• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI. Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan 3.5.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR ISI. Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan 3.5."

Copied!
69
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR ISI

Halaman Judul I

Lembar Pengesahan Ii

Kata Pengantar Ii

Daftar Isi Iii

Daftar Tabel Iv

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1. Latar Belakang 1

1.2. Landasan Hukum 2

1.3. Maksud dan Tujuan 4

1.4. Sistematika Penulisan 5

BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PENDIDIKAN 7

2.1. Tugas, Fungsi, Dan Struktur Organisasi Dinas Pendidikan 7

2.2. Sumber Daya Dinas Pendidikan 13

2.3. Kinerja Pelayanan Dinas Pendidikan 16

2.4. Tantangan dan Peluang Pelayanan Dinas Pendidikan 24

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 29

3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Dinas Pendidikan

29 3.2. Telaah Visi dan Misi Renstra Kementerian Pendidikan

Nasional,

29

3.3. Telaah Visi dan Misi Renstra Provinsi Kalimantan Selatan 30

3.4. 3.5.

Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

30 31

3.6. Penentuan Isu-Isu Strategis 32

Gambaran pelayanan SKPD 32

Sasaran jangka menengah renstra Kabupaten 33

Implikasi RTRW bagi Pelayanan SKPD 33

Implikasi KJHS bagi pelayanan SKPD 35

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI

DAN KEBIJAKAN

37

4.1. Visi dan Misi Dinas Pendidikan 36

4.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Pendidikan 36

4.3. Strategi dan Kebijakan 38

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA,

KELOMPOK SASARAN, PENDANAAN INDIKATIF

44

5.1.1 Rencana Program dan Kegiatan 45

5.1.2 Indikator Kinerja 50

5.1.3 Pendanaan Indikatif 55

BAB VI INDIKATOR KINERJA DINAS PENDIDIKAN YANG MENGACU

PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

6.1. Indikator Kinerja Dinas Pendidikan Yang Mengacu Pada Tujuan dan Sasaran RPJMD

61 62

BAB VII KAIDAH PELAKSANAAN 65

(2)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 : Data Pokok pada Dinas Pendidikan 11

Tabel 2.2 : Data Pokok PAUD/TK/RA/BA 13

Tabel 2.3 : Data Pokok SD/MI 14

Tabel 2.4 : Data Pokok SLTP/MTs 14

Tabel 2.5 : Data Pokok SMA/MA/SMK 15

Tabel 2.6 : Data Pendidikan Non Formal Tahun 2015/2016 16

Tabel 2.7 :

Tabel 2.8 :

Pencapaian Kinerja Pelayanan SKPD Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2011 s.d. 2015

Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Dinas Pendidikan 18 23 Tabel 4.1 : Tabel 5.1 : Tabel 5.1.2 : Tabel 5.1.3 :

Tujuan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2016 s.d. 2021

Rencana Program dan Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif Tahun 2016-2020

Indikator Kinerja Pendanaan Indikatif 40 48 53 59 Tabel 6.1 : Indikator Kinerja Dinas Pendidikan yang Mengacu pada Tujuan

dan Sasaran RPJMD

64

DAFTAR GAMBAR

(3)

BAB VII

KAIDAH PELAKSANAAN

Sebagai suatu bagian dari dokumen perencanaan yang dimiliki oleh pemerintah daerah, Rencana Strategis (Renstra) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas Pendidikan, ini merupakan dokumen yang dijadikan acuan dasar bagi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Pendidikan selama periode 2016-2021, mengikuti periode berlakunya RPJMD Kabupaten Tanah Bumbu 2016-2021.

Renstra SKPD ini, memiliki kedudukan yang sangat vital dan urgen

dalam pengembangan Perencanaan, Koordinasi dan Pengendalian

Pembangunan selama 5 (lima) tahun ke depan, memberikan arah, tujuan sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Pendidikan.

Renstra Dinas Pendidikan merupakan penjabaran dokumen RPJMD, selanjutnya Renstra Dinas Pendidikan dijabarkan ke dalam Rencana Kerja (Renja) Dinas Pendidikan yang merupakan rencana tahunan Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Bumbu selama periode lima tahun, 2016 - 2021 dan akan dilaksanakan secara sungguh-sungguh dan bertanggungjawab.

Renstra Dinas Pendidikan di dalam pelaksanaannya, senantiasa dilakukan pengawasan dan evaluasi, sebagai wujud penyelengaraan pemerintahan yang akuntabel, transparan dan bercirikan penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance). Pencapaian kinerja pelayanan sebagaimana tugas pokok dan fungsi yang berkaitan dengan Dinas Pendidikan merupakan bagian pencapaian kinerja dan pertanggungjawaban kepada Bupati dan Wakil Bupati, serta secara moral dipertanggung-jawabkan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu.

KEPALA DINAS PENDIDIKAN KAB. TANAH BUMBU

Ir.Sartono, M.Si

(4)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia tahun 1945 dinyatakan bahawa salah satu tujuan Negara Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk itu setiap warga Negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat bakat yang dimilikinya tanpa memandang status sosial, ras, etnis dan gender. Pemerataan pendidikan yang bermutu akan membekali masyarakat dengan intelektualitas dan keterampilan hidup agar mampu menjadi pelaku dalam pembangunan.

Perencanaan pembangunan daerah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem perencanaan pembangunan nasional yang diatur dalam Undang-undang Nomor 25 tahun 2005 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan kepada Satuan Kerja Pemerintahan Daerah (SKPD) untuk menyusun Rencana Strategis (Renstra), dengan koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan daerah.

Dokumen Rencana Strategis (Renstra) berpedoman kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) serta dengan memperhatikan RPJM Nasional.

Berdasarkan hal tersebut maka Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Bumbu bersama-sama dengan para pejabat struktural dan staf Dinas Pendidikan

menyusun Rencana Strategis Tahun 2016-2021 yang merupakan

dokumen perencanaan lima tahunan Dinas Penidikan yang memuat visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan

(5)

pembangunan di bidang pendidikan berdasarkan kondisi dan potensi daerah di Kabupaten Tanah Bumbu.

1.2 Landasan Hukum

1. Undang-Undang Nomor 02 Tahun 2003 tentang Pembentukan

Kabupaten Balangan dan Kabupaten Tanah Bumbu Propinsi Kalimantan Selatan. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4265);

2. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 3. Undang–Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan

Nasional;

4. Undang-Undang No. 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

5. Undang–Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;

6. Undang–Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan

Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah;

7. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025;

8. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Kewenangan Daerah; 9. Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional

Pendidikan Nasional;

10. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;

11. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman dan Penerapan standar Pelayanan Minimal;

(6)

12. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota;

13. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815);

14. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

15. Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2008 tentang , Tata Cara

Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);

16. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 54 Tahun 2010 tentang pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang

Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi

Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

17. Peraturan Bupati Tanah Bumbu Nomor 29 Tahun 2014 tentang Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas dan Tata Kerja Unsur-Unsur Organisasi Dinas Pendidikan;

18.Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Nomor 16 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2006-2025.

19.Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Nomor …Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2016-2021.

(7)

1.3 Maksud dan Tujuan

Maksud penyusunan Rencana Strategis Dinas Pendidikan adalah: 1. Memberikan arah dan pedoman bagi semua personil dalam

melaksanakan tugas untuk menentukan prioritas-prioritas di bidang pendidikan sehingga tujuan, program sasaran dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam kurun waktu 2016-2021 dapat tercapai.

2. Mempermudah pengendalian kegiatan serta pelaksanaan koordinasi dengan instansi terkait, monitoring, analisis, dan evaluasi kegiatan baik secara internal maupun eksternal.

3. Memberikan informasi kepada pemangku kepentingan (stakeholders) tentang rencana pembangunan tahunan.

4. Menjadi kerangka dasar bagi Dinas Pendidkan dalam upaya meningkatkan kualitas perencanaan, pengelolaan dan pelaksanaan pembangunan pendidikan.

Tujuan penyusunan Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Bumbu adalah :

1. Merencanakan pelaksananan dan pengelolaan pembangunan

pendidikan pada lingkungan yang semakin kompetitif.

2. Sebagai pedoman pembangunan dan pengembangan pendidikan lima tahunan

3. Sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja Dinas Pendidikan

4. Sebagai acuan dalam mengelola keberhasilan organisasi secara sitematik, terarah, terkendali dan berkesinambungan.

5. Sebagai landasan pengembangan pemikiran, sikap, dan tindakan

pelaksana dalam melaksanakan program dan kegiatan Dinas

Pendidikan.

6. Sebagai landasan peningkatkan pelayanan dan pengelolaan pendidikan menuju terciptanya pelayanan prima.

(8)

7. Sebagai alat/sarana koordinasi dan komunikasi antar pemangku kepentingan (stakeholders).

1.4Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan Renstra Dinas Penidikan 2016-2021 ini terdiri dari 7 (tujuh) bagian sesuai dengan Permendagri Nomor 54 tahun 2010, yaitu:

BAB I. : Pendahuluan

Pada bagian ini dijelaskan Latar Belakang, Landasan Hukum, Maksud dan Tujuan serta Sistematika Penyusunan.

BAB II. : Gambaran Pelayanan

Pada bagian ini mendeskripsikan bagaimana gambaran pelayanan pada Dinas Pendidikan menyangkut Tugas Pokok dan Fungsi, kapasitas dan jenis pelayanan.

BAB III. : Isu-Isu Strategis Berdasarkan Tugas Pokok dan Fungsi Pada bagian ini uraian tugas pokok dan fungsi dipertegas dalam bentuk pembahasan isu-isu strategis, target capaian, program proritas serta analisis isu strategis.

