• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. KEADAAN INDUSTRI BIOETANOL DI PROVINSI LAMPUNG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "IV. KEADAAN INDUSTRI BIOETANOL DI PROVINSI LAMPUNG"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

IV. KEADAAN INDUSTRI BIOETANOL DI PROVINSI

LAMPUNG

4.1 Gambaran Umum Provinsi Lampung

Secara geografis Provinsi Lampung terletak antara 1050 45' - 1030 48' Bujur Timur dan 3045' - 60

- Sebelah Utara berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan.

45' Lintang Selatan, dengan batas wilayah adalah sebagai berikut.

- Sebelah Selatan berbatasan dengan Selat Sunda.

- Sebelah Barat berbatasan dengan Provinsi Bengkulu dan Samudera Indonesia - Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Jawa.

Luas wilayah Provinsi Lampung adalah sekitar 35.376,50 km² atau sekitar 1,86 % dari luas wilayah daratan Indonesia (1.904.556 km²). Sebelum adanya kebijakan pemerintah tentang otonomi daerah, wilayah di atas masih terdiri atas delapan kabupaten dan dua kota. Namun, sejak tahun 2009 terjadi pemekaran wilayah dengan penambahan Kabupaten Pesawaran yang merupakan pecahan Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Selatan. Provinsi Lampung memiliki sembilan kabupaten dan dua kota dan luasannya masing-masing disajikan pada Tabel 4.

Tabel 4 Luas Wilayah Menurut Kabupaten/Kota Provinsi Lampung

No Kabupaten Luas Wilayah

(Ha) Persentase (%) 1. Lampung Selatan 200.701,00 5,69 2. Lampung Tengah 478.982,00 13,57 3. Lampung Utara 272.563,00 7,72 4. Lampung Timur 433.789,00 12,29 5. Lampung Barat 495.040,00 14,03 6. Tulang Bawang 777.084,00 22,02 7. Tanggamus 335.661,00 9,51 8. Way kanan 392.163,00 11,11 9. Kabupaten Pesawaran 117.377,00 3,33 10. Kota Bandar Lampung 19.296,00 0,55 11. Kota Metro 6.179,00 0,18 Total 3.528.835,00 100,00 Sumber : BPS Provinsi Lampung 2009

Provinsi Lampung memiliki keunggulan secara geografis, yakni memiliki kekayaan sumber daya alam, sumber daya manusia, dan ditambah keunggulan lain 4...1 G B B Bu Buuuuuuuuuuuuuuuuujuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuujujjjujjjujujujjujujjujujujujujujujujujujujjujujujujujujjujujujujjujujujujjujujjjujujujuuuruurrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr rrrrrrrrrrrrrrrr - SSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS seebaeebabababababababababababababababababababababababbababababaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaggggggggggggggggggggggggggggggagg - SSSSSS - SSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS - SSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS 1,86,8686868686666666666666666666 666666666666666666666666666666666666666666666666666666 % ke kebiebibibibibibibbibibbbbibbibibibbbibbibbibbbibbbibbbibibibibibbibibibibibibibbbibiijiiiiiiiiiiiiijjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjajjjajajajajjjjjjjjjjajjjjjjajjjjajjjjajjjj de delaelalalalaaaaaaaaaaaaaaaaaapaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaappppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppappppppppppppppppppppp w w w wilalalalalalaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaayyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyayyyyyyyyyyyyyyyy K K Ka Kaaabububububububbububububbubububbubbbububbbububbbbubbububububububububububububububbubbububububbububbububbububbububuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuup seembeembmbmbmbmbmbmbmbmmbmbmbmbmmbmbmmmmmbmmbmbmbmbmbmmmbmmbmbmbmbimbmbmbmmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmmbmbmbmbmbbbbbbbbbbbb T T T Tabel No 1 2 3 4 5 6 6 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 8 8 8 8 9 9 9 9 10 10 10 1 1 1 1 1 1 1 10 10 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 11 1 11 1 1 1 1 1 11 1 1 11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 S Suuuuuuuuuuuuuuumuuuuuuuuuuuuuuummmmbmbmmmmbmbmbmmmmmmmmmmmmmmmbmmbmmmmbmbmmmmmbmbmbmbmbmmmbmbmbmmbmmmmbmmmmbmmmmmm ke keeekekkkkkkkkkkkkkkkkkkkkaykkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkaaaaaaaaaaaaaaaayaayaaaaaaayaaaaaaaa

(2)

sebagai pintu gerbang utama menuju Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Secara topografi wilayah Lampung terdiri atas dataran rendah (termasuk wilayah pantai), bergelombang, berbukit hingga pegunungan. Provinsi Lampung masih memiliki luas lahan yang belum dipergunakan yang dapat dijadikan sebagai modal dalam investasi di bidang agribisnis. Luas lahan Provinsi Lampung berdasarkan penggunaan dan Kabupaten Kota disajikan pada Tabel 5.

Tabel 5 Luas lahan Provinsi Lampung menurut penggunaan dan Kabupaten Kota tahun 2008 (Ha)

No Kabupaten/Kota Sawah Pekarangan Kebun/Ladang Tidak digunakan Lainnya Jumlah 1 Lampung Barat 19.268 50.399 16.470 23.676 385.227 495.040 2 Tanggamus 31.240 65.114 2.509 24.608 212.190 335.661 3 Lampung Selatan 44.132 84.878 480 5.704 65.508 200.701 4 Lampung Timur 56.798 92.238 763 28.131 255.859 433.789 5 Lampung Tengah 73.311 127.161 1.716 26.565 250.229 478.982 6 Lampung Utara 16.232 108.925 1.837 33.525 112.044 272.563 7 Way Kanan 17.885 110.493 21.038 24.337 218.410 392.163 8 Tulang Bawang 169.085 145.404 36.050 38.028 388.517 777.084 9 Pesawaran 13.233 30.057 65 5.873 68.149 117.377 10 Kota Bandar Lampung 1.062 2.397 682 2.002 13.153 19.296 11 Kota Metro 2.562 312 9 1.468 1.828 6.179 Jumlah 444.808 817.378 81.619 213.916 1.971.114 3.528.835 Sumber: BPS Provinsi Lampung, 2009

Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan, maka sejak tahun 2007 Pemerintah daerah Provinsi Lampung dan seluruh Kabupaten/Kota mengeluarkan kebijakan dengan membuka peluang investasi di bidang agribisnis dan agroindustri. Dengan luas 213.916 Ha yang masih belum diusahakan, hal ini dapat dijadikan sebagai daya tarik bagi investor untuk berinvestasi di bidang agribisnis di Provinsi Lampung.

Menurut Djatnika ( 2007), Provinsi Lampung berpotensi menghasilkan 130 ribu kilo liter biodiesel dan 740 ribu kilo liter etanol setiap tahunnya. Potensi etanol tersebut berupa luasan lahan ubi kayu dan tebu yang tersebar di beberapa Kabupaten di Provinsi Lampung. Dalam rangka menarik investor, Pemda Lampung saat ini mengembangkan kebijakan iklim investasi yang sehat, meningkatkan kemampuan aparatur negara dan pemerataan pertumbuhan wilayah.

sebagaiiii pint

topograaaafi wi

bergeloomba

luas lahhhhan y

investassssi sii iiii ii ii ii ddddddddddddddddddddddddddddddd penggunananananananananananananananananananaaaaaaanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanaanaaananaaaaaaaaaananaaananaaananananaanananananananananananananaanannnn Tabel 55 LLLuLLLLuLLLLLLLuLLLLLLLLLLLuLLLuLLLLLLuLLuLuLuLLuLuLuLuLuLuLLuLuLuLLuLLuLuLLLLLLLLLLLLLua ta ta ta ta ta ta ta taa t ta ta ta ta t t ta ta ta t t t t t ta taa ta ta ta t taaa ta taa ta ta ta t ta ta taa ta ta t t t ta ta ta ta taa ta taa ta ta t taaaa ta ta t ta taa t taa taa ta taaaaahhhhhhh No Kabbbubuuuuupappapapappppapapappapappappppppppppapapapapapapapappapappapapapapapapappapapapapaaaaaaaaaaaaaaaaatett 1 Lammmmpppununuunuununuuunununuununununununnnngggggggggg gg 2 Tannnnggagagagaggagagagagagagagagagagggaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaammmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmummmmmmmmmmmmmmmmm 3 Lammmpmpppunppppppppppppppppuununuununuunuuunuuunununuunuuunuuuunuunungunuununununununununununununununuunununuununuununuunununnnnnnnnnnnnnnnnnngggggggggggg gg 4 Lammmpmppppunununuunununununuununununununuunuuunununuunununununuuunununununununununununununununununununuununununununnnnnnnnnnnnnnng ggg 5 Lammmpmpppppununuununununununununuuuuunuununuuuunuununununununununununununununuunununununununuununuununnnnnnnnnnnnnnnnnnnnggggggggg gg 6 Lammmpmpppppununununuunuunuunuuunununuunununuuuuunununuunununununununununununuunununununununununnnnnnnnnnnnnnnnnnng gggggggg 7 Wayyyy KaKaKKaKaKaKaKKKaKaKaKKaKKKKKKaKKKaKKKaKaKaKaKaKaKaKaKaKaKaKaKKaKaKKaKaKaKaKaKaKaKaKaKaaaaanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnannnnn 8 Tulaaaangngngngggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg B B B B BBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBa

9 Pesaaaawawawawawwawwwwwwawwwawawarwawwawwawawawawawawawawawaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrarrrrrrrrrrararrrrrrrrrrarrrrr n

