• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUPATI BADUNG PROVINSI BALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 3 TAHUN 2020 TENTANG PENGUATAN PROGRAM BIDANG PENDIDIKAN DAN KESEHATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BUPATI BADUNG PROVINSI BALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 3 TAHUN 2020 TENTANG PENGUATAN PROGRAM BIDANG PENDIDIKAN DAN KESEHATAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BUPATI BADUNG PROVINSI BALI

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 3 TAHUN 2020

TENTANG

PENGUATAN PROGRAM BIDANG PENDIDIKAN DAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI BADUNG,

Menimbang : a. bahwa Program bidang Pendidikan dan Kesehatan merupakan salah satu Program Prioritas pembangunan daerah yang harus diwujudkan demi kesejahteraan masyarakat;

b. bahwa Pemerintah Daerah berkewajiban untuk melaksanakan program bidang pendidikan dan kesehatan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Semesta Berencana dalam rangka pemerataan kemanfaatan pembangunan di Daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat;

c. bahwa untuk memberikan arah, landasan dan kepastian hukum kepada semua pihak yang terlibat dalam program bidang pendidikan dan kesehatan maka diperlukan pengaturan tentang Penguatan Program bidang Pendidikan dan Kesehatan;

d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b dan huruf c, maka perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Penguatan Program Bidang Pendidikan dan Kesehatan;

Mengingat : 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

2. Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat II dalam wilayah Daerah-daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 1958 Nomor 122, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1655);

3. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

(2)

4. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);

5. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 153, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5072);

6. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

Dengan Persetujuan Bersama

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BADUNG dan

BUPATI BADUNG, MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG PENGUATAN PROGRAM BIDANG PENDIDIKAN DAN KESEHATAN.

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan: 1. Daerah adalah Kabupaten Badung.

2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten Badung.

3. Bupati adalah Bupati Badung.

4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disingkat DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Badung.

5. Perangkat Daerah adalah Perangkat Daerah yang melaksanakan urusan pemerintahan di bidang Pendidikan dan Perangkat Daerah yang melaksanakan urusan pemerintahan di Bidang Kesehatan.

(3)

6. Strategi adalah langkah yang memuat program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi.

7. Kebijakan adalah arah atau tindakan yang diambil oleh Pemerintah Daerah untuk mencapai tujuan.

8. Penguatan Program adalah upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah dalam bentuk instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih program/kegiatan untuk mencapai sasaran dan tujuan pembangunan Daerah demi menjamin kesejahteraan masyarakat.

9. Anggaran adalah anggaran yang dialokasikan oleh Pemerintah Daerah.

10. Pengalokasian Anggaran adalah serangkaian kegiatan guna menentukan pembagian dana secara sistematis untuk melangsungkan pelaksanaan program.

11. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang selanjutnya disingkat APBD adalah rencana keuangan tahunan Daerah yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah.

12. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Semesta Berencana Kabupaten Badung yang selanjutnya disingkat RPJMD Semesta Berencana adalah dokumen perencanaan jangka menengah daerah Kabupaten Badung untuk periode 5 (lima) tahun.

13. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri mereka untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh diri mereka, masyarakat, bangsa dan Negara.

14. Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

15. Upaya Kesehatan adalah setiap kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan yang dilakukan secara terpadu, terintegrasi dan berkesinambungan untuk memelihara dan meningkatkan derajat Kesehatan masyarakat dalam bentuk pencegahan penyakit, peningkatan Kesehatan, pengobatan penyakit, dan pemulihan Kesehatan oleh Pemerintah Daerah dan/atau masyarakat.

16. Surveilans adalah kegiatan pengamatan secara terus-menerus terhadap kondisi dan masalah kesehatan yang mempengaruhi risiko terjadinya penyakit melalui proses pengumpulan data yang sistematis, pengolahan, analisis, interpretasi data hingga menjadi informasi dan penyebaran informasi.

