PENGELOLAAN PROSES BELAJAR MENGAJAR MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengelolaan Pendidikan Dosen Pengampu : Prof. Dr.H. Sofyan Iskandar. M.Pd. dan
Asisten Dosen : Primanita Sholehah Rosmana, M.Pd.
Oleh :
Aan Yuliyanto (NIM : 1400184) Resti Rima Cita Army(NIM : 1406510) Siti Kholifah Trias C (NIM : 1405099)
PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR KAMPUS PURWAKARTA
ii KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb.
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena berkat rahmat
dan karunia serta izinnya penulis dapat menyelesaikan Makalah yang berjudul:
Pengelolaan Proses Belajar Mengajar, guna memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Pengelolaan Pendidikan.
. Atas dukungan moral dan materil yang diberikan dalam penyusunan
makalah ini, maka penulis mengucapkan terima kasih kepada :Pak Prof. Dr. H.
Sofyan Iskandar. M,Pd., Bu Primanita Sholehah Rosmana, M.Pd dosen dan Asisten
Dosen mata kuliah Pengelolaan Pendidikan, yang memberikan bimbingan, dan
sarannya, kemudian kepada reman-teman seperjuangan yang telah membantu
menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini belumlah dapat dikatakan sempurna.
Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun dari rekan-rekan sangat
dibutuhkan untuk penyempurnaan makalah yang kami susun ini ke depannya.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
iii DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iii
BAB 1 PENDAHULUAN ...1
A. Latar Belakang ...1
B. Rumusan Masalah ...1
C. Tujuan ...2
D. Manfaat ...2
E. Sistematika Penulisan...2
BAB 2 ISI ...3
A. Mengajar dan Pengajaran ...3
B. Tujuan Pendidikan dan Pengajaran ...3
C. Perencanaan Pengajaran ...5
D. Toeri-teori Klasik ...7
E. Sumber Belajar ...8
F. Prinsip Strategi Belajar Mengajar ...10
G. Model Mengajar dan Pengajaran ...12
H. Penilaian Pengajaran ...13
I. Pendekatan dalam Penilaian ...15
BAB 3 PENUTUP...16
A. Simpulan ...16
1 BAB 1
PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Mengajar adalah penciptaan sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya
proses belajar, Hasibuan dan Moedjiono (2012:3.
Rohani (2004:2) memaparkan :
Pengertian pengelolaan pengelolaan pengajaran adalah mengacu pada suatu upaya untuk mengatur (memanajemeni, mengendalikan) aktivitas pengajaran berdasarkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip pengajaran untuk menyukseskan tujuan pengajaran agar lebih efektif, efisien, dan produktif yang diawali dengan penentuan strategi dan perencanaan, diakhiri dengan penilaian.
Kemajuan dibidang teknologi informasi dan komunikasi misalnya, kini dengan
internet semua orang misa mengakses pengetahuan. Tetapi tetap saja keebradaan
guru, masih diperlukan untuk mengajarkan, menjabarkan, dan menguraikan
pengetahuan tersebut disertai dengan kegiatan pembimbingan. Pengajaran
memang bukan konsep atau praktik yang sederhana. Ia bersifat kompleks, menjadi
tugas dan tanggung jawab guru yang seharusnya. Pengajaran itu berkaitan erat
dengan pengembangan potensi manusia (peserta didik), perubahan, dan
pembinaan dimensi-dimensi kepribadian peserta didik. Karena itu melaksanakan
pengajaran tidak seperti menyuapi makanan pada sang bayi. Mengingat tugas dan
tanggung jawan guru dalam pengajaran yang bagitu berat maka penulis berinisiatif
untuk menyususn makalah ini tentaang pengelolaan proses belajar mengajar.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian dari mengajar dan pengajaran?
