• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Alpukat Te

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Alpukat Te"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Alpukat Terhadap Zat

Nefrotoksik Ginjal Tikus

ANALISIS KRITIS ARTIKEL

Disusun untuk memenuhi Tugas Akhir matakuliah Struktur Perkembangan Hewan II

yang dibina oleh Ibu Amy Tenzer

Oleh:

Fiqry Addina Ardy (140341600043) Offering A/2014

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN BIOLOGI

Desember 2015

A. Judul Artikel

Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Alpukat Terhadap Zat Nefrotoksik Ginjal Tikus

(2)

Ietje Wientarsih, Eva Harlina, Rini Madyastuti Purwono, dan Ikrar Trisnaning Hardi Utami

C. Sumber

Wientarsih, Ietje. 2014. Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Alpukat Terhadap Zat Nefrotoksik Ginjal Tikus. Jurnal Veteriner, Vol. 15 No. 2 : 246-251, ISSN : 141 – 8327: Bogor (Online) di akses tanggal 1 Desember 2015 dari

http://ojs.unud.ac.id/index.php/jvet/article/view/9717/7234.

D. Latar Belakang

Kecenderungan masyarakat dunia untuk kembali ke alam membawa perubahan dari pola konsumsi obat terhadap obat-obatan yang terbuat dari bahan alami. Berdasarkan data WHO tahun 2007, sekitar 80% penduduk dunia untuk perawatan kesehatannya memanfaatkan obat tradisional yang berasal dari ekstrak tanaman (Zaenal 2008). Salah satu obat tradisional yang digunakan adalah daun alpukat.

Daun alpukat (Persea americana) secara historis telah dijadikan sebagai obat herbal yang dimanfaatkan sebagai pelancar pengeluaran air seni, penghancur batu di saluran kemih, dan sebagai obat sariawan. Bagian yang digunakan untuk ramuan tradisional adalah daun, karena mengandung gula, d-parseit, flavonoid quersetein, dan senyawa sterin (Maryani dan Suharmiati, 2003). Oleh sebab itu, peneliti melakukan penelitian yang bemaksud untuk membuktikan bahwa daun alpukat dapat dimanfaatkan sebagai pelancar pengeluaran air seni, penghancur batu di saluran kemih, dan sebagai obat sariawan.

Penelitian ini ingin membuktikan manfaat daun alpukat yang merupakan salah satu obat herbal yang diduga bersifat sebagai diuretikum, sehingga penggunaan daun alpukat secara historis dapat digunakan sebagai obat batu ginjal dapat diperkuat dengan adanya fakta ilmiah. Penelitian ini juga bertujuan untuk mempelajari gambaran histopatologi ginjal yang di induksi zat nefrotoksik etilen glikol dan diberi ekstrak etanol daun alpukat sehingga hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang daya kerja ekstrak etanol daun alpukat terhadap zat nefrotoksik etilen glikol pada ginjal tikus.

(3)

Apakah daya kerja ekstrak etanol daun alpukat berpengaruh terhadap zat nefrotoksik etilen glikol pada ginjal tikus?

Tujuan

Adapun tujuan penulisan artikel ini yaitu untuk mengetahui gambaran istopatologi ginjal yang diinduksi zat nefrotoksik etilen glikol dan diberi ekstrak etanol daun alpukat

F. Cara Pemecahan Masalah

Dalam rangka memecahkan permasalahan tersebut, peneliti melakukan penelitian menggunakan dengan menggunakan hewan model tikus sebanyak 20 ekor tikus jantan dengan bobot badan 200-300 gram. Hewan model tersebut dibagi menjadi empat kelompok, yaitu: kelompok kontrol negatif (KN) diberi air minum ad libitum; kelompok kontrol positif (KP) diberi inducer ad libitum; kelompok perlakuan 1 (E100) diberi inducer dan dicekok ekstrak etanol daun alpukat dengan dosis 100 mL/kg bb; kelompok perlakuan 2 (E300) diberi inducer dan dicekok ekstrak etanol daun alpukat dengan dosis 300 mL/kg bb.

