• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bumi Kita Bersama

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Bumi Kita Bersama"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

LINGKUNGAN: TANGGUNGJAWAB KITA BERSAMA

Pak Danis adalah ketua RT yang bijak dan pandai menyelesaikan masalah. Selain itu, beliau juga sangat mencintai dan menghargai kelestarian alam di desanya. Suatu malam pada saat rapat RT, seorang warga menyatakan keluh kesahnya

Bu Aisyah: Begini pak RT, bapak tahu bak pembuangan sampah yang terletak di dekat rumah saya itu kan?

Pak Danis: Tentu saja bu, ada apa dengan bak pembuangan sampah itu?

Bu Aisyah: Kalo sehabis hujan itu lho pak, baunya nggak tahan. Dulu sih tidak begitu, tetapi karena banyak pendatang baru di desa kita, akhirnya sampah yang dibuang semakin banyak juga. Sekarang sampah itu selalu menumpuk, saya jijik melihatnya apa lagi baunya tercium sampai ke rumah saya.

Gotong Royong Membersihkan Lingkungan

(2)

Pak Danis: Hem, saya mengerti bu, lantas menurut ibu apa yang sebaiknya yang kita lakukan?

Bu Aisyah: Kan daerah yang saya tinggali daerah pemukiman lama pak, sedangkan yang paling banyak ditinggali pendatang adalah daerah pemukiman baru. Saya rasa karena lebih banyak orang di pemukiman baru yang membuang sampah di bak sampah tersebut, sebaiknya bak sampah itu dipindah ke daerah pemukiman baru saja pak. Warga lainnya di daerah pemukiman lama setuju dengan pendapat yang disampaikan Bu Aisyah

Pak Nabil: Saya tidak setuju. Kalau seenaknya saja dengan jawaban pak Nabil.

Pak Ibrahim: Karena kedua pihak merasa keberatan dengan adanya bak sampah di daerah masing-masing, sebaiknya bak sampah tersebut dipindahkan saja ke pinggiran sungai yang berada di pinggiran desa.

Pak Ifan: Waduh kalau seperti itu saya kurang setuju pak Roni. Saya khawatir nanti sampah-sampah itu akan mencemari sungai. Apalagi sungai itu agak jauh dari desa kita, nanti capek dong bolak-balik buang sampahnya. Semua orang berdebat untuk mencari solusi atau pemecahan masalah yang terbaik

Pak Danis: Bapak ibu, saya minta perhatiannya. Begini saja, saya punya solusi untuk menyelesaikan masalah ini.

Seminggu kemudian, warga desa terlihat sibuk menempatkan kotak-kotak besar yang diberi label Sampah

(3)

Kering dan Sampah Organik di seluruh penjuru desa.

Di tengah desa terlihat beberapa petugas berseragam sedang memberikan penyuluhan pada warga tentang cara-cara mengolah sampah basah menjadi pupuk kompos dengan alat yang sangat sederhana dan mudah didapat, seperti baskom besar yang ada tutupnya dan pupuk untuk mempercepat fermentasi sampah.

Semua warga terlihat sibuk dan saling membantu satu sama lain dalam kegiatan tersebut.

Rupanya, solusi Pak Deni adalah untuk memilah antara sampah yang kering dan yang basah. Sampah yang basah akan diolah lagi menjadi pupuk. Sedangkan sampah kering rencananya akan didaur ulang untuk dijual dan dijadikan bahan kerajinan tangan. Maka dari itu, dengan sedikit kerja keras, warga dapat merasakan hasil yang lebih, disamping juga kebersihan di desa dapat terjaga dengan baik.

(4)

Kerja Bakti di Hari Jum’at

Coba sebutkan kegiatan apa saja yang sedang dilakukan warga sedang dalam gambar diatas:

Referensi

Dokumen terkait

Khusus untuk sampah organik berupa sisa makanan atau sampah basah bisa dibuat pupuk kompos, selain itu juga sampah organik berupa daun daunan atau serbuk gergaji bisa dibuat

20.000,- ;(4) Kegiatan pengelolaan sampah dilakukan warga dengan 2 cara, yakni ;(a) Pengomposan : warga mengolah sampah organik (sampah yang berasal dari dapur

Metode yang digunakan adalah metode eksperimen, dimana akan dilakukan perancangan komposter semi anaerob yang dapat mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos dan

Dalam satu bulan, tiap RW tersebut telah berhasil mengolah kurang lebih 1 ton sampah organik, yang setelah diolah dihasilkan 300 kg pupuk kompos. Pupuk kompos selanjutnya

Perlu ada penyuluhan dan pelatihan tentang bagaimana mengelola sampah berbasis masyarakat dan memanfaatkan sampah organik untuk menjadi pupuk cair organik atau kompos

Kami juga melatih anak-anak untuk selalu menjaga kebersihan di lingkungan terdekat, rumah, dengan membiasakan anak untuk selalu membuang sampah pada tempatnya, membereskan

Pengolahan sampah organik menjadi pupuk diolah sebagian oleh bank sampah sebagian dikelola oleh warga yang sebelumnya diberikan edukasi tentang pembuatan pupuk kompos dari limbah rumah

Tabel 3.Persentase Pengalaman Warga Desa Burai terhadap Pengelolaan Sampah Jenis Pengalaman Persentase Mengolah sampah menjadi kompos 75 Membuat kerajinan dari barang bekas 50