• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

122

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

Pada Bab ini, menjelaskan mengenai hasil kesimpulan dan saran yang ada akan di berikan, untuk memperbaiki dan menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan. Dari penelitian dan analisis yang sudah dilakukan pada PT. KPI di 4 departemen yaitu maintenance, logistic & operator, fleet & maintenance, dan road & transportation yang memiliki tingkat kecelakaan paling tinggi diantara ke 9 departemen lainnya, yang terjadi di sepanjang jalan tambang PT.FI.

6.1 Kesimpulan

Hasil pengumpulan data yang dilakukan secara langsung dan menggunakaan data history dari perusahaan, maka terdapat beberapa penyebab yang menyebabkan terjadinya kecelakaan terhadap 4 departemen di PT. KPI dari tahun 2011-2015. Penyebab kecelakaan tersebut teruji memiliki tingkat atau potensi kecelakaan yang tinggi berdasarkan perhitungan pengolahan data dan analisis yang telah dilaksanakan pada Bab IV dan Bab V. Berikut ini merupakan kesimpulan dengan mengunakan 2 metode yang memiliki beberapa tahapan sebagi berikut:

1. Hasil perhitungan menggunakan Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC), menjelaskan bahwa faktor penyebab terbesar terjadinya kecelakaan pada ke 4 departemen yaitu faktor lingkungan dan manusia (karyawan) yang dapat dipengaruhi oleh minimnya penerangan, jalan menanjak/menurun sempit dan dua arah, tekstur jalan berbatu dan berdebu, rawan longsor dan minimnya display begitpula, dipengaruhi oleh tingkat fatigue pada karyawan. Hasil score kategori risk matriks dapat dilihat pada Gambar 5.1 hingga Gambar 5.5.

2. Hasil identifikasi menggunakan metode HIRARC, didapatkan bawah kecelakaan kerja yang terjadi selama 5 tahun, terjadi pada area low land hingga high land yang memiliki potensi resiko kecelakaan yang tinggi, seperti yang sudah dijelaskan pada poin 1, sehingga perilaku karyawan dalam mengoperasikan alat berat pada jalan tambang sangat mempengaruhi

(2)

tingkat keselamatan kerja, yang dapat dilihat lebih lanjut pada Job Safety Analysis (JSA) Bab V dan untuk area low land high land Tabel 5.1.

3. Dari hasil penggabungan metode HIRARC dan JSA maka, dihasilkan rekomendasi perbaikan seperti yang tertera pada Bab V analisis mengenai JSA Tabel 5.1, sehingga menghasilkan rekomendasi perbaikan dari jenis kegiatan kerja yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja, yang banyak terjadi pada saat shift malam khususnya pada waktu jam kritis yaitu pukul 00.00-05.00 dini hari. Hasil perhitunggan JSA mengunakan FR, SR dan STS menyimpulkan bahwa, semakin besar man-hours maka kemungkinan terjadinya cidera dan waktu hilangkan semakan tinggi yang menyebabkan kinerja tim safety memburuk. Rekomendasi perbaikan yang dapat segera diterapkan salah satunya adalah rotasi kerja.

6.2 Saran

Pada bagian akhir penulisan skripsi ini, penulis memberikan beberapa saran yang dapat menjadi masukan bagi perusahaan yang berhubungan dengan pembahasan penelitian ini. Berikut ini saran yang ingin penulis berikan kepada perusahaan:

1. Diharapkan PT. KPI dapat menjalankan rekomendasi perbaikan yang telah di jabarkan pada Job Analisis Safety pada Tabel 5.3 hingga Tabel 5.7.

2. Perusahaan dapat menggunakan memperhitung untuk memperkirakan jumlah accident pertahun, waktu yang hilang akibat kecelakaan, dan juga penilaian untuk tim safety dengan menggunkan perhitungan FR, SR, dan STS sebagai referensi metode tambahan.

3. Perusahaan dapat mengembangakan metode penilaian resiko dan identifikasi sebagai metode tambahan, selain metode yang sudah digunkan oleh perusahaan.

