• Tidak ada hasil yang ditemukan

Equity Research. Analisa Pasar. Berita Pasar : Morning Notes : 3-Jul-15

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Equity Research. Analisa Pasar. Berita Pasar : Morning Notes : 3-Jul-15"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Equity Research

Analisa Pasar

Pada perdagangan kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik sebesar 40,71 poin (+0,83%) ke level 4,944.78..

Sedangkan untuk total transaksi di BEI mencapai Rp5,01 triliun dimana Rp664 miliar berasal dari perdagangan negosiasi.

Delapan sektor mengalami peningkatan yaitu sektor Properti +2,43%, Pertanian +2,34%, Industri Dasar +1,97%, Keuangan +1,34%, Manufaktur +1,08%, Konsumsi +0,92%, Aneka Industri +0,64%, dan Pertambangan +0,04%. Sementara dua sektor lainnya mengalami koreksi yaitu sektor Infrastruktur -0,29% dan Perdagangan -0,49%. Kemudian, yang menjadi top gainer LQ45 pada perdagangan kemarin adalah WIKA (+12,6%), LPPF (+7,9%), dan ADHI (+7,6%). Sedangkan top loser LQ45 adalah EXCL (-4,9%), PGAS (-2,9%), dan AKRA (-2,1%). Asing mencatatkan net buy sebesar Rp197,4 miliar yang berasal dari pembelian pada Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Sedangkan emiten yang banyak dijual asing yaitu Bank Mandiri (Persero) Tbk, Indofood Sukses Makmur Tbk, dan United Tractors Tbk. Pada perdagangan tadi malam di Bursa Wall Street, Indeks Dow Jones ditutup turun 27,80 poin (-0,16%) ke level 17.730,11, Indeks S&P 500 ditutup turun 0,64 poin (-0,03%) ke level 2.076,78, dan Indeks komposit Nasdaq ditutup turun 3,91 poin (-0,53%) ke level 5.009,22. Sentimen negatif di bursa AS menyusul laporan pekerjaan AS yang bervariasi dan karena investor menunggu referendum akhir pekan Yunani atas nasib ekonominya. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa ekonomi AS menambahkan 223.000 pekerjaan pada Juni.

Indeks Topix naik +0,06% menjadi 1.649,18, sedangkan Indeks Nikkei 225 turun -0,35% menjadi 20.451,53, dan indeks Shanghai ditutup turun -3,04% menjadi 3.973,04. Sementara itu, Yunani membutuhkan 50 miliar euro lebih (55 miliar dolar AS) selama tiga tahun ke depan, termasuk 36 miliar euro dari pemberi pinjaman Uni Eropa, untuk menstabilkan keuangan di bawah rencana kreditor yang ada. Dalam sebuah laporan baru tentang kebutuhan pembiayaan Yunani, Dana Moneter Internasional juga menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi negara itu untuk tahun ini menjadi 0% dari perkiraan 2,5% pada April. Perkiraan pertumbuhan itu dibuat sebelum Yunani menghentikan perundingan dengan para kreditor resmi akhir pekan lalu dan memerintahkan kontrol modal serta menutup bank-banknya selama seminggu.

Dari dalam negeri Kamis (2/7), kurs tengah BI mencatatkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp 13.337. sedangkan di pasar spot USD/IDR berada di level Rp 13.337. Bank Indonesia (BI) memperkirakan, defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) 2015 akan mencapai 2,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau menurun dari realisasi 2014 yang mencapai 2,9%. Perkiraan ini dengan melihat kinerja impor yang turun signifkan di tengah kinerja ekspor yang menurun. kinerja ekspor yang menurun tersebut merupakan imbas hasil dari kondisi ekonomi global. Untuk keseluruhan 2015 CAD akan turun dibandingkan 2014 sekitar US$ 21 miliar atau sekitar 2,5% dari PDB.

