• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fraud. Pengertian Fraud :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Fraud. Pengertian Fraud :"

Copied!
76
0
0

Teks penuh

(1)

Fraud

Pengertian Fraud :

ACFE - > “occupational fraud and abuse”

Penggunaan kedudukan seseorang untuk memperkaya diri sendiri melalui

penyalahgunaan yang disengaja atau penyalahgunaan sumberdaya atau aset organisasi

Sifat Fraud : tersembunyi

(2)

KORUPSI

UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang TPK “Setiap orang yang secara melawan hukum memperkaya diri sendiri atau

orang lain, atau suatu korporasi, yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara”

Formula sederhana Korupsi, sesuai buku Executive Roadmap to Fraud Prevention and Internal Control:

C (oruption) = P(ower) A(ccountability)

Konflik Kepentingan Kewenangan Desentralisasi Pertanggungjawaban Amanah

Suap Transparan

Gratifikasi Diskresi Kebijakan Akuntabel

Ekonomi Biaya Tinggi Penggunaan Sumber Daya Partisipatif Taat Hukum

(3)

FRAUD TRIANGLE

Fraud Triangle

Perceived Opportunity

Pressure Rationalization

Donald R. Cressey, others people money, A study in the social psychology of Embezzlement.

PENYEBAB FRAUD / KORUPSI

(4)

4 Aktivitas dalam menyikapi Fraud

1.

Pencegahan Fraud

2.

Pendeteksian awal Fraud

3.

Investigasi Fraud

4.

Tindak Lanjut Hukum = Litigasi

(5)

Pemberantasan Korupsi

- Perbaikan SPM & GCG organisasi pemerintah

- Review Hambatan Kelancaran Pembangunan

- Implementasi Fraud Control Plan

- Kajian Peraturan Perundang- undangan berindikasi KKN - Penindakan Kasus/Perkara

- Audit Investigatif

- Penghitungan Kerugian Keuangan Negara

- Pemberian Ket. Ahli

- Sosialisasi Program Anti Korupsi

Repressive

Preventive

Pre-emptive

20

6

(6)

PRO JUSTISIA NON JUSTISIA

LAW ENFORCEMENT KEPASTIAN HUKUM PEMULIHAN KERUGIAN KN

PENINDAKAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI

EKSEKUSI PUTUSAN PERADILAN

APARAT PENGAWASAN

Vision, Plan, &

Action

PERADILAN

KPK, KEPOLISIAN

&

KEJAKSAAN

SINERGI CJS DENGAN PENGAWASAN

i

19 CORECCTIVE MANAGEMENT

DUKUNGAN INFO

HASIL AUDIT INVESTIGATIF PENGHITUNGAN KERUGIAN PEMB KET. AHLI

(7)
(8)

AUDIT INVESTIGATIF

Audit investigatif adalah proses mencari, menemukan, dan mengumpulkan bukti secara sistematis yang bertujuan

mengungkapkan terjadi atau tidaknya suatu perbuatan dan pelakunya guna dilakukan tindakan hukum selanjutnya

(Permenpan No.Per/05/M.PAN/03/2008 tgl. 31 Maret 2008)

Audit Investigatif adalah proses mencari, menemukan dan mengumpulkan bukti secara sistematis yang bertujuan

mengungkapkan terjadi atau tidaknya suatu penyimpangan dan pelakunya guna dilakukan tindakan hukum selanjutnya

(Peraturan Kepala BPKP No.1314/K/D6/2012 ttg Pedoman Penugasan Bidang Investigasi)

9

(9)

AUDIT INVESTIGATIF ? FRAUD AUDIT?

Tindakan mencari kebenaran dengan memperhatikan keadilan dan berdasarkan pada ketentuan peraturan

Membuktikan ada atau tidaknya fraud

Dengan pendekatan investigatif

Keahlian akunting, auditing, legal, dll

10

(10)

INVESTIGATIVE AUDIT

 Reviewing financial documentation for a specific purpose, which could relate to litigation support and

insurance claims, as well as criminal matters.”

