• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM KERJA 2009 & RENCANA KERJA 2010 DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI AGRO DAN KIMIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PROGRAM KERJA 2009 & RENCANA KERJA 2010 DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI AGRO DAN KIMIA"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

PROGRAM KERJA 2009 &

RENCANA KERJA 2010

DITJEN INDUSTRI AGRO DAN KIMIA

Disampaikan oleh : Disampaikan oleh :

DIREKTUR JENDERAL INDUSTRI AGRO DAN KIMIA DIREKTUR JENDERAL INDUSTRI AGRO DAN KIMIA

pada pada

Rapat Kerja Departemen Perindustrian Rapat Kerja Departemen Perindustrian Rapat Kerja Departemen Perindustrian Rapat Kerja Departemen Perindustrian dengan Dinas Propinsi/Kabupaten/Kota dengan Dinas Propinsi/Kabupaten/Kota

Manado, 17

Manado, 17 -- 20 Maret 200920 Maret 2009

DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI AGRO DAN KIMIA DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI AGRO DAN KIMIA DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI AGRO DAN KIMIA DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI AGRO DAN KIMIA

DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN

(2)

Daftar Isi

Halaman

I. Latar Belakang ……….………….……… 1 II. Kebijakan Pengembangan Industri Agro dan Kimia

Jangka Menengah Tahun 2005-2009 ………..………. 8 III. Program dan Kegiatan Pokok Tahun 2005-2009 ……….. 9 IV. Arah Pengembangan Tahun 2010-015 ……….... 16 V. Rencana Program Pokok Tahun 2010 ……..……… 17g VI. Rencana Kegiatan Tahun 2010 ……….. 18

(3)

I. LATAR BELAKANG I. LATAR BELAKANG

Industri agro dan kimia memiliki peranan yang Industri agro dan kimia memiliki peranan yang Industri agro dan kimia memiliki peranan yang Industri agro dan kimia memiliki peranan yang sangat startegis dalam struktur industri

sangat startegis dalam struktur industri Indonesia.

Indonesia.

Indonesia.

Indonesia.

Industri agro dan kimia sangat potensial untuk Industri agro dan kimia sangat potensial untuk Industri agro dan kimia sangat potensial untuk Industri agro dan kimia sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia, karena

dikembangkan di Indonesia, karena

ketersediaan sumber bahan baku yang cukup.

ketersediaan sumber bahan baku yang cukup.

ketersediaan sumber bahan baku yang cukup.

ketersediaan sumber bahan baku yang cukup.

1 1

(4)

KINERJA INDUSTRI AGRO DAN KIMIA

REALISASI PERTUMBUHAN SEKTOR INDUSTRI TAHUN 2008 DAN TARGET PERTUMBUHAN TAHUN 2009

(5)

Sumbangan Cabang-cabang Industri Terhadap PDB sektor Industri Non Migas Tahun 2008g

Industri barang kayu Industri alat angkut,

mesin dan peralatan

Industri barang lainnya, 1%

Industri makanan, minuman dan tembakau, 27%

Industri barang kayu dan hasil hutan, 4%

mesin dan peralatan, 35%

Industri kertas dan barang cetakan, 5%

Industri tekstil, barang kulit & alas

kaki, 10%

Industri pupuk, kimia

& barang dari karet, 13%

Industri semen &

bahan galian non Industri logam dasar,

besi dan baja, 2%

logam, 3%

3 3

(6)

Kontribusi Industri Agro dan Kimia pada PDB sektor Industri Non Migas Tahun 2008

sektor Industri Non Migas Tahun 2008

Industri alat angkut, mesin dan peralatan,

35%

Industri barang lainnya, 1%

35%

Industri Agro dan Industri tekstil,

barang kulit & alas

Industri Agro dan Kimia, 52%

kaki, 10%

Industri logam dasar, besi dan baja, 2%

(7)

PERKEMBANGAN NILAI EXPORT – IMPORT PRODUK INDUSTRI AGRO DAN KIMIA TAHUN 2004 - 2008

NO URAIAN

TAHUN

2004 2005 2006 2007 2008 *)

Makanan 3.925.661.661 4.351.386.214 5.303.467.580 7.479.795.129

4.498.969.076 4.518.978.828 4.754.646.932 4.437.668.815

2.817..614.614 3.257.482.566 3.983.267.481 4.440.493.818 Makanan, Minuman, dan Tembakau

Furniture dan Barang Kayu Olahan Lainnya

Pulp, Kertas dan Barang dari Cetakan

7.352.638.612

4.141.822.683 3.894.313.078 1.

