• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lean Manufacturing Manajemen Siklus Hidu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Lean Manufacturing Manajemen Siklus Hidu"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH AKUTANSI MANAJEMEN

Lean Manufacturing Manajemen, Siklus Hidup dan

Peran dari Perhitungan biaya target serta konsep

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. karena berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini yang berjudul “

Lean Manufacturing Manajemen, Siklus Hidup dan Peran dari Perhitungan biaya target serta konsep balanced Scored ” tepat pada waktunya.

Penulis menyadari bahwa di dalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa, dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini penulis menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.

Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.

Jakarta, 07 Juli 2015

(3)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ………...2

Daftar Isi ………...3

BAB I Pendahuluan

I.1 Latar Belakang ………..………...4

I.2 Rumusan Masalah ………....4

I.3 Manfaat yang Diperoleh ……….………...5

BAB II Pembahasan

II.1 Sejarah Keripik Maicih ………..6

II.2 Proses Pemasaran Keripik Maicih ……….6

II.3 Keunggulan Keripik Maicih ………...7

II.4 Kelemahan Keripik Maicih ………8

II.5 Peluang yang Mempengaruhi Usaha Keripik Maicih ……….9

II.6 Ancaman yang Mempengaruhi Usaha Keripik Maicih ………..9

II.7 Lingkungan yang Mempengaruhi Usaha Keripik Maicih ………10

BAB III Penutupan

Kesimpulan ………..11

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

(5)

BAB II

PEMBAHASAN

II.1 Lean Manufacturing

Lean manufacturing adalah pendekatan yang didesain untuk meniadakan buangan dan memaksimalkan nilai bagi pelanggan. Pendekatan ini memiliki ciri pengiriman produk yang benar dengan kualitas yang benar memproses pada waktu yang tepat dengan kebutuhan pelanggan serta dengan biaya serendah mungkin. Sistem ini memungkin manajer untuk meniadakan buangan, mengurangi biaya, dan menjadi lebih efesien.

Sistem lean manufacturing memungkinkan para manajer untuk meniadakan buangan,mengurangi biaya,dan menjadi efisien.perusahaan yang mengimplementasikan lean manufacturing mengejar strategi pengurangan biaya dengan cara mendefenisikan ulang berbagai aktivitas yang dilaksanakan perusahaan.Pengurangan biaya secara langsung berkaitan dengan kepemimpinan biaya.

Lean manufacturing menambah nilai melalui pengurangan buangan.Implementasi lean manufacturing yang baik telah member berbagai perbaikan besar,seperti kualitas yang lebih baik,peningkatan produktivitas,pengurangan waktu tunggu,pengurangan persediaan dalam jumlah besar,pengurangan waktu penyetelan,penurunan biaya produksi, dan peningkatan tingkat produksi.

Menjadi lean berarti harus ada pemikiran yang lean ,lean manufacturing berbeda karena lima prinsip pemikiran lean berikut ini :

(6)

Menilai nilai adalah pro ses yan g ber orient asi ekstern al dan tidak dapatdilakukan secara int ernal. Hanya fitu r yan g bernilai tambah yan g seharusnya dihasilkan sehingga aktivitas yang tidak bernilai tambah harus ditiadakan.

II.3 Arus Nilai

Arus nilai terdiri atas semua aktivitas yang bernilai tambah dan tidak bernilai tambah yang dibutuhkan untuk membawa sekelompok produk atau jasa dari titik awalnya (contohnya; pesanan pelanggan atas suatu produk baru) ketahap produk jadi ditangan pelanggan. Ada beberapa arus nilai, pertama arus nilai yang paling umum adalah arus nilai pemenuhan pesanan.

Arus nilai pemenuhan pesanan berfokus pada pemberian produk yang ada ketangan pelanggan yang ada. Jenis arus nilai yang kedua adalah arus nilai mencerminkan semua hal yang dilakukan, baik yang buruk maupun yang bagus yang dibawa kepelanggan. Jadi, menganalisis arus nilai akan memungkinkan pihak manajemen untuk mengidentifikasi buangan.

