• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal manajemen Humas dalam membangun C

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Jurnal manajemen Humas dalam membangun C"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

1

MANAJEMEN HUMAS DALAM MEMBANGUN CITRA

(

WISH IMAGE

) YAYASAN DR. H. ABDULLAH

PGAI PADANG

JURNAL ILMIAH

Oleh:

Tia Ayu Ningrum 14147020

PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG

(2)

ABSTRACT

Tia Ayu Ningrum, Rusdinal1), Ahmad Sabandi2)

Mahasiswa Program Studi Magister Administrasi Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang. Staf Pengajar Jurusan Administrasi Pendidikan

Universitas Negeri Padang. Email:

tia.ayu.ningrum92@gmail .co m

Foundation Dr. H. Abdullah Ahmad is a foundation that has been running since 1919. The foundation and Adabiah foundation is same founded by K. H. Dr. Abdullah Ahmad. But, based on the early observation by researcher is known the image of the Dr. H. Abdullah Ahmad Padang foundation has not been expected. Theory in build a positive image a organization is by public relations. For that researcher wants to know how management of public relations in building a image in the Dr. H. Abdullah Ahmad Padang Foundation.

The purpose of this research is to reveal about (1) the image of the Foundation Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang, (2) management of public relations Foundation Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang, (3) management of public relations in building the wish image of the Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang foundation. The technique of collecting data using interviews, observation/observation and documentation. And engineering data validity checking carried out by the credibility standard, transferability standard depentabilitas standard, and konfirmibilitas of standard. Then the data analysis is done by means of data reduction, data presentation and conclusion/verification.

The results showed that the image of the foundation has not been as expected. It is caused by the management foundation had not been good, giving less welfare and human resources (previously officials were not ready in terms of management science and economics, and some of the teachers don`t work in accordance with proper). Public relations of foundation does not do fact finding and planning public relations. It is cause of constrained funding and manpower resulting culture of volunteering at the foundation. But voluntarily, core committee helped do fact finding and planning public relations. Next, the public relations do action of it voluntarily by their best. And in the implementation of this activity is also helped by the core committee voluntarily. Form of implementation of public relations are utilization of mass media (newspapers), online media (kompasiana), mail, calendar, meetings, brochures, telephone and comparative studies. And the foundation also has been working with education authorities, social services, department of religion, newspapers, community and junior high schools for distribution of brochures. For the evaluation of public relations is also not carried out by the public relations field.

(3)

PENDAHULUAN

Berdasarkan grand tour yang dilakukan peneliti pada bulan Desember 2015 di Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang diperoleh informasi bahwa yayasan tersebut memiliki TK, SD, SMP, MTS, MA, SMA dan panti asuhan. Kemudian yayasan tersebut merupakan salah satu yayasan yang berkembang dan masih bertahan sejak tahun 1919 hingga saat ini. Namun sayangnya, yayasan ini belum berkembang seperti berkembangnya Yayasan Adabiah yang sama-sama didirikan oleh Dr. H. Abdullah Ahmad.

Kemudian menurut dua informan lainnya yakni masyarakat di lingkungan

Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang diketahui bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang saat ini belum sesuai dengan yang diharapkan. Sesuai dengan pendapat Armstrong, dan Kotler (2003:56) mengatakan bahwa kepercayaan merupakan salah satu indikator dari citra. Sehingga peneliti mempersepsikan bahwa citra Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang belum sesuai dengan yang diharapkan.

Selain dari hasil pengamatan wawancara dan data di atas peneliti juga menemukan fenomena sebagai berikut: (1) Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang belum memiliki media humas online,(2) Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang belum memiliki papan pengumuman untuk semua civitas yayasan yang update, (3) Berdasarkan hasil wawancara dengan 2 orang siswa sekolah Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang ketika melakukan observasi diketahui bahwa tidak adanya spanduk dan baliho untuk kegiatan yayasan dan sekolah yang update, (4) Kantor yayasan dan ruangan lainya belum memiliki plang nama sehingga masyarakat yang berkunjung kesulitan mencari lokasi yang dituju, (5) Plang nama Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang kurang menarik dan lebih kecil dengan intansi dan toko-toko yang berada di sekitarnya, (6) Beberapa bangunan di Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang yang rusak dan perlu diperbaiki, (7) Banyaknya sampah yang berserakan di sekitar lingkungan Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang, (8) Sebagian WC Sekolah di Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang dalam keadaan yang tidak bersih, (9) Adanya sebagian ruangan di Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang yang tidak dibersihkan oleh petugas kebersihan, (10) Adanya pedagang yang berjualan setiap harinya di dalam lingkungan sekolah tepatnya di depan ruangan kelas sehingga menarik siswa untuk keluar ketika proses pembelajaran untuk berbelanja.

