Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang i
Revisi Renstra SKPD
(Rencana Strategis)
2012 - 2017
DINAS BINA MARGA DAN SUMBER DAYA AIR
KABUPATEN BATANG
Kata Pengantar
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas rahmat dan
Karunianya, kami telah dapat menyelesaikan penyusuan Revisi RENSTRA (Rencana Strategik)
2012-2017 Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang. Revisi RENSTRA ini
merupkan bentuk komitemen nyata Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang
dalam mengimplementasikan Sistem Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah yang baik.
RENSTRA adalah wujud perencananaan yang baik tentang kegiatan-kegiatan yang akan
dilaksanakan selama 5 (lima) tahun ke depan. RENSTRA juga merupakan acuan untuk
pelaksanaan kegiatan-kegiatan di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang
selama 5 (lima) tahun ke depan.
Adapun tujuan penyusunan revisi RENSTRA ini adalah untuk menggambarkan
perencanaan program dan kegiatan beberapa tahun kedepan dalam pelaksanaan tugas pokok dan
fungsi Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang. Melalui penyusunan revisi
RENSTRA ini juga dapat memberikan gambaran target-target yang ingin dicapai oleh SKPD
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang beberapa tahun ke depan, yang mana
target-target tersebut dapat diukur melalui indikator kinerja yang telah ditetapkan.
Demikian revisi RENSTRA ini kami susun semoga dapat digunakan dengan baik sebagai
bahan acuan pelaksanaan program dan kegiatan serta meningkatkan kinerja beberapa tahun ke
depan.
Batang, 2015
Kepala Dinas Bina Marga
dan Sumber Daya Air Kab. Batang,
Ir. KETUT MARIADJI
Pembina Utama Muda
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang iii DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ... i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR TABEL ... iv
DAFTAR GAMBAR ... v
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A.Latar Belakang ... 1
B.Landasan Hukum ... 2
C.Maksud dan Tujuan ... 4
D.Sistematika Penulisan ... 4
BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD ... 6
A.Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi ... 6
B.Sumber Daya Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang ... 7
C.Kinerja Pelayanan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang ... 8
D.Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang ... 11
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI ... 14
A.Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang ... 14
B.Telaah Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih ... 15
C.Telaah Renstra Kementrian / Lembaga ... 17
D.Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis ... 19
E. Penentuan Isu-isu Strategis ... 19
BAB IV VISI, MISI, KEBIJAKAN DAN STRATEGI ... 20
A.Visi dan Misi Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang... 20
B.Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD... 20
C.Strategi dan Kebijakan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kab. Batang ... 21
BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF ... 22
BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD ... 34
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Capaian Indikator Kinerja Pembangunan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya
Air kabupaten Batang Tahun 2007 - 2011... 8
Tabel 2.2 Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air
Kabupaten Batang... 10
Tabel 4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan SKPD ... 21
Tabel 5.1 Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan
Indikatif Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang ... 24
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang v DAFTAR GAMBAR
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dengan diberlakukannya Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah
Daerah dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang perimbangan Keuangan Pusat
dan Daerah, memberikan kewenangan kepada daerah provinsi/kab./kota untuk mengurus dan
memajukan daerahnya sendiri. Hal ini diarahkan untuk mempercepat terwujudnya
kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, dan pemberdayaan peran serta
masyarakat.
Dalam pelayanan di bidang kebinamargaan dan sumber daya air (sesuai dengan
tupoksi SKPD) berdasarkan peraturan perundangan yang menjadi acuan bagi pelaksanaan
tugas pokok dan fungsi masing-masing SKPD dirinci berdasarkan UU, PP, Perda, Kepmen.
Agar berbagai program dan kegiatan yang akan dilaksanaan di masa mendatang dapat
berhasil dengan baik, maka harus disusun dalam suatu perencanaan yang matang.
Perencanaan yang disusun tentunya harus mempertimbangkan keadaan yang ada dan
memprediksikan keadaan yang akan datang dengan berbagai dukungan dan hambatan yang
akan timbul.
Revisi Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air
Kabupaten Batang tahun 2012 – 2017 adalah suatu proses yang berorientasi pada hasil yang
ingin dicapai dan dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten
Batang selama beberapa kurun waktu kedepan, dengan memperhitungkan potensi, peluang,
dan kendala yang ada atau yang mungkin timbul.
Dalam rangka pelaksanaan pembangunan daerah untuk mewujudkan otonomi daerah
yang nyata dan bertanggung jawab di Kabupaten Batang telah menetapkan kebijakan dalam
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah. Pelaksanaan lebih lanjut
Pembangunan Daerah Kabupaten Batang dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah
Daerah (RKPD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Rencana Kerja
Pemerintah Daerah (RKPD) ini substansi penyusunannya adalah Rencana Strategis Satuan
Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) dari masing-masing Satuan Kerja Perangkat
Daerah. Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang sebagai unsur pelaksana
Pemerintah Daerah di bidang pekerjaan unum berkewajiban untuk menyusun Rencana
Gambar 1.1.
Hubungan Renstra SKPD dengan Dokumen Perencanaan Lainnya
Pedoman Dijabarkan Pedoman
Pedoman Diacu
Pedoman Pedoman
Rencana Strategis (Renstra) Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten
Batang merupakan dokumen perencanaan untuk periode 5 (lima) tahunan dan
penyusunannya berpedoman pada Rencana Pembangunan jangka Panjang (RPJP) Daerah
dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Kabupaten Batang.
Dokumen Rencana Strategis Dinas ini ditetapkan dengan Keputusan Kepala Dinas
Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang yang selanjutnya dipergunakan dalam
penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas untuk periode 1 (satu) tahunan.
Dokumen Renstra dan Renja ini dipergunakan sebagai dasar penyusunan RKA
(Rencana Kerja Anggaran) yang setelah mendapat pengesahan dari DPRD menjadi APBD
Kabupaten Pekalongan.