2. Apa sajakah tujuan dari pendidikan dan pengajaran?
3. Apakah fungsi-fungsi dari rencana pengajaran?
4. Apa makna dari penilaian pengajaran?
5. Apa saja jenis-jenis sumber belajar dalam pembelajaran?
6. Apa makna belajar dan teori belajar?
7. Bagaimanakah Prinsip dan Strategi dalam pengelolaan belajar mengajar?
2 C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian mengajar dan pengajaran
2. Untuk mengetahui apa sajakah tujuan dari pendidikan dan pengajaran
3. Untuk mengetahui fungsi-fungsi dari rencana pengajaran
4. Untuk mengetahui jenis-jenis dari rencana pengajaran
5. Mengetahui makna dari penilaian pengajaran
6. Mengetahui jenis-jenis sumber belajar dalam pembelajaran
7. Mengetahui makna belajar dan teori belajar
8. Mengetahui Strategi dalam pengelolaan belajar mengajar
9. Mengetahui model mengajar dan pengajaran?
D. Manfaat
1. Dapat menambah pengetahuan tentang pengertian mengajar dan pengajaran
2. Dapat menambah pengetahuan tentang tujuan pendidikan dan pengajaran
3. Dapat menambah pengetahuan tentang fungsi dari rencana pengajaran
4. Dapat menambah pengetahuan tentang jenis-jenis dari rencana pengajaran
5. Dapat mengetahui makna dari penilaian pengajaran
6. Dapat mengetahui jenis-jenis sumber belajar dalam pembelajaran
7. Dapat Mengetahui makna belajar dan teori belajar
8. Agar dapat mengetahui Strategi dalam pengelolaan belajar mengajar
9. Agar dapat mengetahui model mengajar dan pengajaran
E. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan makalah ini terdiri dari tiga bab . Penulis awali dengan bab
1 adalah pendahuluan dan diakhiri bab tiga dengan penutup. Rinciannya adalah
sebagai berikut: Bab 1 merupakan pendahuluan, terdiri dari: 1) latar belakang; 2)
rumusan masalah; 3) tujuan dan 4) manfaat; 5) sistematika penulisan. Bab 2
merupakan isi, terdiri dari : 1) mengajar dan pengajaran; 2) tujuan pendidikan &
pengajaran; 3) perencanaan pengajaran; 4) teori-teori klasik; 5) sumber belajar; 6)
prinsip dan strategi pengajaran; 7) model mengajar dan pengajaran;8) Penilaian
pengajaran; 9) pendekatan dalam penilaian; Dalam bab 3 merupakan penutup,
3 BAB 2
ISI A. Mengajar dan Pengajaran
1. Pengertian
Pengertian mengajar itu bersumber dari 4 pendapat sebagai pendapat yang lebih
menonjol. Mengajar ialah menyampaikan pengetahuan kepada siswa didik atau
murid disekolah. Implikasi dari pengertian tersebut antara lain sebagai berikut.
a. Pengajaran dipandang sebagai persiapan hidup
b. Pengajaran adalah suatu proses penyampaian
c. Penguasaan pengetahuan adalah tujuan utama
d. Guru dianggap yang paling berkuasa
e. Murid selau bertindak sebagai penerima
f. Pengajaran hanya berlangsung
g. Pengajaran hanya berlangsung diruangkelas
2. Mengajar adalah mewariskan kebudayaan kepada generasi muda melalui
lembaga pendidikan sekolah. Implikasi rumusan ini adalah sebagai berikut.
a. Pendidikan bertujuan membentuk manusia berbudaya
b. Pengajaran berarti suatu proses pewarisan
c. Bahan pangajaran bersumber dari kebudayaan
d. Siswa adalah generasi muda sebagai ahli waris
3. Mengajar adalah usaha mengorganisasi lingkungan sehingga menciptakan
kondisi belajar bagi siswa. Implikasi dari rumusan ini adalah sebagai berikut.
a. Pendidikan bertujuan mengembangkan atau mengubah tingkah laku siswa
b. Kegiatan pengajaran adalah dalam mengorganisasi lingkungan
c. Siswa dipandang sebagai suatu organism yang hidup
Pengertian pengajaran dapat kita lihat dan diuraikan sebagai berikut.
1. Pengajaran maksudnya sama dengan kegiatan mengajar
2. Pengajar adalah interaksi belajar dan mengajar
3. Pengajaran sebagai suatu sistem
4. Pengajaran identik dengan pendidikan
4 1. Pengajaran dan perkembangan siswa
Pengajar bertugas mengarahkan proses mengajar agar sasaran dari perubahan itu
dapat tercapai sebagaimana yang diinginkan. Pada dasarnya pertumbuhan dan
perkembangan siswa tergantung pada dua unsure yang saling mempengaruhi.
2. Nilai tujuan dalam pengajaran.
a. Tujuan pendidikan mengarahkan dan membimbing kegiatan guru dan murid
dalam proses pengajaran.
b. Tujuan pendidikan memberikan motivasi kepada guru dan siswa
c. Tujuan pendidikan memberikan pedoman atau petunjuk kepada guru dalam
rangka memilih dan mennetukan metode mengajar atau menyediakan
lingkungan belajar bagi siswa.
d. Tujuan pendidikan penting maknanya dalam rangka memilih dan
menentukan alat peraga pendidikan yang akan digunakan.
e. Tujuan pendidikan penting dalam menentukan alat/teknik penilaian guru
terhadap hasil belajar siswa.
3. Tingkat-tingkat tujuan pendidikan
a. Tujuan pendidikan nasional
Tujuan pendidikan nasional adalah tujuan umum dari sistem pendidikan
nasional, tujuan pendidikan nasional menjadi pedoman dari seluruh
kegiatan dan lembaga pendidikan dinegara kita.
b. Tujuan lembaga pendidikan
Tujuan sekolah pendidikan guru yang bertujuan mendidik para calon guru
yang mampu mengajar disekolah taman kanak-kanak dan sekolah dasar dan
dapat melanjutkan kependidikan perguruan tinggi (IKIP)
c. Tujuan kurikulum
Kurikulum setiap pendidikan/sekolah di Indonesia harus mencerminkan
jiwa mukadimah UUD 45. Demikian kurikulum harus menjadi pelaksana
UUD 45 dibanding/ dan melalui pendidikan.
d. Tujuan mata pelajaran
Tujuan mata pelajaran merupakan penjabaran tujuan kurikulum dalam
rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.
