• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Aplikasi Mobile Tracer Study Menggunakan Platform Android

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengembangan Aplikasi Mobile Tracer Study Menggunakan Platform Android"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Fakultas Ilmu Komputer

5402

Pengembangan Aplikasi

Mobile Tracer Study

Menggunakan

Platform

Android

Ahmad Kamil Almasyhur1, Herman Tolle2, Adam Hendra Brata3

Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya Email: 1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]

Abstrak

Sistem Tracer Study adalah sistem yang menghubungkan antara mahasiswa yang sudah lulus dari suatu instansi pendidikan dengan alumni yang lain sehingga memiliki hubungan antara satu alumni dan alumni yang lain. Alumni dapat saling memberikan informasi tentang lowongan pekerjaan kepada alumni yang lain. Alumni juga dapat memberikan informasi pekerjaan alumni saat ini, serta alumni dapat melihat informasi pekerjaan alumni juga. Alumni juga dapat memberikan infomasi pendidikan serta melihat informasi pendidikan yang telah diisikan oleh alumni itu sendiri. Tidak adanya aplikasi yang membantu dalam proses tracer study yang dilakukan di Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB), membuat penulis berinisiatif dalam proses pengembangan aplikasi mobile tracer study dengan menggunakan platform Android. Penelitian ini menggunakan Software Development Lifecycle (SDLC) prototype dimana yang dituliskan pada naskah skripsi ini adalah

prototype terakhir, atau prototype final. Dengan menggunakan platform firebase dan Android, diharapkan sistem tracer study mampu membantu dalam proses tracer study yang dilakukan di FILKOM UB, dengan hasil pengujian usabilitas 80.625, dalam rentang 0 – 100 termasuk kedalam kualifikasi yang cukup baik, kemudian hasil pengujian fungsionalitas dan kompatibilitas yang dihasilkan oleh aplikasi

tracer study mampu mencapai nilai sempurna pada sistem operasi nougat dan marsmallow.

Kata kunci: tracer study, firebase, Android, chat

Abstract

Tracer study system is a system that connects students who have graduated from educational institution with their friends who have graduated, which call as alumni. Alumni can give each other information about job vacancy to other alumni, the alumni can also provide information on current

alumni work. Alumni can view information on alumni’s work as well, then alumni can also provide

educational information and view educational information that has been filled by the alumni themselves.There is no application that helps in the process of tracer study conducted in Faculty of Computer Science, Universitas Brawijaya (FILKOM UB), make the author the initiative in the process of developing mobile tracer study application using Android platform. This study uses prototyping SDLC (Software Development Lifecycle), which is written on the script of this thesis is the last prototype, or the final prototype. By using the firebase and Android platform, it is expected that the tracer study system can assist in the process of tracer study in FILKOM UB, with the result of the usability test is 80.625 (in range 0 – 100) included in the qualification is good enough, the result of functionality and compatibility generated by tracer study application capable of achieving perfect value on nougat and marsmallow operating system.

Keywords: tracer study, firebase, Android, chat

1. PENDAHULUAN

Tracer Study adalah sebuah layanan yang disediakan oleh setiap lembaga pendidikan untuk melacak alumni yang telah lulus dari lembaganya yang mana nantinya dapat digunakan untuk akreditasi dan pendataan para

(2)

ini, umpan balik yang diberikan tentang kekurangan dari pelaksanaan program studi dan penyediaan dan pengaplikasian di masa yang akan dating. Untuk itu, maka dibutuhkan informasi keberhasilan berupa karier, status, pendapatan para alumni. Demikian pula informasi yang berhubungan dengan keahlian, pengetahuan, posisi alumni dan ruang lingkup pekerjaan. Para alumni diminta untuk dapat memberikan evaluasi atas kondisi yang mereka alami ketika masih belajar di UB dan kemudian dikaitkan dengan dunia kerja yang mereka hadapi nantinya. (Job Placement Center dan Tracer Study Universitas Brawijaya, 2018)

Tracer study yang dilakukan Dikti ditujukan untuk melacak jejak alumni yang dilakukan dengan rentang jarak 2 tahun setelah lulus dan bertujuan untuk mengetahui beberapa hal, yang pertama adalah outcome pendidikan, dimana outcome pendidikan dapat berupa bentuk transisi ke dunia kerja dari dunia pendidikan yang mana termasuk juga proses pencarian kerja pertama, masa tunggu, situasi kerja terakhir, dan kompetensi di dunia kerja. Yang kedua adalah

output pendidikan yang mana proses ini mewakili penilaian diri terhadap pemerolehan kompetensi dan penguasaan kompetensi. Dan yang ketiga adalah proses pendidikan berupa evaluasi proses pembelajaran dan kontribusi pendidikan tinggi terhadap pemerolehan kompetensi. Yang mana nantinya dari ketiga tujuan tersebut diharapkan dapat membantu proses terhubungnya hubungan antara alumni dengan alumni yang lain, alumni dengan instansi pendidikannya, serta alumni dengan adik tingkat alumni.