B. Landasan Hukum
Dasar Hukum penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Bina Marga dan
Sumber Daya Air Kabupaten Batang untuk tahun 2012 - 2017 adalah :
1. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor XI/MPR/1998 tentang
Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme
(KKN);
2. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih
dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1999 Nomor 75, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);
3. Undang-undang No 17/2003 tentang Keuangan Negara;
4. Undang-undang No 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara;
5. Undang-undang No 10/2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan;
6. Undang-undang No 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
7. Undang-undang No 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah
untuk kedua kalinya dengan Undang-Undang No. 12/2008 tentang Perubahan Kedua
Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;
8. Undang-undang No. 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat
dan Pemerintahan Daerah;
9. Undang-undang No.17/2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional
Tahun 2005–2025;
RPJP DAERAH
RPJM DAERAH
RKP
DAERAH RAPBD APBD
RENSTRA SKPD
RENJA SKPD
RKA SKPD
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 3
10. Peraturan Pemerintah No. 55/2005 tentang Dana Perimbangan;
11. Peraturan Pemerintah No 56/2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah;
12. Peraturan Pemerintah No. 58/2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
13. Peraturan Pemerintah No. 8/2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi
Pemerintah;
14. Peraturan Pemerintah No. 3/2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan
Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah
Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan
Pemerintah Daerah Kepada Masyarakat;
15. Peraturan Pemerintah No 38/2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara
Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;
16. Peraturan Pemerintah No 41/2007 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Perangkat
Daerah;
17. Peraturan Pemerintah No 6/2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan
Pemerintah Daerah;
18. Peraturan Pemerintah No 8/2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan Pengendalian
dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
19. Peraturan Presiden No. 05 tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional Tahun 2010-2014;
20. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah No. 4 Tahun 2009 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Tengah 2008-2013;
21. Permendagri No 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun
2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006
tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
22. Permendagri 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP 8 Tahun 2008 tentang Tahapan,
Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan
Daerah;
23. Peraturan Daerah Kabupaten Batang Nomor 3 Tahun 2008 tentang tentang Pembentukan
Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Batang (Lembaran Daerah
Kabupaten Batang Tahun 2008 No.3 Seri D No.2);
24. Peraturan Bupati Batang Nomor 29 Tahun 2008 tentang Tugas Pokok, Fungsi, Uraian
Tugas dan Tata Kerja Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang.
25. Perda Kabupaten Batang No. 2 Tahun 2012 Tentang RPJMD Kabupaten Batang Tahun
2012 – 2017.
26. Perda Kabupaten Batang No. 11 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Peraturan Daerah
Kabupaten Batang Nomor 2 Tahun 2012 Tentang RPJMD Kabupaten Batang Tahun
C. Maksud dan Tujuan
Revisi Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air
Kabupaten Batang tahun 2012 – 2017 ini dimaksudkan sebagai acuan dalam merencanakan
dan merumuskan rencana program dan kegiatan pembangunan di Bidang Kebinamargaan
yang akan dilaksanakan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang pada
periode 2012 - 2017. Selain itu revisi Renstra Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air
Kabupaten Batang Tahun 2012 - 2017 dimaksudkan untuk memberikan landasan kebijakan
operasional bagi seluruh aparat Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang,
baik di jajaran struktural maupun fungsional dalam melaksanakan tugas sehari-hari, baik
program dan kegiatan sesuai dengan peran, tugas pokok dan sasaran pembangunan
kebinamargaan serta tujuan dan sasaran pembangunan daerah serta melakukan penyesuaian
terhadap target baik anggaran dan indikator pembangunan daerah.
Tujuan penyusunan revis Renstra Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air
Kabupaten Batang adalah untuk mewujudkan kondisi yang diinginkan yaitu turut
mendorong tercapainya sasaran pembangunan infrastruktur yang ditetapkan dalam jangka
waktu 5 tahun ke depan sehingga dapat dicapai hasil yang optimal secara selaras, serasi dan
seimbang, melalui keterpaduan pelaksanaan, dengan demikian semua potensi yang ada dapat
didayagunakan dengan sebaik-baiknya serta memberikan penyesuaian arah dan acuan bagi
seluruh aparat Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang dalam
mewujudkan cita-cita dan tujuan pembangunansesuai dengan visi, misi dan arah
pembangunan daerah.
D. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Bina Marga dan Sumber
Daya Air Kabupaten Batang tahun 2012 - 2017 terdiri dari :
BAB I PENDAHULUAN
Terdiri dari latar belakang, landasan hukum, maksud dan tujuan serta
sistematika penulisan.
BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD
Menguraikan tentang peran (tugas dan fungsi), sumber daya yang dimiliki
dan kinerja pelayanan serta tantangan dan peluang pengembangan pelayanan
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang.
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
Menyajikan identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi
pelayanan SKPD; telaah Visi, Misi, dan program kepala daerah dan wakil kepala
daerah terpilih; dan perumusan isu strategis di bidang kebinamargaan.
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN,
Menguraikan tentang visi dan misi SKPD; tujuan dan sasaran jangka
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 5
BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA,
KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF
Berisi Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran,
dan Pendanaan Indikatif di lingkup Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air
Kabupaten Batang yang akan dilaksanakan 5 tahun ke depan.
BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN
SASARAN RPJMD
Berisi indikator kinerja yang secara langsung menunjukkan kinerja yang
ingin dicapai dalam kurun waktu 5 tahun ke depan yang akan menjadi dasar
penilaian keberhasilan pelaksanaan kinerja dinas.
BAB VII PENUTUP
merupakan penutup dari dokumen rencana strategis dan harapan kepada
semua pihak yang berkepentingan agar menjadikan renstra ini sebagai penunjuk
arah dan pedoman untuk melaksanakan pembangunan bidang kebinamargaan
untuk periode 2012-2017.
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN SKPD
A. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi
1. Tugas dan Fungsi Unit Kerja
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Batang nomor 3 tahun 2008 tentang
Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Batang
(Lembaran Daerah Kabupaten Batang Tahun 2008 no. 3 Seri D no. 2) dan Peraturan
Bupati Batang No. 29 Tahun 2008 Tentang Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas dan Tata
Kerja Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang. maka Dinas Bina
Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang mempunyai tugas pokok sebagai berikut:
a. Tugas
Melaksanakan urusan pemerintah daerah dan tugas pembantu di bidang bina
marga dan sumber daya air.
b. Fungsi SKPD adalah perumusan kebijakan teknis di bidang bina marga, sumber daya
air dan energi sumber daya mineral :
1) Penyusunan rencana teknis di bidang bina marga dan sumber daya air;
2) Penyusunan pediman dan petunjuk teknis bidang bina marga dan sumber daya air;
3) Pemantauan, pengendalian dan evaluasi bina marga dan sumber daya air;
4) Pembinaan dan pemberian bimbingan di bidang bina marga dan sumber daya air;
5) Penyelenggaraan pembangunan dan pemeliharaan bidang bin..a marga dan sumber
daya air;
6) Pelayanan umum, perizinan dan pengaturan di bidang bina marga, sumber daya air
dan energi sumber daya mineral;
7) Pelaksanaan koordinasi dan hubungan kerja dengan instansi terkait di bidang bina
marga, sumber daya air dan energi sumber daya mineral;
8) Pelaksanaan pengawasan, monitoring dan laporan di lingkungan dinas;
9) Pembinaan terhadap UPTD di lingkungan dinas;
10)Penyelenggaraan ketatausahaan yang meliputi segala kegiatan di bidang umum,
perlengkapan, kepegawaian, keuangan dan bina program;
11)Pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh bupati sesuai tugas dan
fungsinya.