Inducer yang digunakan adalah etilen glikol 75% dan amonium klorida 25%. Pemberian inducer dan ekstrak etanol daun alpukat dilakukan mulai hari ke-0 selama 10 hari. Setelah perlakuan, tikus percobaan dikorbankan jiwanya dan dilakukan sampling ginjal tikus untuk kemudian dibuat sediaan histopatologi dan diwarnai dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE).

Selain itu juga dilakukan pengamatan histopatologi. Pengamatan histopatologi yang dilakukan pada ginjal adalah dengan menghitung persentase kerusakan glomerulus dan tubulus. Parameter yang diamati didasarkan pada lesi yang ditemui pada glomerulus yaitu adanya edema, sedangkan parameter kerusakan tubulus meliputi endapan protein, hyaline droplet, dan tubulus nekrotik.

G. Metode Penelitian

Penelitian dilakukan di Laboratorium Farmasi dan Laboratorium Patologi, Departemen Klinik, Reproduksi dan Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor, dimulai pada bulan Juli - Desember 2009.

(4)

H. Hasil dan Pembahasan

Hasil pengamatan histopatologi ginjal menunjukkan adanya perubahan pada parenkim berupa edema glomerulus yang ditandai dengan adanya endapan protein pada mesangium dan ruang Bowman serta perubahan pada tubulus berupa endapan protein pada lumen, adanya droplet hyalin dan nekrosis epitel. Hasil evaluasi histopatologi glomerulus dan tubulus proksimal dapat di lihat pada tabel berikut ini.

Tabel 1 Persentase lesi glomerulus dan tubulus pada pemberian ekstrak etanol daun alpukat dan zat nefrotoksik selama 10 hari

Kelompok

etanol daun alpukat dengan dosis 100 mL/kg bb; E300 = diberi inducer dan dicekok ekstrak etanol daun

alpukat dengan dosis 300 mL/kg bb. Huruf yang berbeda pada kolom yang sama menunjukan hasil yang berbeda nyata (p<0,05)

Berdasarkan tabel di atas, dapat di lihat bahwa seluruh perlakuan kelompok memiliki hasil yang tidak berbeda nyata (p>0,05) dibandingkan dengan kelompok KN, namun pemberian ekstrak etanol daun alpukat cenderung menurunkan persentase edema glomerulus pada kelompok E100 dan E300. Kejadian edema glomerulus pada kelompok KN dapat disebabkan oleh faktor lingkungan dan termasuk ke dalam tipe nonradang. Menurut Cheville (2006), mekanisme terjadinya edema disebabkan oleh dua hal yaitu tipe radang dan nonradang.

(5)

oleh gangguan pertukaran zat dan berakibat tidak berfungsinya kapiler glomerulus sehingga menyebabkan edema glomerulus (McGavin dan Zachary, 2007).

Penurunan persentase edema glomerulus pada kelompok yang diberi ekstrak etanol daun alpukat diduga terjadi karena kandungan bahan yang bersifat diuretik sehingga meningkatkan laju filtrasi glomerulus. Menurut Guyton dan Hall (1997), adanya peningkatan laju filtrasi glomerulus menyebabkan zat nefrotoksik yang masuk ke ginjal akan dikeluarkan secara cepat akibat aktivitas urinasi yang meningkat sehingga meminimalisir terjadinya akumulasi kristal.