Arus nilai pemenuhan pemesanan-allen autoparts

Aktivitas didalam arus nilai adalah arus bernilai tambah atau tidak bernilai tambah. Aktivitas yang tidak bernilai tambah adalah sumber buangan. Aktivitas ini terdiri atas dua jenis:

 Aktivitas yang dapat dihindarkan dalam jangka pendek .

 Aktivitas yang tidak dapat dihindarkan dalam jangka pendek karena teknologi atau metode produksi saat ini.

(7)

II.4 Pull Value

Sebagian besar perusahaan berproduksi untuk persediaan, kemudian mencoba menjual barang yang telah mereka produksi. Berbagai usaha dilakukan untuk menciptakan permintaan atas barang yang berlebih, tetapi barang tersebut yang mungkin tidak diinginkan oleh pelanggan.

Lean manufacturing menggunakan system demand-pull. Tujuan lean manufacturing adalah meniadakan buangan dengan menghasilkan produk hanya jika dibutuhkan melalui proses produksi. Tiap operasi hanya menghasilkan apa yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan dari operasi sebelumnya. Tidak ada produksi yang dilakukan sampai ada tanda dari proses sebelumnya yang menunjukkan kebutuhan untuk memproduksi.

Permintaan pelanggan bermula dari rantai nilai dan mempengaruhi cara produsen berhubungan dengan pemasok juga merupakan hal yang vital dalam lean manufacturing. Pembelian JIT mengharuskan pemasok untuk mengirim berbagai suku cadang dan bahan baku secara tepat waktu untuk digunakan dalam produksi. Mengejar Kesempurnaan Waktu penyetelan nol, tingkat kecacatan nol, persediaan nol, tingkat buangan, produksi berdasar permintaan, peningkatan tariff produksi sel, meminimalisasi biaya dan memaksimalkan nilai pelanggan adalah berbagai hasil ideal yang dicari dari lean manufacturing.

Sejalan dengan mulai jelasnya lean dan mencapainya perbaikan, kemungkinan mencapai kesempurnaan menjadi lebih memungkinkan. Sejalan dengan peningkatan arus dan perbaikan berbagai proses, buangan cenderung tampak lebih banyak. Tujuannya adalah menghasilkan produk berkualitas tinggi dan berbiaya rendah dengan jumlah waktu paling minimum.

Untuk mencapai tujuan ini, produsen lean harus mengidentifikasi dan meniadakan berbagai bentuk buangan. Buangan menghabiskan berbagai sumber daya tanpa menambah nilai. Buangan adalah segala sesuatu yang tidak memiliki nilai bagi pelanggan. Peniadaan buangan mengharuskan identifikasi berbagai bentuk dan sumebrnya.

Berikut delapan sumber yang umumnya dianggap sebagai bentuk dari sumber buanga.

 Produk cacat.

 Produk berlebih barang yang tidak dibutuhkan .

 Persediaan barang yang menunggu diproses atau digunakan .

 Pemrosesan yang tidak dibutuhkan .

 Perpindahan karyawan yang tidak perlu .

 Transportasi barang yang tidak perlu .

 Waktu tunggu

 Desain barang dan jasa yang tidak memenuhi kebutuhan pelanggan

(8)

II.5 Akuntansi Lean

System manajemen biaya tradisional juga tidak bekerja dengan baik dalam lingkungan lean. Bahkan, pendekatan perhitungan biaya tradisional dan pengendalian operasional mungkin tidak akan benar-benar berjalan dalam lingkungan lean. Variansi perhitungan biaya standard dan variansi anggaran departemen cenderung mendorong produksi berlebih dan tidak sesuai dengan system permintaan pull yang dibutuhkan dalam lean manufacturing.

Studi perhitungan biaya berdasarkan aktivitas menjelaskan bahwa penggunaan tariff overhead kelseluruhan pabrik dalam pabrik yang memiliki multiple produk dapat menghasilkan biaya produk yang menyesatkan jika dibandingkan dengan pembebanan produksi terfokus atau pembebanan berdasarkan aktivitas. Biaya produk yang menyesatkan dapat menandakan kegagalan dalam lean manufacturing walaupun ada perbaikan yang signifikan.