2. Susunan Organisasi
Susunan Organisasi Bina Marga dan Sumber Daya Air kabupaten Batang sebagai
berikut:
a. Kepala Dinas;
b. Sekretariat, terdiri dari :
1) Sub bagian Program;
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 7
3) Sub bagian Umum dan Kepegawaian.
c. Bidang Prasarana Jalan Kabupaten, membawakan :
1) Seksi Perencanaan Prasarana Jalan Kabupaten;
2) Seksi Pembangunan Prasarana Jalan Kabupaten;
3) Seksi Pemeliharaan Prasarana Jalan Kabupaten.
d. Bidang Prasarana Jalan Desa, membawakan :
1) Seksi Perencanaan Prasarana Jalan Desa;
2) Seksi Pembangunan Prasarana Jalan Desa;
3) Seksi Pemeliharaan Prasarana Jalan Desa.
e. Bidang Pengairan, membawakan:
1) Seksi Perencanaan Pengairan;
2) Seksi Pembangunan Pengairan;
3) Seksi Operasional dan Pemeliharaan Pengairan.
f. Bidang Sungai dan Air Baku, membawakan :
1) Seksi Energi dan Sumber Daya Mineral;
2) Seksi Pembangunan Sungai dan Air Baku;
3) Seksi Operasional dan Pemeliharaan Sungai dan Air Baku.
g. Unit Pelaksana Teknis Dinas/Balai Latihan Kerja.
h. Kelompok Jabatan Fungsional.
B. Sumber Daya Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang
1. Kondisi Sumber Daya Manusia (SDM)
a. Personalia
1) Jumlah Pegawai berdasarkan golongan
a) Golongan IV : 3 orang
b) Golongan III : 32 orang
c) Golongan II : 80 orang
d) Golongan I : 45 orang
e) PTT (Non PNS) : 80 orang
f) THL (Non PNS) : 132 orang
2) Pendidikan menurut tingkat pendidikan (PNS)
a) Pasca Sarjana ( S2 ) : 2 orang
b) Sarjana ( S1 ) : 24 orang
c) Diploma 4 : 0 orang
d) Diploma 3 : 4 orang
e) SLTA : 78 orang
f) SLTP : 28 orang
2. Kondisi Sarana Prasarana
a. Tanah : 215
b. Peralatan dan mesin : 1534
1. Alat-alat besar : 47
2. Alat-alat angkut : 116
3. Alat-alat bengkel dan alat ukur : 17
4. Alat-alat kantor dan rumah tangga : 1292
5. Alat-alat Studio dan Komunikasi : 58
6. Alat-alat Laboratorium : 1
c. Gedung dan Bangunan : 55
1. Bangunan Gedung : 55
d. Jalan, irigasi dan jaringan : 894
1. Jalan dan Jembatan : 578
2. Bangunan Air : 267
3. Instalasi : 47
4. Jaringan
e. Aset tetap lainnya
1. Buku perpustakaan : 12
C. Kinerja Pelayanan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang
Tingkat capaian Indikator kinerja Pembangunan Dinas Bina Marga dan sumber Daya
Air Kabupaten Batang bedasarkan sasaran/target Renstra Dinas Bina Marga dan Sumber
Daya Air Priode Tahun 2007 s.d 2011 adalah sebagai berikut:
Tabel 2.1.
Capaian Indikator Kinerja Pembangunan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang Tahun 2007 – 2011
No. INDIKATOR
KINERJA URUSAN
2007 2008 2009 2010 2011
Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi
1
Luas Irigasi Kabupaten Kondisi Baik
26 % 26 % 48 % 48 % 65 % 65 % 71 % 59.27 % 77 % 59.27 %
a
Luas Irigasi Kabupaten Dalam Kondisi Baik (Ha)
5.800 5.749 10.750 10.700 14.650 14.615 15.915 13.328 17.215 13.328
b Luas Seluruh Irigasi
Kabupaten (Ha) 22.485 22.485 22.485 22.485 22.485 22.485 22.485 22.488 22.485 22.488
2 Panjang Jalan Kota
Kondisi Baik 56 % 55 % 59 % 58 % 61 % 60 % 62 % 64 % 64 % 47 %
a Panjang Jalan Kota dlm
kondisi baik (Km) 252 247 264 259 274 269 279 288 289 212
b
Panjang seluruh jalan kota di kabupaten batang (km)
Tabel 2.2
Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang
NO
Indikator Kinerja sesuai
Tugas dan Fungsi SKPD
Targe
Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke-
Luas Irigasi Kabupaten Kondisi Baik
66,71% 71,60% 78,27% 80,05% 83,16% 42,78% 59,26% 39,66%
Luas Irigasi Kabupaten Dalam Kondisi Baik
15.002 16.101 17.601 18.002 18.701 9.622 13.328 8.985 Luas Seluruh
irigasi Kabupaten 22.488 22.488 22.488 22.488 22.488 22.488 22.488 22.653 2.
Panjang Jalan Desa Dalam Kondisi Baik
30% 40% 50% 60% 70% 45% 50% 66,55%
Panjang Jalan Desa Dalam Kondisi Baik
158,37 211,19 263,99 316,79 369,59 240,208 263,899 351,37 Jumlah Panjang
seluruh Jalan Desa
527,99 527,99 527,99 527,99 527,99 527,99 527,99 527,99
3.
