• Tidak ada hasil yang ditemukan

DIKTAT KULIAH PENDIDIKAN IPA SD BAB III

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "DIKTAT KULIAH PENDIDIKAN IPA SD BAB III"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

฀A฀ III

KETERAMPILAN PROSES DALAM ฀NQU฀RY

Bagaimana aku dapat membantu anak menggunakan keterampilan proses dalam ฀nqu฀ry untuk membuat penemuan?

Discovery: tujuan

Ket฀ka k฀ta menemukan (discover), maka k฀ta menemukan (find) atau memperoleh pengetahuan. Ket฀ka k฀ta mengajar sa฀ns yang menekankan pada discovery, k฀ta mempers฀apkan anak untuk menghas฀lkan penemuan send฀r฀ dengan b฀mb฀ngan k฀ta.

A. Apa yang dimaksud dengan discovery?

”D฀scovery berarti mengetahui sesuatu yang tidak diketahui sebelumnya.”

Sederhananya, pembelajaran discovery terjad฀ ket฀ka anak menemukan ฀nformas฀ yang baru atau mengumpulkan pengetahuan yang mendalam sed฀k฀t dem฀ sed฀k฀t tentang cara untuk mendekat฀ masalah dan mengeksekus฀nya seh฀ngga memecahkan masalah secara mand฀r฀. Akt฀v฀tas ฀n฀ merupakan pengalaman ฀nd฀v฀dual dan personal. Penemunya bukan kelas; tapi anaklah yang melakukan.

(2)

฀. ฀agaimana aku harus mengajar sehingga terwujud discovery learning?

Untuk mewujudkan pembelajaran sa฀ns bermuatan discovery learning, seb฀sa mungk฀n anda harus menyed฀akan pengalaman hands-on dan minds-on yang akan membuat anak menggunakan pengetahuan dan keteramp฀lan mereka untuk menghas฀lkan penemuan. Tantangan anda adalah bahwa anda harus menyed฀akan hubungan antara penemuan yang d฀has฀lkan dengan pembelajaran yang pernah dan akan d฀lakukan. Discovery learning t฀daklah terjad฀ dalam ruang kosong. D฀a menghubungkan antara masa lalu dan masa depan. Tugas anda adalah memast฀kan bahwa hubungan tersebut terwujud.

฀nquiry: jalan (cara)

Sekarang, anda seharusnya telah memaham฀ bahwa t฀t฀k tekan pengalaman anda bersama anak dalam belajar sa฀ns adalah menekankan discovery learning. Ingatlah selalu bahwa discovery learning adalah tujuan anda.

Juga harus d฀฀ngat, bahwa discovery learning t฀daklah terjad฀ melalu฀ suatu kecelakan. Pembelajaran ฀n฀ harus secara jelas dibimbing (guided) –oleh anda. Pertayaannya, baga฀mana aku memb฀mb฀ng anak seh฀ngga mereka berada d฀ jalan discovery dan membuat penemuan mereka send฀r฀? Jawabannya adalah inquiry.

1. Apakah inquiry?

฀nquiry adalah metode yang sistematis dan cermat dalam mengajukan pertanyaan dan menemukan penjelasan.

Penyel฀d฀kan ฀lm฀ah (scientific inquiry) menunjuk pada cara-cara yang bermacam-macam d฀ mana para ฀lmuwan mempelajar฀/menel฀t฀ alam dan mengajukan penjelasan berdasarkan bukt฀ yang d฀peroleh dar฀ kerja mereka. Penyel฀d฀kan juga menunjuk pada akt฀v฀tas s฀swa d฀ mana mereka mengembangkan pengetahuan dan pemahaman ฀de-฀de ฀lm฀ah, dan juga pemahaman tentang baga฀mana ฀lmuwan mempelajar฀ alam.

2. Contoh metode inquiry

(3)

c. mempelajar฀ buku dan sumber-sumber ฀nformas฀ la฀n untuk mel฀hat apa yang sudah d฀ketahu฀,

d. merencanakan ฀nvest฀gas฀/penyel฀d฀kan,

e. men฀njau apa yang sudah d฀ketahu฀ berdasarkan bukt฀ eksper฀mental,

f. menggunakan alat-alat untuk mengumpulkan, menganal฀s฀s, dan men฀nterpretas฀kan data, 3. Strategi instruksional 5E

Abruscato & DeRosa (2010) mengemukakan, s฀klus belajar adalah sebuah model baga฀mana seseorang menemukan pengetahuan baru. S฀klus belajar menyed฀akan kerangka p฀k฀r bag฀ pend฀d฀k untuk mendesa฀n pengalaman pembelajaran yang efekt฀f. Ada berbaga฀ bentuk s฀klus belajar yang k฀ta kenal. Salah satu dar฀ s฀klus belajar ฀n฀ adalah s฀klus belajar 5E. S฀klus belajar 5E terd฀r฀ dar฀ engagement, exploration, explanation, elaboration, dan evaluation.

Engagement Pembelajaran yang efekt฀f akan terjad฀ j฀ka s฀swa mempelajar฀ sesuatu yang mem฀l฀k฀ makna. Sebaga฀mana seorang penul฀s novel atau f฀lm, mereka harus dengan cepat mengangkap perhat฀an pembaca atau penonton. Dem฀k฀an halnya seorang guru sekolah, mereka akan menemukan bahwa kesempatan untuk menangkap dan memegang perhat฀an anak ser฀ngkal฀ tertutup dengan cepat. Seorang guru harus menyusun sebuah skenar฀o yang d฀gunakan untuk menar฀k perhat฀an s฀swa sekal฀gus menetapkan pertanyaan utama yang men฀ngkatkan ke฀ng฀nan anak untuk mempelajar฀ mata pelajaran tersebut (Abruscato, 2010: 44). Melalu฀ fase ฀n฀lah hal tersebut d฀lakukan. Melalu฀ fase ฀n฀ guru akan mengatahu฀ tentang apa yang telah d฀ketahu oleh s฀swa tentang top฀k yang akan mereka pelajar฀ sekal฀gus memot฀vas฀ mereka untuk mempelajar฀nya (C฀appetta & Koballa, Jr, 2010: 129).

(4)

Pada dasarnya, seluruh anak ฀ng฀n mengetahu฀ apa yang terjad฀ pada l฀ngkungan sek฀tarnya. Pertanyaan-pertanyaan yang mereka kemukakan berasal dar฀ apa yang mereka amat฀—“Mengapa ฀tu dapat terjad฀?” Mereka juga mas฀h mem฀l฀k฀ kepolosan seh฀ngga akan mudah tertar฀k dengan kejad฀an-kejad฀an yang t฀dak sesua฀ dengan p฀k฀ran mereka. Oleh karena ฀tu, salah satu cara yang dapat d฀lakukan guru adalah memanc฀ng rasa ฀ng฀n tahu mereka seh฀ngga muncul respon pos฀t฀f yang berupa pertanyaan. Cara ฀tu, menurut Wr฀ght (2006), d฀lakukan dengan member฀kan kejad฀an-kejad฀an ganj฀l (discrepant events) pada . D฀anamakan kejad฀an aneh karena kejad฀an ฀n฀ “t฀dak masuk akal” bag฀ seorang sekolah dasar. Has฀l sebuah discrepant events merupakan kejad฀an yang sangat berbeda dar฀ yang d฀bayangkan oleh (Fr฀edl, 1991: 3–4).

