• Tidak ada hasil yang ditemukan

View of Sastra Indonesia di Italia 119 1 10 20171017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "View of Sastra Indonesia di Italia 119 1 10 20171017"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

son was put in a basket. When the baby cried, then came si Belang to give his saliva on the baby's mouth. Ronggur and Tio could do nothing, except waited for their death.

Meanwhile, Ronggur's ather's friend went outside the village to persuade people who had been banished from the tribe to help Ronggur to run away to the "new world" to have a better life. At night, these people came, killed the guards, and released Ronggur and Tio. Then, they ran away uphill to the new world. When the villagers knew that Ronggur and Tio escaped, they immediately chased them. On the way Ronggur made them follow him until they reached the new land. Sometimes they fought, but Ronggur won. At last, people who chased him realized that Ronggur indeed ound the new world.

Sastra Indonesia di Italia

S. Faizah Soenoto Rivai

Universita degli Studi di Napoli "L 'Orienlale"

Abstract:

Even though the Indonesian Language and Cultural Studies opened oficially only in 1964, the tradition of studying Indonesia in general has long been an exotic 'hobby' for many Italians. Since a long time ago everything related with the 'Malay world' has been considered attractive. We are not only talking about the 20th century, but long beore that. We should go back to the time the Italian explorers had their jouneys in the Indonesian archipelago. The history of Italian exploration proves that the archipelago is not new to Italy. In their explorations, they showed their interests in local cultures, including language and traditional works of literature such as pantun. The vocabulary list of A. Pigafetta ( 1512) is considered as the irst 'dictionary' of Malay language in the western world. While E. Modigliani, in his time, already discussed about the Malay traditional poetry, panlun.

In contrast to that, unfortunately, nowadays only a ew contemporary works of Indonesian literature have been translated to Italian, three novels and some po­ ems. The main reason for this is the fact that inding a publisher who is willing to publish such translations is not easy.

Key words: language, translation, Indonesian literature, Indonesian studies.

K

arya sastra Indonesia yang diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa asing sudah cukup banyak. Bagaimana dengan terjemahan ke dalam bahasa Italia?

Sampai sekarang, selain beberapa puisi dalam bentuk lepas, hanya ada

3 karya sastra yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Italia. Jalan

tak ada ujtmg, karya Mochtar Lubis ialah karya sastra Indonesia yang

(2)

oleb L. Santa Maria1 dengan judul "La strada se11za.i11e".2 Yang patut dicatat tentunya bahwa roman ini diterjemahkan dari bahasa aslinya, Bahasa Indonesia. Hampir 35 tahun kemudian, pada tahun 1999, baru terbit terjemahan roman Indonesia yang kedua, Bumi Ma1111sia karya Pramudya Ananta Toer, dengan judul Questa terra dell'twmo. 1 Bumi MamJS1a karya Pranudya yang terbit tahun 1975 ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Max Lane (This Earth of Mankin) pada tahun 1990. Dari terjemahannya dalam bahasa !nggris inilah kcmudian diterjemahkan ke dalam bahasa Italia pada tahun 1999. Jadi Questa terra de/l'uomo diterjemabkan dari bahasa lnggris olch E. Mannucci. Demikian pula karya selanjutnya Auak semua ba11gsa (/979) yang dialihbahasakan oleh pcnerjemah yang sama, dari Child of ul/ Nativns (1991), terjemahan Max Lane. Roman ini terbit dalam bahasa Italia pada tahun 2000 dengan judul Figlio di tutti i popoli.4

Sebenarnya banyak usaha para pencinta sastra Indonesia sepcrti Emanuele Giordana, Guido Corradi dan Giulio Soravia pencinta dan peneliti studi Indonesia yang sudah mengusahakan untuk membuat terjemahan seri "Buru Quartet" Pramudya, tetapi mereka mengalami kesulitan mencari percetakan yang bersedia menerbitkannya.

