• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian Manajemen Risiko resiko serta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengertian Manajemen Risiko resiko serta"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Pengertian Manajemen Risiko (resiko) serta definisi menurut ahli

at 00.08.00

Manajemen resiko adalah suatu sistem pengawasan risiko dan perlindungan harta benda, hak milik dan keuntungan badan usaha atau perorangan atas kemungkinan

timbulnya kerugian karena adanya suatu risiko.

Proses pengelolaan risiko yang mencakup identifikasi, evaluasi dan pengendalian risiko

yang dapat mengancam kelangsungan usaha atau aktivitas perusahaan Suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang

berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian

risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan

menggunakan pemberdayaan /pengelolaan sumberdaya

Istilah lain dari pengertian resiko adalah (risk) atau risiko memiliki berbagai definisi.

Risiko dikaitkan dengan kemungkinan kejadian atau keadaan yang dapat mengancam

pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. Vaughan (1978) mengemukakan beberapa

definisi risiko sebagai berikut:

* Risk is the chance of loss (Risiko adalah kans kerugian).

Chance of loss

Berhubungan dengan suatu exposure (keterbukaan) terhadap kemungkinan

kerugian.Dalam ilmu statistik, chance dipergunakan untuk menunjukkan tingkat

probabilitas akan munculnya situasi tertentu. Sebagian penulis menolak definisi ini karena terdapat perbedaan antara tingkat risiko dengan tingkat kerugian. Dalam hal

chance of loss 100%, berarti kerugian adalah pasti sehingga risiko tidak ada.

* Risk is the possibility of loss (Risiko adalah kemungkinan kerugian).

Istilah possibility berarti bahwa probabilitas sesuatu peristiwa berada diantara nol dan

satu. Namun, definisi ini kurang cocok dipakai dalam analisis secara kuantitatif.

* Risk is uncertainty (Risiko adalah ketidakpastian).

(2)

penilaian individu terhadap situasi risiko yang didasarkan pada pengetahuan dan sikap

individu yang bersangkutan. Objective uncertainty akan dijelaskan pada dua definisi

risiko berikut.

* Risk is the dispersion of actual from expected results (Risiko merupakan penyebaran

hasil aktual dari hasil yang diharapkan). Ahli statistik mendefinisikan risiko sebagai

derajat penyimpangan sesuatu nilai disekitar suatu posisi sentral atau di sekitar titik

rata-rata.

* Risk is the probability of any outcome different from the one expected (Risiko adalah

probabilitas sesuatu outcome berbeda dengan outcome yang diharapkan). Menurut

definisi di atas, risiko bukan probabilita dari suatu kejadian tunggal, tetapi probabilita

dari beberapa outcome yang berbeda dari yang diharapkan.

Derajat Risiko

Derajat risiko – degree of risk adalah ukuran risiko lebih besar atau risiko lebih kecil. Jika

suatu risiko diartikan sebagai ketidakpastian, maka risiko terbesar akan terjadi bila terdapat dua kemungkinan hasil yang masing-masing mempunyai kemungkinan yang

sama untuk terjadi

Klasifikasi Risiko

* Risiko yang dapat diukur dan risiko yang tidak dapat diukur

* Risiko financial dan risiko non financial

* Risiko statis dan risiko dinamis

(3)

* Risiko murni dan risiko spekulatif

Risiko Dalam Manajemen Risiko

Klasifikasikan ke dalam :

* Risiko operasional adalah risiko yang timbul karena tidak berfungsinya sistem internal

yang berlaku, kesalahan manusia, atau kegagalan sistem. Sumber terjadinya risiko

operasional paling luas dibanding risiko lainnya yakni selain bersumber dari aktivitas di

atas juga bersumber dari kegiatan operasional dan jasa, akuntansi, sistem tekhnologi

informasi, sistem informasi manajemen atau sistem pengelolaan sumber daya manusia.

* Risiko hazard ( BAHAYA ) factor –faktor yang mempengaruhi akibat akibat yang

ditimbulkan dari suatu peristiwa. Hazard menimbulkan kondisi yang kondusif terhadp

bencana yang menimbulkan kerugian. Dan kerugian adalah penyimpangan yang tidak diharapkan. Walaupun ada beberapa overlapping (tumpang tindih) di antara

kategori-kategori ini, namun sumber penyebab kerugian (dan risiko) dapat diklasifikasikan

sebagai risiko sosial, risiko fisik, dan risiko ekonomi. Menentukan sumber risiko adalah

penting karena mempengaruhi cara penanganannya.

