• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Branding Pariwisata Pulau Rote.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Branding Pariwisata Pulau Rote."

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

PERANCANGAN BRANDING PARIWISATA PULAU ROTE

Oleh Bernard Mesah

1264123

Indonesia adalah Negara kepulauan yang memilki jumlah pulau sekitar 17.000 pulau. Banyak dari pulau-pulau di Indonesia masih belum terjamah dan masih memiliki keindahan alam yang indah dan masih murni, potensi keindahan alam pulau-pulau di Indonesia jika dimaksimalkan potensi wisata yang dikelola dengan baik maka akan membantu perekonomian masyarakat sekita.

Maka dari itu, tujuan perancangan ini adalah bertujuan untuk memperkenalkan potensi pariwisata di pulau-pulau yang ada Indonesia khususnya pulau-pulau terluar yang keadaan alamnya masih asri agar diketahui dan kenal oleh masyarakat Indonesia sebagai tempat pariwisata yang juga memiliki manfaat bagi perekonomian masyarakat sekitar serta memelihara dan menjaga keindahan alam.

Metode yang digunakan oleh penulis ialah dengan membuat branding pariwisata dengan media promosi utama berupa video yang didukung dengan promosi di sosial media serta internet. Melalui Perancangan ini diharapkan pulau-pulau terluar tersebut mendapat perhatian dari masyarakat Indonesia agar lebih mencintai keindahan alam negeri sendiri.

(2)

ABSTRACT

BRANDING DESIGN FOR TOURISM IN ROTE ISLAND

Submitted by

Bernard Mesah 1264123

Indonesia an archipelago consisting of about 17,000 islands. Many of these islands are still untouched and possess pure natural beauty. If managed well, the potential of the outer islands of Indonesia will become a good tourist attraction and will help the people’s economy and add the local gross domestic product.

The aim of this design is to introduce the tourism potential of the outer islands of Indonesia, especially the Rote Island, whch has the typical beauty of nature and sea of the south most Indonesia which is full of papyrus trees, so that it is known to the Indonesian people as a touristic place. In the end, this will be beneficial for the local people and it will help preserve the natural beauty.

The method used is to make a touristic branding with video as the main promotional medium supported by social media and the internet. By using this design it is hoped that the outer island will get more attention from the Indonesian people so that they will grow to love the natural beauty of their own country.

(3)

vi

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

PERNYATAAN ORISINALITAS KARYA DAN LAPORAN ... iii

(4)

vii

BAB IV : PEMECAHAN MASALAH... 30

4.1 Konsep Komunikasi ... 30

(5)

viii

4.3 Konsep Media ... 31

4.3.1 Videografi ... 31

4.3.2 Fotografi ... 31

4.3.3 Website ... 31

4.3.4 Media Sosial ... 31

4.1 Hasil Karya... 32

4.4.1 Logo ... 32

4.4.2 Situs Pariwisata ... 33

4.4.3 Instagram ... 35

4.4.4 Facebook ... 36

4.4.5 Youtube... 36

4.4.6 Videografi ... 37

4.4 Anggaran ... 38

BAB V : PENUTUP ... 40

5.1 Simpulan ... 40

(6)
(7)

x

Gambar 3.14 Kondisi Jalan sekitar Resort ... 20

Gambar 3.15 Kondisi jalan ... 20

Gambar 3.16 Keadaan Pantai Nembrala ... 21

Gambar 3.17 Kondisi Jalan di sekitar pantai ... 21

Gambar 3.18 Kondisi jalan disekitar pantai ... 22

Gambar 3.19 Kondisi jalan disekitar pantai ... 22

Gambar 3.20 Logo Brand Wisata Flores... 28

Gambar 3.21 Halaman Website Flores Tourism ... 29

Gambar 3.22 Halaman Youtube ... 29

(8)

xi

Gambar 3.24 Guide Book ... 30

Gambar 4.1 Logo dan tagline ... 34

Gambar 4.2 Logogram dan Logotype ... 34

Gambar 4.3 Ukuran logo ... 33

Gambar 4.4 makna warna pada logo ... 34

Gambar 4.5 Website ... 34

Gambar 4.7 Website ... 35

Gambar 4.8 instragram ... 35

Gambar 4.9 Facebook ... 36

Gambar 4.10 Youtube ... 37

Gambar 4.11 Pembuka video ... 41

Gambar 4.12 Pertengahan video ... 41

(9)

xii

DAFTAR TABEL

(10)