Sastra Indonesia, dalam Studi Indonesia di Italia sebenamya sudah cukup lama dikenal, dibicarakan, dianalisis dan diterbitkan dalam ben­ tuk makalah dan artikel ilmiah. Sastra Indonesia, juga sudah tcrcantum dalam beberapa ensiklopedia Italia baik tentang karya sastranya mau pun tokoh sastranya. L. Santa Marias dan S. Faizah Soenoto6 telah tu rut mengisi beberapa ensiklopedia sastra dalarn bahasa Italia. Jauh sebelum itu pada tahun 1933-1938, ketika G. Prampolini menerbitkan karya monumentalnya Sejarah Kesusastraan Dunia,7 yang kemudian dalam

edisi ke

m

(1959-1961) ditambahkannya dengan Sastra Melayu Klasik, Prof Santa Maria, Luigi, Guru Besar Bahasa dan Sastra Indonesia di Universita degli Stud, di Napoli "L'Orientale ( 1969-1996)

Santa Maria, Luigi, La sirada senzaine, JSTITUTO P£R L 'ORIENT£, Roma, 196S Mannuci, Erica, Quesla lerra dell'uomo, ii SAGG!ATORE, Milano, 1999 Mannuci, Enca, F,g!,o d, lulli popol,, ii SAGGIATORE, Milano, 2000

Dizionario de1 Capolavori contribut1 al Grande Dizionario Enc1cloped1co suite lct­ terature indonesiana, malcse classica, malese modema e giavancse, UT£T, Vol. I, 11, Ill, ronno, 1987

Dizionario BOMPIANI dclle Operc c dei Personaggi, BOMPIANI, RCS L1bri, Nuova

ed., Milano 200S

Prampohni, Giacomo , Siona Universale deUe le11era111re, ed Ill, I 9S9-1961

Sastra Indonesia dan Sastra Jawa, sebanyak 35 halaman. Kemudian Prampolini juga menerbitkan 50 pantun Indonesia dalam dwibahasa, bahasa Indonesia dan bahasa Italia, Ci11qua11ta Palltun lndo11esia11i, dalam sebuah "buku-mini" yang ekslusif, karena dikemas dengan sangat cantik, bersampul batik sutra dan hanya literitkan dalam jumlah yang sangat terbatas.8

Mengapa sastra Indonesia masih belum berhasil menembus pasaran dan minat baca orang Italia? Sebuah tulisan penah diterbitkan dalam harian L 'Unita-22 Maret 1999,9yang memuat ulasan tentangPramudya Ananta Toer pada kesempatan terbitnya buku Questa terra dell'Uomo. Artikel itu ditulis oleh para peminat sastra Indonesia, yang menyebut­ kan betapa sulitnya mencari penerbit yang bersedia menerbitkan karya sastra Indonesia.

Bahasa dan Sastra Indonesia di Italia

Bahasa dan Sastra Indonesia, sebagai disiplin dalam kurikulum studi di Universitas telah masuk dengan resmi sejak tahun 1964 atas prakarsa Prof. Alessandro Bausani10 di Fakultas Sastra dan Filsaat, Universita

Orientate Napoli (sekarang nama universitas ini menjadi Universita degli Studi di Napoli "L'Orientale"), di Italia Selatan. Demikian pula beberapa buku teks untuk studi Bahasa dan Sastra Indonesia telah diterbitkan, m isalnya buku teks tentang sastra Le Letterature de/ Sud-Est Asiatico, 11

karya A. Bausani yang memuat panorama sastra Asia Tenggara. Di da­ lamnya memuat juga sastra Jawa, sastra Melayu Klasik, sastra Indonesia

(Modem) dan Melayu Modern (Malaysia) dan Note su/la struttura de/fa hikayat classica malese.11 L. Santa Maria menerbitkan

JI .iore de/la letteratura malese e indonesiana, 13 semacam "bunga rampai" sastra

Prampolini, Giacomo, Cinquanta pan/Un, Milano, 1963.

G1ordana, Emanuele, L'avvcntura di uno scnttore liero in Indonesia, PramudyaAnanra Tocr, L 'UNITA ·, 22 marzo 1999.

10 Prof.Bausani, Alessandro, Guru Besar Bahasa dan Sastyra Persia dan lslan1ologi di

Universita degh Stud, d1 Nalopo "L'Onentale"

" Bausani, A., le Leuerature def S11d-Es1 As1a1ico, SANSONJ-ACCADEMIA,, Fircnze­

Milano, 1970

11 Bausani, A, Note suUa s1ru1111ra deUa hik

at classica malese, ANNAL! !VO. N.S. XII, Napoli, 1962

(3)

Melayu dan Indonesia yang dikelola bersama dengan A. Bausani. Santa Maria juga menerbitkan "II racconto breve nella Modema Letteratura

Indonesiana "14 (Cerita pendek dalam Sastra Indonesia Modem) dan sebuah artikel tentang kesusastraan Indonesia modem, La Letteratura