* Risiko Finansial adalah resiko yang diderita oleh investor sebagai akibat dari

ketidakmampuan emiten saham dan obligasi memenuhi kewajiban pembayaran deviden

atau bunga atau bunga serta pokok pinjaman.

* Risiko strategic adalah risiko terjadinya serangkaian kondisi yang tidak terduga yang dapat mengurangi kemampuan manajer untuk mengimplementasikan strateginya

secara signifikan.

PROSES MANAJEMEN RESIKO

Pemahaman risk management memungkinkan manajemen untuk terlibat secara efektif

(4)

meningkatkan kemampuan organisasi untuk memberikan nilai tambah. Menurut COSO,

proses manajemen risiko dapat dibagi ke dalam 8 komponen (tahap)

(1) Internal environment (Lingkungan internal)

Komponen ini berkaitan dengan lingkungan dimana instansi Pemerintah berada dan beroperasi. Cakupannya adalah risk-management philosophy (kultur manajemen

tentang risiko), integrity (integritas), perspective (perspektif terhadap risiko),

risk-appetite (selera atau penerimaan terhadap risiko), ethical values (nilai moral), struktur

organisasi, dan pendelegasian wewenang.

(2) Objective setting (Penentuan tujuan)

Manajemen harus menetapkan objectives (tujuan-tujuan) dari organisasi agar dapat

mengidentifikasi, mengakses, dan mengelola risiko. Objective dapat diklasifikasikan

menjadi strategic objective dan activity objective. Strategic objective di instansi

Pemerintah berhubungan dengan pencapaian dan peningkatan kinerja instansi dalam jangka menengah dan panjang, dan merupakan implementasi dari visi dan misi instansi

tersebut. Sementara itu, activity objective dapat dipilah menjadi 3 kategori, yaitu

(1) operations objectives; (2) reporting objectives; dan (3) compliance objectives.

Risk tolerance dapat diartikan sebagai variation dalam pencapaian objective yang dapat diterima oleh manajemen. Dalam penerapan pelayanan pajak modern seperti

pengiriman SPT WP secara elektronik, diperkirakan 80% Wajib Pajak (WP) Besar akan

mengimplementasikannya. Bila ditentukan risk tolerance sebesar 10%, dalam hal 72%

WP Besar telah melaksanakannya, berarti tujuan penyediaan fasilitas tersebut telah

terpenuhi. Disamping itu, terdapat pula aktivitas suatu organisasi seperti peluncuran

roket berawak dengan risk tolerance adalah 0%.

(3) Event identification (Identifikasi risiko)

Komponen ini mengidentifikasi kejadian-kejadian potensial baik yang terjadi di

lingkungan internal maupun eksternal organisasi yang mempengaruhi strategi atau pencapaian tujuan dari organisasi. Kejadian tersebut bisa berdampak positif

(5)

Terdapat 4 model dalam identifikasi risiko, yaitu

(1) Exposure analysis; (2) Environmental analysis; (3) Threat scenario; (4) Brainstorming

questions. Salah satu model, yaitu exposure analysis, mencoba mengidentifikasi risiko

dari sumber daya organisasi yang meliputi financial assetsphysical assets seperti tanah

dan bangunan, human assets yang mencakup pengetahuan dan keahlian, dan intangible assets seperti reputasi dan penguasaan informasi. Atas setiap sumber daya yang

dimiliki organisasi dilakukan penilaian risiko kehilangan dan risiko penurunan. seperti

kas dan simpanan di bank,

(4) Risk assessment (Penilaian risiko)

Komponen ini menilai sejauhmana dampak dari events (kejadian atau keadaan) dapat

mengganggu pencapaian dari objectives. Besarnya dampak dapat diketahui dari

inherent dan residual risk, dan dapat dianalisis dalam dua perspektif, yaitu: likelihood

(kecenderungan atau peluang) dan impact/consequence (besaran dari terealisirnya

risiko). Dengan demikian, besarnya risiko atas setiap kegiatan organisasi merupakan

perkalian antara likelihood dan consequence.