2.

3.

6.219.639.268 6.866.525.242 9.259.070.504 11.312.332.231

1.443.046.414 1.584.559.585 1.848.896.265 1.954.987.637 Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet

Semen dan Barang Galian Bukan Logam

11.971.841.200

1.931.332.287 4.

5.

Total Expor 18 904 931 033 20 578 932 435 25 149 348 762 29 625 277 630 29 291 947 860

Total Expor 18.904.931.033 20.578.932.435 25.149.348.762 29.625.277.630 29.291.947.860

NO URAIAN

TAHUN

2004 2005 2006 2007 2008 *)

Makanan

Makanan, Minuman, dan Tembakau

Furniture dan Barang Kayu Olahan Lainnya

P l K t d B d i C t k

4.792.801.440 6.043.362.593 5.943.743.406 9.468.738.748 9.326.707.667

240.010.591 317.121.926 455.644.676 541.178.776 552.002.352

3 511 495 754 3 238 287 512 3 421 504 507 3 560 888 085 3 418 452 562 1.

2.

3 Pulp, Kertas dan Barang dari Cetakan

Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet Semen dan Barang Galian Bukan Logam

3.511.495.754 3.238.287.512 3.421.504.507 3.560.888.085 3.418.452.562

7.298.151.174 6.840.655.822 7.347.770.842 7.996.373.248 8.436.173.777 3.486.798.941 3.559.115.340 4.180.196.274 2.314.157.567 2.114.111.322 3.

4.

5.

Total Impor 19.329.257.900 19.998.543.193 21.348.859.705 23.881.336.424 23.847.447.678

Neraca ( 424.326.867 ) 580.389.242 3.800.489.057 5.743.941.206 5.444.500.186

* ) Prognosa 55

(8)

ESKPOR-IMPOR PRODUK INDUSTRI AGRO DAN KIMIA TAHUN 2004-2008

29.292 29.625

30.000 35.000

23.847 25.149

20.579

18.905 23.881

21.349 19.999

19 329 20.000

25.000

$ Juta

5.744 5 445

19.329

5 000 10.000 15.000

US$

(424) 580

3.800 5.744 5.445

(5.000) - 5.000

2004 2005 2006 2007 2008 *)

T a h u n

EKSPOR IMPOR NERACA

(9)

PERMASALAHAN DAN UPAYA PENYELESAIAN MASALAH

1 K t b t i f t kt K di i d I t i

PERMASALAHAN UPAYA

1. Keterbatasan infrastruktur (jalan, pelabuhan, listrik, gas bumi);

2. Insentif yang masih belum

1. Koordinasi dengan Intansi terkait (pusat dan Daerah) meningkatkan ketersediaan infrastruktur untuk industri;

se ya g as be u

bersaing;

3. Suku bunga perbankan yang masih tinggi;

4 B fl kt i h b h

infrastruktur untuk industri;

2. Pemberian insentif administrasi, Fiskal dan Moneter ;

3 M b ik b idi b

4. Berfluktuasinya harga bahan baku industri makanan dan

minuman di pasar

internasional;

3. Memberikan subsidi bunga untuk revitalisasi industri Gula;

4. Pemberian fasilitas BMDTP atau PPNDTP;

;

5. Sebagian bahan baku diekspor dalam bentuk primer maupun bahan setengah jadi;;

6 M l h k

atau PPNDTP;

5. Dikenakan tata niaga ekspor muapun pengenaan bea keluar untuk komoditi tertentu;

6. Melemahnya pasar ekspor untuk beberapa produk IAK;

7. Masuknya produk makanan

d i d i l i

6. Mencari pasar baru di Timur Tengah atau Eropa Timur melalui promosi

7 Verifikasi di negara asal dan minuman dari negara lain

yang mengalihkan pasar.

7. Verifikasi di negara asal maupun negara tujuan.

7 7

(10)

II. KEBIJAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI AGRO DAN KIMIA JANGKA MENENGAH

DAN KIMIA JANGKA MENENGAH TAHUN 2005 – 2009

1. Penciptaan iklim usaha yang kondusif terhadap industri inti, pendukung dan terkait baik melalui tariff, safeguard, standard wajib dan lain-lain.