Selain kejadian edema, data endapan protein pada Tabel 1 juga menunjukan bahwa kelompok yang diinduksi etilen glikol dan diberi ekstrak etanol daun alpukat (E100 dan E300) memiliki endapan protein yang berbeda nyata (p<0,05) dibandingkan kelompok KN, sedangkan kelompok yang hanya diinduksi etilen glikol (KP) tidak berbeda nyata (p>0,05) dengan kelompok yang diberi ekstrak etanol daun alpukat (E100 dan E300) maupun kelompok KN. Hal ini mengindikasikan bahwa induksi etilen glikol menyebabkan edema glomerulus akibat rusaknya membran glomerulus, sehingga meloloskan protein ke tubulus proksimal. Data hyaline droplet juga menunjukan kelompok perlakuan ekstrak etanol daun alpukat (E100 dan E300) berbeda nyata (p<0,05) dibandingkan dengan kelompok KN, sedangkan kelompok KP tidak berbeda nyata (p>0,05) terhadap kelompok KN. Tingginya persentase hyaline droplet pada kelompok perlakuan disebabkan banyaknya akumulasi protein di lumen tubulus.

Parameter terakhir dari kerusakan tubulus yaitu nekrotik yang persentase seluruh kelompok perlakuannya berbeda nyata (p<0,05) dibanding kelompok KN. Persentase tubulus nekrotik kelompok yang diinduksi etilen glikol (KP) lebih tinggi dan berbeda nyata (p<0,05) dibandingkan dengan kelompok yang diinduksi dan diberi ekstrak etanol daun alpukat (E100 dan E300). Hal ini mengindikasikan bahwa pemberian ekstrak etanol daun alpukat dapat menghambat terjadinya nekrotik pada tubulus. Penurunan kejadian tubulus nekrotik pada kelompok E100 dan E300 dapat disebabkan karena kandungan flavonoid pada daun alpukat berfungsi sebagai antioksidan dan melindungi struktur sel epitel tubuh termasuk ginjal.

I. Temuan Penting

(6)

1. Kejadian edema disebabkan oleh faktor lingkungan dan juga induksi etilen glikol dan amonium klorida sebagai nefrotoksikan

2. Nephrosis merupakan perubahan pada ginjal yang bersifat degenerasi yang ditimbulkan oleh gangguan pertukaran zat dan berakibat tidak berfungsinya kapiler glomerulus sehingga menyebabkan edema glomerulus

3. Induksi etilen glikol menyebabkan edema glomerulus akibat rusaknya membran glomerulus, sehingga meloloskan protein ke tubulus proksimal

4. Metabolisme etilen glikol yang berlebihan dapat menyebabkan asidosis metabolik kronis dan nephrosis

5. Kandungan ekstrak etanol daun alpukat yang bersifat diuretik dapat meningkatkan laju filtrasi glomerulus sehingga dapat menghambat terjadinya nekrotik pada tubulus

6. Peningkatan laju filtrasi glomelurus dapat menyebabkan zat nefrotoksik yang masuk ke ginjal akan dikeluarkan secara cepat akibat aktivitas urinasi yang meningkat sehingga meminimalisir terjadinya akumulasi kristal

Gambar

Tabel 1 Persentase lesi glomerulus dan tubulus pada pemberian ekstrak etanol daun

Referensi

Dokumen terkait

Penurunan kadar asam nitrat (NO 3 - ) dalam efluen proses secara proses destruksi berguna untuk mempersiapkan umpan proses ekstraksi- pelarut[8-9], sedangkan

Pengemas jenis LDPE memiliki permeabilitas udara tinggi dan tingginya kadar gula pada bahan pangan juga menyebabkan kandungan air didalam kemasan meningkat, hal

Lokasi penelitian adalah Bursa Efek Indonesia, karena data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, maka selain dengan mengumpulkan data pada Bursa Efek

O-13 Stik Daun Kerah Buat Kerah Setrika Kerah Jadi Setrika Kaki Kerah Stik Kaki Kerah Jahit Bis &amp; Kaki Kerah Patrun Patrun Patrun Corong Tangan Kelim Tangan Patrun Blexer

Ozon di atmosfer menyerap radiasi dengan panjang gelombang pendek (ultraviolet), karbondioksida dan uap air menyerap sebagian radiasi dengan panjang gelombang yang lebih

Aset keuangan Bank dan entitas anak terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain, surat-surat

Buildings are usually characterized by vertical walls that define the footprint of each building and can be reconstructed using image matching on oblique

[r]