10 Kotta BBBBBBBBBBBBBBBBBBBBaBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanaaaaaaanananaaaaaaaanaaa d Lammpmpmppuunununununununununuunununuunununununuuunnnnggggg ggggg 11 Kotta MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMeMMMMMMMMMMMMMMMMMMMeMMMMeMeMMeMeMeMMMMeMeMeMeMMMeMMMMMMMMMMMMMMMMMMMeMMtr Jummmmlahahahahahahahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh Sumberr: Brr BBPBBBBBBBBBBBBBPBBBBBBBBPBBBBBBBBPBPBBPBPBPBPBBBBB DDDDalam pertaniaaaan, p Pemerinnnntah kebijakkaan agroinddddustri dijadikaaaan se di Provviiiinsnsnsnsnsnsnsnsnsnsnsnnsnsnsnsnsnnsnsnsnsnsnsnsnsnsnsnsnssii Lii i i ii iiiiii i LLL Me Me Me Me Me Me Me Me Me Me Me Me Me Me M M Me Me M M Me Mee Me Me Me Me Me Me M M Me Me Mee Mee Me Mee Me Me Me Me M Me Mee Me M Me Me Me M Me M Mee Me M Me M Me M Me M Me Me Me Me M Mee M M Me M Me M M Me Me Me M M M M Mennnn 130 ribuuuu kuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu k k k k k k kkkkkkkkkkkkkkkkkkkilkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiio

etanol tteteteeeeeeeeeeeeeeeeerseeeeeeeeeeeeeeeeeeeeersrrrrrrsrrrrsrrrsrsrrsrsrsrsrsrrrsrsrsrsrrsrsrsrsrsrrsrsrrrrrrrsrsrsrsrrsrsrsrsrsrsrsrsssebssssssseeeeeebeeeeee

Kabupaaaaaaaaaaaaaaateaaaaaaaaaaaaaaaaaaattetetetetetetetetettetetettettetetettetettetettttetetetetetetetetetetetetetetetetetetetetetettetetetteteteteteteeeeeeeeeennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn nnn nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn

Lampunnng nnnnnnngggggggggggggggggggggggggggggggg ggg g g g g g ggggggggg ggg ggggggg gggg ss

(3)

4.2 Visi dan Misi Dinas Energi dan Pertambangan Provinsi Lampung

Visi Dinas Energi dan Pertambangan Provinsi Lampung adalah terwujudnya pengelolaan sumberdaya mineral dan energi secara optimal, berkesinambungan dan berwawasan lingkungan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di lain pihak misi Dinas Energi dan Pertambangan Provinsi Lampung adalah sebagai berikut :

1. Peningkatan kualitas sumberdaya manusia di bidang energi dan sumberdaya mineral

2. Optimalisasi intensifikasi, diversifikasi dan konservasi bidang energi dan sumberdaya mineral

3. Perumuskan kebijakan umum, peraturan, penyediaan dukungan bagi pembangunan dan pemanfaatan sumberdaya mineral dan energi serta air bawah tanah

4. Meningkatkan pengusahaan pertambangan dan energi yang berwawasan lingkungan

5. Memelihara dan meningkatkan kontribusi penerimaan daerah dari sektor pertambangan dan energi

6. Pengembangan sistem informasi sektor pertambangan dan energi.

Untuk mencapai Visi dan Misi Dinas Energi dan pertambangan Provinsi Lampung yaitu terwujudnya pengelolaan sumberdaya mineral dan energy yang berwawasan lingkungan, yang berorientasi peningkatan kesejahteraan masyarakat maka pengembangan agroindustri bioetanol merupakan salah satu yang harus dilakukan untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kontribusi penerimaan daerah dari sector energi terbarukan, perlu adanya arah pembangunan energy terbarukan di Provinsi Lampung.

Arah Pembangunan Energi Terbarukan di Provinsi Lampung

Provinsi Lampung berpotensi untuk menghasilkan energi terbarukan melalui sumberdaya panas bumi, energi air, dan hasil produksi pertanian atau perkebunannya. Lampung sebagai salah satu daerah tropis memiliki sumberdaya alam yang sangat potensial. Usaha pertanian merupakan usaha yang sangat 4....2 Vi teeeerwuj beeeerkes peeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeninininininnininnininnnnnnninnnnninnnnnnnninninnnininininininninininininininininininininnininininininnininininiiiinnnnnngngngnnnngnnnnnnngnnnnnnngnngngnnngnngngnngngngngngngngngngnngnnnnnnnnnngnnngnggggg adddaldalalalalalalaalaaalalalalaaaalaaalalalaaalaalaalalalalalalalalalaalalalalalalalalalalllllllllllllllllllllllaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahaaaaaaaaaaaaaaaa 1 1. 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2. 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3. 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4. 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5. 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 6. L L L Lamp beeeerwa m m m maka d diilaku m m me me meeeenieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennininninnnnnninnnininnninnninnininininninnininininnniniiiiinnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn ad adddddddddddddddddddddddddanddddddddddddddddddddddddddddddaanananananaanananananaanaananananaaanananananaananananananananananaananananananananananananananaanananananananananananaannnnnnnnnnnnnnnnnnyyyyyyyy A A Ar Arahahahahahaahahahahahahahahahahahahahahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh m m me me me meeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeelalalalalalalalalalalalalalalalalalalalalalalalaaaaaaaaaaaaaaaaaluaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaalllllllllllllllllllllllllllllululul peeeeeeerkrrkrkrkrkrkrkrrkrrrkrkrkrrrkrrrrrrrrrrrrrrrkrkrrkrrkrkrrkrkrkrkrkrkrkrrkrkrkrkrkrkrkrrkrkrkrrkrkkkkkkkeeeeeeeeeebee alllamlaaaamaaaaamaaamamaaaamaamaaamaaaaaaamamamamamamamamamamamamamamaamamamamamamaammmmmmmmmmmmmmmmmmmm

(4)

potensial untuk dikembangkan di Provinsi Lampung karena Lampung memiliki potensi sumber daya lahan, agroklimat dan sumber daya manusia yang memadai. Kondisi iklim tropis dengan curah hujan yang cukup, ketersediaan lahan yang masih luas, serta berkembangnya teknologi optimalisasi produksi dapat mendukung kelayakan pengembangan usaha agroindustri di Provinsi Lampung.

Dalam upaya mengatasi krisis energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM) yang diinduksi oleh meningkatnya harga BBM dunia, maka Provinsi Lampung telah berupaya untuk mencari sumber-sumber bahan bakar alternatif yang dapat dikembangkan. Salah satu alternatif pengganti BBM konvensional yang berasal dari fosil adalah bioetanol, yang merupakan bahan bakar nabati. 4.3 Kebutuhan Bioetanol berdasarkan Jumlah Stasiun Pengisian Bahan

Bakar Umum (SPBU) dan Jumlah Kendaraan di Provinsi Lampung

Berdasarkan data Dispenda Provinsi Lampung, jumlah SPBU di Provinsi Lampung pada tahun 2011 adalah 105 unit (Tabel 6). Bila diasumsikan rata-rata kapasitas 30.000 liter per hari per SPBU, maka dalam 1 (satu) tahun Provinsi Lampung membutuhkan 1.512.000 kl BBM. Selanjutnya bila dikaitkan dengan rencana penggunaan bahan bakar nabati Indonesia untuk tahun 2005-2010, yakni kebijakan untuk penggunaan bioetanol sebesar 5 % dari total penggunaan premium (TIM NAS BBN 2008), maka untuk Provinsi Lampung setiap tahunnya dibutuhkan 75.600 kl bioetanol. Selengkapnya kebutuhan BBM di Provinsi Lampung tersebut dapat dihitung berdasarkan dari jumlah kendaraan yang ada di Provinsi Lampung (Tabel7).

Mengacu pada data Dispenda tahun 2011, jumlah kendaraan yang ada di Provinsi Lampung di tahun 2010, adalah 1.075.450 unit kendaraan roda 2 (dua), dan 144.198 unit kendaraan roda 4 (empat). Berdasarkan jumlah 1.219.648 unit kendaraan yang ada di Provinsi Lampung, maka diperkirakan kebutuhan BBM di Tahun 2010 adalah 1.756.293,12 kl. Jumlah tersebut diperoleh dari jumlah kendaraan dan rencana pemerintah yang menginginkan agar penggunaan BBM untuk tahun 2010 di subtitusikan dengan BBN, dalam hal ini bioetanol sebesar 5%, maka kebutuhan bioetanol di Provinsi Lampung tahun 2010 adalah 88.811 kl. Berdasarkan kebutuhan di atas maka diperlukan adanya pengembangan agroindustri bioetanol di Provinsi Lampung

potensiaaaal un potensi sum Kondisiiii ikli masih luas mendukkkkkununununununununununununuunununununununununununununununununuunununununnnnnnnnnnnnnnnnnnnggggggggggggggggggggggggg g gg gggggggggggggggg Da D Da Da Da Da D Da Da Da Da D Da Da Da Da Da Da D Da Da Da Da Da Da Da D Da D D D Da D Da D D Da Da D Da D D Da D Da D D D D D D Daa Daa D Daaa Daa Daaaa Dalallllalllllllllllalallallllllalalalalalalalalalalalalalalalalalalalalalllla (BBM) yyayayyayayayyayayyayyayayyayayayyayayyyayayyyyayyayayayyayayyayayayayyayayayayayayayayayayayayayyyyayyyayayyayayayayayayaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnn Lampunnngnggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg tttttttttttttttttttttttettttttttttttttt yang ddadadaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaapppppppppppppppppppppppppppppppppppappapapapapappappppppppppppppppppppp t yang beeererasasasasasasasaasaaasasasasasaasasasaasasasasasasasasasasasasasasasasaasasasasasassssssssssssssaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa 4.3 Kebbububuuuuuuuuuuuuuuuuutuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuttuttututututtuttutttttttututtttttututtututtututututututututtttututututtuu Bakkakakaar aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr rrrrrrrrrr rrrrr r rrrrrrrrrrrrrrr r rrrrrrrUUU Be Be Be Be Beeeeeeeeeeeeeee Beeee Beeeeeeeeeeeeeeeereeeeeeeeeeeeeeeeeeeerrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrdrrrrrrrrrrrrrrrrrrr Lampunnng nggg gggggggggggggggg gggg g g g gg g g gg g ggg ggggg pppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppappppppppppppppppppppp kapasitaaas ass sss 33333333333333333333333333333333333330333333333333333333333 Lampunnnng g ggg gggggggggggggggg g gg gggggg g mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm rencanaa peaa pepeppeppepeppepppppepepeppeppepepepppepepeppepepepepepepepeppepepepepepeppepepepepepepepepepepepepepepepeppepepeppepepepepepppeeeeeeeennn kebijakkaan nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn u premiummmm (T dibutuhhhhkan Lampunnnng te Provinssssi Lam Men Provinssssi La dan 14444.4.4.4..19...1919191919191919191919191919191919191919191999899999999998888 kendaraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn nn nnnnnnnnnnnnn n n nnnnnnnnnnnnnnnnnnnyyy Tahun 20202022202020202022020202202202020222022202022220202020202020202020202020202020202020202020202020202022020202000000000011011111111 kendaraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn nnn nnnnnnnnnnnnn d untuk ttatatattaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahuhhhhhhuhuhuhhhuhhuhhuhuhuhuhhuhhuhuhuhhuhuhuhuhuhuhhuhuhuhuhuhuhuhuhuhhuhuhuhuhuhuhuhhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuuuuuuuuuuuuuuuuuunnnn 5%, mmmakmakaakaakakakakakakakakakaakakaaakakakakaakakakakakakakakakaakakakakakakakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa a aaaa a aaa a aaaaaaaaa aaa kl. Berrdrdrdddddddddddddddddddddddddddddasddddddddddddddddddddddddddddddddddaasasasasasaaasasaasasasasasasaasssasssssssssssaaaaa agroinddududuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuustuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuststssstsssssssststsssstsssststststststsststttrrrrrrrrrrrri