BAB IV. : Visi dan Misi

Pada bagian ini menyajikan visi dan misi, tujuan dan sasaran, strategi dan kebijakan Dinas Pendidikan

BAB V : Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok

Sasaran dan Pendanaan Indikatif.

Pada bagian ini dijelaskan tentang rencana program, kegiatan, indikator kinerja termasuk sasaran yang akan dicapai dan dikaitkan dengan pendanaan indikatif setiap program dan kegiatan.

BAB VI : Indikator Kinerja Dinas Pendidikan yang Mengacu pada

Tujuan dan Sasaran RPJMD

Bagian ini berisi tentang penjabaran indikator kinerja sesuai dengan tujuan dan sasaran untuk direalisasikan selama lima tahun ke depan.

(9)

BAB VII : Penutup

Pada bagian ini dikemukakan hal-hal penting yang menjadi perhatian berkaitan dengan pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi renstra.

(10)

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN TANAH BUMBU

2.1Tugas Pokok, Fungsi, dan Struktur Organisasi Dinas Pendidikan

Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Bumbu disusun berdasarkan pada Peraturan Daerah Nomor 29 Tahun 2014 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Bumbu, dengan uraian sebagai berikut.

1. Kepala Dinas a. Tugas:

Dinas Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan urusan

pemerintahan daerah berdasarkan azas otonomi dan tugas

pembantuan di bidang pendidikan. b. Fungsi:

1) Perumusan kebijakan operasional di bidang pendidikan sesuai dengan kebijakan nasional dan provinsi yang ditetapkan oleh bupati berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

2) Pembinaan teknis, pengaturan dan pengawasan kegiatan bidang sekolah dasar;

3) Pembinaan teknis, pengaturan dan pengawasan kegiatan bidang sekolah menengah pertama;

4) Pembinaan teknis, pengaturan dan pengawasan kegiatan bidang sekolah menengah atas/kejuruan;

5) Pembinaan teknis, pengaturan dan pengawasan kegiatan bidang pendidikan non formal dan informal;

6) Pengelolaan urusan ketatausahaan;

(11)

2. Sekretariat yang dipimpin oleh Sekretaris

Tugas Sekretaris adalah melaksanakan pembinaan administrasi yang meliputi pembinaan penyusunan program dan rencana kerja Dinas,

keuangan, umum dan kepegawaian, keprotokolan, evaluasi,

dokumentasi dan pelaporan serta memberikan pelayanan teknis

administratif kepada semua unsur organisasi Dinas Pendidikan dengan membawahi sub-sub bagian berikut :

a) Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan dengan tugas pokok dan

fungsi melaksanakan pengumpulan dan pengelolaan data,

penyusunan program dan rencana kerja dinas, dan

menyelenggarakan kegiatan pengelolaan keuangan dinas.

b) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas pokok dan fungsi melaksanakan kegiatan pengelolaan urusan surat menyurat, penggandaan, rumah tangga, perlengkapan, pendistribusian, keprotokolan kehumasan dan ketatalaksanaan serta pengelolaan kepegawaian

c) Sub Bagian Evaluasi, Dokumentasi dan Pelaporan dengan tugas pokok dan fungsi melaksanakan pengumpulan dan pengelolaan

data, dalam rangka pelaksanaan kegiatan evaluasi,

pendokumentasian dan pelaporan kegiatan unsur-unsur organisasi Dinas Pendidikan.

3. Bidang Sekolah Dasar

Bidang Sekolah Dasar mempunyai tugas pokok dan fungsi

melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis dan

penyelenggaraan kegiatan di bidang sekolah dasar dengan membawahi seksi-seksi berikut ini.

a) Seksi pemberdayaan sekolah, kesiswaan dan PKLK mempunyai tugas pokok dan fungsi menyiapkan bahan penyusunan program

(12)

dan petunjuk teknis kegiatan dibidang pemasaran, promosi, dan investasi usaha pendidikan sekolah dasar dan pendidikan khusus layanan khusus;

b) Seksi pembelajaran, pengujian dan ketenagaan mempunyai tugas pokok dan fungsi menyiapkan bahan dan petunjuk teknis kegiatan bidang pembelajaran, pengujian dan ketenagaan sekolah dasar; c) Seksi sarana dan prasarana mempunyai tugas pokok dan fungsi

menyiapkan bahan penyusunan program dan petunjuk teknis kegiatan bidang sarana dan prasarana sekolah dasar.

4. Bidang Sekolah Menengah Pertama

Bidang Sekolah Menengah Pertama mempunyai tugas pokok dan fungsi menyiapkan rumusan kebijakan teknis dan penyelenggaraan kegiatan di bidang sekolah menengah pertama dengan membawahi seksi-seksi berikut ini.

a) Seksi pemberdayaan sekolah, kesiswaan dan PKLK mempunyai tugas pokok dan fungsi menyiapkan bahan penyusunan program dan petunjuk teknis kegiatan dibidang pemasaran, promosi, dan

investasi usaha pendidikan sekolah menengah pertama dan

pendidikan khusus dan layanan khusus;

b) Seksi pembelajaran, pengujian dan ketenagaan mempunyai tugas pokok dan fungsi menyiapkan bahan dan petunjuk teknis kegiatan bidang pembelajaran, pengujian dan ketenagaan sekolah menengah pertama;

c) Seksi sarana dan prasarana mempunyai tugas pokok dan fungsi menyiapkan bahan penyusunan program dan petunjuk teknis kegiatan bidang sarana dan prasarana sekolah menengah pertama.

(13)

5. Bidang Sekolah Menengah Atas/Kejuruan

Bidang sekolah menengah atas/kejuruan mempunyai tugas pokok dan fungsi melakukan penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang sekolah menengah atas/kejuruan dengan membawahi seksi-seksi berikut ini.

a) Seksi pemberdayaan sekolah, kesiswaan dan PKLK mempunyai tugas pokok dan fungsi menyiapkan bahan penyusunan program dan petunjuk teknis kegiatan dibidang pemasaran, promosi, dan investasi usaha pendidikan sekolah menengah atas/kejuruan dan pendidikan khusus layanan khusus;

b) Seksi pembelajaran, pengujian dan ketenagaan mempunyai tugas pokok dan fungsi menyiapkan bahan dan petunjuk teknis kegiatan bidang pembelajaran, pengujian dan ketenagaan sekolah menengah atas/kejuruan;

c) Seksi sarana dan prasarana mempunyai tugas pokok dan fungsi menyiapkan bahan penyusunan program dan petunjuk teknis

kegiatan bidang sarana dan prasarana sekolah menengah

atas/kejuruan.

6. Bidang Pendidikan Non Formal

Bidang Pendidikan Non Formal mempunyai tugas pokok dan fungsi

melaksanakan pembinaan, pengembangan, pengawasan

pengelolaan, dan pengendalian pendidikan non formal dengan membawahi seksi-seksi berikut ini.

a) Seksi Pendidikan Anak Usia Dini dengan tugas pokok dan fungsi

menyiapkan bahan pembinaan, pengembangan, pengawasan,

pengelolaan dan pengendalian pendidikan anak usia dini. b) Seksi Pendidikan Non Formal dengan tugas pokok dan fungsi

menyiapkan bahan pembinaan, pengembangan, pengawasan, pengelolaan dan pengendalian pendidikan non formal.

(14)

c) Seksi Sarana dan Prasarana Pendidikan Non Formal dengan tugas pokok dan fungsi menyiapkan bahan teknis pengadaan, pengelolaan, pengembangan, pemeliharaan, dan pengawasan sarana bantuan bidang pendidikan non formal dan informal.

Selain itu, Dinas Pendidikan juga memiliki Unit Pendidikan Kecamatan (UPK) di masing-masing Kecamatan yang dikepalai oleh Kepala UPK, Kepala TU UPK dan dibantu oleh beberapa orang staf. UPK berfungsi sebagai perpanjangan tangan Dinas Pendidikan dalam memaksimalkan pelayanan mengingat sebaran sekolah yang dilayani cukup luas. Jumlah UPK yang dikelola ada 10 Unit.

Dalam memberikan pembinaan langsung ke masing-masing jenjang sekolah dilakukan oleh Pengawas dan oleh Penilik Pendidikan Non Formal di lembaga pendidikan.

Tabel 2.1

Data Pokok pada Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Bumbu

No Komponen Jumlah

1. Kantor Dinas Kabupaten 1 buah

 Pegawai Negeri Sipil 40 org

 Pegawai Tidak Tetap (PTT) 33 org

2. Unit Pendidikan Kecamatan (UPK) 10 buah

 Pegawai Negeri Sipil 31 org

 Pegawai Tidak Tetap (PTT) 51 org

3. Pengawas/Penilik

 Pengawas TK/SD 25 org

 Pengawas Dikmen (SMP/SMA/SMK) 12 org

(15)

Gambar 2.1

STRUKTUR ORGANISASI DINAS PENDIDIKAN KEPALA DINAS SEKRETARIS BIDANG SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BIDANG PENDIDIKAN NON FORMAL BIDANG SEKOLAH DASAR

SEKSI PEMBERDAYAAN SEKOLAH, KESISWAAN, PENDIDIKANKESETARAAN

DAN LAYANAN KHUSUS SD

SEKSI SARANA DAN PRASARANA SD

SEKSI PEMBELAJARAN, PENGUJIAN DAN KETENAGAAN SMA

SEKSI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

SEKSI PENDIDIKAN NON FORMAL KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKSI PEMBELAJARAN, PENGUJIAN DAN KETENAGAAN SD BIDANG SEKOLAH MENENGAH ATAS

SEKSI PEMBERDAYAAN SEKOLAH, KESISWAAN, PENDIDIKANKESETARAAN

DAN LAYANAN KHUSUS SMP

SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN SUB BAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN SUB BAGIAN EVALUASI, DOKUMENTASI DAN PELAPORAN

SEKSI SARANA DAN PRASARANA SMA

SEKSI SARANA DAN PRASARANA PNF SEKSI PEMBELAJARAN,

PENGUJIAN DAN KETENAGAAN SMP

SEKSI PEMBERDAYAAN SEKOLAH, KESISWAAN, PENDIDIKANKESETARAAN

DAN LAYANAN KHUSUS SMP

SEKSI SARANA DAN PRASARANA SMP

(16)

2.2Sumber Daya Dinas Pendidikan

Kondisi sarana prasarana termasuk aparatur pengelola sangat menentukan kualitas pendidikan. Sehingga kualitas sarana prasarana terus diupayakan ketersediaannya. Saat ini Dinas Pendidikan, mengelola beragam aset yang

sebagian besar tersebar pada sekolah-sekolah di semua jenjang

pendidikan.