5 4. Tingkat-tingkat tujuan menurut Thompson
a. Tujuan masyarakat dan tujuan umum pendidikan
b. Tujuan masyarakat yang lebih khusus atau tujuan dari kelompok-kelompok
sosial tertentu
c. Tujuan guru
d. Tujuan siswa
5. Merumuskan tujuan mengajar
a. Tujuan itu bertitik tolak dari perubahan tingkah laku siswa.
b. Tujuan harus dirumuskan sekhusus mungkin.
c. Tujuan dirumuskan secara sederhana
d. Tujuan itu dapat dicapai dalam waktu yang singkat
e. Perumusan tujuan jangan disatukan dengan kegiatan mencapai tujuan
C. Perencanaan Pengajaran
Perencanaan mengajar berfungsi sebagai berikut.
1. Memberi guru pemahaman yang lebih jelas tentang tujuan pendidikan sekolah
dan hubungan dan hubungannya dengan pengajaran yang dilaksanakan untuk
mencapai tujuan itu.
2. Membantu guru memperjelas pemikiran tentang sumbangan pengajarannya
terhadao pencapaian tujuan pendidikan.
3. Menambah keyakianan guru atas nilai-nilai pengajaran yang diberikan dan
prosedur yang dipergunakan
4. Membantu guru dalam rangka mengenal kebutuhan-kebutuhan murid,
minat-minat murid, dan mendorong motivasi belajar.
5. Mengurangi kegiatan bersifat trial dan error dalam mengajar dengan adanya
organisasi kurikuler yang lebih baik, metode yang tepat dan menghemat waktu
6. Murid-murid akan menghormati guru yang sungguh-sungguh mempersiapkan
diri untuk mengajar sesuai dengan harapan-harapan mereka.
7. Memberikan kesempatan bagi guru-guru untuk memajukan pribadinya dan
perkembangan prosesionalnya.
8. Membantu guru memiliki perasaan percaya diri dan jaminan atas diri sendiri.
9. Membantu guru memelihara kegairahan mengajar dan senantiasa memberikan
6 Jenis-jenis perancangan mengajar sebagai berikut.
1. Perencanaan permulaan. Bahan-bahan perencanaan permulaan
a. Buku petunjuk administrasi dan personalia
b. Manual guru
c. Pedoman kurikulum dan rencana pelajaran
d. Petunjuk pengajaran secara umum
e. Buletin mengajar/ buletin sekolah
f. Buletin yang diterbitkan oleh kantor penilik
g. Buletin khusus untuk guru, misalnya yang diterbitkan oleh PGRI
h. Laporan tentang murid yang dibuat oleh sekolah
i. Buku pegangan murid
j. Bahan-bahan deskriptif dari masyarakat setempat
k. Catatan-catatan tentang murid yang ada disekolah
2. Perencanaan tahuan. Berfungsi sebagai rencana jangka panjang untuk sekolah.
Langkah-langkah yang ditempuh ialah sebagai berikut.
a. Menentukan tujuan-tujuan dari pembelajaran
b. Meyusun skop pelajaran berdasarkan tujaun yang dicapai
c. Mengorganisasikan isi pelajaran dalam bentuk masalah-masalah atau
unit-unit atau unit-unit minat siswa
d. Menentukan metode mengajar untuk setiap pokok unit
3. Perencanaan untuk hari pertama. Rencana hari pertama memuat tentang
hal-hal, antara lain:
a. Melaksanakan hal-hal yang bersifat rutin
b. Prosedur dan bahan pengajaran
c. Pengaturan tempat duduk murid
d. Cara pendekatan guru terhadap murid
4. Perencanaan terus-menerus
Perencanan yang telah disusun sebelumnya hanyalah pada garis besarnya saja,
rencana itu bersifat fleksibel artinya setiap saat apabila perlu dapat diubah,
dilengkapi atau dikurangi. Perubahan ini dilakukan sambil berjalan, sehingga
rencana itu bersifat dinamis. Perubahan itu mencakup segi bahan dan siswa.
7 Penyusunan adalah menjadi tanggung jawab bersama dari semua guru,kepala
sekolah, penilik, dan pengawas.