Berita Pasar :

WSKT tingkatkan penyertaan modal di WBP

LINK beli seluruh saham FMTV

ANTM jajaki utang US$ 1 miliar dari bank China

Sumber: Investor Daily, Bisnis Indonesia, Kontan, Bloomberg, IQ plus IDX data Last Chg (pt.) % Chg % YTD

Jakarta Comp. Index 4,944.8 +40.7 +0.8 -5.4 MSCI Indonesia Index 23.7 +0.5 +2.0 -13.5

Trading data Rp US$

Market Cap 5,029 tn 378 bn

Regional Indexes Last Chg (pt.) % Chg % YTD

KLCI 1,733.9 +5.9 +0.3 -1.6

Stock Ex. Thailand 1,491.6 -12.9 -0.9 -0.4 Strait Time 3,327.8 -3.3 -0.1 -1.1 Hang Seng 26,282.3 +32.3 +0.1 +11.3 Nikkei 20,522.5 +193.2 +1.0 +17.6 Shanghai 3,912.8 -140.9 -3.5 +21.0 SENSEX 27,945.8 -75.1 -0.3 +1.6 Dow Jones 17,730.1 -27.8 -0.2 -0.5 FTSE 100 6,630.5 +21.9 +0.3 +1.0 DAX 11,099.4 -81.1 -0.7 +13.2

Commodities Last Chg (pt.) % Chg % YTD

Oil (US$/bl) 56.9 0.0 -0.1 +6.9

Coal (US$/ton) weekly 61.8 -0.6 -1.0 -2.0 Gold (US$/oz) 1,166 +0.2 +0.0 -1.6 CPO Malaysia (US$/ton) 599 -0.1 0.0 -8.6 CPO Rotterdam (US$/ton) 855 +12.5 +1.5 +5.6 Rubber (US$/kg) 187 +0.3 +0.2 +7.4 Silver (US$/oz) 15.7 0.0 -0.2 -0.2

Currency Last 2-Jul 3-Jun

USD/IDR 13,298 13,337 13,230

EUR/USD 1.1087 1.1084 1.1275

GBP/USD 1.5611 1.5609 1.5341

USD/JPY 122.98 123.07 124.25

USD/SGD 1.3485 1.3479 1.3428

Economic Indicators Period Actual Prior

BI-RATE 6/18/15 7.50 7.50

CPI yoy 5/31/15 7.26 7.15

CPI mom 5/31/15 0.54 0.50

ADR/Foreign listed Last Rp eqv. Local Px

(2)

WSKT tingkatkan penyertaan modal di WBP

• PT Waskita Karya (Persero) Tbk meningkatkan penyertaan modal di PT Waskita Beton Precast (WBP) yang merupakan anak usahanya sebesar Rp82,48 miliar. • Penambahan penyertaan modal ini dilakukan dengan mekanisme penyertaan

modal dalam bentuk aset (inbreng) berupa sebidang tanah sertifikat HGB seluas 70.099 M2 senilai Rp33,67 miliar.

• Selain itu juga inbreng atas bangunan senilai Rp28,61 miliar, inbreng atas sarana pelengkap lainnya senilai Rp8,41 miliar, dan inbreng atas mesin dan peralatan senilai Rp11,79 miliar.

• Penyertaan modal dengan mekanisme inbreng ini ditandai dengan penandatanganan akta pada tanggal 30 Juni 2015 lalu.

LINK beli seluruh saham FMTV

• PT Link Net Tbk (LINK) akan mensinergikan bisnis jaringan kabel dengan televisi. LINK akan membeli saham PT First Media Television (FMTV), yang juga masih terafiliasi dengan induk LINK, PT First Media Tbk (KBLV).

• FMTV bergerak di bidang penyelenggaraan jasa penyiaran berlangganan. Sebesar 80% saham FMTV dimiliki oleh KBLV. Lalu Asia Link Company Limited (ALC) memiliki 1% saham dan Asia Link Dewa Pte. Ltd (ALD) mengempit 19% saham FMTV.

• Nantinya, KBLV akan melepas 31% saham FMTV yang dimilikinya kepada LINK. Lalu, kedua pemegang saham FMTV lainnya, yakni ALD dan ALC akan melepas seluruh kepemilikan sahamnya di FMTV, yakni sebesar 19% dan 1%.

• Dengan begitu, 51% saham FMTV dipastikan dikempit langsung oleh LINK. Di sisi lain, LINK juga memiliki hak opsi untuk membeli sisa saham FMTV dari KBLV sebesar 6.125 saham atau 49% dari total saham yang dikeluarkan dan disetor penuh.

• Total nilai transaksi afiliasi itu mencapai Rp 19,21 miliar. Jumlah itu terdiri dari harga jual beli langsung dari pemegang saham sebesar Rp 9,8 miliar, dan harga pelaksanaan hak opsi senilai Rp 9,4 miliar.