1. Tingkat TK/RA/BA

Tabel 2.2

Data Pokok PAUD/TK/RA/BA

No Komponen Jumlah 1. Sekolah : 1. PAUD Terpadu 67 2. TK 132 3. KB 50 4. TPA 2 2. Siswa 13.148 3. Guru 1374 4. Sarana Ruang Kelas 647 Ruang Guru 25

Ruang Kepala Sekolah 15

(17)

2. Tingkat SD/MI

Tabel 2.3 Data Pokok SD/MI

No Komponen Jumlah 1. Sekolah 208 2. Siswa 35237 3. Guru 2609 4. Sarana Ruang Kelas 1631 Ruang Guru 126 Ruang Perpustakaan 99 Ruang Kesehatan 60

Ruang Kepala Sekolah 102

Gudang 95 Serba guna 35 Sarana Olahraga 89 Laboratorium 10 3. Tingkat SLTP/MTs Tabel 2.4 Data Pokok SLTP/MTs. No Komponen Jumlah 1. Sekolah 81 2. Siswa 13.894 3. Guru 775 4. Sarana Ruang Kelas 421 Ruang Guru 56

(18)

Ruang Perpustakaan 42

Ruang Kesehatan 21

Ruang Kepala Sekolah 63

Sarana Ibadah 54 Serba guna 10 Sarana Olahraga 45 Ruang Laboratorium 49 4. Tingkat SMA/MA/SMK Tabel 2.5

Data Aset dan Data Pokok SMA/MA/SMK

No Komponen Jumlah 1. Sekolah 38 2. Siswa 9898 3. Guru 691 4. Sarana Ruang Kelas 334 Ruang Guru 11 Ruang Perpustakaan 14 Ruang Kesehatan 25

Ruang Kepala Sekolah 33

Sarana Ibadah 15 Serba guna 3 Sarana Olahraga 26 WC 243 Pagar Parkir 13 Kantin 17 Laboratorium Komputer 25

(19)

Laboratorium Bahasa 3

Laboratorium Fisika 2

Laboratorium Kimia 8

Laboratorium Biologi 3

Whorkshop/bengkel 4

Lab Kejuruan/Praktik siswa 19

Data Pokok Pendidikan Non Formal (KF, Paket A, Paket B dan Paket C)

Tabel 2.6

Data Aset Pada Jalur Pendidikan Non Formal

No Variabel 2015/2016

KF Paket A Paket B Paket C JLH 1. Warga Belajar 1425 1160 180 329 3094

2. Kelompok Belajar 105 7 9 15 136

3. PKBM 9 5 7 10 31

4. Tutor 105 16 54 95 270

5. Pengelola 105 5 9 10 129

2.3Kinerja Pelayanan Dinas Pendidikan

2.3.1 Kinerja Pelayanan Berdasarkan Tupoksi

Kinerja pelayanan diukur berdasarkan capaian indikator sasaran yang telah dituangkan dalam Rencana Strategis Dinas Pendidikan tahun 2016 - 2021, dimana sasaran telah dijabarkan dalam beberapa program dan kegiatan, dengan maksud agar setiap kegiatan yang hendak dilakukan dapat lebih disesuaikan dengan lingkungan. Kegiatan-kegiatan inilah yang kemudian akan menjadi isi dari Rencana Kinerja Tahunan (RKT) pada tahun berikutnya.

(20)

Penetapan indikator kinerja pada tingkat sasaran dan kegiatan merupakan prasyarat bagi pengukuran kinerja. Kriteria pengukuran yang dipakai adalah target kinerja yang ditetapkan. Target kinerja ini merupakan komitmen dari pimpinan dan seluruh anggota organisasi untuk mencapai hasil yang diinginkan dari setiap sasaran dan kegiatan yang dilakukan. Selanjutnya pada akhir tahun 2021, target kinerja (performance plan) akan dibandingkan dengan realisasinya (performance result), sehingga diketahui celah kinerja (performance gap). Celah kinerja ini kemudian dianalisis untuk

diketahui penyebab ketidakberhasilan dan selanjutnya terhadap

kekurangan yang terjadi akan ditetapkan strategi untuk peningkatan kinerja di masa datang (performance improvement). Pengukuran pencapaian sasaran, indikator yang dipakai adalah indikator absolut. Jadi, nilai capaian sasaran bukan lagi hasil operasi aritmatika pembobotan bertingkat mulai dari kegiatan, meningkat ke program, akhirnya hingga ke sasaran. Capaian absolut sasaran ini sendiri secara logika-apriori dideduksikan dari hubungan sebab-akibat antara sasaran dengan kegiatan pendukungnya. Oleh karena itu, pengukuran tetap dimulai dari pengukuran kinerja kegiatan. Pengukuran keberhasilan suatu kegiatanmenggunakan indikator kinerja yaitu berupa indikator kinerja input, output dan outcome. Dalam kaitan deduktif, maka capaian indikator sasaran umumnya dikaitkan dengan capaian outcome kegiatan yang dianggap sebagai penggerak kinerja terdekat.

Capaian indikator kinerja Dinas Pendidikan dengan mengacu pada Renstra

(21)

Tabel 2.7

Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Pendidikan

Kabupaten Tanah Bumbu

Tahun 2011 s.d 2015

SASARAN

STRATEGIS INDIKATORKINERJA T 2011R % T 2012R % T 2013R % T 2014R % T 2015R % Meningkatnya

Angka Melek Huruf

96,90 Angka Melek Huruf 95,33% 95,70% 100% 95,95% 95,82% 99,86% 96,41% 95,87% 99,43% 96,53% 96,00% 99,55% 96,90% 96,02% 99,09% Meningkatnya Angka Rata-rata Lama Sekolah 8,3 thn Angka Rata-rata Lama Sekolah 7,70% 7,30% 95% 7,56% 7,40% 94,87% 7,63% 7,54% 98,82% 8.00 th 7.93 th 99,12% 8.30 th 7.98 th 87,47% Meningkatnya APK PAUD Mencapai 54% APK PAUD 41,90% 51,20% 122% 44,65% 52,44% 117,45% 47,32% 53,99% 114,09% 50,16% 55,20% 110,00% 54,00% 59,81% 110,80% Meningkatnya APK SMP/MTsI

Mencapai 100% APK SMP/MTsI 96,94% 86,59% 89,32% 97,71% 89,32% 91,41% 98,47% 89,80% 91,20% 99,24% 92,80% 93,51% 100,00% 93,01% 93,01% Meningkatnya APK SMA/SMK/MA Mencapai 75% APK SMA/SMK/MA 61,84% 60,76% 98,25% 62,64% 66,95% 106,88% 64,01% 63,80% 99,67% 70,02% 68,44% 97,74% 75% 72,23% 96,31% Meningkatnya APM SD/MI Mencapai 100% APM SD/MI 89,25% 98,25% 110% 98,85% 98,98% 100,13% 99,20% 99,27% 100,07% 99,30% 99,33% 100,03% 100,00% 99,35% 99,35% Meningkatnya APM SMP/MTS Mencapai 80.10% APM SMP/MTs 61,09% 61,09% 100,00% 63,14% 63,14% 100,00% 64,50% 63,14% 97,89% 70,65% 72,84% 103,00% 80,10% 73,64% 91,94%

(22)