Indonesiana.15 Selain berupa buku teks, kedua pakar studi Indonesia ini

banyak menerbitkan berbagai tulisan, baik berupa buku mau pun artikel dalam majalah-majalah ilmiah di Italia dan di luar Italia. Tulisan -tulisan tersebut meliputi berbagai disiplin ilmu terutama bidang linguistik, ilologi, sejarah, politik, antropologi dan studi Melayu Klasik. Penulis sendiri telah menerbitkan antara lain// Romanzo Popolare Judonesiano

d'Anteguerra16 dan II problema de/la periodizzazione de/la letteratura

indo11esi01ia.11

Satu hal yang patut diketahui juga ialah bahwa pada awal mulanya studi Indonesia di Italia banyak dilakukan oleh perorangan, jadi tidak selalu di bawah naungan lembaga ilmiah. Demikian pula pada mulanya Prof. Ales­ sandro Bausani Guru Besar lslamologi dan Bahasa dan Sastra Persia di Universitas Orienta le Napoli ini mengawali stud in ya tentang dunia Melayu­ Indonesia sebelum menjadi guru besar di Universita degli Studi di Napoli "L'Orientale" di kota Napoli dan kemudian di Universitas La Sapienza di Roma. Salah satu karya tulisnya yang dikenal di seluruh dunia ialah "The First Italian-Malay Vocabulary by Antonio Pigafetta". 18 Daftar kata yang dibuat oleh Antonio Pigafetta dari kota Vicenza di Italia Utara (yang mengikuti perjalanan keliling dunia pertama dengan Magelhaens) ini telah dianggap sebagai "kamus" Melayu-Eropah yang pertama di dunia.

Hal yang sama telah dilakukan pula oleh Prof. L. Santa Maria yang termashur dengan adikaryanya "I prestiti portoghesi nel malese-i11do11e­

sia110" 19

, sebuah buku tentang kosa kata bahasa Portugis dalam Bahasa Indonesia. Menyusul setelah kedua pakar di atas dapat kita catat generasi " Santa Maria, L., "JI racconto breve ne//a Moderna Lelleratura Jndonesiana "ANNALJ

JUO, NS vol.XIII, Napoli, 1963.

u Santa Mari, L., la Letteratura lndonesiana, ACCADEIA NA ZION ALE DEi LINCEI, Roma 1974.

16 Soenoto, S. Faizah R., "II Romanzo Ppolare d'Anteguerra ", ANNAL! IUO, Napoli,

1976, supplemento 8.

17 Senoto, S. Faizah R., "II problema della periodizzazione de/la lettera/ura indone­ siana", ANNAL! IUO, vol. 30 N. S. XV, Napoli, 1970.

18 Bausani, A., "The irst Italian-Mal

y Vocabulay by Antonio Pigajella ", EAST and ST, N.S vol II, Rome, I 960.

19 Santa Maria, L., 1 prestiti portoghesi ne/ malese-indonesiano, IUO, Napoli, 1967.

kemudian yang melakukan penelitian dan menulis tentang Indonesia ialah Prof. Giulio Soravia, dosen linguistik dari Universita degli Studi di Bologna, di Italia Tengah yang menyumbangkan karyanya untuk Studi Indonesia, misalnya dengan ulasan etnolinguistik tentang bahasa Gayo Aceh20 , menerbitkan buku tentang dongeng-dongeng dari lndonesia21 dan kamus kecil dwibahasa ltalia-Melayu/Indonesia- Melayu/Indonesia­ ftal i. 22 Di bidang sastra Sora via tel ah memberikan kontribusinya dengan menerbitkan ulasan tentang 4 penyair Indonesia, Sitor Situmorang, Toeti Heraty, Rendra dan Sutardj i Calzoum Bachri dalam In forma di parole. 13 Dalam terbitan ini,juga dimuat beberapa puisi terpenting mereka dengan terjemahannya dalam bahasa Italia.