Proporsi panjang jaringan jalan dalam kondisi baik
75% 80% 85% 90% 95% 48% 49% 40%
Panjang jalan
Kondisi Baik 434,65 463,62 492,60 521,58 550,55 280,55 285 230,97 Panjang Jalan
Seluruhnya 579,53 579,53 579,53 579,53 579,53 579,53 579,53 579,53 4. Rasio Jaringan
Irigasi
Panjang saluran irigasi Luas lahan budidaya pertanian 5. Panjang Jalan
dilalui roda 4
Jumlah Panjang
Jalan 579,53 579,53 579,53 579,53 579,53 579,53 579,53 579,53 579,53 579,53 Jumlah Penduduk
6.
Jalan penghubung dari ibukota Kecamatan ke Kawasan Pemukiman penduduk ( Minimal Dilalui roda 4)
Jumlah kawasan pemukiman penduduk yang belum memiliki kendaraan roda 4 Jumlah seluruh kawasan pemukiman penduduk
7.
Panjang Jalan Kabupaten Dalam Kondisi Baik (>40 KM/Jam)
65% 68% 70% 75% 80% 36% 36,5% 30%
Panjang Jalan Kab. Dalam Kondisi Baik
290 305 315 338 360 163,545 164 133 Panjang Seluruh
Jalan Kab. Didaerah tsb
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 11
NO
Indikator Kinerja sesuai
Tugas dan Fungsi SKPD
Targe SPM
Target IKK
Target Indikato Lainnya
Target Renstra SKPD Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke-
2012 2013 2014 2015 2016 2012 2013 2014 2015 2016 2012 2013 2014 2015 2016 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) (20)
8.
Panjang Jalan Yang memiliki trotoar dan draenase/saluran pembuangan air (minimal 1,5 m)
Panjang jalan yang memiliki trotoar dan drainase (km) Panjang seluruh jalan kabupaten (km)
450 450 450 450 450
9.
Sempadan jalan yang dipakai pedagang kaki lima atau bangunan rumah liar
Panjang sempadan jalan yang dipakai pedagang kaki lima atau bangunan rumah liar (km) Panjang Seluruh jalan sempadan kabupaten (km) 10
Sempadan sungai yang dipakai bangunan liar
31,28% 31,28% 31,28% 31,28% 31,28%
Panjang Sempadan sungai yang dipakai bangunan liar (m2)
51.161 51.161 51.161 51.161 51.161
Panjang Seluruh Sempadan Sungai Kabupaten (m2)
163.557 163.557 163.557 163.557 163.557
11
Pembangunan Turap diwilayah jalan
penghubung dan aliran sungai rawan longsor lingkup kewenagan kota
Jumlah lokasi pembangunan turap diwilayah jalan penghubung dan aliran sungai rawan longsor Jumlah seluruh wlayah rawan longsor
D. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Dinas Bina Marga dan Sumber
Daya Air Kabupaten Batang
Ketersediaan infrastruktur yang berkualitas merupakan salah satu faktor penentu daya
tarik suatu kawasan/wilayah, di samping faktor kualitas lingkungan hidup, image, dan
masyarakat (budaya). Sementara itu, kinerja infrastruktur merupakan faktor kunci dalam
menentukan daya saing global, selain kinerja ekonomi makro, efisiensi pemerintah, dan
Tantangan umum lainnya yang dihadapi dalam pembangunan infrastruktur, khusunya
bidang PU di Kabupaten Batang adalah kendala alamiah berupa struktur wilayah geografis;
disparitas dan distribusi penduduk di daerah pantai dan di daerah dataran tinggi; menurunnya
kinerja infrastruktur yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah;
Dengan demikian, tantangan pembangunan infrastruktur ke depan adalah bagaimana
untuk terus meningkatkan ketersediaan infrastruktur yang berkualitas dengan kinerja yang
semakin dapat diandalkan agar daya tarik dan daya saing Kabupaten Batang dalam konteks
Nasional dapat terus meningkat. Demikian pula dengan infrastruktur yang berperan dalam
mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah diharapkan akan dapat terus
mendorong percepatan peningkatan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan, sekaligus
mewujudkan kesejahteraan sosial dan kenyamanan lingkungan.
Menghadapi tantangan di atas, maka diperlukan pendekatan pembangunan yang
bersifat kewilayahan dan direncanakan dengan matang sesuai dengan tingkat kebutuhan dan
perkembangan ekonomi dan sosial serta ketersedian infrastruktur suatu wilayah agar
infrastruktur pekerjaan umum dapat mendukung pengembangan ekonomi dan wilayah secara
efisien dan efektif.
Bagi Kabupaten Batang, infrastruktur merupakan salah satu motor pendorong
pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan daya saing daerah, disamping sektor lain
seperti jasa keuangan dan pariwisata. Melalui kebijakan dan komitmen pembangunan
infrastruktur yang tepat, maka hal tersebut diyakini dapat membantu mengurangi masalah
kemiskinan, mengatasi persoalan kesenjangan antar-kawasan maupun antar-wilayah,
memperkuat ketahanan pangan, dan menambah lapangan pekerjaan yang secara keseluruhan
bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan infrastruktur pekerjaan
umum mempunyai manfaat langsung untuk peningkatan taraf hidup masyarakat dan kualitas
lingkungan, karena semenjak tahap konstruksi telah dapat menciptakan lapangan kerja bagi
masyarakat sekaligus menggerakkan sektor riil. Sementara pada masa layanan, berbagai
multiplier ekonomi dapat dibangkitkan melalui kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan
infrastruktur. Infrastruktur pekerjaan umum yang telah terbangun tersebut pada akhirnya juga
akan dapat memperbaiki kualitas permukiman.
Disamping itu, infrastruktur PU juga berperan sebagai pendukung kelancaran
kegiatan sektor pembangunan lainnya antara lain sektor pertanian, industri, kelautan dan
perikanan. Pembangunan infrastruktur PU karenanya berperan sebagai stimulan dalam
mendukung perkembangan ekonomi wilayah yang signifikan. Oleh karenanya, upaya
pembangunan infrastruktur perlu direncanakan dengan matang sesuai dengan tingkat
kebutuhan dan perkembangan suatu wilayah, yang pada gilirannya akan menjadi modal
penting dalam mewujudkan berbagai tujuan dan sasaran pembangunan daerah, termasuk
kaitannya dengan pencapaian sasaran-sasaran Millennium Development Goals (MDGs)
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 13
Dengan demikian, pembangunan infrastruktur pekerjaan umum pada dasarnya
dimaksudkan untuk mencapai 2 (dua) strategic goals, yaitu: a) meningkatkan pertumbuhan
ekonomi; b) meningkatkan kesejahteraan masyarakat;
Perwujudan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum tersebut terlihat melalui: (i)
Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang berperan untuk mendukung distribusi
lalu-lintas barang dan manusia maupun pembentuk struktur ruang wilayah; (ii) Infrastuktur
sumber daya air yang berperan dalam penyimpanan dan pendistribusian air untuk keperluan
domestik (rumah tangga), industri, dan pertanian guna mendukung ketahanan pangan, dan
pelaksanaan konservasi sumber daya air. Seluruh penyediaan infrastruktur tersebut
diselenggarakan berbasiskan penataan ruang.