Meningkatnya APM SMA/SMK/MA Mencapai 60,87% APM SMA/SMK/MA 45,28% 42,28% 93,37% 46,05% 46,05% 100,00% 50,65% 46,85% 92,49% 54,40% 56,40% 103,67% 60,87% 60,51% 99,41% Meningkatnya Kelulusan SD/MI Mencapai 100% Presentasi Kelulusan SD/MI 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 99,98% 99,98% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% Meningkatnya Kelulusan SMP/MTs Mencapai 100% Presentasi Kelulusan SMP/MTs 100,00% 99,62% 99,62% 100,00% 99,85% 99,85% 100,00% 99,86% 99,86% 100,00% 99,92% 99,92% 100,00% 99,12% 99,12% Meningkatnya kelulusan SMA/SMK/MA Mencapai 100% Prosentasi kelulusan SMA/SMK/MA 100,00% 99,45% 99,45% 100,00% 99,64% 99,64% 100,00% 99,34% 99,34% 100,00% 98,54% 98,54% 100,00% 100,00% 100,00% Meningkatnya Rasio/ Perbandingan Siswa SMA/SMK 50:50 Prosentasi Rasio/ Perbandingan SMA/SMK/MA 43:57% 51:49% 49 45:55% 49:51% 108,89% 46 : 54 46 : 54 100,00% 48:52:00 46:53:00 110,00% 50:50% 42:58% 116:84% Meningkatnya Kualifikasi Pendidikan Guru TK/RA/BA/KB Mencapai 10% Prosentasi Guru TK/RA/BA/KB Berkualifikasi S1 3,74% 3,22% 86,10% 4,24% 3,72% 87,73% 5,62% 5,46% 97,15% 7,92% 26,55% 335,00% 10,00% 41,57% 415,70% Meningkatnya Kualifikasi Pendidikan Guru SD/MI Mencapai 50% Prosentasi Guru SD/MI Berkualifikasi S1 33,16% 33,72% 101,69% 38,16% 34,32% 89,94% 45,18% 44,65% 98,83% 45,20% 61,24% 135,00% 50,00% 79,29% 158,58% Meningkatnya Kualifikasi Pendidikan Guru SMP/MTs Mencapai 94% Prosentasi Guru SMP/MTs Berkualifikasi S1 84,26% 82,72% 98,17% 88,20% 86,70% 98,30% 92,65% 91,54% 98,80% 92,90% 92,19% 99,34% 94,00% 93,47% 99,44% Meningkatnya Kualifikasi Pendidikan Guru SMA/SMK/MA Mencapai 98% Prosentasi Guru SMA/SMK/MA Berkualifikasi S1 93,71% 87,23% 93,09% 95,28% 89,68% 94,12% 96,78% 94,85% 98,05% 96,95% 97,47% 100,53% 98,00% 98,29% 100,30%

(23)

Meningkatnya Guru

Bersertifikasi Prosentasi GuruBersertifikasi 34,13% 23,21% 68,00% 41,85% 29,91% 71,47% 49,56% 40,01% 80,73% 49,80% 43,02% 86,38% 50,00% 50% 45% Meningkatnya Prosentase SD/MI Memiliki Perpustakaan Mencapai 45% Prosentase SD/MI Memiliki Perpustakaan 23,88% 25,37% 106,24% 23,88% 29,85% 125,00% 24,01% 29,90% 124,32% 35,00% 49,03% 117,00% 45,00% 49,52% 102,56% Meningkatnya Prosentase SMP/MTs Memiliki Perpustakaan Mencapai 75% Prosentase SMP/MTs Memiliki Perpustakaan 56,14% 24,81% 44,19% 56,14% 25,64% 45,67% 57,80% 56,96% 95,59% 65,00% 58,02% 89,26% 75,00% 59,03% 78,71% Meningkatnya Prosentase SMA/SMK/MA Memiliki Perpustakaan Mencapai 80% Prosentase SMA/SMK/MA Memiliki Perpustakaan 35,29% 34,82% 98,67% 35,29% 39,39% 111,62% 50,79% 48,64% 92,00% 60,00% 51,35% 85,58% 80,00% 54,05% 67,56% Meningkatnya Prosentase TK/KB/RA Terakreditasi Minimal B Prosentase TK/KB/RA Terakreditasi Minimal B 2,68% 2,62% 97,76% 4,03% 2,81% 69,71% 4,87% 4,73% 96,71% 7,12% 22,91% 321,00% 20,25% 23,20% 114,60% Meningkatnya Prosentase SD/MI Terakreditasi Minimal B Prosentase SD/MI Terakreditasi Minimal B 20,37% 21,78% 106,9% 22,22% 20,91% 92,21% 7,80% 7,32% 91,28% 10,15% 10,09% 490,00% 45,00% 48,19% 107,10% Meningkatnya Prosentase SMP/MTS Terakreditasi Minimal B Prosentase SMP/MTs Terakreditasi Minimal B 3,98% 4,80% 120,6% 6,47% 5,28% 81,61% 25,12% 21,51% 83,68% 35,50% 45,67% 128,00% 50,00% 21,63% 43,26% Meningkatnya Prosentase SMA/SMK/MA Terakreditasi Minimal B Prosentase SMA/SMK/MA Terakreditasi Minimal B 14,71% 15,21% 103,4% 17,65% 5,28% 81,61% 19,32% 18,91% 94,36% 57% 64,86% 137,00% 71,43% 70,27% 98,38%

(24)

Meningkatnya Prosentase Siswa SMK diterima DUDI Prosentase Siswa Lulusan SMK diterima DUDI 20,00% 13,00% 65,00% 40,00% 10,00% 25,00% 40,00% 13,00% 32,50% 40,00% 13,81% 27,62% 50,00% 27,92% 55,84% Meningkatnya Prosentase SD/MI Melaksanakan MBS Mencapai 10% Prosentase SD/MI Melaksanakan MBS 1,99% 1,72% 86,43% 3,98% 2,02% 50,75% 4,75% 15,68% 330,11% 5,98% 34,13% 186,00% 10% 36,05% 360,50% Meningkatnya Prosentase SMP/MTs Melaksanakan MBS Mencapai 35% Prosentase SMP/MTs Melaksanakan MBS 10,53% 9,83% 93,35% 12,28% 10,26% 83,55% 14,21% 12,85% 90% 18,28% 41,97% 167% 35,00% 46,98% 134,20% Meningkatnya Prosentase SMA/SMK/MA Melaksanakan MBS Mencapai 35% Prosentase SMA/SMK/MA Melaksanakan MBS 25,00% 28,72 114,88 30,00% 30,98% 103,27% 35,00% 23,52% 67% 40% 72,97% 59,38% 50% 75,67% 84,08%

(25)

2.3.2 Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Dinas Pendidikan

Untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan khusus pada aspek pendanaan pelayanan SKPD pada level program, selanjutnya, kinerja Dinas Pendidikan akan dianalisis pengelolaan pendanaan pelayanan SKPD melalui pelaksanaan Renstra SKPD periode perencanaan sebelumnya yang dituangkan dalam tabel 2.10

(26)

Tabel 2.8

Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Dinas Pendidikan Uraian Anggaran pada Tahun ke- Realisasi Anggaran pada Tahun

ke-Rasio antara Realisasi dan

Anggaran Tahun ke- Rata-rata Pertumbuhan

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Anggaran Realisasi (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) Belanja Langsung 99.506.040.500 68.388.634.100 85.626.737.000 123.666.398.750 103.803.972.600 70.673.830.831 108.863.159.864 82,54 Belanja Tidak Langsung 115.997.164.500 157.525.351.757 175.576.412.205 208.845.760.138 235.422.600.513 169.594.555.680 195.394.736.497 96,59 Total 215.503.205.000 225.913.985.857 261.203.149.205 332.512.158.888 339.226.573.113 240.268.386.511 304.257.896.361 91,50

(27)

2.4Tantangan dan Peluang Pelayanan Dinas Pendidikan

Isu-isu strategis yang berpengaruh terhadap perencanaan strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Bumbu timbul baik dari sudut kelebihan maupun kekurangan yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal..

1. Isu-isu strategis internal antara lain:

a. Sarana Prasarana yang belum memadai. b. Sistem kerja yang belum optimal.

c. Administrasi yang belum tertib.

d. Pengetahuan dan pemahaman tehadap perudang-undangan relatif rendah.

e. Semangat dan etos kerja belum maksimal.

Selain terdapat isu-isu iternal dalam organisasi Dinas Pendidikan terdapat pula isu-isu eksternal yang turut menjadi kajian perencanaan Dinas Pendidikan.

2. Isu-isu strategis eksternal antara lain:

a. Masyarakat dan dunia usaha belum berperan secara optimal dalam pembangunan pendidikan.

b. Masih sangat terbatasnya biaya operasional pendidikan di sekolah. c. Belum meratanya pendidikan disemua jenjang.

d. Dampak modernisasi dan globalisasi semakin nyata.

e. Perkembangan dan perubahan kurikulum belum mampu diikuti dengan cepat

f. Akses informasi dan komunikasi di bidang pendidikan masih sangat terbatas

(28)

3. Analisa SWOT

Perencanaan stategik instansi Pemerintah memerlukan intergrasi antara keahlian Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Lain agar mampu menjawab tuntutan perkembangan lingkungan strategis, nasional dan global. Analisis terhadap lingkungan organisasi baik internal maupun eksternal merupakan langkah yang sangat penting dalam memperhitungkan kekuatan (Strengths), kelemahan (Weakness), peluang (Opportunities), dan ancaman (threats) yang ada. Analisis SWOT yang dipergunakan oleh Dinas Pendidikan di dasarkan kepada potensi, peluang dan kendala yang ada yakni:

a. Kekuatan (Strengths)

1) Adanya tenaga pendidik yang sedang melanjutkan pendidikan ke tingkat S1 dan S2.

2) Adanya kesadaran Pendidik dan Tenaga Kependidikan untuk meningkatkan Kualifikasi.

3) Adanya pengembangan pendidikan berbasis keunggulan lokal. 4) Adanya paradigma baru pendidikan yang memberdayakan

sekolah dan masyarakat dalam mengelola dan meningkatkan mutu pendidikan.

5) Tingginya kepedulian Pemerintahan Kabupaten dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

b. Kelemahan (Weakness)

1) Masih rendahnya fungsi Manajerial Kepala Sekolah.

2) Masih rendahnya kesedian Guru PNS untuk bertugas di daerah T3.

3) Belum tertibnya administrasi kependidikan.

4) Belum meratanya Sarana dan fasilitas pendidikan. 5) Kurangnya sarana informasi dan akses pendidikan.

(29)

c. Peluang (Opportunities)

1) Adanya tatanan kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi asas gotong royong dan kebersamaan santun dan saling menghargai. Kehidupan beragama yang rukun dan damai

2) Meningkatnya sumbangsih dan partisipasi masyarakat terhadap pendidikan.