6. Mengikut sertakan murid dalam perencanaan
Guru dapat mengikut sertakan murid dalam membuat perencanaan belajar,
alasan yang mendukung pandangan ini ialah guru menghargai pribadi murid,
namun demikian guru tetap membuat dulu suatu pre-planning dan telah mengadakan penjajakan sebelumnya tentang kebutuhan dan minat mereka
sehingga pre-planning yang telah disiapkan itu sejalan dengan keinginan murid
dan menghindari banyak perubahan yang tidak perlu
7. Perencanaan jangka panjang
Perencanaan jangka panjang adalah suatu rencana dalam rangka melaksanakan
rencana permulaan yang bersifat umum.
8. Perencanaan pengajaran unit
Untuk mempersiapkan pengajaran unit, guru harus mempelajari terlebih dahulu
(resource unit 1)
9. Perencanaan harian dan mingguan
Rencana mingguan adalah suatu rencana mengajar yang disusun untuk selama
satu minggu, dimana didalamnya berisikan rencana harian untuk setiap mata
pelajaran, disusun dalam bentuk garis besarnya saja.
10.Perencana kerja harian
Untuk membuat rencana kerja harian guru perlu memperhatiak hal-hal berikut.
a. Lingkungan fisik harus serasi untuk belajar
b. Tersedianya kesempatan untuk memperoleh bahan-bahan untuk dipelajari
c. Cara mendorong motivasi belajar murid
d. Diagnose kesulitan-kesulitan belajar
e. Prosedur membimbing studi murid-murid
f. Metode mengatasi kesulitan-kesulitan kelompok
g. Cara mengecek efisiensi belajar murid
D. Toeri-teori Klasik 1. Behavioristik
Teori Behavioristik merupakan teori dengan pandangan tetang belajar adalah
perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan
8 hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil
interaksi antara stimulus dan respon. Para ahli yang banyak berkarya dalam aliran
ini adalah Thorndike, Watson, Hull, Edwin Guthrie dan Skinner. Teori belajar
Skinner akan dijelaskan pada bagian yang khusus yaitu teori belajar proses.
Teori – Teori Belajar Proses
1. Teori Skinner
Teori Skinner disebut juga dengan teori pengkondisian operan. Pelopor teori ini
adalah B.F. Skinner. Inti dari teori ini adalah dimana konsekunsi prilaku akan
menyebabkan perubahan dalam probabilitas prilaku itu akan terjadi Konsekuensi
imbalan atau hukuman bersifat sementara pada prilaku organisme.
Contoh seorang siswa akan mengemas bukunya secara rapi jika dia tahu bahwa
dia akan diberikan hadiah oleh gurunya. Menurut Skinner, pengkondisian Operan
terdiri dari 2 konsep utama, yaitu : penguatan (reinforcement), yang terbagi
kedalam penguatan positif dan penguatan negative, dan hukuman (punishment).
Teori – Teori Kognitif
1. Pemrosesan informasi
Teori pemrose (Dewi, 2013)san informasi adalah teori kognitif tentang belajar
yang menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali
pengetahuan dari otak. Teori ini menjelaskan bagaimana seseorang memperoleh
sejumlah informasi dan dapat diingat dalam waktu yang cukup lama. Oleh karena
itu perlu menerapkan suatu strategi belajar tertentu yang dapat memudahkan
semua informasi diproses di dalam otak melalui beberapa indera. Pemerosesan
informasi menyatakan bahwa murid mengolah informasi, memonitiringnya, dan
menyusun strategi berkenaaan dengan informasi tersebut. Inti dari pendekatan ini adalah proses memori dan berfikir (thinking). Anak secara bertahap mengembangkan kapasitas untuk mengembangkan untuk memproses informasi,
dan secara bertahap pula mereka biasa mendapatkan pengetahuan dan keahlian
yang kompleks.
E. Sumber Belajar
Pengajaran merupakan suatu proses sistemik yang meliputi banyak komponen.
Salah satu dari komponen tersebut adalah sumber belajar. Karena hal itu maka
sumber belajar harus bekerja sama, , saling berhubungan, dan saling
9 tidak bisa ada/berjalan secara terpisah/sendiri tanpa berhubungan dengan
komponen lainnya.
Pengklasifikasian sumber belajar lain yaitu terbagi menjadi enam aspek, yaitu:
1. Pesan (Message)
Pesan biasanya berupa perangkat lunak (software) seperti fakta, data/ ide, atau
informasi. Perangkat lunak ini disampaikan oleh pengajar kepada peserta didik
yang akan menerimanya. Perangkat lunak ini bisa disajikan melalui hardware.
Sumber belajar itu untuk menjawab pertanyaan apa yang disampaikan, yaitu
pesan. Proses pembelajaran yang melibatkan sumber belajar memungkinkan
peserta didik untuk berinteraksi langsung menerima informasi yang berupa pesan
tersebut.
