• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

No.32/06/72/Th.XX, 02 Juni 2017

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

Selama Mei 2017, Inflasi Sebesar 0,81 Persen

Selama Mei 2017, Kota Palu mengalami inflasi sebesar 0,81 persen yang dipengaruhi oleh naiknya indeks harga pada kelompok bahan makanan (1,67 persen), diikuti oleh kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau (1,24 persen), transpor, komunikasi, dan jasa keuangan (0,47 persen), perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (0,40 persen), kesehatan (0,12 persen), pendidikan, rekreasi, dan olahraga (0,09 persen), serta sandang (0,08 persen).

Pada bulan yang sama, inflasi year on year Kota Palu sebesar 5,10 persen. Kenaikan indeks year on year tertinggi terjadi pada kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 8,76 persen, sedangkan yang terendah terjadi pada kelompok pengeluaran sandang sebesar 3,10 persen. Inflasi Kota Palu sebesar 0,81 persen berasal dari andil kelompok pengeluaran bahan makanan (0,338 persen), makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0,275 persen), perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (0,096 persen), transpor, komunikasi, dan jasa keuangan (0,086 persen), pendidikan, rekreasi, dan olahraga (0,006 persen), kesehatan (0,005 persen), serta sandang (0,004 persen).

Dari 82 kota pantauan IHK nasional, sebanyak 70 kota mengalami inflasi sementara 12 kota

lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 0,96 persen, sedangkan

deflasi tertinggi terjadi di Kota Manado sebesar 1,13 persen. Kota Palu mengalami inflasi sebesar

0,81 persen, menempati urutan ke-2 inflasi tertinggi di Kawasan Sulampua dan ke-8 secara

nasional.

Kenaikan indeks harga terjadi pada seluruh kelompok pengeluaran, yang tertinggi adalah

kelompok bahan makanan (1,67 persen), diikuti oleh kelompok makanan jadi, minuman, rokok,

dan tembakau (1,24 persen), transpor, komunikasi, dan jasa keuangan (0,47 persen),

perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (0,40 persen), kesehatan (0,12 persen), pendidikan,

rekreasi, dan olahraga (0,09 persen), serta sandang (0,08 persen).

Laju inflasi tahun kalender sampai dengan Mei 2017 sebesar 3,16 persen, sedangkan inflasi year

(2)

Laju

Inflasi Inflasi

Mei 2016 Des 2016 Apr 2017 Mei 2017

tahun Kalender 2017 ** [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] U m u m 124,75 127,09 130,06 131,11 0,81 3,16 5,10 0,810 1 Bahan Makanan 130,10 131,65 132,39 134,60 1,67 2,24 3,46 0,338

2 Makanan Jadi, minuman, Rokok, dan

Tembakau 137,99 140,68 141,23 142,98 1,24 1,63 3,62 0,275

3 Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan

Bahan bakar 116,95 118,53 126,68 127,19 0,40 7,31 8,76 0,096

4 Sandang 106,79 109,56 110,01 110,10 0,08 0,49 3,10 0,004

5 Kesehatan 115,42 118,34 119,44 119,58 0,12 1,05 3,60 0,005

6 Pendidikan, Rekreasi, dan Olah raga 121,82 127,25 127,18 127,30 0,09 0,04 4,50 0,006 7 Transportasi, Komunikasi, dan Jasa

Keuangan 124,03 126,48 130,07 130,68 0,47 3,32 5,36 0,086

*) Perubahan IHK bulan Mei 2017 terhadap IHK bulan April 2017 **) Perubahan IHK bulan Mei 2017 terhadap IHK bulan Desember 2016 ***) Perubahan IHK bulan Mei 2017 terhadap IHK bulan Mei 2016

[1]

Tabel 1

Perkembangan Inflasi/Deflasi Kota Palu Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100) Mei 2017

Indeks Harga Konsumen

Year on Year ***

Andil Inflasi

Kelompok Pengeluaran Inflasi Mei 2017*

Grafik 1

Inflasi/Deflasi Bulanan dan Andil Inflasi Kota Palu Mei 2017

Beberapa komoditas utama yang memiliki andil terhadap inflasi antara lain ikan cakalang (0,31 persen), ikan bakar (0,12 persen), ikan ekor kuning (0,10 persen), ikan selar (0,10 persen), tarif listrik (0,09 persen), bawang putih (0,08 persen), ikan layang (0,07 persen), ayam goreng (0,06 persen), tarif angkutan udara (0,06 persen), dan jeruk nipis (0,06 persen).