Oleh karenanya, pembangunan infrastruktur bukan hanya harus benar-benar
dirancang dan diimplementasikan secara sistematis, tetapi juga harus berkualitas supaya
mampu menciptakan dan membuka peluang untuk mendapatkan keuntungan ekonomi
(economic gains), menghadirkan keuntungan sosial (social benefits), meningkatkan layanan
publik (public services), serta meningkatan partisipasi politik (political participation) di
segenap lapisan masyarakat. Pembangunan infrastruktur pekerjaan umum juga harus selaras
dan bersinergi dengan sektor-sektor lainnya sehingga mampu mendukung pengembangan
wilayah dan permukiman dalam rangka perwujudan dan pemantapan Kabupaten Batang
BAB III
ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
A. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Dinas Bina
Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang
Permasalahan-permasalahan yang ada dapat didentifikasikan sebagai berikut:
1. Bidang Prasarana Jalan Kabupaten:
a. Permasalahan :
1. Belum seluruh ruas jalan kabupaten tersedia drainase.
2. Kondisi geometri jalan kabupaten, terutama yang berada di daerah selatan banyak
yang ekstrim (belokan tajam, tikungan, naik turun).
3. Minimnya tenaga perawat jalan/mantri jalan yang berada di UPTD DBMSDA
Kabupaten Batang.
4. Kurangnya kesadaran masyarakat pengguna jalan terhadap kemampuan jalan dalam
menerima beban muatan.
5. Kurang seimbangnya perbandingan antara dana pemeliharaan dengan panjang jalan
yang rusak/terbatasnya dana pemeliharaan jalan.
b. Solusi :
1. Melengkapi/membangun drainase pada tepi kanan dan kiri jalan kabupaten sehingga
air tidak menggenang di jalan.
2. Memperbaiki/membuat geometri jalan yang kondisinya ekstrim sehingga pengguna
jalan menjadi aman dan nyaman.
3. Menambah tenaga perawat jalan/mantri jalan dengan pengangkatan khusus/sistem
kontrak.
4. Menumbuhkan kesadaran masyarakat pengguna jalan dengan sosialisasi dan sanksi
yang tegas.
5. Menambah anggaran untuk pemeliharaan jalan, agar kerusakan segera tertangani
dan tidak bertambah parah.
2. Bidang Sumber Daya Air :
a. Permasalahan :
1. Kondisi jaringan irigasi kabupaten rata-rata dalam keadaan rusak berat sehingga
berdampak tidak optimalnya dalam mengairi luas persawahan yang ada.
2. Terbatasnya dana pemeliharaan jaringan irigasi.
3. Minimnya tenaga oprasional dan pemeliharaan lapangan yang berada di UPTD
DBMSDA Kabupaten Batang
4. Banyaknya aset tanah pengairan yang dpergunakan oleh masyarakat secara ilegal.
b. Solusi :
1. Merehabilitasi secara menyeluruh jaringan irigasi yang rusak parah sehingga
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 15
2. Untuk perbaikan jaringan irigasi, idealnya setiap tahun tersedia dana pemeliharaan
yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan dilapangan.
3. Menambah tenaga oprasional dan pemeliharaan lapangan.
4. Dilakukan sertivikasi aset tanah-tanah irigasi
3. Bidang Prasarana Jalan Desa :
a. Permasalahan :
1. Belum seluruh ruas jalan desa tersedia drainase.
2. Kondisi geometri jalan desa, terutama yang berada di daerah selatan banyak yang
ekstrim (belokan tajam, tikungan, naik turun).
3. Minimnya tenaga teknis dan tenaga perawat jalan
4. Kurangnya kesadaran masyarakat pengguna jalan terhadap kemampuan jalan dalam
menerima beban muatan.
5. Kurang seimbangnya perbandingan antara dana pemeliharaan dan panjang jalan
yang rusak/terbatasnya dana pemeliharaan jalan.
6. Untuk bantuan aspal dari desa yang mendapat bantuan aspal belum semuanya
melaporkan realisasi pekerjaan
b. Solusi :
1. Melengkapi/membangun drainase pada tepi kanan dan kiri jalan desa sehingga air
tidak menggenang di jalan.
2. Memperbaiki/membuat geometri jalan yang kondisinya ekstrim sehingga pengguna
jalan menjadi aman dan nyaman.
3. Bekerja sama dengan pihak desa untuk perawatan jalan dan jembatan perdesaan.
4. Menumbuhkan kesadaran masyarakat pengguna jalan dengan sosialisasi dan sangsi
yang tegas.
5. Menambah anggaran untuk pemeliharaan jalan, agar kerusakan segera tertanggani
dan tidak bertambah parah
B. Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih
Visi, berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional, dalam Pasal 1, angka 12, adalah rumusan umum
mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir perencanaan. Berdasarkan PP No. 8 Tahun
2008, Visi dan Misi dalam RPJMD merupakan visi dan misi Kepala Daerah terpilih. Visi dan
Misi Kepala Daerah menjadi dokumen negara dan pada dasarnya merupakan idealisme dan
pemikiran calon kepala daerah terhadap kondisi dan permasalahan masyarakat Kabupaten
Batang.
Visi Bupati dan Wakil Bupati Batang periode Tahun 2012-2017 dalam rangka
mengimplementasi keinginan tersebut, yaitu: “Terwujudnya pemerintahan yang bersih,
efektif, efisien dan profesional, untuk penguatan ekonomi daerah, dan pencapaian
kesejahteraan masyarakat Batang”.
Perwujudan visi tersebut mengandung filosofis bahwa Batang sebagai suatu daerah
otonom dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, harus mampu
mengoptimalkan segala potensi untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran
rakyatnya melalui pemerintahan yang bersih, efektif, efisien dan bertumpu pada kekuatan
perekonomian daerah.
