LAPORAN TETAP
PRAKTIKUM EKOLOGI PERTANIAN KOMPONEN DAN KEDUDUKAN EKOSISTEM
DORPAIMA LUMBANGAOL 05121007028
PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA
I.PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Daur karbon merupakan salah satu siklus biogeokimia dimana terjadi pertukaran / perpindahan karbon antara bidang-bidang biosfer, geosfer,hidrosfer, dan atmosfer. Proses dalam siklus daur karbon secara umum, karbon akan diambil dari udara olehorganisme fotoautotrof (tumbuhan, ganggang, dll yang mampu melaksanakanfotosintesis). Organisme tersebut, sebut saja tumbuhan, akan memproses karbon menjadi bahan makanan yang disebutkarbohidrat, dengan proses kimia sebagai berikut :
Di daratan, proses pengubahan CO2 menjadi karbohidrat dan melepaskan oksigen dilakukan oleh tumbuhan darat, sebaliknya, di daerah perairan, peran ini dimainkan oleh organisme-organisme fotoautotrof perairan seperti ganggang, fitoplankton, dan lain-lain. begitupula dengan peran yang melepaskan CO2 ke udara.
Karbon siap untuk saling dipertukarkan antara atmosfer dan lautan. Pada daerah upwelling, karbon dilepaskan ke atmosfer. Sebaliknya, pada daerah downwelling karbon (CO2) berpindah dari atmosfer ke lautan. Pada saat CO2 memasuki lautan, asam karbonat terbentuk:
CO2 + H2O ⇌ H2CO3
Reaksi ini memiliki sifat dua arah, mencapai sebuah kesetimbangan kimia. Reaksi lainnya yang penting dalam mengontrol nilai pH lautan adalah pelepasan ion hidrogen dan bikarbonat. Reaksi ini mengontrol perubahan yang besar pada pH:
H2CO3 ⇌ H+ + HCO3
B. Tujuan
II. TINJAUAN PUSTAKA
Hubungan antara produsen dan konsumen dalam kaitannya dengan siklus karbon dan mutlak diperlukan dalam suatu ekosistem untuk menjaga kestabilannya. Di lingkungan terbuka, sangat sulit untuk menentukan faktor apa yang mempengaruhi hubungan tersebut karena terdapat banyak faktor yang mempengaruinya. Dalam siklus karbon, atom karbon terus mengalir dari produsen ke konsumen dalam bentuk molekul CO2 dan karbohidrat, sedangkan energy foton matahari digunakan sebagai pemasok energi yang utama. produsen memerlukan CO2 yang dihasilkan konsumen untuk melakukan fotosintesis. Dari kegiatan fotosintesis tersebut, produsen dapat menyediakan karbohidrat dan oksigen yang diperlukan oleh konsumen untuk dapat hidup. Siklus karbon sendiri memiliki arti yang luas.
karbon dioksida (CO2) yang ada di udara atau larut di dalam air. CO2 dibentuk menjadi senyawa tertentu melalui proses fotosintesis. Senyawa ini bergabung dengan berbagai cara membentuk materi organism.
Selama proses fotosintesis berjalan, energi dijalinkan ke dalam senyawa organic. Senyawa organik yang dihasilkan oleh produsen dapat diteruskan kepada konsumen. Waktu produsen atau konsumen menggunakan energi dari senyawa-senyawa organic, CO2 dapat dilepas kembali baik ke udara maupun ke dalam air, bergantung pada lingkungan hidup organism. Tetapi selama masih ada energi yang dapat dipergunakan, senyawa-senyawa organic akan tetap ada. Baik produsen maupun konsumen dapat membuang sisa materi yang mengandung karbon. Kalau organism mati tubuh mereka akan tinggal sebagai tumpukan suatu senyawa-senyawa karbon. Organisme saprovor (pembusuk) menyempurnakan proses pelepasan karbon (dalam bentuk CO2) dari sisa kotoran dan jasad-jasad yang mati. Sebagian besar dari saprovor yang menjadi konsumen terakhir, adalah mikroorganisme, kecuali jamur yang jelas dapat dilihat dengan mata bugil. Kadang-kadang proses pembusukkan yang dilakukan oleh sapravor berjalan sangat lambat, sehingga selama masa berjuta-juta tahun sejumlah besar senyawa karbon dapat menumpuk dalam bentuk gambut, batubara dan minyak bumi.
