• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sketsa Sains Konservasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Sketsa Sains Konservasi"

Copied!
71
0
0

Teks penuh

(1)

Primastoria Studio

Taman Alamanda Blok BB2 No. 55-59, Bekasi 17510

April 2016

Oleh: Puji Yosep Subagiyo

Sketsa

Sains

Konservasi

(2)

Kata Pengantar

Pekerjaan konservasi dapat dilakukan apabila tenaga konservasi telah mengenal bahan

pembentuk benda yang akan ditangani; dan jenis kerusakan yang sedang dihadapi. Hampir

semua bahan - khususnya benda organik - sangat peka terhadap kondisi lingkungan, seperti

kelembaban, suhu udara, dan radiasi cahaya. Kerusakan dapat juga terjadi karena kesalahan

penggunaan bahan atau cara penanganannya. Dalam kasus semacam ini, konservator harus

dapat memilah atau menggolongkan benda koleksi menurut jenis bahan pembentuknya, serta

mengidentifikasi dan klasifikasi berbagai jenis bahan, berikut sifat-sifatnya (fisik dan kimiawi).

Konservator adalah orang yang mampu melakukan pengamatan (kajian), berpikir analitik,

dan melaksanakan konservasi karya seni, artefak, relik, dan benda lain dengan menggunakan

metode atau teknik yang benar. Sehingga seorang konservator harus memiliki pengetahuan

cukup tentang metode dan teknik konservasi; serta dapat memilih dan menerapkan bahan

(materials) atau alat dalam proses konservasi dengan baik. Nantinya, mereka dapat pula

mengkhususkan diri pada satu atau lebih bidang konservasi, seperti: batu, logam, kayu, tekstil,

lukisan, karya seni bermedia kertas, buku, (pita) film, pita perekam suara, foto, atau benda lain

bermedia komplek (campuran).

Konservasi adalah suatu tindakan yang bersifat kuratif – restoratif (penghentian proses

kerusakan dan perbaikannya) dan tindakan yang bersifat preventif (penghambatan dari

kemungkinan proses kerusakan). Konservasi benda koleksi museum menurut American

Association of Museums (AAM 1984:11) dirujuk kedalam 4 tingkatan.

Pertama adalah perlakuan secara menyeluruh untuk memelihara koleksi dari kemungkinan suatu

kondisi yang tidak berubah; misalnya dengan kontrol lingkungan dan penyimpanan benda

yang memadai, didalam fasilitas penyimpanan atau displai;

Kedua adalah pengawetan benda, yang memiliki sasaran primer suatu pengawetan dan

penghambatan suatu proses kerusakan pada benda;

Ketiga adalah konservasi restorasi secara aktual, perlakuan yang diambil untuk mengembalikan

artifak rusak atau 'deteriorated artifact' mendekati bentuk, desain, warna dan fungsi aslinya.

Tetapi proses ini mungkin merubah tampilan luar benda; dan

Keempat adalah riset ilmiah secara mendalam dan pengamatan benda secara teknis.

Dengan “Sketsa Sains Konservasi” ini (melalui infografis, gambar atau ilustrasi berwarna,

tabel, dll.), kita akan mendapatkan pengetahuan terapan dan teknis konservasi koleksi di

museum atau galeri secara utuh, sistematis dan terarah. Khususnya dalam rangka penyusunan

instrumen pengumpulan dan pengolahan data, analisis data serta identifikasi masalah kondisi

koleksi benda bernilai budaya sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk mengetahui

pemecahannya.

Bekasi, April 2016

Puji Yosep Subagiyo

(3)

SEJARAH ARKEOLOGI NUMISMATIKDAN HERALDIK PRASEJARAH ETNOGRAFI GEOGRAFI Kelompok INVEN TARI SA SI DAN PENELITIAN

PEMILIK BENDA* TIM/PANITIA* PENGELOLA LAIN-LAIN* *

BIDANG REGISTRASI DAN DOKUMENTASI TIM PENGADAAN KOLEKSI, PANITIA PAMERAN , DLL. DIUSU LKAN/ DI TAW ARKAN MEN JAD I KOLEKSI MUSEUM DID AF TAR/ DIC ATA T SE LEKSI MEMENUHI SY AR AT TID AK MEMENUHI SY AR AT BENDA DIBELI

* DIHIBAH/* SUMBANGKAN DIPIN

JAM / * LAI N-LAI N * TITIPKAN MEN JAD I KOLEKSI MUSEUM DIREGISTR ASI DAN DOKUMEN TA SI BIDANG REGISTRASI DAN DOKU M ENT ASI PENGELOLA KOLEKSI

KOMPUTERISASI

DATA KOLEKSI

DITERIMA/ MASUK

DI

TOLAK/

KE

LU

AR

Pengelo la/ Pelaksana

(RE) INVENTARISASI/ (HER) REGISTRASI

1. Nomor Regist rasi 2. Nomor I nv entaris 3. Nama Koleksi 4.

Kelompok dan a. Pembuatan b. Perolehan

6. Asal (T empat) a. Sementa ra b. Tetap a. Bahan b. Uku ran c. dll. 7. D eskripsi Lengka p a. Ca ra P eroleha n (hiba h, beli/ha rga , dll.) b. Keguna an 8. Ri wa ya t Lengka p 9. Kondisi Koleksi Dat a Isian Inventaris 5. Lokasi Simpan Sub Kelompok 10. Referensi Pengelo la/ Pelaksana

TIM PENGADAAN KOLEKSI, PANITIA PAMERAN

, DLL.

DENGAN PERSETUJUAN KEPALA MUSEUM

(10) (20) (30) (40) (50) (70)

KERAMIK (60)

Komputer + Database Koleksi

1. Nomor Regist rasi 2. Nomor I nv entaris 3. Nama Koleksi 4.

Kelompok a. Pembuatan b. Perolehan

6. Asal ( Tempat) a. Sementa ra b. Tetap a. Bahan b. Uku ran c. dll. 7. D eskripsi Singkat a. Ca ra Peroleha n (hiba h, beli/ha rga , dll.) b. Keguna an 8. Ri wa yat Singka t 9. Kondisi Koleksi

Data Isian Registrasi (Sub 5. Lokasi Simpan

Kelompok)

konvensional (data stat

is) digital (d. dinamis)

AL

UR KE

LU

AR-MASUK

KOLE

KSI

DAN

KOMPUTERI

SASI

DAT

A

(4)

A ge = Umur B eau ty = Keindahan C ondition = Kondisi P rice = Harga Q uali ty = Kualitas R ari ty = Kelangkaan

Gambaran Ilmu Dasar

dan T

ekno

lo

gi B

ahan

Sistem Perujukan B

enda

Seni - Budaya

Dat a Isian Regist rasi

Studi Koleksi dan Konservasi

DATA KOLEKSI KOLEKSI

1. Nomor Regist rasi 2. Nomor I nv entaris 3. Nama Koleksi 4. Kelompok a. Sementa ra b. Tetap 5. Lokasi Simpan (Sub Kelompok) Dat a Isian Inventaris 1. Nomor Regist rasi 2. Nomor I nv entaris 3. Nama Koleksi 4.

Kelompok dan a. Sementa

ra b. Tetap 5. Lokasi Simpan Sub Kelompok REINVENTARISASI HEREGISTRASI Data Ko ndisi Koleksi 1. Nomor Inventa ris 2. Nama Koleksi 6. B ahan 3. Kelompok da n 5. Asal (T empat) 4. Lokasi Simpan Sub Kelompok 7. Kondisi RE-OBSERVASI REGISTRASI INVENTARISASI OBSERVASI 1. Nomor Regist rasi 2. Nomor I nv entaris 3. Nama Koleksi 4. Kelompok a. Sementa ra b. Tetap 5. Lokasi Simpan (Sub Kelompok) 1. Nomor Regist rasi 2. Nomor I nv entaris 3. Nama Koleksi 4. Kelompok a. Sementa ra b. Tetap 5. Lokasi Simpan (Sub Kelompok)

KONTEKS KULTURAL (benda

da lam konteks ny a) INTERPRETASI (benda ke-konteks ny a)

PROSES KURASI (benda

hila ng konteks ny a) ANALISA KOMPARATIF 3 4 1

Skema Pro

ses Kurasi

AB

C-PQR

RUMUS Ja mes Clifford (1988:224) Susan M. Pearce (1994:263) La wrence van Vlack (1985) Pamela B. Vandi ve r, et.al. (1991) Susan M. Pearce, edit . (1989:99) (1000) ETNOGRAF I (Klp) Kelo mpok & Ko de (1100) Tekstil (Su bKlp) (1101) Batik (Su bSu bKlp) (1102) Ikat (1176) Ikat Paka n (2000) GEOGRAFI (3000) SE JARAH (4000) ARKEO LOGI (6000) KERAM IK (7000) PR ASE JARAH (1179) Ikat Paka n + Song ket (5000) NUMISM ATIK & HERA LD IK

AL

UR

REGISTRASI, INVENTARISASI (

STUDI)

DAN OB

SERVASI

KOLE

KSI

2

B

AT

U

LOGAM

K

AY

U

TEKSTIL

LUKISAN

SPESIALISASI KONSERVASI

KERT

AS

C

AMPUR

1. Nomor Inventa ris 2. Nama Koleksi 6. B ahan 3. Kelompok da n 5. Asal (T empat) 4. Lokasi Simpan Sub Kelompok 7. Kondisi Data Ko ndisi Koleksi Dat a Isian Inventaris Dat a Isian Regist rasi

(5)

Koleksi R

elik

Seja

ra

h

447

Displai:

149

Simpan:

300

Fungsi

:

Senja

ta, P

er

lengk

apan

Rumah T

angga,

Per

lengk

apan

Upacar

a, P

er

inga

tan,

D

ekor

asi.