Berdasarkan hasil wawancara mengenai citra dan humas yayasan pada bulan Desember 2016 diketahui bahwa citra Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang belum sesuai dengan yang diharapkan. Seperti yang dinyatakan oleh kepala bidang humas “Banyak hal yang perlu diperbaiki dan diperhatikan termasuk humasnya. Dalam perkembanganya, Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang belum seberkembang Yayasan Adabiah. Padahal kedua yayasan ini

sama-sama didirikan oleh Dr. H. Abdullah Ahmad. Hal itu dapat dilihat dari jumlah siswa dan jenjang pendidikan yang ada.”

(4)

Ahmad, Darwis Kasim dan diperoleh informasi bahwa program humas telah berjalan dan mulai bergerak walaupun humas jarang mengkomunikasikan kepada pengurus yayasan tentang apa-apa yang dilakukan dan dibutuhkan oleh humas.

Informasi dan fenomena-fenomena di atas menggambarkan bahwa terdapat beberapa hal yang tidak berjalan dengan baik. Salah satunya adalah manajemen humas. Untuk itulah peneliti ingin mendapatkan informasi dan tertarik untuk meneliti tentang Manajemen Humas dalam Membangun Citra Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang.

MeTODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan di Yayasan DR. H. Abdullah Ahmad PGAI Kota Padang. Pedekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan tentang (1) citra Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang, (2) manajemen humas Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang, (3) manajemen humas dalam membangun citra wish image Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang.

Data penelitian dikumpulkan dari sejumlah informan yang dipandang mampu memberikan data dan informasi yang diperlukan bagi peneliti pada saat penelitian dilakukan. Informan penelitian terdiri dari ketua pembina, pengawas, pengurus yayasan (sekretaris dan wakil, bendahara dan staf yayasa) seluruh kepala sekolah, guru di Yayasan DR. H. Abdullah Ahmad PGAI Kota Padang, masyarakat dan kepala Dinas Pendidikan kota Padang. Pengumpulan data melalui observas, wawancara dengan informan terkait dan studi data yang bersifat dokumentasi diperlukan Untuk teknik analisis data dilakukan menggunakan analisis kualitatif yang dikemukakan oleh Miles dan Hubermen dan langkah-langkah yang digunakan sebagai berikut: 1) reduksi data; 2) penyajian data; 3) penarikan kesimpulan dan verifikasi. Data yang telah diperoleh tersebut diperiksa kembali menggunakan teknik triangulasi.

HASIL DAN PEMBAHASAN

(5)

1. Citra Yayasan

Citra yang dimaksud dalam penelitian ini adalah citra yang diharapkan (Wish Image) yang sesuai dengan visi yayasan. Visi yayasan yaitu Visi Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang adalah “Terwujudnya insan PGAI akhlaqul qarimah berwawasan internasional”. Insan yang dimaksud dalam visi tersebut adalah peserta didik Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang.

a. Citra Yayasan Saat ini

Berdasarkan temuan peneliti ketika melakukan penelitian diketahui bahwa citra (wish image) Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang belum sepenuhnya sesuai dengan visi yayasan. Belum sepenuhnya terwujudnya insan yang berakhlaqul karimah dan berwawasan internasional. Hal itu dilihat dari persepsi atau kesan publik internal dan eksternal terhadap visi dan misi Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang berikut ini:

1) Publik eksternal mengatakan bahwa citra (wish image) Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang belum sesuai dengan visi yayasan, terwujudnya insan yang berakhlaqul karimah dan berwawasan internasional.

2) Publik internal mengatakan bahwa citra (wish image)Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang belum sepenuhnya sesuai dengan visi yayasan, terwujudnya insan yang berakhlaqul karimah dan berwawasan internasional. Berikut ini gambaran citra dari masing-masing sekolah Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang menurut kepala sekolah:

a) Citra (wish image) yayasan di SMA belum sepenuhnya baik, untuk insan yang berakhlaqul karimah telah terwujud namun untuk berwawasan internasional masih dalam proses pencapaian.

b) Citra (wish image) yayasan di MA telah baik, telah terwujudnya insan yang berakhlaqul karimah dan berwawasan internasional. c) Citra (wish image) yayasan di SMP belum sepenuhnya baik, untuk

insan yang berakhlaqul karimah telah terwujud namun untuk berwawasan internasional masih dalam proses pencapaian.

d) Citra (wish image) yayasan di MTS telah baik, telah terwujudnya insan yang berakhlaqul karimah dan berwawasan internasional. e) Citra (wish image) yayasan di SD belum sepenuhnya baik, telah

terwujudnya insan yang berakhlaqul karimah dan berwawasan internasional.

f) Citra (wish image) yayasan di TK belum sepenuhnya baik, untuk insan yang berakhlaqul karimah telah terwujud namun untuk berwawasan internasional masih belum.

