Kata pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat tuhan yang maha esa, karena berkat rahmatnya kami dapat menyelesaikan makalah ini tentang “strategi dan pola penyerangan dalam sepak bola modern”. Dan juga kami mengucapkan terima kasih kepada bapak floribertus yang telah memberikan tugas ini.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Tarakan, 15 agustus 2015
Daftar Isi
Kata Pengantar…………...……….………1
Daftar Isi……….2
Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang……….……3
B. Manfaat Makalah……….………3
Bab 2 Isi
A. Stategi penyerangan sepak bola………..…….4
Bab 3 penutup
B. Kesimpulan………...8
C. Saran………..8
BAB 1
PENDAHULUAN
a. Latar Belakang.
Sepak bola adalah permainan beregu yang terdiri dari sebelas pemain
inti.permainn ini mengutamakan kerjasama antar pemain seregu untuk memperoleh hasil yang maksimal atau memenangkan pertandingan.Selain kerjasama strategi dan taktik bermain termasuk formasi ( sistem ) yang diterapkan oleh suatu tim akan menentukan keberhasilan tim tersebut dalam memenangkan pertandingan.formasi dalam permainan sepak bola adalah penempatan,ruang gerak serta pembagian tugas dari setiap pemain dengan posisi yang ditempatinya.Kerjasama dan formasi ini berlaku dalam situasi menyerang maupun dalm keadaan bertahan.Banyak formasi yang dapat digunakan/terapkan dalam permainan sepak bola diantaranya formasi 3-4-3, 3-5-2, atau 4-4-2, 4-3-3-4-3, dan 2-4-2.
b. Manfaat Makalah
1. Mendapatkan pengetahuan dalam bidang olahraga khusus sepak bola 2. Mengetahui pola-pola penyerangan sepak bola
3. Mengetahui strategi penyerangan sepak bola
BAB 2
ISI
Strategi penyerangan sepak bola
1. Formasi WM atau 4-2-4
Tujuan utama dalam membuat/menyusun strategi pola penyerangan adalah
memasukkan bola kegawang lawan sebanyak mungkin,salah satu caranya adalah dengan memperbanyak jumlah pemain penyerang. Formasi 4-2-4 lahir di inggris dan kemudian berkembang luas.Pola penyerangan WM atau 4-2-4 digunakan oleh tim Brasil pada tahun 1958 yang mengantarkanya menjadi juara dunia dalam piala dunia (FIFA).
Cara melakukan formasi 4-2-4 adalah sebagai berikut :
a. Empat barisan belakang merupakan pertahanan yang baik dan kuat untuk menjaga gawang.
b. dua center back (poros belakang) bermain saling bersisian dan saling menolong, salah satu dari mereka maju ke depan apabila temanya melakukan penyerangan.
c. Kedua wing back (belakang kanan dan kiri) msing-masing bertugas untuk melindungi kedua center back (poros belakang) dan harus mempunyai kemungkinan untuk berkonsentrasi terhadap pemain sayap awan.
d. Kedua pemain tengah (gelandang) harus bekerja keras untuk beroperasi pada lapangan yang mempunyai radius luas.Mereka ditugaskan untuk membangun serangan dan membuat pertahanan.
e. Keempat barisan depan dipersiapkan terutama untuk penyerangan,kedua sayap turut serta di dalam membangun penyerangan,memulai dari lapangan tengah
2. Formasi 4-4-2
Adalah formasi klasik. Formasi 4-4-2 classic adalah formasi yang stabil, selain itu formasi ini dinamis, memiliki 4 bertahan, 4 pemain tengah dan 2 penyerang, sehingga diajak untuk menyerang ok, bertahan juga bagus, apalagi bermain normal. Boleh dikatakan ini adalah formasi dasar dan paling standar, dari sini kemudian berkembang pakem-pakem taktik lain dalam dunia sepakbola. Dengan formasi ini Milan merajai Italia dan Eropa pada kurun waktu awal 90an di bawah pelatih karismatik Arrigo Sacchi. Milan saat itu tidak hanya kuat dalam bertahan, tapi juga fantastis dalam menyerang. Puncaknya saat Milan dipegang oleh Don Fabio Capello. Namun kini formasi tersebut sudah dianggap kuno. Bahkan Don Fabio bersama Inggris menggunakan formasi tersebut remuk oleh Jerman di piala dunia dengan skor 4-1 yang menggunakan formasi 4-2-3-1. Penggunaan pola 4-4-2 adalah tim tersebut menempatkan empat orang pemain belakang (pertahanan), empat orang pemain tengah (gelandang), dan dua orang pemain depan (sebagai penyerang). Penggunaan pola ini biasanya tim tersebut menekankan pada keseimbangan, kekuatan pertahanan dan penyerangan.
Gambar 1.2 : Formasi 4-4-2
3. Formasi 4-3-3
winger, 1 striker. Full back bisa diganti dengan Wing bek yang dapat membantu centre midfield atau bisa berubah peran menjadi Side Midfield dan Winger seperti yang ada pada diri Daniel Alaves dan Jordi Alba di Barcelona. Namun formasi ini memiliki kelemahan saat melawan klub dengan pertahanan Grendel, dan memiliki sejumlah pemain dengan kecepatan tinggi untuk menciptakan serangan balik.
Gambar 1.3 : Formasi 4-3-3
4. Formasi 1-3-3-3
Pola ini masih menggunakan sistem libero dimana seorang pemain bertahan dalam posisi menggantung di belakang tiga pemain belakang lainnya. Tugas libero adalah
membersihkan lini belakang dan bukan untuk mengawal barisan penyerang lawan. Dia bertugas menjaga daerah pertahanan dari bola-bola sisa yang tidak mampu dikontrol tiga pemain di depannya. Penyerangan dilakukan oleh tiga pemain di barisan depan dengan fungsi sebagai penyerang. Maka tidak ada pemain sayap murni dalam formasi ini. Ketiga penyerang masing-masing didukung oleh tiga pemain tengah di belakang mereka
5. Formasi 4-2-3-1
Formasi ini sangat ultraofensif karena penyerangan dilakukan oleh empat orang pemain dengan satu striker sebagai pencari celah sementara tiga pemain lainnya di belakang striker tersebut berfungsi menyerang dan mencari gol. Dalam penyerangan yang berupa kombinasi maka dapat terjadi bahwa ada 4 orang striker sekaligus yang menyerbu pertahanan lawan. Dua pemain tengah berfungsi menjaga aliran bola dari belakang ke depan. Sementara dua bek sayap bisa maju ke depan untuk membantu menyerang dari sisi sayap. Formasi ini diterapkan oleh Manchester city dan Bayern Muenchen yang memiliki banyak pemain dengan pergerakan lincah dan daya gedor yang tinggi.
Bab 3
Penutup
A. Kesimpulan
permainan sepak bola diantaranya formasi 3-4-3, 3-5-2, atau 4-4-2, 4-3-3, dan 2-4-2.