Kejad฀an-kejad฀an ganj฀l merupakan kejad฀an yang menurut peserta d฀d฀k aneh dan t฀dak sesua฀ dengan konseps฀ awal mereka. Kejad฀an ganj฀l akan mengejutkan, membuat peserta d฀d฀k heran, dan bertanya-tanya. Kejad฀an-kejad฀an ganj฀l merupakan kejad฀an yang t฀dak sesua฀ dengan “ka฀dah alam” yang terbangun d฀ dalam benak pada umumnya. Has฀l kejad฀an ganj฀l, setelah d฀demonstras฀kan, sangat berbeda dengan pred฀ks฀ sebelum kejad฀an ganj฀l d฀demonstras฀kan. Menurut Lawson & Wollman dalam Collette & Ch฀appetta (1994: 93), kejad฀an yang d฀saj฀kan harus d฀p฀l฀h sedem฀k฀an rupa seh฀ngga t฀dak dapat d฀jawab oleh menggunakan pengetahuan awal yang mereka m฀l฀k฀.

Semua orang dapat membuat kertas terangkat dengan men฀upnya dar฀ bawah. Namun, guru dapat menunjukkan bahwa dengan men฀up dar฀ atas pun kertas dapat terangkat ke atas. Dekatkanlah ujung kertas ke b฀b฀r, lalu t฀up dengan keras pada bag฀an atasnya. Ujung kertas yang la฀n akan na฀k ke atas.

(5)

Keg฀atan la฀n yang terka฀t dengan tema ฀n฀ d฀namakan “corong dan bola p฀ng-pong”—. Letakkan bola p฀ng-pong ke dalam corong (jawa: torong) dan tanyakan kepada s฀swa baga฀mana mereka dapat men฀up bola p฀ng-pong tersebut h฀ngga terbang keluar corong melalu฀ lubang yang ada d฀ ujung corong. Perhat฀kan berapa jauh mereka dapat men฀upnya secara mendatar. Terakh฀r, perhat฀kan baga฀mana mereka men฀up bola p฀ng-pong sekuat tenaga dengan arah vert฀kal ke bawah. Pada t฀upan arah mendatar ke bawah past฀kan s฀swa menahan bola dengan tangan mereka d฀ dasar corong h฀ngga mereka men฀upnya dengan sangat keras. Cara manakah yang mampu menghas฀lkan t฀upan terjauh, arah mendatar, ke atas, atau ke bawah?

Exploration Eksploras฀ menyed฀akan kesempatan bag฀ anak untuk memperoleh ฀nformas฀ baru yang d฀butuhkan untuk menjawab pertanyaan utama. Informas฀ yang baru tersebut hendaknya menantang s฀swa dan mengarahkan mental s฀swa menuju as฀m฀las฀ dan akomodas฀ yang semak฀n memperba฀k฀ model mental s฀swa seh฀ngga fenomena yang d฀hadap฀ semak฀n d฀paham฀. Akt฀v฀tas dalam fase ฀n฀ s฀fatnya terpusat pada s฀swa. Akt฀v฀tas yang d฀lakukan oleh s฀swa b฀sa berbentuk memperoleh ฀nformas฀ atau bereksper฀men (Abruscato, 2010: 44).

Desa฀n pembelajaran pada fase ฀n฀ hendaknya member฀kan pengalaman konkret bag฀ s฀swa terka฀t dengan konsep atau pr฀ns฀p yang akan mereka pelajar฀. S฀swa d฀arahkan untuk mem฀k฀rkan tentang karakter฀st฀k dan pola yang terkandung dalam fenomena yang mereka temu฀ dalam firs-hand experiences mereka. S฀swa d฀m฀nta untuk merekam pengamatandan menata (mengorgan฀sas฀kan) data atau ฀nformas฀ yang mereka peroleh (C฀appetta & Koballa, Jr, 2010: 129).

[image:5.612.77.486.89.229.2]

Arah t฀upan mula-mula

Gambar 2.

Arah t฀upan pembuat kejad฀an ganj฀l (discrepent event)

(6)

Explanation Dalam fase ฀n฀, s฀swa d฀ber฀ kesempatan untuk mengekspres฀kan apa yang telah mereka temukan selama fase eksploras฀. J฀ka eksploras฀ berjalan efekt฀f, anak akan membuat hubungan yang menjawab pertanyaan utama. J฀ka anak menunjukkan m฀skonseps฀, guru harus mengoreks฀nya dengan menantang p฀kran anak yang salah melalu฀ perolehan data baru. Fase ฀n฀ merupakan saat model eksplanator฀ d฀bentuk. Penjelasan (explanation) dapat d฀saj฀kan menggunakan tul฀san, d฀agram, secara l฀san, atau k฀nestet฀k melalu฀ s฀mulas฀ (Abruscato, 2010: 44–45; 71).

Dalam tema kertas na฀k dan corong-bola, et฀ka Anda men฀up dar฀ bawah kertas, kertas akan na฀k sebaga฀mana yang d฀p฀k฀rkan s฀swa. Ket฀ka Anda men฀up kertas melalu฀ atas kertas, secara mengejutkan, kertas akan na฀k. Persoalan mendasar yang terka฀t dengan kejad฀an ฀n฀ adalah tekanan udara. Ket฀ka Anda men฀up melalu฀ bag฀an atas kertas, maka Anda mengurang฀ tekanan udara d฀ atas kertas seh฀ngga tekanan d฀ bawah kertas menjad฀ leb฀h besar. Kertas akan terangkat j฀ka tekanan d฀ bawah kertas leb฀h besar.

(7)

Elaboration Fase elaboras฀ merupakan saat para anak mengapl฀kas฀kan, berlat฀h, dan mentransfer pengetahuan baru yang mereka peroleh. Ser฀ngkal฀, fase ฀n฀ menantang anak untuk mengapl฀kas฀kan pengetahuan baru mereka ke dalam konteks yang berbeda, menguatkan dan memperdalam pemahaman mereka terhadap ฀nformas฀ baru tersebut (Abruscato, 2010: 45).

Sed฀akan sebuah stat฀f, benang, dan dua buah bola lampu. Gantungkan kedua bola lampu menggunakan benang dengan jarak k฀ra-k฀ra 2,5 cm sepert฀ d฀tunjukkan gambar 2. Tanyakan pada s฀swa, j฀ka s฀swa men฀up tegak lurus arah b฀dang gambar, pada bag฀an mana (A, B, atau C), seh฀ngga terdengar dent฀ngan bola lampu yang sal฀ng menumbuk?

Arah t฀upan (masuk dalam corong)

Al฀ran udara dengan kelajuan t฀ngg฀ d฀ dalam corong

Al฀ran udara dengan kelajuan t฀ngg฀ d฀ dalam corong

[image:7.612.181.430.87.289.2]

Tekanan udara menekan bola menuju al฀ran udara dengan kelajuan t฀ngg฀

Gambar 4. Proses tertahannya bola p฀ng-pong d฀ dalam corong.

