RESPON WARGA DESA SULAU TERHADAP PENGELOLAAN KAWASAN RUMAH
PANGAN LESTARI KEGIATAN PENDAMPINGAN KRPL DI KABUPATEN
BENGKULU SELATAN
Siswani Dwi Daliani dan Taufik Hidayat
Badan Litbang Pertanian, BPTP Bengkulu. Jl. Irian Km. 6,5 Kelurahan Semarang Kota Bengkulu e_mail: [email protected]
ABSTRAK
Proses difusi inovasi teknologi tentang Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) membentuk persepsi masyarakat mengenai program ini. Persepsi inilah yang menentukan respon masyarakat antara lain melalui sikap dan perilaku mereka terhadap pelaksanaan KRPL didaerahnya. Persepsi yang salah akan membuat masyarakat menolak program yang ditawarkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon warga terhadap KRPL melalui kegiatan Pendampingan KRPL yang dilihat melalui persepsi, motivasi, pengetahuan, sikap, ketrampilan serta partisipasi. Penelitian dilakukan di Desa Sulau Kecamatan Kedurang Ilir Kabupaten Bengkulu Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian penjelasan. Metodeyang digunakan adalah survey, yaitu melakukan pengamatan dan pengumpulan informasi dari sebagian anggota populasi untuk mewakili seluruh populasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor intern meliputi tingkat pendidikan dimana dari 30 responden diperoleh 9 orang responden menempuh pendidikan SD, 8 orang setingkat SLTP, dan 13 orang responden menempuh pendidikan
setingkat SLTA, dan faktor intern yang kedua yaitu umur responden dari 30 orang responden yang berumur ≤ 31
tahun sebanyak 11 orang, 17 orang berumur 30-40 dan 2 orang berumur ≥ 40 tahun.Respon warga terhadap
pemanfataan pekarangan terpadu melalui inovasi KRPL termasuk dalam kategori tinggi, yang ditunjukkan oleh persentase keenam variabel respon yang dikaji didapat bahwa persentase sikap warga terhadap kegiatan KRPL yaitu sebesar 98,23%, kemudian keterampilan warga yaitu sebesar 96,89%, selanjutnya pada persepsi warga sebesar 96,33%, kemudian motivasi warga sebesar 95,56%, untuk pengetahuan petani didapatkan presentase sebesar 90,25% dan untuk variabel terakhir yaitu partisipasi didapatkan presentase sebesar 89,00%.
Kata kunci:KRPL, respon
PENDAHULUAN
Dilihat dalam sistem inovasi pertanian nasional, tugas pokok Badan Litbang Pertanian terfokus pada subsistem atau segmen rantai pasok pengadaan inovasi (generating subsystem), sedikit pada subsistem penyampaian (delivery subsystem) dan praktis tidak terlibat aktif pada subsistem penerimaan (receiving subsystem).
Selain sebagai wahana diseminasi, Pendampingan KRPL juga akan digunakan sebagai wahana penelitian partisipatif, yang berarti merupakan implementasi dari paradigma baru Badan Litbang Pertanian, yakni Penelitian untuk Pembangunan (Research for Development) menggantikan paradigma lama Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) (Syamsi dan Ibnu, 1986). Pendampingan KRPL pada dasarnya merupakan strategi baru dalam menjaga ketahanan pangan.
Berkaitan dengan hal tersebut diatas, penelitian yang mengkaji proses difusi KRPL sangat diperlukan, dengan terjadinya difusi maka suatu penemuan-penemuan baru yang telah dihasilkan disebarluaskan dalam anggota masyarakat (Kusnadi,1985). Proses difusi pengelolaan Kawasan Rumah Pangan Lestari membentuk persepsi masyarakat mengenai program ini. Persepsi inilah yang menentukan respon masyarakat antara lain melalui sikap dan perilaku mereka terhadap pelaksanaan KRPL didaerahnya. Persepsi yang salah akan membuat masyarakat menolak program yang ditawarkan. Oleh karena itu, untuk mengubah sikap wargaharus dimulai dengan mempengaruhi persepsi wargatersebut terhadap pesan yang diterima yaitumengenai KRPL. Dengan demikian terjadi respon yang positif sesuai dengan keinginan Badan Litbang pertanian. Berdasarkan hal tersebut diatas, maka dalam penelitian ini dikaji tentang respon wargaterhadap Pengelolaan Kawasan Rumah Pangan Lestari kegiatan Pendampingan KRPL yang dilihat melalui persepsi, motivasi, pengetahuan, sikap, ketrampilan serta partisipasi. Dengan tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Menganalisis faktor-faktor intern yang berpengaruh dalam pelaksanaan Pendampingan KRPL. 2. Mendeskripsikan respon wargadi Desa Sulau dengan adanya Pendampingan KRPL.
