-Lltt^v,-\ v-l
UNIVERSITAS
ISLAM INDONESIA
r"@ltl
ilru
*.tous Universitas
lslam
Indonesia,
Gedung
Rektorat,
ll. Kaliurang
Km. 14,5,
Yogyakarta
55584
ffitffil
Telp.
(O274)
898444
(Hunting);
Fax.
(O274')
898459;
Http://www.uii.ac.id;
E mail:
[email protected]
PERATURAN UNIVERSITAS
Nomor: OS /PU/RekItI12008
TENTANG
PEDOMAN KERJASAMA UNTVERS
ITAS IS LAM INDONE
S IA
Menimbang: a. bahwa dalam rangka untuk meningkatkan kapasitas sumberdaya Universitas Islam Indonesia (UIf di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian pada masyarakat dan dakwah Islamiyah perlu
mengupayakan kerjasama dengan pihak lain baik dalam maupun luar
negeri;
bahwa sekarang ini UII telah banyak melakukan kerjasama dengan pihak lain baik dalam maupun luar negeri;
bahwa atas dasar hal tersebut di atas, dipandang perlu dibuat Pedoman
Kerjasama UII.
b.
c .
d. bahwa Untuk memenuhi a, b dan c perlu diatur Indonesia.
keperluan sebagaimana tersebut dalam huruf
dalam bentuk Peraturan Universitas Islam
Mengingat : 1. Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi;
2.* Statuta UII Tahun 2005;
3. Peraturan Pengurus Harian Badan Wakaf UII Nomor 04 Tahun 2006 tentang Tugas dan Wewenang serta Hak dan Kewajiban Rektor dan Wakil Rektor UII;
4. Peraturan Universitas No. t3lPU/Rek/V12006 tentang Kedudukan, Tugas dan Wewenang Serta Kewajiban dan Hak Ketua dan Sekretaris
Jurusan/Program Studi di Lingkungan UII;
5. Keputusan Pengurus Harian Badan Wakaf UII Nomor
02/KPTS/PW2006 tentang Tugas dan Wewenang serta Hak dan Kewajiban Dekan dan Wakil Dekan di Lingkungan UII.
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN LTNIVERSITAS TENTANG PEDOMAN
KERJASAMA UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 11 . 2 . 3 . 4. 5 . 6 . 8 .
Yayasan adalah Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia;
Universitas adalah satuan pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh Yayasan;
UII adalah Universitas Islam Indonesia;
Pengurus adalah Pengurus Yayasan;
Rektor adalah Rektor Universitas;
Fakultas adalah Fakultas di lingkungan UII; Dekan adalah Dekan Fakultas;
Perjanjian adalah perjanjian kerjasama yang dapat berbentuk Mou, SpK atau bentuk perjanjian lainnya yang sah menurut hukum yang berlaku.
9. MOU (Memorandum of Understanding) adalah dokumen hukum yang berisi nota
kesepahaman yang dibuat oleh UII (Rektor dan atau Unit Ke{a) dengan pihak lain
sebagai landasan untuk membuat perikatan kerjasama dalam bidang pendidikan dan
pengajaran, penelitian, pengabdian pada masyarakat, dan dakwah islamiyah, yang
bertujuan untuk mendapatkan kemanfaatan bagi kedua belah pihak.
10. Surat Perintah Kerja (SPK) adalah dokumen hukum tertulis yang berisi perikatan antara UII (Rektor dan atau Unit Kerja) dengan pihak lain yang berisi perintah
untuk melaksanakan/merealisasikan pekerjaan beserta hak dan kewajiban para
pihak, yang dapat dibuat baik berdasarkan MOU maupun tanpa MOU.
11. Nilai Pekerjaan adalah jumlah harga atau biaya pengadaan pekerjaan yang tercantum dalam SPK atau dalam dokumen hukum lainnya yang sah.
12. Pekerjaan adalah suatu kewajiban yang harus ditunaikan atau dilaksanakan oleh
pihak pelaksana pekerjaan sebagaimana dimuat dalam SPK atau dalam dokumen
hukum lainnya yang sah.