Misi menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004, adalah rumusan umum
mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan Visi. Dengan kata lain,
Misi adalah rumusan mengenai apa-apa yang diyakini dapat dilakukan.
Rumusan misi dalam rancangan dokumen RPJM daerah ini sebagai penjabaran atas
visi “Terwujudnya pemerintahan yang efektif, bersih, profesional, untuk penguatan ekonomi
daerah, dan pencapaian kesejahteraan masyarakat Batang” adalah :
1. Mengembangkan penataan dan pembinaan birokrasi di semua tingkatan demi terciptanya
pemerintahan yang baik, bersih dan berpelayanan publik yang prima.
2. Menciptakan iklim investasi yang baik dan mendukung usaha pengembangan ekonomi
yang berorientasi pada peningakatan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat dan
peningkatan pendapatan daerah.
3. Meningkatkan pembangunan infrastruktur untuk menunjang peningkatan ekonomi daerah
dan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat.
4. Meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat supaya dapat berpartisipasi aktif dalam
pembangunan
Terkait penjabaran Visi, Misi Kepala daerah dan Wakil Kepala daerah terpilih
tersebut di atas, didapatkan tujuan dari misi-misi tersebut. Tujuan merupakan sesuatu yang
akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 sampai 5 tahun ke depan mengacu visi
dan misi serta didasarkan isu dan analisis strategis. Tujuan akan mengarahkan perumusan
sasaran, kebijakan, program dan kegiatan dalam rangka merealisasikan misi. Sasaran
merupakan hasil yang ingin dicapai secara nyata dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur,
dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan.
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air kabupaten Batang yang merupakan SKPD
teknis di bidang Pekerjaan Umum termasuk SKPD yang ditugaskan untuk melaksanakan
Tujuan dari Misi 3 yaitu :
Meningkatkan pembangunan infrastruktur untuk menunjang peningkatan ekonomi
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 17
1. Meningkatkan pembangunan, peningkatan dan perbaikan jalan/jembatan kabupaten
2. Meningkatkan pembangunan, peningkatan dan perbaikan jalan/jembatan desa;
3. Meningkatkan pembangunan, operasi dan pemeliharaan serta rehabilitasi jaringan irigasi;
C. Telaahan Renstra K/L
Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 23/PRT/M/2010 Tentang
Perubahan Peraturan Menteri Nomor : 02/PRT/M/2010 Tentang Rencana Strategis
Kementerian PU 2010-2014. Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pekerjaan Umum
2010–2014 disusun sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasonal, yang mengamanatkan bahwa setiap Kementerian/
Lembaga diwajibkan menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) yang
selanjutnya disebut Rencana Strategis Kementerian/Lembaga (Renstra K/L), yang
merupakan dokumen perencanaan kementerian/lembaga untuk periode 5 (lima) tahun.
Renstra memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan
sesuai dengan tugas dan fungsi kementerian/lembaga yang disusun dengan berpedoman pada
RPJM Nasional dan bersifat indikatif.
Dalam Renstra Kementrian Pekerjaan Umum tersebut dijelaskan bahwa Kementrian
Pekerjaan Umum mempunyai 2 sasaran yaitu Sasaran Kementrian PU dan Sasaran Strategis.
Sasaran Kementerian PU dalam periode 2010-2014 secara keseluruhan akan meliputi
sasaran-sasaran sebagai berikut:
1. Meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam setiap penyusunan Rencana Tata Ruang
(RTR) serta penerbitan Peraturan Presiden tentang RTR Pulau/Kepulauan dan peraturan
pendukungnya berupa Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria NSPK bidang penataan
ruang sesuai amanat RTRWN.
2. Meningkatnya ketersediaan air baku yang memadai (kuantitas, kualitas, dan kontinuitas)
guna pemenuhan berbagai kebutuhan baik untuk pemenuhan kebutuhan air baku untuk air
minum guna mendukung target MDGs 2015, maupun kebutuhan pertanian dalam rangka
mempertahankan swasembada pangan serta kebutuhan sektor-sektor untuk meningkatkan
produktivitas sektor produksi melalui pembangun/peningkatan/rehabilitasi serta operasi
dan pemeliharaan bendungan, waduk/embung/bangunan penampung air lainnya serta
prasarana penyediaan air baku, jaringan irigasi dan jaringan rawa.
3. Meningkatnya kualitas pengendalian banjir secara terpadu dari hulu ke hilir dalam satu
wilayah dan perlindungan kawasan di sepanjang garis pantai dari bahaya abrasi.
4. Meningkatnya efisiensi sistem jaringan jalan di dalam sistem transportasi yang
mendukung perekonomian nasional dan sosial masyarakat serta pengembangan wilayah
melalui preservasi dan peningkatan kapasitas jalan lintas wilayah serta pembangunan
Jalan Tol Trans Jawa.
5. Meningkatnya taraf hidup masyarakat dan kualitas lingkungan permukiman melalui
tingkat pelayanan penduduk perkotaan dan penduduk perdesaan, serta meningkatnya
pelayanan sanitasi sistem terpusat dan sistem berbasis masyarakat bagi penduduk
perkotaan, meningkatnya sistem pengelolaan drainase untuk mendukung pengurangan
luas genangan di perkotaan serta meningkatnya sistem pengelolaan persampahan untuk
mendukung peningkatan tingkat pelayanan penduduk, dan meningkatnya kualitas Tempat
Pembuangan Akhir (TPA) sampah, serta penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di
perkotaan.
6. Meningkatnya kemampuan pemerintah daerah dan stakeholders jasa konstruksi serta
masyarakat untuk mendukung tercapainya penguasaan pangsa pasar domestik oleh pelaku
konstruksi nasional serta pengurangan jumlah dan dampak ekonomi, sosial dan
lingkungan akibat kegagalan konstruksi/bangunan melalui peningkatan sistem pembinaan
teknis dan usaha jasa konstruksi.
Adapun sasaran strategis berdasarkan 5 (lima) tujuan Kementerian PU, diaman salah
satu tujuannya yaitu: Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum
dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan
ekonomi nasional, ketahanan pangan, ketahanan air dan ketahanan energi. Sasaran dari
tujuan tersebut meliputi:
1. Meningkatnya keberlanjutan dan ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
Dengan outcome-nya: Meningkatnya kinerja pengelolaan sumber daya air.