2 P b k t k it i d t i b ik d l

Kebijakan

2. Pengembangan keterkaitan industri baik dalam

penyediaan bahan baku, setengah jadi maupun barang jadi.

3 Pengembangan teknologi dan kemampuan SDM dalam

Kebijakan Pokok

3. Pengembangan teknologi dan kemampuan SDM dalam mendukung pengembangan klaster.

1. Antisipasi dan penanganan permasalahan aktual

Kebijakan

P j

sektor Industri Agro dan Kimia (IAK)

2. Mengkoordinasikan pelaksanaan administrasi dan urusan pemerintahan tertentu di bidang IAK

Penunjang (Mengatasi

Permasalahan Akt l)

Aktual)

(11)

III. PROGRAM DAN KEGIATAN POKOK TAHUN 2005 – 2009

TAHUN 2005 2009

1. Pengembangan Klaster Industri Agro dan Kimia

A. Forum komunikasi pengembangan 14 klaster industri di Pusat B. Pengembangan 14 klaster prioritas pada lokus pengembangan

klaster industri agro dan kimia di daerah (dana dekonsentrasi).

C. Fasilitasi dan pembangunan pusat/kawasan pengembangan klaster industri agro dan kimia

D Peningkatan keterkaitan/kerjasama kemitraan antara industri agrokim dengan industri penunjang/pemasok bahan baku atau antara stake holder yang terlibat dalam klaster industri agro dan antara stake holder yang terlibat dalam klaster industri agro dan kimia

E. Pemetaan bahan baku, sumber daya manusia, industri pendukung , y , p g dan terkait dalam pengembangan klaster industri.

9 9

(12)

TERCAPAINYA SASARAN PERTUMBUHAN INDUSTRI AGRO DAN KIMIA

S

INDUSTRI KAKAO INDUSTRI KELAPA

SAWIT

MENINGKATNYA DAYA SAING INDUSTRI

AGRO DAN KIMIA

KLASTER

INDUSTRI BUAH

INDUSTRI KELAPA

INDUSTRI KAYU INDUSTRI KARET

PERKEMBANGAN

RENCANA AKSI AGRO DAN KIMIA

INDUSTRI KELAPA

INDUSTRI TEMBAKAU

INDUSTRI PULP KERTAS

14 KLASTER INDUSTRI AGRO DAN KIMIA

RENCANA AKSI PENGUATAN DAN

PENGEMBANGAN KLASTER

INDUSTRI KOPI INDUSTRI

PETROKIMIA

KLASTER

INDUSTRI GULA

INDUSTRI HASIL

INDUSTRI SEMEN

INDUSTRI KERAMIK INDUSTRI HASIL

LAUT

INDUSTRI KERAMIK

(13)

PENGEMBANGAN KLASTER INDUSTRI AGRO DAN KIMIA DI KAWASAN TIMUR INDONESIA

NO. NAMA KLASTER LOKASI

1. Kelapa Sulawesi Utara

2. Kakao Sulawesi Selatan

3. Tembakau Nusa Tenggara Barat

4 Petrokimia Kalimantan Timur

4. Petrokimia Kalimantan Timur

5. Keramik Kalimantan Barat

6. Pengolahan Ikan Maluku

1 111

(14)

PROGRAM DAN KEGIATAN POKOK

TAHUN 2005 – 2009 ( Lanjutan ………) TAHUN 2005 2009 ( Lanjutan ………)

2. Kegiatan Non Klaster Industri Agro dan Kimia

a. Antisipasi dan penanganan permasalahan aktual sektor industri

1). Pengkajian dalam rangka pemecahan masalah dan perumusan usulan kebijakan iklim dan perlindungan (tarif dan non tarif) 2). Monitoring produk industri strategis : pupuk, semen, garam,

gula, terigu dan produk kimia berbahaya : bahan senjata kimia, bahan peledak dll.

b. Koordinasi Eksternal

1). Kerjasama internasional (WTO, APEC, ASEAN-China, ASEAN- India ASEAN Jepang dll)

India, ASEAN-Jepang dll)

2). Meningkatkan kerjasama sinergi dengan asosiasi, instansi, lembaga pusat dan daerah

lembaga pusat dan daerah

(15)

‰ KEGIATAN DITJEN INDUSTRI AGRO DAN KIMIA TAHUN 2009 YANG TERKAIT DENGAN DAERAH KAWASAN TIMUR INDONESIA (KTI)

