• Tidak ada hasil yang ditemukan

REVISI RENSTRA DBMSDA OKE PRINT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "REVISI RENSTRA DBMSDA OKE PRINT"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang i

Revisi Renstra SKPD

(Rencana Strategis)

2012 - 2017

DINAS BINA MARGA DAN SUMBER DAYA AIR

KABUPATEN BATANG

(2)

Kata Pengantar

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas rahmat dan

Karunianya, kami telah dapat menyelesaikan penyusuan Revisi RENSTRA (Rencana Strategik)

2012-2017 Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang. Revisi RENSTRA ini

merupkan bentuk komitemen nyata Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang

dalam mengimplementasikan Sistem Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah yang baik.

RENSTRA adalah wujud perencananaan yang baik tentang kegiatan-kegiatan yang akan

dilaksanakan selama 5 (lima) tahun ke depan. RENSTRA juga merupakan acuan untuk

pelaksanaan kegiatan-kegiatan di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang

selama 5 (lima) tahun ke depan.

Adapun tujuan penyusunan revisi RENSTRA ini adalah untuk menggambarkan

perencanaan program dan kegiatan beberapa tahun kedepan dalam pelaksanaan tugas pokok dan

fungsi Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang. Melalui penyusunan revisi

RENSTRA ini juga dapat memberikan gambaran target-target yang ingin dicapai oleh SKPD

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang beberapa tahun ke depan, yang mana

target-target tersebut dapat diukur melalui indikator kinerja yang telah ditetapkan.

Demikian revisi RENSTRA ini kami susun semoga dapat digunakan dengan baik sebagai

bahan acuan pelaksanaan program dan kegiatan serta meningkatkan kinerja beberapa tahun ke

depan.

Batang, 2015

Kepala Dinas Bina Marga

dan Sumber Daya Air Kab. Batang,

Ir. KETUT MARIADJI

Pembina Utama Muda

(3)

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang iii DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL ... iv

DAFTAR GAMBAR ... v

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A.Latar Belakang ... 1

B.Landasan Hukum ... 2

C.Maksud dan Tujuan ... 4

D.Sistematika Penulisan ... 4

BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD ... 6

A.Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi ... 6

B.Sumber Daya Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang ... 7

C.Kinerja Pelayanan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang ... 8

D.Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang ... 11

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI ... 14

A.Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang ... 14

B.Telaah Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih ... 15

C.Telaah Renstra Kementrian / Lembaga ... 17

D.Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis ... 19

E. Penentuan Isu-isu Strategis ... 19

BAB IV VISI, MISI, KEBIJAKAN DAN STRATEGI ... 20

A.Visi dan Misi Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang... 20

B.Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD... 20

C.Strategi dan Kebijakan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kab. Batang ... 21

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF ... 22

BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD ... 34

(4)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Capaian Indikator Kinerja Pembangunan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya

Air kabupaten Batang Tahun 2007 - 2011... 8

Tabel 2.2 Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air

Kabupaten Batang... 10

Tabel 4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan SKPD ... 21

Tabel 5.1 Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan

Indikatif Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang ... 24

(5)

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang v DAFTAR GAMBAR

(6)
(7)

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dengan diberlakukannya Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah

Daerah dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang perimbangan Keuangan Pusat

dan Daerah, memberikan kewenangan kepada daerah provinsi/kab./kota untuk mengurus dan

memajukan daerahnya sendiri. Hal ini diarahkan untuk mempercepat terwujudnya

kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, dan pemberdayaan peran serta

masyarakat.

Dalam pelayanan di bidang kebinamargaan dan sumber daya air (sesuai dengan

tupoksi SKPD) berdasarkan peraturan perundangan yang menjadi acuan bagi pelaksanaan

tugas pokok dan fungsi masing-masing SKPD dirinci berdasarkan UU, PP, Perda, Kepmen.

Agar berbagai program dan kegiatan yang akan dilaksanaan di masa mendatang dapat

berhasil dengan baik, maka harus disusun dalam suatu perencanaan yang matang.

Perencanaan yang disusun tentunya harus mempertimbangkan keadaan yang ada dan

memprediksikan keadaan yang akan datang dengan berbagai dukungan dan hambatan yang

akan timbul.

Revisi Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air

Kabupaten Batang tahun 2012 – 2017 adalah suatu proses yang berorientasi pada hasil yang

ingin dicapai dan dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten

Batang selama beberapa kurun waktu kedepan, dengan memperhitungkan potensi, peluang,

dan kendala yang ada atau yang mungkin timbul.

Dalam rangka pelaksanaan pembangunan daerah untuk mewujudkan otonomi daerah

yang nyata dan bertanggung jawab di Kabupaten Batang telah menetapkan kebijakan dalam

Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah. Pelaksanaan lebih lanjut

Pembangunan Daerah Kabupaten Batang dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah

Daerah (RKPD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Rencana Kerja

Pemerintah Daerah (RKPD) ini substansi penyusunannya adalah Rencana Strategis Satuan

Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) dari masing-masing Satuan Kerja Perangkat

Daerah. Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang sebagai unsur pelaksana

Pemerintah Daerah di bidang pekerjaan unum berkewajiban untuk menyusun Rencana

(8)

Gambar 1.1.

Hubungan Renstra SKPD dengan Dokumen Perencanaan Lainnya

Pedoman Dijabarkan Pedoman

Pedoman Diacu

Pedoman Pedoman

Rencana Strategis (Renstra) Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten

Batang merupakan dokumen perencanaan untuk periode 5 (lima) tahunan dan

penyusunannya berpedoman pada Rencana Pembangunan jangka Panjang (RPJP) Daerah

dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Kabupaten Batang.

Dokumen Rencana Strategis Dinas ini ditetapkan dengan Keputusan Kepala Dinas

Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang yang selanjutnya dipergunakan dalam

penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas untuk periode 1 (satu) tahunan.

Dokumen Renstra dan Renja ini dipergunakan sebagai dasar penyusunan RKA

(Rencana Kerja Anggaran) yang setelah mendapat pengesahan dari DPRD menjadi APBD

Kabupaten Pekalongan.