Universitas Kristen Maranatha 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pulau Rote merupakan kabupaten yang terletak paling selatan di Indonesia yang merupakan bagian dari provisi Nusa Tenggara Timur, kabupaten ini mempunyai luas wilayah 1280,10 km2, terdiri dari 96 pulau dengan 6 Pulau yang berpenghuni, pulau Rote sendiri memiliki luas 97.854 Ha. Pulau ini terletak diantara 10 derajat 25’- 11 derajat Lintang selatan, dan 121 derajat 49 – 123 derajat 26 Bujur Timur yang berbatasan dengan laut Sawu di Utara, Selat Pukuafu di Timur, Laut Sawu di Barat dan Samudra Hindia di Selatan. Topografi pulau ini berbukit-bukit berbukit-bukit dan sebagian dari daratan rendah dengan tingkat kemiringan rata-rata mencapai 45%, kontur pulau Rote bervariasi, pada daerah pantai dengan ketinggian 0-10 m diatas permukaan laut, sedangkan bagian tengah mencapai ketinggian 200-1500 m dengan tingkat kemiringan 40-60%, iklim pulau ini umumnya sama dengan iklim wilayah lain di NTT yaitu kering dan hujan yang relative pendek , dengan letak dan topografi tersebut menjadikan Pulau Rote memiliki bentang alam yang indah mulau dari daratan tingginya hingga daratan rendah.

(11)

Universitas Kristen Maranatha 2 Pagi WITA sebaliknya dari Rote Pukul 11.00 WITA serta Menggunakan Pesawat pukul 15.00 WITA.

Wisata Pulau Rote didominasi oleh wisata laut. Objek wisata utama pulau ini adalah Pantai Nembrala adalah pantai yang terkenal dengan ombaknya yang berskala internasional, banyak wisatawan asing yang datang ke pantai ini untuk merasakan ombak pantai Nembrala, pantai ini tidak terlalu ramai, fasilitas di pantai ini sudah lengkap untuk keperluan pariwisata mulai dari hotel sampai rumah singgah. Untuk menuju Pantai Nembrala bisa menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat dengan waktu tempuh 1,5 jam dari Ibu Kota Kabupaten, jalan menuju Pantai Nembrala sudah cukup bagus jalanan mulus dan jarang ditemui jalanan rusak atau berlubang, suasana Nembrala masih jauh dari keramaian walaupun fasilitas hotel, penginapan di wisata Pantai Nembrala sudah bisa dikatakan cukup lengkap, Pantai Nembrala memiliki pasir putih yang halus serta pantai yang landai dengan air laut biru yang jernih dan pemadangan hamparan pohon kelapa yang rimbun dan berdaun lebar, dibeberapa tempat dipantai masih dapat dijumpai rumput laut yang dijemur penduduk sekitar, ombak dipantai ini bisa mencapai ketinggian sekitar 7 meter . Selain Pantai Nembrala ada pantai lain yang menjadi adalah wisata Pulau Rote yaitu Pantai Bo’a, Pantai Bo’a cocok dipakai untuk berselancar dengan pantai yang dipenuhi oleh kerikil-kerikil dari terumbu karang yang mati dan memutih, ketinggian ombak di Pantai Bo’a tidak jauh berbeda dengan Pantai Nembrala, di Pantai Bo’a tiap tahun selalu diadakan lomba selancar berstandar internasional yang diikuti oleh peselancar dari berbagai dunia antara bulan Oktober sampai September, Pantai Bo’a jaraknya tidak terlalu jauh dari Pantai Nembrala. Situs dari Planet Surf yang merupakan Outlet Fashion ternama yang menyediakan perlengkapan bagi peselancar dalam situsnya menyembutkan bahwa Pantai di Pulau Rote masuk kedalam 10 lokasi berselancar di Indoneisa. The Surfer's Journal yaiut majalah olah raga yang berasal dari Californa disitunya dimuat

(12)

Universitas Kristen Maranatha 3 juga tidak kalah menarik ada alat musik Sasando yang terkenla, ada juga topi khas orang Rote yaitu Ti”i Langga yang menyerupai topi orang Meksiko, selain itu kerajinan kain tenun di Pulau Rote juga indah, kain masih dibuat secara manual.

Dengan segala potensi yang ada serta akses yang mudah menuju pulau terbsebut penulis merasa perkembangan pariwisata di Pulau Rote tidak terlalu ramai, penulis melakukan pengamatan dilokasi wisata utama Pulau Rote sebagai tolak ukur, yang penulis temui adalah keadaan pantai yang kososng dan sepi, sangat jarang ditemui wisatawan dari dalam negeri, penulis menemui hanya beberapa wisatawan asing yang ada di objek wisata utama Pulau Rote. kurangnya promosi pariwisata serta branding wisata untuk pulau ini, branding yang menarik bisa membuat geliat pariwisata di Pulau ini menjadi ramai dengan

segala kelebihan yang dimiliki mulai dari pulau yang berada paling selatan di Indonseia.

