• Tidak ada hasil yang ditemukan

Desain Interior Pub & Lounge Bertema Bubble Blink dengan Style Moderen Futuristik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Desain Interior Pub & Lounge Bertema Bubble Blink dengan Style Moderen Futuristik"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Abstrak—Salah satu pub & lounge yang ada di Surabaya, tidak menutup kemungkinan berusaha terus untuk meningkatkan kualitas baik dari segi interior maupun service. Pub & lounge yang ditujukan bagi pengunjung kalangan dewasa (21th – 35 th). Pengunjung golongan ini membutuhkan pub & lounge sebagai tuntutan lifestyle dan tempat untuk hangout. Penambahan fasilitas untuk mengadakan acara – acara tematik, seperti wet party, bubble party juga menjadi latar belakang redesain interior ruang, bar dan stage. Konsep yang dihadirkan dalam Pub & Lounge adalah ―Bubble Blink” yang memiliki makna luas sebuah perubahan bentuk. Perubahan bentuk dimaksudkan sebuah kondisi yang memberikan suasana modern futuristic dalam sebuah pub & lounge. Sehingga dapat memberikan hal baru maupun kesan lebih dinamis dalam kegiatan yang ada. Bubble Blink sendiri adalah sebuah penemuan tema. Bubble yang artinya gelembung, bentuk fisik gelembung-lah yang akan diaplikasikan pada desain interior Pub & Lounge. Sedangkan Blink yang artinya gemerlap / gemilau, adalah suatu suasana yang selalu tersaji pada tempat hiburan malam. Penggabungan kata Bubble dan Blink memiliki makna gelembung yang berkilauan.

Kata Kunci—Bubble Blink, Moderen Futuristik

I. PENDAHULUAN

ub & Lounge merupakan salah satu tempat hiburan, proyek ini akan dibuat di daerah Jl. Bubutan Surabaya dan menjadi salah satu tempat hiburan besar di Surabaya. Dengan antusiasme penggemar dunia malam yang tinggi menjadikan Pub & Lounge sebagai tempat hiburan, bisnis dan bersosialisasi di kawasan tengah Kota Surabaya. Saat ini tempat hiburan malam menjamur di Surabaya, misal ; Ice Club di Landmarc Mall, Bill Balle Lounge di Jln. Yos Sudarso No.11, Blow Fish di Max Building Pregolan, dll. Jika kita teliti satu-persatu, banyak tempat hiburan malam yang masa eksistensinya tidak terlalu lama. Hal ini dikarenakan tidak adanya pengembangan atau perubahan desain pada interior maupun brand image pada tempat tersebut. Sebagian besar tempat-tempat tersebut selalu mengikuti perkembangan lifestyle.

Pub & lounge adalah salah satu tempat orang dewasa untuk menghilangkan kebosanan yang dikarenakan oleh banyak hal, stres dikantor, memiliki masalah pada kehidupan, permasalahan pada pendidikan (mahasiswa), jalanan yang

sangat padat, dan banyak lagi. Tempat ini lebih dikhususkan pada usia dewasa, dan disarankan tidak membawa anak kecil. Karena terkadang pub & lounge menyajian acara yang tidak layak dikonsumsi anak dibawah umur. Seperti fashion dance yang fullgar, jugling (atraksi barbarian memainkan botol minuman beralkohol), dll. Hubungan pub dan lounge sendiri hampir bersinggungan. Dari apa saja yang dijual, seperti apa suasana ruangnya, dan kegiatan yang dilakukan pengunjung. Perbedaanya hanya suasana apa yang dipilih oleh pengunjung sendiri. Misal, disaat pengunjung hanya duduk disofa dan memesan minuman yang rendah alkohol dapat dibilang pengunjung itu sedang mengunjungi Lounge. Lounge sendiri artinya adalah bermalas – malasan dengan mendengarkan musik yang tenang.