(6)

sesuai dengan yang visi yayasan. Belum sepenuhnya terwujudnya insan yang berakhlaqul karimah dan berwawasan internasional. Citra harapan (wish image) adalah suatu citra yang dibentuk sesuai dengan keinginan perusahaan atau organisasi. Citra yang diharapkan cenderung pada hal yang baik atau kesesuaian denga publiknya. Sehingga dapat menarik respon masyarakat yang lebih luas. Citra harapan ini adalah citra yang selalu diingikan setiap organisasi. Jadi, citra yang diinginkan (wish image) Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang adalah citra yang sesuai dengan visi yayasan yaitu “Terwujudnya insan PGAI akhlaqul qarimah berwawasan internasional”.

Secara defenisi citra menurut Ruslan (2004:80), “Citra adalah perangkat keyakinan, ide dan kesan seseorang terhadap suatu objek tertentu.” Sedangkan citra menurut Soemirat & Ardianto (2008: 113) Citra adalah cara bagaimana pihak lain memandang sebuah organisasi, seseorang, suatu komite atau suatu aktifitas. Nova (2009: 298) juga mengatakan bahwa “Citra adalah total persepsi terhadap objek yang dibentuk dengan memproses informasi terkini dari beberapa sumber setiap waktu. Jadi dapat disimpulkan bahwa citra adalah ide/persepsi/kesan seseorang/kelompok terhadap suatu hal.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya persepsi/kesan disebut juga dengan citra. Sehingga fenomena-fenomena di atas bisa menggambarkan citra Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang belum sesuai dengan yang diharapkan.

Anggoro (2000:59) mengatakan dalam bukunya bahwa “Citra terbagi menjadi 2 menurut sifatnya, yakninya: (a). citra positif dan (b). citra negatif. Citra positif adalah citra yang memberikan kesan/persepsi yang baik tentang suatu hal/organisasi. Untuk itulah citra yang perlu dibangun adalah citra positif.” Kemudian Nova (2011:55) juga mengatakan hal yang sama bahwa citra yang terbentuk dapat berupa citra positif dan negatif, tergantung dari upaya apa saja yang dilakukan oleh sebuah instansi untuk menciptakan dan mempertahankan citra positif demi keberlansungan sebuah instansi.

a.Penyebab Citra Yayasan Belum Sesuai dengan yang Diharapkan

Berdasarkan temuan peneliti ketika melakukan penelitian diketahui bahwa ada beberapa hal yang menjadi penyebab citra Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad belum sesuai dengan yang diharapkan yakni sebagai berikut:

1) Manajemen

(7)

Dari hasil penelitian diketahui bahwa humas Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang belum dimanajemen dengan baik. Hal tersebut berpengaruh dan menjadi salah satu penyebab citra Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang belum sesuai dengan yang diharapkan. Sesuai dengan pendapat Nova (2011: 52) yang menyatakan bahwa “Public relations bertujuan membangun, membentuk dan memperkarya identitas dan citra yang baik.” Utomo (2005: 40) menyatakan bahwa “Tujuan public relations adalah untuk menegakan dan mengembangkan citra menguntungkan (favorable image) bagi suatu organisasi/lembaga.” Kemudian Inayah (2012) juga mengatakan bahwa public relations dapat membangun citra institusi. Dan Kurnia dkk. (2013: 12) juga menyatakan bahwa humas berperan dalam pembentukan reputasi/citra positif sekolah. Kemudian Ruslan (2001: 246) menambahkan bahwa “Salah satu tujuan humas adalah untuk menumbuh kembangkan citra lembaga yang positif untuk publik eksternal atau masyarakat.” Dari pendapat tersebut diketahui bahwa humas berperan penting dalam membangun citra positif pada suatu organisasi. Untuk itulah perlu manajemen yang baik untuk humas Yayasan Abdulllah Ahmad PGAI Padang.