METODE PENELITIAN
Kegiatan pengkajian dilakukan di Desa Sulau Kecamatan Kedurang Ilir Kabupaten Bengkulu Selatan pada bulan Agustus sampai dengan November 2013. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa:
1. Lokasi tersebut merupakan lokasi pendampingan KRPL, tempat pelaksanaan kegiatan pemanfaatan pekarangan terpadu yang dilaksanakan oleh Badan Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu, lokasi kegiatan P2KP kabupaten Bengkulu Selatan, berdampingan dengan lokasi Model Kawasan Rumah Pangan Lestari dan telah didirikan Kebun Bibit Desa.
2. Lokasi tersebut merupakan lahan pekarangan yang menjadi Model KRPL pedesaaan dengan luas pekarangan lebih dari 400 m2.
Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian penjelasan (explanatoryreseach), yaitu jenis penelitian yang menjelaskan hubungankausal antara variabel penelitian,menguji hipotesis yang telah dirumuskansebelumnya serta uraian yang mengandung deskripsi (Singarimbun dan Effendi,1989). Sedangkan metode yang digunakan adalah survey, yaitu melakukanpengamatan dan pengumpulan informasi dari sebagian anggota populasi untuk mewakili seluruh populasi.
Sampel dalam penelitian ini adalah wargayang tergabung dalamkelompok tani di Desa Sulau. Sedangkan pengambilan sampel wargadilakukandengan metode acak sederhana (simple random sampling) yang menggunakanrumus parel dalam Hidayat (1989), karena seluruh populasi cenderung homogendalam hal luas pekarangan yang digunakan untuk KRPL sehingga dalam berusahatani juga cenderung sama. Populasi kelompok tani berjumlah 100 orang danmempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi sampel. Dari populasikelompok tanitersebut didapat sampel minimal sebanyak 30 orang petani,sehingga dari populasi tersebut diambil sampel sebanyak 30 orang. Adapunrumusnya adalah sebagai berikut:
n =
��
2�
2��
2+
�
2�
2Keterangan : n = jumlah contoh minimal yang harus diambil N = jumlah populasi (100)
S = Variance dari populasi (0,125)
d = kesalahan maksimun yang harus diterima (5%) Z = nilai pada tingkat kesalahan tertentu (95%)
Data yang dikumpulkan berupa data primer dandata sekunder yang dilakukan secara survey. langsung terhadap responden dan data yang sudah adasebelumnya yaitu melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.Kemudian dianalisis secara deskriftif untuk mendapatkan kesimpulan dari hasil temuan dilapangan berupa kriteria atau jenjang respon (persepsi, motivasi,pengetahuan, sikap, ketrampilan dan partisipasi) menggunakan skala likert yangmeliputi penentuan banyaknya selang kelas [1). Tinggi, 2). Sedang, 3)Rendah] berdasarkan kisaranselisih nilai pengamatan tertinggi dan nilai terendah. (Miles dan Huberman, 1992).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Faktor-faktor intern dalam pelaksanaan Pendampingan KRPL
Faktor-faktor intern wargamerupakan ciri-ciri individu wargayang membedakan dengan individu lain yang difokuskan pada tingkat pendidikan dan tingkatan umur.
