SISTEM INFORMASI PENGGUNAAN DAN PENGGANTIAN
PERANGKAT DENGAN GIS BERBASIS ANDROID DI PT.
APLIKANUSA LINTASARTA PADANG
Rusdisal Rusmi1, Rifa Turaina2, Mulyadi Indra3
1, 2,3 Prodi Sistem Informasi STMIK Indonesia Padang,
Jl. Khatib Sulaiman Dalam No. 1 Padang
email : [email protected], [email protected] 2, [email protected]
Abstract
Nowadays, the use of smartphones with android operating system is too much. Smartphones can facilitate human activities in communication, searching information, making decision and simplify the work through the applications contained in the smartphone. In Lintasarta Padang, device recording and reporting of inteference handling results are still done manually that recording the device data installed at the customer's location using Ms. Excel while reporting the interference is reported via telephone communication then administrator records the results of the report. With manual recording, the device data and report of interference are not properly monitored. To overcome these problems then made the system of information usage and replacement of devices with android-based GIS that aims to facilitate technicians Lintasarta Padang in the field in performing input and update customer device data. This study resulted: the use and replacement of the device is done at the customer site so that the data is locked in the system, the customer location is displayed in the form of GIS and the history of handling the interference is monitored and displayed maximally.
Keyword: Information System, Use and Replacement Device, Android, Gis
Abstrak
terekap pada sistem, lokasi pelanggan ditampilkan dalam bentuk GIS dan histori penanganan gangguan termonitor dan ditampilkan secara maksimal.
Kata Kunci: Sistem Informasi, Penggunaan dan Penggantian Alat, Android, Gis
PENDAHULUAN
Lintasarta merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang komunikasi data dan internet service provider. Perusahaan ini memiliki pelanggan yang tersebar di seluruh Indonesia salah satunya di provinsi Sumatera Barat. Untuk wilayah Sumatera Barat kantor perwakilannya berlokasi di kota Padang.
Alamat pelanggan yang tersebar di berbagai daerah di Sumatera Barat saat ini belum terdata dengan baik. Alamat yang didapat dari informasi sebelumnya belum menunjukan lokasi yang tepat, sehingga menyulitkan teknisi dalam menemukan lokasi pelanggan saat akan melakukan penanganan gangguan dan maintenance khususnya bagi teknisi yang belum pernah ke lokasi pelanggan tersebut.
Pendataan perangkat yang digunakan dan pengggantiannya masih dilakukan secara manual. Dimana perangkat yang dipasang atau diganti baik saat pemasangan baru maupun penanganan gangguan dicatat secara manual. Setelah teknisi kembali dari lokasi pelanggan, perangkat tersebut akan diserahkan ke admin gudang untuk dilakukan penginputan ke sistem.
History gangguan yang dialami dan dikeluhkan oleh pelanggan belum tersedia dengan memadai. Sistem yang ada belum bisa menampilkan penyebab dan solusi dari penanganan gangguan secara rinci serta belum dapat menampilkan data teknisi yang melakukan penanganan gangguan di lokasi pelanggan.
Untuk itu dibangun sistem pendataan perangkat yang terpasang di lokasi dimana teknisi akan memasukan data perangkat beserta koordinat lokasinya ke sistem. Kemudian lokasi pelanggan akan ditampilkan dalam bentuk GIS menggunakan Google Map oleh sistem.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini adalah “bagaimana membangun sistem informasi penggunaan dan penggantian perangkat dengan GIS berbasis Android agar dapat dimonitor dengan baik untuk setiap pelanggan PT. Aplikanusa Lintasarta Padang.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk adalah membuat sistem informasi geografis berbasis Android yang dapat :
1. Membantu bagian operasional dalam mempercepat pencarian data mengenai perangkat di pelanggan.
2. Membantu teknisi dan operator dalam memonitor histori gangguan yang dialami pelanggan diantaranya penyebab terjadinya gangguan, siapa teknisi yang telah menangani dan solusi apa yang telah diambil.
