Pernikahan merupakan awal dari suatu kehidupan bersama dengan pasangan dan kesiapan seseorang dalam membina sebuah keluarga. Keluarga adalah pasangan yang menikah atau kelompok keluarga besar yang saling bekerjasama dan membagi tugas pada setiap anggota keluarga,
Definisi lain menyebutkan bahwa keluarga merupakan kelompok sosial yang memiliki karakteristik tinggal bersama, terdapat kerja sama ekonomi, dan terjadi proses reproduksi (Murdock, dalam Sri Lestari : 2012).
Keluarga secara ideal terdiri dari suami dan istri (orangtua), serta anak. Pernikahan dan keluarga terdiri dari individu-individu dengan perbedaan kepribadian, ide, nilai, cita rasa, dan tujuan yang berbeda beda.
Sisi hitam dari pernikahan kedua adalah:
1. Adanya kesulitan untuk menggabungkan dua keluarga sebelumnya menjadi satu keluarga baru, dan hal ini mampu menimbulkan tingkat stress yang tinggi untuk salah satu anggota keluarga.
2. penggabungan dua keluarga besar itu mampu menciptakan tanggung jawab yang lebih besar, baik dalam segi ekonomi, komunikasi dan dukungan satu dengan lainnya.
Seseorang yang pernah mengalami kegagalan dalam perkawinannya, atau seseorang yang telah ditinggal pasangannya karena meninggal, ada kalanya mereka mengalami kesepian. Untuk itu, keputusan untuk menikah kembali (remarriage) akan diambil seseorang sebagai langkah untuk melanjutkan kehidupan. Dengan harapan mereka dapat melalui kehidupan lebih baik jika ada pasangan dalam hidup.
Sisi putih dari pernikahan kedua adalah:
1. pengalaman menikah sebelumnya bisa meningkatkan stabilitas pernikahan selanjutnya
2. Untuk pengasuhan anak yang sebelumnya menjadi tanggung jawab orangtua tunggal setelah menikah kembali bisa dibagi dengan pasangan barunya dan anak tertua dari pasangan barunya.