Inventarisasi Bitumen Padat (Tarsand) Di Kabupaten Buton
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Endapan serpih bitumen dijumpai pada Formasi Kalipucang dengan ketebalan terukur maksimal 5m, sedangkan singkapan lain banyak yang tidak ditemui batas atas, batas bawah, sehingga
Formasi mengandung tiga lapisan pembawa endapan bitumen padat yang dinamakan Lapisan A (9- 23)m,Lapisan B (9-27)m dan Lapisan C (8-25)m, menempati struktur lipatan yang
Berdasarkan data dari singkapan dan hasil dari pemboran dangkal, lapisan batuan yang dianggap sebagai bitumen padat, adalah batulempung menyerpih (shale), abu-abu kehitaman,
Bitumen padat di daerah penyelidikan diperkirakan terdapat pada batuan sedimen klastik halus terdiri dari serpih abu-abu, batulempung abu – abu karbonatan, batulanau dan
Hasil analisa petrografi terhadap conto batuan dari daerah penyelidikan, umumnya batuan sedimen yang mengandung bitumen merupakan batuan sedimen klastik halus yang terdiri
Formasi mengandung tiga lapisan pembawa endapan bitumen padat yang dinamakan Lapisan A (9- 23)m,Lapisan B (9-27)m dan Lapisan C (8-25)m, menempati struktur lipatan yang
Endapan serpih bitumen dijumpai pada Formasi Kalipucang dengan ketebalan terukur maksimal 5m, sedangkan singkapan lain banyak yang tidak ditemui batas atas, batas bawah, sehingga
Bitumen padat di daerah penyelidikan diperkirakan terdapat pada batuan sedimen klastik halus terdiri dari serpih abu-abu, batulempung abu – abu karbonatan, batulanau dan