2,5 cm

A C

[image:7.612.203.382.522.704.2]
(8)
[image:8.612.167.423.204.248.2]

Alternat฀f apl฀kas฀ yang la฀nnya adalah mengajarkan pr฀ns฀p Bernoull฀ yang terjad฀ pada sayap pesawat terbang. Sayap pesawat terbang membentuk kurva sebaga฀mana d฀tunjukkan gambar 8.

Udara yang lewat bag฀an atas leb฀h cepat dar฀pada udara yang lewat bag฀an bawah sayap karena l฀ntasan tempuhnya leb฀h panjang untuk waktu yang sama. Karena udara d฀ bag฀an atas leb฀h cepat mengal฀r maka tekanannya leb฀h kec฀l dar฀pada d฀ bawah, pesawat pun terangkat.

Evaluation Evaluas฀ dapat berbentuk format฀f dan sumat฀f. Evaluas฀ format฀f d฀lakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Tujuannya untuk member฀kan ฀nformas฀ kepada guru dan anak segala sesuatu yang berka฀tan dengan kemajuan proses pembelajaran. Melalu฀ evaluas฀ format฀f, guru mener฀ma umpan bal฀k lewat has฀l yang d฀peroleh s฀swa. Has฀l tersebut menunjukkan apakah s฀swa mengalam฀ kemajuan dalam mencapa฀ tujuan pembelajaran ataukah t฀dak. Sedangkan s฀swa akan mener฀ma umpan bal฀k untuk men฀ngkatkan atau mengarahkan mereka menuju tujuan pembelajaran yang d฀capa฀. Evaluas฀ sumat฀f b฀asanya d฀lakukan d฀ akh฀r bab untuk mengetahu฀ apakah s฀swa telah belajar apa yang d฀ajarkan oleh guru (Abruscato, 2010: 45) T฀dak perlu menggunakan semua fase model ฀nstruks฀onal 5E d฀ set฀ap pelajaran. Sebaga฀ contoh, pelajaran pertama dalam sebuah un฀t mungk฀n engagement, sedangkan yang t฀ga pelajaran un฀t yang selanjutnya mungk฀n eksploras฀, dan pelajaran yang ke l฀ma adalah penjelasan.

Tabel R฀ngkasan model ฀nstruks฀onal 5E sebaga฀mana ฀a berhubungan dengan gerak maju penyel฀d฀kan

(9)
[image:9.612.67.508.160.711.2]

Tabel 2.

R฀nc฀an S฀klus Belajar 5E

Fase Tujuan Instruksional Tujuan Pembelajaran

Engagement Menunjukkan discrepant events Mendorong anak-anak mengeksprses฀kan pengetahuan yang sebelumnya Promt Pertanyaan

Memproses respon anak Mendengarkan Membangun model deskr฀pt฀f Mengekspres฀kan pengetahuan yang sebelumnya Membangk฀tkan pertanyaan

Exploration Mengorgan฀s฀r pengalaman pembelajaran bag฀ anak-anak untuk menemukan

pengetahuan baru dan memperdalam model deskr฀pt฀f Pertanyaan Pelat฀han (coach) Memperdalam model deskr฀pt฀f Menggunakan model eksper฀mental Menemukan pengetahuan baru melalu฀ observas฀, eksper฀mentas฀, man฀pulas฀ Membuat koneks฀

Menghas฀lkan, mengumpulkan, merekam/mencatat data Explanation Menyatakan kembal฀

pertanyaan esens฀al Memproses respon s฀swa Memperkuat respon yang benar

Mengoreks฀ konseps฀ yang salah Menc฀ptakan model eksplanator฀ Mengart฀kulas฀kan respon terhadap pertanyaan esens฀al

Mengoreks฀ konseps฀ yang salah

Elaboration Menc฀ptakan tantangan bag฀ s฀swa untuk menerapkan dan mentransfer pengetahuan

Memperkuat model eksplanator฀

(10)

yang baru saja d฀peroleh baru dalam konteks yang baru

Evaluation Mengumpulkan umpan bal฀k s฀swa

Meng฀dent฀f฀kas฀ patok duga (benchmark) untuk

mengukur kemajuan s฀swa terhadap pencapa฀an konsep Memod฀f฀kas฀ pelajaran untuk merespon umpan bal฀k s฀swa

Membuat pen฀la฀an summat฀f untuk mengevaluas฀

pembelajaran s฀swa ฀nd฀v฀dual

Menunjukkan penguasaan pengetahuan baru pada level pemahaman nom฀nal, deskr฀pt฀f, dan eksplanator฀

4. Keterampilan proses dalam inquiry

Ilmu pengetahuan adalah tentang proses mencar฀ penjelasan melalu฀ permodelan deskr฀pt฀f, permodelan eksplanator฀, dan permodelan eksper฀mental. Strateg฀ ฀ntstruks฀onal 5E adalah sebuah rangka untuk merancang pelajaran yang mana selama ฀tu anak-anak mengalam฀ alur ฀n฀ untuk memperdalam pemahaman mereka tentang ฀s฀ (content) dan proses ฀lmu pengetahuan. Dalam melakukan hal tersebut, mereka akan mengembangkan dan memperkuat berbaga฀ kecakapan proses yang pent฀ng yang berka฀tan dengan deret penyel฀d฀kan yang terdaftar pada tabel 2.

a. Keterampilan proses dalam inquiry yang digunakan untuk menciptakan model deskriptif

Ketaramp฀lan proses dapat d฀ka฀tkan secara dekat dengan fase-fase inquiry. K฀ta mula฀ dengan keteramp฀lan penyel฀d฀kan yang secara umum berka฀tan dengan permodelan deskr฀pt฀f.

1) Mengamati

(11)

melakukan observas฀ secara cermat akan menc฀ptakan sebuah pondas฀ untuk membuat kes฀mpulan atau h฀potes฀s yang dapat d฀uj฀ dengan observas฀ yang selanjutnya.

Menurut Peter Bergethon, pengamat akt฀f menggunakan l฀ma pertanyaan fundamental atau mendasar tentang penyel฀d฀kan:

฀ Apa sajakah unsur s฀stem?

฀ Apa sajakah karakter฀st฀k unsur?

฀ Baga฀mana ruang konteks atau latar belakang s฀stem?

฀ Baga฀mana peraturan ฀nteraks฀ d฀ antara elemen?

฀ Apa sajakah karakter฀st฀k s฀stem yang muncul?

Mengamat฀ berart฀ menggunakan ฀ndera untuk memperoleh ฀nformas฀ atau data tentang berbaga฀ benda dan per฀st฀wa. Mengamat฀ merupakan keteramp฀lan proses sa฀ns yang pal฀ng mendasar. Seorang pengamat akt฀f set฀daknya akan menanyakan l฀ma pertanyaan mendasar, yakn฀: (1) Apa saja unsur-unsur yang membentuk s฀stem? (2) Baga฀mana c฀r฀-c฀r฀ set฀ap unsur? (3) Baga฀mana konteks atau latar belakang s฀stem tersebut? (4) Baga฀mana aturan ฀nteraks฀ antarunsur? Dan (5) Baga฀mana c฀r฀-c฀r฀ yang nampak dar฀ s฀stem? (Abruscato & DeRosa, 2010: 47)

Hackett et al. (2008: 12) mengemukakan bahwa, “Observe, use your sense to learn about object or event.” Sedangkan Howe & Jones (1993: 130) mengemukakan, “Observing: using one or more of the five senses to notice characteristics of objects or events.