Filling (173 )

St

or

age (125 )

Koleksi S

ej

ar

ah

Koleksi t

erbu

at da

ri t

er

ak

ot

a,

ba

tu

, lo

ga

m, k

er

amik

, k

ayu

, dll

.

Kelompok dan Sub Kelompok

Koleksi

Total

Jumlah P

ersebar

an, Kondisi dan Komposisi Bahan

Simpan Bahan Baik Cuk up Rusak Lain Total Displai Bahan Baik Cuk up Rusak Lain Total Bahan U tama (T unggal a tau Campur) C ata tan 10. E tnog rafi 11. T ekstil 12. Rumah A da t 32.853 ? kps , str , dll . ? ? ? ? 4.540 kps , str , dll . 44 469 297 2.862 Tekstil 20. G eog rafi 30. S ejar ah 40. A rkeolog i 50. Numisma

tik & Her

aldik 60. Ker amik 70. P rasejar ah ? 78 ? ? ? ? ? 1.150 ? ? ? ? ? Ker tas , Luk isan 1.157 149 ? ? ? ? ? 300 ? ? ? ? ? Logam, K ayu 449 2.395 ? ? ? ? ? 11.882 ? ? ? ? ? Ba tu , L ogam 14.277 501 ? ? ? ? ? 22.331 ? ? ? ? ? Logam, T ekstil 22.832 4.324 ? ? ? ? ? 1.708 ? ? ? ? ? Ker amik 6.032 904 ? ? ? ? ? 41.048 ? ? ? ? ? Ba tu , L ogam 41.952 2.269 ? ? ? ? ? 30.566 ka yu , t ek ? ? ? ? Ka yu , T eks , Lg m ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Kay u ? 119.502 Jumlah Koleksi : 108.985 10.620 * Untuk men gisi “bah an ” den gan mer ujuk pada D aft ar B ah an (Pen jelasan Identifikas i dan K las ifikas i B ah an ) pada h alaman 1 2. * *

(6)

Ber

bagai model rumah ada

t dapa t diliha t di Ruang P amer E tnog rafi G edung A . Ber bagai jenis t ekstil dapa t diliha t di Ruang P amer Tekstil G edung A . Ber bagai jenis w ay ang golek (tulang , t ekstil , ca t, dll .) t ersimpan di Vitr in Pajang E tnog rafi bag ian ba w ah. Ber bagai jenis per

hiasan emas dapa

t diliha t di Ruang Khasanah G edung A.

Koleksi Etno

gr

afi

(7)

LEMBAR INVENTARIS TEKSTIL

MUSEUM NASIONAL

Kain palampos a. Bentuk: 238 x 162 cm. b. Ukuran: kapas c. Bahan:

merah, biru, hijau, hitam, kuning, polos. d. Warna:

palmet (paisley), floral e. Motif/Hiasan:

sablon (print), colet f. Teknik Pembuatan:

Kain palampores (baca: palampos) adalah kain katun bermotifkan seperti pohon hayat, palmet, dll. yang dibuat dengan tehnik sablon-blok (block-print) dari India yang banyak dipasarkan ke Eropa. Pada sekitar tahun 1915-an kain palampos dipasarkan oleh Belanda sampai ke Indonesia (Storey, 1992:20-24). Kain palampos digunakan sebagai penutup, hiasan dinding, dll.

Di sini, kain palampos berupa kain katun berwarna latar putih (polos) yang digambari sebuah pintu serambi dan ornamen-ornamen geometris khas Timur Tengah, seperti gambar-gambar yang umum di sajadah (alas sembahyang orang muslim). Teknik penerapan warna yang membentuk pola-hias adalah teknik sablon, dan mungkin juga colet (free-hand painting). Hal ini nampak sekali dengan adanya pergeseran warna pada ornamen-ornamen yang telah disebut di atas.

g. Uraian:

a. Tempat Asal:

kain penutup, hiasan dinding, dll. e. Kegunaan/ Fungsi:

01/01/1915 f. Tahun Perolehan:

Beli

Temuan Hadiah/ HibahTransaksi lain g. Cara Perolehan:

Baik Cukup Rusak Lain-lain

7. Kondisi:

Ref.: J.E. Jasper & M. Pirngadie (1916:88-89). J.E. Jasper & M. Pirngadie (1997): Seni Batik, Tim Peneliti Batik Indonesia, trans-edit-anot: S.H. Adiwoso & P.Y. Subagiyo, Tokyo - Jakarta. Subagiyo, P.Y. (1996): Metal Thread Exam..., Jambi

Int. Symposium. hal.11-13. Storey, Joyce (1992): Textile Printing, London,

Thames & Hudson. hal.20-24. John Guy (1998): Woven Cargoes - Indian Textiles in the East, Thames & Hudson.

8. Keterangan, Referensi, dll.:

Mata biasa Kaca pembesar Mikroskop Lain-lain

9. Teknik Pengamatan: Tanggal Pengamatan: 13 September 1994

Tanda tangan Kurator:

Puji Yosep Subagiyo Nama Kurator: X 5. Deskripsi Benda: 6. Riwayat Benda: noda sedikit . b a K g n u p m a L a i d n I . p o r P Negara India b. Tempat Pembuatan: Lampung c. Tempat Temuan: d. Tahun Pembuatan: 4. Tempat Penyimpanan: 20468 b 20468b :. v n I r o m o N . 3 Nomor Reg.: (lama) (baru) 20468 b No. Foto: Silang polos Silang kepar Tapestri Rep Satin Damas Other... Tehnik Tenun/ Nir-Tenun :

Brokat (brocade) Kelim (slit/interlocked) Perca (applique) Pilih Songket Sulam (embroidery) Sulam bantal (quilting) Sulam cucuk (couching) Sungkit Other... K-1a K-1b K-2a K-2b K-2c K-3a K-3b K-3c K-4a K-4b K-5a K-5b Other... Kategori Penerapan Logam : KETERANGAN KHUSUS (ATRIBUT)

Pewarnaan (Pencelupan/Pigmentasi) : Biasa Batik Ikat Plangi/Jumputan Tritik Other... Colet

Prada Sablon/ PrintingOther... GB.ST5.031.04 ) u r a b ( ) a m a l( 14b. (31B/7) Palampos

1. Jenis Koleksi: Etnografi 2. Nama Benda: ) a m a l( ) u r a b (

(Sub) Kelompok: Tekstil Sablon

101

(8)

LEMBAR KONDISI TEKSTIL

B. Restorasi, Penguatan dan Konsolidasi

Kotor/ debu Sobek Lubang Lipatan Penguningan Warna berubah Rapuh/ getas Perekat/ label Lain-lain A. KERUSAKAN FISIK Pembersihan penyedotan kwas cuci basah kering/ kimia lokal/ spot kelantang A. lain-lain pendobelan kain

pelembab-rataan kain pembingkaianpenempelan benang

1. Rapuh, getas = brittle (easily broken

because it is hard (stiff) & not flexible). 2. Lapuk, mubut = fragile (easily broken

or damaged). i s i d n o K a d n e B l a s A a d n e B a m a N . v n I . o N o N D. KERUSAKAN LAIN No Foto : Ukuran

REKOMENDASI PERAWATAN DAN PENGAWETAN :

Kulit Binatang Bulu Serat Sutera Serat Wol Other... BAHAN PEMBENTUK BENDA PROTEIN Jamur Serangga Bubuk, kumbang Laba-laba Ngengat kain Rayap

Gegat (silver fish) Kecoa Kumbang Binatang pengerat Lain-lain B. KERUSAKAN BIOTIS Pucat/pudar Noda (stains) Berlemak/minyak Korosi Kristal garam Oksidasi Lapuk/ mubut Pudar Bau Lain-lain C. KERUSAKAN KIMIAWI Catatan : Tulang Kerang Pigmen/ Cat Manik-manik Kaca Resin LAIN-LAIN Lokasi: CATATAN: K-1a K-1b K-2a K-2b K-2c K-3a K-3b K-3c K-4a K-4b K-5a K-5b Kategori Aplikasi Logam 1 : emas; 2 : perak; 3 : lgm lain.

Prioritas Tindakan :

A. Segera

B. Sedang

C. Rendah

Pengawetan dan Perlakuan Lain Pembersihan bekas jamur/ insek C.