3) Adanya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan. 4) Adanya Peran serta Tokoh Agama dan Organisasi keagamaan

terhadap pendidikan.

5) Mulai membaiknya perkembangan ekonomi masyarakat.

d. Ancaman (Threats)

1) Adanya kawasan rawan bencana terutama dengan terjadinya perubahan global cuaca.

2) Nilai budaya semakin terkikis oleh modernisasi dan globalisasi. 3) Adanya kecenderungan penyalahgunaan narkoba, dan

obat-obatan terlarang serta kemudahan memperoleh informasi yang berbau pornografi dan kekerasan dikalangan generasi muda. 4) Melemahnya sikap/nilai patriotism di kalangan siswa dan

generasi muda.

5) Meningkatnya persaingan kerja dengan masuknya tenaga kerja asing yang lebih professional dan menguasai ketrampilan dan teknologi .

(30)

4. Kondisi yang Diinginkan

Setelah menganalisas kekuatan, kelemahan peluang dan ancaman yang ada, maka sangat perlu menentukan factor kunci

keberhasilan agar pelaksanaan Pembangunan pendidikan dan

kebudayaan mencapai hasil maksimal. Faktor kunci keberhasilan tersebut merupakan implementasi Visi dan Misi Dinas Pendidikan sekaligus dalam rangka ikut mensukseskan Visi dan Misi Kabupaten Tanah Bumbu. Faktor penentu yang merupakan langkah strategis yang harus dilakukan adalah:

a. Bidang Pendidikan

1). Meningkatkan pendidikan dan kegiatan keagamaan,

kebudayaan dalam rangka pembentukan watak dan moral peserta didik serta segenap insan pendidikan.

2). Meningkatkan penerapan Manajemen Pendidikan Berbasis

Sekolah (MPBS) dengan kebebasan seluas-luasnya pada satuan pendidikan secara otonom mengembang segala potensi dan sumber daya yang dimiliki.

3). Meningkatkan angka partisipasi pada semua jenjang (APK dan APM).

4). Meningkatkan kualitas setiap jalur dan jenjang pendidikan dengan menitik beratkan pada pengembangan kurikulum, proses pembelajaran sarana pendidikan, ketenagaan dan pendanaan.

5). Melaksanakan pelayanan administrasi pendidikan dengan

berbasis pada pelayanan prima dengan mengedepankan ketepatan dan kecepatan akses data dan informasi.

6). Menyediakan layanan pendidikan dan kesempatan memperoleh

(31)

7). Perluasan akses pendidikan dengan mengupayakan pembangunan dan rehabilitasi sekolah dengan mengacu pada standar minimum sarana prasarana.

8). Penataan dan Pemerataan penempatan tenaga guru dengan tetap memperhatikan kelayakan dan kesejahteraan.

9). Berusaha meningkatkan profesionalisme, kompetensi, daya saing pendidik dan tenaga kependidikan serta mengupayakan Kesejahteraan dengan criteria kinerja dan tempat bertugas.. 10). Menyiapkan dana oprasional sekolah pada semua jenjang

pendidikan.

11). Berusaha meningkatkan kualitas lulusan pada semua jenjang pendidikan dan mengupayakan peningkatan daya serap lulusan ditingkat peguruan tinggi dan lapangan kerja.

12). Meningkatkan peran serta dan keikut-sertaan siswa dalam kegiatan peningkatan mutu di tingkat provinsi dan atau nasional. 13). Pembentukan lembaga pendidikan non formal.

14). Memaksimalkan peran dunia usaha/industri dan masyarakat pada umumnya.

(32)

BAB III

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI

3.1. Identifikasi Permasalahan berdasarkan tugas dan Fungsi SKPD

Capaian pembangunan pendidikan telah menunjukkan hasil yang menggembirakan hal ini terlihat dari beberapa indikator. Indikator ini dijelaskan secara rinci pada bab berikutnya. Namun dibalik keberhasilan itu dunia pendidikan masih dihadapkan pada beberapa permasalahan menyangkut kondisi sosial ekonomi, budaya. Beberapa permasalahan tersebut dapat diidentifikasi sebagai berikut:

1. Jumlah penduduk yang terus meningkat mengingat Tanah Bumbu

sebagai daerah yang memiliki sumberdaya alam yang melimpah menjadi daya tarik bagi imigran. Hal ini berakibat pada meningkatnya tuntutan akan layanan pendidikan.

2. Masih tingginya kesenjangan antar gender, antar penduduk kaya dan miskin, antar perkotaan dan perdesaan, antar wilayah maju dan tertinggal.

3. Rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap

pengelolaan pendidikan.

4. Adanya ketidakseimbangan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam yang berpotensi menurunkan kualitas lingkungan.

5. Masih tingginya angka kemiskinan dan pengangguran.

6. Masih adanya kesenjangan pendapatan.

7. Tarjadinya kesenjangan antara perkembangan teknologi dengan

penguasaan iptek di lembaga pendidikan.

3.2. Telaah Visi dan Misi Renstra Kementerian

Visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Terbentuknya insan serta ekosistem pendidikan dan Kebudayaan yang berkarakter dengan berlandaskan gotongroyong.

(33)

Misi :

1. Mewujudkan Pelaku pendidikan dan Kebudayaan yang kuat 2. Mewujudkan akses yang luas. Merata dan berkeadilan 3. Mewujudkan pemnelajaran yang bermutu

4. Mewujudkan pelestarian kebudayaan dan pengembangan Bahasa 5. Mewujudkan penguatan tata kelola serta peningkatan efektivitas

birokrasi dan pelibatan publik.

3.3. Telaah Visi dan Misi Renstra Provinsi Kalimantan Selatan

Visi dan Misi Gubernut Kalimantan Selatan

Visi “ Kalsel Mapan (Mandiri dan terdepan) lebih sejahtera,

berkeadilan,Mandiri dan berdaya saing

Misi :

1. Mengembangkan Sumber Daya Manusia yang agamis, Sehat, Cerdas dan Terampil

2. Mengembangkan daya saing ekonomi daerah yang berbasis sumberdaya lokal dengan memperhatikan kelestarian lingkungan

3. Mengembangkan infrastruktur wilayah yang mendukung percepatan pengembangan ekonomi dan sosial budaya

4. Memantapkan kondisi sosial budaya daerah yang berbasiskan kearifan lokal, dan

5. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang professional dan berorientasi pada pelayanan public

3.4. Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

Berdasarkan RPJMD Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2016-2021, maka visi dan misi dalam RPJMD adalah :

Visi : Terwujudnya Kabupaten Tanah Bumbu sebagai poros maritim utama serta pusat perdagangan, Industri, dan Pariwisata di Kalimantan berbasis

(34)

pada keunggulan lokal dan potensi strategis daerah menuju Tanah Bumbu yang maju, sejahtera dan berintelektual tinggi

Misi :

1. Menyelenggarakan penataan dan pengelolaan pelabuhan sebagai terminal point guna mendorong pemanfaatan keunggulan maritime serta

menyelenggarakan pengelolaan wilayah pesisir yang mampu

mendorong optimalisasi perekonomian masyarakat dan pariwisata

2. Meningkatkan kegiatanindustri dan perdagangan berbasis ekonomi kerakyatan melalui perluasan kesempatan dan perlindungan bg pelaku industry guna menopang daya saing masyarakat lokal ditengah arus regional dan nasional

3. Pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya

ekonomi yang berkelanjutan, berwawasan lingkungan serta

memperhatikan kearifan lokal untuk menghadirkan kesejahteraan

4. Menyelenggarakan program penguatan kualitas sumber daya manusia yang memiliki daya saing ditengah arus persaingan masyarakat ekonomi asean (MEA) dengan basis pada masyarakat yang berakhlak dan memiliki akar lokal

5. Menyelenggarakan tata kelola pemerintahan dan birokrasi yang baik, efektif dan bersih.

Berdasarkan pada visi dan misi Bupati dan Waki Bupati dalam RPJMD Kabupaten Tanah Bumbu 2016-2021, maka Dinas Pendidikan akan mendukung pelaksanaan misi ke empat sebagai bentuk tanggungjawab mendukung pencapaian visi dan pelaksanaan misi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tanah Bumbu.

3.5. Telaahan RTRW dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Perencanaan Tata Ruang Wilayah adalah suatu proses yang melibatkan banyak pihak dengan tujuan agar penggunaan ruang itu memberikan kemakmuran yang sebesar-besarnya kepada masyarakat dan terjaminnya

(35)

kehidupan yang berkesinambungan. Penataan ruang menyangkut seluruh

aspek kehidupan masyarakat dan terjaminnya kehidupan yang

berkesinambungan. Tujuan penataan ruang adalah menciptakan hubungan yang serasi antara berbagai kegiatan di berbagai subwilayah agar tercipta hubugan yang harmonis dan serasi, dengan demikian hal itu mempercepat proses tercapainya kemakmuran dan kelestarian lingkungan hidup. Keserasian struktur ruang menggambarkan pola pemanfaatan ruang dan kaitan antara berbagai ruang berdasarkan pemanfaatannya serta hirarki dari pusat pemukiman dan pusat pelayanan. Eksploitasi sumber daya secara berlebihan akibat tata ruang yang tidak berkeadilan akan menyebabkan kerusakan lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap rusaknya lingkungan hidup sebagai sumber kehidupan, akibatnya generasi muda akan kehilangan kesempatan untuk menikmati kehidupan yang lebih baik dan memperoleh layanan pendidikan yang bermutu sehingga akan melahirkan generasi yang tidak memiliki pengetahuan dan kemampuan.