(Jack Bologna and Robert J. Lindquist)

(11)

PERBEDAAN AI VS PKKN

AI

-

Pengembangan GA/AO

-

Tahap Penyelidikan (LID)

-

Perolehan bukti dapat inisiatif auditor atau dari penyelidik

-

Menyatakan pihak-pihak terkait

-

Laporan bentuk BAB

-

TTD Lap Kepala Kantor

PKKN

-

Tahap Penyidikan (DIK)

-

Perolehan bukti dari penyidik

-

Tidak ada pihak terkait

-

Laporan Bentuk Surat

-

TTD seluruh auditor yang terkait

-

Surat Pengantar Kepala Kantor

12

(12)

Financial Audit Fraud Examination

Waktu Berulang. Dilaksanakan secara reguler.

Tidak berulang. Dilaksanakan jika terdapat bukti yang cukup.

Ruang Lingkup Umum, pada data keuangan.

Spesifik, sesuai dugaan.

Tujuan Pendapat terhadap kewajaran

penyajian laporan keuangan.

Apakah kecurangan telah terjadi dan siapa yang bertanggungjawab

Hubungan

dengan hukum

Tidak ada Ada

Metodologi Teknikdata keuangan.Audit, pengujian

Teknik fraud examination, meliputi pengujian dokumen, reviu data eksternal, wawancara.

Anggapan Skeptisme professional Pembuktian

(13)

Karakteristik kecurangan dan aksioma audit

investigatif

Bersifat tersembunyi

Tidak pernah berulang/

sama persis

Investigasi tidak mungkin mengungkap fakta 100%

Dibutuhkan kreativitas dan intuisi auditor mengungkap penyimpangan

(14)

Bonus - Aksioma

(15)

Prinsip-prinsip Audit Investigatif

1. Investigasi adalah tindakan mencari kebenaran

2. Kegiatan investigasi mencakup pemanfaatan

sumber-sumber bukti yang dapat mendukung fakta yang dipermasalahkan

3. Semakin cepat ‘merespons’ tindakan kejahatan, maka semakin besar kemungkinan terungkapnya tindakan kejahatan tersebut.

4. Auditor mengumpulkan fakta-fakta sehingga

bukti-bukti yang diperolehnya tersebut dapat

memberikan kesimpulan sendiri/bercerita

(16)

Prinsip-prinsip Audit Investigatif

5. Bukti fisik merupakan bukti nyata. Bukti tersebut sampai kapanpun akan selalu mengungkapkan hal yang sama

6. Informasi yang diperoleh dari hasil wawancara dengan saksi akan sangat dipengaruhi oleh kelemahan

manusia

7. Jika auditor mengajukan pertanyaan yang cukup kepada sejumlah orang yang cukup, maka akan mendapatkan jawaban yang benar

8. Informasi merupakan nafas dan darahnya investigasi.

No Information No Case

(17)

SIKAP AUDITOR INVESTIGATIF

PRINSIP

Siapapun yang melakukan audit terhadap objek yang telah saya audit akan memperoleh simpulan, maksimal sama seperti yang telah saya hasilkan.

MIMPI BURUK

Informasi A-1 yang saya ketahui pasti

adanya, namun tidak berhasil saya buktikan

(18)

Pendekatan Audit

Analisis data yang tersedia (analyzing available data)

Sebelum memulai interviu, data yang tersedia harus dianalisis untuk menentukan fakta apa yang diketahui dari data tersebut.

Membuat hipotesa (creating hypothesis)

Hipostesa merupakan suatu skenario “terburuk”.

Menguji hipotesa (testing the hypothesis).

Pengujian hipotesa mencakup kreasi skenario

“what if”.

Menyaring dan merubah hipotesa (refining and amending the hypothesis)

(19)

Pendekatan investigasi

Korban, pelapor, saksi, tersangka

Bukti fisik yang merupakan bukti faktual, yang selalu

mengungkap fakta yang sama dari waktu kewaktu

Wawancara untuk memperoleh fakta /informasi tentang tindak kejahatan

(20)

TAHAP-TAHAP

AUDIT INVESTIGATIF

Pra Perencanaan

Perencanaan

Pengumpulan dan pengevaluasian bukti

Pelaporan.