Tingkat Pendidikan
mereka yang berpendidikanrendah agak sulit untuk melaksanakan adopsi inovasi dengan cepat.Tingkat pendidikan responden di Desa Sulau dalam penelitian initernyata tergolong tinggi yaitu sebagian besar berpendidikan SLTA. Komposisi tingkat pendidikan responden dapat dilihat pada Tabel 1 berikut:
Tabel 1. Persentase responden berdasarkan tingkat pendidikan.
No Tingkat Pendidikan Jumlah Responden
(orang)
Persentase (%)
1. 2. 3.
SD SLTP SLTA
9 8 13
30,00 26,67 43,33
Total 30 100,00
Responden dengan lulusan SLTA sebanyak 13 orang dengan persentase tertinggi sebesar 43,33% sementara lulusan SD sebanyak 9 responden dengan persentase 30,00% dan lulusan SLTP sebanyak 8 responden dengan persentase 26,67%.
Tingkatan umur
Tingkatan umur ini berpengaruh terhadap seseorang dalam berpikir dan memutuskan sesuatu, termasuk mengadopsi sesuatu yang baru. Semakin muda umur seseorang akan menentukan tingkat keingintahuan terhadap sesuatu hal yang dianggap baru untuk mengembangkan potensi daerah mereka. Berikut ini dapat dilihat komposisi umur responden kegiatan pendampingan KRPL di Desa Sulau Kabupaten Bengkulu Selatan.
Tabel 2. Persentase responden berdasarkan tingkatan umur.
No Tingkatan Umur Jumlah Responden
(orang)
Persentase (%)
1. 2. 3.
≤ 30 30-40
≥ 40
11 17 2
36,67 56,67 6,66
Total 30 100,00
Dari Tabel 2 di atas dapat diketahui bahwa jumlah responden yang berumur ≤30 tahun adalah 11 orang dengan persentase 36,67%. Sedangkan yang berumur 31-40 tahun adalah 17 orang dengan persentase 56,67%. Sedangkan yang berumur ≥41 tahun adalah 2 orang dengan persentase 6,66%.
Dilihat dari komposisi jumlah responden terbesar adalah yang berumur antara 31-40 tahun. Mereka tergolong wargayang ingin maju dalam memanfaatkan pekarangan mereka, apabila ada inovasi para wargalangsung mencari tahu dan berusaha mencoba apa yang mereka anggap baru dan belum pernah mereka lakukan. Tingkat umur wargatidak mempengaruhi para wargauntuk menolak inovasi baru, tetapi mereka mencoba menunjukkan bahwa mereka mampu mengembangkan potensi daerahnya menjadi lebih baik.
Respon warga terhadap kegiatan pendampingan KRPL
Respon warga terhadap kegiatan pemanfaatan pekarangan (KRPL) merupakan reaksiatau tanggapan responden terhadap stimulus, yaitu pesan atau materi yangditerima dalam pembinaan, yang dilihat dari persepsi, motivasi, pengetahuan,sikap, ketrampilan dan partisipasi. Respon warga dapat dikatakan positif apabila wargamau menerima dan menerapkan inovasi yang dikenalkan dalam kegiatan Pendampingan KRPL.
Persepsi
memperbaiki pekarangan dengan inovasi KRPL menjadi lebih baik dan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh Desa Sulau.
Lebih lanjut skor yang diperoleh pada warga responden untuk variabel persepsi dapat dilihat pada Tabel 3 berikut ini.
Tabel 3. Capaian persentase persepsi responden.