13. Pemberi Pekerjaan adalah pihak yang berhak untuk memperoleh prestasi pekerjaan
dari pelaks4na pekerjaan dan wajib menyediakan fasilitas dan atau biaya pekerjaan
sesuai dengan Nilai Pekerjaan.
t4. Pelaksana pekerjaan adalah pihak yang berkewajiban melaksanakan pekerjaan untuk keperluan pemberi pekerjaan dan berhak atas Nilai Pekerjaan.
15. Kerjasama adalah pelaksanaan hasil kesepakatan antara UII (rektor dan atau Unit
Keq'a) dengan pihak lain/mitra kerjasama dari dalam maupun luar negeri di bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian pada masyarakat dan dakwah Islamiyah.
16. Pihak lain atau mitra kerjasama adalah pihak pemberi pekerjaan yang dapat berasal dari instansi pemerintah, perguruan tinggi, badan hukum, Lembaga Swadaya
Masyarakat (LSM), dan perseorangan dari dalam maupun luar negeri sebagaimana
tersebut dalam MOU, SPK atau dokumen hukum lainnya yang sah.
17. Unit Kerja yang disingkat (UK) adalah satuan kerja di lingkungan UII antara lain
Fakultas, Program Pascasarjana, Jurusar/Program Studi, Program Diploma 3,
Program Profesi, Direktorat, Badan, Pusat-Pusat Studi, atau lembaga lain di lingkungan UII.
18. Penanggung jawab adalah Rektor atau pejabat yang ditunjuk oleh Rektor atau
pejabat lain yang sah mewakili bertindak untuk dan atas nama Unit Kerja.
19. Tim Monitoring dan Evaluasi adalah tim pengawas pelaksanaan kerjasama yang dibentuk oleh Rektor atau oleh pejabat lainnya dalam unit Kerji yang sah.
20. Catur Dharma adalah 4 (empat) Dharma UII yang meliputi pendidikan dan
21. Institusional Fee adalah biaya yang wajib dibayarkan oleh Pelaksana Pekerjaan
kepada UII atau Unit Kerja dihitung berdasarkan prosentase Nilai Pekerjaan.
BAB II
MAKSUD DAN TUJUAN KERJASAMA Pasal2
Peraturan ini dimaksudkan sebagai pedoman untuk melaksanakan kerjasama di bidang
catur dharma UII dengan pihak lain baik di dalam maupun luar negeri.
Pasal 3
Keq'asama di bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian pada masyarakat
dan dakwah Islamiyah sebagaimana dimaksud dalam Pasal2 terdiri atas kerjasama dalam
negeri dan luar negeri yang saling menguntungkan kedua belah pihak.
BAB III
LINGKUP KERIASAMA
Pasal 4
Lingkup kerjasama mencakup kegiatan :
1. Penyediaan tenaga, bahan pengajaran, fasilitas pendidikan dan kebudayaan
2. Penyelenggaraankerjasamaakademik
3. Pengembangankelembagaan
4. Pengembangan sumber daya manusia
5. Peningkatankualitaspendidikan
6. Peningkatankualitaspemanfaataninfrastrukturpendidikan
7. Pertukaran data dan/atau informasi dan/atau material penelitian
8. Peningkatan kerjasama penelitian, kegiatan ilmiah dan pemberdayaan masyarakat
9. Pengembangan produk atau jasa
10. Pemberdayaanmasyarakat
11. Pengembangan dakwah Islamiyah
12. Pertemuan Ilmiah dalam bentuk seminar, lokakarya, pameran ilmu pengetahuan dan
teknologi.
13. Kegiatan lain yang dipandang perlu, saling menguntungkan dan bermanfaat bagi kedua belah pihak.
BAB IV
DASAR DAN SIFAT KERIASAMA
Pasal 5
(1) Pelaksanaan kerjasama dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai dasar
(2)
bermanfaat bagiPasal 6
Setiap kerjasama yang dilakukan oleh UII termasuk unit kerja dengan pihak lain harus dilakukan dengan pe{anjian tertulis, baik berbentuk MoU, SPK ataupun bentuk perjanjian tertulis lainnya yang sah menurut hukum yang berlaku.
