Ass.. rangkain informasi baik lokal/ nasinal maupun internasional/ terangkai dalam Fokus Siang/ di kesempatan Selasa/ 9 Maret 2010// Kali ini bersama saya.../ dan berikut Fokus siang selengkapnya///
Peringati Hari Perempuan Internasionla, BEM SI Gelar Aksi Diam Sahabat MQ/ sejumlah mahasiswa UGM yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia-BEM SI-/ baru-baru ini menggelar aksi diam di bunderan UGM// Koordinator lapangan Laras Susanti -mengatakan/ aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas bagi kaum perempuan Indonesia/ sekaligus memperingati hari perempuan Internasional// Laras menilai/ saat ini masih banyak TKW yang mengalami penyiksaan/ meningkatnya angka kematian ibu hamil yang melahirkan/ serta perempuan yang menjadi korban KDRT// Hal tersebut menjadi keperihatinan sejumlah mahasiswa tersebut// Selain itu/ peserta aksi juga mendesak pemerintah untuk mengoptimalkan kinerja terkait perlindungan dan pemberdayaan perempuan// Dilaporkan repoter MQ FM Tria Haidar/ pihaknya juga menghimbau/ perempuan Indonesia untuk meningkatkan kepeduliannya atas sejumlah permasalahan perempuan/ dan memberikan kontribusi positif bagi permpuan Indonesia/// Tria
Sejumlah Masyarakat Menilai Kebijakan Pemerintah Belum Memihak Perempuan
Sahabat MQ/ sejumlah masyarakat/ khususnya kaum laki-laki menilai/ pemerintah belum banyak memihak perempuan// Seorang warga Yogyakarta yang enggan disebut namanya menyebutkan/ meskipun saat ini banyak perempuan yang berkiprak ke ranah publik/ jumlahnya tidak sebanding dengan total jumlah penduduk perempuan di Indonesia// Hal tersebut menunjukkan masih adanya diskriminasi terhadap perempuan// Dilaporkan reporter MQ FM Tria Haidar/ sementara itu/ seorang warga Yogyakarta lainnya -Aza- mengatakan/ mestinya pemerintah lebih memperhatikan nasib perempuan Indonesia/ dengan membuat regulasi khusus bagi kaum perempuan/ terutama di bidang pendidikan/ kesehatan/ dan ketenagakerjaan// Pasalnya Aza menganggap/ saat ini belum banyak kebijakan pemerintah yang berpihak kepada perempuan/// Tria
percaya terhadap Muhaimin Ikandar// Masa juga meminta agar PKB dapat menjadi partai besar yang dimiliki oleh publik/// Tria
Selasa, 09/03/2010 08:06 WIB
Pemerintah Tambah Utang Luar Negeri 14,7 Triliun
Sahabat MQ/ Defisit anggaran dalam RAPBN-P 2010 naik menjadi 2,1 persen/ atau 129,8 triliun rupiah// Salah satu cara untuk menutup defisit tersebut/ adalah dengan menambah penarikan utang luar negeri/ atau -bruto- sejumlah 14,7 triliun menjadi Rp 72,3 triliun rupiah// Hal tersebut sebagaimana dipaparkan Menteri Keuangan -Sri Mulyani-/ mengenai Rancangan APBN Perubahan -RAPBN-P- 2010// Selain melalui penambahan penarikan utang luar negeri/ defisit yang naik tersebut rencananya akan ditutupi melalui pembiayaan dalam negeri sebesar 130,3 triliun rupiah/ yang diambil dari perbankan dalam negeri 46,6 triliun rupiah/ dan non perbankan dalam negeri 84,8 triliun rupiah// Selain itu/ pemerintah juga akan mengurangi pembayaran pokok utang luar negeri/ dari rencana semula 68.6 triliun/ menjadi 66,9 triliun rupiah// Dilansir Detik.com/ pemerintah pusat juga berniat menambah anggaran belanjanya di tahun 2010/ sebesar 45,1 triliun menjadi 770,4 triliun rupiah/// Detik
Sedikitnya 500 Orang Kristen Nigeria Membantai Muslim di Kota Jos
Sahabat MQ/ kekerasan sektarian di Nigeria kembali berlanjut/ di mana lebih dari 500 orang dari desa-desa Kristen/ di akhir pekan lalu/ dibawah dukungan kelompok militan Kristen/ - melakukan penyerangan terhadap umat Islam Nigeria// Hal tersebut disampaikan pihak berwenang dalam kejadian tersebut// Puluhan mahasiswa di kota utama Jos/ negara bagian Plateau melakukan demonstrasi/ meneriakkan keinginan mereka untuk perdamaian di negara bagian Plateau// Vatikan sendiri telah menyatakan "kesedihan dan keprihatinan mereka/ atas tindakan kekerasan yang mengerikan tersebut// Namun juru bicara Vatikan -Pastor Federico Lombardi- menolak untuk mengklasifikasi kekerasan yang terjadi di Nigeria tersebut/ adalah konflik agama/ mengingat posisi Uskup Agung Abuja yang berasal dari Nigeria// Sedangkan Monsignor John Aonaikan mengatakan/ pertengkaran tersebut bukan karena alasan agama/ namun lebih karena tuntutan dan konflik sosial/ ekonomi/ suku dan budaya/// eramuslim