B. Landasan Hukum

Dasar Hukum penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Bina Marga dan

Sumber Daya Air Kabupaten Batang untuk tahun 2012 - 2017 adalah :

1. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor XI/MPR/1998 tentang

Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme

(KKN);

2. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih

dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia

Tahun 1999 Nomor 75, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);

3. Undang-undang No 17/2003 tentang Keuangan Negara;

4. Undang-undang No 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara;

5. Undang-undang No 10/2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan;

6. Undang-undang No 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

7. Undang-undang No 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah

untuk kedua kalinya dengan Undang-Undang No. 12/2008 tentang Perubahan Kedua

Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;

8. Undang-undang No. 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat

dan Pemerintahan Daerah;

9. Undang-undang No.17/2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional

Tahun 2005–2025;

RPJP DAERAH

RPJM DAERAH

RKP

DAERAH RAPBD APBD

RENSTRA SKPD

RENJA SKPD

RKA SKPD

(9)

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 3

10. Peraturan Pemerintah No. 55/2005 tentang Dana Perimbangan;

11. Peraturan Pemerintah No 56/2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah;

12. Peraturan Pemerintah No. 58/2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;

13. Peraturan Pemerintah No. 8/2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi

Pemerintah;

14. Peraturan Pemerintah No. 3/2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan

Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah

Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan

Pemerintah Daerah Kepada Masyarakat;

15. Peraturan Pemerintah No 38/2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara

Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;

16. Peraturan Pemerintah No 41/2007 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Perangkat

Daerah;

17. Peraturan Pemerintah No 6/2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan

Pemerintah Daerah;

18. Peraturan Pemerintah No 8/2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan Pengendalian

dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

19. Peraturan Presiden No. 05 tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Nasional Tahun 2010-2014;

20. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah No. 4 Tahun 2009 tentang Rencana

Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Tengah 2008-2013;

21. Permendagri No 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah

sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun

2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006

tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

22. Permendagri 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP 8 Tahun 2008 tentang Tahapan,

Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan

Daerah;

23. Peraturan Daerah Kabupaten Batang Nomor 3 Tahun 2008 tentang tentang Pembentukan

Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Batang (Lembaran Daerah

Kabupaten Batang Tahun 2008 No.3 Seri D No.2);

24. Peraturan Bupati Batang Nomor 29 Tahun 2008 tentang Tugas Pokok, Fungsi, Uraian

Tugas dan Tata Kerja Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang.

25. Perda Kabupaten Batang No. 2 Tahun 2012 Tentang RPJMD Kabupaten Batang Tahun

2012 – 2017.

26. Perda Kabupaten Batang No. 11 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Peraturan Daerah

Kabupaten Batang Nomor 2 Tahun 2012 Tentang RPJMD Kabupaten Batang Tahun

(10)

C. Maksud dan Tujuan

Revisi Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air

Kabupaten Batang tahun 2012 – 2017 ini dimaksudkan sebagai acuan dalam merencanakan

dan merumuskan rencana program dan kegiatan pembangunan di Bidang Kebinamargaan

yang akan dilaksanakan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang pada

periode 2012 - 2017. Selain itu revisi Renstra Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air

Kabupaten Batang Tahun 2012 - 2017 dimaksudkan untuk memberikan landasan kebijakan

operasional bagi seluruh aparat Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang,

baik di jajaran struktural maupun fungsional dalam melaksanakan tugas sehari-hari, baik

program dan kegiatan sesuai dengan peran, tugas pokok dan sasaran pembangunan

kebinamargaan serta tujuan dan sasaran pembangunan daerah serta melakukan penyesuaian

terhadap target baik anggaran dan indikator pembangunan daerah.

Tujuan penyusunan revis Renstra Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air

Kabupaten Batang adalah untuk mewujudkan kondisi yang diinginkan yaitu turut

mendorong tercapainya sasaran pembangunan infrastruktur yang ditetapkan dalam jangka

waktu 5 tahun ke depan sehingga dapat dicapai hasil yang optimal secara selaras, serasi dan

seimbang, melalui keterpaduan pelaksanaan, dengan demikian semua potensi yang ada dapat

didayagunakan dengan sebaik-baiknya serta memberikan penyesuaian arah dan acuan bagi

seluruh aparat Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang dalam

mewujudkan cita-cita dan tujuan pembangunansesuai dengan visi, misi dan arah

pembangunan daerah.

D. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Bina Marga dan Sumber

Daya Air Kabupaten Batang tahun 2012 - 2017 terdiri dari :

BAB I PENDAHULUAN

Terdiri dari latar belakang, landasan hukum, maksud dan tujuan serta

sistematika penulisan.

BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD

Menguraikan tentang peran (tugas dan fungsi), sumber daya yang dimiliki

dan kinerja pelayanan serta tantangan dan peluang pengembangan pelayanan

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang.

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

Menyajikan identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi

pelayanan SKPD; telaah Visi, Misi, dan program kepala daerah dan wakil kepala

daerah terpilih; dan perumusan isu strategis di bidang kebinamargaan.

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN,

Menguraikan tentang visi dan misi SKPD; tujuan dan sasaran jangka

(11)

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 5

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA,

KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF

Berisi Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran,

dan Pendanaan Indikatif di lingkup Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air

Kabupaten Batang yang akan dilaksanakan 5 tahun ke depan.

BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN

SASARAN RPJMD

Berisi indikator kinerja yang secara langsung menunjukkan kinerja yang

ingin dicapai dalam kurun waktu 5 tahun ke depan yang akan menjadi dasar

penilaian keberhasilan pelaksanaan kinerja dinas.

BAB VII PENUTUP

merupakan penutup dari dokumen rencana strategis dan harapan kepada

semua pihak yang berkepentingan agar menjadikan renstra ini sebagai penunjuk

arah dan pedoman untuk melaksanakan pembangunan bidang kebinamargaan

untuk periode 2012-2017.

(12)

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN SKPD

A. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi

1. Tugas dan Fungsi Unit Kerja

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Batang nomor 3 tahun 2008 tentang

Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Batang

(Lembaran Daerah Kabupaten Batang Tahun 2008 no. 3 Seri D no. 2) dan Peraturan

Bupati Batang No. 29 Tahun 2008 Tentang Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas dan Tata

Kerja Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang. maka Dinas Bina

Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang mempunyai tugas pokok sebagai berikut:

a. Tugas

Melaksanakan urusan pemerintah daerah dan tugas pembantu di bidang bina

marga dan sumber daya air.

b. Fungsi SKPD adalah perumusan kebijakan teknis di bidang bina marga, sumber daya

air dan energi sumber daya mineral :

1) Penyusunan rencana teknis di bidang bina marga dan sumber daya air;

2) Penyusunan pediman dan petunjuk teknis bidang bina marga dan sumber daya air;

3) Pemantauan, pengendalian dan evaluasi bina marga dan sumber daya air;

4) Pembinaan dan pemberian bimbingan di bidang bina marga dan sumber daya air;

5) Penyelenggaraan pembangunan dan pemeliharaan bidang bin..a marga dan sumber

daya air;

6) Pelayanan umum, perizinan dan pengaturan di bidang bina marga, sumber daya air

dan energi sumber daya mineral;

7) Pelaksanaan koordinasi dan hubungan kerja dengan instansi terkait di bidang bina

marga, sumber daya air dan energi sumber daya mineral;

8) Pelaksanaan pengawasan, monitoring dan laporan di lingkungan dinas;

9) Pembinaan terhadap UPTD di lingkungan dinas;

10)Penyelenggaraan ketatausahaan yang meliputi segala kegiatan di bidang umum,

perlengkapan, kepegawaian, keuangan dan bina program;

11)Pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh bupati sesuai tugas dan

fungsinya.