Fumigasi

Freezing Perlakuan lain

Benang Logam Benang Emas Benang Perak Percik Logam Prada Other... Kulit Kayu Anyaman Serat Kapas Serat Linen Serat Nanas Serat Koffo Other... LOGAM SELULOSE

LINGKUNGAN MIKRO DAN LAINNYA :

A. Intensitas Cahaya (Lux)

B. Radiasi UV (μW/Lmn) -C. Suhu Udara (0C) ---D. Suhu Permukaan (0C) --E. Kelembaban Udara (%) F. Kandungan Air (%) ---G. Keasaman (pH)

---H. ORP (mili Volts)

---USULAN UJI BAHAN (LAB) DAN CATATAN

= ... (...) = ... (...) = ... (...) = ... (...) --- = ... (...) = ... (...) = ... (...) = ... (...) I. III. IV. C. B. A. D. E. V.

VI.

TEKNIK PENGAMATAN

A. Mata biasa (tanpa-alat)

B. Kaca Pembesar

C. Mikroskop. ... X

D. ...

E. ...

F. ...

VII.

TANGGAL PENGAMATAN

Tandatangan Observator, Konservator, dll. Nama : ... (DD/MM/YYYY)... 1. 2. 3. 4. 5. 6. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 1. 2. 3. 4. 5. 7. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 1. 2. 3. 7. 8. 9. 4. 5. 6. 10.

II. KONDISI SAAT PENGAMATAN :

Baik

Cukup

Rusak

Hancur

Aktif

J. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 1. 2. 3. 4. 1. 2. 3. 4. ... Lain-lain Lain-lain Lain-lain Lain-lain Perlakuan lain 5.

I. Polusi Udara --- = ... (...) Catatan :ORP = Potensial Redoks.

... ... ...

(9)

Detail Proses

Observasi, Perawatan & Pengawetan

Skema Proses

Observasi,

Perawatan &

Pengawetan

Observasi

Kerusakan

Lingkung

an Mikro

dan Lainny

a

1. Rapuh 2. Kotor 3. Lemak 4. Kelupas 5. Gores 6. Retak 7. Patah 1. Lapuk 2. Pudar 3. Korosi 4. Oksidasi 5. Bau 6. Noda 7. Kristal garam 1. Jamur (Fungi) 2. Serangga (Insect) 3. Ganggang (Algae) 4. Lumut (Moss) 5. Lumut-kerak (Lichens) [ ... %] [ ... %] [ ... %] [ ... %] [ ... %]

Fisik

Kimiawi

Biotis

Identifikasi dan Klasifikasi Kerusakan

A. Intensitas Cahaya (Lux)

B. Radiasi UV (μW/Lmn) -C. Suhu Udara (0C) ---D. Suhu Permukaan (0C) --E. Kelembaban Udara (%) -- F. Kandungan Air (%) ---G. Keasaman (pH)

---H. ORP (mili Volts)

---= ... (...) = ... (...) = ... (...) = ... (...) = ... (...) = ... (...) = ... (...) = ... (...) I. Catatan: ...

Identifikasi dan Klasifikasi Penyebab Kerusakan

ORP = Oxidation -

Reduction Potential (Potensial Redoks), diukur dalam mili Volts). Semakin nilai negatifnya kuat - semakin baik kondisi tersebut menekan oksidasi.

Perawatan dan Pengawetan

Benda

Atap

Dinding

Lantai

1. Kayu. 2. Kulit. 3. Bambu. 4.

Rotan.

Selulose

Protein

1. Kulit

2. Bulu

3.

4. LainTekstil

Organik

Anorganik

Campuran

Alat

Transportasi

Alat Musik

Rumah Adat

Bentuk

(Konstruksi)

Bahan

(Komposisi)

Tulang Kerang Pigmen/ Cat Manik-manik Batu Kaca Keramik Plester Emas Perak Timah Perunggu 1. 2. 3.

4.

Logam

Non Logam

1. 2. 3. 4. 1. 2. 3. 4.

Komposisi, Identifikasi dan Klasifikasi Bahan (Mengenal Sifat - Interaksi Bahan)

Konstruksi (Pertimbangan Restorasi)

2A 2B 2C 4 1 2A 2B 2C

Analisis

3B

Uji Lab

3A

Persiapan

2

Perawatan dan Pengawetan

Analisis

Observasi

Benda

Lingkungan Mikro

dan Lainnya

2C 2A

Kerusakan

4 1 3B

Uji Lab

3A

Persiapan

2 2B

(10)

LEMBAR KONDISI KOLEKSI

No.

No. Inv.

Nama Benda

Keterangan

Ukuran

Kondisi

I.

BAHAN :

A.

Non Logam

1. Batu 2. Kaca 3. Keramik 4. Plester 5. Semen 6. Lain B.

Logam

1. Emas 2. Perak 3. Timah 4. Tembaga 5. Besi 6. Lain C.

Selulose

1. Kayu 2. Kulit 3. Bambu 4. Rotan 5. Anyaman 6. 7. Lain D.

Protein

1. Kulit 2. Bulu 3. 4. Lain E.

Lain-lain

1. Tulang 2. Kerang 3. Pigmen/ Cat 4. Manik-manik 5. Resin 6. Lain

O

RGANIK

ANO

RGANIK

II.

KONDISI SAAT PENGAMATAN :

A.

Fisik

1. Rapuh 2. Kotor 3. Lemak 4. Kelupas 5. Gores 6. Retak 7. Patah 8. Hilang 9. Basah 10. Kering 11. Lain B.

Kimiawi

1. Lapuk 2. Pudar 3. Korosi 4. Oksidasi garam 8. Lain 5. Bau 6. Noda 7. Kristal C. 1. Jamur (Fungi) 2. Serangga (Insect) 3. Ganggang (Algae) 4. Lumut (Moss) 5. Lumut-kerak (Lichens) 6. Lain [ ... %] [ ... %] [ ... %] [ ... %] [ ... %] No. Foto: D. Catatan: ...

III.

LINGKUNGAN MIKRO DAN LAINNYA :

A. Intensitas Cahaya (Lux)

B. Radiasi UV (μW/Lmn) -C. Suhu Udara (0C) ---D. Suhu Permukaan (0C) --E. Kelembaban Udara (%) F. Kandungan Air (%) ---G. Keasaman (pH)

---H. ORP (mili Volts)

---I. Catatan: ... ... = ... (...) = ... (...) = ... (...) = ... (...) = ... (...) = ... (...) = ... (...) = ... (...)

IV.

REKOMENDASI PERAWATAN DAN PENGAWETAN :

V.

USULAN UJI LAB (BAHAN) DAN TAMBAHAN :

...

VI.

TEKNIK PENGAMATAN

A. Mata biasa (tanpa-alat)

B. Kaca Pembesar

C. Mikroskop. ... X

D. ...

E. ...

F. ...

VII.

TANGGAL PENGAMATAN

Tandatangan Observator, Konservator, dll. Nama : ... (DD/MM/YYYY)... ... ... F.

Catatan

Prioritas Tindakan :

Lokasi Benda :

A. Segera

B. Sedang

C. Rendah

Biotis

Tekstil Tekstil

Baik

Cukup

Rusak

...

Hancur

Aktif

7.

Perunggu

A.

Pembersihan

1. kotoran/ debu dengan:

2.

karat, noda, dll. dengan cara:

3. 4.

B.

Penguatan/ konsolidasi

1. Perlakuan benda rapuh dengan:

2. Penguatan benda rapuh dengan:

3.

C.

Restorasi

1. Pengembalian bentuk/ warna

(pendempulan, araldite, tusir warna, dll)

2. Perbaikan fungsi / mekanis benda

(reparasi mekanis, penggantian bahan, dll)

3. Lain

D.

Pengawetan

1. Stabilisasi karat (menghambat, menghentikan

proses korosi, dll.)

2. 3. 4.

5. Lain

E.

Treatmen Tambahan dan Catatan

... ...

Mematikan jamur, insek dengan: Mematikan ganggang, lumut, jamur kerak dg.:

larutan 1% Hivar XL, atau ...

Coating/ laminasi dengan: Lain

lemak/ minyak dengan:

Lain

a. kwas b. vacuum c. pelarut air

d. pelarut kimia e. mekanis

f. lain ...

a. mekanis b. kimia c. elektrolisis

d. lain ...

a. air + deterjen b. etanol + deterjen

c. pelarut kimia d. lain...

...

b. konsolidan (penyemprotan perekat, dll.) a. penguatan konstruksi (mounting,

pendobelan kain, dll.)

c. lain ... ...

...

a. fumigasi b. pendinginan (freezing) c. lain ... a. lilin mikrokristalin

b. Paraloid B72 (... % w/v in ...) c. lain ...

a. uap air b. minyak

d. lain ...c. meratakan ... ... ... ... ... ... ... E.

ORP = Oxidation-Reduction Potential, diukur dalam miliVolts).