(5)

Tabel 6 Jumlah SPBU di Provinsi Lampung

No Kabupaten/Kota Jumlah SPBU (unit)

1 Bandar Lampung 18 2 Lampung Selatan 22 3 Tanggaamus 4 4 Metro 5 5 Lampung Tengah 14 6 Lampung Timur 4 7 Tulang Bawang 8 8 Lampung Utara 10 9 Way Kanan 3 10 Lampung Barat 3 11 Pesawaran 3 12 Prisewu 4

13 Tulang Bawang Barat 4

14 Mesuji 3

Jumlah 105

Sumber: Dispenda Lampung, 2011

Tabel 7 Jumlah Kendaraan di Provinsi Lampung Tahun 2010

No Wilayah Kendaraan Roda dua Kendaran Roda empat Jumlah (unit) 1 Bandar lampung 275.792 76.734 352.526 2 Metro 44.959 9.344 54.303 3 Lampung Utara 62.932 7.651 70.583 4 Lampung Selatan 116.781 9.258 126.039 5 Lampung Barat 31.117 2.629 33.746 6 Tanggamus 73.336 5.266 78.602 7 Tulang Bawang 105.454 6.084 111.538 8 Lampung Tengah 165.344 13.026 178.370 9 Way Kanan 37.982 2.946 40.928 10 Lampung Timur 130.911 9.164 140.075 11 Pringsewu 30.842 2.096 32.938 Jumlah 1.075.450 144.198 1.219.648

Sumber: Dispenda Lampung, 2011

4.4 Kondisi Kebutuhan dan Produksi Bioetanol

Untuk menganalisis pengembangan kinerja industri bioetanol dilakukan pendekatan kebutuhan dan produksi bioetanol di dunia internasional dan juga di Indonesia. Dibawah dijelaskan kondisi kebutuhan dan produksi bioetanol tersebut.

N N No Nooo W 1 1 1 B 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 M 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 L 4 L 5 L 6 T 7 T 8 L 9 W 1 1 1 10 L 1 1 1 11 P J S Suuuuuuuuuuuuuuuumbuuuuuuuuuuuuuummmbmmbmbmmbmmbmbmbmmbmbmmbmbmmmbmbmmbmmbmmbmmbmmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmbmmbmbmmbmbmbmbmbbbbbbbb 4...4444444444444444444444444444444444444444444444444444444KKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK peeeendeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeendnndndnndndndndndndndndndndndndndndndnndndndndndndndndndndndndndndndndndnndndndndndddeddddddddddddddddddddddddddddddddddeee Innnnndonddddoddoddododdodddododododdddodododddododdoddododododododododododododdodododdododododododododododododdodododoooooooooooonnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnennnn

(6)

4.4.1 Dunia

Untuk pangsa pasar internasional, permintaan etanol dunia cukup tinggi. Bahan bakar etanol akan berkembang dalam dunia industry etanol. Jika proyek etanol yang telah diumumkan terimplementasi, maka produksi bahan bakar etanol dunia meningkat dari 20 juta liter pada tahun 2001 menjadi 31 juta liter pada tahun 2006 (Berg, 2001). Peningkatan produksi etanol dunia diikuti oleh peningkatan permintaan etanol di seluruh dunia setiap tahunnya. Data permintaan etanol dunia periode tahun 1980 hingga 2009 dapat dilihat pada Tabel 8

Tabel 8 Permintaan Etanol Dunia Periode Tahun 1980-2009

Tahun Volume Juta Liter Volume Juta Galon

1980 4.368 1.154 1981 4.977 1.315 1982 7.149 1.889 1983 9.280 2.452 1984 12.880 3.403 1985 14.129 3.732 1986 13.193 3.485 1987 14.599 3.857 1988 14.902 3.937 1989 15.191 4.013 1990 15.190 4.013 1991 16.348 4.319 1992 15.850 4.187 1993 15.839 4.184 1994 16.802 4.439 1995 17.970 4.439 1996 18.688 4.937 1997 20.452 5.403 1998 19.147 5.058 1999 18.671 4.932 2000 17.315 4.574 2001 18.676 4.934 2002 21.715 5.736 2003 27.331 722 2004 30.632 8.092 2005 44.875 11.855 2006 51.056 13.489 2007 49.587 13.113 2008 66.329 17.524 2009 72.773 19.227

Sumber : Earth policy Intitute data for 1980 – 2009 from F.O Licht, World Ethanol and Biofuels Report, vol 7,no 18,p 365 di www.fo-licht.com (Juni 2010)

Berdasarkan data permintaan etanol tahun 1980-2009 di atas ( Tabel 8) rata-rata permintaan etanol dunia mengalami peningkatan sebesar 10 persen per tahun. Mengacu pada kondisi tersebut, maka permintaan etanol dunia untuk 4.4.1 Dun Untu Bahan bbaka etanol yyyyang dunia mmemmememememememememememmemememmememmemmemmemmmememememememememememmememememmemememememmemememmeeeeeeeeeeeeennininininnininininninininninininininnininininnininininininininininininininninininininininininininniniiiiiinnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn tahun 22020000000000000000000000000000006000000000000000006006060600606000000000006 peningkkkkatatatatatatatatttttttttttttttttttttttttatttttttttttttttttttttttttttttaaaaaaaaaaaanaaaaaaaaaaaaaaaaananaaanaaaaaaaaaaaaaaa etanol dddundunuunuununununununununununununnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnninnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnniiiiiiiiiiiiiiiiiiiaii T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T Ta T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Sumberrrr :::::::::::::::: :::::::::::::::::::: E E EEEE E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E E ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( (JJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJ Be Be Be Be Be B Be Be Be Be Be Be B Be B B Be B Be B B Be B B B Be Be Be Bee Bee Beeeeeeeee Be B Be Be B B B B B rdrrrrrrrrrrdrdrrdrdrdrrdrrrrdrdrdrdrrrdrrrdrrdrrrdrdrdrrdrrrdrdrrdrrdrdrdrrrrrrdrdrdrrd rata-rataaa paaaaaaaaaaaaaaa p p p p p p ppppppppppppppppppppppppppppppeeeereeeee tahun. MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMenMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMeeeeeeeeeeeeeeeeeneeeeeeeeeneeneneneeee

(7)

periode tahun 2010 - 2020 dapat diprediksi seperti yang diperlihatkan pada Gambar 13 .

Gambar 13 Prediksi Permintaan Etanol Dunia Dalam Juta Liter Tahun 2010-2019 Berdasarkan Data Permintaan Etanol Dunia Tahun 1980 - 2009 Berdasarkan prediksi permintaan etanol dunia tersebut, tahun 2010 permintaan etanol dunia dapat mencapai 65 miliar liter. Hal ini disebabkan karena beberapa negara di dunia telah mengembangkan program-program yang mendukung penggunaan etanol sebagai pengganti maupun campuran premium, seperti yang di pererlihatkan pada Tabel 9 dan 10, yang memperlihatkan pengembangan program yang mendukung penggunaan etanol dan produksi etanol dari beberapa negara.

0 50000 100000 150000 200000 250000 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 Tahun Juta liter peeeriod G G G Gamb G G Ga Gaambaaammmbmmmmmmmmmmmmmmmmmmmbmmmbmmmbmmmmmmmmbmmmmmbmbmbmmmbmmmmmmbmmmmbmmmmmmmmmbmbm peeermrmrmrmrmrmrmrmrmrmrmrmrrmrmrmrmrmrmrmrrrmrmrmrmrmrmrmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmi beeeebera m m m mendu seeeepert peeenge da daari be

(8)

Tabel 9 Pengembangan Program-Program Penggunan Etanol Di Beberapa Negara Lokasi Bahan Baku Produksi Etanol Amerika Serikat

Jagung Pada tahun 2004,sebanyak 35 juta ton jagung (12% dari produksi jagung AS) telah digunakan untuk memproduksi 3,4 miliar galon etanol. Kapasitas ditingkatkan menjadi 4,4 miliar galon etanol di tahun 2005, dengan membangun 16 pabrik baru. Pada tahun 2009 ada 81 pabrik yang beroperasi dengan kapasitas 300 juta galon per tahun

Kanada Jagung, gandum

Kanada memproduksi 61 juta galon etanol tahun 2004. Untuk memenuhi perjanjian protokol kyoto, Kanada merencanakan menggunakan 35% bensin dengan pencampuran E10, sehingga membutuhkan 350 juta galon etanol. Pemerintah daerah Ontario, Saskatcchewan, dan Manitoba telah menyiapkan dukungan penggunaan etanol berupa subsidi produksi, penurunan pajak dan aturan pencampuran.