2. Susunan Organisasi

Susunan Organisasi Bina Marga dan Sumber Daya Air kabupaten Batang sebagai

berikut:

a. Kepala Dinas;

b. Sekretariat, terdiri dari :

1) Sub bagian Program;

(13)

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 7

3) Sub bagian Umum dan Kepegawaian.

c. Bidang Prasarana Jalan Kabupaten, membawakan :

1) Seksi Perencanaan Prasarana Jalan Kabupaten;

2) Seksi Pembangunan Prasarana Jalan Kabupaten;

3) Seksi Pemeliharaan Prasarana Jalan Kabupaten.

d. Bidang Prasarana Jalan Desa, membawakan :

1) Seksi Perencanaan Prasarana Jalan Desa;

2) Seksi Pembangunan Prasarana Jalan Desa;

3) Seksi Pemeliharaan Prasarana Jalan Desa.

e. Bidang Pengairan, membawakan:

1) Seksi Perencanaan Pengairan;

2) Seksi Pembangunan Pengairan;

3) Seksi Operasional dan Pemeliharaan Pengairan.

f. Bidang Sungai dan Air Baku, membawakan :

1) Seksi Energi dan Sumber Daya Mineral;

2) Seksi Pembangunan Sungai dan Air Baku;

3) Seksi Operasional dan Pemeliharaan Sungai dan Air Baku.

g. Unit Pelaksana Teknis Dinas/Balai Latihan Kerja.

h. Kelompok Jabatan Fungsional.

B. Sumber Daya Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang

1. Kondisi Sumber Daya Manusia (SDM)

a. Personalia

1) Jumlah Pegawai berdasarkan golongan

a) Golongan IV : 3 orang

b) Golongan III : 32 orang

c) Golongan II : 80 orang

d) Golongan I : 45 orang

e) PTT (Non PNS) : 80 orang

f) THL (Non PNS) : 132 orang

2) Pendidikan menurut tingkat pendidikan (PNS)

a) Pasca Sarjana ( S2 ) : 2 orang

b) Sarjana ( S1 ) : 24 orang

c) Diploma 4 : 0 orang

d) Diploma 3 : 4 orang

e) SLTA : 78 orang

f) SLTP : 28 orang

(14)

2. Kondisi Sarana Prasarana

a. Tanah : 215

b. Peralatan dan mesin : 1534

1. Alat-alat besar : 47

2. Alat-alat angkut : 116

3. Alat-alat bengkel dan alat ukur : 17

4. Alat-alat kantor dan rumah tangga : 1292

5. Alat-alat Studio dan Komunikasi : 58

6. Alat-alat Laboratorium : 1

c. Gedung dan Bangunan : 55

1. Bangunan Gedung : 55

d. Jalan, irigasi dan jaringan : 894

1. Jalan dan Jembatan : 578

2. Bangunan Air : 267

3. Instalasi : 47

4. Jaringan

e. Aset tetap lainnya

1. Buku perpustakaan : 12

C. Kinerja Pelayanan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang

Tingkat capaian Indikator kinerja Pembangunan Dinas Bina Marga dan sumber Daya

Air Kabupaten Batang bedasarkan sasaran/target Renstra Dinas Bina Marga dan Sumber

Daya Air Priode Tahun 2007 s.d 2011 adalah sebagai berikut:

Tabel 2.1.

Capaian Indikator Kinerja Pembangunan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang Tahun 2007 – 2011

No. INDIKATOR

KINERJA URUSAN

2007 2008 2009 2010 2011

Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi

1

Luas Irigasi Kabupaten Kondisi Baik

26 % 26 % 48 % 48 % 65 % 65 % 71 % 59.27 % 77 % 59.27 %

a

Luas Irigasi Kabupaten Dalam Kondisi Baik (Ha)

5.800 5.749 10.750 10.700 14.650 14.615 15.915 13.328 17.215 13.328

b Luas Seluruh Irigasi

Kabupaten (Ha) 22.485 22.485 22.485 22.485 22.485 22.485 22.485 22.488 22.485 22.488

2 Panjang Jalan Kota

Kondisi Baik 56 % 55 % 59 % 58 % 61 % 60 % 62 % 64 % 64 % 47 %

a Panjang Jalan Kota dlm

kondisi baik (Km) 252 247 264 259 274 269 279 288 289 212

b

Panjang seluruh jalan kota di kabupaten batang (km)

(15)
(16)

Tabel 2.2

Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang

NO

Indikator Kinerja sesuai

Tugas dan Fungsi SKPD

Targe

Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke-

Luas Irigasi Kabupaten Kondisi Baik

66,71% 71,60% 78,27% 80,05% 83,16% 42,78% 59,26% 39,66%

Luas Irigasi Kabupaten Dalam Kondisi Baik

15.002 16.101 17.601 18.002 18.701 9.622 13.328 8.985 Luas Seluruh

irigasi Kabupaten 22.488 22.488 22.488 22.488 22.488 22.488 22.488 22.653 2.

Panjang Jalan Desa Dalam Kondisi Baik

30% 40% 50% 60% 70% 45% 50% 66,55%

Panjang Jalan Desa Dalam Kondisi Baik

158,37 211,19 263,99 316,79 369,59 240,208 263,899 351,37 Jumlah Panjang

seluruh Jalan Desa

527,99 527,99 527,99 527,99 527,99 527,99 527,99 527,99

3.

Proporsi panjang jaringan jalan dalam kondisi baik

75% 80% 85% 90% 95% 48% 49% 40%

Panjang jalan

Kondisi Baik 434,65 463,62 492,60 521,58 550,55 280,55 285 230,97 Panjang Jalan

Seluruhnya 579,53 579,53 579,53 579,53 579,53 579,53 579,53 579,53 4. Rasio Jaringan

Irigasi

Panjang saluran irigasi Luas lahan budidaya pertanian 5. Panjang Jalan

dilalui roda 4

Jumlah Panjang

Jalan 579,53 579,53 579,53 579,53 579,53 579,53 579,53 579,53 579,53 579,53 Jumlah Penduduk

6.