(4)

17. Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana yang selanjutnya disingkat PPNSB adalah pembangunan yang bersifat menyeluruh menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Pasal 2

Penguatan Program bidang Pendidikan dan Kesehatan berasaskan: a. kepastian hukum; b. keadilan; c. kepentingan umum; d. prioritas; e. keberlanjutan; dan f. keterbukaan. Pasal 3

Maksud dibentuknya Peraturan Daerah ini yaitu untuk memberikan pedoman yang dijadikan landasan dalam penyelenggaraan Penguatan Program bidang Pendidikan dan bidang Kesehatan, guna mewujudkan PPNSB.

Pasal 4

Peraturan Daerah ini dibentuk dengan tujuan untuk: a. memberikan Penguatan terhadap penyelenggaraan

urusan Pemerintah Daerah dalam bidang Pendidikan dan Kesehatan, sehingga dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai Penguatan Program dalam mewujudkan PPNSB;

b. menyelaraskan program dan kegiatan pembangunan Daerah dengan pembangunan provinsi, guna mewujudkan pembangunan yang harmonis, selaras dan seimbang antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah; dan

c. menyelaraskan perencanaan program dan penganggaran sehingga pelaksanaan penguatan program terlaksana secara efektif dan efisien.

Pasal 5

Ruang lingkup Peraturan Daerah ini meliputi:

a. penguatan Program bidang Pendidikan dan Kesehatan; b. peran masyarakat;

c. pembinaan dan pengawasan; dan d. pendanaan.

(5)

BAB II

PENGUATAN PROGRAM BIDANG PENDIDIKAN DAN KESEHATAN

Bagian Kesatu Umum Pasal 6

(1) Penguatan Program bidang Pendidikan dan Kesehatan meliputi:

a. penguatan Program bidang Pendidikan; dan b. penguatan Program bidang kesehatan.

(2) Penguatan Program Bidang Pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a meliputi:

a. program pendidikan anak usia dini;

b. program wajib belajar pendidikan dasar 9 (sembilan) tahun;

c. program pendidikan non formal;

d. program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan; dan

e. program pengembangan Pendidikan berbasis informasi dan teknologi.

(3) Penguatan Program Bidang Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b meliputi:

a. program pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Daerah;

b. program pengadaan peningkatan sarana prasarana rumah sakit;

c. program peningkatan kesehatan ibu melahirkan dan anak;

d. program peningkatan pelayanan kesehatan anak balita;

e. program peningkatan pelayanan kesehatan lansia; f. program kemitraan peningkatan pelayanan

kesehatan;

g. program perbaikan gizi masyarakat;

h. program peningkatan sarana dan prasarana aparatur;

i. program pencegahan dan penanggulangan penyakit;

j. program pengembangan lingkungan sehat;

k. program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas/puskemas pembantu dan jaringannya;

l. program upaya kesehatan masyarakat; m. program standarisasi pelayanan kesehatan;

n. program pengadaan obat dan perbekalan kesehatan;

o. program pengawasan obat dan makanan;

p. program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan;

q. program kesehatan tradisional yang bersertifikasi; dan

(6)

(4) Penguatan Program sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan melalui:

a. penetapkan tujuan, sasaran, strategi, dan arah kebijakan; dan

b. pengalokasian Anggaran.

Bagian Kedua Tujuan Pasal 7

(1) Penguatan Program bidang Pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf a bertujuan: a. terwujudnya kehidupan masyarakat yang

berkualitas;

b. meningkatnya partisipasi sekolah pada jenjang Pendidikan PAUD dan Pendidikan dasar;

c. meningkatnya jumlah guru bersertifikat Pendidik; dan

d. tersedianya sarana prasarana Pendidikan pada satuan Pendidikan dengan berkondisi baik.

(2) Penguatan Program bidang Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf b bertujuan: a. terwujudnya kehidupan masyarakat yang

berkualitas;

b. meningkatnya derajat Kesehatan masyarakat; dan c. terkendalinya laju pertumbuhan penduduk.

Bagian Ketiga Sasaran

Pasal 8

(1) Sasaran Penguatan Program bidang Pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf a terdiri dari:

a. terpenuhinya layanan standar Pendidikan;

b. meningkatnya partisipasi sekolah pada jenjang Pendidikan PAUD dan Pendidikan dasar;

c. meningkatnya jumlah guru yang berkompeten; dan

d. tersedianya sarana prasarana Pendidikan pada satuan Pendidikan dengan berkondisi baik.