Dengan konsep bubble blink yang dipadukan dengan style modern futuristik membuat image pub & lounge berkesan sangat masa kini. Moderen diambil dari sesuatu yang sedang up to date pada saat ini. Dapat juga diartikan dengan elemen interior yang sangat moderen seperti transparan, lengkungan yang ergomonis, berkilauan, sederhana (simple), dan canggih. Modern sendiri adalah suatu kumpulan langgam yang didalamnya terdiri dari modern art nouveau, modern brutalist, modern konstruksi, modern ekspresionis, modern futurist, modern fungsional, modern internasional, modern organik, post modern,dan modern visionary. Langgam – langgam ini semua lebih mengarah kepada arsitektural, tetapi kurang lebih hampir sama dengan gaya interior desain. Jadi style modern dan futuristic sangat berkaitan.

Dalam pelaksanaan tugas akhir ini ada tujuan yang akan dicapai sebagai tolak ukur tugas akhir, dan semua manfaat yang diperoleh selama penyusunan maupun setelah penyusunan hingga pelaksanaan di lapangan. Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, akan terus berkembang dengan menjamurnya usaha di bidang hiburan. Berbagai ide dikembangkan untuk menjaring konsumen. Maka berdirilah pub yang banyak menawarkan berbagai sajian minuman dan suasana yang beragam. Tempat ini sebagai salah satu pub & lounge yang ada di Surabaya, tidak menutup kemungkinan berusaha terus untuk meningkatkan pelayanan baik dari segi interior maupun servis. Tempat ini sebagai pub & lounge untuk pengunjung kalangan dewasa (21th – 35 th). Harus menyesuaikan desain interiornya untuk mendukung

Desain Interior Pub & Lounge

Bertema Bubble Blink dengan

Style Moderen Futuristik

Olga Caprina, dan Ir. Prasetyo Wahyudie, MT

Jurusan Desain Produk Industri, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan,

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia

e-mail: [email protected]

(2)

suasana dan style yang sesuai dengan kebutuhan konsumen tersebut. Pengunjung golongan ini membutuhkan pub & lounge sebagai tuntutan lifestyle dan tempat untuk hangout. Penambahan fasilitas untuk mengadakan acara – acara tematik, seperti wet party, bubble party juga menjadi latar belakang redesain interior ruang, bar dan stage.

Studi awal diperoleh dari survei langsung pada pub & lounge kemudian langsung melihat dan mengamati masalah interior yang muncul di dalamnya. Melihat perkembangan hiburan malam yang banyak digemari pada berbagai media elektronik maupun cetak membuat pub & lounge membandingkan kelebihan dan kekurangannya yang muncul untuk membantu brainstorming ide meredesain pub & lounge. Pada tahap studi dan analisa yang diuraikan dan dipelajari melalui gambaran objek desain, yaitu dalam hal ini adalah pub & lounge serta segala sesuatu yang berhubungan dengan pub & lounge. Dimana analisa tersebut akan menjadi parameter keberhasilan dalam menghasilkan suatu interior pub & laounge yang optimal, berdasarkan standart yang ada serta kebutuhan dari gedung tersebut.

Setelah melakukan studi dan analisa, maka dari kesimpulan analisa tersebut dapat diperoleh sebuah konsep. Konsep ini berupa solusi dari masalah-masalah yang timbul saat dilakukan studi. Aplikasi dari konsep, dilakukan pada tahap desain awal. Setelah itu menuju tahap alternative desain lalu dilanjutkan pada tahap evaluasi. Hasil dari evaluasi akan dilakukan pengembangan desain, lalu tahap terakhir adalah desain akhir.

II. URAIANPENELITIAN A. Studi Awal

Studi awal diperoleh dari survei langsung pada pub & lounge kemudian langsung melihat dan mengamati masalah interior yang muncul di dalamnya. Melihat perkembangan hiburan malam yang banyak digemari pada berbagai media elektronik maupun cetak membuat pub & lounge membandingkan kelebihan dan kekurangannya yang muncul untuk membantu brainstorming ide meredesain pub & lounge. Studi literatur, yaitu studi tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan restoran, dilakukan denagn cara mengutip dari buku, majalah, atau internet. Studi lapangan, yaitu proses pengumpulan data dengan cara melihat langsung kegiatan di pub & lounge dan mencari permasalahan yang muncul. Studi Komparatif, yaitu proses pengambilan dat dengan cara membandingkan, pub & lounge dengan pub yang lain sebagai pembanding baik dari literatur maupun di lapangan.