Brazil Tebu Pemerintah Brazil memulai program nasional fuel alcohol pada pertengahan tahun 1970, dan Sejak tahun 1980 etanol telah menggantikan bensin. Brazil ádalah produsen dan eksportir paling unggul yang memproduksi 4 miliar galon di tahun 2004

Peru Tebu Pada tahun 2002 Peru menerbitkan program mega proyek yang merencanakan pembangunan 20 pabrik etanol distilasi dan jalur pipa , Lebih dari 600 000 ha kebun tebu akan ditanam. Pemerintah berharap dapat mengekspor 300 juta galon etanol pada tahun 2010.

Kolombia Tebu Sejak tahun 2006 penggunaan 10% etanol pada bahan bakar diwajibkan di kota yang berpenduduk lebih dari 500 000 jiwa. Hal ini membutuhkan penambahan 370 000 ha kebun tebu dan sembilan pabrik etanol baru yang menghasilkan 260 juta galon etanol per tahun.

Amerika Tengah

Tebu Amerika Tengah memiliki total proyek 132 juta galon etanol hingga tahun 2010, cukup untuk memenuhi kebutuhan 10% etanol dalam bensin.

Thailand Ubi kayu, Tebu dan Padi

Thailand mengeluarkan peraturan pencampuran etanol 10% mulai tahun 2007. Hal ini dapat meningkatkan produksi etanol dari 74 juta galon tahun 2004 menjadi 396 juta galon etanol.Sebanyak 18 pabrik etanol baru sedang dibangun. Tabel 999Pen Lokakaaasi Ameriiiika Serikaaaat Kanadddadaaaaaaa Brazillll Peru Kolommmmbia Ameriiiika Tengaaaah Thailaaaandnnndndndndndnndndndndndndndndnnnndndnndndndndndndndndndnndndndndndndndndndndndndndndndndndndndndndndndndndndndnddddddddddddddddddddddddddddd

(9)

Tabel 9 Lanjutan Lokasi Bahan Baku Produksi Etanol Australia Sorgum manis dan Tebu

Pemerintah Australia telah mendukung etanol sejak tahun 2000, dengan memberikan keringanan pajak dan mensubsidi produksi etanol, sehingga diharapkan dapat memproduksi 92 juta galon etanol pada tahun 2010, dan dapat memenuhi 1% dari total pasokan. Produksi 2004 adalah 33 juta galon etanol.

India Tebu Sejak 2003, pemerintah mengharuskan penggunaan E5 di sembilan negara bagian. Produksen gula tebu merencanakan membangun 20 pabrik etanol baru. Kebutuhan etanol tahunan diprediksi 98 juta galon.

Cina Jagung dan Gandum

Cina merupakan produksen etanol ketiga terbesar, dengan produksi 964 juta galon etanol di tahun 2004, sejak tahun 2001, Cina mempromosikan etanol sebagai bahan bakar utama di lima kota pada pusat dan wilayah timur laut. Pabrik etanol Jilin Tianhe adalah pabrik etanol terbesar di dunia dengan produksi 240 juta galon etanol per tahun.

Indonesia Ubi kayu dan molase (tetes)

Di Indonesia teknologi pembuatan bioetanol mulai diteliti Balai Besar Teknologi Pati (BBPT) pada Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BP2T) sejak tahun 1983, menghasilkan produk bahan bakar bermerek Gasohol BE-10, pada tahun 2010 diproyeksikan sebesar 20% dari 15 juta Kl bensin digantikan oleh Gasohol BE-10

Sumber : Dari berbagai sumber di dalam www.fo-licht.com ( Maret 2009) Lo Aust Innnnnnnnnnnnnnnnnnnnndinnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddiddiddddddididididdidddddddidddddddddddddidddddddidda Ci Ci Ciiiii Ciiiinaiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn Innnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddoddddddddoddddddodddddddddddddddddddddddd Suumb

(10)

Tabel 10 Produksi Etanol Beberapa Negara Di Dunia Tahun 2004-2006 (Juta Galon) Negara 2004 2005 2006 Negara 2004 2005 2006 Brazil 3.989 4.227 4.491 Italy 44 40 43 U.S. 3.535 4.264 4.855 Australia 33 33 39 China 964 1.004 1.017 Jepang 31 30 30 India 462 449 502 Pakistan 26 24 24 France 219 240 251 Sweden 26 29 30 Rusia 198 198 171 Philippines 22 22 22 South Afrika 110 103 102 SouthKorea 22 17 16 U.K. 106 92 74 Guatemala 17 17 21 Saudi Arabia 79 32 52 Cuba 16 12 12 Spain 79 93 122 Ecuador 12 14 12 Thailand 74 79 93 Mexico 9 12 13 Germany 71 114 202 Nicaragua 8 7 8 Indonesia 44 45 45 Swaziland 3 3 5 Ukraina 66 65 71 Canada 61 61 153 Poland 53 58 66 Kenya 3 4 5 Argentina 42 44 45 Others 338 710 270

Sumber: Renewable Fuels Association, Industry Statistics, 2007 http://www.ethanolrfa.org/industry/statistics/#E

Berdasarkan Tabel 10 diketahui bahwa Brazil dan Amerika Serikat merupakan dua negara produsen etanol terbesar di dunia. Sejarah penggunaan bioetanol di Amerika Serikat (AS) ditandai dengan penandatanganan Undang-Undang Kebijakan Energi pada bulan Agustus tahun 2005 yang meliputi standar bahan bakar terbarukan Kebijakan tersebut memberikan amanat mandate produksi 7,5 miliar gallon bahan baker terbarukan di tahun 2012. Tabel 10 juga menunjukkan produksi etanol disetiap Negara pada tahun 2004 hingga tahun 2006. Indonesia sebagai salah satu produsen etanol menghasilkan 45 juta gallon etanol di tahun 2006, atau 0,033% dari total produksi dunia sebesar 13.480 juta galon.

4.4.2 Indonesia

Di Indonesia industri bioetanol sudah terdapat di beberapa tempat. Bahan baku industri bioetanol berupa tetes tebu, ubi kayu dan jagung banyak terdapat di Indonesia. Proyeksi konsumsi bioetanol menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2006 konsumsi bioetanol adalah 1,71 juta kl dan Tahun

Tabel 10 Pr G Negarrrra Brazil U.S. China India France Rusia South Afrika U.K. Saudi Arabia Spain Thailandddd Germannnyyy Indonesiiiaaaaa Ukrainaa Poland Argentinnnnaaaaaaa Sumberr: Rerr RRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRReRRRRRRRRReReRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR hthhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhthhththththhhthththhthththththththhthhthhthhththhhhththhhththttttttt Be Be Be B B Be Be Be B B B B B B Be Be B B B B Be Be B B Be Be Be Be Be B B B B B B Be B Be B B Be B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B r merupaaakaakakakakakaaaaaaaaaaaaaaanaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn n n n nn nnnnnnnnnnnnnnnn bioetannool di Undangggg Keb bahan baka produkssssi 7,5 menunjjukka 2006. IIndon etanol ddddi tah galon. 4.4.2 IIIInInInInInInInInInInInInInIInIInInInInInInInInInInInInIIInIndInnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnndddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddoddddddddddddddddddddddd DDDiDiDiDiDiDDiDiDiDiDiDiDiDiDiDiDiDiDiDiiiiiiiii Iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii I I I I I I I I IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIInIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIInnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn baku inndnnddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddususuuuususususuususususuusususuuusuuusuuusususususususususususususususuusususususususuusususussssssssssssssssssttrttt Indonessisisiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiia.aa.a.aaaaa.aaa.aaaaaaaaaaa.aaaa.a.a.aaa.a.a.aaaaaaaa.a.aaaaa tahunnyyayayayyayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.... PPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPP

(11)

2010 diperkirakan konsumsi bioetanol sebesar 1,85 juta kl. Rincian proyeksi konsumsi bioetanol dan biodisel di Indonesia dapat dilihat pada Tabel 11.

Tabel 11 Proyeksi Konsumsi Bioenergi di Indonesia

Tahun Bioetanol (juta kL) Biodiesel (juta kL) Bio Oil (juta kL)

2006 1,71 1,19 0,37 2007 1,75 1,2 2,43 2008 1,78 1,22 4,71 2009 2,82 1,23 4,77 2010 1,85 1,24 4,82 Sumber: Prihandana. 2007

Proyeksi konsumsi bioetanol Indonesia diprediksi sebesar 1,85 juta kl di tahun 2010. Hal ini menjadi potensi besar bagi Indonesia untuk memproduksi bioetanol, berbasis bahan baku dari hasil-hasil pertanian. Sebagai negara agraris, potensi tersebut didukung oleh bahan baku unggulan hasil pertanian. Tahun 1986 pabrik etanol BPPT di Lampung mengubah bahan bakunya dari ubi jalar dengan ubi kayu dan molase (tetes) (Wahid 2008). Di Indonesia potensi penggunaan ubi kayu dan molase diperkirakan akan mampu menyumbang 1, 85 juta KL bioetanol untuk bahan bakar di tahun 2010. Hal ini dapat dilihat pada Gambar14.

2000010 koooonsu Ta 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 S S Suuuuumbummmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmbmmbmmmmmbmmmbmbmmmmmbmmmbmbmbmmmmmmmmmmmmmbmmbmmbmbmbmmmmbmm PPPPPPPP taaahuahuhuhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuunuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuunnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn biiioeoeooeooeoeoeoeoeoeeeeeeeeeeeeeeeeeteeeeeeeeeeeeeeeeeeeeetttttattttttatttttttttttttatttttttttttatatatatttttttttttttt pooteoteteteteteteteteteteteteteteeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnsnnnnnnnnnnnnnnnnn paabrabbbrbrbbbbrbbrbrbbrbbbrbbbrbbbrbrbrbbbrbrbrbbrbrbbrbrbrbrbrbrbrbrbbbrbrbbrbbrrrrriiiiiiiiiiiiiiiiiiiikiiiiiiiiiiiiiiii ub ubbbi i iii ii kkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk ka kaayuyuyuyuyuyuyuyuyuyuyuyyuyuyuyuyuyuyuyyyyyyyyuyyuyuyyyyuyyuyuyuyuyuyuyuyuyuyuyyuyuyuyuyuyuyuyuyuyyuyuyuyuyuyuyuyuyuyuyuyuyuyuyuyuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu d un unntuntututututuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuk uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuukkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk

(12)

Gambar 14 Perkiraan Kebutuhan Dan Potensi Bioenergi Untuk Substitusi Bahan Bakar Di Indonesia (Tim Nasional Pengembangan Bahan Bakar Nabati, 2008)

Di Indonesia pada saat ini etanol diolah dari tetes untuk keperluan bahan farmasi oleh PTPN XI, PG Rajawali II, PT Molindo Raya Industrial, PT Indo Lampung Distilerry, PT Indo Acidatama, dan PT Aneka Kimia Nusantara. Dari Tahun 1997 hingga Tahun 2001, produksi etanol di Indonesia relatif konstan, yaitu sekitar 159.000 KL dan pada Tahun 2002 meningkat menjadi 174.000 KL. Sejumlah 26% dari total produksi pada Tahun 2002 tersebut diproduksi oleh PT Indo Acidatama, kemudian diikuti oleh PT Molindo Raya Industrial, dan PT Indo Lampung Distilery yang masing-masing besarnya produksi 23 % dari total produksi pada saat itu. Pangsa produksi etanol dalam negeri tahun 2002 masing-masing pabrik etanol ditunjukkan pada Gambar 15.