Rezba et al (1995: 3–11) mengemukakan bahwa melalu฀ pengamatan, k฀ta belajar tentang dun฀a yang menakjubkan d฀ sek฀tar k฀ta. K฀ta mengamat฀ berbaga฀ fenomena d฀ l฀ngkungan sek฀tar mengunakan kel฀ma ฀ndera: pengl฀hatan, pembau, peraba, perasa, dan pendengaran.

(12)

Mengobservas฀ sebuah benda atau zat berart฀ mengeksploras฀ seluruh s฀fat-s฀fatnya. Benda-benda yang k฀ta amat฀ b฀sa mem฀l฀k฀ berbaga฀ macam s฀fat sepert฀ warna, tekstur, aroma, bentuk, berat, voluma, dan suhu. Benda-benda tersebut mungk฀n b฀sa menghas฀lkan suara dengan atau tanpa member฀kan perlakuan pada benda tersebut.

Benda atau zat yang berbeda mem฀l฀k฀ s฀fat-s฀fat yang berbeda. Hal ฀tulah yang membuat benda atau zat berbeda satu dengan yang la฀nnya. Melalu฀ penggunaan ฀ndera-฀ndera k฀ta, k฀ta mampu mengenal karakter฀st฀k benda dengan cara mel฀hatnya, mendengarkannya, menyentuhnya, merasakannya, atau membau฀nya. Mengobservas฀ mel฀put฀ meng฀dent฀f฀kas฀ dan menggambarkan karakter฀st฀k benda.

2) Menggunakan hubungan ruang/waktu

Semua objek menempat฀ sebuah tempat dalam ruang. Kecakapan penyel฀d฀kan menggunakan hubungan ruang atau waktu mel฀batkan kemampuan untuk mengenal dan mendeskr฀ps฀kan arah, susunan spas฀al, gerak dan kecepatan, s฀metr฀, dan laju perubahan.

(2) Menggunakan angka-angka

K฀ta membutuhkan angka-angka untuk meman฀pulas฀ pengukuran, menyusun benda-benda, dan menggolongkan benda. Jumlah waktu yang d฀hab฀skan pada akt฀v฀tas yang menggunakan angka-angka sebag฀an besar harus bergantung pada alokas฀ waktu untuk mata pelajaran matemat฀ka d฀ sekolah. Pent฀ng bag฀ anak-anak untuk menyadar฀ bahwa kemampuan untuk menggunakan angka juga merupakan proses ฀lmu pengetahuan yang fundamental atau mendasar. (3) Mengajukan pertanyaan

(4) Mengklasifikasikan/menggolongkan

(13)

Rezba et al (1995: 29–34) mengemukakan bahwa pada umumnya, klas฀f฀kas฀ dapat d฀lakukan dengan dua cara yakn฀ klas฀f฀kas฀ b฀ner dan klas฀f฀kas฀ mult฀-t฀ngkat (multi-stage). Dalam s฀stem klas฀f฀kas฀ b฀ner, kelompok benda d฀bag฀ menjad฀ dua buah subkelompok berdasarkan apakah mas฀ng-mas฀ng mem฀l฀k฀ s฀fat-s฀fat tertentu ataukah t฀dak. Untuk membuat klas฀f฀kas฀ b฀ner pertama anda harus meng฀dent฀f฀kas฀ karakter฀st฀k hanya d฀m฀l฀k฀ oleh benda tertentu. Setelah ฀tu, kelompokkan benda-benda yang mem฀l฀k฀ karakter฀st฀k khusus tersebut pada satu kelompok dan kelompokkan benda yang t฀dak mem฀l฀k฀ karakter฀st฀k khusus pada kelompok yang la฀n. Sebaga฀ contoh, b฀olog mengklas฀f฀kas฀ makhluk h฀dup dalam dua kelompok: hewan dan tumbuhan (tumbuhan d฀kelompokkan pada kelompok yang t฀dak mem฀l฀k฀ c฀r฀-c฀r฀ hewan). Ilmuwan kemud฀an mengklas฀f฀kas฀kan hewan ke dalam dua kelompok: hewan yang mem฀l฀k฀ tulang belakang dan t฀dak mem฀l฀k฀ tulang belakang. Saat membuat klas฀f฀kas฀ b฀ner, sangat d฀mungk฀nkan pada satu kelompok mem฀l฀k฀ satu anggota.

Klas฀f฀kas฀ mult฀t฀ngkat d฀buat dengan membuat klas฀f฀kas฀ b฀ner kemud฀an mas฀ng-mas฀ng subkelompoknya d฀bag฀ menjad฀ sub-subkelompok seh฀ngga d฀has฀lkan lap฀san atau t฀ngkat d฀ bawah subkelompok. J฀ka t฀ap subkelompok d฀buat klas฀f฀kas฀ b฀ner terus-menerus, maka sebuah h฀rark฀ yang tersusun atas kelompok dan subkelompok d฀has฀lkan. S฀stem klas฀f฀kas฀ ฀n฀ d฀sebut dengan klas฀f฀kas฀ mult฀t฀ngkat (multi-stage classification). Sebaga฀mana dalam skema b฀ner, kelompok-kelompok d฀tentukan dengan menyort฀r benda-benda yang mem฀l฀k฀ karakter฀st฀k tertentu berbeda dar฀ yang la฀nnya yang mem฀l฀k฀ karakter฀st฀k tersebut. Hewan, sebaga฀ contoh, d฀klas฀f฀kas฀kan dalam vertebrata dan avertebrata. Selanjutnya, hewan vertebrata dapat d฀klas฀f฀kas฀kan dalam hewan yang mem฀l฀k฀ rambut dan t฀dak mem฀l฀k฀ rambut.

Sela฀n karakter฀st฀k yang telah k฀ta d฀skus฀kan, klas฀f฀kas฀ mult฀-t฀ngkat mem฀l฀k฀ c฀r฀-c฀r฀ ber฀kut ฀n฀:

1. Banyak t฀ngkat yang d฀has฀lkan bergantung pada cara seseorang mengamat฀ (kejel฀an k฀ta mengamat฀).

2. Manakala set฀ap benda d฀ kelompok asal menempat฀ kategor฀nya menurut c฀r฀ terun฀k, maka skema telah lengkap.

(14)

(5) Mengukur

Mengukur adalah cara terkuant฀f฀kas฀kannya sebuah pengamatan. Keteramp฀lan yang d฀butuhkan t฀dak hanya ketepatan dalam mem฀l฀h dan menggunakan alat ukurnya, tetap฀ juga melakukan pengh฀tungan-pengh฀tungan menggunakan ฀strumen tersebut (Abruscato, 2010: 49). Pengukuran akan menambah ketepatan pada has฀l pengamatan, pengklas฀f฀kas฀an, dan pengkomun฀kas฀an. S฀swa dapat menggunakan alat-alat ukur standar, semacam penggar฀s, neraca, gelas ukur, kalkulator, dan stopwatch, ataupun menggunakan satuan-satuan yang t฀dak standar, m฀salnya kelereng, penjep฀t kertas, dan semacamnya untuk mengukur jarak (Mart฀n et al, 2005: 19).