4. Memudahkan teknisi menemukan lokasi pelanggan dengan cepat dan akurat.
Sedangan manfaat yang diharapkan dari penelitian ini bagi PT. Aplikanusa Lintasarta Padang adalah:
1. Perangkat yang keluar dan terpasang di pelanggan lebih termonitor sehingga pencocokan data perangkat lebih akurat
2. History gangguan pelanggan dapat
dimonitor dengan lebih baik sehingga dapat diketahui apa penyebab terjadinya gangguan, tindakan yang telah dilakukan serta teknisi yang telah menangani gangguan tersebut.
3. Lokasi pelanggan dapat dimonitor dengan lebih baik melalui Sistem Informasi Geografis ini.
Geografis Information System (GIS) Sistem Informasi Geografis (SIG/GIS) adalah “Suatu komponen yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data geografis dan sumber daya manusia yang bekerja sama secara efektif untuk menangkap, menyimpan, memperbaiki, memperbaharuhi, mengelola, memanipu-lasi, mengintegrasi, manganalisa, dan menampilkan data dalam suatu informasi berbasis geografis [1].
Sistem Informasi Geografis (GIS) dapat didefinisikan sebagai sistem pemetaan komprehensif yang dirancang untuk mengambarkan , menyimpan, menganalisis, mensintesis, query, mengubah, mengambil, memanipulasi dan menampilkan data spasial yang diperoleh dari permukaan bumi dalam bentuk grafik, tabel, gambar 3D dan peta berdasarkan kekayaan informasi yang dimasukkan ke dalam database GIS [2].
Android
Android adalah sebuah sistem operasi untuk perangkat mobile yang berbasis linux yang mencakup sistem operasi, middleware dan aplikasi [3].
Android menyediakan Platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri yang digunakan oleh bermacam piranti bergerak [4].
PHP
PHP adalah bahasa pemrograman skrip yang dirancang untuk membangun aplikasi web [5].
PHP (Hypertext Preprocessor) adalah “suatu bahasa scripting khususnya digunakan untuk web development”. PHP ialah singkatan dari PHP: Hypertext
Preprocessor. Fleksibilitas dan
kemudahannya untuk dipelajari (terutama untuk programmer yang memiliki latar belakang di C, Java, atau Perl) membuatnya menjadi salah satu bahasa pemrograman yang paling populer [6].
Unified Modeling Language (UML) UML adalah salah satu standar bahasa yang banyak digunakan di dunia industri untuk mendefenisikan requirement, membuat analisis dan desain, serta menggambarkan arsitektur dalam pemograman berorientasi objek [7].
UML merupakan kumpulan diagram yang sudah memiliki standar untuk pembangunan perangkat lunak berbasis objek yang terdiridari:
1. Use Case Diagram
2. Activity Diagram
Diagram aktivitas atau activity diagram menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan actor.
3. Sequence Diagram
Sequence diagram menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima antar objek.
4. Class Diagram
Class diagram menggambarkan
struktur sistem dari segi pendefenisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan beberapa metode antara lain :
1. Penelitian Lapangan (Field Research) Yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mendatangi langsung tempat atau lokasi yang dijadikan sebagai tempat meneliti yaitu PT. Aplikanusa Lintasarta Padang. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara dan pemberian daftar pertanyaan kepada personil-personil yang terkait dengan penelitian ini. Personil yang terlibat dalam penelitian ini adalah teknisi yang biasa mengumpulkan data pelanggan di lapangan.
2. Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan membaca berbagai literature yang berkaitan dengan masalah sistem informasi penggunaan dan penggantian perangkat dengan GIS berbasis Android, seperti buku-buku, artikel-artikel, dan jurnal-jurnal ilmiah.