1.2 Permasalah dan Ruang Lingkup

Adapun permasalah yang penulis bahas adalah :

a. Bagaimana merancang branding wisata Pulau Rote sebagai Pulau wisata yang menawarkan keindahan alam dan keunikan budayanya

b. Bagaimana ilmu dibidang DKV digunakan untuk menarik lebih banyak wisatawan agar mau berkunjung terutama wisatawan domestik ke Pulau Rote

Ruang lingkunp pemecahan masalah ditujukan untuk menarik wisatawan yang memiliki minat terhadap wisata alam seperti wisata bahari, jelajah alam, fotografi dan budaya.

1.3 Tujuan Perancangan

Adapun tujuan perancangan yang penulis bahas adalah

(13)

Universitas Kristen Maranatha 4 b. Membuat Citra Pulau Rote sebagai Pulau wisata sejuta lontar dari selatan

Indonesia yang menawarkan pesona selatan Indonesia.

1.4 Sumber dan Teknik Pengumpulan Data

Adapun sumber dan teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah : a. Dengan observasi langsung di lokasi wisata tersebut

b. Dengan melakukan wawancara di instansi terkait c. Studi Pustaka

(14)

Universitas Kristen Maranatha 5

1.5 Skema Perancangan

Tujuan

Merancang Branding dan promosi wisata Pulau Rote sebagai pulau wisata sejuta lontar yang menawarkan keindahan alam dan budaya

Latar Belakang

Pulau Rote merupakan pulau paling selatan di Indonesia yang memiliki pemandangan alam yang indah serta budaya yang menarik

Kurangnya promosi dan tidak adanya branding membuat pulau ini tidak terlalu diketahui yang menyebabkan wisata dipulau ini tidak terlalu berkembang

Rumusan Masalah

a. Bagaimana merancang branding wisata Pulau Rote sebagai salah satu tujuan berselancar kelas dunia yang didukung dengan perancangan visual yang kreatif dan promosi yang lebih menarik

b. Bagaimana ilmu dibidang DKV digunakan untuk menarik lebih banyak wisatawan agar mau berkunjung terutama wisatawan domestik ke Pulau Rote

Pengumpulan Data

Data yang diperoleh diolah dan dianalisis untuk menentukan konsep yang akan dibuat

Konsep

Konsep yang dibuat berdasarkan analisis data akan dibuat menjadi

strategi

Strategi

Dari konsep yang didapat media penyanpaian media informasi secara visual dan copyright seacar persuasif

Tujuan perancangan

Untuk membuat branding, media Informasi, promosi tentang keindahan alam dan budaya Pulau Rote

(15)

Universitas Kristen Maranatha 43

BAB V

PENUTUP

5.1 Simpulan

Kesimpulan yang didapat oleh penulis yang berkaitan dengan topik yang diangkat yaitu potensi wisata suatu daerah jika dikelola dengan baik dan tepat akan berpotensi menguntungkan daerah tersebut yang ujung-ujungnya juga berpengaruh terhadap pendapatan daerah tersebut serta berpengaruh pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar sehingga daerah tersebut bisa maju,selain itu kemajuan dari pariwisata tidak hanya berpengaruh terhadap ekonomi saja tapi berpengaruh terhadap citra pulau.

5.2 Saran

Saran penulis untuk pelaku usaha pariwisata agar lebih menunjukan sisi potensial dari pariwisata ini, yaitu kegiatan berselancar, fotografi, menyelam, jelajan alam, budaya serta lainnya. Secara keseluruhan pulau Rote memiliki kualitas yang baik untuk dijadikan tempat pariwisata yang mampu bersaing dengan daerah lain dikancah lokal maupun internasional. Semakin berkembangnya teknologi dan zaman, masyarakat ingin disuguhi sesuatu yang baru dan tidak biasa. Selain itu dukungan pemerintah sangat penting dalam mempromosikan pulau Rote itu sendiri

(16)

i

PERANCANGAN BRANDING WISATA PULAU ROTE

RANCANG DKV IV | SEMESTER GANJIL 2016/2017

PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR

Laporan ini disusun untuk memenuhi persyaratan mencapai gelar Sarjana Strata Satu pada Jurusan Desain Komunikasi Visual

Disusun Oleh: Bernard Mesah

NRP 1264123

Dosen Pembimbing: I Nyoman Natanael S.Ds M.Ds

Dra. Nina Nurviana

PROGRAM STUDI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN

(17)

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan laporan kerja Tugas Akhir dengan baik, Laporan ini disusun sebagai Laporan Tugas Akhir yang wajib ditempuh pada Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Kristen Maranatha. Dalam penyusunan ini saya mendapat arahan, bimbingan dari berbagai pihak. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada:

1. Irena Venessa Gunawan, ST., M.Com. selaku dekan FSRD Maranatha. 2. R.A Dita Saraswati Priono Putri, M.Ds. selaku Ketua Program Studi DKV. 3. I Nyoman Natanael, S.Ds. M.Ds. selaku Dosen Pembimbing I.