Hasil tracer study nantinya diharapkan dapat membantu institusi pendidikan tinggi dalam menyiapkan lulusan sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia kerja serta mengetahui situasi lulusan yang telah masuk kedalam dunia kerja. Hasil tracer study nantinya akan dilaporkan ke Dikti, diharapkan hasilnya akan membantu program pemerintah untuk memetakan kebutuhan dunia kerja untuk perbaikan pendidikan di Indonesia. (DIKTI, n.d.)

Pengguna aplikasi tracer study sudah dipastikan adalah lulusan / alumni dari instansi pendidikan yang ada. Dan pengguna aplikasi

tracer study adalah pekerja / wiraswasta yang mana pengguna internet terbanyak berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan oleh Asosiasi

Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) para pengguna internet Indonesia dinominasi oleh para pekerja / wiraswasta dengan porsi 62% dari total pengguna internet. Sedangkan pengguna internet berdasarkan usia, pengguna internet terbesar berumur 25 – 44 yang mana usia produktif untuk bekerja / berwiraswasta. Pengguna internet Indonesia jika dikelompokkan berdasarkan usia, pengguna terbanyak adalah dalam rentang usia 35-44 tahun sebesar 29,2%. Sedangkan data yang dikelompokkan berdasarkan pekerjaan, kelompok terbanyak berprofesi sebagai Pekerja / Wiraswasta sebesar 82,2 juta atau 62% (Isparmo, 2016). Dengan perbedaan umur dari pengguna internet, dibutuhkan sebuah aplikasi yang memiliki tingkat kegunaan yang baik, dimana mendukung baik untuk pengguna yang berumur 25 hingga untuk pengguna yang berumur 44 tahun.

Indonesia tercatat sebagai negara terbanyak menggunakan Android. Totalnya yakni pengguna 41 juta pengguna yaitu sebanyak 94%. Sementara pengguna iOS di Indonesia hanya 6% atau paling banyak digunakan oleh sekitar 2,8 juta pengguna. (Rachman, 2015). Karena banyaknya jenis Android yang ada, dimulai dari Android 1.0 yang dikeluarkan oleh google ditahun 2008, hingga Android 7.0 yang dikeluarkan oleh google ditahun 2016, maka terdapat perbedaan dalam setiap pengembangan Android yang ada, dibutuhkan kompatibilitas yang baik dalam pengembangan aplikasi yang menggunakan Android. Pengguna Android Jelly Bean atau lebih dikenal dengan API 16 sudah mencapai 99.2%, serta dukungan yang tersedia dalam pengembangan aplikasi tracer study ini adalah minimal API 16. (Bohang, 2016).

Dengan adanya aplikasi mobile tracer study

(3)

2. METODOLOGI PENELITIAN

Tahapan metodologi penelitian yang akan dilakukan dalam penelitian ini dapat dilihat dalam Gambar 1. Studi pustaka ini menjelaskan tentang dasar-dasar teori yang bersumber dari jurnal, halaman web, library, buku, dokumentasi

framework, serta bahasa pemrograman maupun sumber penelitian lain yang terkait yang digunakan sebagai acuan untuk melakukan pengembangan aplikasi ini.

Rekayasa kebutuhan menjelaskan tentang analisis dan kebutuhan yang akan digunakan dalam pengembangan system yang memanfaatkan Firebase API pada perangkat bergerak. Tahap ini bertujuan untuk mendapatkan kebutuhan sistem yang nantinya akan dijadikan acuan untuk mengembangkan aplikasi mobile tracer study berbasis Android. Kebutuhan yang nanti didapat meliputi identifikasi aktor atau pengguna aplikasi, kebutuhan fungsinonal maupun non fungsional.

Teknik elisitasi yang akan dilakukan adalah dengan diskusi atau wawancara secara langsung dengan narasumber yang berperan langsung dalam proses tracer study itu sendiri, seperti bagian kemahasiswaan dari fakultas, ketua jurusan, hingga dosen yang ikut ambil andil dalam proses tracer study itu sendiri. Sehingga nantinya didapatkan data dan kebutuhan yang dibutuhkan untuk tahap perancangan.