B. Tahap Analisa Data

Pada tahap ini dilakukan studi dan analisa yang diuraikan dan dipelajari melalui gambaran objek desain, yaitu dalam hal ini adalah pub & lounge serta segala sesuatu yang berhubungan dengan pub & lounge. Dimana analisa tersebut akan menjadi parameter keberhasilan dalam menghasilkan suatu interior pub & laounge yang optimal, berdasarkan standart yang ada serta kebutuhan dari gedungtersebut.

C. Konsep Desain

Setelah melakukan studi dan analisa, maka dari kesimpulan analisa tersebut dapat diperoleh sebuah konsep. Konsep ini berupa solusi dari masalah-masalah yang timbul saat dilakukan studi.

D. Desain Awal

Aplikasi dari konsep, dilakukan pada tahap desain awal. Penerapan dari konsep di sketsa pada tahap ini.

E. Alternatif Desain

Membuat beberapa sketsa konsep , sebagai alternatif desain. F. Evaluasi

Merupakan tahap mengambil keputusan dari suatu proses desain, yang sesuai dengan kondisi keadaan & kebutuhan desainer. Pada tahap ini dari beberapa alternatif desain akan di ambil yang terbaik dan untuk selanjutnya dikembangkan dalam proses berikutnya.

G. Pengembangan Desain

Setelah diperoleh desain terpilih dilakukan pengembangan desain dalam berbagai aspek yang dibutuhkan.

H. Desain Akhir

Dalam proses ini terjadi perubahan ide kedalam bentuk wujud / sosok. Dari pengembangan desain diperoleh satu desain final yang diwujudkan dalam gambar kerja, perspektif, dan 3D.

III. KONSEPDESAIN A. Objek Desain

Objek desain interior adalah sebuah fasilitas akomodasi berupa pub & lounge yang terletak di kawasan Bubutan, Surabaya, Jawa Timur.

B. Konsep Awal

Konsep awal tugas akhir desain merupakan sebuah kesimpulan dari latar belakang, rumusan masalah dan segmentasi tugas akhir. Dalam skema konsep awal dijelaskan bahwa hubungan antara latar belakang, rumusan masalah dan segmentasi pengguna saling terkait satu sama lain. Pemilhan konsep selanjutnya akan digabungkan dengan karakter dari bubble blink. Gelembung identik dengan sesuatu yang bulat atau lingkaran. Pada kasus ini lebih dipilih bentuk yang 3 dimensi yaitu bulat. Benda bulat yang akan dijadikan acuhan antara lain adalah disco ball. Disco ball memiliki permukaan yang berkilauan dan memantulkan cahaya.

C. Style

Style pada desain ini adalah moderen futuristik yang diterapkan pada semua unsur yang berhubungan dengan interior pada pub & Lounge. Karakter style berupa penggunaan material dasar yang cocok dengan konsep yang telah pilih. Karakter style juga diaplikasikan pada warna interio pub & lounge.

(3)