2. Manusia (People)
Manusia yaitu sumber belajar berupa orang yang menyampaikan pesan. Misalnya
pengajar yang menyampaikan pesan beslajar berupa materi pembelajaran kepada
peserta didik. Contoh lainnya, seorang dokter menyampaikan pesan belajar berupa
cara hidup sehat kepada peserta didik di kelas, atau seorang polisi meyampaikan
pesan belajar tentang disiplin berlalu lintas kepada peserta didik di kelas dan
sebagainya. Dengan demikian, proses pembelajaran yang melibatkan sumber
belajar memungkinkan peserta didik untuk berkomunikasi langsung dengan orang
yang menjadi nara sumbernya.
3. Teknik (Technic)
Teknik yaitu kegiatan atau aktivitas menyampaikan pesan belajar. Misalnya,
peserta didik mempelajari cara mengoperasikan komputer dengan teknik belajar
mandiri. Sumber belajar itu untuk menjawab pertanyaan dengan cara bagaimana
pesan itu disampaikan, yaitu teknik. Proses pembelajaran yang melibatkan sumber
belajar memungkinkan peserta didik untuk berinteraksi langsung menerima
informasi melalui teknik tertentu.
4. Bahan (Materials)
Bahan yang dimaksud disini adalah bahan bahan yang mengandung pesan belajar
yang dapat dipelajari. Ini meliputi bahan tercetak seperti buku, majalah, surat
kabar, dan sebagainya, serta bahan-bahan yang tidak tercetak, yaitu bahan
10 menjawab pertanyaan dengan apa pesan itu disampaikan, yaitu bahan. Proses
pembelajaran yang melibatkan sumber belajar memungkinkan peserta didik untuk
berinteraksi langsung menerima informasi melalui bahan.
5. Alat/Perlengkapan (Tool/Equipment)
Alat/Perlengkapan (Tool/Equipment) atau perangkat keras (hardware) sebagai
media untuk menyajikan perangkat lunak (software). Misalnya, In-focus untuk
menampilkan materi atau program yang terdapat pada video, televisi, komputer,
dan sebagainya. Sumber belajar itu untuk menjawab pertanyaan melibatkan
sumber belajar memungkinkan peserta didik untuk berinteraksi langsung
menerima informasi menggunakan berbagai alat yang menunjang.
6. Lingkungan (Setting)
Lingkungan (Setting) yang dimaksud disini adalah tempat dan situasi
disampaikannya pesan belajar. Tempat yang dimaksud adalah ruang kelas, ruang
laboratorium, ruang perpustakaan, dan sebagainya. Sedangkan situasi
menunjukkan lingkungan bukan fisik, seperti cuaca, iklim, udara, dan sebagainya.
sumber belajar itu untuk menjawab pertanyaan di mana pesan disampaikan, yaitu
di lingkungan. Proses pembelajaran yang melibatkan sumber belajar
memungkinkan peserta didik untuk berinteraksi langsung di tempat atau
lingkungan belajar
F. Prinsip Strategi Belajar Mengajar
Pengajaran merupakan perpaduan dari dua aktivitas, yaitu aktivitas mengajar dan
belajar. Rohani (2004:4). Aktivitas mengajar menyangkut peranan seorang guru
dalam konteks mengupayakan terciptanya jalinan komunikasi harmonis antara
mengajar itu sendiri dengan belajar. Prinsip pengajaran sangat menyangkut dengan
segala komponen pengajaran baik mengenai apa dan bagaimana peran guru dalam
pengajaran, ke arah mana sebenarnya pengajaran harus dilaksanakan, maupun
menyangkut apa, mengapa, bagaimana supaya peserta didik dapat terlibat aktif
dalam pengajaran. Berikut penjelasan dari beberapa prinsip pengajaran:
1. Prinsip Aktivitas, pada sekolah yang bercorak tradisional, seperti model klasik,
gurulah yang aktif, yang melakukan segala sesuatu untuk peserta didik. Peserta
didik pasif, menekan apa yang diberikan dan telah dipikirkan oleh guru.
11 berpengalaman memiliki nilai guna bagi peserta didik. Tetapi mendengar dan
menerima itu mesti diikuti dengan membuat sendiri, memikirkan sendiri, dan
membuktikan sendiri, jadi learning by doing – learning by experience. Menurut hasil penelitian berikut:
Aktivitas Hasil
Mendengar ±15%
Ditambah melihat ± 55%
Ditambah berbuat ± 90%
2. Prinsip Motivasi, Risk dalam Rohani (2004: 11) memberikan pengertian
motivasi sebagai berikut:
We may definen motivation, in a pedagogical sense, as the concious effort on the part of the teacher to estabilish in students motives leading to sustained activity toward the learning goals (Motivasi adalah usaha yang disadari oleh pihak guru untuk menimbulkan motif-motif pada diri peserta didik yang menunjang kegiatan ke arah tujuan-tujuan belajar.
3. Prinsip Individualitas, individu sebagai manusia, merupakan orang-orang yang
memiliki pribadi/jiwa sendiri. Tidak ada manusia yang sama persis.