0,81 1,67 1,24 0,40 0,08 0,12 0,09 0,47 0,338 0,275 0,096 0,004 0,005 0,006 0,086 0,00 0,25 0,50 0,75 1,00 1,25 1,50 1,75 2,00

(3)

Tabel 2

Andil Inflasi/Deflasi Sepuluh Komoditas Utama Kota Palu, Mei 2017

Komoditas Inflasi (%) Komoditas Deflasi (%) 01. Ikan Cakalang 02. Ikan Bakar 03. Ikan Ekor Kuning 04. Ikan Selar 05. Tarif Listrik 06. Bawang Putih 07. Ikan Layang 08. Ayam Goreng 09. Tarif Angkutan Udara 10. Jeruk Nipis 0,31 0,12 0,10 0,10 0,09 0,08 0,07 0,06 0,06 0,06 01. Cabai Rawit 02. Tomat Buah 03. Bawang Merah 04. Tomat Sayur 05. Cabai Merah 06. Jagung Manis 07. Tarif Pulsa Ponsel 08. Kol Putih 09. Udang Basah 10. Gula Pasir 0,28 0,08 0,06 0,04 0,03 0,02 0,02 0,02 0,01 0,01

Sedangkan beberapa komoditas yang memiliki andil negatif terhadap inflasi antara lain cabai rawit (0,28 persen), tomat buah (0,08 persen), bawang merah (0,06 persen), tomat sayur (0,04 persen), cabai merah (0,03 persen), jagung manis (0,02 persen), tarif pulsa ponsel (0,02 persen), kol putih (0,02 persen), udang basah (0,01 persen), serta gula pasir (0,01 persen).

I. Perkembangan Inflasi/Deflasi Menurut Kelompok Pengeluaran

Selama Mei 2017, hasil pantauan terhadap perkembangan harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat Kota Palu dirinci menurut tujuh kelompok pengeluaran sebagai berikut :

1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan selama Mei 2017 mengalami kenaikan indeks harga sebesar 1,67 persen yakni dari 132,39 pada April 2017 menjadi 134,60 pada Mei 2017. Secara keseluruhan kelompok bahan makanan memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,338 persen. Kenaikan indeks harga terjadi pada subkelompok ikan segar (12,98 persen), daging dan hasil-hasilnya (3,84 persen), telur, susu, dan hasil-hasilnya (2,78 persen), bahan makanan lainnya (0,26 persen), serta padi-padian, umbi-umbian, dan hasilnya (0,20 persen). Sedangkan penurunan indeks harga terjadi pada subkelompok bumbu-bumbuan (9,17 persen), sayur-sayuran (6,48 persen), buah-buahan (6,21 persen), ikan diawetkan (0,68 persen), lemak dan minyak (0,47 persen), serta kacang-kacangan (0,17 persen).

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

Dibandingkan bulan sebelumnya, kelompok ini mengalami kenaikan indeks harga sebesar 1,24 persen dari 141,23 pada April 2017 menjadi 142,98 pada Mei 2017. Andil kelompok ini secara keseluruhan terhadap inflasi sebesar 0,275 persen. Kenaikan indeks harga terjadi pada subkelompok

(4)

makanan jadi sebesar 1,60 persen, tembakau dan minuman beralkohol sebesar 0,69 persen, serta minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,44 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar

Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mengalami kenaikan indeks harga sebesar 0,40 persen, yakni dari 126,68 pada April 2017 menjadi 127,19 pada Mei 2017. Secara keseluruhan, kelompok ini memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,096 persen. Selama Mei 2017, subkelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga yakni bahan bakar, penerangan, dan air sebesar 1,59 persen serta penyelenggaraan rumah tangga sebesar 0,49 persen. Sedangkan subkelompok biaya tempat tinggal serta perlengkapan rumah tangga relatif stabil.

4. S a n d a n g

Kelompok sandang mengalami kenaikan indeks harga sebesar 0,08 persen, yakni dari 110,01 pada April 2017 menjadi 110,10 pada Mei 2017. Secara keseluruhan, andil kelompok sandang terhadap inflasi adalah sebesar 0,004 persen. Selama Mei 2017 subkelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga yakni subkelompok barang pribadi dan sandang lain sebesar 0,28 persen serta sandang wanita sebesar 0,05 persen. Sementara indeks harga subkelompok sandang laki-laki dan sandang anak-anak selama Mei 2017 tidak mengalami perubahan.