Tahap perancangan adalah tahap yang mengubah rekayasa kebutuhan menjadi sebuah rancangan pengembangan perangkat lunak, yang mana pada tahap ini akan dibuat activity

diagram, perancangan kode, perancangan data, perancangan antarmuka yang terdiri dari

screenflowdiagram dan perancangan antarmuka itu sendiri, serta perancangan tugas pengguna yang akan berisi apa saja yang dapat dilakukan oleh seorang pengguna aplikasi.

Tahap implementasi akan dilakukan setelah proses perancangan perangkat lunak telah selesai, dan tahap ini pula akan menjabarkan detail implementasi yang telah diimplementasikan sesuai dengan pedoman pengembangan aplikasi Android yang telah dipelajari dalam mata kuliah pengembangan aplikasi perangkat bergerak dengan menggunakan bahasa java, dan IDE Android Studio.

Tahap pengujian akan dilakukan setelah tahap implementasi selesai dilakukan, tahapan pengujian bertujuan untuk mengetahui kesesuaian antara aplikasi yang dibangun dengan kebutuhan yang didapatkan pada tahap rekayasa kebutuhan, pengujian yang digunakan adalah pengujian fungsional, kompatibilitas dan pengujian usabilitas.

Tahap analisis hasil pengujian dilakukan setelah pengujian selesai dilakukan pada aplikasi

mobile tracer study dengan menggunakan

platform Android dengan minimal API 16. Lalu dilanjutkan dengan pengambilan kesimpulan dan saran.

Tahap ini berisikan kesimpulan akhir setelah pengerjaan aplikasi tracer study menggunakan platform Android yang menjawab rumusan masalah yang telah dijabarkan, dan dilanjutkan dengan memberi saran untuk pengembangan selanjutnya supaya dapat terus dikembangkan diwaktu yang akan datang.

Mulai

Studi Pustaka

Rekayasa Kebutuhan

Perancangan

Pengujian

Pengambilan Kesimpulan

Selesai

Analisis Hasil Pengujian Implementasi

(4)

3. REKAYASA KEBUTUHAN

Rekayasa kebutuhan akan menjelaskan terkait rekayasa dari kebutuhan dalam pengembangan system yang akan memanfaatkan Firebase API pada perangkat bergerak. Tahapan ini bertujuan untuk mendapatkan kebutuhan dari sistem sebagai acuan untuk mengembangkan aplikasi mobile tracer study berbasis Android. Kebutuhan yang nanti didapat meliputi identifikasi aktor, kebutuhan fungsional maupun non fungsional.

3.1. Gambaran Umum Sistem

Sistem Tracer Study adalah sistem yang menghubungkan antara mahasiswa yang sudah lulus atau sudah mendapatkan julukan alumni dari suatu instansi pendidikan dengan alumni yang lain sehingga memiliki hubungan antara satu alumni dan alumni yang lain. Alumni dapat saling memberikan informasi tentang lowongan pekerjaan kepada alumni yang lain. Alumni juga dapat memberikan informasi pekerjaan alumni saat ini, serta alumni dapat melihat informasi pekerjaan alumni juga, dan alumni juga dapat memberikan infomasi pendidikan serta melihat informasi pendidikan yang telah diisikan oleh alumni itu sendiri.

3.2. Analisis Kebutuhan

Tahap analisis kebutuhan pada penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara. Wawancara dilakukan dengan pihak kemahasiswaan Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya, dan tim tracer study dari pihak dosen di Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan data yang berhubungan dengan tracer study yang pernah dilakukan pihak kemahasiswaan Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya, dalam hal ini didapatkan jenis-jenis pengguna seperti alumni dan pengguna dari pihak atasan atau pihak perusahaan yang mempekerjakan alumni.

3.3. Identifikasi Aktor

Tabel 1. Daftar Aktor

Nama Aktor Deskripsi Aktor

Guest Aktor umum yang menggunakan sistem namun memiliki hak akses yang sangat terbatas karena belum memiliki banyak akses terhadap sistem

Alumni Aktor yang dapat menggunakan sistem dan memiliki hak akses lebih

banyak daripada guest karena telah memiliki akses terhadap sistem

Dalam tabel 1 menjelaskan tentang aktor yang ada dalam sistem tracer study yang mana akan berhubungan dan terlibat dalam penggunaan aplikasi tracer study nantinya.