Banyak peneliti lainnya yang menekuni studi Indonesia dalam ber­ bagai cabang ilmu seperti Pietro Scarduelli (antropologi-etnologi) dari Universitas Milano, Vito di Bernardi (Teatre klasik dan moden)24 dari Universitas Siena dan Giuliano Giuriati (musikologi) dari Universitas La Sapienza Roma, Giuliana Malpezzi dan Guido Corradi dari Centro di Cultura Italia Asia "G. Scalise" dan Is-1.A.O. Milano. Menyusul peneliti muda lainnya seperti Antonia Soriente (linguistik) yang sedang bekerja dengan Jnstitut Max Planck di Jakarta, Silvia Yignato (antrop­ ofogi) dari University of Milano "Bicocca". Akhinya generasi termuda - umumnya mereka yang baru selesai S-3 -turut memberikan kontribusi mereka dengan meneruskan penelitian untuk studi Indonesia di bidang masing-masing dengan catatan babwa mutu dan kesungguhan mereka patut diandalkan dan di tangan merekalab masa depan studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Italia.

Selain tulisan yang sudah diterbitkan, mungkin patut juga disebutkan, beberapa terjemahan yang tidak/belum diterbitkan, dengan pen uh harapan bahwa mungkin suatu hari akan dapat juga diterbitkan. Tulisan dan/atau

20 Saravia, Giulio,

How animals speak in Gayo, ANNAL! DI CA' FOSCARJ, XXXI, 3, Venezia, 1992.

21 Soravia, Giulio,

Fiabe lndonesiane, ARCANA, Editrice, Padova, 1996

" Soravia, Giulio, Dizionario Italiano-Malese/lndonesiano - Malese/lndonesiano-Ita­ liano, AVALLARDJ, Milano, 1995

>l Soravia, Giulio, Poe Ii

dell 'Indonesia, Sitar Situmorang, Te ti Hera, Rendra, Sutarji Calzown Bachri, IN FORMA DJ PAROLE, La Quarta Serie, numero primo, Bologna,

2004

(4)

terjemahan ini ialah yang dikerjakan oleh para mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia di UNO Napoli dan para peneliti muda bidang Studi Indonesia, baik dalam bentuk sripsi, desertasi mau pun karangan ilmiah lainnya dalam bentuk makalah untuk workshop atau konerensi. Tidak sedkit mahasiswa yang memilih sastra Indonesia untuk bahan skripsi mereka. Minat mereka terhadap sastra Indonesia modern pun cukup besar, malah sampai ada yang menerjemahkan secara lengkap karya Pramudya Keluarga Geri/ya danSaman karyaAyu Utami hanya untuk keperluan skripsi sarjana mereka.

Italia dan Sastra Indonesia

Dunia kesusastraan Italia mempunyai tradisi sastra yang besar dan dikenal di seluruh dunia. Bangsa ini telah meraih 6 Nobel Sastra: Giosue Carducci (1906), Grazia Deledda (1926), Salvatore Quasimodo (1959), Eugenio Montale (1975) dan Dario Fo (1997). Jadi bagaimana pun Italia

cukup peka terhadap dunia sastra.

Walaupun studi Bahasa dan Sastra Indonesia secara resmi baru dibuka tahun 1964, namun tradisi studi tentang Indonesia secara umum sudah lama menjadi salah satu "hobby" yang eksotik bagi orang Italia, sebagaimana sejak jaman dahulu segala sesuatu yang berkenaan den­ gan "dunia Melayu" dianggap eksotik dan menarik. Mengenai "dunia Melayu" di Italia, kita tidak hanya harus menelusuri kembali ke periode awal abad ke-20 tetapi malah sampai ke awal tarikh Masehi.25 Kita harus menapak tilas perjalanan para penjelajah bangsa Italia ke burni Nusan­ tara. Sejarah eksplorasi Italia membuktikan bahwa bumi Nusantara itu tenyata bukan hal baru untuk Italia. Dalam penjelajahan mereka, banyak terselip perhatian akan budaya setempat, tentang bahasa26 dan sastra tradisionil seperti "pantun".27 Datar kata A. Pigafetta (1512) dianggap sebagai "kamus" Melayu - Bahasa Eropah/ltalia yang pertana di dunia. E. Modigliani pada jamannya telah membicarakan tentang puisi-rakyat

Melayu yang termashur, yaitu "pantun".

1s lih. A. Bausani, L 'Indonesia nel/a relazione di viaggio di Antonio Pigaetta, IsMEO, Roma 1972.

26 lih. A. Bausani, op.cit.