Kekhususan itu yang menyebabkan individu yang satu berbeda dengan yang
lainnya. Setiap guru yang menyelenggarakan pengajaran hendaknya
memperhatikan serta menyesuaikan pelajaran dengan keadaan peserta didiknya
baik segi usia, bakat, kemampuan, intelegensia, fisik, watak dan sebagainya.
4. Prinsip Lingkungan, lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di luar diri
individu. Lingkungan pengajaran merupakan segala apa yang bisa mendukung
pengajaran itu sendiri yang dapat difungsikan sebagai sumber belajar.
5. Prinsip Konsentrasi, saat proses pengajaran, seharusnya guru berupaya agar
peserta didik memusatkan perhatian. Perhatian sebagai modus, tempat
berlangsungnya aktivitas. Bila perhatian ini sekehendak maka disebut sebagai konsentrasi’perhatian terpusat.
6. Prinsip Kebebasan, peserta didik harus dapat mengembangkan diri dengan
bebas. Untuk itu mereka harus dibimbing sedemikian rupa sehingga mereka
akan sanggup mandiri.
7. Prinsip Peragaan, meliputi semua pekerjaan panca indra yang bertujuan untuk
mencapai pengertian pemahaman sesuatu hal secara lebih tepat dengan
12 8. Prinsip Kerjasama dan Persaingan, guru hendaknya berupaya menciptakan
suasana sosial yang membangkitkan kerjasama di antara peserta didik dalam
menerima pelajaran sehingga pengajaran terlaksana lebih efektif dan edisien.
9. Prinsip Apresepsi, apresepsi itu dapat membangkitkan minat dan perhatian
terhadap sesuatu pengajaran.
10.Prinsip Korelasi, (Saling berkaitan) akan melahirkan asosiasi dan apresepsi
sehingga akan tumbuh dan bangkit minat peserta didik terhadap pengajaran.
11.Prinsip Efisiensi dan Efektivitas, pengajaran yang baik adalah apabila proses
pengajaran itu menggunakan waktu yang cukup sekaligus dapat membuahkan
hasil (pencapaian tujuan instruksional) secara lebih tepat cermat serta optimal.
12.Prinsip Globalitas, keseluruhan adalah menjadi titik awal pengajaran
13.Prinsip Permainan dan Hiburan, Al-Abdari pedagog muslim menyerukan
betapa penting permainan dan rekreasi bagi anak setelah berjan-jam belajar.
Hasibuan dan Moedjiono (2012: 3) menjelaskan strategi belajar mengajar adalah
pola-pola umum perbuatan guru-murid di dalam perwujudan kegiatan
belajar-mengajar. Pengertian strategi dalam hal ini menunjuk kepada karakteristik abstrak
dari rentetan perbuatan guru-murid dalam peristiwa belajar-mengajar. Metode
mengajar adalah alat yang yang dapat merupakan bagian dari perangkat alat dari
cara dalam pelaksanaan suatu strategi belajar-mengajar. Dan karena strategi
belajar-mengajar merupakan sarana atau alat untuk mencapai tujuan-tujuan belajar,
maka metode mengajar merupakan alat pula untuk mencapai tujuan belajar.
G. Model Mengajar dan Pengajaran
Hasibuan dan Moedjiono (2012: 37) memaparkan mengajar dalam proses
perkembangannya masih dianggap sebagai suatu kegiatan penyampaian atau
penyerahan pengetahuan. Komponen komponen dalam mengajar di antaranya:
Mengajar sebagai ilmu (teaching as a science)
Mengajar sebagai teknologi (teaching as a technology) Mengajar sebagai suatu seni (teaching as an art) Pilihan nilai (wawasan kependidikan guru)
Mengajar sebagai keterampilan (teaching as a skill) 1. Tahap sebelum pengajaran
Dalam tahap ini guru harus menyusun: program tahunan pelaksanaan kurikulum,
program semester atau catur wulan pelaksanaan kurikulum, program satuan
13 2. Tahap pengajaran
Dalam tahap ini berlangsung interaksi antara guru dengan siswa, ssiwa dengan
siswa, siswa grup atau siswa individual. Rentangan interaksi ini berada di antara
dua kutub yang ekstrem, yaitu suatu kegiatan yang berpusat pada guru dan siswa.
3. Tahap sesudah pengajaran
Tahap ini merupakan kegiatan atau perbuatan setelah pertemuan tatap muka
dengan siswa. Perbuatan guru di antaranya : menilai pekerjaan siswa, membuat
perencanaan untuk pertemuan berikutnya, menilai kembali proses belajar
mengajar yang telah berlangsung.