Keteramp฀lan yang d฀kembangkan dengan ba฀k dalam mengukur sangat esens฀al untuk mengamb฀l data kuant฀tat฀f melalu฀ pengamatan, pemband฀ngan, dan mengklas฀f฀kas฀ segala sesuatu d฀ sek฀tar, dan mengkomun฀kas฀kan dengan efekt฀f kepada orang la฀n. Perubahan dalam s฀stem metr฀k seharusnya t฀dak menjad฀ sebuah persoalan tetap฀ hendaknya d฀pandang sebaga฀ suatu jalan keluar untuk berbaga฀ persoalan. S฀stem metr฀k member฀ k฀ta kemudahan untuk mempelajar฀ satuan yang b฀sa k฀ta gunakan dalam keh฀dupan sehar฀-har฀, perkal฀an dan pembag฀an merupakan operas฀ yang relat฀f mudah selama s฀stem metr฀k berada dalam bas฀s sepuluh. S฀stem metr฀k juga member฀kan keseragaman dengan negara yang la฀n seh฀ngga memudahkan k฀ta melakukan perdagangan dan berkmun฀kas฀.

Nama resm฀ dar฀ s฀stem metr฀k adalah Systeme ฀nternationale d’Unites (฀nternational system of units), dan leb฀h d฀kenal dengan nama S฀. Ist฀lah metr฀k berasal dar฀ satuan pokok yang d฀gunakan untuk mengukur panjang, yakn฀ meter.

(6) Mengkomunikasikan

(15)

Komun฀kas฀ yang efekt฀f adalah komun฀kas฀ yang jelas, akurat, dan t฀dak amb฀gu dan menggunakan keteramp฀lan yang perlu d฀kembangkan dan d฀prakt฀kkan. Sebaga฀ seorang guru, k฀ta berusaha untuk member฀kan pengaruh pos฀t฀f melalu฀ kata-kata yang d฀tul฀s atau d฀ucapkan. K฀ta semua ฀ng฀n mengekspres฀kan gagasan, perasaan, dan kebutuhan k฀ta kepada orang la฀n. K฀ta juga telah belajar lewat keh฀dupan k฀ta bahwa komun฀kas฀ merupakan perangkat yang sangat mendasar untuk memecahkan masalah (Rezba et al, 1995: 15).

Rezba et al (1995: 17) mengemukakan beberapa kata yang b฀sa d฀gunakan untuk mendeskr฀ps฀kan sesuatu

D฀bau harum, busuk, berasap, tawar, sepert฀ rempah-rempah/tajam/harum, pedas (tajam), tajam/menyengat, beraroma lemon, berm฀nyak, semriwing (berbau m฀nt), berjamur, beraroma kayu

D฀cekap man฀s, asam, pah฀t, pedas, tawar

D฀raba kasar, halus, berpas฀r, berbulu, d฀ng฀n, panas, hangat, tajam, berm฀nyak, berl฀l฀n, lengket, basah, ker฀ng, l฀nc฀n

D฀dengar keras, t฀ngg฀, rendah, lemah, berder฀ng, (suara) robek, (suara) kayu patah, (suara kaca) pecah

L฀hat warna, bentuk, cerah, gelap, berawan, berbu฀h, mengk฀lap, kusam

Saat s฀swa menggambarkan suatu benda kepada seseorang, maksud s฀swa akan leb฀h mudah d฀tangkap j฀ka anda berkomun฀kas฀ secara efekt฀f. S฀swa b฀sa berkomun฀kas฀ dengan efekt฀f j฀ka: a. hanya menggambarkan apa yang d฀amat฀ (l฀hat, bau฀, dengar, dan rasakan) dan bukan has฀l

฀nferens฀ dar฀ sebuah benda atau per฀st฀wa,

b. member฀kan gambaran atas sesuatu yang d฀amat฀ dengan bahasa yang jelas, akurat, dan t฀dak amb฀gu,

c. mengkomun฀kas฀kan ฀nformas฀ secara akurat menggunakan sebanyak mungk฀n has฀l pengamatan kual฀tat฀f yang mengka฀tkan benda dengan keadaan d฀ sek฀tarnya,

(16)

e. guru menyed฀akan cara untuk memperoleh umpan bal฀k dar฀ orang yang d฀ajak berkomun฀kas฀ untuk menentukan keefekt฀fan komun฀kas฀ s฀swa yang mengajak berkomun฀kas฀ (Rezba, 1995: 17).

b. Kecakapan proses penyelidikan yang digunakan untuk menciptakan sebuah model eksplanatori

1) Menginferensi

Meng฀nferens฀ adalah menggunakan log฀ka untuk membuat asums฀-asums฀ dar฀ apa yang k฀ta amat฀ dan tanyakan. Kemampuan s฀swa dalam membedakan antara mengobservas฀ dan meng฀nferens฀ merupakan hal yang amat pent฀ng dan mendasar (Abruscato, 2010: 50).

Hackett et al . (2008: 13) mengatakan bahwa, “฀nfer, form an idea or opinion from facts or observations”. Sedangkan Rezba (1995: 70–71) menuturkan, manakala sebuah observas฀ adalah sebuah pengalaman yang d฀peroleh melalu฀ satu atau leb฀h ฀ndera, maka ฀nferens฀ adalah sebuah penjelasan atau interpretasi atas sebuah observasi. Anggap, sebaga฀ contoh, seseorang memperhat฀kan jendela rumah tetangganya dan mel฀hat dua orang membawa sebuah telev฀s฀ keluar dar฀ rumahnya. Per฀st฀wa yang sedang terjad฀ adalah seseorang mengamat฀ orang mengangkat telev฀s฀. Pengamat mungk฀n terkejut dan mencoba menjelaskan mengapa orang tersebut mengangkat telev฀s฀. Akan terdapat beberapa alasan mengapa ada orang mengangkat telev฀s฀ keluar rumah, m฀salnya:

฀ Seseorang membel฀ telev฀s฀ tetangganya send฀r฀ dan mengangkutnya menuju rumahnya.

฀ Telev฀s฀ tersebut d฀jemput tukang serv฀s telev฀s฀ untuk d฀perba฀k฀.

฀ Pem฀l฀k telev฀s฀ ฀ng฀n membel฀ telev฀s฀ yang baru dengan cara tukar-tambah.

฀ Telev฀s฀nya rusak dan akan d฀buang.

฀ Telev฀s฀nya d฀cur฀.

(17)

K฀ta menggunakan pengalaman-pengalaman yang telah berlalu untuk membangun model mental atas baga฀mana dun฀a ฀n฀ bekerja. Pengalaman-pengalaman baru akan menjad฀ masuk akal ket฀ka k฀ta menghubungkannya dengan pengalaman yang sudah k฀ta punya.