27 Soenoto, S. Faizah R, Maly Pantun in Italy, DEWAN BAHASA DAN PUTAA. Kuala Lumpur 2002.

Selain kaitannya dengan sejarah eksplorasi, ada hal lain yang tidak kalah menarik, ialah justru sesuatu yang terkait dengan "dunia bacaan" di Italia. Emilio Salgari, seorang penulis yang sangat terkenal dengan seri roman petualangan dan seri roman perompak lautnya yang hidup di akhir abad 19 dan awal abad 20. Emilio Salgari tak penah dianggap sebagai seorang penulis "sastra" dan lebih dari 100 roman-romannya pun tidak dianggap sebagai hasil karya sastra Italia. Ditambah lagi, Emilio Salgari tidak pemah menginjakkan kaki di bumi Indonesia. Kaitannya dengan Indonesia (dunia Melayu) ialah, bahwa di antara 134 romannya, ada sebuah siklus atau seri roman Perompak Melayu. Siklus ini berjumlah 11 roman tentang "dunia Melayu", tepatnya "dunia perompak Melayu".28 Seri Roman Perompak Melayu ini telah membuaikan imaginasi eksotik beberapa generasi remaja di Italia. Sampai saat ini buku-buku Salgari masih mengisi toko-toko buku. Cerita-cerita Salgari bertambah populer setelah diilmkan. Tokoh pahlawan Seri Roman Melayu itu bernama Sandokan, yang diperankan oleh seorang bintang dari India yang melawan "orang putih" dari Inggris. Jelas sekali be­ tapa banyaknya "kekeliruan" Salgari karena dia tidak pernah menginjakkan kaki di bumi Nusantara, Salgari hanya berlandaskan berbagai informasi dari para penjelajah dunia. Latar belakang tempat cerita ialah "Boneo" dengan pulau "idaman" yang dinamai Mompracem sarang Sandokan. Kisah cinta Sandokan dengan puteri pejabat dari Inggris, tambah nemberikan wama romantis ilm-ilm seri Sandokan ini. Maka segera pula lagu Sandokan pun, yaitu nusik iringan ilm menjadi sangat populer di kalangan remaja dan anak-anak di Italia pada paruh kedua abad 20. Berbagai "kekeliruan geograis" pun terjadi, misalnya pertarungan Sandokan dengan raja hutan "singa" , padahal singa tidak pernah berdiam di bumi Nusantara . Tetapi dari literatur ini Italia mendapat kosa kata yang akhinya tercantum dalam kamus-kamus standard bahasa Italia. Kosa kata seperti "orango", "orang utang" (orang hutan), "amok"(amuk), "kris" (keris), "durion" (durian),

"babirussa" (babirusa) dan lain-lain.29

28 Soenoto, S. Faizah R, Sea bad dengan Emilio Salgari: Seri Roman Perompak Melayu,

PANGGlJNG SEJARAH, Persembahan kepada P rof. Denys Lombard, ed. Henri Chambert Lair, Hasan Muarif Ambary, ECOLE FRANCAISE D 'EXTREME-OR!ENT­ Pusat penelitian arkeologi nasional, Yayasan Obor Indonesia, 1999.

29 Soenoto, S. Faizah R, II mondo malese di Salgari. Un accenno a/le parole malese,

(5)

Demikian pula Italia bagi Indonesia bukanlah hal yang baru. Waiau

pun tidak secara langsung, Indonesia sudah lama "mengenal Italia" dan

sastra ltalia pun sudah turut memberi wama dan memberikan kontribusinya

dalam sejarah perpuisian Indonesia. Setelah periode pantun dan syair dalam

sastra Melayu klasik dan sepanjang periode Balai Pustaka, Rustam Effendi

menggubah puisinya "Bukan Beta Bjak Berperi" yang berupa tuntutan akan bentuk "puisi bebas" dan "puisi baru". Demikianlah, yang diang­

gap menandai atau merupakan salah satu ciri khas puisi Indonesia dalam

periode Sastra Pujangga Baru atau periode 20-30-an ialah "soneta".30

Demikianlah para pelopor Pujangga Baru yang menerbitkan majalah Pujangga Baru, sambil memperkenalkan "puisi bebas" yang tidak terikat

rima dan bait lagi dan M. Yamin pun memperkenalkan dan mempopulerkan

"soneta". Walaupun soneta yang kita kenal dalam sastra Indonesia adalah

bentuk soneta yang dipakai dalam puisi Belanda, namun tak seorangpun

bisa menyangkal bahwa soneta adalah puisi yang berasal dari Italia. Soneta

Indonesia yang melewati Perancis, kemudian sampai di Negeri Belanda

ini aslinya adalah "salah satu" bentuk puisi Italia "sonetto".