URAIAN KEGIATAN TAHUN 2009 LOKASI

URAIAN KEGIATAN TAHUN 2009 LOKASI

Kakao ► Pameran dan Lomba Nasional Produk Kakao dan Coklat Olahan Sumbar & Sulsel

► Fasilitasi pengembangan industri kakao dalam rangka mendukung Sulsel

k k k t d

kawasan kakao terpadu

Jagung ► Pengembangan industri pengolahan tepung jagung Gorontalo

Pakan Ternak ► Pengembangan industri pengolahan pakan ternak unggas Sulsel Pangan ► Pengembangan industri berbasis ubi jalar/ batatas (Pengolahan Papua

Tepung dan Biskuit)p g )

► Bantuan peralatan pengolahan ikan di Papua Barat Papua Barat Bahan Baku Kayu ► Fasilitasi/Dukungan Pembangunan Terminal Bahan Baku Kayu/ Sulut, Sultra,

dan Rotan Rotan

dan Rotan Rotan

Keramik/Marmer ► Studi kelayakan pembangunan kawasan industri bahan baku keramik Kalbar

► Pengembagan pusat desain produksi dan pemasaran marmer Sulsel

1 133

(16)

‰ KEGIATAN DITJEN INDUSTRI AGRO DAN KIMIA TAHUN 2009 YANG TERKAIT DENGAN DAERAH KAWASAN TIMUR INDONESIA (KTI) Lanjutan ……..

URAIAN KEGIATAN TAHUN 2009 LOKASI

Garam Beryodium ► Peningkatan kualitas garam rakyat dan produksi garam beryodium Sulsel & NTB

► Pengembangan kawasan sentra produksi dan pemasaran garam Sulsel & NTB

► Pengembangan kawasan sentra produksi dan pemasaran garam Sulsel & NTB Tembakau ► Peningkatan efisiensi pengolahan tembakau Virginia Flue Cured NTB

bahan bakar selain minyak tanah

Minyak Goreng ► Pengembangan industri minyak goreng kelapa Maluku Semen ► Fasilitasi promosi investasi pembangunan pabrik semen Papua Barat Semen ► Fasilitasi promosi investasi pembangunan pabrik semen Papua Barat

di Papua Barat

Energi ► Pengembangan Industri Bahan Bakar Nabati Palu dan Papua

(17)

PENGEMBANGAN INDUSTRI PENGEMBANGAN INDUSTRI PENGEMBANGAN INDUSTRI PENGEMBANGAN INDUSTRI

AGRO DAN KIMIA AGRO DAN KIMIA

TAHUN 2010 TAHUN 2010 TAHUN 2010 TAHUN 2010

1 155

(18)

IV. ARAH PENGEMBANGAN TAHUN 2010-2015

Meningkatnya Nilai Tambah

Bahan baku

P b

Produk IAK

Meningkatnya

FASILITASI

RPJP RPJM KPIN

RENSTRA

RKP Bahan baku

dan energi

Pengembangan Klaster Industri

Penguasaan Pasar Produk IAK

RKP

Promosi Investasi

Penerapan Standar Produk Industri dan HKI

Menguatnya Penguasaan Teknologi IAK

Menyusun Peta Panduan Pengembangan IAK

Revitalisasi/

Restrukturisasi IAK

Pengembangan SDM Industri

Menguatnya Struktur

IAK

Peningkatan Kemampuan Teknologi IAK

Pengembangan Kerjasama

IAK

IAK

Meningkatnya

KEBIJAKAN

1. Iklim Usaha

2. Standar IAK IAK g y

Persebaran

S a da

(19)

V. RENCANA PROGRAM POKOK TAHUN 2010 V. RENCANA PROGRAM POKOK TAHUN 2010

PROGRAM POKOK

Rencana Kegiatan Rencana Kegiatan

1.