(11)

[09]

N o. N o. I nv . N ama Benda U ku ran Kondi si Ke te ran gan I. BAHAN : A. Non Lo gam 1. Ba tu 2. Ka ca 3. Ke ramik 4. Ple st er 5. Semen 6. Lain B. Lo gam 1. Emas 2. Pe rak 3. Timah 4. Temba ga 5. Besi6. Lain C. Selulose 1. Ka yu 2. Kulit 3. Bambu 4. Ro tan 5. An yaman 6. 7. Lain D. Pr ot ein 1. Kulit 2. Bulu 3. 4. Lain E. Lain -lain 1. Tulang 2. Ke rang 3. Pigmen/ C at 4. Mani k-manik 5. Resin 6. Lain ORGANIK ANORGANIK II. KONDISI SA AT PENGAM AT AN : A. Fisik 01. Rapuh 02. Ko tor 03. Lemak 04. Kelupas 05. Go res 06. Re tak 07. Pa tah 08. Hilang 09. Basah 10. Kering 11. Lain B. Kimi awi 1. Lapuk 2. Pudar 3. Ko rosi 4. O ksidasi ga ram 8. Lain 5. Bau 6. Noda 7. Kri st al C. 1. Jamur ( Fungi ) 2. Serangga ( Inse ct) 3. Gan gg ang ( Algae ) 4. Lumut ( Moss ) 5. Lumut-k erak (Liche ns ) 6. Lain [ ... %] [ ... %] [ ... %] [ ... %] [ ... %] No. Fo to: D. Catat an : ... III. LINGKUNGAN MIKRO DAN LAI NNYA : A. In tensi tas Cah ay a (Lux) B. Radiasi UV ( μ W/Lmn) -C. Suhu Uda ra ( 0C) ---D. Suhu Permu kaan ( 0C) --E. Kelembaban Uda ra (%) F. Kandun gan Air (%) ---G. Keasaman ( pH ) ---H. ORP ( mili Volts ) ---I. Ca ta tan: ... ... = ... (...) = ... (...) = ... (...) = ... (...) = ... (...) = ... (...) = ... (...) = ... (...) IV .

REKOMENDASI PERAWATAN DAN PENGAWETAN :

V. USULAN UJI LAB (B AHAN) D AN TAM BAHAN : ... ... VI. TEKNI K PENGAM AT AN A. M at a biasa ( tanpa-al at) B. Ka ca Pembesar C. Mik ros kop. ... X D. ... E. ... F. ... VII. TANGGAL PENGAM AT AN Tanda tangan O bse rva to r, Konse rva to r, dll. Nama : ... (DD/MM/YYYY) ... ... ... F. Ca tat an Priori tas Tinda kan : Lo kasi Be nda : A. S eg er a C. Re ndah B. S edang Biotis Tek stil Tek stil Bai k Cukup Rusak ... Hancur Ak tif 7. Per unggu A. Pem be rsihan 1. ko to

ran/ debu dengan:

2. ka ra t, noda, dll. dengan cara: 3. 4. B. Pengu at an/ ko nsol idasi 1. Perlakuan benda rapuh dengan: 2. Pengu at an be nda rapu h d engan: 3. C. Re st or asi 1. Pen gembalian be ntuk / w arna (pe ndempul an, aral dite, tusir war na, dl l) 2. Perbai

kan fungsi / mekanis benda

(re

par

asi mekanis, penggantian bahan,

dll) 3. Lain D. Pen gaw et an 1.

Stabilisasi karat (me

ng hambat, me nghe ntik an proses korosi , dll .) 2. 3. 4. 5. Lain E. Tr ea tmen Tambah an dan C atat an ... ... Mematik an jamur, inse k dengan: Me matik an ganggang, lumut, jamur ke rak dg. : larutan 1% H iv ar XL, atau ... Coating/ l aminasi dengan: Lain lemak/ minyak d engan: Lain a. k was b. vacuum c. pe larut air d. pelarut k imi a e. me kanis f. lain ... a. mek anis b. k imi a c. e lektrol isis d. lain ... a. air + dete rje n b. e tanol + dete rjen c. pe larut k imi a d. lain ... ... b. k onsolidan (pe nyemprotan pere kat, dl l.) a. penguatan k onstruk si (mounting, pe ndobelan k ain, dl l.) c. lain ... ... ... a. fumigasi b. pe ndinginan (fre ezi ng) c. l ain ... a. l ilin mikrokri stali n b. Paraloi d B72 (. ... % w/v i n . ... ) c. l ain ... a. uap air b. minyak d. lain ... c. me ratak an ... ... ... ... ... ... ... E. ORP = Oxidation-Reduction Potential

, diukur dalam miliVolts).

Se makin k uat ne gatif - se makin baik air te rse but me ne kan oksidasi. ... LEM BAR KONDISI KOLE KSI

Penjelasan Teknis

:

Instrumen Pengumpulan dan Pengolahan Data

Observasi

123 124 157 159 170 313 314 808 839 840 843 907 926 949 950 952 345 901 KN I (Kode N omor Inve ntaris) 10 0 20 40 60 80 10 0 12 0 14 0 16 0 15 25 30 90 95 50 45 55 Besaran URB , NJB dan TKB URB NJB TKB

Grafik Analisis Spontan

(GAS

) URB

, NJB

dan

TKB

Untuk Mengetahui Hubungan Usia, Bahan dan Tingkat K

erusakan

18 Tekstil di Museum N

asional

OUTPUT OBSERVASI

Instrumen (Alat) Observasi

Instrumen (Alat)

Uji Lab

Portable XRF Spectrometer Alat Identifik

asi Unsur/ Elemen L

og

am

Digital Microscope Alat P

er ek am G amba r M ik ro

Output Analisis Data Bahan & Kerusakan

Ruang A Temp er atur (°C ) M in. Av e. Max. 26 28 29 Kelembaba n (%) M in. Av e. Max. 44 50 59 Ber esiko ~ Bahay a 1 Ideal ~ Cuk up 3 Cuk up ~ Ber esiko 2 Ket er angan :

Instrumen Pengumpul dan

Pengolah Data (KONVENSIONAL)

Instrumen Pengumpul dan Pengolah Data (DIGITAL)

Komputer +

(12)

III. LINGKUNGAN MIKRO DAN LAINNYA :

A. Intensitas Cahaya (Lux)

B. Radiasi UV (μW/Lmn) -C. Suhu Udara (0C) ---D. Suhu Permukaan (0C) --E. Kelembaban Udara (%) F. Kandungan Air (%) ---G. Keasaman (pH)

---H. ORP (mili Volts)

---I. Catatan: ... ... = ... (...) = ... (...) = ... (...) = ... (...) = ... (...) = ... (...) = ... (...) = ... (...)

ORP = Oxidation-Reduction Potential, diukur dalam miliVolts).

Semakin kuat negatif - semakin baik air tersebut menekan oksidasi.

PENJELASAN TEKNIS

No. No. Inv. Nama Benda Keterangan Ukuran Kondisi

I. BAHAN : A. Non Logam 1. Batu 2. Kaca 3. Keramik 4. Plester 5. Semen 6. Lain B. Logam 1. Emas 2. Perak 3. Timah 4. Tembaga 5. Besi 6. Lain C. Selulose 1. Kayu 2. Kulit 3. Bambu 4. Rotan 5. Anyaman 6. 7. Lain D. Protein 1. Kulit 2. Bulu 3. 4. Lain E. Lain-lain 1. Tulang 2. Kerang 3. Pigmen/ Cat 4. Manik-manik 5. Resin 6. Lain O RGANIK ANO RGANIK

II. KONDISI SAAT PENGAMATAN :

A. Fisik 01. Rapuh 02. Kotor 03. Lemak 04. Kelupas 05. Gores 06. Retak 07. Patah 08. Hilang 09. Basah 10. Kering 11. Lain B. Kimiawi 1. Lapuk 2. Pudar 3. Korosi 4. Oksidasi garam 8. Lain 5. Bau 6. Noda 7. Kristal C. 1. Jamur (Fungi) 2. Serangga (Insect) 3. Ganggang (Algae) 4. Lumut (Moss) 5. Lumut-kerak (Lichens) 6. Lain [ ... %] [ ... %] [ ... %] [ ... %] [ ... %] No. Foto: D. Catatan: ...

IV. REKOMENDASI PERAWATAN DAN PENGAWETAN :

V. USULAN UJI LAB (BAHAN) DAN TAMBAHAN :

...

VI. TEKNIK PENGAMATAN

A. Mata biasa (tanpa-alat)

B. Kaca Pembesar

C. Mikroskop. ... X

D. ...

E. ...

F. ...

VII. TANGGAL PENGAMATAN

Tandatangan Observator, Konservator, dll. Nama : ... (DD/MM/YYYY)... ... ... F. Catatan Prioritas Tindakan :

Lokasi Benda : A. Segera B. Sedang C. Rendah

Biotis

Tekstil Tekstil

Baik Cukup Rusak

...

Hancur Aktif

7.

Perunggu

A. Pembersihan

1. kotoran/ debu dengan:

2.

karat, noda, dll. dengan cara:

3.

4.

B. Penguatan/ konsolidasi

1. Perlakuan benda rapuh dengan:

2. Penguatan benda rapuh dengan:

3.

C. Restorasi

1. Pengembalian bentuk/ warna (pendempulan, araldite, tusir warna, dll)

2. Perbaikan fungsi / mekanis benda (reparasi mekanis, penggantian bahan, dll)

3. Lain

D. Pengawetan

1. Stabilisasi karat (menghambat, menghentikan proses korosi, dll.)

2.

3. 4.

5. Lain

E. Treatmen Tambahan dan Catatan ... ...

Mematikan jamur, insek dengan: Mematikan ganggang, lumut, jamur kerak dg.: larutan 1% Hivar XL, atau ...