Bahan Bakar Transportasi (31.7 juta kL) Listrik (7.6 juta kL) Kerosin (10 juta kL) Premium (18.5 juta kL Solar (12.4 juta kL) Bioetanol

Biodiesel Bio Oil

Ubi Kayu 11 juta ton

Molase 60 juta ton

Minyak Sawit

30.2 juta ton Minyak Jarak 3.84 juta ton

1.85 juta kL 1.24 juta kL 3.8 juta kL 1 juta kL 4.8 juta kL Bahan Baku Gambarrr 1r111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111144444444444444444444444444444444444444444444444444444444444444444444444444444444444444444444444444444444444444 DDiDiDiiiiiiiiiiiiiiiiiii Iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii I I I I I I I I I I IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIn farmasiii oleh Lampunnnng D Tahun 1997 yaitu seeeekitar Sejumlaaaha 26 Indo Acccicdat Lampunnnnngggggggggggggggggggggg DDD produkssisisiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii piiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii p p p p p p p p p p p p p p p p p p p ppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppaaa masingg pppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppababababababababababababaaabaaababaaaabaaabaababababaaaabababababababababababaaabaaabababaabbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbr Tra (31 Pr Pr Pr Pr P Pr Pr Pr Pr Pr Pr Pr Pr Prr Pr Pr Pr Pr P Pr Pr Pr Pr Pr Prr Pr Pr Pr Pr Pr Prr Pr P Pr Prr Pr Pr Pr P Pr Pr Pr Pr P Pr Pr Pr P P Pr Pr P P Pr P P P Pr P P Pr Pr Pr Prrr Pr Pr P P P Pr P Pr P Pr P Prrr P P Pr Prr P Prrr Prrememememememeememememeemeememeeemememememeemeeememeemememeememememememememememememememememememememmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm (1118.8.8.8.8....555555555 5555555 555555555555555555555555jjjujujj Biioei eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeetttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttattatatttatatattatatatatatattatttttatttatttttttttattattatttttatan Ubi KKaKaKaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaayyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyuyyyyyyyyyyyyyyyuyuyyuyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy 11 jututtta a aatottototototototottotottototttotttotototottttttotototototttotototototototototottottotototototototottooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooon 1.885858555 j j jjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjutjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjuuuuuuuuuuu

(13)

Gambar 15 Pangsa Produksi Etanol Tahun 2002 Dari Masing-Masing Pabrik Etanol di Indonesia (Wahid, 2008).

4.5 Keadaan Agroindustri Bioetanol di Provinsi Lampung

4.5.1 Identifikasi Potensi Agroindustri Bioetanol di Provinsi Lampung

Identififikasi potensi agroindustri bioetanol di Provinsi Lampung dilakukan dengan pendekatan terhadap kondisi potensi bahan baku, kondisi industri bioetanol dan peluang pengembangan industri bioetanol di Provinsi Lampung. Berdasarkan penelusuran pustaka dan survey, hasil identifikasinya adalah sebagai berikut :

4.5.1.1 Identifikasi Potensi Bahan Baku

Bioetanol merupakan sumber energi alternatif non fosil yang bersifat terbarukan dan ramah lingkungan untuk kendaraan bermotor, dan juga sebagai bahan baku bagi kepentingan industri. Bioetanol merupakan hasil fermentasi biomassa dengan mikroorganisme. Biomassa yang digunakan adalah yang dapat berasal dari jagung, ubi kayu, ubi jalar, sagu dan tebu. Berdasarkan hasil kajian BPPT (2007) dari 1 ton biomassa ubi kayu dapat diubah menjadi 166,66 liter bioetanol. Biomassa jagung adalah yang diunggulkan karena dari setiap satu tonnya dapat dihasilkan bioetanol sebanyak 400 liter.

TOTAL PRODUKSI BIOETANOL TAHUN 2002, 174000 kl

PT. INDO ASIDATAMA PT.INDOLAMPUNG DISTILERY PT. MOLINDO RAYA INDUSTRIAL PT. ANEKA KIMIA NUSANTARA PG. RAJAWALI 2 PTPN XI LAIN-LAIN 23% 23 % 4 % 6 % 9 % 9 % 26 % G G Ga Gaaaaammmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmbmmmmmmbmmmmmmmmmmmbmbmbmbmmmbmmmmmbmbmbmbmbmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmbmmmmmmbmmmmmbbbb 4...5555KKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK 4...5.5.5.5.5..................1......................111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111 diiilaku innnndust L L Laampu addddalah 4...5.1. teeeerrbrbrbrrbrbrbrbrbrrbrbrbrbrbrbrbrbrbrrbrbrbrbrbrbrbrbrbrbrbrrbrbrbrrbrbrbrbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbaaaaaraaaaaarararaarararaaaaaaraaaaaaaaaaaarararaaaaraaaaaraararararararaaraararaarararaararaaarararaararaarararararaararaaarrrrrrrrr ba baaaa baaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahahhhahhahahahhhahhahahahhahahahahahhahahahahahhahhhhahhhhhahhahahahahhhahahahahahhahahahhhhahahahahahhhhhahhahhhhahhahahahahahahahhahhhahahahahahahahahahahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnn biiomiomomomoomoomomomoomoomomomoooomomoomomomooomoomomomomomomomomomomomoomoomomoomomomomooomommmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmma beeeerararrararararrarararararararrararararrararaaaaaaaaaaaaasaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaasssassssssssssasssassassssssssssssssssssssssasasssassassssssssasassasasssassassasassssasssassssasassasssassssasaa B B BP BPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPP BPPPPPPPPPPPPP BP B BP BPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPTPPPTPPTPPTPTPPPPTPTPTPPPPPPPPPPTPPPPPTPPPPPTPTPPPPTPPPPTPTPTPPTPPPPPTPPTPPTPPPPTPPTPTPTPTTTTTTTTTTTTTT biioeioeooeoooeoooeoeoeoeooeoeoeoooeoetoeooeoeoeoeoooooeooooeoooeoooeoeooeoeoeoeoeoeoeoeooeoeoooeoeoooeoooeoooeoeooeooeeeeeeeeeetttttttttttttttttttttttttttttttttatatatttttttttttttttttttttt tooonnonnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyayayayyyyyyyyyyyyyyyyyyyy TOTA T 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

(14)

Bioetanol (alkohol) dapat diproduksi dengan menggunakan bahan baku yang mengandung pati atau karbohidrat, yaitu melalui proses konversi karbohidrat menjadi gula (glukosa) larut air, seperti yang dapat dilihat pada Tabel 12. Jenis-jenis tanaman yang banyak dijumpai sebagai bahan baku produksi bioetanol antara lain adalah ubi kayu, sorgum manis (cantel), jagung, molasse (tetes tebu - hasil samping produksi gula), ubi jalar, dan aren (nira aren).

Tabel 12 Konversi Bahan Baku Tanaman yang Mengandung Pati Atau Karbohidrat Dan Tetes Menjadi Bioetanol

Bahan Baku Kandungan Gula Dalam Bahan Baku Jumlah Hasil Konversi Perbandingan Bahan Baku dan Bioetanol Jenis Kebutuhan (Kg) Kg Bioetanol (Liter) Ubi Kayu 1000 250-300 166,66 6.5 : 1 Ubi Jalar 1000 150-200 125,0 8 : 1 Jagung 1000 600-700 400,0 2,5 : 1 Tetes 1000 500 250,0 4 : 1 Tebu 1000 67,0 15 : 1

Sumber : Taharuddin, et al. (2008)

Ubi kayu, ubi jalar, dan jagung merupakan tanaman pangan yang biasa ditanam rakyat hampir di seluruh wilayah Indonesia, sehingga jenis tanaman tersebut merupakan tanaman yang potensial untuk dipertimbangkan sebagai sumber bahan baku pembuatan bioetanol. Namun demikian dari semua jenis tanaman tersebut, ubi kayu merupakan tanaman yang mempunyai produktivitas tinggi dan tumbuh baik pada kondisi tanah yang kurang subur.

Mengacu pada jenis- jenis bahan baku bioetanol, beberapa diantaranya terdapat di Provinsi Lampung. Jenis bahan baku tersebut adalah ubi kayu, jagung dan tebu yang tersebar di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Utara dan Tulang Bawang.