Pasal 7
MoU, SPK ataupun perjanjian tertulis lainnya sebagaimana dimaksud pada Pasal 6,
setidak-tidaknya harus memuat:
1. Pihak-pihak yang membuat Perjanjian;
2. Maksud, Tujuan danlatau Sasaran;
3. Ruang Lingkup ;
4. Hak dan atau kewajiban para pihak;
5. Resiko dan tanggungjawab;
6. Jenis dan bidang pekerjaan;
7. Pelaksana dan Pemberi Pekerjaan;
8. Pembiayaan dan/atau Nilai Pekerjaan;
9. Jangka Waktu;
10. Penyelesaian Sengketa.
BAB VI
PELAKSANAAN
KERIASAMA
Pasal 8
Pelaksana Pekerjaan yang akan melaksanakan kerjasama harus memenuhi
persyaratan sebagai berikut:
a. memiliki kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan;
b. memiliki dan/atau mampu menyediakan sumber daya manusia yang
mempunyai keahlian sesuai dengan Pekerjaan yang akan dilaksanakan;
c. memiliki dokumen rencana ke{a berikut rincian rencana biaya dan pengaturan
teknis pelaksanaan kerj asama;
d. Tidak membuat kesepakatan dan/atau tindakan yang dapat mengakibatkan beralihnya kepemilikan danlatau kekayaan Universitas dan/atau Unit Keria kepada Pihak Lain;
e. Tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum danlatau
perundang-undangan yang berlaku;
f' Tidak melakukan tindakan yang merugikan dan/atau mencemarkan nama baik
Universitas danl atau Unit Kerja; dan Kerjasama yang dilakukan
kedua belah pihak.
bersifat saling menguntungkan
dan
BAB V
BENTUK KERJAMA
(2)
g. Mampu menyediakan dana dan/atau fasilitas pendukung pelaksanaan
Pekerjaan, baik dari Unit Kerja sendiri atau berasal dari pihak Pemberi Kerja.
Kerjasama yang dilakukan oleh Perorangan yang mengatasnamakan UII (Rektor
dan/atau Unit Kerja) dapat dilaksanakan setelah mendapat persetujuan tertulis
Rektor danlatau Dekan.
Pasal 9
(1) UII/Unit Kerja dan Mitra KerjasamaiPemberi Kerja wajib menjaga kerahasiaan proses ke{a, hasil dan produk dari kegiatan kerjasama, sepanjang kerahasiaan
tersebut telah menjadi kesepakatan.
(2) Masing-masing pihak yang bekerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilarang mengalihkan kerjasama/pekerjaan yang diperjanjikan kepada pihak lain,
kecuali dalam perjanjian disebutkan secara tegas diperbolehkan.
Pasal 10
Unit Kerja yang akan melaksanakan kerjasama terlebih dahulu membahas rencana
kerjasama dan menyiapkan draft perjanjian kerjasama (MOU) atau draft SPK atau bentuk perjanjian lainnya yang sah menurut hukum yang berlaku
Draft MoU atau SPK atau bentuk perjanjian lainnya yang sah menurut hukum yang berlaku sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus mendapatkan persetujuan
dan/atau pengesahan dari Rektor atau Dekan.
Dalam hal .$ianggap perlu, Rektor dan/atau Dekan berwenang membentuk Tim
Monitoring yang bertugas mengawasi pelaksanaan kerjasama tersebut.
BAB VII
SUMBER DANA dan INSTITUSIONAL
FEE
Pasal I I
Pendanaan ke{asama dapat berasal dari:
a. Pihak lain/Mitra Kerjasama.
b. Rektor atau Unit Kerja dan mitra ke{asama dengan cara pembagian beban
pembiayaan (co st s haring).