Coating/ laminasi dengan: Lain

lemak/ minyak dengan:

Lain

a. kwas b. vacuum c. pelarut air d. pelarut kimia e. mekanis f. lain ...

a. mekanis b. kimia c. elektrolisis d. lain ... a. air + deterjen b. etanol + deterjen c. pelarut kimia d. lain ...

...

b. konsolidan (penyemprotan perekat, dll.) a. penguatan konstruksi (mounting,

pendobelan kain, dll.) c. lain ...

...

...

a. fumigasi b. pendinginan (freezing) c. lain...

a. lilin mikrokristalin

b. Paraloid B72 (... % w/v in ...) c. lain ...

a. uap air b. minyak

d. lain ...c. meratakan ... ... ... ... ... ... ... E. ... ANALISIS

Identifikasi dan Klasifikasi Bahan dan Mengenal Sifat - Interaksi Bahan

Identifikasi dan Klasifikasi Kerusakan

Identifikasi dan Klasifikasi Penyebab Kerusakan Identitas dan Lokasi Benda

Ruang A

Temperatur (°C) Min. Ave. Max.

26 28 29

Kelembaban (%) Min. Ave. Max.

44 50 59

Ruang B.

Temperatur (°C) Min. Ave. Max.

27 28 28,5

Kelembaban (%) Min. Ave. Max.

60 66 75

Data Iklim Makro

Beresiko ~ Bahaya 1 Ideal ~ Cukup 3 Cukup ~ Beresiko 2 Keterangan : BANTUAN TEKNIS

Identifikasi Serat, Benang Logam, Mordan (Garam Logam), Jenis Karat, Efek Bahan Lemari Simpan

dan Pamer, Lampu Dalam Vitrin, dll. Teknis Penguatan Kain Rapuh, Penetralan Keasaman,

perhitungan Equilibrium Moisture Content (EMC),

EMC/RH isotherm bahan organik (kapas, linen, kertas, kayu, dsb.);

kapasitas buffering (MH), rekondisi silicagel, dll.

menelaah hubungan iklim mikro-makro, tekanan barometrik, dll. Analisis (mempelajari, menelaah atau mengkaji) hubungan antara jenis kerusakan, bahan dan iklim (mikro/ makro)

Rekomendasi

LEMBAR KONDISI KOLEKSI

Ruang C.

Temperatur (°C) Min. Ave. Max.

22 24 26,5

Kelembaban (%) Min. Ave. Max.

60 66 99

Ruang D.

Temperatur (°C) Min. Ave. Max.

28,5 29 29,5

Kelembaban (%) Min. Ave. Max.

72 74 76

Ruang E.

Temperatur (°C) Min. Ave. Max.

26 27 28

Kelembaban (%) Min. Ave. Max.

76 78 99

Catatan: Pemeriksaan atau uji laboratorium adalah suatu tindakan dan prosedur pemeriksaan khusus dengan mengambil sampel atau on the spot dari objek yang akan diamati (diobservasi) untuk “mengetahui (jenis) kerusakan dan cara penanganannya (perawatan dan pengawetan)”. Pemeriksaan dapat dilakukan secara fisik (perangkat optik/ mikroskop), secara radiologis (penerapan sinar-X) atau kimiawi (analisa kimia mikro), dll. Penggunaan mikroskop hanya sebatas mengenali jenis serat (kapas, sutera, dst.) disebut sebagai “identifikasi”, tetapi jika ditindaklanjuti dengan mengenali derajat keasaman (pH dan atau ORP) dan uji-coba menetralkan keasaman disebut sebagai “uji lab”. Karena sifat serat kelompok protein (wool atau, sutera, dst.) tahan terhadap bahan bersifat agak asam tetapi tidak tahan terhadap bahan yang bersifat agak basa, sedangkan selulose (kapas, linen, dst.) tahan terhadap bahan bersifat agak basa tetapi tidak tahan terhadap bahan yang bersifat agak asam.

(13)

77 3 74 3 78 2 78 3 78 4 12 3 12 4 15 7 15 9 17 0 31 3 31 4 80 8 83 9 84 0 84 3 90 7 92 6 94 9 95 0 95 2 34 5 90 1 34 6 35 7 35 8

KNI (Kode Nomor Inventaris)

Grafik Analisis Spontan (GAS) URB, NJB dan TKB

Untuk Mengetahui Hubungan Usia, Bahan dan Tingkat Kerusakan 26 Tekstil di Museum Nasional

10 0 20 40 60 80 100 120 140 160 15 25 30 90 95 50 45 55 Besaran URB , NJB dan TKB URB TKB NJB

Keterangan TKB => 10 : Baik; 15 : Cukup; 20 : Rusak; 25 : Hancur; 30 : Aktif.

URB = Usia Relatif Benda; NJB = Notasi Jenis Bahan; TKB = Tingkat Kerusakan Benda.

Keterangan NJB => 40 : Kapas; 45 : Kapas + Logam; 50 : Sutera; 55 : Sutera + Logam; 90 : Kapas + Sutera; 95 : Kapas + Sutera + Logam.

Perbandingan Jumlah Kerusakan Koleksi terhadap Lokasi dan Kondisi [Total: 1.694]

Kondisi dan Lokasi

0 100 200 300 400 500 600 Jumlah

(Persebaran/ Persentase & Kondisi)

A

B

C

D

E

408 (84%) 6 (1,2%) 12 (5%) 70 (32%) 9 (2%) 12 (8%) 16 (11%) Jumlah Baik Sedang Rusak Per Ruang & Persebaran Kondisi 389 (23%) 333 (86%) 123 (81%) 151 (9%) 47 (12%) 139 (62%) 221 (13%) 371 (82%) 52 (12%) 25 (6%) 71 (15%) 485 (29%) 448 (26%) Analisa Kuanti ta tif

Catatan: Pembandingan persentase kerusakan dikaitkan dengan kondisi suhu dan kelembaban pada setiap ruang

(A, B, C, D dan E) dianggap sebagai Analisa Kualitatif, sedangkan pembandingan jumlah (bukan persentase) kerusakan pada setiap ruang (A, B, C, D dan E) dianggap sebagai Analisa Kuantitatif.

Analisa Kualita

tif

(14)

[12]

(MATERIALS)

BAHAN

A. Organik: dari Mamalia, Burung, Ikan,

Serangga dan Reptil

pelapis kayu bermotif belat/ eplat kayu kayu keras kayu lunak resin untuk varnis kayu merambat bambu goni rami rotan (serat) sisal rami halus linen

minyak biji rami kapas/ katun kertas bubur kertas getah perca tempurung (kelapa) resin fosil karet (perekat) kanji emas perak tembaga besi (iron) aluminium timbal timah seng perunggu kuningan timah+timbal timah+tembaga+antimony tembaga+timah/ emas tiruan lempengan emas

lempengan perak

lempengan imitasi/ sintetis nikel (nickel) kaca porselain terakota keramik plaster semen biru batu pualam putih batu granit batu marmer batu mutiara kerang laut permata tulen batu pasir

cinnabar (sulfida merkuri bahan komposisi (dekorasi

bingkai) pigmen mica talek/ gip cat varnis lak papan hardboard permika seluloit (plastik) bakelit poliester vinil epoksi nilon

gading beruang laut gading gajah tulang ikan paus

tempurung/ kulit kura-kura kulit kasar/ bersisik (dari ikan pari, hiu, anjing laut)

kulit ular

(resin) laka/ shellac gelatin

ancur 2/ animal glue tempera/ kuning telur kasein (pospoprotein) lilin/ malam

perkamen/ kertas kulit kulit mentah

kulit berpenyamak sebagian kulit berpenyamak kulit berbulu rambut

rambut kaku/ kasar bulu ayam

bulu burung halus (liur ulat) sutera wool

lakan (wool, rambut) tulang

angga/ tanduk bercabang tanduk

gading/ taring ikan paus

B. Organik: dari Pohon, Perdu, Tumbuhan, Rumputan

C. Anorganik: Logam dan Campurannya

D. Anorganik: Buatan dan Yang Terjadi Secara Alami

E. Bahan Buatan Lain

A. Organic: from Mamals, Birds, Fish, Insects and Reptils

parchment raw hide semi-tanned leather tanned leather pelts/ fur hair bristle quill feathers/ down silk wool

felt (wool, fur, hair) bone* antler* horn whale ivory walrus ivory* elephant ivory* baleen* tortoise shell shagreen (ray, seal,

shark skin) snake skin shellac gelatin animal glue egg tempera casein waxes

B. Organic: from Trees, Shrubs, Plants, Grasses

decorative wood veneers oak/ ash splints hard woods soft woods resin for varnish willow bambo jute (burlap) hemp rattan sisal linen linsed oil cotton paper papier-mache guttapercha

vegetable ivory (palm nut) amber

rubber

starch adhesive C. Inorganic: Metals and Their Alloys

gold silver cooper iron aluminum lead tin zinc bronze brass pewter Britannia metal ormolu gold leaf silver leaf immitation leaf nickel

D. Inorganic: Man-made and Naturally Occuring glass porcelain ceramics plaster portland cement alabaster granite marble mother-of-pearl marine shell gem stone sand stone

cinnabar (red mercuric sulphide) composition (frame decoration) pigments mica soap stone E. Other Man-made Materials

paints varnishes lacquer Masonite Formica celluloid Bakelite polyester vinyl epoxies nylon * These materials also have an inorganic component; besides the organic protein

collagen, the inorganic calcium phosphate (hydroxy apatite) is present. Ref.: Bachmann, K., Edit. (1992:131-133)

unfired clay

flax

fish glue (isinglass) ancur 1/ fish glue

merah)

Tabel 1.

