PERTEMANAN
Tokoh : 1. Adinata sebagai Pak
Kuswara
2. Ari
PERTEMANAN
Pagi yang cerah, Ari, Gracia, Nela, Wiwin, dan Devi berjalan bersama disekolah melewati lorong kelas sambil berpegangan tangan . Sambil tersenyum dan bercanda. Mereka bagaikan langit dan bumi yang tidak akan terpisah. Wiwin : “Hai!”
Ari : “Hai, selamat pagi semua!” Gracia : “Pagi juga, apa kabar?” Nela : “Baik, kalau kalian?” Devi : “Baik”
Gracia & Nela : “Baik juga” (sambil berjalan ke kelas berpegangan tangan) (Pak Kuswara masuk dengan membawa buku)
Sambil dipimpin oleh Wiwin, sang ketua kelas, mereka berdoa dengan tenang. Selesai berdoa Wiwin & Ari dipanggil oleh Pak Kuswara.
Pak Kuswara : “Maggie dan Angela , mohon kesini!” Ari : “Ayo Wiwin!”
Wiwin : “Iya, ayo!”
Ari & Wiwin : “Iya Pak Kuswara, ada apa?”
Pak Kuswara : “Kalian terpilih untuk mewakili sekolah ini untuk mengikuti lomba tingkat Kabupaten”
Ari : “Lomba apa Pak?”
Pak Kuswara : “Untuk Ari lomba mata pelajaran.” Ari : “Oke Pak!” (sambil tersenyum senang) Wiwin : “Kalau saya Pak?”
Pak Kuswara : “Dan untuk Wiwin lomba alat musik, yaitu keyboard” Wiwin : “Baik Pak!” ( Dalam hati berkata “ Yes!“ )
Wiwin : “Eh, tahu gak? Kita tadi di kasih tau sama Pak Kuswara, katanya kita berdua terpilih untuk mewakili sekolah”
Nela : “Gitu aja bangga!” (sambil menatap sinis Ari & Wiwin) Devi : “Iya betul, Cuma gitu aja bangga banget.”
Gracia : “Iya, kan cuma tingkat kabupaten doang!”
Wiwin : “Ya gak apa-apa kan ,kan lombanya antar sekolah.” Ari : “Iya, kan lomba itu seru ”
Hal yang menurut Gracia, Devi, dan Nela sombong itu, membuat perpecahan pada ke-lima orang itu. Gracia, Devi, dan Nela tak lagi menyapa Ari & Wiwin, begitu pula sebaliknya.
Pak Kuswara, sekaligus kepala sekolah mereka melihat kejadian itu. Gracia & Wiwin selalu cuek pada Ari & Wiwin. Melihat hal itu, Pak Kuswara berusaha membuat kelompok belajar. Tetapi sayangnya, banyak siswa yang tidak setuju. Nela : “Huh, memang mereka doang yang bisa ikut lomba?” ( sambil menatap sinis Wiwin dan berkata dengan nada yang tinggi “Aku juga bisa!”) Gracia : “Iya kita kan juga bisa!”
Devi : “Iya, kita juga bisa kayak gitu doing”
Ari &Wiwin yang ada di dekatnya mendengar perkataan mereka.
Ari : (Membisiki Wiwin) “Mag, kayaknya mereka berdua musuhin kita deh?”
Wiwin : (sambil menjawab dengan bisikan) “Iya, sepertinya mereka tidak suka sama kita deh, gara-gara kita ikut lomba.”
Paginya mereka bertemu, tetapi saling cuek. Pak Kuswara memberitahukan kepada semua siswa di kelas bahwa Ari & Wiwin besok akan mengikuti lomba tingkat Kabupaten dan seluruh siswa di dalam kelas di suruh untuk bertepuk tangan. Hal itu membuat Gracia & Nela semakin iri.
Pak Kuswara : “ Ari & Wiwin, mohon untuk maju ke depan.” Ari & Wiwin : “Ya, Pak”
Gracia, Devi, dan Nela : “Iya Pak.” (dengan nada tidak bersemangat) Wiwin : “Terima Kasih.”
Ari : “Terima Kasih Pak!!“
Dengan tersenyum senang Ari & Wiwin duduk kembali ke tempat duduknya. Tetapi mereka juga gelisah, bagaimana cara agar mereka ber-empat kembali bersahabat.
Nela : “Ihh, nyebelin banget deh, mereka paling menonjol di kelas kita.”
Gracia & Devi : “Iya, udah jadi ketua kelas dan wakil kelas lagi.” Nela : “Tapi gw kasihan juga sih.”
Gracia : “Sama gw juga, gimana kalau kita minta maaf?”
Devi : “Hhmm, gk usah itu mah biarin mereka aja yang minta maaf ke kita!!”
Nela : “Iya, betul juga tuh rencananya.”
Pagi itu adalah hari untuk Ari & Wiwin lomba, mereka memutuskan untuk memberi surat untuk Gracia, Devi, dan juga Nela, yang bertuliskan :
(temanku yang baik, maafkan kita ya! Kita mengaku salah kok. Semua ini hanya salah paham.) Dari : Ari & Wiwin
Wiwin : “Ayo cepat, berikan surat itu pada laci meja mereka!” Ari : “Iya, iya tunggu sebentar!”
Wiwin : “Yuk kita ke mobil!” Ari : “Yuk!”
Setelah Ari & Wiwin masuk ke mobil, Gracia, Devia, dan Nela pun masuk ke kelas.
Gracia & Nela : “ Apa ini? Jangan- jangan surat dari Ari & Wiwin?” Devi : “Apa benar ini dari mereka ber-dua??”
Gracia : (sambil membaca surat) “Iya ini dari mereka!” Gracia : “Sekarang kita maafkan mereka.”
Nela : “Iya.”
Saat istirahat, Ari & Wiwin kembali ke sekolah. Gracia, Devi, dan Nela langsung memeluk mereka. Ari & Wiwin langsung meluruskan kesalah pahaman yang terjadi diantara mereka ber-empat.
Ari : “Kami berdua minta maaf ya!“
Nela : “Enggak Ari, kita berdua yang salah. Kita berdua udah jauhin kalian karena kita berdua iri sama kalian.
Gracia : “Iya Ari, kita memang salah jadi maafkan kita ya!“ Wiwin : “Kita udah maafin kalian kok!“
Ari : “ Iya.“
Wiwin : “Jadi kita tetep temenan kan?“ Gracia, Devi, dan Nela: “ Iyalah pasti! “
Ari : “Yeee… kita udah temenan lagi!” (sambil berteriak agak keras)
Nela & Devi : “Oh iya, kalian dapat juara berapa? “ Wiwin : “Kita berdua dapat juara 1.“
Ari : “Iya kita berdua dapat juara 1.“
Nela & Devi : “Kalian hebat ya!, Gak percuma kita temenan sama kalian, hehehe…“
Gracia : “Iya, ternyata temen-temenku pintar juga ya!“ Nela & Devi : “Iya.“