Pasal 12
Institusional Fee yang dibayarkan oleh Pelaksana Kerja kepada UII (RektorAJnit Kerja)
adalah sebagai berikut :
1. Institusional Fee dibayarkan kepada Universitas jika kerjasama dilakukan oleh Unit Kerja di bawah Universitas (Rektor).
2' Institusional Fee dibayarkan kepada Pimpinan Fakultas jika kerjasama dilakukan oleh Unit Ke{a di bawah Fakultas (Dekan).
( 1 )
(2)
3 .
4 . 5 .Pembayaran Institusional Fee dilakukan sesuai dengan tahapan pembayaran realisasi
pekerjaan.
Institusional Fee dibayarkan kepada UII (Rektor atau Dekan) adalah sebesar 5o/o dat'r
Nilai Pekerjaan.
Rektor dan atau Dekan dapat menentukan institusional fee kurang dari 5Yo atau
membebaskan sama sekali, apabila kerjasama yang dilakukan dinilai bersifat sosial
kemanusiaan atau kegiatan yang bersifat nirlaba.
Pasal 13
(1) Pada dasamya pembiayaan pelaksanaan kerjasama dibebankan dari sumber dana
yang diperoleh dari pihak lain/Mitra Kerjasama atau Pemberi Kerja.
(2) Pembiayaan pelaksanaan kerjasama sebagian dapat dibebankan kepada UII (Rektor
atau Unit Kerja) apabila kerjasama dimaksud sangat bermanfaat bagi pengembangan UII di bidang Catur Dharma.
(3) Pembebanan sebagian biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (2) haruslah terlebih
dahulu diputuskan dalam Rapat Pimpinan Universitas danlatau Pimpinan Fakultas.
(4) Honorarium bagi tim pelaksana serta biaya yang timbul akibat persiapan pelaksanaan
kerjasama dibebankan sebagai pembiayaan sebagaimana tersebut dalam ayat (1),
kecuali dalam hal tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (2).
(5) Pembiayaan yang timbul akibat bekerjanya tim monitoring yang dibentuk oleh
Universitas atau Fakultas dibebankanpada anggaran Universitas danlatau Fakultas.
BAB VIII
HAK DAN KEWAJIBAN
Pasal 14
Hak dan kewajiban dari masing-masing pihak yang terkait dengan pelaksanaan kerjasama
ditentukan dalam Surat Perjanjian Kerjasama (MOU) atau Surat Perintah Kerja (SPK) atau perjanjian lainnya yang sah menurut hukum yang berlaku yang dibuat oleh kedua belah pihak.
BAB IX SANKSI
Pasal 15
Apabila kerjasama menimbulkan kerugian bagi UII, baik secara materiil maupun immaterial, Rektor atau pejabat yang berwenang dapat menjatuhkan sanksi sesuai
dengan peraturan yang berlaku khususnya Peraturan Tentang Disiplin Pegawai UII.
Apabila kerja sama menimbulkan kerugian bagi Pihak Lain, UII/Rektor atau Unit Kerja lainnya hanya dapat dibebankan untuk mengganti kerugian sebesar-besarnya sama dengan institutional fee yang telah diterima.
( 1 )
(3) Dalam keadaan tertentu, Rektor atau Dekan dapat memberhentikan dan/atau mengalihkan pelaksanaan kerjasama bilamana berdasarkan pertimbangan Rektor atau Dekan dalam pelaksanaan kerjasama tersebut, tidak mengalami kemajuan
sebagaiman a y ang direncanakan.
(4) Pemberhentian dan/atau pengalihan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) terlebih
dahulu meminta persetujuan dari Pihak LainllVlitra Kerjasama atau Pemberi Kerja.
BAB X PENUTUP
Pasal 16
(1) Semua Peraturan tentang perjanjian kerjasama di bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian pada masyarakat dakwah Islamiah yang bertentangan dengan peraturan ini dinyatakan tidak berlaku.
(2) Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan : di Yogyakarta