(2) Standar Pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a meliputi:

a. standar kompetensi lulusan; b. standar isi;

c. standar proses;

d. standar pendidik dan tenaga kependidikan; e. standar sarana dan prasarana;

f. standar pengelolaan; g. standar pembiayaan; dan h. standar penilaian Pendidikan.

(7)

(3) Sasaran Penguatan Program bidang Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf b meliputi:

a. peningkatan derajat kesehatan masyarakat; dan b. pengendalian laju pertumbuhan penduduk.

Bagian Keempat Strategi

Pasal 9

(1) Strategi Penguatan Program bidang Pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf a terdiri atas:

a. peningkatan akses layanan pendidikan formal dan non formal;

b. pengembangan penyelenggaraan pendidikan satu atap jenjang Pendidikan dasar;

c. penyelenggaran pendidikan menuju pendidikan berbasis budaya;

d. peningkatan jumlah guru yang bersertifikasi;

e. penyediaan sarana prasarana tenaga pendidik; dan f. menjaga kualitas sarana prasarana Pendidikan

pada satuan Pendidikan dengan berkondisi baik. (2) Strategi Penguatan Program bidang Kesehatan

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf b meliputi:

a. meningkatkan mutu pelayanan fasilitas Kesehatan tingkat lanjutan;

b. memperluas akses pelayanan kesehatan ibu, anak, remaja, dan lanjut usia yang berkualitas;

c. mengoptimalkan perbaikan gizi masyarakat;

d. meningkatkan pengendalian penyakit dan Kesehatan lingkungan;

e. meningkatkan akses pelayanan kesehatan dasar dan rujukan yang berkualitas;

f. meningkatkan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat;

g. memenuhi kebutuhan operasional pelayanan kesehatan dan penunjang medis;

h. menguatkan manajemen kesehatan berbasis sistem informasi dan teknologi;

i. meningkatkan ketersediaan alat dan obat kontrasepsi dan akses pelayanan keluarga berencana yang merata dan berkualitas;

j. meningkatkan penyebarluasan komunikasi, informasi dan pembelajaran kepada generasi muda dan pasangan usia subur; dan

k. memantapkan program keluarga berencana melalui kelompok masyarakat.

(8)

Bagian Kelima Arah Kebijakan

Pasal 10

(1) Arah kebijakan Penguatan Program bidang Pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf a, terdiri atas:

a. pengalokasian anggaran pendidikan minimal 20% (dua puluh persen);

b. pengembangan pendidikan berbasis informasi dan teknologi;

c. pemantapan mutu pendidikan dasar dalam upaya mendukung wajib belajar 12 tahun;

d. penyediaan fasilitas pengembangan pendidikan vokasional berbasis budaya;

e. pemantapan mutu pendidikan dasar inklusif;

f. penuntasan pendidikan dasar dalam upaya mendukung wajib belajar 12 (dua belas) tahun; g. penyediaan fasilitas penyelenggaran pendidikan

yang berkualitas menuju pendidikan berbasis budaya.

h. peningkatan jumlah pendidik yang bersertifikasi; dan

i. pemenuhan sarana prasarana Pendidikan dan tenaga kependidikan.

(2) Arah Kebijakan Penguatan Program bidang Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf b, terdiri atas:

a. pengalokasian anggaran kesehatan minimal 10% (sepuluh persen);

b. peningkatan pelayanan kesehatan tingkat lanjutan yang terakreditasi;

c. penerapan standar mutu pelayanan;

d. peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit; e. peningkatan akses dan mutu pelayanan kepada

ibu hamil, bayi, balita, anak, remaja, dewasa dan lanjut usia;

f. peningkatan peran serta masyarakat dalam pelayanan kepada ibu hamil, bayi, balita, anak, remaja dan lanjut usia;

g. peningkatan Surveilans gizi, akses, mutu paket perbaikan gizi dan peran serta masyarakat untuk sadar gizi;

h. peningkatan upaya promotif dan preventif dalam pengendalian penyakit;

i. peningkatan Surveilans epidemiologi faktor resiko dan penyakit serta penanggulangan kejadian luar biasa/wabah;

j. peningkatan kesehatan lingkungan, perilaku higienis dan akses terhadap air bersih serta sanitasi yang layak;

k. peningkatan jumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang sesuai standar;