ANTM jajaki utang US$ 1 miliar dari bank China

• PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) masih mencari dana untuk memuluskan proyeknya. ANTM tengah menjajaki pinjaman sebesar US$ 1 miliar atau sekitar Rp 13 triliun (asumsi nilai tukar Rp 13.000 per dollar AS). ANTM akan memperoleh pinjaman itu dari China Development Bank (CDB).

• Pinjaman itu didapat setelah Presiden Joko Widodo dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno melakukan pendekatan dengan CDB ketika berkunjung ke Tiongkok. Secara government to government pun telah ada komitmen pemberian pinjaman dari CDB ke Indonesia.

• Selain itu ANTM juga akan melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue sebesar Rp 5,39 triliun dengan rincian Rp 3,5 triliun Penambahan Modal Negara (PMN) dan Rp 1,89 triliun dari publik.

• ANTM telah menunjuk 3 sekuritas pelat merah yakni Mandiri Sekuritas, Bahana Securities, dan Danareksa Securities sebagai penjamin emisi. Rencananya, right issue tersebut akan dieksekusi Oktober mendatang.

• Dari perolehan dana pinjaman dan right issue tersebut, ANTM akan menggunakannya untuk proyek feronikel di Halmahera Timur yang bernilai US$ 1,6 miliar dan anodeslime yang membutuhkan dana US$ 40 juta. Dengan target raihan dana right issue setara US$ 405,25 juta, maka ANTM membutuhkan dana lagi sekitar US$ 1,23 miliar untuk pengerjaan proyek tersebut.

(3)

2013 2014 2013 2014 2013 2014 2013 2014 2013 2014 2013 2014 Average 18.6 12.5 23.2 14.0 -70.7 39.7 Average 12.6 12.3 2.4 2.1 13.6 -4.1 AALI 24.9 15.6 14.4 10.3 -25.3 39.0 BBNI 12.3 10.2 2.1 1.9 27.7 18.9 LSIP 19.3 11.2 10.5 6.3 -31.1 18.6 BBRI 13.1 11.2 3.3 2.8 14.3 11.2 BWPT 11.7 10.6 44.7 25.3 -31.6 -55.9 BBCA 24.0 20.2 5.4 4.4 20.6 15.6

GZCO #N/A N/A #N/A N/A #N/A N/A #N/A N/A -194.9 157.3 BMRI 13.7 12.0 2.7 2.3 17.4 9.2 UNSP #N/A N/A #N/A N/A #N/A N/A #N/A N/A #N/A N/A #N/A N/A BDMN 10.1 13.4 1.3 1.2 0.7 -35.5