(21)

ALUR PIKIR AUDIT INVESTIGATIF

KARAKTERISTIK FRAUD

AKSIOMA

AUDIT INVESTIGATIF

PRINSIP DAN PENDEKATAN

TAHAP-TAHAP AUDIT INVESTIGATIF (PROSES AUDIT INVESTIGATIF)

SUMBER INFORMASI

PRA

PERENCANAAN

TELAAH

KEPUTUSAN PENANGANAN

PERENCANAAN

HIPOTESA

AUDIT PROGRAM

RENCANA SUMBER DAYA (SMEAC)

PENUGASAN

PENGUMPULAN BUKTI

BUKTI

TEKNIK PENGUMPULAN

BUKTI

EVALUASI BUKTI

ANALISA BUKTI

REVISI HIPOTESA

UNSUR DELIK

PELA PORAN

TINDAK LANJUT

PRINSIP PELA PORAN

FORMAT

SUB STANSI

KETER AHLI

KERUGIAN KEUANGAN

NEGARA

22

PEMAHAMAN FRAUD

(22)

BAGAN ARUS PROSES AUDIT INVESTIGATIF

MULAI INFORMASI AWAL PENELAAHAN INFORMASI

TAMBAHAN INFORMASI

PENGUMPULAN TAMBAHAN INFORMASI

LAYAK AUDIT INVESTIGASI

TIDAK

YA

LAPORAN (NOTA DINAS) TIDAK

SUSUN HIPOTESIS SUSUN AUDIT PROGRAM

PENGUMPULAN BUKTI

YA

EVALUASI BUKTI

REVISI HIPOTESI

S

TERBUKT I YA

TIDAK

LAPORAN HASIL AUDIT INVESTIGA

SI.

YA

TIDAK

SELESAI EXPOSE

(23)

PROSES UTUH

AUDIT INVESTIGATIF

Problem Recog Review Planning

Evidence Collection

Evidence Evaluation

Report Finding

•Telaah Info

•Kelayakan AI

•Hipotesis

•Audit Program

•Sumber Daya

•Surat Tugas

•Evidence Square

•Element of Fraud

•Penyesuaian Hipotesis

•Pengembangan Finding

•Sinkronisasi evidence

•Penyusunan

•Penerbitan

•Distribusi

•Pernyataan Keahlian

•Jenis

•Sumber Bukti

•Kuantitas

•Kualitas

•Methode

(24)

COMPLAINT/

RED FLAGS

IDENTIFIKASI

EVALUASI

Ada indikasi

Tidak ada

indikasi STOP

ANALISA

INFORMASI TAMBAHAN Pra Perencanaan

WHAT WHO WHERE WHEN WHY HOW

WHAT WHO WHERE WHEN WHY HOW

(25)

Pra Perencanaan

What Who Where When Why + How

Informasi penyimpangan “apa” yang telah dilakukan, berguna dalam hipotesa awal untuk menentukan unsur melawan hukum

dan atau penyimpangan yang dilakukan.

Penyimpangan harus dianalisis apakah kegiatan tersebut menggunakan atau berkaitan dengan keuangan negara serta mengakibatkan dampak adanya kerugian

keuangan negara

(26)

Pra Perencanaan

What Who Where When Why + How

Informasi tentang siapa yang melakukan penyimpangan, mungkin saja tidak terungkap dalam pengaduan. Namun demikian sepanjang

informasi lainnya diungkap dalam pengaduan seperti unsur what, where, dan when, maka

auditor dapat melakukan hipotesa awal kemungkinan siapa yang melakukan

penyimpangan dan mungkin saja data/informasi ini akan diperoleh setelah melakukan audit

investigatif

(27)

Pra Perencanaan

What Who Where When Why + How

Informasi tentang dimana terjadinya

penyimpangan juga merupakan salah satu faktor yang sangat penting yang harus ada

untuk menentukan layak tidaknya

dilakukan audit investigatif. Tidak adanya informasi ini akan menjadi kendala dalam

menentukan ruang lingkup penugasan.