Penilaian risiko dapat menggunakan dua teknik, yaitu: (1) qualitative techniques; dan

(2) quantitative techniques. Qualitative techniques menggunakan beberapa tools seperti

self-assessment (low, medium, high), questionnaires, dan internal audit reviews. Sementara itu, quantitative techniques data berbentuk angka yang diperoleh dari tools

seperti probability based, non-probabilistic models (optimalkan hanya asumsi

consequence), dan benchmarking.

Yang perlu dicermati adalah events relationships atau hubungan antar kejadian/keadaan. Events yang terpisah mungkin memiliki risiko kecil. Namun, bila

digabungkan bisa menjadi signifikan. Demikian pula, risiko yang mempengaruhi banyak

business units perlu dikelompokkan dalam common event categories, dan dinilai secara

aggregate.

(5) Risk response (Sikap atas risiko)

Organisasi harus menentukan sikap atas hasil penilaian risiko. Risk response dari

(6)

yang menyebabkan risiko; (2) reduction, yaitu mengambil langkah-langkah mengurangi

likelihood atau impact dari risiko; (3) sharing, yaitu mengalihkan atau menanggung

bersama risiko atau sebagian dari risiko dengan pihak lain; (4) acceptance, yaitu

menerima risiko yang terjadi (biasanya risiko yang kecil), dan tidak ada upaya khusus

yang dilakukan.

Dalam memilih sikap (response), perlu dipertimbangkan faktor-faktor seperti pengaruh

tiap response terhadap risk likelihood dan impact, response yang optimal sehingga

bersinergi dengan pemenuhan risk appetite and tolerances, analis cost versus benefits, dan kemungkinan peluang (opportunities) yang dapat timbul dari setiap risk response.

(6) Control activities (Aktifitas-aktifitas pengendalian)

Komponen ini berperanan dalam penyusunan kebijakan-kebijakan (policies) dan

prosedur-prosedur untuk menjamin risk response terlaksana dengan efektif. Aktifitas pengendalian memerlukan lingkungan pengendalian yang meliputi: (1) integritas dan

nilai etika; (2) kompetensi; (3) kebijakan dan praktik-praktik SDM; (4) budaya organisasi;

(5) filosofi dan gaya kepemimpinan manajemen; (6) struktur organisasi; dan (7)

wewenang dan tanggung jawab.

Dari pemahaman atas lingkungan pengendalian, dapat ditentukan jenis dan aktifitas

pengendalian. Terdapat beberapa jenis pengendalian, diantaranya adalah preventive,

detective, corrective, dan directive. Sementara aktifitas pengendalian berupa: (1)

pembuatan kebijakan dan prosedur; (2) pengamanan kekayaan organisasi; (3) delegasi

wewenang dan pemisahan fungsi; dan (4) supervisi atasan. Aktifitas pengendalian hendaknya terintegrasi dengan manajemen risiko sehingga pengalokasian sumber daya

yang dimiliki organisasi dapat menjadi optimal.

(7) Information and communication (Informasi dan komunikasi)

Fokus dari komponen ini adalah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak terkait melalui media komunikasi yang sesuai. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan

dalam penyampaiaan informasi dan komunikasi adalah kualitas informasi, arah

(7)

Informasi yang disajikan tergantung dari kualitas informasi yang ingin disampaikan, dan

kualitas informasi dapat dipilah menjadi: (1) appropriate; (2) timely; (3) current; (4)

accurate; dan (5) accessible. Arah komunikasi dapat bersifat internal dan eksternal.

Sedangkan alat komunikasi berupa diantaranya manual, memo, buletin, dan

pesan-pesan melalui media elektronis.

(8) Monitoring

Monitoring dapat dilaksanakan baik secara terus menerus (ongoing) maupun terpisah

(separate evaluation). Aktifitas monitoring ongoing tercermin pada aktivitas supervisi,

rekonsiliasi, dan aktivitas rutin lainnya.

Monitoring terpisah biasanya dilakukan untuk penugasan tertentu (kasuistis). Pada

monitoring ini ditentukan scope tugas, frekuensi, proses evaluasi metodologi,

dokumentasi, dan action plan.

Pada proses monitoring, perlu dicermati adanya kendala seperti reporting deficiencies,

yaitu pelaporan yang tidak lengkap atau bahkan berlebihan (tidak relevan). Kendala ini

timbul dari berbagai faktor seperti sumber informasi, materi pelaporan, pihak yang

disampaikan laporan, dan arahan bagi pelaporan.