(15)

Perhatikan Tabel 1 sampai 8, untuk mengenal sifat bahan terhadap faktor internal (interaksi bahan)

dan faktor lingkungan (suhu, kelembaban, cahaya dan polusi).

Pengenalan Sifat Bahan dan Kondisi Yang Mempengaruhinya

Tabel 2.

Bahan Sensitif Terhadap Kelembaban Tinggi

(Materials Sensitive to High Relative Humidity)

Tabel 3.

Bahan Sensitif Terhadap Kelembaban Rendah

(Materials Sensitive to Low Relative Humidity)

mengkerut (checks/ dries out)

pelapukan, lapuh, kering

(embrittlement)

mengkerut, rapuh (shrinkage,

embrittlement)

rapuh (embrittlement)

rapuh (embrittlement)

kering, merapuh (dries out,

weakens)

retak, melengkung (cracks,

warps)

retak, melengkung (splits,

warps)

lepas, melengkung

ments, warps) 50 - 55% RH, constant/ stable 45 - 55% RH 50 - 55% RH, constant 45 - 55% RH, constant 60 - 65% RH, constant 50 - 55% RH, constant 45 - 55% RH, constant 50 - 55% RH, constant 50 - 55% RH, constant kayu (wood)

kulit mentah, kulit olahan

(rawhide, leather skins)

perkamen (parchment)

bulu ayam (quill)

serat keranjang

ancur, lem nabati (animal glue)

kulit kura-kura (tortoise shell)

semua gading (all ivory)

permukaan tatakan (inlaid

surface) Bahan

(Materials) Akibatnya(Result) Kondisi yang direkomendasi(Recommended Condition) Bahan (Materials) 40% RH, or lower 45 - 55% RH 45 - 55% RH 50 - 55% RH, constant/ stable 50 - 55% RH, constant 40% RH, or lower 50 - 55% RH, constant 50 - 55% RH, constant 50 - 55% RH, constant 45 - 55% RH, constant 60 - 65% RH, constant 50 - 55% RH, constant

Kondisi yang direkomendasi (Recommended Condition) Akibatnya (Result) logam (metal) kertas (paper) tekstil (textile) kayu (wood)

kayu bercat (painted wood)

logam bercat (painted metal)

tatakan, pelapis kayu (inlay,

veneer) bahan penyempurna

perkamen, gading (parchment,

ivory)

bubur kertas (papier-mache)

bahan keranjang/ anyaman (basket materials)

kolase kertas (decoupage

surface)

korosi/ karat (corrosion)

berjamur, noda (mold, stains)

berjamur, noda (mold, stains)

berjamur, bengkok (fungal

attack, warping) cat mengelupas

korosi/ karat, cat mengelupas lepas/ copot bagian-bagiannya (detachment)

berjamur/ noda (mold, stains)

melengkung/ gelombang, jamur (warping, mold)

berjamur/ noda (mold, stains)

berjamur (mold)

lepas/ copot, jamuran (detachment, mold) (finishes)

(flaking paint) (corrosion, flaking paint)

(basket fibers) beludru (velvet) tekstil (textile) serat alam kayu (wood) kertas (paper)

perekat kanji (starch)

gelatin (gelatin)

tempera telor (egg tempera)

kulit (leather, skins)

kulit berbulu (felts, furs)

bulu ayam (feathers)

sutera (silk)

wol (wool)

Tabel 4.

Bahan Yang Sering Dirusak Oleh Serangga dan Binatang Pengerat

(Materials Commonly Damaged by Insects and Rodents)

(16)

Tabel 5.

Bahan Sensitif Terhadap Fluktuasi Kelembaban~Suhu

(Materials Sensitive to Humidity & Temperature Fluctuation)

keramik, batu (ceramics, stone) 45 - 55% RH, 10 - 300C Catatan: Bahan

(Materials) Akibatnya(Result) Kondisi yang direkomendasi(Recommended Condition)

Notes:

recrystallization of soluble salts resulted surface flaking and spalling can occur, causing sections of a ceramic/ stone to break off.

rekristalisasi garam yang kemudian mengakibat- kan permukaan glasir mengelupas, retak-retak, bahkan mungkin benda menjadi pecah.

Some modern clays have a high salt content, and there have been instances where recently purchased objects have fallen to pieces with the absorption in the summer and subsequent drying in the winter. Ceramics with signs of salt deposit on the surface should should be maintained in a stable environment, and fluctuation relative humidity can lead to breakdown of the objects.

Beberapa lempung masakini yang banyak digunakan untuk membuat keramik dan berbagai pernik-pernik untuk hiasan tekstil mengandung garam-garaman yang mudah menyerap air. Jika benda ini dimasukkan dalam ruang dingin secara mendadak, maka akan muncul deposit garam yang menempel pada permukaannya. Jika garam-garam yang mengkristal terdapat pada bagian dalam benda, maka akibatnya benda tersebut akan retak-retak, bahkan mungkin pecah.

Tabel 6.

Rekomendasi untuk Penyinaran dan Suhu Udara

(Recommendations for Light and Temperature)

rapuh, gelap (embrittlement,

darkening) persenyawaan, gelap

(crosslinking, darkening)

mengeras, kering (hardening,

drying)

rapuh, pucat/ pudar

ment, fading)

rapuh, pucat (embrittlement,

fading)

pudar/ pucat (fading)

pucat, kerusakan struktural

(fading, structural damage)

buram, pucat (develops haze,

fading)

pucat/ pudar (fading)

pucat/ pudar (fading)

menguning, rapuh (yellowing,

embrittlement)

hancur (deterioration crumbles)

rapuh, pucat (embrittlement,

fading)

rapuh/ lapuk (embrittlement)

pucat (fading)

retak, buram (cracks, hazing)

kertas (paper)

media cat (paint media)

ancur/ lem nabati (animal

glue)

kulit berbulu, bulu, rambut

(furs, feather, hair)

kulit, kulit olahan (skins,

leather)

pigmen, bahan celup (pigment, dyes)

sutera, beludru (silk, velvet)

permukaan lak (lacquered

surface)

permukaan cat (painted

surface)

bahan dicelup warna (dyed

materials) celluloid

karet (rubber)

serat alam

tanduk 1, tulang, tanduk 2

(horn, bone, antler)

kayu (wood)

kayu olahan

50 luxs, 180C [1 foot. candle= 10 luxs] 50 luxs, 180C 50 luxs, 180C 50 luxs, 180C 50 luxs, 180C 50 luxs, 180C 50 luxs, 180C 50 luxs, 180C 50 luxs, 180C 50 luxs, 180C 50 luxs, 180C 50 luxs, 180C 50 luxs, 180C 150 luxs, 180C 50 luxs, 180C 50 luxs, 180C Bahan

(Materials) Akibatnya(Result) Kondisi yang direkomendasi(Recommended Condition)

(natural fibers)

(17)

Tabel 7.

Bahan Sensitif Terhadap Bahan Fumigasi

(Materials Sensitive to Fumigant)

Nama Bahan Kimia

(Chemical Names) (Materials)Bahan

karet, bulu, rambut, wool, kulit olahan, dan bahan lain yang mengandung sulfur

kayu (wood)

perekat kanji (tapioca glue)

kulit olahan, kertas lembab, cat, varnis

kuningan, tembaga, emas,

perak (brass, copper,

gold, silver)

logam, foto (metal/photo)

logam, foto (metal/photo)

logam, foto (metal/photo)

logam, foto (metal/photo)

logam, foto (metal/photo)

rusak, bau merkuri yang sangat menyengat

noda kecoklatan, tetapi tidak

merusak (brown stained, but

not destroy) susah dilarutkan lagi

dissolve)

rusak/ larut (damage/ dissolve)

rusak/ tarnish/ korosi rusak (logam berkarat, foto

menjadi buram/ gelap) rusak (karat, gelap)

rusak (karat, gelap) rusak (karat, gelap) rusak (karat, gelap) Methyl bromide

Methyl bromide

Methyl bromide, ethylene oxide Ethylene oxide Phosphine Carbon tetrachloride Paradichlorbenzene Paraformaldehide Akibatnya (Result)

(rubber, fur, hair, wool, tanned leather, and other materials content of sulphur)

damage (rusty metal, photo become blurly/dark)

damage (rust, dark) damage (rust, dark) damage (rust, dark) damage (rust, dark) (damage, tarnish/corrotion) damage, strong smelt of mercury

Thymol Naphthaline

DDVP (dimethyl diethyl vinyl posfat) + ethanol

leather finishes, wet paper, paint, varnish

Carbon disulfida

(difficult to

perubahan ukuran, regang, patah kertas menjadi rapuh, gelap, noda tekstil ternoda, rapuh

logam menjadi berkarat serat menjadi lemah, putus

saat kayu mengembang, cat mengelupas terjadi reaksi elektrokimia (efek galvanis, korosi) logam berkarat, kain ternoda

logam berkarat, kertas ternoda logam berkarat, cat mengelupas

tanin (bahan penyamak) pada kulit menyebabkan karat pada logam plaster yang bersifat basa/ alkaline menyebabkan karat pada logam Kombinasi Bahan

(Materials Combination) (Conservation Problems)Masalah Konservasi (wood/wood) (wood/paper) (wood/textile) (wood/metal) (wood/paint) (metal/metal) (metal/cloth) (metal/paper) (metal/paint) (metal/leather) (metal/plaster)

(dimensional changes, stress, breaks) (paper becames brittle, dark, stained) (textile became stained, brittle) (metal corrodes in contact with wood)

(possible electrochemical corrosion) (metal corrodes, cloth becames stained) (metal corrodes, paper becames stained)

(tannins in leather can corrode metals) (alkaline materials corrode metals) kayu/ kayu

kayu/ kertas kayu/ tekstil kayu/ logam kayu/ serat alam kayu/ cat logam/ logam logam/ kain logam/ kertas logam/ cat logam/ kulit logam/ plaster

logam/ ancur ancur (lem nabati) sedikit bersifat asam, higroskopis yang kemudian

menyebabkan karat logam.