Sebaliknya perhatian sastrawan Indonesia terhadap Italia dapat dika­ takan cukup ban yak juga. Dalam periode sastra Indonesia modern saja dapat kita mulai dengan Sutan Takdir Alisjahbana. dengan roman 3 jilid berjudul Grotta Azzurra, yang diterbitkan Dian Rayat tahun 1971.31 Sitor Situmorang dalam perjalanannya ke Italia menggubah beberapa puisi antara lain, "lagu Gadis Italt' dan "Pergola". "lagu gadis /tali" ini didedikasikannya kepada gad is Silvana Maccari pada tahun 1955, lima puluh tiga tahun yang lalu. Sekarang Silvana Maccari yang sudah berusia 70 tahunan masih berdiam di Italia Utara dan menyempatkan diri untuk menghadiri pembacaan puisi Sitor Situmorang yang diterjemahkan oleh Giuliana Malpezzi bu Ian November 2008 yang baru lalu. Buku tentang penyair Sitor Situmorang dengan terjemahan puisi-puisinya, dikerjakan oleh Giuliana Malpezzi, seorang pencinta bahasa dan sastra Indonesia dari Milano yang tak sempat menghadiri peluncuran bukunya karena telah meninggal dunia 3 bulan sebelum bukunya di luncurkan.

Pada periode tahun 60-an Ajip Rosidi menulis puisi ten tang kota Roma o Soenoto, S. Faizah R, "Soneta dalam puisi Melayu Modem", Seminar Amara Bangsa Kesusasteraan Melayu I, DEWAN BAHASA DAN PUSTAA, Kuala Lumpur, 1995. " Soenoto, S.Faizah R., "Gro//a Azzurra", S111an Takd1r Alisyahbana dan Kebudyaan

Italia, UNlKA ATMAJAYA, Jakata 2002.

yang berjudul "Pasar Minggu". Jauh sesudah itu, seorang penyair yang "belum sempat lahir'' Zainal Muttaqien32 menerbitkan kumpulan puisinya yang berjudul Seserpit Sepi11, yang berisi sajak-sajak tentang Italia yang ditulisnya selama dia bermukim di Italia (Napoli). Zainal juga mengerjakan

alih bahasa beberapa karya penting Italia yang diberinya judul Komedi

Empat Musim, cerita terbaik dari ltalia1'. Acep Zamzam Noor, yang

sempat belajar di Universita ltaliana per Stranieri di kota Perugia (1991-1993) , menerbikan kumpulan puisinya yang berjudul Di atas Umbria,

sajak-sajak /991-1997.1s Selain itu ada bcberapa "catatan" pribadi yang

berserakan tentang Italia, baik yang telah diterbitkan maupun belum.

Peran Studi Bahasa dan Budaya Indonesia di Italia

Betapa pun, Studi Bahasa dan Sastra Indonesia yang ada di Univer­ sita degli Studi di Napoli "L'Orientale" - yang merupakan satu-satunya institusi pemerintah di Italia yang mempunyai mata kuliah ini daJam kurikulum studinya - sedikit banyaknya mempunyai peran positif. Ceramah-ceramah, kuliah umum, seminar atau pun kegiatan budaya yang sering diusahakan untuk mendampingi pelaksanaan studi, mau tidak mau telah menyebarluaskan pengetahuan umum tentang Indonesia. Kehadiran nyata Indonesia di masa kini mau tidak mau membangunkan mereka dari mimpi eksotik tentang "dunia Melayu" yang mereka kenal dari roman­ roman perompak Melayu Emilio Salgari36• Seri roman yang berkembang pada akhir abad 19 dan awal abad 20 yang masih meninggalkan bekas yang dalam di kalaangan masarakat umum di Italia masa kini. Hal ini terbukti dari dicetak ulangnya terus menerus sampai sekarang berbagai seri roman Emilio Salgari.

Jl Zainal Muttaqien, Sarjana Sstra dari FSUI, pemah menjadi "reader" di Universita

degli Studi di Napoli "L'Orientale".

n Zainal Muttaqien, Seserpih Sep,, Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), Jakarta,

1999.

O Zainal Munaqien, Komedi Empat Musim, cerua 1erbaik dari /lalia, Gagas Media, Jakarta, 2004.