Meng฀nferens฀ berart฀ membuat hubungan antara apa yang d฀observas฀ secara langsung dan apa yang sudah d฀ketahu฀. Peta d฀ bawah akan memudahkan anda memaham฀ proses ฀nferens฀.

Inferens฀ adalah pernyataan yang berdasarkan bukt฀ dan mengandung penjelasan atas kumpulan pengalaman. Oleh karena ฀tu, set฀ap ฀nferens฀ harus d฀dasarkan atas observas฀.

Inferens฀ bukanlah tebakan (guess) karena tebakan adalah sebuah op฀n฀ yang d฀bentuk dar฀ sed฀k฀t atau bahkan tanpa bukt฀. Ber฀kut ฀n฀ adalah contoh pengamatan yang d฀฀kut฀ oleh pernyataan ฀nferens฀:

a. Terdapat t฀t฀k d฀ halaman depan rumahku yang t฀dak d฀tumbuh฀ rumput. Seseorang mungk฀n menumpahkan zat beracun d฀ sana.

b. Halaman buku ฀n฀ berwarna b฀ru. Saya menduga bahwa ฀n฀ buku tua atau memang sengaja menggunakan warna kun฀ng agar nampak tua.

c. Melalu฀ jendela saya mel฀hat benderanya berk฀bar-k฀bar. D฀ luar ang฀nnya past฀ kencang. d. B฀ntang ฀tu leb฀h terang dar฀pada yang la฀n. Saya menduga bahwa b฀ntang ฀tu leb฀h dekat ke

Bum฀ dar฀pada b฀ntang yang la฀n.

MENGINFERENSI

Apa yang telah d฀ketahu฀ melalu฀ pengalaman yang telah lalu

[image:17.612.97.461.231.400.2]

Segala hal yang teramat฀ langsung melalu฀ ฀ndera

Gambar 8.

(18)

Saat meng฀nferens฀, akan sangat membantu j฀ka s฀swa meng฀kut฀ langkah-langkah d฀ bawah ฀n฀:

a. M฀nta s฀swa melakukan sebanyak mungk฀n pengamatan pada benda atau per฀st฀wa.

b. S฀swa d฀m฀nta untuk meng฀ngat kembal฀ pengalaman yang dm฀l฀k฀ dan relevan sebanyak mungk฀n untuk d฀฀ntegras฀kan dengan benda dan per฀st฀wa yang mereka amat฀.

c. M฀nta s฀swa untuk menyatakan set฀ap ฀nferens฀ dalam kal฀mat yang membedakan dengan jen฀s pernyataan yang la฀n (pengamatan atau pred฀ks฀):

”Dar฀ apa yang saya amat฀, saya menduga bahwa ... ” ”Dar฀ pengamatan tersebut dapat d฀duga bahwa ... ”

”Bukt฀ yang d฀peroleh menunjukan bahwa ... mungk฀n telah terjad฀.” ”Apa yang saya observas฀ mungk฀n terjad฀ karena ... ”

Ser฀ngkal฀, setelah membuat ฀nferens฀ dar฀ sekumpulan pengamatan, ฀nformas฀ baru muncul yang b฀sa membuat seseorang kembal฀ mem฀k฀rkan ฀nferens฀ yang telah d฀buat. Kadang-kadang tambahan pengamatan menguatkan ฀nferens฀ k฀ta. D฀ kal฀ yang la฀n, tambahan ฀nformas฀ menjad฀kan seseorang memod฀f฀kas฀ atau bahkan menolak ฀nferens฀ yang tad฀nya d฀p฀k฀r benar. Pengamatan baru akan mengarahkan anda untuk menyesua฀kan pola pengalaman untuk mengakomodas฀ ฀nformas฀ yang baru. Proses pengamatan dan ฀nferens฀ akan sepert฀ peta d฀ bawah ฀n฀:

MENGINFERENSI

Apa yang telah d฀ketahu฀ melalu฀ pengalaman yang telah lalu

[image:18.612.99.459.513.677.2]

Segala hal yang teramat฀ langsung melalu฀ ฀ndera

Gambar 9.

(19)

2) ฀erhipotesis

Sebuah penyel฀d฀kan atau eksper฀men b฀asanya berawal dar฀ sebuah masalah yang harus d฀pecahkan, sebuah pertanyaan yang harus d฀jawab, atau sebuah keputusan yang harus d฀buat. Dengan mengubah salah satu faktor dalam sebuah penyel฀d฀kan secara sengaja, maka has฀lnya faktor yang la฀n akan berubah. Sebelum penyel฀d฀kan dan eksper฀men d฀lakukan, sebuah h฀potes฀s ser฀ngkal฀ d฀nyatakan. H฀potes฀s adalah pred฀ks฀ tentang hubungan-hubungan antara var฀abel-var฀abel. H฀potes฀s menyed฀akan petunjuk ket฀ka penel฀t฀ hendak mengamb฀l data dalam penel฀t฀an (Rezba, 1995: 219–220).

Akt฀v฀tas d฀ bawah ฀n฀ b฀sa k฀ta amb฀l sebaga฀ contoh: Berapa cepat sebuah benda jatuh melewat฀ sebuah ca฀ran?

Selanjutnya, Rezba (1995: 220) bahwa untuk menentukan h฀potes฀s, maka seseorang harus meng฀dent฀f฀kas฀ var฀abel-var฀abel yang mempengaruh฀ laju benda yang jatuh. Pertama, t฀njau var฀abel-var฀abel yang berhubungan dengan benda, kemud฀an t฀njau var฀abel-var฀abel yang berhubungan dengan l฀ngkungan benda. M฀salnya, d฀coba juga benda-benda tersebut d฀jatuhkan d฀ dalam ca฀ran yang berbeda. Var฀abel-var฀abel ฀tu m฀salnya volume benda, bentuk benda, berat benda, dan kerapatan benda. Adapun var฀abel yang berhubungan dengan l฀ngkungan (ca฀rannya) m฀salnya suhu ca฀ran, jumlah ca฀ran, ukuran wadah, dan bentuk wadah.

[image:19.612.206.425.316.428.2]

J฀ka var฀abel yang relevan telah d฀tentukan, maka h฀potes฀s yang dapat d฀uj฀ (testable hypotheses) dapat d฀nyatakan. Ist฀lah ”h฀potes฀s yang dapat d฀uj฀” d฀gunakan karena ฀st฀lah ฀n฀ meng฀nd฀kas฀kan salah satu fungs฀ dar฀ sebuah h฀potes฀s. Sebuah h฀potes฀s harus mengarahkan penel฀t฀ pada desa฀n penyel฀d฀kan untuk menguj฀nya. Untuk membuat sebuah h฀potes฀s, seseorang harus menunjukkan tentang apa yang terjad฀ pada var฀abel ter฀kat j฀ka var฀abel bebas

Gambar 10.

(20)

d฀ubah. Pred฀ks฀ ฀n฀ dapat d฀dasarkan pada fakta, pendapat, hunch, atau sumber apapun yang d฀m฀l฀k฀. Sebaga฀ contoh, untuk membuat sebuah h฀potes฀s yang terka฀t dengan sebuah permasalahan, Apakah yang mempengaruhi kelajuan mobil? Seseorang dapat mem฀l฀h var฀abel ukuran ban untuk d฀tes. H฀potes฀s yang d฀kemukakan berdasarkan var฀abel tersebut adalah jika ukuran ban membesar, maka kelajuan mobil menurun.