(glue slightly acidic, hydroscopic, can corrode certain metals) (metals/animal glue)

Tabel 8.

Bahan-bahan Reaktif

(Reactive Materials)

(wood/natural fibers) (fibers become weak, break)

(wood expand and contracts, paint flakes)

(metal corrodes, paint flakes)

... ...

... ...

(18)

TENUN NIR-TENUN PENCELUPAN PIGMENTASI

KOLORASI FABRIKASI

Alur Kajian Teknis dan

Tata Urut Penamaan

Kain Jumputan/ Plangi (Ikat Kain) Crepe-like

Effect

Tabby 1/1, 16/22, Z Tabby 2/2, 24/24, Z Twill 2/2, 20/24, Z NOTASI PENULISAN TEKNIK TENUN & KERAPATAN KAIN

Sila

ng Po

lo

s

Permadani

Kelim Rep Sungkit

Sulam

(Bo

rdir)

Sulam Cucuk Sulam Bant

al So ngket Perca Bat ik Ikat Jumputan Trit ik Prada Sablo n Colet

Damas Pilih Bro

kat ATRIBUT TEKNOLOGIS

3

ATRIBUT STILISTIK

2

ATRIBUT FORMAL

1

Atribut Formal = segala sesuatu yang bisa diukur (ukuran panjang dan lebar, volume, garis-tengah, berat, dll.); Atribut Stilistik = segala hal yang berhubungan dengan rasa atau estetika, seperti: bentuk, pola hias kain

(tata-letak hiasan), motif (bentuk hiasan), warna, dsb.;

Atribut Teknologis = segala hal yang berhubungan dengan proses pembuatan (bahan dan teknik).

PROVENANCE

Ethnographic Features: origin, function, etc.

COMPLETE OBJECT Description Orientation

SUBJECTS ANALYTICAL METHODS

(object and their attributes: formal, stylistic and technical)

Socio Cultural Anthropology, Ethnography, Art History, Semiotic

- Iconography, etc.

STRUCTURAL OR TEXTURAL GREATER THAN 0.1 MM

(fabric construction, metal thread structure, etc.)

Visual Examination (eye, glass, microscope) Ultra-Violet Light Examination

Diffraction (x-ray, neutron, optical and

electron) Optical Examination (transmission, reflection) Electron Microscopy (SEM, TEM, STEM)

Electron Microbeam Analysis

Spectroscopic Examination (neutron, infra-red, optical & x-ray)

Chromatographic Analysis (paper, TLC, GC, PyGC and HPLC)

OBJECT STRUCTURE COMPLETE STRUCTURE(form, design/ layout, etc.) Typology, Stylistic Analysis, etc.

MACRO STRUCTURE MICRO STRUCTURE CRYSTAL STRUCTURE ELEMENTAL STRUCTURE and COMPLEX COMPOUNDS STRUCTURAL OR TEXTURAL SMALLER THAN 0.1 MM

(fiber morphology, cross-section materials, etc.)

METALLIC ELEMENTS AND OTHERS

(weighting metal salts, mordant, corrossion products, etc.)

METALLIC ELEMENTS, DYES AND OTHERS

(pigments, dyes, adhesives, polymers, etc.)

METODE ANALISIS BENDA DAN BAHAN

ATRIBUT TEKNOLOGIS

3

ATRIBUT STILISTIK

2

ATRIBUT FORMAL

1

TRIBUT (3 Atribut)

V

s

Portable XRF Spectrometer

Alat Identifikasi Unsur/ Elemen Logam 04

05

Chroma Meter

(Konica-Minolta R-410) Alat Perekam Data Warna

Digital Microscope

Alat Perekam Gambar Mikro 02

03 01

Rumus ABC-PQR

Age = Umur; Beauty = Keindahan;

Condition = Kondisi; Price = Harga;

Quality = Kualitas; Rarity = Kelangkaan

1

2

3

4

5

6

No

(19)

0,5 cm

0,5 cm

495 μm

223 μm

238 μm

No. Inv.: 04594 (Lokasi: 03/01),

Tahun 1932?, Aceh, Silang Polos (Tabby)

22/18,

30X.

513 μm

366 μm

Lungsi (

Wa

rp

)

Pakan (Weft)

weft warp

(in)organic pigments synthetic/

natural dyes

1.000 μm (1 mm)

0,5 cm (5 mm atau 5.000 μm)

440 μm

165 μm

NOTASI PENULISAN TEKNIK FABRIKASI - KOLORASI & KERAPATAN KAIN

Depan. No. Inv.: 20455 (Lokasi: ?),

Tahun ?, ?, Sablon (Tabby 34/21),

30X.

Belakang. No. Inv.: 20455 (Lokasi: ?),

Tahun ?, ?, Sablon (Tabby 34/21),

30X.

Pencelupan

Ikat, Batik

Pigmentasi

Sablon, Prada

Skala Cetak

+

(30x)

31:1

No. Inv.: 05819c (Lokasi: ?), Tahun 1887, Madura,

(20)

500 μm = 0,5 mm 70 μm 2.643 μm I nv.: 19062 ( Lok asi: 02/04), Tahun ?, Asal?, Te knik?, 65X Sk ala Cetak + (65x) 21:1

NO

TASI PENULISAN

KA

TEGORI APLI

KASI

LOG

AM

K-5

Z

696 μm 500 μm = 0,5 mm Sk ala Cetak + (65x) 21:1 Inv .: 21883 (Lo kasi: 15/03), Tahun 1937, Aceh, Songke t, 65X

S

K-3

771 μm 300 μm 30 μm

K-3

Asal?, Tahun?, kasi: 28/04), .: 22252 (Lo InvDamas, 65X

479 μm 325 μm 23 μm

Holde

r: AF

Z

Inv .: 23076 (Lo kasi: 06/01), Tahun?, Asal?, Sulam, 65X

K-5

660 μm 42 μm 1.569 μm Inv .: 08341 (Lo kasi: 02/01), Tahun ?, Sumba r, S ongket, 65X

K-3

S

S

49 μm 272 μm 852 μm Ca rd: AF12A Ca rd: AF11C Ca rd: AF11A Ca rd: AF11D Ca rd: AF11B Inv .: 20318 (Lo kasi: 45/04),

Tahun ?, s, 65X Polo Asal?, Silang

S

K-3

Ca rd: AF12B 565 μm 43 μm 260 μm Inv .: GVT051 ( Lok asi: 15/02), Tahun ?, Polo Aceh, Silang s, 65X

K-3

S

Card: AF12C 433 μm 235 μm 56 μm Inv .: 08748 (Lo kasi: 04/01), Tahun ?, Aceh, Songke t, 65X

K-3

83 μm 206 μm 725 μm

S

Ca rd: AF12D 119 μm 1.548 μm I nv.: 21727 ( Lok asi: 04/01), Tahun ?, Sumse l, S ongket, 65X

NO

TASI PENULISAN

KA

TEGORI APLI

KASI

LOG

AM

K-5

Z

997 μm Inv .: 05819a (Lo kasi: ?), Tahun 1887, Madu ra, Dama s, 65X

S

K-3

296 μm 585 μm 23 μm

K-3

Asal?, Tahun?, kasi: 15/01), nik?, 65X .: 01243c (Lo InvTek

222 μm 574 μm 26 μm

Holde

r: A

G

Z

K-5

787 μm 96 μm 1.360 μm Inv .: 13234 (Lo kasi: 21/01), Tahun 1900, Aceh, k, 65X Sulam-cucu

K-5

S

Z

1.813 μm 156 μm 852 μm Ca rd: AG14A Ca rd: AG13A Ca rd: AG13C Ca rd: AG13D Ca rd: AG13B Inv .: TN3265 ( Lok asi: 62/03), Tahun ?, t, 65X Songke Asal?,