5. K e s e h a t a n

Kelompok kesehatan mengalami kenaikan indeks harga sebesar 0,12 persen dari 119,44 pada April 2017 menjadi 119,58 pada Mei 2017. Andil kelompok kesehatan terhadap inflasi secara keseluruhan sebesar 0,005 persen. Subkelompok yang mengalami kenaikan indeks harga selama Mei 2017 yakni obat-obatan dan jasa kesehatan masing-masing sebesar 0,45 persen dan 0,11 persen. Sementara subkelompok jasa perawatan jasmani serta subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika selama Mei 2017 relatif stabil.

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

Dibandingkan bulan sebelumnya, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga mengalami kenaikan indeks harga sebesar 0,09 persen, dari 127,18 pada April 2017 menjadi 127,30 pada Mei 2017. Secara keseluruhan, andil kelompok ini terhadap inflasi umum sebesar 0,006 persen. Dari lima subkelompok pengeluaran dalam kelompok ini, subkelompok kursus-kursus/ pelatihan menjadi satu-satunya yang mengalami kenaikan indeks harga sebesar 2,78 persen. Sementara empat subkelompok pengeluaran lainnya selama Mei 2017 tidak mengalami perubahan indeks harga.

(5)

7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami kenaikan indeks harga sebesar 0,47 persen, yakni dari 130,07 pada April 2017 menjadi 130,68 pada Mei 2017. Secara keseluruhan, kelompok ini memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,086 persen. Subkelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga yakni subkelompok transpor sebesar 0,81 persen, sebaliknya subkelompok komunikasi dan pengiriman mengalami penurunan indeks harga sebesar 0,50 persen. Sementara subkelompok sarana dan penunjang transpor serta jasa keuangan selama Mei 2017 terpantau relatif stabil.

II. Perkembangan Inflasi/Deflasi Selama Tiga Tahun Terakhir

Dalam tiga tahun terakhir, inflasi Kota Palu bulan Mei 2017 sebesar 0,81 persen sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan Mei 2016 sebesar 0,80 persen, namun masih jauh lebih rendah dibandingkan Mei 2015 yang sebesar 2,24 persen. Sementara laju inflasi tahun kalender hingga Mei 2017 telah mencapai 3,16 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun 2015 sebesar 0,17 persen dan tahun 2016 yang deflasi sebesar 0,38 persen. Inflasi year on year pada Mei 2017 sebesar 5,10 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2016 sebesar 3,60 persen, namun masih lebih rendah dibandingkan periode Mei 2015 yang sebesar 6,96 persen.

Grafik 2

Perkembangan Inflasi/Deflasi Bulanan Kota Palu Tahun 2015 -2017

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des 2015 0,12 -1,84 -0,68 0,37 2,24 0,03 1,32 -0,75 0,12 0,78 0,47 1,96 2016 -0,41 -0,61 0,38 -0,53 0,8 0,63 0,39 -0,41 0,59 -0,95 0,49 1,15 2017 1,32 0,29 0,25 0,46 0,81 -2,50 -2,00 -1,50 -1,00 -0,50 0,00 0,50 1,00 1,50 2,00 2,50

(6)

III. Perbandingan Inflasi/Deflasi Nasional dan Kawasan Sulampua

Selama Mei 2017, inflasi secara nasional

sebesar 0,39 persen, sementara laju inflasi sebesar 1,67 persen. Sedangkan inflasi year on year sebesar 4,33 persen. Dari 82 kota pantauan IHK nasional, sebanyak 70 kota mengalami inflasi sementara 12 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 0,96 persen, sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Manado sebesar 1,13 persen. Kota Palu mengalami inflasi sebesar 0,81 persen, menempati urutan ke-2 inflasi tertinggi di Kawasan Sulampua dan ke-8 secara nasional.