1. Penetapan Peta Panduan Penetapan Peta Panduan Pengembangan IAK

Pengembangan IAK

2. Penyusunan Usulan Kebijakan Insentif;

2. Penyusunan Usulan Kebijakan Insentif;

Pokok Ditjen IAK Pokok Ditjen IAK pada tahun 2010, pada tahun 2010, Utamanya dalam Utamanya dalam

2. Penyusunan Usulan Kebijakan Insentif;

2. Penyusunan Usulan Kebijakan Insentif;

3. Fasilitasi Penyediaan Bahan Baku dan 3. Fasilitasi Penyediaan Bahan Baku dan

Energi;

Energi;

4 Fasilitasi Promosi Investasi;

4 Fasilitasi Promosi Investasi;

yy Mendukung Mendukung

sasaran strategis sasaran strategis yaitu :

yaitu :

4. Fasilitasi Promosi Investasi;

4. Fasilitasi Promosi Investasi;

5. Fasilitasi Restrukturisasi Industri;

5. Fasilitasi Restrukturisasi Industri;

6. Peningkatan Kemampuan Teknologi;

6. Peningkatan Kemampuan Teknologi;

7 Pengembangan Klaster;

7 Pengembangan Klaster;

yaitu :

yaitu : 7. Pengembangan Klaster; 7. Pengembangan Klaster;

8. Penerapan Standar dan HKI;

8. Penerapan Standar dan HKI;

9. Pengembangan SDM IAK;

9. Pengembangan SDM IAK;

10 P b K j

10 P b K j

10.Pengembangan Kerjasama;

10.Pengembangan Kerjasama;

11.Pengendalian dan Pengawasan.

11.Pengendalian dan Pengawasan.

1 177

(20)

VI.

VI. RENCANA KEGIATAN TAHUN 2010 YANG TERKAIT RENCANA KEGIATAN TAHUN 2010 YANG TERKAIT DENGAN DAERAH

DENGAN DAERAH

NO. SASARAN STRATEGIS KEGIATAN 2010

DENGAN DAERAH DENGAN DAERAH

1. Penatapan peta panduan pengembangan IAK

1. Menetapkan peta panduan industri prioritas sesuai dengan Renstra 2010- 2015;

2 Menyusun peta panduan dalam rangka 2. Menyusun peta panduan dalam rangka

peningkatan nilai tambah;

3. Menyusun peta panduan dalam rangka peningkatan pasar dalam negeri;

4. Menyusun peta panduan dalam rangka peningkatan pasar dalam negeri;

5. Menyusun peta panduan dalam rangka peningkatan kompetensi SDM;

peningkatan kompetensi SDM;

6. Menyusun peta panduan dalam rangka peningkatan Penguasaan teknologi;

7. Menetapkan peta panduan dalam rangka penguatan struktur IAK;

8. Menyusun peta panduan dalam rangka peningkatan persebaran industri IAK:

(21)

RENCANA KEGIATAN TAHUN 2010 (lanjutan ….) RENCANA KEGIATAN TAHUN 2010 (lanjutan ….) ( ( j j ) )

NO. SASARAN STRATEGIS KEGIATAN 2010 PROVINSI

2. Fasilitasi Penyediaan Bahan Baku dan Energi

Bantuan Peralatan :

Dukungan Pembangunan fasilitas bahan baku kayu

Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara

3 Fasilitasi Promosi 1 Penyusunan FS dan Profil Investasi Kalimantan Timur 3. Fasilitasi Promosi

Investasi

1. Penyusunan FS dan Profil Investasi Pembangunan Pabrik Semen

2. Penyusunan FS dan Profil Investasi Pebangunan Pabrik Petrokimia

Kalimantan Timur Papua Barat

19 19

(22)

RENCANA KEGIATAN TAHUN 2010 (lanjutan ….) RENCANA KEGIATAN TAHUN 2010 (lanjutan ….)

NO. SASARAN STRATEGIS KEGIATAN 2010 PROVINSI

4. Peningkatan Bantuan Alat : Kemampuan Teknologi

IAK

1. Pengolahan minyak goreng kelapa Sulawesi Selatan

2. Pakan Ternak Kalimantan Selatan,

Sulawesi Selatan

3. Pengolahan ikan Maluku, NTB

4. Pengolahan biji kakao fermentasi Sulawesi Tengah 5. Pengolahan minyak goreng sawitg y g g Kalimantan Timur

6. Pengolahan kopi Sulawesi Selatan

7. Pengolahan kayu Sulawesi Selatan

8 Peningkatan kualitas industri barang Kalimantan Barat 8. Peningkatan kualitas industri barang

karet

Kalimantan Barat 8. Pengolahan bahan baku keramik Kalimantan Barat

9 P l h b di NTB NTT S l l

9. Pengolahan garam beryodium NTB, NTT, Sulsel

(23)