Terdapat beberapa macam-macam keterampilan dasar dalam mengajar, di
antaranya:
1) Keterampilan memberi penguatan 2) Keterampilan bertanya
3) Keetrampilan menggunakan variasi 4) Keterampilan menjelaskan
5) Keterampilan membuka dan menutup 6) Keterampilan mengajar kelompok kecil 7) Keterampilan mengelola kelas
8) Keterampilan membimbing kelompok kecil H. Penilaian Pengajaran
1. Penilaian proses pengajaran
Penilaian terhadap proses pengajaran dilakukan oleh guru sebagai bagianinternal
dari pngajaran itu sendiri. Artinya, penialaian harus tidak terpisahkan dalam
penyusunan dan pelaksanna pengajaran. Penilaian proses bertujuan menilai
efektivitas dan efesiensi kegiatan pengajaran sebagai bbahan untuk perbaikan dan
penyempurnaan program dan pelaksanaan. Objek dan sasaran penilaian proses
adalah komponensistem pengajaran itu sendiri, baik yangn berkenaan dengan
masukan proses maupun dengan keluaran, dengan semua dimensinya. Tujuan
penilaian proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah untuk mengetahui
kegiatan belajar mengajar, terutama efesiensi, keefektifan, dan produktivitas
dalam mencapai tujuan pengajaran. Dimensi penilaian proses belajar mengajar
berkenaan dengan komponen-komponen proses belajarmengajar seperti tujuan
pengajaran, metode, bahan pengajaran, kegiatan belajar dan mengajar guru, dan
penilaian. Penilaian mempunyai sejumlah fungsi di dalam proses belajar
14 a. Sebagai alat guna mengetahui apakah siswa talah menguasai pengetahuan,
nilai, norma dan keterampilan yang diberikan oleh guru.
b. Untuk mengetahui kelemahan peserta didik dalam kegiatan belajar.
c. Mengetahui tingkat ketercapaian siswa dalam kegiatan belajar.
d. Sebagai sarana umpan balik bagi seorang guru, yang bersumber dari siswa.
e. Sebagai alat untuk mengetahui perkembangan belajar siswa.
f. Sebagai materi utama laporan hasil belajar kepada para orang tua siswa.
Penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar
yang dicapai siswa dengan kriteria tertentu. hal ini mengisyaratkan bahwa objek
yang dinilainya adalah hasil belajar siswa. tingkah laku sebagai hasil belajar dalam
pengertian luas mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotorik. penilaian
dan pengukuran hasil belajar dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar,
terutama hasil belajar kognitif berkenaan dengan penguasaan bahan pengajaran
sesuai dengan tujuan pendidikan dan pengajaran. Tujuan penilaian hasil belajar
sebagai berikut:
a. Mendeskripsikan kecakapan belajar siswa sehingga dapat diketahui kelebihan
dan kekurangannya dalam berbagai mata pelajaran yang ditempuhnya.
b. Mengetahui keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran di sekolah, yakni
seberapa efektifannya mengubah tingkah laku siswa ke arah tujuan
pendidikan.
c. Menentukan tindak lanjut hasil penilaian, yakni melakukan perbaikan dan
penyempurnaan dalam hal program pendidikan dan pengajaran serta sistem
pelaksanaannya.
d. Memberikan pertanggungjawaban (accountability) dari pihak sekolah kepada
pihak-pihak yang berkepentingan.
Ruang lingkup penilaian proses dan hasil belajar adalah sebagai berikut.
a. Sikap mencakup kebiasaan, motivasi, minat, bakat yang meliputi bagaimana
sikap peserta didik terhadap guru, mata pelajaran, orang tua, suasana sekolah,
lingkungan, metode, media dan penilaian.
b. Pengetahuan dan Pemahaman peseta didik sudah mengetahui dan memahami
15 c. Kecerdasan meliputi apakah peserta didik samapi taraf tertentu sudah dapat
memecahkan masalah-masaah yang di hadapi dalam pelajaran.
d. Perkembangan jasmani meliputi apakah jasmani peserta didik sudah
berkembang secara harmonis, peserta didik sudah membiasakan hidup sehat
e. Keterampilan ini menjelaskan apakah siswa sudah terampil membaca,
menulis dan menghitung, siswa sudah terampil menggambar atau olahraga.
I. Pendekatan dalam Penilaian
1. Penilaian yang Bersumber pada Kriteria Mutlak
Penilaian ini menitikberatkan kepada pengukuran sampai berapa jauh
keberhasilan/penguasaan seseorang atas unit pelajaran yang telah diberikan.
Adapun yang diukur adalah kecakapan nyata (penguasaan mutlak) seseorang
mengenai bidang pengajaran tertentu setelah jangka waktu pendidikan tertentu
tanpa membandingkan dengan hasil yang dicapai itu dibandingkan dengan kriteria
tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya.