4. Perusahaan dapat mencoba menerapkan sistem rotasi kerja khususnya pada shift malam, yaitu sebagai berikut:

(3)

124

Tabel 6. 1 Rotasi Jam kerja Shift Malam pada Bagian Lapangan

Tim

Tim Kerja Shift Malam Sebelum

Bagian Jumlah

orang Lokasi kerja

Jenis

Kendaraan Formasi

Keterangan

rotasi kerja Dampak

Tim 1 Dispecer 5 Kantor dan

lapangan Kendaran kecil

Rotasi kerja yang selama ini diterapkan dilapangan kerja, yaitu 1 jenis kendaraan di tangani oleh 1 karyawaan (1 alat transportasi = 1 karyawan)

Karyawan mudah lelah dan jenuh, sehingga dapat menimbulkan kelelahan otot (Muscular fatigue) yang mengakibatkan semakin rendahnya reaksi kerja fisik (gerakan), yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja yang telah di uraikan pada Bab V, 5.2.3 Job Analisi Safety (JSA) Tim 2 Operator 15 Lapangan (Lokasi tambang dan pelabuhan) Crane, Super Stacker, Truck,Loader dan Hister Crane 4 alat = 4 orang,Super Stacker 3 alat=3 orang, Loader 2 alat= 2 orang, dan Hister 3 alat=3 orang

Tim 3 Riger 20 Lapangan (Lokasi tambang dan Pelabuhan) Forklift, Hister,Lowbay

Forklift 7 alat=7 orang, Hister 6 alat=6 orang, dan Lowbay 7 alat=7 orang

Tim 4 Driver 30 Jalan tambang

Trailer, Double Trailer, Bus, Water Tank, Backhoe, IVECO Bus, dan Flatbed

Trailer 4 alat=4 orang, Double Trailer 5 alat=5 orang, Bus 4 alat=4 orang, Water Tank 3 alat=3 orang, Backhoe 4 alat=4 orang, IVECO Bus 6 alat=6 orang, dan Flatbed 4 alat=4orang

(4)

Tabel 6. 2 Saran Perbaikan Rotasi Jam kerja Shift Malam

Tim

Tim Kerja Shift Malam Sebelum

Bagian Jumlah orang Lokasi kerja Jenis Kendaraan Formasi Keterangan rotasi kerja Tim 1

Formasi yang di terapkan sebelumnya menimbulkan dampak pada performa kinerja karyawan pada saat shift malam, sehingga formasi tersebut dapat di perbaiki dengan melakukan rotasi

operator/riger/driver yang dapat dilakukan pada pukul 00.00-05.00

yang merupakan jam kritis Tim 2 Operator 15 Lapangan (Lokasi tambang dan pelabuhan) Crane, Super Stacker, Truck,Loader dan Hister

Rolling formasi dalam mengemudikan alat berat, seperti berikut

ini: Crance 4 dan Loader 2 (C1, C2, C3,

C4) dan (L1, L2). C1, C2 rolling dengan L1, L2 sisa dari operator

Crane C3 dan C4 beristirahat. Super Stacker dan Hister (ST1, ST2, ST3) dan (H1,H2,H3) operator

di rolling

(5)

Tabel 6. 3 Saran Perbaikan Rotasi Jam kerja Shift Malam (lanjutan)

Tim

Tim Kerja Shift Malam Sebelum Bagian Jumlah

orang

Lokasi kerja Jenis Kendaraan

Formasi Keterangan rotasi kerja

Tim 3 Riger 20 Lapangan (Lokasi tambang dan Pelabuhan) Forklift, Hister,Lowbay

Rolling formasi dari Forklift, Hister, dan Lowbay yaitu sebagai berikut:

F1,F2,F3,F4,F5,F6- H1,H2,H3,H4,H5,H6 - L1,L2,L3,L4,L4,L5,L6. Sisa dari riger

F7 dan H7 beristirahat dan pada jam berikutnya di rolling kembali sehingga

seluruh riger mengalami rolling alat berat

Formasi yang di terapkan sebelumnya menimbulkan dampak pada performa kinerja karyawan pada saat shift malam, sehingga formasi tersebut dapat di perbaiki dengan melakukan rotasi operator/riger/driver yang dapat dilakukan pada pukul 00.00-05.00 yang merupakan jam kritis Tim 4 Driver 30 Jalan tambang