Jalan penghubung dari ibukota Kecamatan ke Kawasan Pemukiman penduduk ( Minimal Dilalui roda 4)

Jumlah kawasan pemukiman penduduk yang belum memiliki kendaraan roda 4 Jumlah seluruh kawasan pemukiman penduduk

7.

Panjang Jalan Kabupaten Dalam Kondisi Baik (>40 KM/Jam)

65% 68% 70% 75% 80% 36% 36,5% 30%

Panjang Jalan Kab. Dalam Kondisi Baik

290 305 315 338 360 163,545 164 133 Panjang Seluruh

Jalan Kab. Didaerah tsb

(17)

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 11

NO

Indikator Kinerja sesuai

Tugas dan Fungsi SKPD

Targe SPM

Target IKK

Target Indikato Lainnya

Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke-

2012 2013 2014 2015 2016 2012 2013 2014 2015 2016 2012 2013 2014 2015 2016 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20)

8.

Panjang Jalan Yang memiliki trotoar dan draenase/saluran pembuangan air (minimal 1,5 m)

Panjang jalan yang memiliki trotoar dan drainase (km) Panjang seluruh jalan kabupaten (km)

450 450 450 450 450

9.

Sempadan jalan yang dipakai pedagang kaki lima atau bangunan rumah liar

Panjang sempadan jalan yang dipakai pedagang kaki lima atau bangunan rumah liar (km) Panjang Seluruh jalan sempadan kabupaten (km) 10

Sempadan sungai yang dipakai bangunan liar

31,28% 31,28% 31,28% 31,28% 31,28%

Panjang Sempadan sungai yang dipakai bangunan liar (m2)

51.161 51.161 51.161 51.161 51.161

Panjang Seluruh Sempadan Sungai Kabupaten (m2)

163.557 163.557 163.557 163.557 163.557

11

Pembangunan Turap diwilayah jalan

penghubung dan aliran sungai rawan longsor lingkup kewenagan kota

Jumlah lokasi pembangunan turap diwilayah jalan penghubung dan aliran sungai rawan longsor Jumlah seluruh wlayah rawan longsor

D. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Dinas Bina Marga dan Sumber

Daya Air Kabupaten Batang

Ketersediaan infrastruktur yang berkualitas merupakan salah satu faktor penentu daya

tarik suatu kawasan/wilayah, di samping faktor kualitas lingkungan hidup, image, dan

masyarakat (budaya). Sementara itu, kinerja infrastruktur merupakan faktor kunci dalam

menentukan daya saing global, selain kinerja ekonomi makro, efisiensi pemerintah, dan

(18)

Tantangan umum lainnya yang dihadapi dalam pembangunan infrastruktur, khusunya

bidang PU di Kabupaten Batang adalah kendala alamiah berupa struktur wilayah geografis;

disparitas dan distribusi penduduk di daerah pantai dan di daerah dataran tinggi; menurunnya

kinerja infrastruktur yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah;

Dengan demikian, tantangan pembangunan infrastruktur ke depan adalah bagaimana

untuk terus meningkatkan ketersediaan infrastruktur yang berkualitas dengan kinerja yang

semakin dapat diandalkan agar daya tarik dan daya saing Kabupaten Batang dalam konteks

Nasional dapat terus meningkat. Demikian pula dengan infrastruktur yang berperan dalam

mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah diharapkan akan dapat terus

mendorong percepatan peningkatan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan, sekaligus

mewujudkan kesejahteraan sosial dan kenyamanan lingkungan.

Menghadapi tantangan di atas, maka diperlukan pendekatan pembangunan yang

bersifat kewilayahan dan direncanakan dengan matang sesuai dengan tingkat kebutuhan dan

perkembangan ekonomi dan sosial serta ketersedian infrastruktur suatu wilayah agar

infrastruktur pekerjaan umum dapat mendukung pengembangan ekonomi dan wilayah secara

efisien dan efektif.

Bagi Kabupaten Batang, infrastruktur merupakan salah satu motor pendorong

pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan daya saing daerah, disamping sektor lain

seperti jasa keuangan dan pariwisata. Melalui kebijakan dan komitmen pembangunan

infrastruktur yang tepat, maka hal tersebut diyakini dapat membantu mengurangi masalah

kemiskinan, mengatasi persoalan kesenjangan antar-kawasan maupun antar-wilayah,

memperkuat ketahanan pangan, dan menambah lapangan pekerjaan yang secara keseluruhan

bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan infrastruktur pekerjaan

umum mempunyai manfaat langsung untuk peningkatan taraf hidup masyarakat dan kualitas

lingkungan, karena semenjak tahap konstruksi telah dapat menciptakan lapangan kerja bagi

masyarakat sekaligus menggerakkan sektor riil. Sementara pada masa layanan, berbagai

multiplier ekonomi dapat dibangkitkan melalui kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan

infrastruktur. Infrastruktur pekerjaan umum yang telah terbangun tersebut pada akhirnya juga

akan dapat memperbaiki kualitas permukiman.

Disamping itu, infrastruktur PU juga berperan sebagai pendukung kelancaran

kegiatan sektor pembangunan lainnya antara lain sektor pertanian, industri, kelautan dan

perikanan. Pembangunan infrastruktur PU karenanya berperan sebagai stimulan dalam

mendukung perkembangan ekonomi wilayah yang signifikan. Oleh karenanya, upaya

pembangunan infrastruktur perlu direncanakan dengan matang sesuai dengan tingkat

kebutuhan dan perkembangan suatu wilayah, yang pada gilirannya akan menjadi modal

penting dalam mewujudkan berbagai tujuan dan sasaran pembangunan daerah, termasuk

kaitannya dengan pencapaian sasaran-sasaran Millennium Development Goals (MDGs)

(19)

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 13

Dengan demikian, pembangunan infrastruktur pekerjaan umum pada dasarnya

dimaksudkan untuk mencapai 2 (dua) strategic goals, yaitu: a) meningkatkan pertumbuhan

ekonomi; b) meningkatkan kesejahteraan masyarakat;

Perwujudan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum tersebut terlihat melalui: (i)

Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang berperan untuk mendukung distribusi

lalu-lintas barang dan manusia maupun pembentuk struktur ruang wilayah; (ii) Infrastuktur

sumber daya air yang berperan dalam penyimpanan dan pendistribusian air untuk keperluan

domestik (rumah tangga), industri, dan pertanian guna mendukung ketahanan pangan, dan

pelaksanaan konservasi sumber daya air. Seluruh penyediaan infrastruktur tersebut

diselenggarakan berbasiskan penataan ruang.