No Persepsi Jml Responden
(orang)
Persentase
(%) Nilai Rangking 1. KRPL merupakan solusi yang menguntungkan
a.Menguntungkan (3) b.Kurang Menguntungkan (2) c.Tidak Menguntungkan (1)
30 0 0
100 0 0
90 0 0 Total
Rata-rata
30 100 90
3,00 1
2. KBD bermanfaat dalam KRPL a.Bermanfaat (3)
b.Kurang bermanfaat (2) c.Tidak bermanfaat (1)
29 1 0
96,67 3,33
0
87 2 0 Total
Rata-rata
30 100 89
2,96
2
3. Kemudahan memperoleh bibit melalui KBD a.Mudah (3)
b.Agak sulit (2) c.Sulit (1)
28 2 0
93,33 6,67
0
84 4 0 Total
Rata-rata
30 100 88
2,93
3
4. Kemudahan dalam penerapan inovasi teknologi yang disampaikan
a.Mudah (3) b.Agak sulit (2) c.Sulit (1)
22 6 2
73,33 20,00 6,67
66 12 2 Total
Rata-rata
30 100 80
2,67
4
Dari Tabel 3 di atas dapat dilihat bahwa masing-masing respondenmempunyai tingkat pesepsi yang hampir sama. Hal ini dapat dilihat dari persentase nilai yang tidak terlampau jauh. Untuk total secarakeseluruhan skor yang didapat oleh petani tergolong dalam kategori tinggi yaitu96,33%. Ini disebabkan karena pelaksanaan pendampingan KRPL khususnya dalam hal pemanfaatan pekarangan secara terpadu dilaksanakan olehwarga dengan bimbingan langsung dari petugas baik melalui sosialisasi, pelatihan-pelatihan maupun apresiasi.
Kesulitan yang masih dirasakan oleh warga dalam melaksanakan kegiatan KRPL ini pada saatpemeliharaan tanaman di pekarangan yang harus disiram pagi dan sore serta sumber air dikala musim kemarau sangat sulit, sementara sebagian besar warga bekerja di perkebunan yang jauh dari pekarangan mereka.
Motivasi
Motivasi adalah pengembangan dari semua penggerak, alasan-alasan ataudorongan-dorongan dalam diri manusia yang menyebabkan ia berbuat sesuatu.Motivasi muncul tidak dari diri warga sendiri tetapi bisa dari orang-orang sekitar.Biasanya warga akan melihat hasil dari mereka yang terlebih dahulu menerapkaninovasi tersebut sebelum menerapkan pada diri mereka sendiri. Setelah inovasiterbukti kelayakannya maka mereka akan termotivasi menerapkan inovasi tersebutpada diri mereka sendiri.
Tabel 4. Capaian persentase motivasi responden.
No Motivasi Jml Responden
(orang)
Persentase
(%) Nilai Rangking 1. Alasan mengikuti KRPL
a.Dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan produktivitas (3) b.Memperoleh bantuan bibit dan saprodi dari
instansi terkait (2) c.Ikut-ikutan (1)
30
0
0
100
0
0
90
0
0
1
Total Rata-rata
30 100 90
3,00 2. Tujuan mengikuti KRPL
a.Menambah pengetahuan dan keterampilan serta produktivitas(3)
b.Hanya tertarik pada bantuan(2) c.Ikut-ikutan (1)
30
0 0
100
0 0
90
0 0
2
Total Rata-rata
30 100 90
3,00 3. Sumber motivasi dalam mengikuti kegiatan KRPL
a.Kesadaran sendiri (3)
b.Diajak penyuluh/orang lain dengan sukarela (2) c.Diajak penyuluh/orang lain dengan paksa(1)
18 12 0
60,00 40,00
0
54 24 0
3
Total Rata-rata
30 100 78
2,60
Pada Tabel 4 diatas dapat dilihat bahwa skor yang didapat di lapangan untukvariabel motivasi juga hampir tidak ada perbedaan yang berarti. Perbedaan terlihat dari sumber motivasi dalam mengikuti kegiatan KRPL dengan kesadaran sendiri sebanyak 60% dan diajak penyuluh/orang lain dengan sukarela 40%. Hal tersebut terjadi karena caraberpikir mereka yang berbeda mengenai suatu inovasi. Ada yang langsungmenerima inovasi tersebut tetapi ada pula yang harus diberi dorongan terlebihdahulu atau mereka melihat warga lain yang telah mengikuti serta menerapkaninovasi tersebut. Tetapi secara keseluruhan rata-rata kategori untuk motivasipetani adalah tergolong tinggi secara total sebesar 95,56%. Ini disebabkan petanisangat antusias dalam mengikuti kegiatan pendampingan KRPL ini.