Jenis Manajemen Resiko dalam kehidupan sehari – hari

Resiko Bank – Pasar

• Risiko pasar adalah sebagai risiko kerugian pada posisi neraca serta pencatatan

tagihan dan kewajiban diluar neraca yang timbul dari pergerakan harga pasar (on-and

off-balance sheet)

• Faktor Yang Menyebabkan Timbulnya Risiko pasar :

(8)

• Risiko residual

Faktor yang Menentukan Harga Pasar Terkait dengan Risiko

• Penawaran dan permintaan (supply and demand)

• Likuiditas (liquidity)

• Intervensi pemerintah (official intervention)

• Arbitrase (arbitrage)

• Peristiwa ekonomi dan politik (economic and political events)

• Faktor-faktor indikator ekonomi (underlying economic factors)

Menentukan Bagaimana Menangani Risiko

Jadi pada poin di seri ini, kita telah mengidentifikasi seluruh risiko utama dalam bisnis

kita, memprioritaskannya berdasarkan kecendrungan dan dampak, dan menilai

efektifitas kendali sekarang ini.

Langkah berikutnya adalah menentukan apa yang harus dilakukan pada tiap risiko,

sehingga kita dapat menanganinya dengan baik. Dalam dunia manajemen risiko, ada

empat strategi utama:

Menghindarinya.

Menguranginya.

(9)

Menerimanya.

Setiap strategi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing - masing, dan anda

mungkin akan pada akhirnya menggunakan semuanya. Terkadang anda mungkin perlu

menghindari risiko, dan di saat lainnya anda akan ingin menguranginya, memindahkannya, atau cukup menerimanya. Mari kita lihat apa maksud istilah tersebut,

dan bagaimana memutuskan klasifikasi yang mana yang akan digunakan pada risiko

bisnis anda.

Menghindari risiko

Terkadang, sebuah risiko akan begitu serius hingga anda ingin menghilangkannya,

contohnya dengan menghindari seluruh aktivitas, atau menggunakan pendekatan yang

benar - benar berbeda. Jika sebuah jenis trading tertentu sangat berisiko, anda mungkin

memutuskan bahwa itu tidak sebanding dengan apa yang akan didapat, dan

meninggalkannya.

Keuntungan strategi ini adalah bahwa ini merupakan cara yang paling efektif dalam

berurusan dengan risiko. Dengan menghentikan aktivitas yang menyebabkan masalah

-masalah potensial, anda menghilangkan peluang kerugian. Namun kelemahannya

adalah bahwa anda juga kehilangan beberapa keuntungan juga. Aktivitas yang berisiko dapat menjadi sangat menguntungkan, atau mungkin memiliki keuntungan lainnya bagi

perusahaan anda. Jadi strategi ini sangat baik digunakan sebagai langkah terakhir,

ketika anda mencoba strategi lainnya dan menemukan bahwa tingkat risiko masih

terlalu tinggi.

Mengurangi Risiko

Jika anda tidak menghilangkan seluruh aktivitas, pendekatan umum adalah mengurangi

risiko yang berkaitan dengan itu. Ambil langkah untuk membuat hasil negatif lebih

sedikit terjadi, atau meminimalkan dampaknya ketika itu terjadi.

Dengan kasus kita sebelumnya, "Klien utama XYZ Corp terlambat membayar tagihan"

kita dapat mengurangi kecendrungan untuk terjadi dengan menawarkan insentif kepada

(10)

yang lebih cepat, dan penalti untuk pembayaran yang terlambat. Berurusan dengan

pelanggan yang terlambat membayar dapat sangat mengecok, dan kami telah

membahasnya lebih pada tutorial tentang menangani cash flow lebih efisien, namun

berikut adalah beberapa pilihan.

Pada contoh yang sama, kita dapat mengurangi dampak dengan mengatur akses ke

fasilitas kredit jangka pendek. Dengan cara tersebut, bahkan jika klien terlambat

membayar, kita tidak kehilangan uang. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang pilihan

peminjaman jangka pendek seperti factoring and lines of credit, lihat tutorial kami

tentang meminjam uang untuk mendanai bisnis.