S

K-3

Card: AG14C 900 μm 25 μm 314 μm Inv .: 09597 (Lo kasi: 05/02),

Tahun 1900, s, 65X Aceh, Dama

K-3

S

Ca rd: AG14D 1.980 μm 392 μm Inv .: 21338 (Lo kasi: 11/32), Tahun 1936, Sumse l, S ongket, 65X

K-3

S

57 μm 488 μm 1.196 μm Card: AG14B Inv .: 05819b (Lo kasi: ?), Tahun 1887, Madu ra, Sulam -cucu k, 65X 1.052 μm

(21)

32 AB 03 A 03/02 21669 08 20 1936 K-5a Z 681 112 1.177 1? 33 AC 06 C 02/04 21452 10 17 -- K-5a Z 735 72 1.219 2 34 AD 07 A 83/01 25419 06 14 -- K-5a Z 727 64 1.250 1 35 AE 10 C 55/04 03514 18 17 -- K-5a Z 582 108 1.253 2 36 AC 06 A 15/03 25294 01 14 1941 K-5a Z 685 73 1.320 1 37 AG 13 D -- 05819 b 16 17 1887 K-5a Z 787 96 1.360 2/3 1? 38 AA 01 C 15/03 26967 01 14 1952 K-5a Z 634 61 1.455 1 39 AE 09 D 83/01 29109 b -- 01 -- K-5a Z 599 220 1.455 1 40 AE 10 D 02/04 23782 09 14 -- K-5a Z 416 216 1.470 2? 21 AE 09 A 01/02 00048 GVT 08 14 -- K-3a S 211 120 931 2 22 AB 04 D 05/03 00045 GVT -- -- -- K-3a S 365 47 1.010 1 23 AD 07 C 36/04 16496 -- 20 -- K-3a S 450 31 1.026 2 24 AG 14 B 11/02 21338 08 14 1936 K-3a S 488 57 1.196 2 2 25 AC 06 B 02/04 00044 GVT -- -- -- K-3a S 482 51 1.204 1 26 AA 02 D 36/02 03344 TN -- 20 -- K-3a S 238 497 1.233 S 2 1? 27 AA 02 B 03/01 27650 08 14 -- K-3a S 470 185 1.251 1? 28 AB 03 B 05/03 00041 GVT -- -- -- K-3a S 530 61 1.409 2? 29 AE 10 A 55/04 21651 18 14 -- K-3a S 460 24 1.538 1 30 AC 05 D 05/03 00040 GVT -- -- -- K-3a S 508 451 1.560 1? 31 AG 14 D 05/02 09597 01 13 1900 K-3a S 392 1.052 1.980 2 Notes:

a). Semua ukuran dalam mikro meter (μm). 1μ (mikro) = 1/ sejuta. 1 mili = 1/ seribu. 1 senti = 1/ seratus. 1.000 μm = 1 mm.

b). KAB = Kode Asal Benda. 01). Aceh; (02). Sumut; (03). Sumbar; (04). Riau; (05). Kep. Riau; (06). Kep. Babel; (07). Jambi; (08). Sumsel; (09). Bengkulu; (10). Lampung; (11). Banten; (12). DKI Jakarta; (13). Jabar; (14). Jateng; (15). DIY; (16). Jatim; (17). Bali; (18). NTB; (19). NTT; (20). Kalbar; (21). Kalteng; (22). Kalsel; (23). Kaltim; (24). Kaltara; (25). Sulut; (26). Gorontalo; (27). Sulteng; (28). Sulbar; (29). Sulsel; (30). Sultra; (31) Malut; (32). Maluku; (33). Papua Barat; (34). Papua

c). TFK = Teknik Fabrikasi & Kolorasi. (01). Tenun (Tabby); (02). Batik; (03). Ikat ; (04). Jumputan/ Pelangi; (05). Tritik; (06). Sablon; (07). Prada; (08). Colet; (09). Satin; (10). Silang-kepar (Twill); (11). Permadani (Tapestry); (12). Rep; (13). Damas (Damask); (14). Songket; (15). Sungkit; (16). Pilih; (17). Sulam-cucuk (Couching); (18). Perca (Applique); (19). Sulam-bantal (Quilt); (20). Sulaman/ Bordir (Embroidery); (21). Brokat (Brocade); (22). Renda (Lace); (23). Rajut (knitting); (24). Kepang (braiding); (25). Anyaman (plaiting/ matting)

d). Thn = Tahun Perolehan;

e). Bahan =>1=emas; 2=perak; 3=lgm lain; ?=tdk dikenal. f). KA = kandungan air (%), pH = tingkat keasaman.

Lokasi - Asal Tekstil (Sumbu) Benang

Lebar

Inv. No. Kategori Twist Jarak Dia. Twist Ply Bahan KA - pH

Lokasi Sampel dan Hasil Pengamatan Logam Tekstil Lokasi Sampel

Holder Card Side Lokasi KAB

Kondisi Logam TFK Thn No. 1 AC 05 A 55/03 13091 -- -- -- K-1 -- -- -- -- 1 2 AD 08 C 55/03 23807 a -- 07 -- K-1 -- -- -- -- 1? 3 AF 12 C 15/02 00051 GVT 01 01 -- K-3a S 235 56 433 1? 4 AC 05 C 04/01 10972 01 01 -- K-3a S 274 23 464 2 sumbu? 5 AF 11 C 28/04 22252 -- 13 -- K-3a S 325 19 480 1 6 AF 12 B 45/04 20318 -- 01 -- K-3a S 260 43 565 1 7 AG 13 A 15/01 01243 c -- -- -- K-3a S 222 26 574 8 AD 07 B 15/01 19753 a 04 21 -- K-3a Z 265 38 585 2? 9 AG 13 C -- 05819 a 16 13 1887 K-3a S 296 23 585 1? 10 AE 09 C 15/03 20323 01 01 1932 K-3a S 310 10 665 1 11 AD 08 A 03/01 10963 01 01 1904 K-3a S 345 31 673 1? 12 AF 12 D 04/01 08748 01 14 -- K-3a S 206 83 725 1? 13 AA 01 D 15/02 08752 01 14 -- K-3a S 200 210 752 1? 14 AB 04 B 15/03 20159 01 14 1932 K-3a S 292 25 767 1? 15 AF 11 A 15/03 21883 01 14 1937 K-3a S 300 30 771 1? 16 AA 01 B 15/01 01243 c -- -- -- K-3a S 195 36 800 2? 17 AD 07 D 15/03 23261 01 14 -- K-3a S 209 121 824 2? 18 AF 12 A 02/01 08341 03 14 -- K-3a S 272 49 852 1 19 AG 14 C 62/03 03265 TN -- 14 -- K-3a S 314 25 900 20 AA 01 A 55/03 13147 -- 17 -- K-3a S 260 185 930 2 Notes:

a). Semua ukuran dalam mikro meter (μm). 1μ (mikro) = 1/ sejuta. 1 mili = 1/ seribu. 1 senti = 1/ seratus. 1.000 μm = 1 mm.

b). KAB = Kode Asal Benda. 01). Aceh; (02). Sumut; (03). Sumbar; (04). Riau; (05). Kep. Riau; (06). Kep. Babel; (07). Jambi; (08). Sumsel; (09). Bengkulu; (10). Lampung; (11). Banten; (12). DKI Jakarta; (13). Jabar; (14). Jateng; (15). DIY; (16). Jatim; (17). Bali; (18). NTB; (19). NTT; (20). Kalbar; (21). Kalteng; (22). Kalsel; (23). Kaltim; (24). Kaltara; (25). Sulut; (26). Gorontalo; (27). Sulteng; (28). Sulbar; (29). Sulsel; (30). Sultra; (31) Malut; (32). Maluku; (33). Papua Barat; (34). Papua

c). TFK = Teknik Fabrikasi & Kolorasi. (01). Tenun (Tabby); (02). Batik; (03). Ikat ; (04). Jumputan/ Pelangi; (05). Tritik; (06). Sablon; (07). Prada; (08). Colet; (09). Satin; (10). Silang-kepar (Twill); (11). Permadani (Tapestry); (12). Rep; (13). Damas (Damask); (14). Songket; (15). Sungkit; (16). Pilih; (17). Sulam-cucuk (Couching); (18). Perca (Applique); (19). Sulam-bantal (Quilt); (20). Sulaman/ Bordir (Embroidery); (21). Brokat (Brocade); (22). Renda (Lace); (23). Rajut (knitting); (24). Kepang (braiding); (25). Anyaman (plaiting/ matting)

d). Thn = Tahun Perolehan;

e). Bahan =>1=emas; 2=perak; 3=lgm lain; ?=tdk dikenal. f). KA = kandungan air (%), pH = tingkat keasaman.

Lokasi - Asal Tekstil (Sumbu) Benang

Lebar

Inv. No. Kategori Twist Jarak Dia. Twist Ply Bahan KA - pH

Lokasi Sampel dan Hasil Pengamatan Logam Tekstil Lokasi Sampel

Holder Card Side Lokasi KAB

Kondisi Logam TFK Thn

Referensi

Dokumen terkait

Museum Nasional mempunyai tugas melaksanakan pengkajian, pengumpulan, registrasi, perawatan, pengawetan, pengamanan, penyajian, publikasi, dan fasilitasi di bidang