3.6. Penentuan isu-isu strategis

1. Gambaran Pelayanan SKPD

Pembangunan pendidikan adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dalam meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia serta menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Dinas Pendidikan sebagai lembaga yang diamanatkan untuk mengelola dan memberikan pelayanan dibidang pendidikan, kepemudaan dan Olahraga dituntut menentukan kebijakan-kebijakan yang mengarah pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia.

Dinas Pendidikan mempunyai tugas melaksanakan urusan

(36)

di bidang pendidikan. Untuk menyelenggarakan tugas tersebut Disdikpora mempunyai fungsi:

a. Perumusan kebijakan operasional di bidang pendidikan

b. Pembinaan teknis, pengaturan dan pengawasan sarana, prasarana

dan bantuan pendidikan

c. Pembinaan teknis, pengaturan dan pengawasan kegiatan sekolah dasar, sekolah mengah pertama dan sekolah menengah atas

d. Pembinaan Teknis pengaturan dan pengawasan pendidikan non formal

e. Pengelolaan ketatausahaan

2. Sasaran Jangka Menengah Renstra Kabupaten

Sebagai salah satu misi pemerintah Tanah Bumbu di bidang pendidikan yakni Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan berdaya saing dengan peningkatan akses layanan pendidikan yang terjangkau, maka sasaran yang hendak dicapai dalam jangka menengah adalah Tersedianya layanan PAUD dan berkesetaraan, serta terjaminnya kepastian memperoleh layanan pendidikan dasar dan menengah yang bermutu relavan, berdaya saing ditunjang tersedianya kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, sarana yang lengkap ditunjang tersedianya sistem tata kelola yang handal dalam menjamin terselenggaranya layanan pendidikan yang maksimal

3. Implikasi RTRW bagi pelayanan SKPD

Perencanaan pemanfaatan ruang wilayah adalah agar pemanfaatannya dapat memberikan kemakmuran yang sebesar-besarnya kepada masyarakat baik jangka pendek maupun jangka panjang. Ada beberapa

(37)

hal yang menjadi alat pembenar terhadap campurtangan pemerintah dalam mengatir penggunaan lahan Tata Ruang antara lain:

a. Perlunya ketersediaan lahan untuk kepentingan umum.

b. Adanya faktor eksternal dalam kaitan dengan manusia yakni dampak dari kegiatan tersebut terhadap lingkungan sekitar.

c. Informasi yang tidak sempurna menyangkut kondisi saat ini tentang apa yang direncanakan saat ini untuk dilaksanakan pada saat yang akan datang.

d. Daya beli masyarakat tidak merata sehingga ada pihak yang menguasai lahan secara berlebihan dan ada pihak yang kesulitan memiliki lahan sehingga terjadi ketimpangan.

Penataan Ruang dan Wilayah diarahkan pada tercapainya sasaran sasaran:

a. Mempertahankan kelestarian lingkungan hidup. b. Menyediakan lahan untuk kepentingan umum.

c. Menciptakan dan menjaga kelestarian, keindahan, dan kenyamanan lingkungan.

d. Agar efisien dalam penyediaan sarana dan melindungi masyarakat kecil.

e. Menghindari penggunaan lahan yang tidak memberikan sumbangan yang optimal.

Berkaitan dengan pendidikan bahwa rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) akan dapat menjamin tersedianya lahan dan wilayah yang cukup dan representatif untuk pengembangan pendidikan, yakni adanya kepastian hukum terhadap sarana-sarana pendidikan – dalam hal ini legalitas status lahan agar tidak terjadi gugatan-gugatan dari masyarakat terhadap kepemilikan lahan oleh lembaga pendidikan. Memastikan bahwa lahan yang dijadikan tempat pembangunan lembaga-lembaga pendidikan tidak bermasalah, juga implikasi adanya

(38)

perkebunan, perlu diatur jarak radius yang boleh diekplorasi dari locus lembaga pendidikan sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar. Hal ini memerlukan kajian komprehensif.

4. Implikasi KLHS bagi pelayanan SKPD

Fenomena kerusakan dan pencemaran lingkungan yang terus terjadi tahun-tahun belakangan ini bukan saja telah menjadi bencana daerah, nasional tetapi sudah menjadi becana internasional karena kerusakan

komponen sumber daya alam hususnya hutan yang sangat

mempengaruhi perubahan iklim karena pemanasan global. Maka pengelolaan dan pemanfaatan Sumber daya alam harus memperhatikan prinsip-prinsip keadilan demokratis dan berkelanjutan. Pemanfaatan

Sumber daya alam bukan hanya berorientasi pada pencapaian

pertumbuhan ekonomi semata, karena hal ini akan berakibat terhadap kerusakan dan degradasi kuantitas dan kualitas lingkungan. Kerusakan lingkungan tentu akan berdampak langsung dalam dunia pendidikan karena ada hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya inilah yang disebut ekologi dimana konsep sentral dari ekologi adalah ekosistem yang bekerja secara teratur sebagai satu kesatuan yang saling mempengaruhi dan saling ketergantungan. Lingkungan yang baik akan menunjang tercapainya program-program pendidikan, dan akan melahirkan siswa yang cerdas, yang dapat memelihara kelestarian alam.

(39)

BAB IV VISI DAN MISI

4.1 Visi dan Misi Dinas Pendidikan 4.1.1 Visi

Terwujudnya Sumber Daya Manusia cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

4.1.2. Misi

KODE MISI

M1 Peningkatan Perluasan Akses Pendidikan pada Jenjang PAUD,

Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah dan Pendidikan Masyarakat

M2 Peningkatan Kualitas Pendidikan pada Jenjang PAUD, Pendidikan

Dasar, Pendidikan Menengah dan Pendidikan Masyarakat

4.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Pendidikan 4.2.1 Tujuan

T1 Meningkatkan Akses Layanan Pendidikan pada Jenjang PAUD,

Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah dan Pendidikan Masyarakat

T2 Meningkatkan Mutu Pendidikan pada Jenjang PAUD, Pendidikan

Dasar, Pendidikan Menengah dan Pendidikan Masyarakat

4.2.2 Sasaran

Untuk mencapai tujuan di atas perlu ditetapkan beberapa sasaran strategis untuk mengukur sejauhmana tujuan yang ditetapkan dapat dicapai. Sasaran strategis dari masing-masing tujuan yang telah ditetapkan di atas dapat dirumuskan sasaran strategis sebagai berikut:

KODE Sasaran

Strategis Indikator kinerja

ST1 Meningkatnya Akses Layanan Pendidikan - APK PAUD - APK SD/MI - APK SMP/MTs

(40)

- APK Non Formal - APS SD/MI - APS SMP/MTs - APS SMA/SMK/MA - APM SD/MI - APM SMP/MTs - APM SMA/SMK/MA

- Persentase desa minimal memiliki 1 lembaga PAUD

ST2 Meningkatnya

Kualitas Layanan Pendidikan

- Rata-rata lama sekolah - Harapan lama sekolah

- Persentase Guru PAUD berkualifikasi S1 PAUD - Persentase Guru SD/MI berkualifikasi S1

- Persentase Guru SMP/MTs berkualifikasi S1 - Persentase Guru SMA/SMK berkualifikasi S1

- Persentase Nilai Uji Kompetensi Guru PAUD memenuhi passing grade

- Persentase Nilai Uji Kompetensi Guru SD/MI memenuhi passing grade

- Persentase Nilai Uji Kompetensi Guru SMP/MTs memenuhi passing grade

- Persentase Nilai Uji Kompetensi Guru SMA/SMK memenuhi passing grade

- Persentase SD/MI yang memenuhi SPM - Persentase SMP/MTs yang memenuhi SPM - Persentase PAUD minimal terakreditasi B - Persentase SD minimal terakreditasi B - Persentase SMP minimal terakreditasi B - Persentase SMA/SMK minimal terakreditasi B - Persentase PKBM minimal terakreditasi B - Persentase LKP minimal terakreditasi B - Nilai rata-rata UASBN SD

- Nilai rata-rata ujian nasional SMP - Nilai rata-rata ujian nasional SMA - Nilai rata-rata ujian nasional SMK - Nilai Indeks Integritas UN SMP - Nilai Indeks Integritas UN SMA - Nilai Indeks Integritas UN SMK - Angka Putus SD

- Angka Putus SMP - Angka Putus SMA/SMK

- Persentase Sekolah Yang Menerapkan MBS SD - Persentase Sekolah Yang Menerapkan MBS SMP - Persentase Sekolah Yang Menerapkan MBS SMA/SMK

(41)

4.3 Strategi dan Kebijakan

1. Melanjutkan upaya pemenuhan hak penduduk untuk memperoleh akses pendidikan dijenjang PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Masyarakat dengan strategi sebagai berikut :

a) Penyediaan bantuan untuk penduduk kurang mampu melalui program Kartu sehat dan Pintar (Kaspin).

b) Penyediaan bantuan operasional Pendidikan (BOP) dalam menjamin kelangsungan proses kegiatan belajar dan operasional sekolah.

c) Penyediaan dan pembangunan ruang kelas tambahan untuk

meningkatkan daya tampung sekolah.

d) Peningkatan ketersediaan PAUD, SD, SMP dikecamatan-kecamatan

terutama ke desa-desa melalui pembangunan USB, RKB, Rehabilitasi Ruang kelas, terutama bagi daerah-daerah padat penduduk dan daerah yang masih terbatas ruang sekolah (Daerah 3T).

e) Membangun kerjasama dengan pihak swasta dalam keterlibatan

membantu menyediakan sarana pembelajaran.

f) Peningkatan pemahaman masyarakat pentingnya pendidikan untuk

mendorong partisipasi sekolah penduduk usia sekolah.