Oleh karenanya, pembangunan infrastruktur bukan hanya harus benar-benar

dirancang dan diimplementasikan secara sistematis, tetapi juga harus berkualitas supaya

mampu menciptakan dan membuka peluang untuk mendapatkan keuntungan ekonomi

(economic gains), menghadirkan keuntungan sosial (social benefits), meningkatkan layanan

publik (public services), serta meningkatan partisipasi politik (political participation) di

segenap lapisan masyarakat. Pembangunan infrastruktur pekerjaan umum juga harus selaras

dan bersinergi dengan sektor-sektor lainnya sehingga mampu mendukung pengembangan

wilayah dan permukiman dalam rangka perwujudan dan pemantapan Kabupaten Batang

(20)

BAB III

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

A. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Dinas Bina

Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang

Permasalahan-permasalahan yang ada dapat didentifikasikan sebagai berikut:

1. Bidang Prasarana Jalan Kabupaten:

a. Permasalahan :

1. Belum seluruh ruas jalan kabupaten tersedia drainase.

2. Kondisi geometri jalan kabupaten, terutama yang berada di daerah selatan banyak

yang ekstrim (belokan tajam, tikungan, naik turun).

3. Minimnya tenaga perawat jalan/mantri jalan yang berada di UPTD DBMSDA

Kabupaten Batang.

4. Kurangnya kesadaran masyarakat pengguna jalan terhadap kemampuan jalan dalam

menerima beban muatan.

5. Kurang seimbangnya perbandingan antara dana pemeliharaan dengan panjang jalan

yang rusak/terbatasnya dana pemeliharaan jalan.

b. Solusi :

1. Melengkapi/membangun drainase pada tepi kanan dan kiri jalan kabupaten sehingga

air tidak menggenang di jalan.

2. Memperbaiki/membuat geometri jalan yang kondisinya ekstrim sehingga pengguna

jalan menjadi aman dan nyaman.

3. Menambah tenaga perawat jalan/mantri jalan dengan pengangkatan khusus/sistem

kontrak.

4. Menumbuhkan kesadaran masyarakat pengguna jalan dengan sosialisasi dan sanksi

yang tegas.

5. Menambah anggaran untuk pemeliharaan jalan, agar kerusakan segera tertangani

dan tidak bertambah parah.

2. Bidang Sumber Daya Air :

a. Permasalahan :

1. Kondisi jaringan irigasi kabupaten rata-rata dalam keadaan rusak berat sehingga

berdampak tidak optimalnya dalam mengairi luas persawahan yang ada.

2. Terbatasnya dana pemeliharaan jaringan irigasi.

3. Minimnya tenaga oprasional dan pemeliharaan lapangan yang berada di UPTD

DBMSDA Kabupaten Batang

4. Banyaknya aset tanah pengairan yang dpergunakan oleh masyarakat secara ilegal.

b. Solusi :

1. Merehabilitasi secara menyeluruh jaringan irigasi yang rusak parah sehingga

(21)

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 15

2. Untuk perbaikan jaringan irigasi, idealnya setiap tahun tersedia dana pemeliharaan

yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan dilapangan.

3. Menambah tenaga oprasional dan pemeliharaan lapangan.

4. Dilakukan sertivikasi aset tanah-tanah irigasi

3. Bidang Prasarana Jalan Desa :

a. Permasalahan :

1. Belum seluruh ruas jalan desa tersedia drainase.

2. Kondisi geometri jalan desa, terutama yang berada di daerah selatan banyak yang

ekstrim (belokan tajam, tikungan, naik turun).

3. Minimnya tenaga teknis dan tenaga perawat jalan

4. Kurangnya kesadaran masyarakat pengguna jalan terhadap kemampuan jalan dalam

menerima beban muatan.

5. Kurang seimbangnya perbandingan antara dana pemeliharaan dan panjang jalan

yang rusak/terbatasnya dana pemeliharaan jalan.

6. Untuk bantuan aspal dari desa yang mendapat bantuan aspal belum semuanya

melaporkan realisasi pekerjaan

b. Solusi :

1. Melengkapi/membangun drainase pada tepi kanan dan kiri jalan desa sehingga air

tidak menggenang di jalan.

2. Memperbaiki/membuat geometri jalan yang kondisinya ekstrim sehingga pengguna

jalan menjadi aman dan nyaman.

3. Bekerja sama dengan pihak desa untuk perawatan jalan dan jembatan perdesaan.

4. Menumbuhkan kesadaran masyarakat pengguna jalan dengan sosialisasi dan sangsi

yang tegas.

5. Menambah anggaran untuk pemeliharaan jalan, agar kerusakan segera tertanggani

dan tidak bertambah parah

B. Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih

Visi, berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem

Perencanaan Pembangunan Nasional, dalam Pasal 1, angka 12, adalah rumusan umum

mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir perencanaan. Berdasarkan PP No. 8 Tahun

2008, Visi dan Misi dalam RPJMD merupakan visi dan misi Kepala Daerah terpilih. Visi dan

Misi Kepala Daerah menjadi dokumen negara dan pada dasarnya merupakan idealisme dan

pemikiran calon kepala daerah terhadap kondisi dan permasalahan masyarakat Kabupaten

Batang.

(22)

Visi Bupati dan Wakil Bupati Batang periode Tahun 2012-2017 dalam rangka

mengimplementasi keinginan tersebut, yaitu: Terwujudnya pemerintahan yang bersih,

efektif, efisien dan profesional, untuk penguatan ekonomi daerah, dan pencapaian

kesejahteraan masyarakat Batang”.

Perwujudan visi tersebut mengandung filosofis bahwa Batang sebagai suatu daerah

otonom dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, harus mampu

mengoptimalkan segala potensi untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran

rakyatnya melalui pemerintahan yang bersih, efektif, efisien dan bertumpu pada kekuatan

perekonomian daerah.

Misi menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004, adalah rumusan umum

mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan Visi. Dengan kata lain,

Misi adalah rumusan mengenai apa-apa yang diyakini dapat dilakukan.

Rumusan misi dalam rancangan dokumen RPJM daerah ini sebagai penjabaran atas

visi “Terwujudnya pemerintahan yang efektif, bersih, profesional, untuk penguatan ekonomi

daerah, dan pencapaian kesejahteraan masyarakat Batang” adalah :

1. Mengembangkan penataan dan pembinaan birokrasi di semua tingkatan demi terciptanya

pemerintahan yang baik, bersih dan berpelayanan publik yang prima.

2. Menciptakan iklim investasi yang baik dan mendukung usaha pengembangan ekonomi

yang berorientasi pada peningakatan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat dan

peningkatan pendapatan daerah.

3. Meningkatkan pembangunan infrastruktur untuk menunjang peningkatan ekonomi daerah

dan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat.

4. Meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat supaya dapat berpartisipasi aktif dalam

pembangunan

Terkait penjabaran Visi, Misi Kepala daerah dan Wakil Kepala daerah terpilih

tersebut di atas, didapatkan tujuan dari misi-misi tersebut. Tujuan merupakan sesuatu yang

akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 sampai 5 tahun ke depan mengacu visi

dan misi serta didasarkan isu dan analisis strategis. Tujuan akan mengarahkan perumusan

sasaran, kebijakan, program dan kegiatan dalam rangka merealisasikan misi. Sasaran

merupakan hasil yang ingin dicapai secara nyata dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur,

dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan.

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air kabupaten Batang yang merupakan SKPD

teknis di bidang Pekerjaan Umum termasuk SKPD yang ditugaskan untuk melaksanakan

Tujuan dari Misi 3 yaitu :

Meningkatkan pembangunan infrastruktur untuk menunjang peningkatan ekonomi

(23)

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 17

1. Meningkatkan pembangunan, peningkatan dan perbaikan jalan/jembatan kabupaten

2. Meningkatkan pembangunan, peningkatan dan perbaikan jalan/jembatan desa;

3. Meningkatkan pembangunan, operasi dan pemeliharaan serta rehabilitasi jaringan irigasi;

C. Telaahan Renstra K/L

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 23/PRT/M/2010 Tentang

Perubahan Peraturan Menteri Nomor : 02/PRT/M/2010 Tentang Rencana Strategis

Kementerian PU 2010-2014. Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pekerjaan Umum

2010–2014 disusun sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem

Perencanaan Pembangunan Nasonal, yang mengamanatkan bahwa setiap Kementerian/

Lembaga diwajibkan menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) yang

selanjutnya disebut Rencana Strategis Kementerian/Lembaga (Renstra K/L), yang

merupakan dokumen perencanaan kementerian/lembaga untuk periode 5 (lima) tahun.

Renstra memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan

sesuai dengan tugas dan fungsi kementerian/lembaga yang disusun dengan berpedoman pada

RPJM Nasional dan bersifat indikatif.

Dalam Renstra Kementrian Pekerjaan Umum tersebut dijelaskan bahwa Kementrian

Pekerjaan Umum mempunyai 2 sasaran yaitu Sasaran Kementrian PU dan Sasaran Strategis.

Sasaran Kementerian PU dalam periode 2010-2014 secara keseluruhan akan meliputi

sasaran-sasaran sebagai berikut:

1. Meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam setiap penyusunan Rencana Tata Ruang

(RTR) serta penerbitan Peraturan Presiden tentang RTR Pulau/Kepulauan dan peraturan

pendukungnya berupa Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria NSPK bidang penataan

ruang sesuai amanat RTRWN.

2. Meningkatnya ketersediaan air baku yang memadai (kuantitas, kualitas, dan kontinuitas)

guna pemenuhan berbagai kebutuhan baik untuk pemenuhan kebutuhan air baku untuk air

minum guna mendukung target MDGs 2015, maupun kebutuhan pertanian dalam rangka

mempertahankan swasembada pangan serta kebutuhan sektor-sektor untuk meningkatkan

produktivitas sektor produksi melalui pembangun/peningkatan/rehabilitasi serta operasi

dan pemeliharaan bendungan, waduk/embung/bangunan penampung air lainnya serta

prasarana penyediaan air baku, jaringan irigasi dan jaringan rawa.

3. Meningkatnya kualitas pengendalian banjir secara terpadu dari hulu ke hilir dalam satu

wilayah dan perlindungan kawasan di sepanjang garis pantai dari bahaya abrasi.

4. Meningkatnya efisiensi sistem jaringan jalan di dalam sistem transportasi yang

mendukung perekonomian nasional dan sosial masyarakat serta pengembangan wilayah

melalui preservasi dan peningkatan kapasitas jalan lintas wilayah serta pembangunan

Jalan Tol Trans Jawa.

5. Meningkatnya taraf hidup masyarakat dan kualitas lingkungan permukiman melalui

(24)

tingkat pelayanan penduduk perkotaan dan penduduk perdesaan, serta meningkatnya

pelayanan sanitasi sistem terpusat dan sistem berbasis masyarakat bagi penduduk

perkotaan, meningkatnya sistem pengelolaan drainase untuk mendukung pengurangan

luas genangan di perkotaan serta meningkatnya sistem pengelolaan persampahan untuk

mendukung peningkatan tingkat pelayanan penduduk, dan meningkatnya kualitas Tempat

Pembuangan Akhir (TPA) sampah, serta penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di

perkotaan.

6. Meningkatnya kemampuan pemerintah daerah dan stakeholders jasa konstruksi serta

masyarakat untuk mendukung tercapainya penguasaan pangsa pasar domestik oleh pelaku

konstruksi nasional serta pengurangan jumlah dan dampak ekonomi, sosial dan

lingkungan akibat kegagalan konstruksi/bangunan melalui peningkatan sistem pembinaan

teknis dan usaha jasa konstruksi.

Adapun sasaran strategis berdasarkan 5 (lima) tujuan Kementerian PU, diaman salah

satu tujuannya yaitu: Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum

dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan

ekonomi nasional, ketahanan pangan, ketahanan air dan ketahanan energi. Sasaran dari

tujuan tersebut meliputi:

1. Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

Dengan outcome-nya: Meningkatnya kinerja pengelolaan sumber daya air.

2. Berkurangnya luas kawasan yang terkena dampak banjir.

Dengan outcome-nya: Meningkatnya kinerja pengelolaan sumber daya air.

3. Meningkatnya layanan jaringan irigasi dan rawa

Dengan outcome-nya: Meningkatnya kinerja pengelolaan sumber daya air.

4. Meningkatnya kapasitas jalan nasional sepanjang 19.370 km.

Dengan outcome-nya:

a. Meningkatnya panjang peningkatan struktur/pelebaran jalan.

b. Meningkatnya panjang jalan baru yang dibangun.

5. Meningkatnya kualitas layanan jalan nasional dan pengelolaan jalan daerah,

Dengan outcome-nya:

a. Meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah untuk menuju 60 % kondisi

mantap.

b. Meningkatnya kondisi mantap jaringan jalan nasional.

(25)

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 19

D. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Secara geografis, wilayah Kabupaten Batang meliputi wilayah dataran rendah dan

wilayah dataran tinggi. Hal itu berpengaruh pada pembangunan infrastruktur di bidang

pekerjaan umum dimana daerah dataran tinggi yang sebagian besar wilayahnya

berbukit-bukit dan bertebing serta beberapa ruas rawan longsor membuat pembangunan jalan,

jembatan dan jaringan irigasi di daerah tersebut harus benar-benar memperhatikan faktor

alam sehingga kontruksi jalan, jembatan serta jaringan irigasi yang dibangun bisa tahan

lama.

