• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendidikan Berbasis Masyarakat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pendidikan Berbasis Masyarakat"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Pendidikan Berbasis Masyarakat

Pendidikan Berbasis Masyarakat

Community based educatioan (CBE) diartikan sebagai proses dimana individu atau orang dewasa menjadi lebih kompeten menangani

keterampilan, sikap, dan konsep mereka dalam hidup di dalam dan mengontrol aspek-aspek lokal dari masyarakatnya melalui partisipasi demokratis (Michael W. Galbraith).

• CBE adalah sebuah proses yang didesain untuk memperkaya kehidupan individual dan kelompok dgn mengikutsertakan orang-orang dalam wilayah geografi, atau berbagi mengenai kepentingan umum, untuk

mengembangkan dengan suka rela tempat pembelajaran, tindakan, dan kesempatan refleksi yang ditentukan oleh pribadi, sosial, ekonomi, dan kebutuhan politik mereka.

(2)

Perubahan Paradigma Pendidikan

Perubahan Paradigma Pendidikan

Paradigma Lama

Paradigma Baru

• Sentralistik

• Kebijakan yg top down

• Orientasi pembangunan yang parsial: pendidikan untuk

pertumbuhan ekonomi, stabilitas politik, dan teknologi perakitan

•Peran pemerintah sangat dominan

•Desentralistik

• Kebijakan yg bottom up

• Orientasi pengembangan holistik: pendidikan untuk pengembangan kesadaran untuk bersatu dalam

kemajemukan budaya, kemanusiaan dan agama, kesadaran kreatif, produktif,

kesadaran hukum.

(3)

Pendidikan Berbasis Masyarakat

Pendidikan Berbasis Masyarakat

UUD `45 (UU No 20/2003

Ttg SPN)

Keterbatasn pemerintah; Masy sbg subyek

Pencerdasan Kehidupan bangsa

Komplementasi

PBM

(4)

Alasan-alasan :

1.

Keterbatasan dana pemerintah

2.

Desentralisasi pemerintahan

3.

Penguatan masy madani

4.

Keterbatasan sekolah konvensional

5.

Afirmasi keragaman budaya masyarakat

(5)

PBM DIMANA SAJA???

PBM DIMANA SAJA???

Penyelenggaraan PBM :

1.

Formal

sekolah yg memiliki program untuk

masyarakat.

2.

Nonformal

lembaga-lembaga masy yang

memiliki kegiatan untuk masy di luar fungsi

penting lembaga ybs.

3.

Informal

kegiatan pendidikan yg ada dan

(6)

Prinsip-Prinsip PBM

Prinsip-Prinsip PBM

Self determination

(menentukan sendiri)

Self help

(menolong diri sendiri)

Leadership development

(pengembangan kepemimpinan)

Localization

(lokalisasi)

Integrated delivery of service

(keterpaduan pemberian

layanan)

Reduce duplication of service

(mengurangi duplikasi

pelayanan)

Accept deversity

(menerima perbedaan)

(7)

PBM (Sektor) Formal

PBM (Sektor) Formal

Tujuan PBM adalah:

1. Membantu pemerintah dalam memobilisasi SD lokal dan meningkatkan peranan masy untuk mengambil bagian yg lebih besar dalam

perencanaan pendidikan pada semua tingkat, jenis dan jalur pendidikan

2. Merangsang terjadinya perubahan sikap dan persepasi tentang rasa kepemilikan terhadap sekolah, kemitraan, toleransi, tanggung jawab dan kekuatan multikultural.

3. Mendukung prakarsa pemerintah dalam meningkatkan dukungan masy terhadap sekolah, khususnya orang tua dan masy melalui kebijakan desentralisasi.

4. Mendukung peranan masy untuk mengembangkan inovasi

kelembagaan untuk melengkapi, meningkatkan, dan mengganti peran persekolahan dan untuk meningkatkan mutu dan relevansi, penyediaan akses yg lebih besar, peningkatan efesiensi manajemen pendidikan.