4. Dra. Nina Nurviana, M.Ds selaku Dosen Pembimbing II

5. Yance Mesah, Sub Bagian Program, Data dan Evaluasi Dinas Parekrat Provisi Nusa Tenggara Timur

(18)

Universitas Kristen Maranatha 33

DAFTAR PUSTAKA

Bungin, Burhan. 2015. KOMUNIKASI PARIWISATA (TOURISM COMMUNICATION): Pemasaran dan Brand Destinasi. Jakarta: PRENADAMEDIA GROUP.

Direktorat Pariwisata Nusa Tenggara Timur 2014. “Objek Wisata”,(online). (tourism.nttprov.go.id/objek/168-pantai_boa diakses 10 Agustus 2016).

Kab Rote Ndao 2014. “ Pariwisata “. (online). (rotendaokab.go.id/index.php/pariwisata

diakses 10 Agustus 2016 ).

Kab Rote Ndao 2014. “ Profil Wilayah”. (online).(rotendaokab.go.id/index.php/profil

diakses 28 Agustus 2016).

Landasan Teori 2015. “Pengertian Promosi Tujuan dan Bentuk Menurut Definisi Para

Ahli”,(online). (http://www.landasanteori.com/2015/07/pengertian-promosi-tujuan-dan-bentuk.html diakses 24 Agustus 2016).

Negeriku Indonesia 2015.”Sasando Alat Musik Tradisional dari Rote Ndao, NTT”,

(online).(http://www.negerikuindonesia.com/2015/10/sasando-alat-musik-tradisional-dari.html diakses 28 Agustus 2016).

Poek, Welhelmus 26 Juni 2015. “Ti’i Langga, Sombreronya Orang

Rote”.Kompasiana,(online),(

http://www.kompasiana.com/welhelmus/ti-i-langga-sombreronya-orang-rote_5500a993a33311ac0a510399 diakses 31 Agustus 2016). Rangkuti, Freddy. 2002. THE POWER OF BRANDS Teknik Mengelola Brand Eduilty dan

Strategi Pengembangan Merek + Analisi Kasus dengan SPSS. Jakarta: PT

Gramedia Pustaka Utama.

(19)

Universitas Kristen Maranatha 34 Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1990 Tentang Kepariwisataan, Jakarta: Sekertariat Negara.

Tourism Flores 2015.”About us”. (online),( www.florestourism.com/page/about-us

Gambar

Tabel Program Kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Rote Ndao............... 27

Referensi

Dokumen terkait

Dengan ini penulis menyatakan bahwa Pengantar Karya Tugas Akhir yang berjudul “ Peancangan Visual Branding Festival Pulau Seribu Sebagai Destinasi Wisata Di

Akses menuju di beberapa objek wisata yang berada di Pulau Sulabesi, hanya satu objek wisata saja yang aksesnya terbilang mudah yaitu Wisata Pantai Wai Ipa, karena objek

Memberi sumbangan penulisan kepada Universitas Negeri Yogyakarta tentang Perancangan Media Promosi Pariwisata Pulau Gili Kondo beserta media pendukung, sehingga dapat

Strategi promosi yang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rote Ndaodengan cara memasang iklan /promosi periklanan di surat kabar lokal, radio, stasiun

Kombinasi potensi-potensi alam tersebut unik dan tidak dapat ditemui di kawasan wisata alam lain sehingga Taman Wisata Alam Pulau Kembang dapat dijadikan pilihan

Akses menuju di beberapa objek wisata yang berada di Pulau Sulabesi, hanya satu objek wisata saja yang aksesnya terbilang mudah yaitu Wisata Pantai Wai Ipa, karena objek

Pada proses perancangan ini, penulis mengangkat Pulau Camba-Cambang sebagai destinasi wisata yang menarik di Kabupaten Pangkaje’ne dan Kepulauan (Pangkep). Keberadaan

Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan penulis yaitu Perancangan Kapal wisata, yang mana difungsikan sebagai sarana penunjang pariwisata Menjangan Besar,