Oleh karena itu diperlukan informasi/data tambahan sehingga kriteria tersebut dapat

diperoleh

(28)

Pra Perencanaan

What Who Where When Why + How

Informasi tentang kapan terjadinya

penyimpangan juga merupakan salah satu faktor yang sangat penting yang harus ada

untuk menentukan layak tidaknya

dilakukan audit investigatif. Tidak adanya informasi ini akan menjadi kendala dalam

menentukan ruang lingkup penugasan.

Oleh karena itu diperlukan informasi/data tambahan sehingga kriteria tersebut dapat

diperoleh

(29)

Pra Perencanaan

What Who Where When Why + How

Identifikasi tentang “why” dalam informasi awal penting untuk menentukan alasan logis atas

terjadinya suatu penyimpangan sehingga memperkuat hipotesa yang akan ditetapkan.

Meskipun informasi ini jarang terungkap dalam pengaduan, namun hal ini tidak mengurangi perlunya dilaksanakan audit investigatif atas

suatu informasi awal, apabila informasi atas unsur-unsur lainnya telah mencukupi

(30)

Pra Perencanaan

What Who Where When Why + How

Unsur “how” berkaitan langsung dengan modus atau cara seseorang atau pihak tertentu

melakukan penyimpangan atau pelanggaran.

Unsur “how” merupakan tindakan-tindakan verbal seseorang sehingga secara keseluruhan

merupakan indikasi penyimpangan, atau sebaliknya seseorang tidak melakukan suatu tindakan sehingga mengakibatkan penyimpangan

atau kerugian keuangan negara

(31)

Audit Investigatif harus dapat menjawab

- What

- When

- Where

- How

- Who

- Why

Perencanaan

(32)

WAKTU

BIAYA KUALITAS

Perencanaan

(33)

The SMEAC system

Situation

Mission

Execution

Administration and Logistic

Communication

Perencanaan

(34)

Perencanaan

Situation

Gambaran keadaan yang terjadi Substansi pengaduan/penyimpangan

yang akan dibuktikan

(35)

Perencanaan

Mission

Harapan yang ingin dicapai

Upaya untuk membuktikan hipotesis Misi dapat dijabarkan dalam

Sub-sub komponen

(36)

TUJUAN HIPOTESIS

1. Memberikan batasan serta mempersempit ruang lingkup audit;

2. Menyiagakan auditor terhadap semua fakta dan hubungan antar fakta yang telah teridentifikasi;

3. Sebagai alat yang sederhana dalam membangun fakta-fakta yang tercerai-berai tanpa koordinasi ke dalam suatu kesatuan penting dan menyeluruh;

4. Sebagai panduan dalam pengujian serta penyesuaian fakta dan antar fakta.

Perencanaan

(37)

Perencanaan

Execution

Bagaimana misi dapat dicapai

• Penyusunan Program Audit Investigatif

• Penentuan Komposisi Tim Audit

• Jangka waktu dan Anggaran Biiaya

(38)

Perencanaan

Adm & Log

• Tugas,tujuan hasil yang akan dicapai

• Dukungan tenaga ahli yang diperlukan

• Pendelegasian, pemisahan tugas/wewenang

• Peralatan khusus yang akan digunakan

• Contingency planning

• Hal-hal penting lainnya

(39)

Perencanaan

Communication

kegagalan perencanaan disebabkan kegagalan

berkomunikasi atau sistem komunikasi

(40)

PERENCANAAN

Membuat hipotesis

Menyusun audit program

Perencanaan Sumber Daya Yang Dibutuhkan

Penugasan

Perencanaan

(41)

Matrik dalam Perencanaan Audit Investigasi

The Evidence Matrix (Matrik bukti)