3.4. Identifikasi Kebutuhan

Dari daftar kebutuhan yang didapat pada proses elisitasi yang telah dilakukan sebelumnya, maka perlu sebuah penjelasan perbedaan antara kebutuhan fungsional, kebutuhan non fungsional, aktor yang berperan dalam pengembangan sistem, sehingga dibuat sebuah kode khusus yang menjelaskan perbedaan yang ada pada setiap kebutuhan, jika tidak ada identifikasi kebutuhan maka akan menyebabkan kebingungan pada pengembangan sistem itu sendiri, karena memungkinkan bentroknya kebutuhan sistem atau deklarasi kebutuhan berbeda yang mirip sehingga menjadi ambigu. Pada tahap ini akan dilakukan penjelasan tentang kode identifikasi yang digunakan dalam pengembangan sistem tracer study.

3.5. Use Case Diagram

Gambar 2 Use Case Diagram

(5)

fungsionalitas dari sistem dengan fungsionalitas sistem lainnya dalam bentuk hubungan include

dan extends.

4. PERANCANGAN

Pada perancangan ini akan menjelaskan tentang tahap yang mengubah rekayasa kebutuhan menjadi sebuah rancangan pengembangan perangkat lunak, yang mana pada tahap ini akan dibuat activity diagram, perancangan kode, perancangan data, perancangan antarmuka yang terdiri dari

screenflow diagram dan perancangan antarmuka itu sendiri, serta perancangan tugas pengguna.

4.1. Activity Diagram

Dalam gambar 3 menjelaskan tentang contoh activity diagram yang menjelaskan proses memasukkan informasi pekerjaan.

Gambar 3 Contoh activity diagram

4.2. Perancangan Data

Dalam perancangan data dilakukan sebuah perancangan data yang berbentuk skema json sebagai bentuk dasar atau bentuk sederhana dari implementasi yang akan dilakukan, yang mana diharapkan data pada implementasi setidaknya sama atau mirip dengan skema json yang dijelaskan dalam tahap ini.

4.3. Perancangan Antarmuka

Pada tahap ini, akan dilakukan sebuah perancangan tampilan yang mana akan berupa

screenflow diagram, atau hubungan antar

tampilan, dan akan dilakukan perancangan antarmuka itu sendiri, atau yang biasa disebut sebagai mock up atau tampilan kasar dari antarmuka. Lalu akan dilanjutkan dengan proses perancangan tugas pengguna. Pada tahap ini, juga akan dilakukan perancangan yang melanjutkan hasil dari analisis user experience

yang telah dilakukan, dimana analisis user experience akan menjabarkan bagaimana bentuk tampilan yang baik dan memudahkan pengguna sesuai dengan pedoman yang telah ada sebelumnya.

5. IMPLEMENTASI

Implementasi akan dilakukan saat proses perancangan perangkat lunak telah selesai dilakukan. dan tahap ini pula akan menjabarkan detail implementasi yang telah diimplementasikan sesuai dengan pedoman pengembangan aplikasi Android yang telah dipelajari dalam mata kuliah pengembangan aplikasi perangkat bergerak dengan menggunakan bahasa Java, dan IDE Android Studio.

5.1. Implementasi Kode Program

Implementasi kode program dilakukan dengan menggunakan IDE Android Studio, dengan menggunakan basaha pemrograman Java, serta XML untuk bagian tampilan.

5.2. Implementasi Data

(6)

5.3. Implementasi Antarmuka

Gambar 4 Contoh antarmuka tracer study

Pada contoh ini digambarkan atarmuka halaman profil, menggambarkan bagian dari aplikasi tracer study yang mana menampilkan nama alumni, serta data riwayat pendidikan serta riwayat pekerjaan alumni, dimana nantinya alumni dapat melihat riwayat yang telah diisikan, dan menambah riwayat pekerjaan ataupun pendidikan yang telah alumni lakukan.

6. PENGUJIAN

Tahap pengujian akan dilakukan setelah proses implementasi selesai dilakukan, proses pengujian ditujukan untuk mengetahui apakah aplikasi yang telah dibangun sesuai dengan kebutuhan yang didapatkan saat proses rekayasa kebutuhan. Proses pengujian yang digunakan adalah pengujian fungsional, pengujian kompatibilitas dan pengujian usabilitas.

6.1.1. Pengujian Fungsional

Pengujian fungsional adalah pengujian yang dilakukan untuk memastikan apakah kebutuhan fungsional yang ada pada kebutuhan dapat divalidasi dan dipastikan dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan yang telah ditentukan sebelumnya oleh pengembang aplikasi tracer sudy. Aktivitas ini menggunakan metode pengujian blackbox testing dengan mengacu pada skenario use case yang telah dipaparkan sebelumnya.