2. Meningkatkan mutu pendidikan PAUD melalui strategi :

a. Penguatan fungsi pengawas/penilik lembaga dalam memberikan pembinaan baik administrasi maupun SDM.

b. Memberikan pendidikan dan pelatihan bagi tenaga pendidik untuk meningkatkan kompetensinya.

c. Penerapan kurikulum berbasis karakter disemua lembaga. 3. Peningkatan kualitas pelayanan pendidikan melalui :

a. Peningkatan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) disemua lembaga dan jenjang pendidikan.

b. Peningkatan jumlah lembaga terakreditasi pada jenajng PAUD dan Pendidikan Dasar baik sekolah negeri maupun sekolah swasta.

c. Peningkatan kompetensi siswa sesuai minat bakat dibidang sains, olehraga dan seniPeningatan mutu, validitas dan kredibelitas penilaian hasil belajar siswa.

(42)

d. Peningkatan kualitas pembelajaran berkesinambungan melalui pemanpaatan hasil Ujian Nasional.

e. Penguatan pelaksanaan kurikulum.

f. Meningkatkan profesionalitas, kualitas, kompetensi guru melalui Uji Kompetensi Guru (UKG), diklat, peningkatn kualifikasi akademik, sertifikasi dan pengembangan professional berkesinambungan (PPB). g. Meningkatkan ketersediaan sarana prasarana terutama perpustakaan,

berbagai jenis laboratorium, buku-buku pelajaran dan sarana pendukung lainnya.

h. Penguatan proses akreditasi satuan pendidikan.

4. Peningkatan pengelolaan pendidikan yang profesional, akuntabel dan efisien dengan strategi sebagai berikut :

a. Penguatan peran Komite sekolah dalam menyusun, melaksanakan dan mengawasi kegiatan operasional sekolah.

b. Penguatan kemampuan manajerial Kepala Sekolah dalam mengelola kegiatan operasional sekolah.

c. Penguatan kerjasama dengan masyarakat.

d. Penguatan penyampaian informasi melalui penyampaian informasi terkait pelaksanaan manajemen sekolah.

(43)

Tabel 4.1

Tujuan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan SKPD berdasarkan IKU

Dinas Pendidikan

Kabupaten Tanah Bumbu

Tahun 2016 s.d 2021

No TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN

TARGET KINERJA SASARAN PADA TAHUN KE-Kondisi awal (2015) 2016 2017 2018 2019 2020 2021 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 1 a. - Meningkatkan Akses Pendidikan Meningkatnya Akses Layanan Pendidikan 1. APK PAUD 59,81 60,52 65,99 68,50 72,93 75,72 78,00 b. 2. APK SD/MI 117,10 117,18 117,22 117,44 117,52 117,58 117,60 c. 3. APK SMP/MTs 93,01 94,20 95,52 96,22 97,45 98,25 100,00 d. 4. APK SMA/SMK/MA 72,23 72,50 75,21 80,21 85,21 90,40 100.00

e. 5. APK Non Formal

82,61 91,72 93,34 94,96 96,58 98,20 99,81 f. 6. APS SD/MI 99,35 99,45 99,55 99,65 99,75 99,80 100,00 g. 7. APS SMP/MTS 73,64 77,89 82,24 86,46 88,97 93,61 97,28 h. 8. APS SMA/SMK/MA 61,15 64,75 73,51 76,31 82,35 88,21 90,50

(44)

No TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN

TARGET KINERJA SASARAN PADA TAHUN KE-Kondisi awal (2015) 2016 2017 2018 2019 2020 2021 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) 2. i. 9. APM SD/MI 99,35 99,40 99,45 99,50 99,55 99,60 100,00 j. 10.APM SMP/MTs 73,64 75,21 77,59 79,06 81,58 83,04 85,00 k. 11.APM SMA/SMK/MA 60,54 60,05 65,21 69,23 73,00 76,21 80,00

l. 12.Persentase desa minimal

memiliki 1 lembaga PAUD 91,28 93,29 93,96 95,30 96,64 97,99 100,00 m. - Meningkatkan

Mutu Pendidikan

Meningkatnya Kualitas Layanan Pendidikan

1. Rata-rata lama sekolah

7,38 8,78 9,58 10,38 11,18 11,98 12,00

1.2. 2. Harapan sekolah

11,2 11,38 11,52 11,72 11,91 12,07 12,25

3.4. 3. Persentase Guru PAUD

berkualifikasi S1 PAUD 41,57 51,31 61,05 70,79 80,52 90,26 100,00

4.5. 4. Persentase Guru SD/MI

berkualifikasi S1 79,29 82,74 86,19 89,65 93,10 96,55 100,00

6.7. 5. Persentase Guru SMP/MTs

berkualifikasi S1 93,47 94,56 95,65 96,74 97,82 98,91 100,00

8.9. 6. Persentase Guru SMA/SMK

berkualifikasi S1 98,29 98,61 98,73 98,89 99,10 99,24 100,00

10.11. 7. Persentase Nilai Uji Kompetensi

Guru PAUD memenuhi passing grade

59,10 65,92 72,73 79,55 86,37 93,18 100,00

4. 5. 8. Persentase Nilai Uji

(45)

No TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN

TARGET KINERJA SASARAN PADA TAHUN KE-Kondisi

awal (2015)

2016 2017 2018 2019 2020 2021

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)

6. 7. 9. Persentase Nilai Uji Kompetensi

Guru SMP/MTs memenuhi passing grade

60,49 70,41 76,33 82,25 88,16 94,08 100,00

8. 9. 10.Persentase Nilai Uji Kompetensi

Guru SMA/SMK memenuhi passing grade

64,06 71,20 78,00 85,00 90,00 95,00 100,00

5.6. 11. Persentase SD/MI yang

memenuhi SPM 0 80,00 85,00 90,00 95,00 100,00 100,00

12.13. 12. Persentase SMP/MTs yang

memenuhi SPM 0 80,00 85,00 90,00 95,00 100,00 100,00

14.15. 13. Persentase PAUD minimal

terakreditasi B 23,2 29,63 38,29 45,91 50,31 58,62 75,00 16.17. 14. Persentase SD minimal terakreditasi B 48,19 54,14 63,64 71,52 79,01 87,01 100,00 14.15. 15. Persentase SMP terakreditasi minimal B 50,00 58,33 66,67 75,00 83,33 91,67 100,00 16.17. 16. Persentase SMA/SMK terakreditasi minimal B 58,82 62,31 65,80 69,29 72,78 76,27 79,76 18.19. 17. PKBM yang terakreditasi 0 1 3 5 7 9 12

16.17. 18. Lembaga kursus dan Pelatihan

yang terakreditasi 0 0 1 2 3 4 5

12.13. 19. Nilai rata-rata ujian SD 69,58 70,00 71,50 72,00 73,00 74,50 75,00

18.19. 20. Nilai rata-rata ujian SMP

56,77 58,41 60,05 61,70 63,34 64,99 65,00

20.21. 21. Nilai rata-rata ujian SMA

57,41 59,11 62,00 64,20 68,80 72,00 75,00

22.23. 22. Nilai rata-rata ujian SMK

(46)

No TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN

TARGET KINERJA SASARAN PADA TAHUN KE-Kondisi

awal (2015)

2016 2017 2018 2019 2020 2021

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)

24.25. 23. Nilai Indeks Integritas UN

SMP 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

26.27. 24. Nilai Indeks Integritas UN

SMA 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

28.29. 25. Nilai Indeks Integritas UN

SMK 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

30.31. 26. Angka Putus SD 0,16 0,08 0,09 0,08 0,05 0,05 0,00

32.33. 27. Angka Putus SMP 0,41 0,39 0,29 0,20 0,14 0,05 0,00

34.35. 28. Angka Putus SMA/SMK 0,81 0,70 0,61 0,51 0,40 0,30 0,00

36.37. 29. Persentase sekolah yang

menerapkan MBS SD 36,05 40,00 45,00 50,00 55,00 60,00 65,00

38.39. 30. Persentase sekolah yang

menerapkan MBS SMP 46,98 50,00 55,00 60,00 65,00 70,00 75,00

26.27. 31.Persentase sekolah yang

(47)

BAB V

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF

Untuk merealisasikan tujuan dan sasaran-sasaran melalui strategi dan kebijakan ditetapkan beberapa program dan kegiatan berdasarkan skala prioritas. Secara garis besar, ada beberapa program yang ditetapkan antara lain:

1. Program pelayanan administrasi perkantoran. 2. Program peningkatan sarana dan prasarana. 3. Program peningkatan disiplin aparatur.

4. Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur. 5. Program pendidikan anak usia dini.

6. Program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun. 7. Program pendidikan menengah.

8. Program pendidikan non formal. 9. Program pendidikan luar biasa.

10. Program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan. 11. Program manajemen pelayanan pendidikan.

Program-program kerja di atas dijabarkan dalam rincian kegiatan dengan estimasi capaian-capaian kegiatan yang diinginkan selama 5 (lima) tahun. Untuk lebih jelasnya detail dari program dan capaian kegiatan, dengan beberapa indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif, dapat dilihat pada tabel-tabel berikut.