Resource Matrix (Matrik Sumber Daya)

Lembar tugas - (Matrik Penugasan)

Matrik Penilaian Resiko

Perencanaan

(42)

MANAJEMEN AUDIT INVESTIGASI

Data Awal

Telaah/

Reevaluasi (5W + 2H)

Laporan AI Bukti

Rencana Audit investigasi (Hipotesa)

Pelaksanaan Audit Investigasi Perencanaan

Audit Investigasi

(AI)

Pelaporan AI

Worksheet AI

WAKTU WAKTU WAKTU

(43)

WORKSHEET AUDIT INVESTIGASI

• Worksheet Audit Investigasi merupakan uraian secara

rinci/detail atas langkah-langkah kegiatan Audit Investigasi yang akan dan telah dilakukan selama proses Audit

Investigasi sebagai acuan dalam pelaksanaan dan evaluasi pelaksanaan Audit Investigasi .

• Disusun pada tahap perencanaan Audit Investigasi dan

selama pelaksanaan Audit Investigasi serta sebagai bahan acuan pelaporan hasil Audit Investigasi .

• Setiap anggota tim mengisi/update hasil Audit Investigasi serta evaluasi/langkah tindak lanjut yang akan dilakukan.

(44)

FORM WORKSHEET INVESTIGASI

Hipotesa awal : Evaluasi hasil AI :

 Kolom 3 dan 4 dapat diisi sebelum AI dan diupdate sesuai hasil AI

 Kolom 2,5,6,7,8,9 ,10,11 diisi berdasar fakta hasil AI

Nama Kasus : ………..

ON KRONO LOGIS FAKTA

REF.

BUKTI

TERIAKRI PENYIM-

PANGAN ANALISA EVA-

LUASI TINDAK LANJUT

PEMBUKTIAN

DOKUMEN KET BUKTI LAIN

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

(45)

Meyakini bahwa bukti-bukti yang diperoleh selama fase identifikasi masalah dapat

diandalkan atau tidak (misleading).

Mengidentifikasi ketiga elemen kecurangan: tindakan (act),

penyembunyian (concealment), dan perubahan (conversion).

Pengumpulan

(46)

Pengumpulan

Without evidence,

there is no case

(47)

1. Keterangan Saksi

2. Keterangan ahli

3. Surat

4. Petunjuk

5. Keterangan terdakwa

Pengumpulan

TYPES

(48)

1. Saksi

2. Client agency

3. Instansi Pemerintah

4. Perusahaan / Badan-badan Swasta

5. Informasi elektronik

6. Bukti forensik

7. Alat komunikasi elektronik

8. Tersangka

9. Kepolisian dan badan intelijen

10. Sumber informasi lain (umum).

Pengumpulan

TYPES SOURCE

(49)

“Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana pada seseorang kecuali apabila

sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah

ia memperoleh keyakinan bahwa suatu tindak pidana benar-benar terjadi dan

bahwa terdakwalah yang bersalah melakukannya”.

Pengumpulan

TYPES SOURCE QUANTITY

(50)

1. Relevant

2. Competent

3. Material

4. Cukup

Pengumpulan

TYPES SOURCE QUANTITY QUALITY

(51)

Bukti dianggap cukup relevan jika bukti tersebut merupakan salah satu bagian dari

rangkaian bukti-bukti (chain of evidence) yang menggambarkan suatu proses kejadian atau jika bukti tersebut secara tidak langsung menunjukkan kenyataan dilakukan atau tidak dilakukannya suatu

perbuatan.

Pengumpulan

TYPES SOURCE QUANTITY QUALITY

(52)

KOMPETEN

• Bukti memenuhi persyaratan hukum dan peraturan Per-UU-an

• Bukti diproduksi oleh pihak yang kompeten

• Bukti diperoleh dengan cara yang sah

• Bukti dapat diandalkan untuk menjamin kesuaian dengan faktanya

53

(53)

materialitas dalam audit investigasi menekankan pada hubungan bukti

terhadap sangkaan yang diindikasikan.