6.1.2. Pengujian Kompatibilitas

Pengujian kompatibilitas dilakukan dengan memasang sistem tracer study pada sistem operasi yang berbeda beda, serta perangat yang berbeda pula. Kemudian akan dilakukan beberapa kasus uji dan hasil dari pengujian tersebut akan diidentifikasi tidak valid jika berbeda dengan penggunaan pada sistem operasi yang berbeda ataupun perangkat keras yang berbeda. Namun jika hasil yang didapatkan sama pada perangkat keras yang berbeda dan sistem operasi yang berbeda, maka pengujian dikatakan valid. Aplikasi harus dapat digunakan di lingkungan yang berbeda (seperti berbeda perangkat keras, berbeda koneksi, berbeda perangkat lunak (sistem operasi), berbeda

browser) dan harus didesain untuk kompatibel dengan semua (Pressman, 2008).

6.1.3. Pengujian Usabilitas

Pengujian Usabilitas akan dilakukan dengan menggunakan metode elaborated scenario based usability testing yang mana akan menguji bagaimana setiap penguji melaksanakan hasil dari perancangan tugas pengguna dengan memberikan sedikit clue atau tanpa memberitahukan responden informasi apapun tentang cara menyelesaikan tugas pengguna.

Setelah itu responden juga diminta untuk mengisi kuesioner untuk penilaian sistem tracer study. Metode yang digunakan pada pengujian

usabilitas ini adalah pengujian dengan menggunakan metode System Usability Testing

(7)

6.2.1. Analisis Hasil Pengujian Fungsional

Hasil pengujian yang didapatkan pada pengujian fungsionalitas ini adalah semua fungsi yang ada dalam aplikasi tracer study berfungsi dengan baik tanpa kendala pada perangkat keras Samsung Galaxy S6 yang memiliki sistem operasi Nougat. Dari total 14 kasus uji yang diberikan, aplikasi tracer study mampu menyelesaikan semua kasus uji tanpa kesalahan sedikitpun, sehingga persentase keberhasilan pada pengujian fungsional ini adalah 100%.

6.2.1. Analisis Hasil Pengujian Kompatibilitas

Hasil pengujian yang didapatkan pada pengujian kompatibilitas ini memberikan hasil yang sangat baik, yaitu dari total 14 kasus uji yang diberikan untuk setiap perangkat keras dan perangkat lunak berbeda, aplikasi tracer study

mampu menyelesaikan semua kasus uji tanpa kendala apapun. Persentase yang diberikan dari hasil pengujian pada perangkat keras Samsung Galaxy S6, Samsung Galaxy J2 pro, serta Android emulator yang memiliki 2 macam perangkat lunak berbeda, yaitu Marshmallow dan Nougat memberikan hasil total 100% berhasil.

6.2.1. Analisis Hasil Pengujian Usabilitas

Pengujian usabilitas elaborated scenario based usability testing memberikan hasil yang cukup baik dengan persentase keberhasilan mencapai 91.25%. Dimana dari 160 kali percobaan dengan total 20 responden, didapatkan 138 kali responden berhasil menyelesaikan tugas pengguna yang diminta, sedangkan 16 kali kesempatan, responden gagal menyelesaikan tugas pengguna yang diminta, lalu 6 kali kesempatan, responden gagal menyelesaikan tugas pengguna yang diminta.

Gambar 5 Hasil Pengujian Usabilitas

7. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian yang telah dilakukan sebelumnya oleh peneliti, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

Analisis kebutuhan yang didapatkan dalam proses wawancara dengan alumni, koordinator alumni, dosen serta bagian kemahasiswaan yang mengurusi tracer study menghasilkan 10 kebutuhan fungsional serta 2 kebutuhan non fungsional yang dapat diaplikasikan menjadi aplikasi berbasis Android.

Rancangan sistem tracer study berbentuk sebuah aplikasi mobile berbasis Android yang didalamnya terdapat fungsi fungsi untuk saling berkirim pesan, melihat lowogan pekerjaan, mengisikan riwayat pendidikan, dan riwayat pekerjaan bagi alumni. Dimana perancangannya telah dilakukan pada bab perancangan yaitu dengan merancang diagram activity, merancang data, merancang antarmuka, serta merancang tugas pengguna.