BBTN 8.7 11.1 1.1 1.0 -0.7 -29.1

BJBR 6.2 8.0 1.2 1.2 15.1 -18.7

2013 2014 2013 2014 2013 2014 Average 31.7 ## 5.7 5.7 -199.9 -41.3

TLKM 19.7 18.9 7.3 6.9 10.1 1.6 2013 2014 2013 2014 2013 2014

ISAT 59.1 #N/A N/A 4.3 4.4 -766.5 28.6 Average 12.6 8.3 6.9 8.5 -28.5 11.6

BTEL #N/A N/A #N/A N/A #N/A N/A #N/A N/A 19.3 -8.5 BUMI - - 7.9 15.6 8.6 48.9

EXCL 16.2 ##### 5.5 5.7 -62.7 -186.8 ADRO 7.1 6.4 4.1 4.0 -40.0 -23.0

PTBA 11.2 9.0 8.6 6.7 -34.7 6.7

ITMG 4.4 5.4 2.1 2.5 -47.4 -10.0

ANTM 11.4 #N/A N/A 9.1 19.4 -61.9 -302.3

2013 2014 2013 2014 2013 2014 INCO 22.5 11.3 8.1 4.8 -42.6 335.9 Average 13.8 13.7 8.7 8.7 -4.5 -7.0 TINS 19.2 9.4 8.3 6.2 18.6 24.8 INTP 16.0 15.4 10.0 10.1 5.2 5.2 SMCB 11.7 12.7 7.0 7.6 -29.5 -29.8 SMGR 13.7 13.0 9.0 8.5 10.8 3.6 2013 2014 2013 2014 2013 2014 Average 28.2 31.2 17.9 16.7 -4.3 1.5 UNVR 56.3 55.9 41.1 39.5 10.6 7.3 GGRM 20.9 17.3 13.8 10.8 7.9 24.0 2013 2014 2013 2014 2013 2014 KLBF 39.8 36.5 26.5 24.2 11.1 7.3 Average 9.3 9.2 4.2 5.2 -13.7 -25.7 RALS 10.7 12.8 4.9 5.9 -7.8 -9.1 UNTR 15.7 12.3 6.2 5.4 -16.3 11.1 MAPI 23.6 51.3 10.6 11.6 -24.5 -75.8 HEXA 2.8 6.2 2.3 5.0 -11.1 -62.5 INDF 17.6 13.7 10.4 8.2 -23.2 55.1 2013 2014 2013 2014 2013 2014 2013 2014 2013 2014 2013 2014 Average 12.1 10.8 10.9 9.9 46.7 22.5 Average 13.8 14.2 10.3 9.8 -26.5 24.6 BSDE 13.4 10.0 12.5 12.4 109.3 37.6 ASII 15.5 14.4 14.4 12.9 0.0 -1.3 ASRI 8.0 8.9 8.8 8.7 -26.5 25.2 GJTL 3.2 7.3 4.7 5.7 -89.2 120.0 CTRA 20.6 16.2 13.8 11.0 64.1 35.9 PGAS 9.2 9.8 7.4 7.0 0.0 -25.0 CTRP 6.6 8.2 8.6 7.6 40.0 -8.6 JSMR 27.4 25.3 15.0 13.5 -16.7 4.8

Stocks Valuation

Stocks P/E EV/EBITDA EPS Growth

Plantation Finance EPS Growth EV/EBITDA Stocks P/E P/E Consumer Cement

Stocks EV/EBITDA EPS Growth Stocks P/E Mining EPS Growth EV/EBITDA EPS Growth Telecommunication P/E P/BV Stocks

Stocks P/E EV/EBITDA EPS Growth

EPS Growth P/E EV/EBITDA Heavy Equipment Stocks Stocks P/E Property Others

EV/EBITDA EPS Growth EV/EBITDA EPS Growth

Stocks P/E

(4)