>, Acep Zamzam Noor, Di alas Umbria, sajak-sajak 1991-/997, Indonesia Tera, Ma­

gelang, 1999.

; Socnoto, S. Farzah Soenoto R eri Roman erompac Melyu, kaya Emilio Salgari,

(6)

Penutup

Pada akhinya, dapat kita katakan bahwa, walaupun hanya ada 3 ro­ man yang diterjemahkan ke dalam bahasa Italia, namun terjemahan lepas puisi Indonesia cukup banyak. Hal ini disebabkan oleh terbitan berupa makalah atau artikel mengenai sasra Indonesia, sering menyisipkan puisi sebagai contoh yang disertai terjemahannya dalam bahasa Italia. Puisi yang sering diterjemahkan untuk contoh misalnya, puisi-puisi Chairil Anwar, "Aku" (A. Bausani), "Malamlebaran" dan "Lagu Gadis /tali" karya Siter Situmorang (G. Soravia, L. Santa Maria, G. Malpezzi). Jadi walaupun tidak ada terbitan dari sebuah kumpulan sajak secara utuh, terjemahan sebagian dari puisi mereka yang terkenal cukup banyak juga. Beberapa contoh misalnya: Chairil Anwar "Aku" (A. Bausani, Santa Maria) , Ajip Rosidi (S. Faizah Soenoto dalam "Un Poeta a/la ricerca di Dio" - Seo rang penyair mencari Tuhan)37• Sajak-sajak terkenal karya Siter Situmorang, Toeti Heraty, Rendra, Sutardji Calzoum Bachri (G. Soravia)38• Semua terbitan tersebut tentu saja dilengkapi dengan uraian tentang penulis dan disertai ulasan karya sastra tersebut. Untuk prosa, sebagai bagian dari artikel, Antonia Soriente (linguis) dan Silvia Vignato (antropolog) pemah menerjemahkan episode dari Saman karya

Ayu Utami.

Tulisan ini diakhiri dengan pepatah yang hampir menjadi simbol

dalam segala kegiatan untuk memperkenalkan Indonesia di Italia:

Tai enal maka tak sayang.

1' Dalam L. Santa Maria, ed., UN R!CORDO CHE NON SI SPEGNE, scritti docenti e cottaboratori dell'lstituto Universirario Orientate di Napoli in memoria di Alessandro Bausani, ANNALI-IUO, Series Minor, Napoli, 1995.

18 G. Soravia op.cit.

Acuan

Bausani, Alessandro, The.irst Italian-Malay vocabulary by A. Pigafetta, EAST

WS, N.S., vol. II. Rome, 1960.

_______ , Note sulla struttura della hikayat classica malese, ANNAL/ IUO, N.S. XII, 1962.

_______ , Malesia. Poesie e leggende, Milano, 1963.

_______ , Note sui vocaboli persiani in maleselindonesiano, AN­

NAL/ JUD, N.S. XIV, 1964.

_____ __ , Kulturbegegnung in lndonesien, in ·'Antaiois", IX, 6,

1968.

_______ , le letterature de! sud-est asiatico, Firenze-Milano,

1970.

Santa Maria, Luigi, "I prestiti portoghesi nel malese-indonesiano•·, IUO, Na­ poli, 1967. Pubblicazione dei Seminario di lndianistica a cura di A. Bausani.

_______ , ·'Pour une approche strutturale de la poesie indonesienne",

ARCH/PEL 9, 1975.

_______ ,"Proposte di letterature formale e di analisi strutturale della poesia di Sanusi Pane", ANNA LI DI CA' FOSCARJ, Venezia, 1974. _______ , "Smontaggio' di un racconto della 'Beast Epic' malese",

ANNAL/ JUD, vol. 35, NS. XXV, Napoli, 1975.

_______ , lliore della letteratura malese ed indonesiana, EDIPEM, Novara, 1973.

_______ , La strada senzaine, di Mochtar Lubis, /Sf!TUTO PER

L 'ORIENT, Roma, 1965.

_______ , ·'(I cinquantenario della Bahasa Indonesia'', ANNAL/ !UO,

vol. 39, NS XXIX, Napoli, 1979

_______ , "II racconto breve nella Modema Letteratura lndonesiana", ANNALI IUO, NS vol Xlll, Napoli, 1963

_______ , "Le inluenze indiane classiche nel mondo malese-indone­

siano", JNDOLOGJCA TAURJNENSJA, vol. II (1974), Torino, 1975.