Pengetahuan
Pengetahuan merupakan segala sesuatu yang diketahui oleh responden tentang KRPL maupun yang berkaitan dengan KBD. Untuk KBD sendiri mereka belum menjadikan sumber utama dalam mendapatkan bibit yang akan ditanam.
Tabel 5. Capaian persentase tingkat pengetahuan warga.
No Pengetahuan Jml Responden
(orang)
Persentase
(%) Nilai Rangking
1.
Pengertian (fungsi, manfaat dan kegunaan) KRPL a.Tahu (2)
Pengertian (fungsi, manfaat dan kegunaan) KBD a.Tahu (2)
Mengetahui informasi tentang bibit yang ada di KBD a.Tahu (2) 4. Mengetahui cara penyemaian di KBD
a.Tahu (2) 5. Mengetahui informasi PHT dalam KRPL
a.Tahu (2) 6. Mengetahui prinsip pengendalian hama secara hayati
dalam KRPL 7. Mengetahui cara pengendalian hama secara hayati
dalam KRPL 8. Mengetahui cara pengendalian hama secara fisik dan
mekanik dalam KRPL a.Tahu (2) 9. Mengetahui fungsi dan manfaat pergiliran tanaman
dalam KRPL 10. Mengetahui penggunaan pupuk organik dan anorganik
Sikap
Sikap warga adalah kecenderungan untuk melakukan sesuatu dari warga terhadap program KRPL, apakah warga mendukung, menerimaatau menolaknya. Apabila sikap yang ditunjukkan warga negatif, para penyuluhharus mempunyai cara yang berbeda untuk merubah sikap petani menjadi positifdan pada akhirnya menerima dan menerapkan inovasi tersebut untuk pekarangan mereka. Sikap warga dalam pelaksanaan pendampingan KRPL di Desa Sulau dapat dilihat pada tabel 6 berikut:
Tabel 6. Capaian persentase sikap wargaresponden pada respon petani.
No. Sikap Jml Responden
(orang)
Persentase
(%) Nilai Rangking
1.
Dengan adanya program KRPL a.Setuju (3)
Dengan adanya KBD a.Setuju (3)
Dengan adanya pemagaran pekarangan a.Setuju (3) 4. Dengan penyemaian dan penggunaan bibit di KBD
a.Setuju (3) 5. Dengan penerapan sistem PHT dalam KRPL
a.Setuju (3) 6. Dengan prinsip pengendalian hama secara hayati dalam
KRPL 7. Dengan cara pengendalian hama secara hayati dalam
KRPL 8. Dengan pengendalian hama secara fisik dan mekanik
dalam KRPL 9. Dengan pergiliran jenis tanaman dalam KRPL
10. Dengan penggunaan pupuk organik dan anorganik secara berimbang dalam KRPL
a.Setuju (3)
Pada Tabel 6 diatas diketahui sikap responden tergolong dalam kategori tinggi dimana secara keseluruhan mencapai 98,23%, keadaan ini menunjukkan bahwa warga responden memberikan tanggapan positif terhadap KRPL. Warga sangat setuju dengan adanya program pendampingan KRPL. Responden beranggapan bahwa program ini merupakan program yang menguntungkan warga, dimana program ini dilakukan bertahap sesuai dengan kemampuan petani.
Keterampilan
Keterampilan adalah bagaimana mereka menerapkan cara-cara yangdisampaikan oleh para pendamping atau penyuluh terkait dengan kegiatan pendampingan KRPL.Keterampilan warga menunjukkan seberapa besar warga mengikuti segala petunjukyang telah diberikan oleh para penyuluh atau pendamping. Untuk keterampilan inipara petani harus mempraktekkan apa yang telah didapatkan pada saat merekamengikuti pelatihan-pelatihan.
Lebih lanjut skor yang diperoleh untuk tingkat keterampilan warga yangdidapatkan di lapangan dapat dilihat pada Tabel 7 berikut ini:
Tabel 7.Capaian persentase keterampilan wargaresponden pada respon warga terhadap pengelolaan KRPL.
No. Keterampilan Jml Responden
(orang)
Persentase
(%) Nilai Rangking
1.