Pengumpulan

TYPES SOURCE QUANTITY QUALITY

(54)

CUKUP

Bukti audit yang cukup

berkaitan dengan jumlah bukti yang dapat dijadikan dasar

untuk menarik suatu simpulan audit yang memenuhi 5W + 1H

55

(55)

Bentuk

Sumber

Cara

Perolehannya

Pengumpulan

TYPES SOURCE QUANTITY QUALITY

(56)

METHODE QUALITY

QUANTITY SOURCE

TYPES

Pengumpulan

Membangun circumstantial case;

Menggunakan circumstantial evidence untuk mengidentifikasi dan beralih ke saksi internal yang dapat memberikan bukti langsung tentang pihak-pihak yang diduga terlibat;

Seal the case

(57)

Interview Suspect

TYPES SOURCE QUANTITY QUALITY METHODE

Pengumpulan

(58)

Jenis-jenis bukti yang dihasilkan (Evidence Square)

Elemen-elemen fraud

Dalam melakukan analisa dan

evaluasi bukti dapat menggunakan pendekatan berdasarkan:

Evaluasi

(59)

Testimonial Evidence

Documentary Evidence

Physical Evidence

Personal Observation

Evaluasi

(60)

Pembuktian:

(Barang Bukti &

Alat Bukti)

• Melawan Hukum

• Memperkaya diri atau korporasi

• Merugikan

Keuangan negara Alat Bukti:

(1) keterangan saksi;

(2) keterangan ahli;

(3) surat;

(4) petunjuk dan;

(5) Keterangan terdakwa.

Bukti Audit:

• Pemeriksaan fisik;

• Konfirmasi;

• Hasil pemeriksaan

kelengkapan dokumen;

• Observasi;

• Keterangan lisan/tulisan dari pihak lain atas

pertanyaan auditor;

• Hasil uji perhitungan dan penelusuran kembali;

dan

• Prosedur analitis.

STANDAR AUDIT KUHAP Ps 184 PERSIDANGAN

(61)

Bukti Audit

Menyelaraskan 4 Jenis Bukti Audit agar sesuai dengan Alat Bukti menurut

Pasal 184 KUHAP:

Keterangan Saksi

Keterangan Ahli

Surat

Petunjuk

Keterangan Terdakwa

62

(62)

Investigative Audit Hukum

Cukup, Relevan dan sah Dua alat bukti, sah dan meyakinkan

Evidence Relation

Testimonial Evidence

Documentary Evidence

Physical Evidence

Personal Observation

1. Keterangan Saksi 2. Keterangan Ahli 3. Surat

4. Petunjuk

5. Ket. Tersangka

(63)

AUDIT INVESTIGASI DAN HUBUNGANNYA DENGAN ALAT BUKTI

LHAI SEBAGAI ALAT BUKTI SURAT

LHAI SEBAGAI ALAT BUKTI PETUNJUK

KETERANGAN AHLI

(64)

Elements of Fraud

CONVERSION

1. Document Examination 2. Computer Search

3. Physical Assets Counts

1. Public Records Search 2. Net Worth Method

1. Surveillance & covert operation 2. Invigilation

3. Physical evidence

+ Inquiry

Approach

Evaluasi

(65)

1.

Find

2.

Read and Interpret Document

3.

Determined Relevance

4.

Verify The Evidence

5.

Assemble The Evidence

6.

Draw Conclusions BUKTI AUDIT

Evaluasi

(66)

menilai kesesuaian hipotesa yang disusun terhadap fakta kenyataan yang ada

perlu atau tidaknya pengembangan suatu bukti

Evaluasi

(67)

Sebagai referensi dalam permintaan keterangan (interview) kepada pihak-pihak terkait;

Sebagai bahan evaluasi bukti yang diperoleh;

Sebagai acuan dalam menentukan bukti-bukti yang harus diperoleh;

Sebagai acuan dalam menentukan kasus posisi;

Sebagai bagian dalam penyusuanan laporan audit investigasi.