_______ , "Signiicato e problematica dell'opera di Utuy Tatang Son­

tani" , ANNALI IUO, NS vol XV, Napoli, 1965.

_______ , Dizionario dei Capolavori contributial Grande Dizionario Enciclopedico sulle letterature indonesiana, malese classica, malese modema e giavanese, UTET, Vol I, 11, Ill, Torino, 1987.

______ , Lettratura lndonesiana, ACCADEMIA NAZIONAlE DEi

L/NCEI, Roma, 1974.

Soenoto, S, Faizah R "Female igures in Indonesian Mythology, Past and Pres­ ent", VOCI DELL'ALTRA STORIA: ii Femminile nella cultura dei popoli, SIFA, Roma, 1990.

(7)

_______ , "II Problem a de Ila periodizzazione della letteratura indone­ siana" , ANNAL!, Napoli, 1970.

_______ , ''Passion and Devotion in Modem Javanese Novels'',

AN-NAL! IUO, Napoli, 2004

_______ , ·'Seri Roman Perompak Melayu, karya Emilio Salgari,

1862-1922", Tes Cerminan Nilai Budya Bangsa, DEWAN BAHASA

DAN PVSTAKA, Kuala Lumpur 1994.

_______ , "Sino-Malay community and the pre-war novel series" ,

ANNAL! IUO, Napoli, 1996.

_______ , ·'Yengo, o signore, vengo. Un poeta alla ricerca di Dio'·

(Ajip Rosidi), ANNAL! IUO, Napoli, 1995.

Jo

Pendidikan Sastera Melayu di Singapura:

Renungan Terhadap Sastera Kanak-kanak dan

Remaja

Kartini Anwar

Universiti Teknologi Nanyang, Singapura

Abstract

The power of the colonial govenment had brought about signiicant changes in Malay education system in Singapore. Malay education was shaped in accordance with the needs and aspirations of the colonial, which placed its importance in the teaching of the Malay language. A bunch of texts translated from Western literature had been used as reading materials in Malay vernacular schools. The teaching of Malay literature began to be given in Malay schools in Singapore in the 1960s. However, as these schools are closed down one by one, the teaching of Malay literature will consequently be stopped. Literary works were only used in the teaching of the Malay language. In 2001, the Ministry of Education of Singapore introduced two special programs in lower and middle levels to conserve the teaching of Malay literature. These programs also serve as efforts to develop appreciation toward Malay language and culture among students. The efforts wit I have continuity if Elective Malay Literature is offered in high schools.

This paper will discuss teaching materials in the education curriculum and the objective of the teaching of Malay literature in Singapore. Will certain selected materials in the teaching ofliterature bring targeted outcomes or not? The use of literary materials for children and teenagers will be discussed and several prob­ lems in selecting the materials will be diagnosed. Besides, the discourse of the literature or children and teenagers will be examined and valued in accordance with the context of present-day literature learning.

Referensi

Dokumen terkait

Persentase mata kuliah bidang studi yang nilai mata kuliahnya rendah untuk prodi S1 sebesar 84,2% dan prodi D3 87,7 %; (2) Faktor-faktor yang menyebabkan

Penelitian ini menghasilkan aplikasi sistem akses pintu masuk dan keluar menggunakan NFC yang bisa mengetahui waktu user masuk dan keluar ruangan,dan siapa saja yang

Perubahan dan perkembangan yang sangat mendasar dalam Undang-undang No.11 Tahun 2012 adalah ditegaskannya ketentuan tentang Diversi sebagai proses penanganan anak

Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel bebas yakni variabel pendidikan keuangan di keluarga (X1), pengalaman bekerja (X2), dan

Hasil analisis menggunakan teknik analisis regresi berganda pada hipotesis ketiga, hipotesis alternatif (Ha) yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel love of money (X1), pendidikan keuangan di keluarga (X2), hasil belajar manajemen keuangan (X3) dan teman sebaya (X4)

pasien HIV yang diobati ARV tidak terdapat perbedaan, yaitu hal yang sesuai dengan nilai ambang WHO, berdasarkan hasil ukuran jumlah limfosit CD4 absolut metode PanLeucogating

Dari hasil proses pengerjaan penelitian Inovasi Ruang Isolasi Apung yang telah diuraikan sebelumnya, dapat ditarik beberapa kesimpulan, sebagai berikut ini: (a)