D. Konsep Desain

Konsep desain adalah hubungan antara latar belakang, rumusan masalah dan segmentasi pengguna saling terkait satu sama lain. Diantaranya, Innovation yang memiliki makna menciptakan trend baru dalam sebuah bangunan pub & lounge. Object refinement, menyempurnakan interior pada saat ini menjadi sarana yang dapat menampung pecinta tempat hiburan malam yang jauh lebih menarik. Sifat konsumen, mempunyai makna karakteristik pengguna dalam melakukan aktivitasnya cenderung di luar rumah yang menawarkan fasilitas baru. Tiga poin tersebut dapat diambil sebuah kesimpulan, bahwa dalam kehidupan sifat konsumen dapat mempengaruhi pola pikir konsumen itu sendiri. Sehingga perlu adanya sebuah terobosan baru atau penyempurnaan yang dapat merubah pola sifat konsumen dalam menyukai pub & lounge menjadi lebih baik, lalu di dapatkan sebuah istilah “Bubble Blink”. Bubble yang berarti: gelembung atau bola dalam suatu cairan yang dipenuhi dengan udara. Sedangkan Blink, gleam or glow intermittentl, sinar atau cahaya yang berkerlip. Sehingga bubble blink dalam pegertian konsep awal memiliki makna sebuah gelembung bercahaya yang berkerlip, dalam hal interior Pub & Lounge yang semakin memiliki karakter bagi konsumenya, serta sifat konsumen itu sendiri, yaitu sifat konsumen pecinta tempat hiburan malam.

E. Aplikasi Konsep Desain 1) Konsep Ruang

Pub & lounge bearada pada lantai 6 dan lantai 7 didalam mall.

Gambar. 1. Denah eksisting Lt.7.

2) Konsep Bentuk

Konsep bentuk mengacu pada tema bubble. Pengaplikasian digunakan pada furnitur.

Gambar. 2. Meja cocktail.

Gambar. 3. Stool bar.

Gambar. 4. Sofa.

3) Konsep Material

Material yang digunakan memiliki karakter yang dapat memunculkan style futuristik dan tema blink. Akrilik, kaca, cermin, stainless steel, dan finishing melamin adalah material yang cocok. Disamping itu material yang dipilih memiliki sifat memantulkan cahaya. Material lantai menggunakan vinyl agar dapat meredam suara.

4) Konsep Warna

Pada area Lounge dipilih warna yang mempunyai karakter agresif, yaitu : kuning, jingga, dan merah. Treatment ini dilakukan agar pengunjung yang berada Lounge tetap dapatmerasakan kemeriahan suasana yang ada pada Bub. Pada area Pub dipilih warna yang dapat menenangkan ketegangan yang ada pada ruang tersebut, yaitu : biru, ungu, hijau. Penjembatan karakterwarna yang berbeda ini akan dimediatori dengan bentuk furniture yang

(4)

sama, bentukan Ceilling, dan elemen estetis. 5) Konsep Pencahayaan

Sistem Pencahayaan Tidak Langsung (indirect lighting). Pada sistem ini 90-100% cahaya diarahkan ke langit-langit dan dinding bagian atas kemudian dipantulkan untuk menerangi seluruh ruangan. Agar seluruh langit-langit dapat menjadi sumber cahaya, perlu diberikan perhatian dan pemeliharaan yang baik. Keuntungan sistem ini adalah tidak menimbulkan bayangan dan kesilauan sedangkan kerugiannya mengurangi efisien cahaya total yang jatuh pada permukaan kerja. Cahaya redup ini memberikan kesan rileks, tenang dan romantis, karena itulah sangat cocok untuk digunakan pada ruang interior untuk relaksasi, seperti kamar tidur, kamar mandi, atau ruang bersantai lain seperti entertainment room.

IV. HASILDESAIN A. Ruang Terpilih – Area Pub

Gambar. 5. Denah area pub.

Pada area pub terdapat pool, main bar, main stage dan dance floor. Bentukan bulat bisa dilihat pada area pool dan bentuk meja bar.

B. Desain Akhir Area Pub

Gambar. 6. Desain akhir area pub

Gambar. 6. Denah area pub, pool view.

Area Pub merupakan area terpilih utama yang memiliki beragam aktifitas diantaranya kegiatan mendengarkan / melihat pertunjukan yang berlangsung, bartender membuat minuman dibar, Dj yang memainkan music, penari melakukan tarian, dan berdansa. Namun fokus utama arena pub terletak pada pool yang ada didalam satu ruangan yang dapat terlihat dari sudut manapun.