2. Kecakapan proses penyelidikan yang digunakan untuk menciptakan sebuah model eksperimental

Eksper฀men yang ba฀k menggunakan kecakapan proses penyel฀d฀kan ber฀kut ฀n฀: 1) Memprediksikan

Pred฀ks฀ merupakan tebakan terba฀k tentang masa depan berdasarkan ฀nformas฀ yang d฀m฀l฀k฀. Pred฀ks฀ d฀dasarkan pada pengamatan, pengukuran, dan ฀nferens฀ tentang hubungan-hubungan antara var฀abel-var฀abel yang teramat฀. Sebuah pred฀ks฀ yang t฀dak berdasarkan pengamatan hanyalah sekedar dugaan saja. Pred฀ks฀ yang akurat d฀has฀lkan dar฀ pengamatan yang akurat dan dar฀ pengukuran yang benar (Abruscato, 2010: 51; Mart฀n et al, 2005: 19).

Menurut Rezba et al (1995: 89–93), pred฀ks฀ adalah sebuah ramalan atas apa yang akan teramat฀ pada masa datang. Kemampuan untuk membuat pred฀sks฀ tentang suatu benda atau per฀st฀wa membantu k฀ta untuk menentukan per฀laku yang sesua฀ pada l฀ngkungan k฀ta. Mempred฀ks฀ sangat terka฀t dengan mengamat฀, meng฀nferens฀, dan mengklas฀f฀kas฀; sebuah keterka฀tan yang menakjubkan –keteramp฀lan yang satu bergantung kepada keteramp฀lan yang la฀n. Pred฀ks฀ d฀lakukan berdasarkan pengamatan yang saksama dan ฀nferens฀ yang d฀has฀lkan dar฀ hubungan antara per฀st฀wa-per฀st฀wa yang teramat฀. Ingat bahwa ฀nferens฀ adalah penjelasan atau ฀nterpretas฀ atas pengamatan dan bahwa ฀nferens฀ d฀dukung oleh pengamatan. Klas฀f฀kas฀ d฀gunakan ket฀ka seseorang meng฀dent฀f฀kas฀ adanya kesamaan atau perbedaan atas sesuatu yang k฀ta amat฀ untuk menyaj฀kan susunan yang teratur atas kelompok benda atau pers฀st฀wa yang k฀ta amat฀. Keteraturan susunan atas benda dan per฀st฀wa membuat k฀ta mengenal pola dan mempred฀ks฀ dar฀ pola tersebut apa yang akan teramat฀ pada masa datang.

(21)

anda harus sangat berhat฀-hat฀ atas jen฀s pred฀ks฀ yang terka฀t dengan per฀laku dan unjuk kerja (performance) s฀swa?

Def฀n฀s฀ s฀ngkat ber฀kut ฀n฀ akan membantu anda membedakan observas฀, ฀nferens฀, dan pred฀ks฀.

a) Informas฀ yang d฀peroleh melalu฀ ฀ndera: observasi b) Mengapa hal ฀tu terjad฀: inferensi

c) Apakah hal yang saya harapkan untuk teramat฀ pada masa depan: prediksi T฀ga pernyataan d฀ bawah ฀n฀ akan leb฀h menjelaskan perbedaan antara ket฀ganya:

a) Sek฀tar dua men฀t lag฀, gunung berap฀ ฀tu akan meletus. (In฀ adalah pred฀ks฀, karena merupakan ramalan atas apa yang akan teramat฀ pada masa datang).

b) Saya merasa bum฀ bergetar. (In฀ adalah observas฀, karena memperoleh ฀nformas฀ menggunakan ฀ndera).

c) Getaran ฀n฀ berasal dar฀ gunung berap฀. (In฀ adalah ฀nferens฀, karena sebaga฀ penjelasan atas observas฀).

Keteramp฀lan proses mengobservas฀, meng฀nferens฀, dan mempred฀ks฀ dapat d฀def฀n฀s฀kan secara jelas dan d฀bedakan satu dengan yang la฀nnya. Seseorang akan mel฀hat nant฀ bahwa ada sal฀ng kebergantungan antara proses-proses tersebut.

Seseorang memaham฀ dun฀a d฀ sek฀tar k฀ta dengan mengamat฀ segala per฀st฀wa yang terjad฀ lalu meng฀nterpretas฀ dan menjelaskannya. K฀ta ser฀ngkal฀ mendeteks฀ adanya pola-pola yang terjad฀ atas apa yang k฀ta amat฀. Ket฀ka k฀ta berp฀k฀r k฀ta dapat menjelaskan mengapa sesuatu bekerja sebaga฀mana mereka lakukan, k฀ta telah membangun sebuah model mental d฀ p฀k฀ran k฀ta yang untuk sementara waktu member฀kan keteraturan atas segala sesuatu yang k฀ta amat฀. Ser฀ngkal฀ k฀ta menggunakan model mental ฀n฀ untuk mempred฀ks฀ apa yang terjad฀ d฀ masa yang akan datang. Ber฀kut ฀n฀ adalah contoh pred฀ks฀:

(22)

c. Magnet yang lemah ฀n฀ dapat mengangkat l฀ma buah kl฀p kertas; saya mempred฀ks฀ bahwa magnet yang kuat dapat mengangkat leb฀h banyak kertas.

Peta yang menunjukkan proses pred฀ks฀ adalah sebaga฀ ber฀kut:

Pred฀ks฀ adalah pernyataan berargumen yang d฀dasarkan t฀dak hanya pada apa yang k฀ta amat฀, tetap฀ juga d฀dasarkan atas model mental yang k฀ta bangun untuk menjelaskan apa yang k฀ta amat฀. Pred฀ks฀ t฀dak hanya tebakan secara l฀ar karena tebakan ser฀ng d฀dasarkan atas bukt฀ yang lemah, bahkan tanpa adanya bukt฀. Agar penggunaan keteramp฀lan proses mengamat฀, meng฀nferens฀, dan mempred฀ks฀ menjad฀ benar, anda membutuhkan kemampuan untuk membedakan ket฀ga keteramp฀lan proses tersebut.

Pada zaman dahulu, orang percaya bahwa bum฀ berbetuk datar. Bum฀ terl฀hat datar. Orang mempred฀ks฀ bahwa j฀ka pelaut berlayar cukup jauh, kapal mereka akan jatuh dar฀ bum฀. Beberapa orang mem฀l฀k฀ kepercayaan d฀r฀ terhadap pred฀ks฀ tersebut. Selanjutnya, ket฀ka pelaut menguj฀ pred฀ks฀ tersebut, mereka menemukan lewat pengamatan bahwa kapal mereka TIDAK jatuh dar฀ bum฀. Pengamatan yang baru menyebabkan orang mengubah ฀nferens฀ mereka tentang baga฀mana bum฀ d฀bentuk dan pred฀ks฀ mereka tentang jatuhnya kapal dar฀ bum฀.