(9)

l. peningkatan pengelolaan jaminan kesehatan;

m. pengembangan dan penerapan sistem akreditasi fasilitas pelayanan Kesehatan milik Pemerintah dan swasta;

n. peningkatan inovasi pelayanan kesehatan melalui pelayanan kesehatan bergerak, pelayanan primer dan rujukan serta pelayanan perawatan kesehatan masyarakat;

o. peningkatan pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi, informasi dan pembelajaran serta upaya kesehatan berbasis masyarakat;

p. peningkatan ketersediaan obat esensial, generik, vaksin, alat Kesehatan dan bahan penunjang medis; dan

q. peningkatan sistem informasi kesehatan yang akurat dan berbasis data.

Bagian Keenam Pengalokasian Anggaran

Pasal 11

(1) Pemerintah Daerah memprioritaskan pengalokasian anggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (4) huruf b, untuk Penguatan Program bidang Pendidikan dan Kesehatan.

(2) Pengalokasian Anggaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berupa serangkaian upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan dan alokasi anggaran yang tersedia untuk kepentingan masyarakat.

(3) Pengalokasian Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disesuaikan dengan kemampuan keuangan Daerah.

(4) Pengalokasian Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam Peraturan Bupati.

BAB III

PERAN MASYARAKAT Pasal 12

(1) Masyarakat dapat berperan dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan Program bidang Pendidikan dan Kesehatan.

(2) Tahapan peran masyarakat meliputi perencanaan, perumusan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi Penguatan Program bidang Pendidikan dan Kesehatan.

(10)

(3) Bentuk peran masyarakat dalam Penguatan Program bidang Pendidikan dan Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dapat berupa sumbangan pemikiran, ide, gagasan, tenaga dan/atau materi. (4) Sumbangan pemikiran, ide, gagasan dan tenaga

sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disampaikan kepada Perangkat Daerah terkait.

(5) Sumbangan materi sbagaimana dimaksud pada ayat (3) dilaksanakan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

BAB IV

PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Pasal 13

(1) Bupati melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Perangkat Daerah dalam pelaksanaan Penguatan Program Bidang Pendidikan dan Kesehatan.

(2) Pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaksanakan oleh Inspektorat Daerah. (3) Inspektorat Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat

(2) dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

(4) Pembinaaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

BAB V PENDANAAN

Pasal 14

Segala biaya yang ditimbulkan akibat dibentuknya Peraturan Daerah ini bersumber dari:

a. APBD; dan/atau

b. sumber lain yang sah dan tidak mengikat sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

(11)

BAB VI

KETENTUAN PENUTUP Pasal 15

Peraturan

Daerah

ini

diundangkan.

Agar

setiap

pengundangan penempatannya Badung.

mulai

berlaku

pada

tanggal

orang

mengetalruinya,

memerintahkan

Peraturan

Daerah ini

dengan

dalam

Lembaran

Daerah

Kabupaten

Ditetapkan di Mangupura

pada tanggal ls_Juni 2020

GIRI PRAS

Diundangkan di Mangupura

pada tanggal 15 Juni 2020

SEKRETARIS D ATEN BADUNG,

ADI ARNAWA

LEMBARANDAERAH KABUPATEN BADIJNGTAHUN 2O2O NOMOR 3

NOREG. PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG, PROVINSI

BALI

:

(3,18

/2O2Ol

Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Bagran

Hukum dan

HAM

Setda. Kabupaten Badung,

NrP. 19720510 199903 1008

(12)

ATAS

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 3 TAHUN 2020

TENTANG

PENGUATAN PROGRAM BIDANG PENDIDIKAN DAN KESEHATAN I. UMUM

Dalam penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis, transparan, akuntabel, efisien dan efektif di bidang perencanaan pembangunan daerah, diperlukan adanya tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi perencanaan pembangunan daerah.