Karbon dapat dijumpai dimana-mana. Karbon dapat dijumpai didalam atmosfer sebagai CO2 dalam jaringan semua mahluk hidup dan terbesar dijumpai dalam batuan endapan serta bahan baker fosil yang terdapat dalam perut bumi. Tumbuhan hijau dan hewan serta organisme yang lain berperan aktif dalam kelangsungan siklus karbon. CO2 merupakan salah satu komponen pokok untuk berlangsungnya fotosintesis. Dengan bantuan energi cahaya maka CO2 merupakan salah satu komponen pokok untuk berlangsungnya fotosintesis. Dengan bantuan energi cahaya maka CO2 dan H2O oleh tumbuhan hijau akan diubah menjadi senyawa organik berupa glukosa (C6H12O6) dan Oksigen ( O2) melalui reaksi yang disederhanakan sebagai berikut : C6 H12 O6 = 6 O2O6 C O2 + 6 H2 O.
Tetapi oleh panas akan tekanan dalam lapis kerak bumi zat tersebut akan diubah menjadi bahn baker fosil misalnya batubara, minyak bumi dan gas bumi. Jika bahan baker fosil tersebut digunakan sebagai bahan bakar dalam berbagai industri maka karbon yang dikandung akan dilepas kembali ke lingkungan dalam bentuk CO2 sebagai hasil proses pembakaran. Selanjutnya CO2 tersebut akan digunakan kembali oleh tumbuhan hijau untuk fotosintesis begitu seterusnya.
Daur karbon merupakan bagian dari daur energi. Reaksi fotosintesis sangat esensial untuk daur karbon maupun daur energi, melalui proses fotosintesis tersebut,karbon maupun daur energi, melalui proses fotosintesis tersebut karbondioksida hubungan sebagai mahluk hidup. Melalui proses fotosintesisnya tumbuhan hijau berperan dalam siklus karbon, karbon diubah menjadi karbondioksida kemudian diubah menjadi karbohidrat dengan bantuan energi matahari dan pigmen klorofil.
III. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
A. Waktu dan tempat
Praktikum dilaksanakan diunit laboratorium ekologi jurusan budidaya perairan fakultas pertanian universitas sriwijaya indralaya pada hari rabu 6 april 2011.
B. Alat dan Bahan
Alat-alat dan bahan yang digunakan antara lain : 1) Tabung biakan tertutup 2) karet gelang 3) Siput kecil sebagai konsumen 4) Hydrilla sebagai produsen 5) Larutan bromtimol biru 6) Air 7) Sumber cahaya 8) Kamar gelap. 9) plastik penutup botol
C. Cara Kerja
a. Siapkan dua percobaan A dan B masing-masing terdiri dari empat tabung biakan. Tandai tabung-tabung biakan ini kode A1, A2, A3, A4 dan B1, B2, B3, B4. Rangkaikan percobaan A dan B sama seperti gambar 1.
b. Isilah setiap tabung dengan air sampai permukaan air kira-kira 20 mm dibawah mulut tabung.
c. Tambahkan 3 sampai 5 tetes bromtimol biru kedalam tabung.
d. Masukan kedalam tabung biakan A1 dan B1 hewan siput, kedalam tabung biakan A2 dan B2 hewan siput dan hydrilla, kedalam tabung A3 dan B3 masukan hydrilla saja dan kedalam tabung A4 dan B4 tidak dimasukan siput ataupun hydrilla.
f. Tempatkan semua tabung percobaan A dalam tempat terang dan rangkaian percobaan B dalam kamar gelap.
g. Setelah 24 jam, amati semua tabung biakan, catatlah semua perubahan dalam warna indikator (bromtimol biru). Catatlah juga bila terjadi perubahan pada siput maupun hydrilla.
h. Setelah itu pindahkan tabung biakan A kedalam kamar gelap dan tabung B ke tempat terang.