Sedangkan di wilayah dataran rendah, pembangunan infrastruktur harus

memperhatikan kondisi wilayah yang kadang tergenang air yang disebabkan drainase yang

mampet ataupun luapan air dari sungai.

E. Penentuan Isu-isu Strategis

Dengan melihat kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang ada di sektor

Kebinamargaan Kabupaten Batang, maka isu strategis yang muncul sebagai berikut :

1. Tersedianya sarana dan prasarana akses penunjang jalan dan jembatan kabupaten;

2. Tersedianya sarana dan prasarana akses penjunjang jalan dan jembatan perdesaan unuk

peningkatan perekonomian;

(26)

BAB IV

VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJKAN DATA DUKUNG

A. Visi dan Misi Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang

Untuk mewujudkan Renstra tentu perlu ditunjang dengan Visi dan Misi yang rasional.

Untuk itu dapat diperhatikan Visi dan Misi Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten

Batang, yaitu :

1. Visi

Visi merupakan suatu keadaan atau harapan yang harus diwujudkan pada masa yang

akan datang. Seperti diketahui bersama bahwa Visi Pemerintah Kabupaten Batang Tahun 2012

s.d. 2017, yaitu : “Terwujudnya Pemerintahan yang Bersih, Efektif, Efisien, dan Profesional,

untuk Penguatan Ekonomi Daerah, dan Pencapaian Kesejahteraan Masyarakat Batang.”

Dengan mengacu pada Visi Kabupaten Batang, maka Dinas Bina Marga dan

Sumber Daya Air Kabupaten Batang memiliki Visi sebagai berikut:

“Terwujudnya sarana dan prasarana bidang bina marga dan sumber daya

air yang handal dalam menunjang pembangunan”

Visi tersebut mengandung makna sebagai berikut : Bahwa Kabupaten Batang

memiliki sumber daya alam yang cukup potensial di bidang bina marga dan sumber daya

air. Potensi ini akan dikelola dengan menggunakan sumber daya manusia sehingga dapat

berhasil guna dan berdaya guna. Semua itu dilakukan dengan tetap memperhatikan

kelestarian sumber daya dan lingkungan hidup untuk mewujudkan pembangunan yang

berkelanjutan dan berwawasan lingkungan (sustain ability development) dalam rangka memperlancar arus ekonomi, hal ini akan mendorong berkembangnya usaha pertanian di

daerah pegunungan atau daerah terpencil, sehingga dapat mengoptimalkan peran

masyarakat sebagai pelaku ekonomi aktif dalam memberikan keuntungan demi

kesejahteraan“.

2. Misi

Sedangkan misi Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air adalah sebagai berikut:

a. Mewujudkan sarana dan prasarana bidang bina marga dan sumber daya air berikut

pemeliharaannya secara optimal ;

b. Meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat di bidang kebinamargaan dan sumber

daya air.

B. Tujuan Dan Sasaran Jangka Menengah SKPD

1. Tujuan

Guna mewujudkan Misi tersebut, terdapat Tujuan yang akan dicapai oleh Dinas

Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang yaitu :

a. Meningkatkan sarana dan prasarana jalan kabupaten;

b. Meningkatkan sarana dan prasarana jalan desa

(27)

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 21

2. Sasaran

Adapun sasaran yang hendak dicapai atau dihasilkan dalam kurun waktu 5 (lima)

tahun adalah sebagai berikut :

a. Terlaksananya pembangunan, peningkatan dan perbaikan jalan/jembatan kabupaten.

Dengan indikator panjang jalan kabupaten dalam kondisi baik.

b. Terlaksananya pembangunan, peningkatan dan perbaikan jalan/jembatan desa.

Dengan indikator panjang jalan desa dalam kondisi baik.

c. Terlaksananya pembangunan, operasi dan pemeliharaan serta rehabilitasi jaringan

irigasi.

Dengan indikator luas daerah irigasi dalam kondisi baik

Tabel 4.1

Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan SKPD

No. Tujuan Sasaran Indikator

Sasaran

Target Kinerja Sasaran Pada Tahun Ke-

1 2 3 4 5

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

1

Meningkatkan sarana dan prasarana jalan kabupaten

Terlaksananya pembangunan, peningkatan dan perbaikan jalan/jembatan kabupaten

Panjang jalan kabupaten dalam kondisi baik

65% 68% 70% 75% 80%

2

Meningkatkan sarana dan prasarana jalan desa

Terlaksananya pembangunan, peningkatan dan perbaikan

jalan/jembatan desa

Panjang jalan desa dalam kondisi baik

30% 40% 50% 60% 70%

3

Meningkatkan an sarana dan prasarana Sumber Daya Air

Terlaksananya pembangunan, operasi dan

pemeliharaan serta rehabilitasi jaringan irigasi

Luas daerah irigasi dalam kondisi baik

66,7 1%

71,6 0%

78,2 7%

80,0 5%

83,1 6%

C. Strategi dan Kebijakan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang

Guna tercapanya tujuan yang telah ditetapkan tersebut maka diperlukan strategik

sebagai berikut :

1. Meningkatkan pembangunan, rehabilitasi dan pemeliharaan jalan dan jembatan

Kabupaten maupun perdesaan;

2. Meningkatkan pembangunan, rehabilitasi, pengelolaan dan pemeliharaan jaringan irigasi;

3. Meningkatkan pelayanan internal dan eksternal.

Kebijakan yang ditempuh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten

Batang yaitu dengan mengadakan Bitek-bintek teknis, baik pengawasan maupun

perencanaan bintek tersebut diharapkan agar untuk meningkatkan sumber daya manusia di

(28)

BAB V

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK

SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF

Penetapan Indikator capaian kinerja pada kinerja Dinas Bina Marga dan Sumber Daya

Air Kabupaten Batang selama 5 tahun ke depan dapat dilihat dari Rencana Program, Kegiatan,

Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaaan Indikatif selama 5 tahun mendatang.