3. Penelitian Laboratorium (Laboratory Research)
Dalam menyelesaikan permasalahan dalam penelitian ini digunakan perangkat komputer / laptop dengan spesifikasi sebagai berikut:
a. Hardware:
1) Processor Intel inside Core i5
2) Hardisk 500 GB
3) RAM 4 GB
4) Monitor dan VGA 1302 Mb 5) Wifi
b. Software
1) Sistem Operasi : Windows 7 Profesional
2) Java SE versi 1.7
3) Eclipse dan Genymotion ver 2.7.2 4) Android versi 5.1
HASIL DAN PEMBAHASAN DESAIN SISTEM
1. Disain Sistem Secara Global Sequence Diagram Gudang
Sequence Diagram Pelanggan
Gambar 2. Sequence Diagram Pelanggan
Sequence Diagram Gangguan
Gambar 3. Diagram Sequence Gangguan
Sequence Diagram GIS.
Gambar 4. Sequence Diagram GIS
Class Diagram
Gambar 5. Class Diagram
HASIL
1. Menu utama
Menu utama ini terdiri dari empat tombol, yaitu: gudang, pelanggan, gangguan dan GIS seperti pada gambar 6 berikut.
2. Input
a. Input Laporan Gangguan
Gambar 7. Input Laporan Gangguan
Menu di atas digunakan untuk menginputkan data gangguan yang dialami pelangggan.. Jika pada saat penginputan berdasarkan nomor jaringan data gangguan belum ada, maka akan keluar pesan seperti pada gambar 8 berikut.
Gambar 8. Pesan jika nomor jaringan belum ada
b. Input Perangkat
Gambar 9. Input Perangkat
Menu di atas digunakan untuk input dan update data perangkat berdasarkan registrasi baru yang masuk ke gudang Lintasarta Padang. Jika pada saat input perangkat di gudang data sudah terregister maka akan muncul pesan seperti gambar 10 berikut.
c. Tampilan Input Pelanggan
Gambr 11. Tampilan Input Pelanggan
Menu di atas digunakan untuk menginputkan data-data pelanggan.
d. Tampilan Input Perangkat di Pelanggan
Gambar 12. Tampilan Input Perangkat di Pelanggan
Menu di atas digunakan untuk menginputkan data perangkat ke pelanggan Lintasarta Padang.
e. Tampilan Input Penggantian Perangkat
Gambar 13. Tampilan Input Penggantian Perangkat
Menu di atas digunakan untuk menginputkan data penggantian perangkat di pelanggan.
3. Proses
a. Menampilkan Perangkat
Pada menu ini ditampilkan data perangkat berdasarkan kode spek, register dan status perangkat. Contohnya kode spek yang digunakan “B2wn02310043D” dengan status “rusak” jika di search akan tampil seperti gambar 14 berikut.
b. Menampilkan Data Pelanggan
Pada menu ini ditampilkan data pelanggan seperti terlihat pada gambar 15 berikut.
Gambar 15. Proses Menampilkan Data Pelanggan
c. Menampilkan PIC Pelanggan
Pada menu ini dapat dilakukan pencarian data pelanggan yang dihubungi di lokasi atau PIC berdasarkan nomor jaringan. Pada saat diklik data pelanggan tersebut akan tampil secara rinci seperti gambar 16 berikut.
Gambar 16. Menampilkan Data PIC Pelanggan
d. Menampilkan Histori Gangguan Pada menu ini ditampilkan data gangguan pelanggan Lintasarta Padang sebagaimana terlihat pada gambar 17 berikut.
Gambar 17. Menampilkan Gangguan Pelanggan
e. Menampilkan Data Perangkat Pelanggan
Pada menu ini akan ditampilkan data perangkat yang berada di lokasi pelanggan seperti gambar 18 berikut
4. Output
a. Tampilan Data GIS Pelanggan
Pada tampilan ini dapat dilihat marker pelanggan yang terdata di database seperti pada gambar 19 berikut.
Gambar 19 Tampilan GIS Pelanggan
b. Tampilan Detail Pelanggan
Pada tampilan ini dapat dilihat informasi pelanggan secara detail pada alert dialog, apabila salah satu blok pada list pelanggan diklik. Seperti padea gambar 20 berikut.