Ini mungkin merupakan strategi yang paling umum, dan cocok digunakan untuk rentang

risiko yang luas. Pada strategi anda anda dapat melanjutkan aktivitas anda, namun

dalam pengukuran yang membuat bahayanya berkurang. Jika dilakukan dengan benar,

anda mendapatkan yang terbaik. Namun bahayanya adalah kendali anda menjadi tidak efektif, dan anda berakhir dengan tetap menderita kerugian yang anda takutkan.

Memindahkan Risiko

Kita semua familiar dengan konsep asuransi dari kehidupan sehari - hari, dan hal yang

sama berlaku dalam bisnis. Sebuah kontrak asuransi pada dasarnya merupakan transfer risiko dari satu pihak ke pihak lainnya, dengan imbalan bayaran.

Contohnya ketika anda memiliki sebuah rumah, ada risiko besar akan kebakaran,

pencurian atau kerusakan lainnya. Jadi anda membayar sebuah polis asuransi rumah,

dan memindahkan risiko tersebut ke perusahaan asuransi. Jika sesuatu terjadi, perusahaan asuransi yang akan menanggung kerugiannya, dan sebagai imbalan untuk

jaminan tersebut, anda membayar premi.

Ketika anda memiliki sebuah bisnis, anda memiliki pilihan untuk memindahkan banyak

risiko anda ke perusahaan asuransi. Anda dapat mengasuransikan properti dan kendaraan anda, juga mengambil berbagai jenis asuransi liabilitas untuk melindungi

anda dari tuntutan hukum. Kita akan membahas lebih detil tentang asuransi pada

(11)

menangani risiko yang memiliki dampak yang besar, sepanjang anda dapat menemukan

polis yang terjangkau.

Menerima Risiko

Seperti yang telah kita lihat, manajemen risiko mempunyai harga. Menghindari risiko

berarti membatasi aktivitas perusahaan anda dan melewatkan peluang keuntungan. Mengurangi risiko dapat melibatkan sistem baru yang mahal atau proses dan kontrol

yang melelahkan. Memindahkan risiko juga ada harganya, contohnya seperti pada premi

asuransi.

Jadi dalam kasus risiko tingkat minor, langkah terbaik adalah menerimanya. Tidak masuk akal bila menginvestasikan dalam serangkaian software yang mahal hanya untuk

mengecilkan sebuah risiko yang tidak akan memiliki dampak yang besar. Untuk risiko

yang mendapatkan nilai dampak dan kecendrungan yang rendah, carilah solusi

sederhana dan murah, dan jika anda tidak dapat menemukannya, maka mungkin akan

lebih berharga untuk menerimanya dan melanjutkan bisnis seperti biasa.

Keuntungan dalam menerima risiko adalah cukup jelas: tidak ada biaya, dan

membebaskan sumber daya untuk fokus pada risiko yang lebih serius. Kelemahannya

adalah juga cukup jelas: anda tidak memiliki kendali. Jika dampak dan kecenrungannya

minor, itu mungkin tidak masalah. Namun pastikan bahwa anda telah menilai semua hal tersebut dengan benar, sehingga anda tidak akan mendapat kejutan yang tidak

menyenangkan.

Prinsip Dasar Manajemen Risiko (Risk Management)

(12)

Manajemen risiko mulai diperkenalkan di bidang keselamatan dan kesehatan

kerja pada era tahun 1980-an setelah berkembangnya teori

accident

model dari ILCI

dan juga semakin maraknya isu lingkungan dan kesehatan. Manajemen risiko bertujuan

untuk minimisasi kerugian dan meningkatkan kesempatan ataupun peluang. Bila dilihat

terjadinya kerugian dengan teori accident model dari ILCI, maka manajemen risiko

pelaksanaan sistem manajemen perusahaan/organisasi. Proses manajemen risiko Ini

merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk terciptanya perbaikan

berkelanjutan (continuous improvement). Proses manajemen risiko juga sering

dikaitkan dengan proses pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.

(13)

 Sistem manejemen risiko telah dapat dilaksanakan, dan telah sesuai dengan standar  Hasil/ performa dari sistem manajemen risiko dilaporkan ke manajemen organisasi, agar

dapat digunakan dalam meninjau (review) dan sebagai dasar (acuan) dalam pengambilan keputusan.