Menentukan jenis tanaman KRPL a.Sesuai anjuran (3)
b.Kurang sesuai (2)
Membuat media semai a.Sesuai anjuran (3) b.Kurang sesuai (2)
Membuat media tanam a.Sesuai anjuran (3) b.Kurang sesuai (2) 4. Terampil dalam pengelolaan KBD
a.Sesuai anjuran (3) b.Kurang sesuai (2) 5. Terampil dalam penerapan sistem PHT pada KRPL
a.Sesuai anjuran (3) b.Kurang sesuai (2) 6. Terampil dalam penggunaan pupuk organik dan anorganik
secara berimbang pada KRPL a.Sesuai anjuran (3) b.Kurang sesuai (2)
kegiatan sosialisasi, pelatihan-pelatihan dan pendampingan yang telah dilakukan oleh petugas sehingga mempermudah mereka. Berbeda halnya dengan PHT penggunaan pupuk, warga agak sedikit mengalami kesulitan dimana responden tidak terbiasa dengan hal tersebut di pekarangan tetapi mereka sebagian sudah biasa melakukan hal tersebut di ladang mereka.
Partisipasi
Partisipasi adalah peran serta atau keikutsertaan untuk mengambil bagiandalam suatu kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.Perencanaan berupa materi yang dilakukan untuk mempermudah kegiatanpenyuluhan, sedangkan pelaksanaannya berupa bagaimana mereka melaksanakankegiatan pertanian dan evaluasi disini merupakan bentuk penilaian akhir dariseluruh kegiatan yang telah dilakukan mulai dari perencanaan dan pelaksanaandari kegiatan tersebut.
Partisipasi disini mempunyai peran yang sangat penting karena partisipasitidak akan berhasil tanpa adanya partisipasi dari warga itu sendiri. Mereka akandianggap berpartisipasi apabila mereka mengikuti setiap kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan pendampingan KRPL dan selanjutnya menerapkan apa yang sudah mereka dapatkan dari kegiatan pendampingan tersebut baik melalui sosialisasi, apresiasi, pelatihan-pelatihan, pertemuan kelompok dll. Lebih lanjut skor dapat dilihat pada Tabel 8 berikut ini:
Tabel 8. Capaian persentase partisipasi wargaresponden pada respon petani.
No Partisipasi Jml Responden
(orang)
Persentase
(%) Nilai Rangking 1. Perencanaan
1. Merencanakan kegiatan
a. Berdasarkan kesepakatan bersama antara penyuluh dengan petani
b. Berdasarkan kesepakatan petani c. Berdasarkan kesepakatan penyuluh
26 2. Pembentukan kelompok wanita tani KRPL
a. Dibentuk bersama antara penyuluh dan petani b. Dibentuk wargasendiri
c. Ditentukan penyuluh
28 2. Pelaksanaan
1. Ikut serta dalam melaksanakan pengelolaan KBD a. Dilakukan oleh wargadengan pengawasan (3) b. Dilakukan oleh warga(2)
c. Dilakukan oleh pihak lain (1)
21 b. Kadang-kadang (2) c. Tidak pernah (1)
1. Mengikuti bimbingan a. Mengikuti sepenuhnya (3) b. Mengikuti sebagian saja (2) c. Tidak pernah (1) 2. Menyampaikan kendala-kendala
yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Dalam tiga tahap kegiatan tersebut terdapat bagian-bagian didalamnya, untuk tahap perencanaan meliputi merencanakan materi yang akan disuluhkan pada saat kegiatan penyuluhan, bagian kedua yaitu pembentukan kelompok wanita tani. Untuk tahap pelaksanaan meliputi melaksanakan penyemaian, penanaman, pemagaran dan mengikuti setiap bimbingan teknis dalam pendampingan KRPL. Tahap terakhir yaitu tahap evaluasi, dalam tahap evaluasi meliputi evaluasi dalam mengikuti kegiatan bimbingan dan menyampaikan kendala-kendala yang dihadapi selama melaksanakan kegiatan KRPL.
Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan maka diperoleh nilai rata-rata untuk respon warga terhadap kegiatan pemanfaatan pekarangan terpadu dengan inovasi KRPL di lokasi penelitian termasuk dalam kategori tinggi dengan nilai skor/rata-rata 101,14 atau sebesar 94,52%. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 9 berikut:
Tabel 9. Nilai/skor rata-rata unsur-unsur respon wargaterhadap kegiatan pendampingan KRPL di Desa Sulau Kecamatan Kedurang Ilir kabupaten Bengkulu Selatan.
No Tingkatan Respon Nilai/Skor Kategori
Maksimal Observasi Persentase
1. 2. 3. 4. 5. 6.
Persepsi Motivasi Pengetahuan Sikap
Ketrampilan Partisipasi
12 9 20 30 18 18
11,56 8,60 18,05 29,47 17,44 16,02
96,33 95,56 90,25 98,23 96,89 89,00
Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi
Total 107 101,14 94,52 Tinggi
Dari Tabel total keenam variabel respon diatas didapat bahwa persentase tertinggi adalah sikap warga terhadap kegiatan KRPL yaitu sebesar 98,23%, kemudian keterampilan warga yaitu sebesar 96,89%, selanjutnya pada persepsi warga sebesar 96,33%, kemudian motivasi warga sebesar 95,56%, untuk pengetahuan petani didapatkan presentase sebesar 90,25% dan untuk variabel terakhir yaitu partisipasi didapatkan presentase sebesar 89,00%.
V. KESIMPULAN
Dari hasil penelitian dan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan sebagaiberikut:
1. Faktor intern meliputi tingkatpendidikan dimana dari 30responden diperoleh 9 orang responden menempuhpendidikan SD, 8 orang setingkat SLTP, dan 13 orang responden menempuhpendidikan setingkat SLTA, dan faktor intern yang kedua yaitu umur responden dari
30 orang reponden yang berumur ≤ 31 tahun sebanyak 11 orang, 17 orang berumur30-40 dan 2
orang berumur ≥ 40 tahun.
DAFTAR PUSTAKA
Gibson, J. L ; Donnely, J. H; Ivancevich, john M dan Wahid, Jurban. 1988.Organisasi dan Manajemen : Perilaku Struktur Proses. Erlangga.Jakarta.
Hanafi, Abdillah. 1986. Memasyarakatkan Ide-ide Baru. Usaha Nasional.Surabaya. Kartasapoetra, A. G. 1992. Teknologi Penyuluhan Pertanian. PT Bumi Aksara.Jakarta
Kusnadi. 1985. Penyuluhan Pertanian Teori dan Terapannya. DepdikbudUniversitas Brawijaya. Malang. Lionberger, H. F. 1962. Adoption of News and Practices. The Lwce StateUniversity Press. A mes. Mangkunegara, Anwar Prabu. 1989. Perilaku Konsumen. PT. Enresco.Bandung.
Mardikanto , T dan Sutarni. 1987. Petunjuk Penyuluhan Pertanian. UsahaNasional,Surabaya.
Miles, Matthew dan A. Michael Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif.Universitas Indonesia Press. Jakarta. Mulyana, Deddy. 2004. Ilmu Komunikasi, Suatu Pengantar. PT RemajaRosdakarya. Bandung.
Nuryanti, Lina Dwi. 2003. Peranan Media Komunikasi Terhadap PerilakuWargadalam Berusahatani Melon
(Cucumis melo L) DiKabupaten Madiun. Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya,Malang. Siegel, Sidney. 1986. Statistika NonParametrik, untuk ilmu-ilmu Sosial. PTGramedia Jakarta. Singarimbun, M dan Sofian Effendi. 1989. Metode Penelitian Survai. LP3ES.Jakarta.
Soekartawi. 1988. Prinsip dasar Komunikasi Pertanian. UI, Jakarta.
Syamsi, Ibnu. 1986. Pokok-Pokok Kebijakkan, Perencanaan, PemrogramanDan Penganggaran Pembangunan
Tingkat Nasional DanRegional. CV. Rajawali. Jakarta.