Arus nilai Terfokus dan Dapat Tidaknya Ditelesurinya Biaya Overhead

System perhitungan biaya menggunakan tiga metode untuk membebankan berbagai biaya ke tiap produk: pene;usuran langsung, penelusuran penggerak, dan alokasi. Dari ketiga metode tersebut yang paling akurat adalah penelusuran langsung. Di lingkungan lean manufacturing, biaya overhead yang dulu dibebankan oada berbagai produk dengan menggunakan penelusuran penggerak atau alokasi, menggunakan penelusuran langsung ke produk saat ini.

II.6 Biaya Arus Nilai

(9)

Berikut ini adalah rumus untuk mencari arus nilai dengan menggunakan biaya rata-rata sesungguhnya.

Biaya Periode arus nilai =

Dengan menggunakan berbagai unit unit yang dikirimkan sebagai ganti dari unit yang dihasilkan, akan membuat para manajer termotivasi untuk mengurangi persediaan. Jika unit yang dikirimkan lebih banyak daripada yang dihasilkan, maka biaya unit akan meningkat (karena biaya produksi unit yang diproduksi dan tidak dikirim akan ditambah sebagai pembilang), hingga meniadakan insentif untuk menumpuk persediaan.

Biaya produk rata-rata berguna bila produk-produk yang dihasilkan hampir sama dan menggunakan sumber daya dalam porsi yang kira-kira mirip atau jika bauran produk tersebut relatif stabil. Jika produk-produk tersebut yang ada cukup mirip, maka biaya produk rata-rata akan mendekati biaya produk individual. Jika bauran produknya relatif stabil, maka tren dalam biaya produk rata-rata adalah ukuran yang wajar atas berbagai perubahan dalam efisiensi ekonomis .

II.8 Manajemen Biaya Siklus-Hidup

Manajemen biaya siklus-hidup menekankan penurunan biaya, bukan pengendalian biaya. Jadi, penghitungan biaya target menjadi suatu alat khusus yang berguna untuk pembuatan tujuan penurunan biaya. Biaya target adalah perbedaan antara harga penjualanyang dibutuhkan untuk menangkap pangsa pasar yang telah ditentukan terlebih dahulu danlaba per unit yang diinginkan. Harga penjualan mencerminkan spesifikasi produk atau fungsiyang dinilai oleh pelanggan (dihubungkan sebagai fungsi produk).

II.9 Balanced Scorecard ( Konsep Dasar )

Balanced scorecard adalah system manajemen yang mendefinisikan system akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan strategi. Balanced scorecard menerjemahkan misi danstrategi organisasi dalam tujuan operasional dan ukuran kinerja dalam empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (infrastruktur).

(10)

Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (infrastruktur) mendefinisikankemampuan yang diperlukan organisasi untuk memperoleh pertumbuhan jangka panjang dan perbaikan. Perspektif terakhir mengacu pada tiga faktor utama yang memungkinkannya, yaitu kemampuan pegawai, kemampuan system informasi, dan perilaku pegawai (motivasi, pemberdayaan, dan penyejajaran).

II.10 Peranan Ukuran Kinerja

Ukuran kinerja diturunkan visi misi strategis dan tujuan perusahaan. Ukuran-ukuran ini harus diseimbangkan antara lag dan lead, objektif dan subjektif, keuangan dan nonkeuangan, serta ukuran eksternal dan internal .

Ukuran lag adalah ukuran output, ukuran hasil dari usaha di masa lalu (contoh: profitabilitas pelanggan). sedangkan ukuran nonkeuangan menggunakan unit-unit nonmoneter (contoh: biaya per unit dan jumlah pelanggan yang tidak puas).

Ukuran eksternal berkaitan dengan pelanggan dan pemegang saham (contoh: kepuasan pelanggan dan pengembalian atas investasi).Ukuran internal adalah ukuran yang berkaitan dengan proses dan kemampuan yang menciptakan nilai bagi pelanggan dan pemegang saham (contoh: efisiensi proses dan kepuasan karyawan).