2. Tanggung jawab dan kewenangan; Tanggung jawab, kekuasaan dan hubungan antar

anggota yang dapat menunjukkan dan membedakan fungsi kerja didalam manajemen

risiko harus terdokumentasikan khususnya untuk hal-hal sebagai berikut:

 Tindakan pencegahan atau pengurangan efek dari risiko.

 Pengendalian yang akan dilakukan agar faktor risiko tetap pada batas yang masih dapat diterima.

 Pencatatan faktor-faktor yang berhubungan dengan kegiatan manajemen risiko.  Rekomendasi solusi sesuai cara yang telah ditentukan.

 Memeriksa validitas implementasi solusi yang ada.  Komunikasi dan konsultasi secara internal dan eksternal.

3. Sumber Daya Manusia; Organisasi harus dapat mengidentifikasikan persyaratan

kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang diperlukan. Oleh karena itu untuk

meningkatkan kualifikasi SDM perlu untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang relevan

dengan pekerjaannya seperti pelatihan manajerial, dan lain sebagainya.

3. Implementasi

Program

Sejumlah langkah perlu dilakukan agar implementasi sistem manajemen risiko dapat

berjalan secara efektif pada sebuah organisasi. Langkah-langkah yang akan dilakukan

tergantung pada filosofi, budaya dan struktur dari organisasi tersebut.

4. Tinjauan Manajemen

Tinjauan sistem manajemen risiko pada tahap yang spesifik, harus dapat memastikan

kesesuaian kegiatan manajemen risiko yang sedang dilakukan dengan standar yang

digunakan dan dengan tahap-tahap berikutnya.

(14)

 Analisis risiko; Dilakukan dengan menentukan tingkatan probabilitas dan konsekuensi yang akan terjadi. Kemudian ditentukan tingkatan risiko yang ada dengan mengalikan kedua variabel tersebut (probabilitas X konsekuensi).

 Evaluasi risiko; Membandingkan tingkat risiko yang ada dengan kriteria standar. Setelah itu tingkatan risiko yang ada untuk beberapa hazards dibuat tingkatan prioritas manajemennya. Jika tingkat risiko ditetapkan rendah, maka risiko tersebut masuk ke dalam kategori yang dapat diterima dan mungkin hanya memerlukan pemantauan saja tanpa harus melakukan pengendalian.

 Pengendalian risiko; Melakukan penurunan derajat probabilitas dan konsekuensi yang ada dengan menggunakan berbagai alternatif metode, bisa dengan transfer risiko, dan lain-lain.

Monitor dan Review; Monitor dan review terhadap hasil sistem manajemen risiko yang dilakukan serta mengidentifikasi perubahan-perubahan yang perlu dilakukan.

 Komunikasi dan konsultasi; Komunikasi dan konsultasi dengan pengambil keputusan internal dan eksternal untuk tindak lanjut dari hasil manajemen risiko yang dilakukan.

Manajemen risiko dapat diterapkan di setiap level di organisasi. Manajemen risiko dapat

diterapkan di level strategis dan level operasional. Manajemen risiko juga dapat

diterapkan pada proyek yang spesifik, untuk membantu proses pengambilan keputusan

ataupun untuk pengelolaan daerah dengan risiko yang spesifik.

Beberapa Istilah Penting Dalam Manajemen Risiko

1. Konsekuensi

Akibat dari suatu kejadian yang dinyatakan secara kualitatif atau kuantitatif, berupa

kerugian, sakit, cedera, keadaan merugikan atau menguntungkan. Bisa juga berupa

rentangan akibat-akibat yang mungkin terjadi dan berhubungan dengan suatu kejadian.

2. Biaya

(15)

3. Kejadian

Suatu peristiwa (insiden) atau situasi, yang terjadi pada tempat tertentu selama interval

waktu tertentu.

4. Analisis Urutan Kejadian

Suatu teknik yang menggambarkan rentangan kemungkinan dan rangkaian akibat yang

bisa timbul dari proses suatu kejadian.

5. Analisis Urutan Kesalahan

Suatu metode sistem teknik untuk menunjukkan kombinasi-kombinasi yang logis dari

berbagai keadaan sistem dan penyebab-penyebab yang mungkin bisa berkontribusi

terhadap kejadian tertentu (disebut kejadian puncak).