(48)

TABEL 5.1

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA UTAMA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF TAHUN 2016-2021

Tabel 5.1.1. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN

No PROGRAM/KEGIATAN CAPAIAN KEGIATAN KET

2016 2017 2018 2019 2020 2021

1 PROGRAM PELAYANAN ADMINISTRASI PERKANTORAN

1. Penyediaan Jasa Komunikasi. Sumber Daya Air dan Listrik 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 2. Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional 109 unit 109 unit 109 unit 109 unit 109 unit 109 unit

3. Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan

4. Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor 500 item 500 item 500 item 500 item 500 item 3000 item

5. Penyediaan ATK (Kantor Disdik) 3600 item 3600 item 3600 item 3600 item 3600 item 1800 item

6. Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan 201500 item 201500 item 201500 item 201500 item 201500 item 1007500 item 7. Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor 300 item 300 item 300 item 300 item 300 item 1500 item

8. Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor 500 item 500 item 500 item 500 item 500 item 2500 item

9. Penyediaan makanan dan minuman 2500 kotak 2500 kotak 2500 kotak 2500 kotak 2500 kotak 12500 kotak

10. Rapat-rapat kordinasi dan konsultasi ke luar daerah 200 kali 200 kali 200 kali 200 kali 200 kali 1000 kali

11. Penyediaan Jasa Non PNS 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan 12 bulan

12. Rapat-rapat koordinasi ke dalam daerah (Kantor Disdik) 700 kali 700 kali 700 kali 700 kali 700 kali 3500 kali

2 PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR

1. Pengadaan peralatan gedung kantor 5 item 5 item 5 item 5 item 5 item 5 item

2. Pengadaan Meubelair 20 item 20 item 20 item 20 item 20 item 20 item

3. Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional 108 unit 108 unit 108 unit 108 unit 108 unit 108 unit

4. Pembangunan gedung kantor 1 unit 9 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit

5. pengadaan Kendaraan dinas/operasional 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit

6. Pemeliharaan rutin/berkala peralatan gedung kantor 30 unit 30 unit 30 unit 30 unit 30 unit 30 unit

(49)

1. Pengadaan pakaian khusus/ hari-hari tertentu 221 set 6221 set 221 set 221 set 221 set 221 set

4 PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA APARATUR

1. Bimbingan teknis implementasi peraturan perundang-undangan 3 kali 3 kali 3 kali 3 kali 3 kali 3 kali

2. DaftarUsul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) Jabatan Fungsional Guru 700 orang 2510 orang 2510 orang 2510 orang 2510 orang 2510 orang

5 PROGRAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

1. Pembangunan gedung sekolah 1 unit 1 unit

2. Penambahan ruang kelas sekolah 1 ruang 4 ruang 5 ruang 5 ruang 5 ruang 5 ruang

3. Penambahan ruang guru sekolah 2 ruang 2 ruang 2 ruang 2 ruang 2 ruang

4. Pembangunan taman, lapangan upacara dan fasilitas parker 3 paket 4 paket 4 paket 4 paket 4 paket 5 paket 5. Pembangunan jaringan instalasi listrik sekolah dan perlengkapannya 3 paket 2 paket 2 paket 2 paket 2 paket

6. Pembangunan sarana air bersih dan sanitary 5 unit 5 unit 5 unit 5 unit 5 unit

7. Pengadaaan alat praktik dan peraga siswa 40 set 40 set 40 set 40 set 40 set 40 set

8. Pengadaan mebeluer sekolah 72 set/buah 72 set/buah 72 set/buah 72 set/buah 59 set/buah

9. Rehabilitasi sedang/berat bangunan sekolah 2 ruang 2 ruang 2 ruang

10. Pelatihan kompetensi tenaga pendidik 120 orang 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang 100 orang

11. Penyelenggaraan pendidikan anak usia dini 15 lembaga 15 lembaga 16 lembaga 17 lembaga 18 lembaga 18 lembaga 12. Pengembangan data dan informasi pendidikan anak usia dini 316 lembaga 317 lembaga 318 lembaga 319 lembaga 319 lembaga 320 lembaga 13. Pengembangan kurikulum. bahan ajar dan model pembelajaran pendidikan anak

usia dini 120 orang 120 orang 120 orang 120 orang 120 orang 120 orang

6 PROGRAM WAJIB BELAJAR PENDIDIKAN DASAR SEMBILAN TAHUN

1. Pembangunan gedung sekolah 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit

2. Pembangunan rumah dinas kepala sekolah, guru, penjaga sekolah 2 unit 2 unit 1 unit 1 unit 2 unit

3. Penambahan ruang kelas sekolah 42 ruang 18 ruang 14 ruang 16 ruang 14 ruang 14 ruang

4. Penambahan ruang guru sekolah 11 ruang 13 ruang 10 ruang 12 ruang 10 ruang 9 ruang

5. Pembangunan taman, lapangan upacara dan fasilitas parkir 27 paket 17 paket 17 paket 17 paket 17 paket 17 paket

6. Pembangunan Perpustakaan Sekolah 1 unit 21 unit 22 unit 22 unit 22 unit 11 unit

7. Pembangunan jaringan instalasi listrik sekolah dan perlengkapannya 2 paket 1 paket 1 paket 1 paket 1 paket

(50)

10. Pengadaan meubeler sekolah 1321 set 1500 set 1500 set 1500 set 1500 set 1500 set 11. Rehabilitasi sedang/berat rumah dinas kepala sekolah, guru, penjaga sekolah 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit

12. Rehabilitasi sedang/berat ruang kelas sekolah 4 ruang 56 ruang 56 ruang 56 ruang 56 ruang 21 ruang

13. Rehabilitasi sedang/berat perpustakaan sekolah 2 unit 2 unit 2 unit 2 unit 2 unit

14. Rehabilitasi sedang/berat sarana air bersih dan sanitary 5 unit 5 unit 5 unit 5 unit 5 unit

15. Pelatihan Penyusunan Kurikulum 386 orang 386 orang 386 orang 386 orang 386 orang 386 orang

16. Penyelenggaraan Paket A setara SD 160 wb 200 wb 200 wb 100 wb 100 wb

17. Penyelenggaraan Paket B setara SMP 200 wb 240 wb 240 wb 120 wb 120 wb

18. Pembinaan minat. bakat dan kreativitas siswa 5 cabang 11 cabang 11 cabang 11 cabang 11 cabang 11 cabang 19. Pengembangan materi belajar mengajar dan metode pembelajaran dengan

menggunakan teknoogi informasi dan komunikasi 80 orang 80 orang 80 orang 80 orang 80 guru

20. Penyebarluasan dan sosialisasi berbagai informasi pendidikan dasar 249 sekolah 292 sekolah 292 sekolah 292 sekolah 292 sekolah 292 sekolah 21. Penyelenggaraan Akreditasi Sekolah Dasar 68 sekolah 56 sekolah 56 sekolah 56 sekolah 56 sekolah 56 sekolah

22. Monitoring. Evaluasi dan Pelaporan 2 dokumen 2 dokumen 2 dokumen 2 dokumen 2 dokumen 2 dokumen

23. Ujian Nasional Pendidikan Dasar Sembilan tahun 4878 siswa 5383 siswa 5900 siswa 6490 siswa 7139 siswa 7852 siswa

24. Peningkatan Mutu SMP 1 paket 1 paket 1 paket 1 paket

25. Ujian sekolah SD/MI 5850 siswa 6435 siswa 7078 siswa 7785 siswa 8563 siswa 9419 siswa

26. Pembangunan Gedung Sekolah (SMP) 2 unit 1 unit 1 unit 1 unit

27. Pembangunan rumah dinas kepala sekolah, guru, penjaga sekolah (SMP) 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit

28. Penambahan Ruang Kelas (SMP) 11 ruang 20 ruang 20 ruang 20 ruang 20 ruang 20 ruang

29. Pembangunan Kantor Guru (SMP) 2 ruang 8 ruang 8 ruang 8 ruang 8 ruang 8 ruang

30. Pembangunan Taman, Lapangan Upacara dan Fasilitas Parkir (SMP) 8 paket 5 paket 5 paket 5 paket 5 paket 5 paket

31. Pembangunan Perpustakaan Sekolah (SMP) 4 unit 4 unit 4 unit 4 unit 4 unit

32. Pembangunan ruang serba guna/aula (SMP) 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 2 ruang

33. Pembangunan Laboratorium (SD) 1 ruang 1 ruang 1 ruang

34. Pembangunan Laboratorium (SMP) 11 unit 11 unit 11 unit 11 unit 11 ruang

35. Pembangunan sarana air bersih dan sanitary (SMP) 2 unit 13 unit 13 unit 13 unit 13 unit 13 unit

Gambar

Tabel 2.3 Data Pokok SD/MI
Tabel 5.1.1. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN
TABEL 5.1.2. INDIKATOR KINERJA
TABEL 5.1.3. PENDANAAN INDIKATIF

Referensi

Dokumen terkait

Apabila nilai euro kuat dan juga terdapat kebijakan yang efisien untuk menangkal krisis terjadi, maka hal ini tidak akan mempengaruhi krisis utang lebih

Peraturan yang dinyatakan dalam Kod Pematuhan memberikan garis panduan untuk tatatertib pekerja Würth Group.Dalam situasi tertentu semasa kerja seharian kita, kita sering

Database adalah susunan record data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode

Penambangan yang paling sederhana dan karena itu dapat diusahakan secara perorangan atau keluarga, ialah penggalian tanah untuk bahan mentah dalam pembuatan genting, bata dan

Analisis Kesalahan Bahasa dalam Tajuk Rencana Harian Kompas; Luluk Ulfa Hasanah; 100110201013; 2014; 105 halaman; Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra

Untuk memperkuat aplikasi akumulasi aset keuangan seperti kelompok orang kaya sehingga menambah arus kas masuk, perlu juga memahami siklus keuangan menurut Masassya,

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah kualitas produk, harga, dan isi extra berpengaruh positif