-1,13 -0,51 -0,32 -0,17 -0,14 0,02 0,06 0,17 0,19 0,20 0,20 0,23 0,23 0,27 0,60 0,68 0,81 0,96

Grafik 3. Inflasi Kawasan Sulampua Bulan Mei 2017

IHK Inflasi (%) Laju Inflasi

(%) Y o Y [2] [3] [4] [5] 1 Tual 144,44 0,96 3,08 6,77 2 Palu 131,11 0,81 3,16 5,10 3 Kendari 123,74 0,68 1,69 3,45 4 Manokwari 122,20 0,60 -0,12 4,78 5 Mamuju 127,66 0,27 1,70 4,40 6 Watampone 123,80 0,23 2,94 4,57 7 Merauke 135,41 0,23 2,49 5,66 8 Ambon 125,96 0,20 0,09 2,70 9 Ternate 131,45 0,20 0,91 2,63 10 Gorontalo 123,88 0,19 1,72 2,87 11 Bau-Bau 128,64 0,17 -0,18 0,64 12 Pare-Pare 122,97 0,06 0,72 2,55 13 Bulukumba 133,21 0,02 2,28 4,87 14 Palopo 125,66 -0,14 1,52 4,13 15 Jayapura 129,75 -0,17 0,86 3,35 16 Makassar 128,71 -0,32 1,80 3,97 17 Sorong 127,61 -0,51 0,61 3,89 18 Manado 127,31 -1,13 1,33 3,50 [1] Tabel 3

Perbandingan Indeks Harga dan Tingkat Inflasi/Deflasi Beberapa Kota di Kawasan Sulampua

Mei 2017

(7)

Di tingkat nasional, beberapa kota yang mengalami inflasi selama Mei 2017 yakni Tual (0,96 persen), Lhokseumawe (0,90 persen), Tanjung Pandan (0,90 persen), Bandar Lampung (0,89 persen), Banda Aceh (0,86 persen), Metro (0,86 persen), Malang (0,82 persen), Palu (0,81 persen), Kudus (0,80 persen), Tegal (0,74 persen), Tembilahan (0,69 persen), Kendari (0,68 persen), Purwokerto (0,66 persen), Sumenep (0,66 persen), Palembang (0,64 persen), Cirebon (0,64 persen), Bima (0,64 persen), Tasikmalaya (0,62 persen), Serang (0,62 persen), Manokwari (0,60 persen), dan kota lainnya di bawah 0,60 persen. Sementara itu, beberapa kota yang mengalami deflasi yakni Manado (1,13 persen), Pangkal Pinang (0,93 persen), Sorong (0,51 persen), Bukittinggi (0,44 persen), Makassar (0,32 persen), Tanjung (0,19 persen), Jayapura (0,17 persen), Palopo (0,14 persen), dan kota-kota lainnya di bawah 0,10 persen.

Dari 18 kota di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), terjadi inflasi di 13 kota, sementara 5 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual (0,96 persen), diikuti Palu (0,81 persen), Kendari (0,68 persen), Manokwari (0,60 persen), Mamuju (0,27 persen), Watampone (0,23 persen), Merauke (0,23 persen), Ambon (0,20 persen), Ternate (0,20 persen), dan kota lainnya di bawah 0,20 persen. Sedangkan yang mengalami deflasi tertinggi adalah Kota Manado sebesar 1,13 persen, diikuti oleh Sorong (0,51 persen), Makassar (0,32 persen), Jayapura (0,17 persen), serta Palopo (0,14 persen).

Referensi

Dokumen terkait

Sehingga pada lintasan parallel gerak maneuver kapal akan lebih memutar dan menghasilkan jarak error antara titik waypoint dan posisi wahana yang lebih besar. Nilai error terhadap

Puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan nikmat yang di berikan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian

Tata krama berkaitan dengan tempat, seperti tata krama makan di rumah atau di rumah makan (etiket). Tata krama terkait pula dengan struktur sosial seperti usia,

Pada bulan November 2020, BPS mencatat terjadi kenaikan rata-rata upah nominal harian buruh tani nasional sebesar 0,15% dibanding upah nominal buruh tani Oktober 2020 (Rp55.766) naik

Pengeluaran sekolah berhubungan dengan pembayaran keuangan sekolah untuk pembelian sumber atau input dari proses sekolah seperti tenaga administrasi, guru, bahan-bahan,

Untuk menggunakan online service kami, silahkan mengaktifkan garansi dengan mendaftarkan produk Anda pada www.duux.co.id/register Duux senantiasa mengadakan perkembangan produk

( Analisa data ) Capaian indikator angka kelengkapan asesmen medis rawat inap pada triwulan III tahun 2016 masih dibawah standar kemenkes akan tetapi sudah sesuai

Pajak penghasilan terkait pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi Penyesuaian akibat penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing. Keuntungan (kerugian) dari