2. Berkurangnya luas kawasan yang terkena dampak banjir.
Dengan outcome-nya: Meningkatnya kinerja pengelolaan sumber daya air.
3. Meningkatnya layanan jaringan irigasi dan rawa
Dengan outcome-nya: Meningkatnya kinerja pengelolaan sumber daya air.
4. Meningkatnya kapasitas jalan nasional sepanjang 19.370 km.
Dengan outcome-nya:
a. Meningkatnya panjang peningkatan struktur/pelebaran jalan.
b. Meningkatnya panjang jalan baru yang dibangun.
5. Meningkatnya kualitas layanan jalan nasional dan pengelolaan jalan daerah,
Dengan outcome-nya:
a. Meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah untuk menuju 60 % kondisi
mantap.
b. Meningkatnya kondisi mantap jaringan jalan nasional.
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 19
D. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
Secara geografis, wilayah Kabupaten Batang meliputi wilayah dataran rendah dan
wilayah dataran tinggi. Hal itu berpengaruh pada pembangunan infrastruktur di bidang
pekerjaan umum dimana daerah dataran tinggi yang sebagian besar wilayahnya
berbukit-bukit dan bertebing serta beberapa ruas rawan longsor membuat pembangunan jalan,
jembatan dan jaringan irigasi di daerah tersebut harus benar-benar memperhatikan faktor
alam sehingga kontruksi jalan, jembatan serta jaringan irigasi yang dibangun bisa tahan
lama.
Sedangkan di wilayah dataran rendah, pembangunan infrastruktur harus
memperhatikan kondisi wilayah yang kadang tergenang air yang disebabkan drainase yang
mampet ataupun luapan air dari sungai.
E. Penentuan Isu-isu Strategis
Dengan melihat kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang ada di sektor
Kebinamargaan Kabupaten Batang, maka isu strategis yang muncul sebagai berikut :
1. Tersedianya sarana dan prasarana akses penunjang jalan dan jembatan kabupaten;
2. Tersedianya sarana dan prasarana akses penjunjang jalan dan jembatan perdesaan unuk
peningkatan perekonomian;
BAB IV
VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJKAN DATA DUKUNG
A. Visi dan Misi Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang
Untuk mewujudkan Renstra tentu perlu ditunjang dengan Visi dan Misi yang rasional.
Untuk itu dapat diperhatikan Visi dan Misi Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten
Batang, yaitu :
1. Visi
Visi merupakan suatu keadaan atau harapan yang harus diwujudkan pada masa yang
akan datang. Seperti diketahui bersama bahwa Visi Pemerintah Kabupaten Batang Tahun 2012
s.d. 2017, yaitu : “Terwujudnya Pemerintahan yang Bersih, Efektif, Efisien, dan Profesional,
untuk Penguatan Ekonomi Daerah, dan Pencapaian Kesejahteraan Masyarakat Batang.”
Dengan mengacu pada Visi Kabupaten Batang, maka Dinas Bina Marga dan
Sumber Daya Air Kabupaten Batang memiliki Visi sebagai berikut:
“Terwujudnya sarana dan prasarana bidang bina marga dan sumber daya
air yang handal dalam menunjang pembangunan”
Visi tersebut mengandung makna sebagai berikut : Bahwa Kabupaten Batang
memiliki sumber daya alam yang cukup potensial di bidang bina marga dan sumber daya
air. Potensi ini akan dikelola dengan menggunakan sumber daya manusia sehingga dapat
berhasil guna dan berdaya guna. Semua itu dilakukan dengan tetap memperhatikan
kelestarian sumber daya dan lingkungan hidup untuk mewujudkan pembangunan yang
berkelanjutan dan berwawasan lingkungan (sustain ability development) dalam rangka memperlancar arus ekonomi, hal ini akan mendorong berkembangnya usaha pertanian di
daerah pegunungan atau daerah terpencil, sehingga dapat mengoptimalkan peran
masyarakat sebagai pelaku ekonomi aktif dalam memberikan keuntungan demi
kesejahteraan“.
2. Misi
Sedangkan misi Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air adalah sebagai berikut:
a. Mewujudkan sarana dan prasarana bidang bina marga dan sumber daya air berikut
pemeliharaannya secara optimal ;
b. Meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat di bidang kebinamargaan dan sumber
daya air.
B. Tujuan Dan Sasaran Jangka Menengah SKPD
1. Tujuan
Guna mewujudkan Misi tersebut, terdapat Tujuan yang akan dicapai oleh Dinas
Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang yaitu :
a. Meningkatkan sarana dan prasarana jalan kabupaten;
b. Meningkatkan sarana dan prasarana jalan desa
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 21
2. Sasaran
Adapun sasaran yang hendak dicapai atau dihasilkan dalam kurun waktu 5 (lima)
tahun adalah sebagai berikut :
a. Terlaksananya pembangunan, peningkatan dan perbaikan jalan/jembatan kabupaten.
Dengan indikator panjang jalan kabupaten dalam kondisi baik.
b. Terlaksananya pembangunan, peningkatan dan perbaikan jalan/jembatan desa.
Dengan indikator panjang jalan desa dalam kondisi baik.
c. Terlaksananya pembangunan, operasi dan pemeliharaan serta rehabilitasi jaringan
irigasi.
Dengan indikator luas daerah irigasi dalam kondisi baik
Tabel 4.1
Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan SKPD
No. Tujuan Sasaran Indikator
Sasaran
Target Kinerja Sasaran Pada Tahun Ke-
1 2 3 4 5
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
1
Meningkatkan sarana dan prasarana jalan kabupaten
Terlaksananya pembangunan, peningkatan dan perbaikan jalan/jembatan kabupaten
Panjang jalan kabupaten dalam kondisi baik
65% 68% 70% 75% 80%
2
Meningkatkan sarana dan prasarana jalan desa
Terlaksananya pembangunan, peningkatan dan perbaikan
jalan/jembatan desa
Panjang jalan desa dalam kondisi baik
30% 40% 50% 60% 70%
3
Meningkatkan an sarana dan prasarana Sumber Daya Air
Terlaksananya pembangunan, operasi dan
pemeliharaan serta rehabilitasi jaringan irigasi
Luas daerah irigasi dalam kondisi baik
66,7 1%
71,6 0%
78,2 7%
80,0 5%
83,1 6%
C. Strategi dan Kebijakan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang
Guna tercapanya tujuan yang telah ditetapkan tersebut maka diperlukan strategik
sebagai berikut :
1. Meningkatkan pembangunan, rehabilitasi dan pemeliharaan jalan dan jembatan
Kabupaten maupun perdesaan;
2. Meningkatkan pembangunan, rehabilitasi, pengelolaan dan pemeliharaan jaringan irigasi;
3. Meningkatkan pelayanan internal dan eksternal.
Kebijakan yang ditempuh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten
Batang yaitu dengan mengadakan Bitek-bintek teknis, baik pengawasan maupun
perencanaan bintek tersebut diharapkan agar untuk meningkatkan sumber daya manusia di
BAB V
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK
SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF
Penetapan Indikator capaian kinerja pada kinerja Dinas Bina Marga dan Sumber Daya
Air Kabupaten Batang selama 5 tahun ke depan dapat dilihat dari Rencana Program, Kegiatan,
Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaaan Indikatif selama 5 tahun mendatang.