Untuk menggambarkan potensi bahan baku pengembangan agroindustri bioetanol di Provinsi Lampung, pada 3 (tiga) komoditas hasil pertanian (tebu, ubi kayu dan jagung) . Diantara ketiga komoditas tersebut, ubi kayu merupakan jenis komoditas yang paling besar potensinya dari segi luas tanam dan produksi. Provinsi Lampung sendiri merupakan salah satu penghasil ubi kayu terbesar di

Bioe yang mmmmeng karbohiiiidrat 12. Jennnnis-je -bioetannooool oll l llll llllll lllll llllllll lllll ll aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanaanaanana (tetes teebebebbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbu bbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu---- -Tabel 12 KKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K Ba Baaaaaaaaaaaaaa Ba Ba Baaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhahhhhhhhhhhhhhhhh Jennnisnsssssssssssssssss Ubi KaKaayuyyuyuyuyuyuyuyuyuyuyuyuyuyuyuyuyyuyuyuyuyyuyuyyuyyyyuyuyuyuyuyuyyuyuyuyuyyuyyuyuyuyuyuyuyyuyuyuyyuyuyuyuyuyuuuuuuuuuuuuuuuuuuu Ubi Jaaalaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr Jagungggg Tetes Tebu Sumberrr :r:: T T T T TTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTa Ub Ub Ub Ub Ub Ub Ub Ub Ub Ub Ubbb Ubb Ub Ubb Ub Ub Ub Ub Ub Ub Ubbb Ub Ub Ub Ubb Ub Ub Ub Ubbb Ub Ub Ub U Ubbbb Ub Ub Ub Ub Ubb Ub Ub U Ub Ub Ubb U Ubb Ub Ub Ub Ub Ub Ub Ubbbb Ub Ubbb Ubbbbbbb U Ubbbbbbbbbii iiiiii ditanammmm rak tersebutttt me sumberr bah tanamannnn ter tinggi ddddan tu Men terdapaaatat di P dan tebbbubububuuuuuuuuuuuuu uuuuuuuuuuuuuuuuu y y y y y y y y yyyyyyyyyyyyyy Lampunnnngnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnggggg ggg gggggggggggggggggggggggggg gg ggg ggggggggggg gg gg ggg g gggggggg ggggggggg ggg gg g gTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT Un Un Un Un Un Un Un U Un Un Un Un U Un Un Un Un Un Un Un Un Un Un Un Un Un U Un Un Un Un Un Un Un Un Un Un Un U U U Un Un Un Un Un Un Un Un U U Un Unn Unn Un U Un Un Un U U Un Unn Un U U U Unttttttttttttttttttttttttttuttttttttttttttttttt bioetannool oooooooooooooooooooooollllllllllllllllll llll llllllllllll llllllllllldddddddddddddddddddddididididdddddddddddd kayu daanananananananaananaaananananaanaananaanananananananananananananananananaananananananaananannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn j j j j j j j jjjjjjjjjjjjjjjjjajjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjjaaaa komodiiiitatatatatatatataaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaasaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaassssssssss ssssssssssssssssssssss ss ssssssssssssssss sssssssss Provinssisisii Liii L L L L LLLLLLLLLLLLaLLLLLLLLLLLLLLLaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

(15)

Indonesia. Produktivitas ubi kayu yang dicapai saat ini adalah sekitar 15-30 ton per hektar. Rendahnya produktivitas tersebut disebabkan pola pengusahaan ubi kayu yang masih dilakukan secara sederhana, belum menggunakan varietas unggul dan tanpa pemupukan yang tepat dan cukup dosis ( Asnawi. R., 2007). Pada Tabel 13 terlihat bahwa luas areal tanam komoditas ubi kayu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Luas areal tanam yang tertinggi terdapat di Kabupaten Lampung Tengah, kemudian disusul oleh Kabupaten Tulang Bawang. Berdasarkan hasil observasi lapang dan wawancara dengan petani di beberapa kabupaten, sebagian besar kepemilikan lahan tanaman ubi kayu adalah milik petani dengan rata-rata kepemilikan satu Ha per orang.

Tabel 13 Luas Panen dan Produksi Tanaman Ubi Kayu di Provinsi Lampung Tahun 2006-2008

Kabupaten 2006 2007 2008

Ha Ton Ha Ton Ha Ton

Lampung Selatan 12.436 234.877 10.233 200.188 6.402 126.972 Lampung Timur 41.253 798.456 37.430 753.002 39.188 932.307 Lampung Tengah 88.575 1.724.754 95.614 1.942.968 115.333 2.766.611 Lampung Utara 29.972 581.592 37.504 751.559 49.454 1.209.858 Tulang Bawang 90.441 1.761.730 117.556 2.379.795 88.451 2.253.182 Jumlah 262.677 5.101.409 298.337 6.027.512 298.828 7.288.930 Sumber : BPS Provinsi Lampung 2009

Pada sistem agroindustri bioetanol, satu Ha lahan tanaman ubi kayu menghasilkan 20 ton ubi kayu yang dapat menghasilkan 3.332 liter bioetanol BPPT, 2007. Provinsi Lampung sebagai sentra utama produksi tanaman ubi kayu dan terbesar, berpeluang untuk investasi di sektor pertanian untuk industri bioetanol. Kebijakan tersebut juga akan didukung oleh pengembangan jaringan pemasaran dan pengembangan intensifikasi pola kemitraan

Luas panen dan produksi tanaman jagung juga mengalami peningkatan dari tahun 2006 hingga 2008. Peningkatan tersebut terjadi di semua kabupaten seperti yang diperlihatkan pada Tabel 14. Saat ini produksi jagung yang diusahakan petani di 5 (lima) kabupaten tersebut adalah untuk dijual ke industri pakan ternak.

Innnndon peeer he ka kaayu un unnnggu m m me me meeeeeeee meeeengeeeeeeeeeeeeeeengnnngngngnnnngnngngngnnngngngngnnngnnnnnngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngggggggggaaaa d dii KKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKa B B Ba Baaaaaawaawwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwawwwwawwawawawawawawwawawwawawawwwwawwawwwawwwawawwwawawaan beeebeebebebbbbbbbebbebbbbebebebbebebbebebebebebbebbbebebebebebebbbebebebeeeeeeeeeeeeeeeeerarrrrrr m m mi milililllllillilililllilllililillililililililliliiiiikiiiiiiiiiiiikkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk kkkkkkkkkkkkkkkkkkkk T T T Tabebbebbbbebebbebebbebbbbebbbebbbbbebebebbbbebbbebbbebbbebebbebebebebebebebebebebbebbebbbebbbeeeeeeeeell lllll Ka Ka Ka Ka Ka K K K K Ka K K K K K K Ka K K K K K K K Ka K K K Ka K K K K K K Ka K K Ka K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K K Ka K K K K Ka K K K K K Kab L L La Laaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaammmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmpmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm S S Se Seeeeeeeeeeeeeeeeeeelaeeeeeeeeeeeeeeeeelalallalalalalalalalllalalalllllalalallllallallallalalalalallalallallalalalalallalalalalalalalalalllalalalallalalalalalaaaaaaaaaaaaaaaatattt L L La Laaaaaaaaaaaaaaamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaammmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmpmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm T T Ti Tiiiiimmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmummmmmmumumummmmmmmmmmummmmmmmm L L La Laaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaammmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmpmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm T T Te Teeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnngnnnnnnnnnnnngngnngnnnnnngnnnnnnngnnnnnngn L L La Laaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaammmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmpmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm U U U Utara T T T Tulan B B B Bawa J J J Jumla Suumb m m m mengh B B BP BPPPPPTPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPTPTPTPTPTPTPPTPPTPTPPTPTPTPTPPTPTPTPTPTPTPTTTTTTTTTTTTTT da daaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn nnn nnnnnnnnnnnnnnnnnn t biiioeiiiiiiiiiiiiooeoeooeooeoeoeoeoeoeoeooeooeoeoeoeoooooeoeoeoeoooeoeoeoeoeoeoeoeoeoeoeooeoeoeoooeoeoeoeooeoeoeoeeeeeeeeeetttttttttttttttttttttttttttttttatatttttttttattattttt peeeeeeeemaemmmmmmmmmmmmmmmmammmamamammmamamamamammmas taaaahuhuhuhhhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhhuhuhuhuhuhuhuhuhuuuuunuuuuuuuuuuuunnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn n nnnnnnnn nnnnnnnnnnn yanaanananananananaannnnnnnnnnnnnng nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnngggggggggg gggg gggggggggggggg peeeteeeeettttatatattatttttatatttttttttttttttatttttttttatattatatatttatatatatattatattattttatattatattttat nnnnnnnnnnnnnnnninin

(16)

Tabel 14 Luas Panen dan Produksi Tanaman Jagung di Provinsi Lampung Periode Tahun 2006-2008

Kabupaten 2006 2007 2008

Ha Ton Ha Ton Ha Ton

Lampung Selatan 92.251 344.511 97.917 374.099 79.601 380.379 Lampung Timur 99.566 349.652 112.797 408.201 119.557 568.846 Lampung Tengah 79.522 285.450 91.872 337.305 106.295 516.470 Lampung Utara 29.468 98.104 33.429 113.010 32.130 127.944 Tulang Bawang 9.980 32.945 12.837 43.307 13.877 53.367 Jumlah 310.787 1.110.662 348.852 1.275.922 351.460 1.647.006

Sumber : BPS Provinsi Lampung 2009

Luas lahan dan produksi tanaman tebu di Provinsi Lampung dapat dilihat pada Tabel 15. Perkebunan tebu yang ada di Provinsi Lampung, sebagian besar adalah milik swasta dalam bentuk perkebunan besar. Produksi tebunya digunakan untuk pasokan bahan baku pabrik gula milik mereka. Perusahaan gula tersebut juga membeli produksi tebu dari perkebunan rakyat. Selain sebagai bahan baku gula, tebu dapat juga digunakan sebagai bahan baku bioetanol.