Penyelenggaraan pembangunan dalam bidang Pendidikan dan Kesehatan merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam mencapai tujuan pembangunan. Penyelenggaraan tahapan, tata cara penyusunan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah. Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, penyelenggaraan urusan Bidang Pendidikan dan Kesehatan merupakan Urusan Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar. Penyelenggaraan pembangunan dalam bidang pendidikan dan kesehatan bertujuan untuk memberikan acuan kepada pemerintah daerah dalam penyelenggaraan program pendidikan dan kesehatan. Pembangunan tersebut bertujuan untuk menyelaraskan program dan kegiatan pembangunan daerah kabupaten dengan pembangunan daerah provinsi, guna dapat mewujudkan pembangunan yang harmonis, selaras dan seimbang dengan menekankan pada Penguatan Program Bidang Pendidikan dan Kesehatan.

II. PASAL DEMI PASAL Pasal 1

Cukup jelas Pasal 2

Huruf a

yang dimaksud dengan “asas kepastian hukum” adalah bahwa Peraturan Daerah ini akan menjadi landasan hukum dalam pelaksanaan Penguatan Program bidang Pendidikan dan Kesehatan.

Huruf b

yang dimaksud dengan “asas keadilan” adalah bahwa Penguatan Program bidang Pendidikan dan Kesehatan diberikan kepada masyarakat tanpa kecuali.

Huruf c

yang dimaksud dengan “asas kepentingan umum” adalah bahwa dalam pelaksanaan Penguatan Program bidang Pendidikan dan Kesehatan mendahulukan kepentingan umum dengan cara aspiratif, akomodatif, dan selektif.

(13)

Huruf d

Yang dimaksud dengan “asas prioritas” adalah bahwa dalam pelaksanaan Penguatan Program bidang Pendidikan dan Kesehatan dapat melaksanakan dan mengutamakan penggunaan alokasi anggaran untuk Program Prioritas bidang Pendidikan dan Kesehatan.

Huruf e

yang dimaksud dengan “asas keberlanjutan” adalah bahwa pelaksanaan Penguatan Program bidang Pendidikan dan Kesehatan dilaksanakan secara terencana, terus menerus terjaga suasana harmonis, kerukunan dengan selalu memperhatikan perkembangan jaman baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang.

Huruf f

yang dimaksud dengan “asas keterbukaan” adalah Penguatan Program bidang Pendidikan dan Kesehatan bersifat transparan, jujur, dan tidak diskriminatif terhadap pelaksanaannya Pasal 3 Cukup jelas Pasal 4 Cukup jelas Pasal 5 Cukup jelas Pasal 6 Cukup jelas Pasal 7 Cukup jelas Pasal 8 Cukup jelas Pasal 9 Cukup jelas Pasal 10 Cukup jelas Pasal 11 Cukup jelas Pasal 12 Cukup jelas Pasal 13 Cukup jelas Pasal 14 Cukup jelas Pasal 15 Cukup jelas

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu pengabuan sangat penting untuk dilakukan, hal ini dikarenakan untuk mengetahui kadar mineral dalam suatu bahan dapat dilakukan analisa kadar abu dari

dibandingkan dengan perdu yang jumlah tunas yang lebih rendah dari kontrol. Pada konsentrasi pada cabangnya sedikit. hidrogen sianamida 2.50 % ternyata menghasil- Hasil

Analisis kualitas vegetasi riparian terhadap keanekaragaman makroinvertebrata pada 3 stasiun dalam pengambilan sampel 3 kali ulangan, yang telah ditentukan yaitu stasiun 1

kurang baik, hal itu bisa disebabkan karena campuran bahan pengikat pada pasir cetak basah yang kurang ataupun kadarnya yang berlebihan. Bahan pengikat dalam hal ini

PENGARUH PENYULUHAN DENGAN METODE CERAMAH MENGGUNAKAN MEDIA SLIDE DAN FILM TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG PERSONAL HYGIENE DAN INFEKSI KECACINGAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT

Hasil pengujian kayu oven, kayu kering angin dan kayu basah dengan tegangan 1.767 Vrms dan frekuensi 10 kHz diperoleh data bahwa bahan kayu basah dengan jenis borneo merupakan

Beban Gempa mengacu kepada Peraturan Perencanaan Tahan Gempa Indonesia untuk Gedung SNI-1726-2002.. Jakarta masuk Wilayah/Zone-3 atau

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi serta masukan publik tersebut, terdapat beberapa masukan umum, antara lain adanya pemahaman yang kurang tepat oleh masyarakat