Gambar 20. Infromasi Detail Pelanggan
c. Tampilan Data Gangguan
Pada tampilan ini dapat dlihat data gangguan secara detail seperti pada gambar 21 berikut.
Gambar 21. Tampilan Data Gangguan
d. Tampilan Detail PIC Pelanggan Pada tampilan ini dapat dilihat detail PIC pelanggan, diantaranya data jaringan, alamat pelanggan dan PIC pelanggan di lokasi eeperti pada gambar 22 berikut.
PEMBAHASAN
1. Input Data Pelanggan dan Perangkat Pelanggan
Pada proses input pelanggan ini teknisi akan memasukkan data pelanggan di lokasi pelanggan. Dengan dimasukkannya data pelanggan di lokasi maka koordinat yang didapat akan lebih akurat. Untuk pendataan perangkat, data tersebut juga diinput oleh teknisi pada saat ada kunjungan ke lokasi pelanggan. Sehingga data yang sebelumnya dicatat di Ms. Excel dimasukan langsung oleh teknisi ke sistem sehingga perekapan data perangkat yang ada di pelanggan lebih termonitor.
2. Output GIS
Dalam output GIS ini seluruh data pelanggan yang terdaftar di database ditampilkan secara geografis dalam bentuk peta berdasarkan kordinat lokasi pelanggan. Untuk mencari salah satu pelanggan maka dilakukan proses pencarian dengan memasukkan nomor jaringan pelanggan. Sehingga data yang ditampilkan di map berupa lokasi pelanggan yang dicari. Saat diklik data lengkap pelanggan akan muncul.
3. Output data Pelanggan dan Perangkat
Data yang ditampilkan berbentuk list. Dimana tampilan list ini akan menampilkan seluruh data pelanggan, perangkat dan data perangkat pelanggan. Untuk mengetahui kondisi perangkat maka yang dicari adalah kode spek dan status dari perangkat tersebut, sedangkan untuk pelanggan data yang dimasukan adalah nomor jaringan pelanggan yang ingin dicari.
SIMPULAN
Berdasarkan uraian yang telah dikemukan sebelumnya dan implementasi yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Pengunaan dan penggantian perangkat dilakukan di lokasi pelanggan sehingga data terekap di sistem yang dibangun. Dimana sebelumnya pencatatan perangkat masih dilakukan secara manual di lokasi pelanggan dan baru dilaporkan ke admin setelah teknisi kembali dari pelanggan.
2. Lokasi pelanggan yang ditampilkan dalam bentuk GIS, mengakibatkan lokasi pelanggan terlihat berdasarkan koordinat data lokasi pelanggan yang diambil saat pemasangan perangkat jaringan, penanganan gangguan atau mutasi alamat pelanggan.
3. Informasi histori penanganan gangguan termonitor dan ditampilkan secara maksimal. Karena teknisi memasukkan data laporan hasil penanganan gangguan dengan sistem di lokasi pelanggan serta penggantian perangkat akan termonitor oleh admin gudang.
UCAPAN TERIMA KASIH
DAFTAR PUSTAKA
[1] A. Puntodewo, S. Dewi, and J. Tarigan, “Sistem Informasi Geografis Untuk pengelolaan sumberdaya alam,” Cent. Int. For. Res., 2003.
[2] M. Alam, Bhuiyan, Application of
Geographic Information Systems,
Reviced. Croatla: InTech, 2012.
[3] N. S. H, Pemrograman Aplikasi Mobile Smartphone dan Tablet PC Berbasis Android, Revisi. Bandung: Inormatika,
2012.
[4] Y. Murya, Pemograman Android. Jakarta: Jasakom, 2014.
[5] B. Raharjo, Pemrograman WEB. Bandung: Modula, 2016.
[6] J. K. K. Priyanto Hidayatullah,
Pemrograman Web. Bandung:
Informatika, 2015.