Tabel 15. Luas Panen dan Produksi Tanaman Tebu di Provinsi Lampung Periode Tahun 2008

Kabupaten Perkebunan Rakyat Perkebunan Besar

Ha Ton Ha Ton Lampung Tengah 3.530 13.944 51.411 371.701 Lampung Utara 8.554 45.404 - -Tulang Bawang 24 87 39.993 289.149 Way Kanan - - 5.549 46.391 Jumlah 12.108 59.435 93.671 677.241

Sumber : BPS Provinsi Lampung 2009

Dalam kaitannya dengan agroindustri bioetanol, satu Ha tanaman tebu dapat menghasilkan 5 ton tebu yang jika diproduksi menjadi bioetanol akan menghasilkan 335 liter. Produksi tebu di Lampung sebagian besar dimiliki oleh perusahaan gula, sedangkan bioetanol, diproduksi dengan menggunakan molase,

Tabel 14 L P Kabbbbupat Lampuuuung Selatannnn Lampuuunununununununununununununununnnnnnnnnnnnnnnnnnnnng nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnng ggggggggggggggggggggggg gggg g g g gg gggg ggggggg gg g gggggg Timur Lampuunununnnnnnnnnnnnnnnng nnnnnnnnnnnnnnnnnnnngggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg gg g g g gggggggg gg gg ggggggggggggggggggg ggggg gggggg Tengahhhh Lampuunununnnnnnnnnnnnnnnnnnnng nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnngggg ggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg g gg g gggggg g ggggggggggggggggggggggggggggggg Utara Tulangggg Bawannngngggg Jumlahhhh Sumberrr :r::::::: B B B B B BP B BBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBB LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL dilihat ppapapaaaaaaaaaaaaaaadaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaddddadddaddddddddddddddddddddddadddadadadadadaddddddddddddddddddddd besar aaadadddalaaaalalalalalalalalaaalalaaalaalalalaaaalalaaalalaalalalalalalalalalalalalalalalalalalalaalalalalllllllllllllllllllllllllllllllaaaaaaaaa digunakkakakaan nnnnn nnnnnn nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn nnn n n nn n n nnn nnnn nnnnnnnnnnnn nn u tersebutt jttjjjugjuguguuuuguguguguguguguuguuuuuuuuuguuuuguguuuguguguguguguguguguguguguuuguguguguguguuguggggggggggga baku guululuaa,a,aa,a,a,aa,aa,a,a,a,a,a,a,aaaa,aaaaaaa,a,aa,a,a,a,a,a,a,a,a,a,a,aa,a,aa,a,a,a,a,a,a,a,a,aa,a,a,a,a,a,a,a,a,a,a,a,a,, t,,,,,,, t t Tabel 15. L P Kabbbbupat Lampuuuung Tengahhhh Lampuuuung U Tulangggg Baw Way KKaKaKaKaKaaaaaaaaaaanaaaaaaaaaaaaaaaanananananannanananananananananananaaaaaaaaaaaaaaaannnn Jumlahhhhhh Sumberrrrrrrrrrrrrrrrr :rrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr : : : ::::::::::::::::::::::::::::::::::::: B B B B B B B B B B B B BBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBP Da Da Da Da Da Da Da Da Daa Da D D Daa D Da Da D Da Da Da Da Da Da D Da D Da D Da D D D Daa Daaaalaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaallllllllllllllllllllllllalllllllllllllllll dapat mmemmememmmemmmememmemmemememememememememmmmmmmememememememememememememememememememememememememmememememmmeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeenngnnnnnnnnnnnnnnnngnnnnnnnnnngnnnnnnnnnn menghaaaasissssissssisssisisisisssissisisisisisisiiiiillklklkllklklklklklklklklkllklkllklklklklklklkllklklklklklklklklklklklklklklklklklklklklkllkkkkkkkkakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkaa perusahhahahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanananananaaaaanaaaanaananaanananaananananaananananananaan nnnnnn

(17)

dimana 1000 kg molase akan menghasilkan 250 liter etanol (Taharuddin et al. 2008)

4.5.1.2 Industri Bioetanol di Provinsi Lampung

Pengembangan industri bioetanol di Provinsi Lampung banyak diminati oleh perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang energi. Industri bioetanol yang sudah ada di Provinsi Lampung di sajikan dalam Tabel 16 di bawah.

Tabel 16 Kondisi Industri Bioetanol di Provinsi Lampung Nama Perusahaan Produk Utama Produk Kedua Keterangan 1 2 3 4 5

BPPT Etanol Etanol 95 % Produk sesuai kebutuhan

Ubi Kayu PT Indo Lampung

Distelery (ILD)

Gula Etanol 95 % Ekpor 95 % Etanol Molase PT GMP Gula Etanol 95 % Transportasi PT. GMP Molase PT Medco Energy Etanol Etanol 95 % Ekspor Ubi kayu PT Sungai Budi Tapioka Etanol 95 % Konsumsi sendiri dan

Ekspor

Ubi kayu

Sumber : Timnas BBN (2008) dan Departemen Pertambangan dan Energy Provinsi Lampung (2010)

4.5.1.3 Peluang Pengembangan Industri Bioetanol di Provinsi Lampung

Peluang pasar bio-etanol untuk substitusi bahan bakar minyak (premium) sangat terbuka lebar disamping untuk keperluan industri farmasi dan lainnya. Sesuai dengan kebijakan nasional pemerintah Indonesia yang mencanangkan pengurangan konsumsi premium sebanyak 5% pada tahun 2010 melalui substitusi bioetanol, maka akan terbuka peluang pasar sebanyak kurang lebih 2,25 juta kilo liter bioetanol di Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan sekitar 15 juta ton ubi kayu (http://www.media-indonesia.com/berita. asp?id=103001

Untuk Provinsi Lampung, kebutuhan bio-etanol untuk substitusi premium pada tahun 2010 diperkirakan sekitar 88.000 kilo liter yang setara dengan kebutuhan ubi kayu sebanyak 572.000 ton (Tim Daerah Pengembangan Bahan Bakar Nabati Provinsi Lampung, 2006). Gambar 16 memperlihatkan perkiraan

). d diiman 200008) 4..5.1.2 ollehllllllllleheheheheheheheheheheheheheheheheeheheheheeeeheeeeehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehhhhhhhhhhhhh biiioeoeoeoeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeteeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeetttttttttttttttatatttattttttatatttttatatta baawaaawawawwwwwwwwwwawwwawawawawwawawwawwwwwawwawawawwawwwwawwwawawawawawawwwwwawawawawawwawwwaaaaaaaaaah T T T Tabebbebebebbebebbbebbbebebebebebebbebbebebebebebebebebebebebbebeeeeeeeeeeeeeeeel eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeell P P P P P Pe Pe Pe P P Pe P Pe Pe P P P P P P P P P P Pe Pee P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P P B B BP BPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPTPTPTPTPTPTPTPPTPTPTPTPPPPPPPPPPPPPPPTTTT P P PT PTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT TTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT InIIIIII D D Di Diiiiiistststsstssststsssststststststsststststststststststsststssststsststtettttttttttttttteeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeele P P PT PTTT TTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT GGGGGGGGGGGG P P PT PTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT M M M M M M M M M M M M M MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM P P PT PTTTTTTTTTTTTTTTTT S S S S S S S S S S SSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSu Sumbummmmmmmmmmmmmmmmmmmmbmmmmbmbmmmmmmmbmmmmmmbmmbmmmmmmmbmbmmbmbmbmbmbmbmbmmmmmmmmmmbmbmbmmbmmbbbb 4..5.1.3 saaaangat Sesua peeengu biiioeioeoeooeoeoeoeoooeoeoeoeoooeoeoeoeoooeooeoooooeoeoeeetatatatattatatatatatatatatataaaaaaaaaaaaaaaaaa liitteteteteeeeeeeeeeeeeeeeeeeeereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeerrrrrrrrr r rrrrrrrrrrrrrrrrrrrr b seeeeekiekikikikkikikikikikkikkikikikkkikkkkkkkkkkkkikkkikikikkikikikkikikikikkikikikikikikikikkikikikikkikikkkkkikikkikkikiiiitttttttttttttttttttttttttttttattttattttttttatatattttattttttttttttttt asssssssppppppppp?p?ppppp?pppppppppp?pp?p?p?p?p?p?p?p?p?p?p?p?p?p?p?p?p?p?p?p??????????iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiidiiii paaaaaaaaadaadadadadadadadadadadadadadadddadadadadddadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadaaaaaaaaaaaaaaaaa ke keeebueeeeeebubbbbbbubbbbububbbbbbbbubbbbbbbbubbbububbbbbububububububububbubbububbubububbbubbubbubbbbubbbbbubububuuututt B B Ba Baaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakakakakkkkkkkkakkkkkkkakakkakkakakakakakakkkkkakkkakkkkaaaaar

(18)

kebutuhan premium dan bioetanol di Provinsi Lampung dan Indonesia pada tahun 2010. Melihat potensi bahan baku ubi kayu di Provinsi Lampung yang mencapai sekitar 7,2 juta ton atau setara dengan 1,107 juta kilo liter bio-etanol dengan 2 (dua) industri bio-etanol dengan kapasitas sekitar 60 000 kilo liter dan 33.000 kilo liter bioetanol, maka Provinsi Lampung berpotensi sebagai pemasok bio-etanol nasional.

Gambar 16 Perkiraan Kebutuhan Bahan BakarPremium dan Bioetanol di Provinsi Lampung dan Nasional pada Tahun 2010 (Tim Daerah Pengembangan Bahan Bakar Nabati, 2008)

Berdasarkan Gambar 16, perkiraan kebutuhan bahan bakar premium dan bioetanol di Provinsi Lampung dan nasional untuk tahun 2010 adalah 88.800 kilo liter. Peluang pasar bioetanol baik di luar negeri maupun di dalam negeri masih dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan ketersediaan bahan baku yang ada di Provinsi Lampung, dan juga didukung oleh kebijakan pemerintah seperti disediakannya insentif bagi produsen bioetanol, keringanan pajak atau peraturan penggunaan bioetanol dalam premium (Keputusan Presiden No 84/ P Tahun 2009 dan Peraturan Menteri Keuangan No 03/PMK.02/2009).

