yang memutuskan apakah pecandu perlu diberikan obat tertentu untuk mengurangi gejala putus zat (sakau)

yang ia derita. Pemberian obat tergantung

dari jenis narkoba dan berat ringanya gejala

putus zat.

(90)

• 2. Tahap rehabilitasi nonmedis, tahap ini pecandu ikut dalam program rehabilitasi. Di Indonesia

sudah di bangun tempat-tempat rehabilitasi, sebagai contoh di bawah BNN adalah tempat rehabilitasi di daerah Lido (Kampus Unitra),

Baddoka (Makassar), dan Samarinda. Di tempat rehabilitasi ini, pecandu menjalani berbagai

program diantaranya program therapeutic

communities (TC), 12 steps (dua belas langkah,

pendekatan keagamaan, dan lain-lain.

(91)

• 3. Tahap bina lanjut (after care), tahap ini pecandu diberikan kegiatan sesuai dengan minat dan bakat untuk mengisi kegiatan

sehari-hari, pecandu dapat kembali ke sekolah atau tempat kerja namun tetap berada di

bawah pengawasan.

(92)

Diagnosis Pre-eklampsia Berat

• Tekanan darah > 160/110 mmHg pada usia kehamilan > 20 minggu

• Tes celup urin proteinuria +2 atau pemeriksaan protein kuantitatif memiliki hasil > 5g/24 jam

• Keterlibatan organ lain:

– Trombositopenia < 100.000 – Peningkatan SGOT/SGPT

– Sakit kepala, Edema paru – Oliguria

Sumber : PPK IDI

(93)

Tatalaksana Pre Eklampsia Berat

• Rujukan ke faskes sekunder

• Stabilisasi pasien, suportif simptomatis

• MgSO4 4g dosis awal dengan syarat

– Tersedia Ca glukonas 10%

– Ada refleks patella

– Jumlah urin minimal 0,5 ml/kgBB/jam

Sumber : PPK IDI

(94)

Tatalaksana Pre Eklampsia Berat

• Pemberian MgSO4

– Ambil 4g larutan MgSO4, (10 ml larutan MgSO4 40%) larutkan dalam 10 ml akuades,

– Berikan secara IV pelan selama 20 menit

– Jika akses intravena sulit, berikan 5 gr MgSO4 (12,5 larutan MgSO4 dalam 40%) IM masing- masing bokong kanan dan bokong kiri

Sumber : PPK IDI

(95)

Dianosis PPOK

• Anamnesis : Sesak napas, kadang disertai mengi, batuk kering/produktif

• Pemfis : sianosis sentral, barrel chest,

hemidafragma mendatar, pursed lip breathing, penggunaan otot bantu napas

• Penunjang : spirometri, pulse oxymetryi, foto

thoraks, darah lengkap

(96)

• ibu habis melahirkan, gamau mengurus anak, lihat anak aja gamau. Didiagnosa baby blues syndrome. Edukasi ?

• a. mengalihkan hal yamg disuka untuk fokus pada bayi

• b. tidak perlu dukungan keluarga

• c. tidak perlu dukungan suami

• d. tidak perlu memiliki komunitas ibu

• e. saat bayi tidur, ibu istirahat untuk menjaga

stamina

(97)

• 62. Mata katarak shadow tes + pemeriksaan visus turun. Tindakan yg dilakukan untuk rehabilitasi

kondisi pasien ?

• a. penggantian lensa

• b. pemberian obat tetes

• Tatalaksana awal katarak bisa digunakan

kacamata, namun hanya membantu sementara

• Segera dirujuk untuk terapi definitif berupa

operasi katarak

(98)

Tatalaksana lepra

• MB

– Bulanan : rifampisin 600 mg, lampren 300 mg, dapson 100 mg

– Harian : 50 mg, dapson 100 mg – Minum obat sealam 12-18 bulan

• PB

– Bulanan : Rifampisin 600 mg, dapson 100 mg – Harian : dapson 100 mg

– Minum obat 6-9 bulan

(99)

• laki-laki, sudah tua, mudah lupa. Pelo -,

kelemahan anggota gerak-. CT scan multiple infark. Diagnose ?

• a. alzeimer

• b. demetia vascular

• c. stroke infark

(100)

• 54. Pasien demam 3 hari, mual muntah nyeri persendian, nyeti tekan ulu hati. leuko 4000, trombo 150.000, saran:

• a. dirawatinapkan untuk diinfus

• b. Kontrol besok untuk periksa darah

• c. observasi

• d. diet makanan

(101)

25.

Tatala ksana

DBD tanpa shock

Sumber :

(102)

Referensi

Dokumen terkait

Kebijakan desentralisasi pendidikan dalam kerangka otonomi daerah menuntut tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota dalam mengatasi permasalahan pendidikan. Hambatan di

Berdasar pada Undang – Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, dinyatakan bahwa hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia

cair PKS, diketahui bahwa beban BOD merupakan 80% lebih dari jumlah limbah yang dihasilkan. Dengan demikian, limbah cair PKS didominasi oleh limbah organik dan sistem

Pada golongan ini, keluhan tidak ada hubungannya dengan paparan (exposure) terhadap alergen dan sifat-sifatnya adalah: serangan timbul setelah dewasa, pada keluarga tidak ada yang

Sedangkan persepsi diri, kebutuhan dan harapan tidak berhubungan secara signifikan dengan pemakaian gigi tiruan.Jadi dapat disimpulkan bahwa pemakaian gigi tiruan oleh lansia

LEARNED HELPLESSNESS ANAK D ALAM SITUASI ESKA (EKSPLOITASI SEKSUAL KOMERSIAL ANAK) Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu..

sedangkan secara khusus tujuan dari skripsi ini untuk mengetahui faktor penyebab anak ibu Elly Harahap memiliki abnormal, mengetahui metode bimbingan yang dilakukan

bahwa sehubungan dengan adanya perubahan indek harga dan penambahan jenis kegiatan pada Standarisasi Indeks Biaya Kegiatan, Pemeliharaan, Pengadaan dan Honorarium