Implementasi sistem tracer study berbentuk aplikasi mobile berbasis Android yang memanfaatkan platform firebase dapat dilihat pada bagian implementasi kode program, dimana aplikasi memanfaatkan Firebase Realtime Database, Firebase Authenticate, Firebase Storage untuk membantu dalam proses implementasi aplikasi tracer study dapat berjalan dengan baik.

Tingkat usabilitas pada aplikasi tracer study ini dapat dikatakan baik karena memiliki hasil 80,625% dimana sudah melebihi standar nilai usabilitas yaitu 68%. Serta memiliki tingkat kompatibilitas yang baik karena memiliki hasil 100% berhasil dari 3 perangkat keras berbeda serta 2 sistem operasi berbeda.

DAFTAR PUSTAKA

Aditya Orba Ramadhan, H. T. (2017). Pembangunan Modul Penunjang Pembelajaran di Kelas untuk Aplikasi Brawijaya Messenger dengan Platform Firebase. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 1(1), 1-7.

(8)

ersi.1.0.hingga.7.0.nougat?page=all DIKTI. (n.d.). Tracer Studi - About Site.

Retrieved February 5, 2018, from http://tracerstudy.dikti.go.id/index.php/ site/about

Isparmo. (2016). Data Statistik Pengguna Internet Indonesia 2016. Retrieved Maret 7, 2018, from

http://isparmo.web.id/2016/11/21/data- statistik-pengguna-internet-indonesia-2016/

Job Placement Center dan Tracer Study Universitas Brawijaya. (2018).

http://tracer-study.ub.ac.id/#tentang. Retrieved January 23, 2018, from http://www.tracer-study.ub.ac.id Json. (n.d.). JSON. Retrieved February 6, 2018,

from https://www.json.org/

Kumar, K., Akhi, K., Gunti, S. K., & Reddy, M. P. (2016). Implementing Smart Home Using Firebase. International Journal of Research in Engineering and Applied Sciences (IJREAS), 6(10), 193-198.

Nielsel Norman Group. (2018). Success Rate: The Simplest Usability Metric. Retrieved Mei 27, 2018, from

https://www.nngroup.com/articles/succ ess-rate-the-simplest-usability-metric/ Pressman, R. S. (2008). Software Engineering-A Practitioners Engineering-Approach - 7th Edition

(7th ed.). New York: McGraw-Hill. Rachman, A. F. (2015). Android Kuasai Asia

Tenggara. Dipetik January 24, 2018, dari https://inet.detik.com/consumer/d- 3054169/android-kuasai-asia-tenggara-di-indonesia-paling-juara

Rozak, A., Tolle, H., & Fanani, L. (2018). Pembangunan Aplikasi Brawijaya Messenger dengan menggunakan Platform Firebase pada Universitas Brawijaya. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 2(2), 667-673.

Gambar

Gambar 1 Metodologi Penelitian
Tabel 1. Daftar Aktor
Gambar 3 Contoh activity diagram
Gambar 4 Contoh antarmuka  tracer study
+2

Referensi

Dokumen terkait

Dari perbedaan rata-rata nilai pretest dan posttest tersebut dapat dilihat bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa pada kelas eksperimen dengan siswa pada kelas

Manakala, berhubung kadar wasiat wajibah yang disebut dalam peruntukan Seksyen 27 (1) dan (2) Enakmen Wasiat Orang Islam tersebut ialah setakat bahagian yang

Hasil penelitian ini juga menunjukkan responden dengan asupan kalium yang kurang lebih banyak yang memiliki tekanan darah normal yakni 52,2% daripada responden dengan

Pada kenyataan taraf ini – unitarisme dan isu HAM – para pendiri negara telah mencapai kesepakatan model tindakan komunikatif, karena perjuangan mereka terhadap

Bab ini berisi analisis sistem informasi serta analisis mengenai website sehingga dapat memberikan hasil dari Evaluasi Tingkat Usability Website Pusat Sumber Daya

Hasil Penelitian menunjukkan beberapa dosis kompos kulit bawang merah tidak berpengaruh nyata bagi pertumbuhan tinggi tanaman terung, tinggi tanaman selada dan

Dengan aplikasi ini akan lebih mudah dalam mencari fungsi dari titik-titik yang diketahui untuk memprediksi nilai lainnya. Sinha, 2000, Microcomputer-Based Numerical Methods

Karena bukan sekedar tidak memiliki dasar yang dapat dibenarkan oleh hukum, tetapi juga dalil-dalil keberatan Pembanding tersebut telah dipatahkan oleh pengakuan