2. Penilaian yang Bersumber pada Norma Relatif (Kelompok)
Penilaian ini menitikberatkan pada status atau kedudukan seseorang dalam
16 BAB 3
PENUTUP A. Simpulan
Mengajar ialah menyampaikan pengetahuan kepada siswa didik atau murid
disekolah, mewariskan kebudayaan kepada generasi muda melalui lembaga
pendidikan sekolah, adalah usaha mengorganisasi lingkungan sehingga
menciptakan kondisi belajar bagi siswa, memberikan bimbingan belajar kepada
murid. Sedangkan Pengajaran maksudnya sama dengan kegiatan mengajar,
interaksi belajar dan mengajar atau sebagai suatu sistem atau identik dengan
pendidikan.
Tujuan mengajar harus memenuhi kriteria adalah tujuan itu bertitik tolak dari
perubahan tingkah laku siswa, tujuan harus dirumuskan sekhusus mungkin, tujuan
dirumuskan secara sederhana, tujuan itu dapat dicapai dalam waktu yang singkat,
Perumusan tujuan jangan disatukan dengan kegiatan mencapai tujuan
Pengajar berfungsi untuk memberi guru pemahaman yang lebih jelas tentang
tujuan pendidikan sekolah dan hubungan dan hubungannya dengan pengajaran
yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan itu. membantu guru memperjelas
pemikiran tentang sumbangan pengajarannya terhadao pencapaian tujuan
pendidikan, menambah keyakianan guru atas nilai-nilai pengajaran yang
diberikan dan prosedur yang dipergunakan, membantu guru dalam rangka
mengenal kebutuhan-kebutuhan murid, minat-minat murid, dan mendorong
motivasi belajar., mengurangi kegiatan yang bersifat trial dan error dalam
mengajar dengan adanya organisasi kurikuler yang lebih baik, metode yang tepat
dan menghemat waktu, murid-murid akan menghormati guru yang
sungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk mengajar sesuai dengan harapan-harapan
mereka., memberikan kesempatan bagi guru-guru untuk memajukan pribadinya
dan perkembangan prosesionalnya, membantu guru memiliki perasaan percaya
pada diri sendiri dan jaminan atas diri sendiri., membantu guru memelihara
kegairahan mengajar dan senantiasa memberikan bahan-bahan yang up to date
kepada murid
Jenis-jenis pengajaran adalah Perencanaan permulaan, Perencanaan tahuan,
17 bersama, Mengikut sertakan murid dalam perencanaan, Perencanaan jangka
panjang, Perencanaan pengajaran unit, Perencanaan harian dan mingguan,
Perencana kerja harian.
Pengajaran merupakan suatu proses sistemik yang meliputi banyak komponen.
Salah satu dari komponen tersebut adalah sumber belajar. Karena hal itu maka
sumber belajar harus bekerja sama, saling berhubungan, dan saling
ketergantungan dengan komponen-komponen pengajaran lainnya. Bahkan ia
tidak bisa ada/berjalan secara terpisah/sendiri tanpa berhubungan dengan
komponen lainnya. Jadi dalam mengelola pendidikan pun ada banyak aspek yang
perlu diperhatikan dan dipelajari sebelumnya. Agar pendidik pun dapat
menyiapkan diri menjadi tenaga kependidikan yang profesional karena telah
menguasai bidang proses belajar. Seperti makna dari belajar, bagaimana menilai
hasil dan proses belajar bahkan sumber belajar pun harus didapat dari pemahaman
yang baik agar tersampaikan dengan baik pula.
Pengajaran merupakan aktivitas yang terdiri dari belajar dan mengajar. Prinsip
pengajaran sangat menyangkut dengan segala komponen pengajaran baik
mengenai apa dan bagaimana peran guru dalam pengajaran, ke arah mana
sebenarnya pengajaran harus dilaksanakan, maupun menyangkut apa, mengapa,
bagaimana supaya peserta didik dapat terlibat aktif dalam pengajaran. Strategi
mengajar merupakan kiat-kiat yang dilakukan guru-murid dalam mewujudkan
kegiatan pengajaran. Mengajar merupakan kegiatan menyampaikan atau
penyerahan pengetahuan. Terdapat beberapa macam-macam keterampilan dasar
dalam mengajar, di antaranya:
1) Keterampilan memberi penguatan 2) Keterampilan bertanya
3) Keetrampilan menggunakan variasi 4) Keterampilan menjelaskan
5) Keterampilan membuka dan menutup 6) Keterampilan mengajar kelompok kecil 7) Keterampilan mengelola kelas
18 DAFTAR PUTAKA
Arifah, M. (2014, Agustus 20). Penilaian Pengajaran. Diambil kembali dari Blogspot.com: http://muniarifah.blogspot.co.id/2014/08/penilaian-proses-dan hasil-dalam.html
Dewi, L. (2013, September 24). teori-teori belajar. Dipetik Februari 28, 2017, dari lestarisite: http://biologi-lestari.blogspot.co.id/2013/03/teori-teori-belajar-dan-pembelajaran.html
Hamalik, O. (2001). Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT BUMI AKSARA.
Hasibuan, & Moedjiono. (2012). Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.