BEBERAPA INDUSTRI AGRO DAN KIMIA YANG POTENSIAL UNTUK DIKEMBANGKAN

No Kabupaten/Kota Kelompok Industri/Komoditi

1 Sumba Timur Pengolahan Rumput Laut

2 Kota Baru Pengolahan Rumput Laut

3 Kep. Talaud Pengolahan Ikan

4 Luwu Pengolahan Rumput Laut

5 Seram Bag Barat Pengolahan Ikan

6 Kota Ambon Ikan Asap

7 Maluku Tenggara Barat Pengolahan Rumput Laut

8 Sorong Pengolahan Ikan

9 Raja Empat Pengolahan Ikan Asin

10 Sintang Karet

11 Pontianak Karet

12 Kota Waringin Timur Karet

13 Kapuasp Karet

14 Sekadau Crumb Rubber

15 Tapin Kaolin

16 Lombok Timur Tembakau

17 Kota Makasar Sirup Markisa

21 21

(24)

No Kabupaten/Kotap Kelompok Industri/Komoditip

18 Gowa Sirup Markisa

19 Tana Toraja Kopi Bubuk

20 Nabire Jeruk Manis

21 Tomohon Buah, Sayur dan Bungah

22 Nunukan Kakao

23 Poso Kakao

24 Parigi Moutong Kakao

25 Kolaka Utara Kakao

26 Polewali Mandar Kakao

27 Mamuju Kakao

28 Kota Gorontalo Pengolahan Pisangg g

29 Manokwari Kakao

30 Bengkayang Pakan Ternak

31 Kota Bitung Kelapa

31 Kota Bitung Kelapa

32 Selayar Kelapa

33 Halmahera Tengah Kelapa 34 Halmahera Barat Kelapa 34 Halmahera Barat Kelapa

(25)

HAL- HAL

YANG

PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENGAJUAN BANTUAN MESIN DAN PERALATAN OLEH KABUPATEN/KOTA

Syarat-Syarat :

1. Merupakan upaya untuk mendukung pengembangan industri sesuai dengan kompetensi inti industri daerah

2. Diusulkan oleh pejabat yang berwenang setelah dikonsultasikan dengan Dinas yang membidangi industri di Propinsi

Propinsi

3. Disertai/dilengkapi dengan dokumen pendukung antara lain business plan pengembangan komoditi terpilih p p g g p

4. Pengembangan komoditi terpilih tersebut harus tercantum dalam renstra pengembangan daerah

5. Tersedia Dana Pendampingan

2 233

(26)

MEKANISME PENGAJUAN

BANTUAN

MESIN DAN PERALATAN OLEH KABUPATEN/KOTA

Dep. Perindustrianp Bantuan Mesin/

Ditjen IAK Peralatan

- Berdasarkan skala prioritas - Diusulkan dalam RKAKL

Usulan Bantuan Mesin Peralatan Peta Panduan

Kompetensi Inti

- Renstra Pengembangan Daerah - Bisnis Plan

- Rekomendasi Dinas Propinsi

Rencana Aksi

- Menyiapkan dana pendamping

Daerah

(27)

Referensi

Dokumen terkait

Program pensiun adalah suatu program bertujuan untuk memberikan jaminan hari tua kepada Pegawai Negeri Sipil sebagai penghargaan atas jasa-jasa dan pengabdiannya kepada

Dengan pendekatan moral, HKI tidak hanya dilihat sebagai instrumen untuk komersialisasi aset intelektual (capitalism), akan tetapi juga merupakan instrumen untuk

Indikator 15 : Menjelaskan cara pembuatan magnet dan kutub-kutub yang dihasilkan Indikator soal : Disajikan gambar pembuatan magnet dengan cara elektromagnet, siswa

1 Memeriksa apakah kita sudah membangun boundaries yang benar dalam hidup kita sesuai dengan firman Tuhan 2 Membangun boundaries/batas yang jelas dan benar dengan memahami

Berdasarkan Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, pengertian dari Organisasi Masyarakat itu

Dalam rangka mewujudkan Program Studi yang berkualitas dan ternama serta sejalan dengan visi Unsyiah dan Fakultas Teknik sebagai institusi induk, PSTE mempunyai

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis cacat dan faktor- faktor penyebab cacat pada produk Ep Yst Pro dan mengurangi jumlah cacat pada

Konsep strata yang dikemukakan oleh Mohandas Karamchand Gandhi, dinyatakan bahwa dalam strata itu, selain tidak adanya dominasi satu golongan terhadap golongan yang lain, juga