(11)

 Penggunaan aset adalah peningkatan pangsa pasar, peningkatan retensi pelanggan, peningkatan pelanggan baru, peningkatan kepuasan pelanggan , dan peningkatan profitabilitas pelanggan.

 Nilai pelanggan

Selain ukuran dan tujuan utama, ukuran-ukuran juga diperlukan untuk menggerakkan penciptaan nilai pelanggan guna menggerakkan hasil utama. Keandalan berartioutput dikirim tepat waktu.

3. P e r s p e k t i f P r o s e s ; p r o s e s a d a l a h s a r a n a m e n c i p t a k a n n i l a i p e l a n g g a n d a n p e m e g a n g saham. Jadi, perspektif proses mencakup identifikasi proses yang diperlukan untuk mencapai tujuan pelanggan dan keuangan. Untuk memberikan kerangka kerja yang diperlukan perspektif ini, rantai nilai proses didefinisikan. Rantai nilai proses terdiri atastiga proses: proses inovasi, proses operasional, proses pascapenjualan.

 Proses inovasi: Tujuan dan ukuran

Tujuannya meliputu peningkatan jumlah produk baru, peningkatan persentase pendapatan dari produk baru, peningkatan persentase pendapatandari produk yangdimiliki, dan penurunan waktu untuk

 Laporan takt time dan hari berdasar jam

Salah satu tujuan laporan tersebut adalah menjaga agar para pekerja berfokus padak e g i a t a n m e m p r o d u k s i p r o d u k y a n g d i b u t u h k a n p e l a n g g a n k e t i k a p e l a n g g a n menginginkannya.

(12)

Peningkatan efisiensi, dan penurunan waktu pemrosesan juga merupakan tujuan yangdibutuhkan pada proses pelayanan pasca penjualan.

4. P e r s p e k t i f P e m b e l a j a r a n d a n P e r t u m b u h a n ; a d a l a h s u m b e r k e m a m p u a n y a n g memungkinkan penyelesaian atau pencapaian tujuan 3berikut.

 Kemampuan karyawan

Tiga pengukuran hasil utama bagi kemampuan karyawan adalah tingkat kepuasan karyawan, persentase pergantian karyawan, dan produktivitas karyawan.

 Motivasi, pemberdayaan, dan pelibatan karyawan

Karyawan seharusnya tida hanya memiliki keterampilan yang diperlukan, tetapi jugamemiliki kebebasan motivasi, dan inisiatif untuk menggunakan keahlian nya tersebut secara efektif.

 Kemampuan Sistem Informasi

(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)

Referensi

Dokumen terkait

Morawa Electric Transbuana, dengan judul penelitian “Rencana Perbaikan Proses dengan Pendekatan Lean Manufacturing dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) pada PT.

Penyelesaian akar permasalahan menggunakan tools lean manufacturing yaitu dengan pengklasifikasian bahan baku, perbaikan layout gudang dan pembuatan display pada gudang

Metode yang telah dilakukan untuk melakukan identifikasi hubungan keterkaitan antar risiko pada saat implementasi konsep lean manufacturing adalah DEMATEL. Risk Event

Jika tidak ada satu orang pun karyawan yang mau menjalankan beberapa kkonsep dari lean manufacturing tersebut maka konsep ini tidak akan berhasil. Sebaliknya,lean

Lean manufacturing didefinisikan sebagai suatu pendekatan sistemik dan sistematik untuk mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan (waste) atau aktivitas-aktivitas

Table 1: The Integration of OVVI and the Principles of Lean Manufacturing Integration Model Principles of Lean manufacturing Author Description Organizational Vertical : -

This study finds significant evident of the implementation of lean manufacturing and its tools among manufacturing companies in Sabah, as well as the problem faced in implementation,

Hasil analisis literature review menyatakan bahwa penerapan konsep Lean Manufacturing menjadi strategi bagi perusahaan untuk mendapatkan berbagai manfaat, diantaranya mampu meningkatkan