Trailer, Double Trailer, Bus, Water Tank, Backhoe, IVECO Bus, dan

Flatbed

Rolling formasi dari Trailer ke Double Trailer, Bus ke IVECO Bus, Backhoe

ke Flatbed yaitu: T1T2, T3, T4 ke DT1,DT2,DT3,DT4 sisa dari DT5 beristirahat. Rolling Bus ke IVECO Bus

yaitu: B1, B2, B3, B4 ke IVB1, IVB2, IVB3, IVB4 sisa dari IVB5 dan IVB6 beristirahat. Rolling dari Backhoe ke Flatbed yaitu: BK1, BK2, BK3, BK4 ke

Fl1, Fl2, Fl3, Fl4. untuk Water Tank tidak mengalami rolling di karenakan water tank hanya beraktivitas pada saat

jalan berdebu

(6)

Rotasi jam kerja ditujukan kepada tim shift malam, dapat dilakukan setiap hari sesuai dengan jadwal kerja yang telah di terapkan oleh perusahaan. Begitupun dengan keahlian dalam mengoperasikan alat berat yang telah mendapatkan pelatihan dari PT.FI kepada seluruh Operator, Riger, dan Driver sehingga dari hasil pelatihan mengoperasikan alat berat tersebut, mendapatkan lisensi mengoperasikan kendaraan berat di seluruh area tambang.

Maka karyawan tidak membutuhkan waktu lebih untuk beradaptasi dengan kendaraan berat yang akan mendapatkan di operasikan oleh karyawan mendapatkan rolling alat berat. Jenis alat berat yang di operasikan memiliki cara mengoperasikan yang hampir sama, hanya fungs, kekuatan angkutan, dan dimensi alat berat yang membeda.

Pertukaran alat berat yang akan di rotasi dapat dilakukan pada saat berada di cek point pada MP 70 menuju MP 71 hingga MP 72, dengan tim yang sama atau pertukaran posisi pada saat operator yang sedang beristirahat. Rotasi juga dapat dilakukan pada saat berada di lokasi tambang MP 74, sehingga proses pengoperasionalan alat berat dilakukan dengan operator yang berbeda.

Gambar

Tabel 6. 1 Rotasi Jam kerja Shift Malam pada Bagian Lapangan
Tabel 6. 2 Saran Perbaikan Rotasi Jam kerja Shift Malam
Tabel 6. 3 Saran Perbaikan Rotasi Jam kerja Shift Malam (lanjutan)

Referensi

Dokumen terkait

Saya sangat tertarik untuk meneliti tentang komitmen organisasi karyawan, oleh sebab itu, topik penelitian saya berjudul “Komitmen Organisasi ditinjau dari Kepuasan

Akibat dampak dari kendaraan angkutan barang yang melebihi muatan adalah kerusakan pada jalan, maka seharusnya jembatan timbang dilimpahkan ke Bina Marga Provinsi

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan yang menggunakan 4 prinsip Community-based Tourism,4 dampak positif Community-based Tourism dan 10 tantangan Community-based

Persepsi karyawan terhadap budaya organisasi yang diharapkan pada 5 tahun mendatang adalah clan, Dimana kondisi budaya organisasi yang di rasakan saat ini budaya clan berada tingkat

Dampak tarikan kendaraan akibat adanya Indogrosir tidak terlalu buruk pengaruhnya terhadap kondisi lalu lintas di ruas jalan studi pada saat ini, namun untuk 10

Alangkah lebih baik atasan lebih meningkatkan sikap menunjukkan rasa suka kepada karyawan dengan prestasi kerja yang baik dalam berkomunikasi supaya dapat

Evilsion merupakan produksi komoditi milik pribadi dan dipasarkan secara mandiri, yang proses produksinya menggunakan sumber daya manusia, serta pengawasan terhadap bahaya dari dampak

Sedangkan hasil dari perancangan gaji usulan dengan menggunakan perhitungan take home pay yang mana terdapat potongan gaji pokok usulan karyawan untuk biaya pajak penghasilan sebesar 5%