Menguj฀ pred฀ks฀ yang k฀ta buat mengarahkan k฀ta agar leb฀h saksama dalam melakukan pengamatan yang akan mendukung atau malah menghancurkan pred฀ks฀ k฀ta. Ket฀ka pengamatan baru kons฀sten dengan pola pengamatan yang telah k฀ta pred฀ks฀, maka k฀ta akan leb฀h yak฀n

MEMPREDIKSI

[image:22.612.141.436.245.373.2]

Mengamat฀ Meng฀nferens฀

Gambar 11.

(23)

dengan pred฀ks฀ yang k฀ta buat. Namun, ket฀ka pengamatan yang baru t฀dak mendukung pred฀ks฀ awal, k฀ta dapat menolaknya dan menelaah kembal฀ pengamatan k฀ta. Pengamatan yang baru (new observation) menuntun k฀ta pada ฀nferens฀ yang baru dan pred฀ks฀ yang baru. Dengan dem฀k฀an, peta keteramp฀lan proses k฀ta akan berbentuk sepert฀ ber฀kut ฀n฀:

Manakala data baru (observas฀) d฀kumpulkan, teor฀-teor฀ (฀nferens฀) d฀usulkan untuk menjelaskan apa yang telah d฀observas฀ dan mempred฀ks฀ apa yang belum d฀observas฀. Pada kenyataannya, sebuah teor฀ akan d฀ter฀ma setelah melewat฀ t฀ga uj฀an:

a. Dapat menjelaskan apa yang telah d฀observas฀. b. Dapat mempred฀ks฀ apa yang belum d฀observas฀.

c. Dapat d฀uj฀ dengan pengamatan yang leb฀h saksama dan dapat d฀mod฀f฀kas฀ dengan d฀temukannya data baru.

Mengamat฀, meng฀nferens฀, dan mempred฀ks฀ adalah keteramp฀lan berp฀k฀r yang sal฀ng terka฀t. K฀ta menggunakan keteramp฀lan ฀n฀ untuk memaham฀ dun฀a k฀ta. Gagasan-gagasan k฀ta tentang baga฀mana sesuatu bekerja seharusnya selalu d฀t฀njauh ulang dan mem฀l฀k฀ kemungk฀nan untuk d฀rev฀s฀. Sa฀ns seharusnya d฀pandang sebaga฀ sesuatu yang tentat฀f; selalu berubah se฀r฀ng dengan adanya d฀has฀lkannya pengamatan-pengamatan baru yang berasal dar฀ penguj฀an pred฀ks฀ k฀ta.

2) Mengidentifikasi variabel

MEMPREDIKSI

[image:23.612.143.436.253.362.2]

Mengamat฀ Meng฀nferens฀

Gambar 12.

(24)

Var฀abel adalah c฀rr฀ dar฀ sebuah benda atau per฀st฀wa yang b฀sa berubah dan mem฀l฀k฀ jumlah yang berbeda-beda (Car฀n, 1993: 14). Sedangkan Abruscato (2010: 51) mendef฀n฀s฀kan var฀abel sebaga฀ seluruh faktor yang dapat membuat perubahan dalam sebuah penyel฀d฀kan. T฀ngg฀ dan berat seorang anak dalam masa pertumbuhan, waktu sebuah l฀l฀n dapat menyala ket฀ka d฀tutup dengan gelas, dan volume a฀r hujan set฀ap har฀ merupakan contoh var฀abel (Car฀n, 1993: 14).

Menurut Abruscato (2010: 51), desa฀n eksper฀men mengandung sebuah var฀abel bebas (independent variable), sebuah var฀abel ter฀kat (dependent variable), danbeberapa var฀abel control (controlled variable).

(a) Var฀abel bebas

Var฀abel bebas adalah var฀abel yang akan d฀uj฀. Var฀abel ฀n฀ merupakan var฀abel yang d฀man฀pulas฀ atau d฀ubah oleh orang yang melakukan eksper฀men. Sebaga฀ contoh, j฀ka seseorang ฀ng฀n menyel฀d฀k฀ ketertar฀kan kupu-kupu terhadap bunga berwarna kun฀ng maka warna bunga adalah var฀abel bebas.

(b) Var฀abel ter฀kat

Var฀abel ter฀kat adalah perubahan yang d฀ukur. Perubahan var฀abel ฀n฀ tergantung pada var฀abel bebas. Sebaga฀ contoh dalam penyel฀d฀kan tentang ketertar฀kan kupu-kupu terhadap warna bunga, maka var฀abel bebasnya adalah jumlah kupu-kupu yang h฀nggap d฀ bunga warna kun฀ng.

(c) Var฀abel kontrol

Sebuah eksper฀men yang ba฀k adalah hanya mengukur pengaruh dar฀ sebuah var฀abel. Oleh karena ฀tu, var฀abel yang berubah hanyalah var฀abel bebas dan var฀abel ter฀kat. Faktor-faktor la฀n dapat berubah harus d฀jaga agar tetap t฀dak berubah atau dikontrol. Dalam eksper฀men tentang ketertar฀kan kupu-kupu terhadap bunga berwarna kun฀ng, yang menjad฀ var฀abel kontrol adalah jen฀s kupu-kupu yang sama dan bunga dengan jen฀s yang sama d฀letakkan dalam kond฀s฀, pencahayaan, dan suhu yang sama.

(25)

foto-foto d฀ surat kabar dan majalah. Para s฀swa seba฀knya mempunya฀ pengalaman mengamat฀, mengklas฀f฀kas฀, dan mengukur sebelum proses peng฀nterpretas฀an data d฀mula฀.

Mendef฀n฀s฀kan secara operas฀onal Selama penyel฀d฀kan, d฀lakukanlah pengukuran terhadap var฀abel-var฀abel. Namun, sebelum melakukan pengukuran, penel฀t฀ harus memutuskan baga฀mana mengukur set฀ap var฀abel.

Dengan menspes฀f฀kas฀ prosedur yang d฀gunakan untuk mengukur var฀abel, maka seseorang telah def฀n฀s฀ operas฀onal. Mendef฀n฀s฀kan var฀abel secara operas฀onal maknanya menentukan cara untuk mengukur var฀abel tersebut. Dengan dem฀k฀an, sebuah def฀ns฀ operas฀onal menyatakan apa yang d฀amat฀ dan baga฀mana mengukurnya.

Penel฀t฀ yang berbeda dapat menggunakan def฀n฀s฀ operas฀onal yang berbeda untuk var฀abel yang sama. Sebaga฀ contoh, anggap sebuah penyel฀d฀kan d฀lakukan untuk menguj฀ pengaruh v฀tam฀n E pada ketahanan tubuh seseorang. Var฀abel ”ketahanan tubuh seseorang” dapat d฀fen฀s฀kan dengan berbaga฀ cara:

฀ lama seseorang dapat terjaga

฀ jarak yang dapat d฀tempu seseorang dengan berlar฀ tanpa hent฀

Gambar

Gambar 2.Gambar 3.
Gambar 4. Proses tertahannya bola p฀ng-pong d฀ dalam corong.
gambar 8.
Tabel 2.R฀nc฀an S฀klus Belajar 5E
+6

Referensi

Dokumen terkait