Evaluasi

(68)

EVALUASI BUKTI

Untuk meyakinkan bahwa simpulan yang diambil telah didukung dengan bukti-bukti yang cukup;

Suatu tahapan dimana

ditentukan apakah kegiatan reviu dianggap cukup atau perlu diperluas;

Perlunya menggunakan Value Judgement auditor dalam

menentukan kecukupan bukti.

Evaluasi

(69)

kegiatan menuangkan hasil audit dalam format tertentu untuk dikomunikasikan

kepada pihak-pihak yang relevan

Pelaporan

Pelaporan

(70)

mempertimbangkan penggunaan bukti-bukti audit sebagai alat bukti

hukum.

LAPORAN HASIL AUDIT INVESTIGATIF

Pelaporan

(71)

PRINSIP-PRINSIP

Pengungkapan atas arti penting.

Kegunaan informasi dan ketetapan waktu pelaporan.

Objektifitas informasi yang disajikan.

Tingkat keyakinan penyajian.

Penyajian yang ringkas, sederhana namun jelas dan lengkap

Pelaporan

(72)

FORMAT LAPORAN

Laporan Bentuk Surat

Laporan Bentuk Bab

Pelaporan

(73)

Laporan Bentuk Surat

tidak ditemukan adanya penyimpangan yang memerlukan tindak lanjut,

adanya penyimpangan yang perlu segera ditindaklanjuti sebelum

pemeriksaan selesai dilaksanakan seluruhnya.

Pelaporan

(74)

Materi Laporan Bentuk Surat

Nama dan Kepada Siapa laporan ditujukan (biasanya dari Tim Audit yang ditugaskan kepada pimpinan instansi yang menugaskaskan).

Dasar penugasan, Sasaran dan Ruang Lingkup serta Data Umum Unit atau Bagian yang diaudit.

Uraian mengenai informasi awal atas penyimpangan yang diperoleh.

Simpulan dan Rekomendasi

Pelaporan

(75)

Materi Laporan Bentuk Bab

Ditambahkan uraian tentang :

a.

Temuan hasil audit investigatif

b.

Jenis penyimpangan

c.

Fakta-fakta dan proses kejadian

d.

Penyebab dan dampak penyimpangan

e.

Piha-pihak yang diduga terlibat atau bertanggung jawab

f.

Bukti-bukti yang diperoleh

g.

Kesepakatan dan pelaksanaan tindak lanjut atas hasil audit investigasi

Pelaporan

(76)

77

Thank You For Your Attention

Referensi

Dokumen terkait

Buku Pedoman Perhitungan Beban Kinerja Dosen Universitas Syiah Kuala disusun sesuai dengan Pedoman Beban Kerja Dosen dan Evaluasi Pelaksanaan Tridharma Perguruan

- Pada tab Rombongan Belajar, klik kelulusan bersama untuk kelas XII, (kelulusan bersama dilakukan disemester ganjil tahun 2014/2015 ini dilakukan krn di versi 8.02 jika

Kesiapan belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam proses belajar mengajar, karena kesiapan belajar merupakan kondisi awal suatu kegiatan

Kirby-Bauer. Kontrol positif menggunakan siprofloksasin 5 μg/disk sedangkan kontrol negatif menggunakan DMSO 10%. Hasil : Berdasarkan skrining fitokimia, ekstrak etanol daun

Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah dengan judul “Pola Penggunaan

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kadar Fe(III) dalam air pada 10 sampel air sumur di kecamatan Tanggulangin kabupaten Sidoarjo tergolong layak untuk

Dalam hal penjualan kembali Unit Penyertaan REKSA DANA BNP PARIBAS ASTRO dilakukan oleh Pemegang Unit Penyertaan melalui media elektronik, maka Formulir Penjualan Kembali

Kebakaran bahan bakar #air atau gas yang mudah terbakar. lat pemadam yang dapat dipergunakan pada kebakaran tersebut adalah $epung pemadam %dry po"der', busa %oam',