Cash Dividen

Cum

Ex

Cum

Ex

1

AKPI

8

2-Jul-2015

3-Jul-2015

7-Jul-2015

8-Jul-2015

7-Jul-2015

28-Jul-2015

2

BRAM

100

2-Jul-2015

3-Jul-2015

7-Jul-2015

8-Jul-2015

7-Jul-2015

29-Jul-2015

3

INKP

25

2-Jul-2015

3-Jul-2015

7-Jul-2015

8-Jul-2015

7-Jul-2015

29-Jul-2015

4

PANR

6.07

2-Jul-2015

3-Jul-2015

7-Jul-2015

8-Jul-2015

7-Jul-2015

29-Jul-2015

5

PWON

4.5

2-Jul-2015

3-Jul-2015

7-Jul-2015

8-Jul-2015

7-Jul-2015

29-Jul-2015

6

SAME

7

2-Jul-2015

3-Jul-2015

7-Jul-2015

8-Jul-2015

7-Jul-2015

29-Jul-2015

7

TKIM

10

2-Jul-2015

3-Jul-2015

7-Jul-2015

8-Jul-2015

7-Jul-2015

29-Jul-2015

8

BATA

5.62

3-Jul-2015

6-Jul-2015

8-Jul-2015

9-Jul-2015

8-Jul-2015

29-Jul-2015

9

BBNP

14

3-Jul-2015

6-Jul-2015

8-Jul-2015

9-Jul-2015

8-Jul-2015

30-Jul-2015

10 GGRM

800

3-Jul-2015

6-Jul-2015

8-Jul-2015

9-Jul-2015

8-Jul-2015

30-Jul-2015

11 KIAS

1.55

3-Jul-2015

6-Jul-2015

8-Jul-2015

9-Jul-2015

8-Jul-2015

30-Jul-2015

12 RDTX

85

3-Jul-2015

6-Jul-2015

8-Jul-2015

9-Jul-2015

8-Jul-2015

30-Jul-2015

13 TMAS

17.81

3-Jul-2015

6-Jul-2015

8-Jul-2015

9-Jul-2015

8-Jul-2015

30-Jul-2015

Pay

No

Saham

Harga

Per

Pasar Reguler

Pasar Tunai

Rec

Right Issue

Rasio

(Lama : Baru) Cum Ex Cum Ex

1 AGRO 100 4:3 25-Jun-2015 26-Jun-2015 30-Jun-2015 1-Jul-2015 30-Jun-2015 2 Juli 2015-8 Juli 2015 2 ADHI 2,700 100000:76190 26-Jun-2015 29-Jun-2015 1-Jul-2015 2-Jul-2015 1-Jul-2015 3 Juli 2015-9 Juli 2015 3 BIPP 140 100:54 2-Jul-2015 3-Jul-2015 7-Jul-2015 8-Jul-2015 7-Jul-2015 9 Juli 2015-22 Juli 2015

Periode No Saham Harga Excersise

per Saham (Rp)

Pasar Reguler Pasar Tunai

Rec

Warran

Cum Ex Cum Ex

1 BIPP Setiap 54 saham HMETD melekat 13 Warran seri IV

Setiap Warran berhak untuk membeli 1 saham baru dengan harga Rp100/saham

2-Jul-2015 3-Jul-2015 7-Jul-2015 8-Jul-2015 7-Jul-2015 9 Juli 2015-22 Juli 2015 Pasar Tunai

Rec Periode

Harga

(5)

PT NISP Sekuritas

OCBC NISP Tower Lt. 21 (Head Office)

Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 25 Jakarta 12940 Indonesia Phone. (021) 2935 2788 (hunting) Fax. (021) 5794 4095 Email: [email protected] Website: www.nispsekuritas.com Rating Definitions

BUY : We expect this stock to give total return of above 15% over the next 12 months.

HOLD : We expect this stock to give total return of between -15% and 15% over the next 12 months. SELL : We expect this stock to give total return of -15% or lower over the next 12 months.

DISCLAIMER:

This report was produced by PT NISP Sekuritas, a member of the Indonesia Stock Exchange (IDX). The Information contained in this report has been obtained from public sources believed to be reliable and the options, analysis, forecasts, projections and expectations contained in this report are based on such information and are expressions of belief only. No representation or warranty, express or implied, is made that such information or opinion is accurate, complete or verified and it should not be replied upon as such. This report is provided solely for the information of clients of PT NISP Sekuritas who has to make their own investment decisions without reliance on this report. Neither PT NISP Sekuritas nor any officer or employee of PT NISP Sekuritas accept any liability whatsoever for any direct or consequential loss arising from any use of this report or its contents. PT NISP Sekuritas may be involved in transactions contrary to any opinions herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT NISP Sekuritas may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies within this report. This report is a copyright of PT NISP Sekuritas. For further information please contact our number 62-21-29352788 or fax 62-21-57944095.

Phone: Fax:

Pluit Jakarta Ruko Sentra Bisnis Blok C 28 No.15

Jl.Pluit Sakti Raya, Jakarta Utara 14450

(021) 6667 5050 (hunting) (021) 6667 5051

Branches

RESEARCH TEAM

Research Analysts

[email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Adapun hasil penelitian Puspitorini (2016) tingkat kesenjangan antara motif dan kepuasan mahasiswa UMS penggunaan media sosial Instagram dilihat dari aspek informasi dalam kategori

Untuk mencari kepuasan dalam menggunakan media sosial Snapchat atau motif yang diperoleh dengan GS ( Gratification Sought ) merupakan kepuasan yang dicari yang

Dalam motif ini penulis melihat salah satu alasan mereka sering mengunggah instagram story adalah sebagai pemenuhan kebutuhan akan hiburan untuk diri mereka.Unggahan

Selanjutnya sebagai tambahan hasil gerakan meme dalam instagaram Forbali, meme mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyimak sebuah gerakan sosial

Media sosial yang banyak di pilih untuk mengunngah foto makanan (food photography) adalah Instagram. Hal ini karena karakteristik instagram ialah hanya berisi

Hasil penelitian menunjukkan anggota instanusantara Surabaya pada penggunaan media sosial instagram memiliki kepuasan yang dicari GS ( Gratification Sought ) lebih tinggi dari

Dalam manajemen strategi merek yang dilakukan Warhole store untuk menarik minat beli konsumen sangatlah diperbolehkan karena membantu dalam proses jual-beli dengan konsumen

Jenis penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, peneliti hanya memaparkan situasi dan peristiwa yang ada