Adapun tabel Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan
Tabel 5.1
Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaaan Indikatif Dinas Bina Marga dan Sumber Daya air
Kabupaten Batang
Tujuan Sasaran Indikator
Sasaran Kode
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja Program (outcome) dan
Kegiatan
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
Unit Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017
Kondisi Kinerja pada akhir periode Renstra
SKPD Jasa Surat Menyurat
Terkirimnya Surat Dinas ke tempat yang dituju Sumber Daya Air dan Listrik
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 25 Alat Tulis Kantor Cetakan dan Penggandaan
jumlah blangko cetakan dan fotokopi Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan
surat kabar dan majalah
12
jamuan makan
(snack) 1 Tahun
Konsultasi ke Luar Daerah
Perjalanan Dinas dalam dan luar sarana dan prasarana aparatur
rutin kantor
1 Tahun 1 mesin potong rumput dan senso;
Oli kendaraan untuk gedung kantor
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 27 Kantor dan gedung data daerah rawan Pakaian Dinas Beserta Perlengkapan nya
Meningkatnya kinerja pegawai di DBMSDA melalui penyedian sarana penunjang kinerja yang memadahi Sumber Daya Aparatur
1 3 1 5 1
Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Formal
Meningkatnya Kualitas SDM pegawai melalui Pendidikan dan Pelatihan Bintek Kinerja dan Keuangan Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 29 Rehabilitasi / Pemeliharaa Rehabilitasi / Pemeliharaan Rehabilitasi / Pemeliharaan Jembatan
1 3 1 19 4 Informasi / Database Informasi / Database Jalan
Terdatanya sistem informasi data base jalan desa Sarana dan Prasarana alat-alat berat
Tersedianya Berkala Alat Berat raan serta rehabilita Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan Lainya.
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 31 irigasi di kab. Batang saluran sungai
Terlaksananya pembngunan normalisasi saluran sungai
Rehabilitasi / Pemeliharaan irigasi di Kab. Batang Rehabilitasi / Pemeliharaan Rehabilitasi / Pemeliharaan Normalisasi saluran
Terlaksananya rehabilitasi / Pemeliharaan Pemakai air
Meningk jalan desa
BAB VI
INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN
RPJMD
Terkait dengan tujuan misi ke-3 Bupati dan Wakil Bupati Batang terpilih yaitu
Meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur Pekerjaan umum dengan sasaran:
1. Pembangunan infrastruktur pedesaan;
2. Pembangunan, rehabilitasi jalan dan jembatan;
3. Pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh;
4. Peningkatan pembangunan dan pengelolaan irigasi, drainase, dan gorong-gorong.
Dari uraian tersebut diatas maka dapat diperloeh Indikator kinerja dari Dinas Bina Marga
dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang mengacu pada indikator kinerja pembangunan daerah
Kabupaten Batang yang telah ditetapkan dalam RPJMD 2012-2017 dapat dilihat pada tabel
berikut:
Tabel 6.1
Indikator Kinerja SKPD yang Mengacu Pada Tujuan dan Sasaran RPJMD
No. Indikator
Kondisi Kinerja Pada Awal
Periode RPJMD (2011)
TARGET CAPAIAN TIAP TAHUN KONDISI
AKHIR PERIODE
2012 2013 2014 2015 2016 2017
1.
Proporsi
panjang jaringan jalan dalam kondisi baik
58% 75% 80% 85% 90% 95%
2. Rasio Jaringan Irigasi
3. Panjang Jalan Dilalui Roda 4
4.
Jalan
Penghubung dari Ibukota Kecamatan ke Kawasan Pemukiman Penduduk (Minimal dilalui Roda 4)
5.
Panjang Jalan Kabupaten dalam Kondisi Baik
( >40 Km/Jam)
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang 35
6.
Panjang Jalan yang Memiliki Trotoar dan Drainase/Salura n Pembuangan Air (Minimal 1,5 m)
7.
Sempadan Jalan yang Dipakai Pedagang Kaki Lima atau Bangunan Rumah Liar
8.
Sempadan Sungai yang Dipakai
Bangunan Liar
9.
Pembangunan Turap di Wilayah Jalan Penghubung dan Aliran Sungai Rawan Longsor Lingkup
Kewenangan Kota
10.
Luas Irigasi Kabupaten dalam Kondisi Baik
59,27% 66,71% 71,60% 78,27% 80,05% 83,16%
11. Pertambangan Tanpa Izin
12.
Kontribusi Sektor
Pertambangan terhadap PDRB
13.
Panjang Jalan Desa Dalam Kondisi Baik
BAB VII
PENUTUP
Revisi Rencana Strategis (RENSTRA) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas
Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang Tahun 2012 – 2017 merupakan suatu
dokumen yang disusun sebagai acuan bagi seluruh aparat Dinas Bina Marga dan Sumber Daya
Air Kabupaten Batang dalam menyusun, merencanakan dan merumuskan rencana program dan
kegiatan pembangunan di kebinamargaan, sumber daya air dan energri sumber daya mineral
periode tahun 2012 – 2017.
Keberhasilan pelaksanaan pembangunan di bidang kebinamargaan, sumber daya air dan
energri sumber daya mineral tidak hanya ditentukan dengan adanya dokumen Revisi RENSTRA,
melainkan dukungan dari sektor terkait lainnya dan masyarakat luas serta tuntutan kerja keras
dari seluruh jajaran Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Batang. Dengan
demikian, harapan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batang melalui
peningkatan insfrastruktur kebinamargaan, sumber daya air dan energi sumber daya mineral