i. Setelah 24 jam lakukan lagi pengamatan dan pemindahaan tabung. Pengamatan dilakukan selama 7 hari.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Hari/ tangal Botol Siput Hydrilla Air Senin A1 Hidup -Jernih
18 maret 2013 A2
Hidup Segar -Jernih
-Segar Jernih
A4 -Jernih
B1 Hidup -Jernih
B2 Hidup Segar Jernih
B4 -Segar Jernih
Hari/ tangal Botol Siput Hydrilla Air
Selasa A1 Hidup -Keruh
Mati Segar Keruh
A3 -Segar Jernih
A4 -Jernih
B2
Hari/ tangal Botol Siput Hydrilla Air
Hari/ tangal Botol Siput Hydrilla Air
Kamis A1 Mati - Keruh
21 maret 2013 A2 Mati Segar Keruh
A3 - Segar Jernih
A4 - - Jernih
B1 Mati - Keruh
B2 Mati Segar Keruh
B3 - Segar Jernih
B4 - - Jernih
Hari/ tangal Botol Siput Hydrilla Air
Jumat A1 Mati - Keruh
22 maret 2013 A2 Mati - Keruh
A3 - Segar Keruh
A4 - Segar Keruh
B1 Mati - Keruh
B2 Mati Segar Keruh
B3 - Segar Keruh
B. Pembahasan
Dalam praktikum kali ini kita dapatkan hasil yang bermacam-macam dengan perlakuan yang berbeda. Misalnya pada Air brotimol yang diberi perlakuan dengan memasukkan siput dan Hydrilla yang dalam satu minggu warnanya akan berubah menjadi agak keruh hal ini dapat dikarenakan oleh adanya karbon yang dihasilkan oleh siput yang mengakibatkan timbulnya warna keruh pada air media biakan namun dapat dinetralisasikan sedikit oleh adanya Hydrilla yang mampu merombak karbon menjadi oksigen. Sedangkan pada botol yang berisikan siput saja, warna akan berubah menjadi keruh sekali hal ini dikarenakan karbon yang dikeluarkan oleh siput dan tidak adanya perombak karbon dalam hai ini adalah Hydrilla. Botol yang berisikan Hydrilla saja, warnanya tetap jernih hal ini dikarenakan tidak adanya siput atau mahluk hidup yang menghasilkan karbon yang dapat merubah warna air menjadi keruh.Dan pada indikator warna tetap biru seperti awal karena tidak ada reaksi karbon yang terjadi sebab tidak diberi perlakuan apa-apa.
warna pada bromtimol biru. Apabila terjadi respirasi yang cukup banyak, tabung tersebut tampak berembun. Pada tabung A4 dan B4 bromtimol biru tidak mengalami perubahan warna, karena tabung-tabung tersebut hanya berisi dengan air kolam dan bromtimol biru, tidak terdapat organism didalamnya, tabung-tabung ini hanya berfungsi sebagai kontrol. Dari rancangan paercobaan dapat dilihat bahwa fungsi tabung A4 dan tabung B4 hanya berfungsi sebagai control atau sebagai pembanding untuk dapat mengetahui apakah percobaan yang telah dilakuakan berhasil atau tidak.
Hasil yang diperoleh adalah semua organisme yang ditempatkan ditempat gelap akan mati semua karena tidak tersedianya cahaya untuk produsen melakuakan proses fotosintesis, tanpa adanya O2 yang dihasilkan pada proses fotosintesis, konsumen tidakl dapat hidup dan melakuakn proses respirasi. Pada tabung A4 dan B4 bromtimol biru tidak mengalami perubahan warna, karena tabung-tabung tersebut hanya berisi dengan air kolam dan bromtimol biru, tidak terdapat organism didalamnya, tabung-tabung ini hanya berfungsi sebagai kontrol. Hasil yang diperoleh adalah semua organisme yang ditempatkan ditempat gelap akan mati semua karena tidak tersedianya cahaya untuk produsen melakuakan proses fotosintesis, tanpa adanya O2 yang dihasilkan pada proses fotosintesis, konsumen tidakl dapat hidup dan melakuakn proses respirasi. Disini siklus karbon berperan atau berjalan jika berubah menjadi kuning yang sebelumnya indikatornya berwarna biru.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1. Produsen dan konsumen sangat berhubungan erat, hai ini dapat kita lihat dari praktikum yang telah dilaksanakan bahwa siput sangat membutuhkan Hydrilla untuk siklus karbon dan oksigen didalam praktikum daur karbon.
2. Apabila tidak ada hydrilla maka siklus karbon pada siput kecil akan terputus karena tidak adanya perombakan karbon menjadi oksigen kembali.
3. Perubahan warna pada praktikum ini dikarenakan adanya karbon yang dihasilkan oleh siput yang mengakibatkan timbulnya warna keruh pada air media biakan namun dapat dinetralisasikan sedikit oleh adanya Hydrilla yang mampu merombak karbon menjadi oksigen.
4. Dan pada indikator warna tetap biru seperti awal karna tidak ada reaksi karbon yang terjadi sebab tidak diberi perlakuan apa-apa.
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
Amir, A. 1981. Biologi umum. Gramedia. Jakarta.
Anshory, I. 1984. Biologi umum. Genesa Exact. Bandung.
Hadioetomo, ratna Sari. 1993. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. PT. Gramedia: Jakarta.
Kamajaya.1996. Sains Biologi. Ganeca Exact. Bandung.