Adapun tabel Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan

(29)
(30)

Tabel 5.1

Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaaan Indikatif Dinas Bina Marga dan Sumber Daya air

Kabupaten Batang

Tujuan Sasaran Indikator

Sasaran Kode

Program dan Kegiatan

Indikator Kinerja Program (outcome) dan

Kegiatan

Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan

Unit Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017

Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra

SKPD Jasa Surat Menyurat

Terkirimnya Surat Dinas ke tempat yang dituju Sumber Daya Air dan Listrik

(31)

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 25 Alat Tulis Kantor Cetakan dan Penggandaan

jumlah blangko cetakan dan fotokopi Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan

surat kabar dan majalah

12

jamuan makan

(snack) 1 Tahun

Konsultasi ke Luar Daerah

Perjalanan Dinas dalam dan luar sarana dan prasarana aparatur

(32)

rutin kantor

1 Tahun 1 mesin potong rumput dan senso;

Oli kendaraan untuk gedung kantor

(33)

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 27 Kantor dan gedung data daerah rawan Pakaian Dinas Beserta Perlengkapan nya

Meningkatnya kinerja pegawai di DBMSDA melalui penyedian sarana penunjang kinerja yang memadahi Sumber Daya Aparatur

(34)

1 3 1 5 1

Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Formal

Meningkatnya Kualitas SDM pegawai melalui Pendidikan dan Pelatihan Bintek Kinerja dan Keuangan Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD

(35)

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 29 Rehabilitasi / Pemeliharaa Rehabilitasi / Pemeliharaan Rehabilitasi / Pemeliharaan Jembatan

(36)

1 3 1 19 4 Informasi / Database Informasi / Database Jalan

Terdatanya sistem informasi data base jalan desa Sarana dan Prasarana alat-alat berat

Tersedianya Berkala Alat Berat raan serta rehabilita Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainya.

(37)

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 31 irigasi di kab. Batang saluran sungai

Terlaksananya pembngunan normalisasi saluran sungai

Rehabilitasi / Pemeliharaan irigasi di Kab. Batang Rehabilitasi / Pemeliharaan Rehabilitasi / Pemeliharaan Normalisasi saluran

Terlaksananya rehabilitasi / Pemeliharaan Pemakai air

(38)

Meningk jalan desa

(39)
(40)

BAB VI

INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN

RPJMD

Terkait dengan tujuan misi ke-3 Bupati dan Wakil Bupati Batang terpilih yaitu

Meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur Pekerjaan umum dengan sasaran:

1. Pembangunan infrastruktur pedesaan;

2. Pembangunan, rehabilitasi jalan dan jembatan;

3. Pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh;

4. Peningkatan pembangunan dan pengelolaan irigasi, drainase, dan gorong-gorong.

Dari uraian tersebut diatas maka dapat diperloeh Indikator kinerja dari Dinas Bina Marga

dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang mengacu pada indikator kinerja pembangunan daerah

Kabupaten Batang yang telah ditetapkan dalam RPJMD 2012-2017 dapat dilihat pada tabel

berikut:

Tabel 6.1

Indikator Kinerja SKPD yang Mengacu Pada Tujuan dan Sasaran RPJMD

No. Indikator

Kondisi Kinerja Pada Awal

Periode RPJMD (2011)

TARGET CAPAIAN TIAP TAHUN KONDISI

AKHIR PERIODE

2012 2013 2014 2015 2016 2017

1.

Proporsi

panjang jaringan jalan dalam kondisi baik

58% 75% 80% 85% 90% 95%

2. Rasio Jaringan Irigasi

3. Panjang Jalan Dilalui Roda 4

4.

Jalan

Penghubung dari Ibukota Kecamatan ke Kawasan Pemukiman Penduduk (Minimal dilalui Roda 4)

5.

Panjang Jalan Kabupaten dalam Kondisi Baik

( >40 Km/Jam)

(41)

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 35

6.

Panjang Jalan yang Memiliki Trotoar dan Drainase/Salura n Pembuangan Air (Minimal 1,5 m)

7.

Sempadan Jalan yang Dipakai Pedagang Kaki Lima atau Bangunan Rumah Liar

8.

Sempadan Sungai yang Dipakai

Bangunan Liar

9.

Pembangunan Turap di Wilayah Jalan Penghubung dan Aliran Sungai Rawan Longsor Lingkup

Kewenangan Kota

10.

Luas Irigasi Kabupaten dalam Kondisi Baik

59,27% 66,71% 71,60% 78,27% 80,05% 83,16%

11. Pertambangan Tanpa Izin

12.

Kontribusi Sektor

Pertambangan terhadap PDRB

13.

Panjang Jalan Desa Dalam Kondisi Baik

(42)

BAB VII

PENUTUP

Revisi Rencana Strategis (RENSTRA) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas

Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang Tahun 2012 – 2017 merupakan suatu

dokumen yang disusun sebagai acuan bagi seluruh aparat Dinas Bina Marga dan Sumber Daya

Air Kabupaten Batang dalam menyusun, merencanakan dan merumuskan rencana program dan

kegiatan pembangunan di kebinamargaan, sumber daya air dan energri sumber daya mineral

periode tahun 2012 – 2017.

Keberhasilan pelaksanaan pembangunan di bidang kebinamargaan, sumber daya air dan

energri sumber daya mineral tidak hanya ditentukan dengan adanya dokumen Revisi RENSTRA,

melainkan dukungan dari sektor terkait lainnya dan masyarakat luas serta tuntutan kerja keras

dari seluruh jajaran Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang. Dengan

demikian, harapan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batang melalui

peningkatan insfrastruktur kebinamargaan, sumber daya air dan energi sumber daya mineral

Gambar

Gambar 1.1.
Tabel 2.1. Capaian Indikator Kinerja Pembangunan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air
Tabel 2.2 Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang
Tabel 4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan SKPD
+3

Referensi

Dokumen terkait

Diharapkan hadir tepat waktu dengan membawa Seluruh Dokumen Form Isian Kualifikasi beserta lampiran kelengkapan dokumen dan diwajibkan untuk membawa Dokumen Asli serta

Menindaklanjuti hasil evaluasi yang dilakukan oleh Pokja/ULP Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Lingkungan Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Ambon Tahun Anggaran 2015, dan

Berdasarkan hasil ev Jembatan Dana APBD T.A 20 tersebut dalam Berita Acara Pengadaan Barang / Jasa

This development will help in improving the quality of Mexican Steroids, as old companies will have to produce good stuff in order to survive in the competition. Some of the

Diharapkan hadir tepat waktu dengan membawa Seluruh Dokumen Form Isian Kualifikasi beserta lampiran kelengkapan dokumen dan diwajibkan untuk membawa Dokumen Asli serta

Psychological researches have somehow ascertained that math anxiety causes students of all levels to perform poorly in math.. For some students, trouble in math is driven by

A person’s mental health does have an impact on their physical well-being, contrary to what Descartes believed.. The main proof of the connection between mental health and

Diharapkan hadir tepat waktu dengan membawa Seluruh Dokumen Form Isian Kualifikasi beserta lampiran kelengkapan dokumen dan diwajibkan untuk membawa Dokumen Asli