(8)

Partisipasi dalam Program PNF

Partisipasi dalam Program PNF

Pemanfaatan Evaluasi

Pelaksanaan

Perencanaan

(9)

Spektrum Kedalaman Partisipasi

Spektrum Kedalaman Partisipasi

Tukar Informasi

Konsultasi/ Umpan balik

Kolaborasi/ Pengambilan Keputusan Bersama

Pemberdayaan/ Bebagi We2nang

Dangkal Dalam

Manipulasi Sosialisasi

Konsultasi

Membangun konsensus

(10)

• PBM sbg komplementasi, membutuhkan partnership yg difasilitasi oleh sebuah wadah. Wadah tersebut berfungsi sebagai;

1. Support (pendukung) 3. Kontrol 2. Mediator (perantara)

Fungsi PBM Perencanaan Pelaksanaan Evaluasi

Support Memberikan ide/gagasan,

gagasan

memberi

tenaga/fasilitas, ikut terlibat

?

Mediator Memberikan bantuan,

penghubung kerja sama,

? ?

Kontrol ? Memantau pelaksanaan, Ikut menentukan kriteri/prosedu

(11)

Upaya menumbuhkan partisipasi masy.

penjelasan yang benar ttg tujuan desentralisasi

memberikan kesempatan yg sama pada masy

penghargaan keragaman di masyarakat

penguatan organisasi masy. Local

menyediakan diskusi public

(12)

Contoh partisipasi: KH

Contoh partisipasi: KH

Menjahit

Menjahit

Pihak

Perenc

Pelaks

Evaluasi

Penilik

Bantuan

teknis

Monitoring

Monitoring

Tokoh Masy

Koordinasi

Penyebarluasan

info

Pemdes

Legitimasi

Penyediaan

tempat;

Dukungan moral

LPK mitra

Melatih; magang

Menilai;

(13)

Kendala-Kendala bg PBM

1. Kuatnya perencanaan

top down

2. Budaya menunggu, tergantung tokoh,

4. Orientasi masy masih kebendaan

(14)

PEMERINTAH

TA

N

P

A

P

E

M

IL

IK

A

N

M

A

S

Y

M IL IK M A S Y

MADRASAH

(15)

PARTNERSHIP

Konsep:

-Share value/mission - Common goal

- Action plans/strategi

Prinsip:

- Fairness - Honesty - Trust - Equality

- Faith - Human dignity - Integrity - Service

- Excellence - Growth

Value :

- Leadership - Innovasi - Customer satisfaction - Teknologi - Stakeholder wealth - Safety

- Frienship - Teamwork - Cooperation - Quality

- Competitive - Continouse improvment

Practise :

(16)

KEMITRAAN DALAM PBM

KEMITRAAN DALAM PBM

• Salah satu tujuan PBM adalah menciptakan adanya hubungan kemitraan (partnership) antara masyarakat dan lembaga pendidikan.

• Kemitraan diartikan sebagai sebuah hubungan diantara individu atau kelompok yang dicirikan saling kerja sama dan tanggung jawab, untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.

• Kemitraan mengandung kegiatan: 1. Kerja sama

2. Keteguhan 3. Kolaborasi 4. Kompromi 5. Akomodasi

• Pentingnya lembaga pendidikan menjalian kemitraan didasarkan pada: 1. Paradigma otonomi daerah/Desentralisasi

Referensi

Dokumen terkait

Dalam konteks Indonesia yang dikenal amat majemuk, penanaman pemahaman multikultural menjadi sangat strategis untuk dapat mengelola kemajemukan secara kreatif, sehingga konflik yang

Berhubungan dengan orientasi tersebut, pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam konteks kurikulum 2013 harus dilakukan melalui pembelajaran yang aktif dan kreatif

Mengamalkan hidup bersatu padu dalam masyarakat yang berbeza agama, bangsa, budaya dan bahasa dalam kehidupan

Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan mengenal desain kurikulum berbasis budaya dalam pengembangan pendidikan anak usia dini pada tatanan nilai kemanusiaan yang

Ilmu-Ilmu Desain dan Budaya Visual FSRD Pengembangan Produk Handicraft/Furnicraft Kreatif Batok Kelapa Dalam Konteks Pengembangan Perancangan Untuk Pemberdayaan Masyarakat Berbasis

E.Essensi dan Urgensi Identitas Nasional Indonesia Essensi dari Identitas Nasional Indonesia adalah cerminan dari keberagaman budaya, bahasa, etnis, dan agama yang bersatu dalam

Bagian berikut akan memaparkan tiga orientasi pengembangan pendidikan akuntansi secara holistik yang disebut dengan Akuntansi Merah yang mewakili aspek standarisasi dan politik dunia,

Pemetaan Pengembangan PBSI Berbasis Industri Kreatif dan Industri Budaya Keterampilan dalam PBSI Materi Pokok Subsektor Industri Kreatif dan Industri Budaya Pengembangan Soft