V. KESIMPULAN/RINGKASAN

Dalam desain interior Pub & Lounge bertema bubble blink dengan style modern futuristik , maka dapat diambil beberapa kesimpulan, diantaranya :

1) Pub & lounge merupakan sebuah tempat hiburan malam dimana di dalamnya terdapat berbagai fasilitas penunjang acara yang akan diselenggarakan itu sendiri.

2) Hasil desain pub & lounge merupakan sebuah terobosan baru bagi dunia hiburan malam, khususnya acara musik yang penerapannya menghadirkan sesuatu yang berbada dari tempat hiburan malam pada umumnya.

3) Hadirnya suasana air merupakan korelasi antara kegiatan hiburan malam dengan segmen pengunjung. Bahwa pengunjung atau penggemar musik dalam melakukan aktivitasnya dengan suasana tenang dan mengganyutkan, yang artinya dengan kondisi tersebut pub & lounge menawarkan fasilitas dan keunikan. Adanya suasana santai dan tenang ditandai dengan ciri fisik sebuah air, yaitu gelombang, lingkaran (buih-buih air), dan warna.

4) Secara keseluruhan obyek desain diungkap dalam sebuah istilah “Bubble Blink”, yang memiliki arti perubahan bentuk (benda, bangunan) yang dipengaruhi oleh aktivitas di dalamnya (hiburan malam, musik, dan fashion) yang kemudian ditransformasikan dengan cara yang lain atau sudut pandang yang berbeda.

5) Dibandingkan dengan eksisting, maka desain ini mempunyai kelebihan dalam hal pemilihan warna karakter ruang yang cocok untuk aktifitas dan mempunyai point of interest yang unik. Sehingga pengunjung dapat memilih

(5)

tempat yang cocok bagi kebutuhan mereka dan tidak bosan untuk mengbabiskan waktu.

UCAPANTERIMAKASIH

Penulis mengucapkan terima kasih Kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, rizki dan kekuatan. Kepada kedua orang tua serta keluarga. Kepada Ibu Anggri Indraprasti, S.Sn, M.Ds selaku dosen koordinator tugas akhir dan Bapak Ir. Prasetyo Wahyudie, MT selaku dosen pembimbing tugas akhir. Semua teman ITS maupun di luar ITS.

DAFTARPUSTAKA

[1] Chalhoun, James And Acocella, Joan Rose. 1995. Psikologi Tentang

Penyesuaian dan Hubungan Kemanusiaan. Semarang: IKIP.

[2] Ching F.D.K. 1996. Interior Design Ilustrated. New York: Van Nostrand Reinhold.

[3] Panero, Julius. 2003. Dimensi Manusia dan Ruang Interior. Jakarta: Erlangga.

[4] Soekresno. 2001. Managemen Food & Beverage Service Hotel. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Referensi

Dokumen terkait

Manajemen operasi teknik yang tidak memiliki laporan aktitas memiliki celah penurunan kinerja SDM teknisi, Penerapan sistem usulan saat ini juga masih juga bersifat manual

Untuk itu penulis ingin memberikan suatu desain perancangan interior tempat bersosialisasi yaitu pool dan lounge yang berada di dalam salah satu mall di Jakarta

Dengan ini mengajukan penawaran harga pekerjaan pengadaan Barang dan atau Jasa Pekerjaan Renovasi Interior & Furniture Concordia Lounge Terminal Domestik Di

Tujuan utama dari penelitian ini adalah penggantian bahan bakar solar yang semakin mahal dengan bahan bakar dari limbah kilang minyak MFO 1000 cSt yang diencerkan dengan

SPP Tambahan Uang Persediaan yang selanjutnya disingkat SPP-TU adalah dokumen yang diajukan oleh bendahara pengeluaran untuk permintaan tambahan uang persediaan guna

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat melalui halangan dan rintangan dalam

Secaralebih luas Latuheru (1988) menyatakan bahwa media pembelajaran adalah materi, alat, dan metode atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar

Berdasarkan dari beberapa permasalahan yang penulis temukan dalam observasi, maka penulis mengasumsikan bahwa pegawai pada Kantor Kecamatan Buduran Kabupaten