6. Frekuensi

Ukuran angka dari peristiwa suatu kejadian yang dinyatakan sebagai jumlah peristiwa

suatu kejadian dalam waktu tertentu. Terlihat juga seperti kemungkinan dan peluang.

7.

Bahaya

(

hazard

)

Faktor intrinsik yang melekat pada sesuatu dan mempunyai potensi untuk menimbulkan

kerugian.

8.

Monitoring

/ Pemantauan

Pengecekan, Pengawasan, Pengamatan secara kritis, atau Pencatatan kemajuan dari

suatu kegiatan, tindakan, atau sistem untuk mengidentifikasi perubahan-perubahan

yang mungkin terjadi.

9. Probabilitas

Digunakan sebagai gambaran kualitatif dari peluang atau frekuensi.

Kemungkinan dari kejadian atau hasil yang spesifik, diukur dengan rasio dari kejadian

atau hasil yang spesifik terhadap jumlah kemungkinan kejadian atau hasil. Probabilitas

dilambangkan dengan angka dari 0 dan 1, dengan 0 menandakan kejadian atau hasil

yang tidak mungkin dan 1 menandakan kejadian atau hasil yang pasti.

10. Risiko Ikutan

Tingkat risiko yang masih ada setelah manajemen risiko dilakukan.

(16)

Peluang terjadinya sesuatu yang akan mempunyai dampak terhadap sasaran. Ini diukur

dengan hukum sebab akibat. Variabel yang diukur biasanya probabilitas, konsekuensi

dan juga pemajanan.

12. Penerimaan Risiko (

acceptable

risk

)

Keputusan untuk menerima konsekuensi dan kemungkinan risiko tertentu.

13. Analisis risiko

Sebuah sistematika yang menggunakan informasi yang didapat untuk menentukan

seberapa sering kejadian tertentu dapat terjadi dan besarnya konsekuensi tersebut.

14. Penilaian risiko

Proses analisis risiko dan evalusi risiko secara keseluruhan.

15. Penghindaran risiko

Keputusan yang diberitahukan tidak menjadi terlibat dalam situasi risiko.

16. Pengendalian risiko

Bagian dari manajemen risiko yang melibatkan penerapan kebijakan, standar, prosedur

perubahan fisik untuk menghilangkan atau mengurangi risiko yang kurang baik.

17. Evaluasi risiko

Proses yang biasa digunakan untuk menentukan manajemen risiko dengan

membandingkan tingkat risiko terhadap standar yang telah ditentukan, target tingkat

risiko dan kriteria lainnya.

18. Identifikasi Risiko

Proses menentukan apa yang dapat terjadi, mengapa dan bagaimana.

19. Pengurangan Risiko

Penggunaan/ penerapan prinsip-prinsip manajemen dan teknik-teknik yang tepat

secara selektif, dalam rangka mengurangi kemungkinan terjadinya suatu kejadian atau

konsekuensinya, atau keduanya.

(17)

Referensi

Dokumen terkait

Tertanggung Utama I yang dilahirkan oleh Tertanggung Utama II setelah Polis diterbitkan dan Anda tidak mengajukan permohonan asuransi jiwa PRULink Assurance Account (atau

Beberapa lapisan yang terdapat pada ketiga titik geolistrik dan saling memiliki hubungan adalah lapisan zona aerasi, lapisan pasir mengandung airtanah tawar, dan

Nilai kuantitas air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan industri yang melakukan kegiatan pengolahan gabungan adalah jumlah perkalian antara nilai kuantitas air

Kegiatan PPL ini dilaksanakan oleh mahasiswa kependidikan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk melaksanakan pembelajaran PPL langsung pada lingkungan sekolah.

Pada perhitungan faktor median, kendaraan yang diperhitungkan pada Jalan yang dilengkapi dengan median berbentuk ditinggikan, pagar, dan garis adalah kendaraan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepuasan pasien rawat inap di rumah sakit dengan menggunakan metode SERVQUAL berdasarkan literature

kesehatan (akses kedalam sistem gawat darurat). b) Untuk mengatur dan membimbing pertolongan medis yang diberikan di tempat kejadian dan selama perjaanan ke sarana kesehatan

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kelompok Bank Nagari Wilayah Bukittinggi dan Agam. Dari struktur analisis jalur akan dilakukan analisis untuk mengetahui tingkat