0

5,000,000

10,000,000

15,000,000

20,000,000

25,000,000

K ilo l ite r

Lampung

Nasional

Premium Tanpa substitusi

Bioethanol (substitusi 10%)

kebutuhhhhan p

2010. MMMMelih

sekitar 7,2 j

(dua) innnndust

liter biooeoeooeeeeeeeeeeeeeeeeetaeeeeeeeeeeeeeeeeeeeetatatatatatatattattatatattttatatatatatatatatatatatatatatatattttatatttatanaaaaaaaannnnnn

nasionaalalallllllllllllllllllll. Gambarrrr 16 Ber bioetannool di liter. Peeeeluan dapat ddididiitiiiiititittitttitttttittitttititttitititittittitittittittttnngngngnngngnngnngnnngngngngngngnngngngngngngngngngngngngngngnngngggggggggggg Provinssisisissisisiii Liiiiiiiiii L L L L L L L L LLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLa disediakkkkkkkankanananananananananananaanaanananananananaaanananaaanaanananananananananananananananananananaaananananananananannnnnnnnnnnnnnnn pengguunnanananananananananananananananannananananananananananananannnnaaaaaaaaaaaaaanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanaaaaaaaaaaaaaananaaanaaaaaananaanananananananaaanaaaaaaanaaanaaan dan Perrarararararararararararararararaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaatuttuttutututututututtutututtuttututututtutututtututututututututututututututututututututututututtutututututuuuruuuuuuuuuuuuuuuuurarrrrrrrr

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5,

,

,0

,

,

,

,

,

,

,

,

,

,

0

0

0

0

0

0

0

1

1

1

10

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0,

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

,

,0

,

,

,

,

,

,

0

0

0

0

0

1

1

1

1

1

15

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5,

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

,

,0

,

,

,

,

,

,

0

0

0

0

0

0

0

0

0

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

20

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0,

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

,

,

,

,

,

,

,

,

,0

,

,

,

,

,

,

,

,

,

,

,

,

,

,

,

0

0

0

0

0

0

0

0

0

2

2

2

25

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5,

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

5

,

,

,

,

,

,

,

,

,0

,

,

,

,

,

,

,

,

,

,

,

,

,

,

0

0

0

0

0

0

0

Ki lo li ter

(19)

4.5.2 Teknologi Proses Produksi Bioetanol di PT Medco Lampung

Secara umum, produksi bioetanol mencakup 3 (tiga) rangkaian proses, yaitu Persiapan bahan baku (ubi kayu), Fermentasi, dan Distilasi. Sebagai contoh proses produksi bioetanol PT Medco di Lampung dapat dilihat pada Gambar 17.

Gambar 17 Diagram Blok Proses Pembuatan Bioetanol di PT Medco di Lampung, 2010

Tahapan proses pembuatan bioetanol berdasarkan bagan diatas adalah sebagai berikut :

1. Persiapan Bahan Baku

Bahan baku ubi kayu sebanyak 1167 MT/hari diolah di bagian pretreatment. Pada bagian tersebut bahan mentah ubi kayu pertama-tama ditimbang dengan menggunakan wighing bridge, selanjutkan dimasukan ke dalam truck unloader untuk kemudian dilakukan pretreatment terhadap ubi kayu tersebut. Pada pretreatment ditambahkan air sebanyak 813 m3 dan 4...5.2 yaaaaitu P prrrroses G G G Gamb TT seeeeebaebabbbabababababababababababbababbbababababbbabbbababababababababababagababababababababababababbababbbbababababababbababaaaaaaaaaaaaaaaaagggggggggggggggggggggggggggggggggggagaggggggggagggggggggggggggggggg 1... PPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPP p p p p p p p pr p p p pr p p p p p p p p p p p p p p p p p p p p p p p p p p d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d d ka ka k k k ka k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k k

(20)

selanjutnya akan didapat bubur ubi kayu yang ditampung pada cassava slury tank. Adapun jumlah bubur ubi kayu yang didapat jumlahnya mencapai 1924 metrik ton per hari. Pada proses pretreatment juga dihasilkan cangkang hasil pengelupasan kulit ubi kayu yang jumlahnya mencapai 56 metrik ton. Setelah didapat bubur ubi kayu selanjutnya akan masuk ke area proses utama. Di area proses utama tersebut dilakukan prose liquefaction.

2. Proses Liquefaction

Pada proses ini pati ubi kayu yang merupakan polimer glukosa yang panjang (polisakarida) dipotong-potong secara acak, sehingga menjadi potongan-potongan oligisakarida. Pada proses liquefaction ke dalamnya dimasukkan enzim amilase guna mempercepat proses pembentukan oligosakarida. Selanjutnya dilakukan persiapan proses pre-fermentasi.

3. Proses Fermentasi

Pada proses pre fermentasi, ke dalam bahan dimasukkan , enzim dan nutrient terutama unsur N, agar proses fermentasi berjalan cepat dan sekaligus menambahkan nutrisi untuk kebutuhan bakteri pengurai, sehingga proses pre fermentasi dapat berjalan cepat, dan dari proses pre fermentasi akan dihasilkan glukosa.

Kegiatan berikutnya yang akan dilakukan adalah proses fermentasi. Pada proses fermentasi, ke dalamnya ditambahkan ragi sacharomyces cerevicae , dengan tujuan agar proses fermentasi dapat berjalan cepat. Dari proses fermentasi ini akan dihasilkan gas CO2. Namun demikian proses fermentasi bisa dilakukan tanpa prefermentasi, dalam arti setelah dilakukan proses liquefaction dapat langsung dilakukan fermentasi tanpa melalui tahapan pre fermentasi terlebih dahulu. Setelah dilakukan fermentasi selanjutnya dilakukan proses destilasi.

4. Proses Destilasi

Proses Destilasi dilakukan dengan menggunakan uap panas, sehingga terjadi pemekatan dan selanjutnya diperoleh etanol sebanyak 180 KLPD. Setelah itu akan dilakukan proses dekantasi, sehingga dari sini diperoleh endapan basah yang jumlahnya mencapai 280 metik ton per hari. Endapan

selaaaanjut tannnnk. A meeetrik t pennnngelu diddaddaaaapaaaaaaaaapapapappapapappapapappapapappapapapapapappppppapapappapapapapapapapappapapapapapapapapapapapapapappppaaaatttt tttt t areeaeaeaaaaaaaaaaaaaa p p p ppppppppppppppppppppropppppppppppppppppppppppprrrrrrrrrrrrrrrrrororrrrrrrrororrrrrrrororr 2. Proooosssseseeeeseseeeeseseseseseeeeeseeeeseeeeeseseseeseseeseseseseseseseseseeseeeesesesesesesesesssssssss L pannnjannanaananaananaanananaaananananananananananaaanananaaaanananannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnng potttotongnngngngngngngngngngngngngngnngngnngnnngngngngngngngngnngnnngngngnggggggggggggggggga

dimmamamaaaaaaaaaaaasuaaaaaaaaaaaaaaaasusssusussussussssusususususususussusukssussussuuuuuuuuuu

oliggggosososososososososososososososoosososososososososososososoososososososososososososososooososoossssssakssssssssssssssssssssssssaaaaaaaaaaaaa

3. Prooosossseeseseeeeseseeseseeeeeseeseseeeseseseseseeseesesesesssssss F

nutttrt ieieieieieieieieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeneeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnnnnnnnnnnnntnnnnnnnnnnnnnn

sekkakakaalilililillillilililililillililililililililililillillilliglilililililillililililililililililililillililililillliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiggggggggggggggggggggggggggggggggugggggggggggg

prooososseseeeseseseseseeseseseeeeseseseeseseseseseseeseseeeseeseseseseseseseseseseseseseseseseseseeeseesesesesesssssssssssss akaaaan dih Padddda p cerrrrevica prooooses fermmmment prooooses tahhahahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaappapappapapapapapapappapapapapppappppppappppapppppppappapapapapapapapapapapapapapapapapapappapapapapapapappapapapapapapapapapapppapaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn selalaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanjnjnnnnjnnjnjnjnnnjnjnnnjnjnjnjnnjnnjnjnnnnjnnnjnnnnnnnnnnjnjnjnjnnjnjnjnjnnjnjnjnjnjnjnjnjnjnjnjnjnjnjnjnjnjnjnnjnjnjjjujjjjjjjjjjjjjjjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu 4. Proooosesesesesssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss D terjjjjadadadadaaadadadadadadadadadadadaaaaadaadadadadadaaadaadadadadadadadadadadaadaadaddddddddddddddddddddddiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii iiiii i iiiiii iiiiii ii Setteteteeeeeeeeeeeeeeeeeelaeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeellalllllallllalallalalalalalalalalalallalalalalaah aaaahhhhhhhhhhhhhhhh hhhhh

Gambar

Tabel 5 Luas lahan Provinsi Lampung menurut penggunaan dan Kabupaten Kota  tahun 2008 (Ha)
Tabel  7  Jumlah Kendaraan di Provinsi Lampung Tahun 2010
Tabel 8 Permintaan Etanol Dunia Periode Tahun 1980-2009 Tahun Volume Juta Liter Volume Juta Galon
Gambar 13 Prediksi Permintaan Etanol Dunia Dalam Juta Liter Tahun 2010- 2010-2019 Berdasarkan Data Permintaan Etanol Dunia Tahun 1980 - 2009 Berdasarkan prediksi permintaan etanol dunia tersebut, tahun 2010  permintaan etanol dunia dapat mencapai 65 miliar
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tabel 1 menunjukkan bahwa bagi para Penyuluh Pertanian yang bekerja di tujuh kecamatan di Kabupaten Bekasi, yang dilibatkan dalam penelitian ini, Pengem- bangan

Model penyelenggaraan program pendidikan berasrama bagi Pendidikan Profesi Guru pasca SM-3T di Universitas Negeri Makassar, bentuk dan jadwal kegiatannya dilakukan

Aktifitas penderita dalam melakukan tindakan pencegahan malaria adalah memakai kelambu pada waktu tidur di malam hari, nyamuk Anopheles yang memiliki kepadatan

Gerçek şu ki, Kadim Sümer ve Mısır’da boynuzlar sadece kötü tan- rıları değil, Hıristiyan Kilisesi tarafından Pagan inançlarının kökünü kurutmak için kullanılan pek

Studi lanju- tan yang disarankan dalam penelitian tersebut adalah menemukan kode Gray yang lebih re- striktif, dalam arti mendenisikan relasi urut yang menginduksi 2-kode Gray

Pupuk Kujang yaitu urea (NH2CONH2) dengan kandungan N (NH2CONH2) dengan kandungan N 46%.. untuk produk sampingnya berupa ammonia yang dihasilkan dari Unit Amonia berupa ammonia

Örnek : Dışardan girilen bir ismi yine dışardan girilen bir sayı kadar yazan programı yazınız.. Algoritma ve Programlamaya Giriş 50 Öğr. Mustafa AKSU. Örnek : Dışardan

Berdasarkan hasil analisis data sebagaimana yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa problem