2) Sumber Daya Manusia

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya sumber daya manusia yang dimaksud di sini adalah publik internal yayasan yaitu pengurus yayasan dan staf, kepala sekolah beserta wakil, guru dan staf sekolah Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan sebelumnya yang menjadi penyebab citra yayasan belum sesuai dengan yang diharapkan adalah pengurus sebelumnya belum banyak yang siap dan profesional dari sisi pengelolaan yayasan

Berdasarkan hasil penelitian juga diketahui bahwa guru-guru yang mengajar di sekolah Yayasan Dr. H. Abdulllah Ahmad PGAI Padang banyak yang belum sesuai dengan yang diharapkan. guru mengajar hanya mengajar saja untuk memenuhi jam mengajar saja. Padahal misi Yayasan Dr. H. Abdulllah Ahmad PGAI Padang adalah mendidik insan PGAI mampu menguasai Iptek dan berwawasan Imtak, mendidik insan PGAI memiliki, memahami dan melaksanakan kehidupan Imtak, mampu mengajarkan insan berakhlaqul qarimah menguasai Iptek dan Imtak. Melihat misi yayasan di atas dengan kenyataan ketika penelitan bisa disimpulkan bahwa guru bekerja belum sesuai dengan yang diharapkan.

Berdasarkan penjelasan di atas bisa disimpulkan bahwa sumber daya manusia Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang (pengurus pada kepengurusan sebelumnya dan guru-guru) belum siap dan bekerja sesuai dengan yang diharapkan.

3) Pemberian Kesejahteraan

(8)

diketahui bahwa kurangnya pemberian kesejahteraan bagi para pengurus yayasan dan stakeholder internal sekolah Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang menjadi salah satu penyebab citra yayasan belum sesuai dengan yang diharapkan.

2. Manajemen Humas Yayasan Dr. H.Abdullah Ahmad PGAI Padang

Tahap dalam manajemen humas menurut Nova (2011: 51) ada 4 tahap yakni definisikan masalah, perencanaan dan program, aksi dan komunikasi dan evaluasi program. Kemudian Yulianita (2012: 115) mengatakan tahap dalam proses publik relations yaitu tahap fact finding, planning and program, communication, evaluation. Marston dalam Kinzey (2008:29) menambahkan, “Specific function assigned to public relations: research, action, (comunication and planning) and evaluation”. Kemudian Lattimore (2010: 99) juga mengatakan bahwa “Proses dalam manajemen public relations ada 4 tahap yakni riset, perencanaan, aksi dan komunikasi, kemudian evaluasi”. Nasution (2006: 11) juga mengatakan bahwa tahapan-tahapan dalam manajemen humas dalam konteks pendidikan adalah perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengkoordinasian, pengarahan dan pengawasan. Jadi, dari beberapa pendapat mengenai manajemen humas, dapat disimpulan bahwa manajemen humas adalah suatu proses yang terdiri dari tahap fact-finding, perencanaan, aksi/pelaksanaan dan evaluasi

Berdasarkan hasil temuan penelitin diketahui bahwa manajemen humas belum berjalan dengan baik oleh bidang humas. Hal itu dapat dilihat dari, proses fact finding (pengumpulan data) yang belum dilaksanakan oleh humas, perencanaan belum dilakukan oleh humas, pelaksanaan kegiatan humas dilakukan secara sukarela dan semampunya oleh kepala bidang humas dan dibantu oleh pengurud inti dan staf dan evaluasi humas juga belum dilaksanakan

Berikut ini pembahasan penjelasakan lebih rinci mengenai dalam tahap-tahap manajemen humas di yayasan Dr. H.Abdullah Ahmad PGAI Padang:

a. Tahap Fact Finding (Pengumpulan Data) dalam Manajemen Humas Yayasan Dr. H.Abdullah Ahmad PGAI Padang

Tahap fict finding yang merupakan proses mengumpulkan data berupa fakta-fakta sesuai dengan kenyataan yang ada. Jadi semua data yang diperlukan organisasi baik itu data yang berasal dari internal organisasi maupun yang berasal dari eksternal organisasi.

Berdasarkan temuan di lapangan diketahui bahwa Humas Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad belum melakukan kegiatan pengumpulan data. Hal itu karena budaya sosial atau sukarela sehingga bidang terkendala dengan dana dan tenaga. Namun pengurus inti melakukan pengumpulan data secara sukarela untuk kepentingan Humas dan bidang lainnya ketika itu diperlukan. Walaupun itu merupakan tugas dari bidang Humas yayasan. Pengumpulan data tersebut dilakukan ketika dirasa perlu.

Menurut Rumanti (2002: 271) “Petugas Humas harus melakukan

(9)

majalah, berbagai koran, sangat penting data yang actual, objektif dan seterusnya. Semuanya harus bisa secara cepat dan akurat dibaca petugas Humas untuk diseleksi dan diolah. Kemudian setelah itu sumber data dipertimbangkan kekuatan dan kelemahnnya sehingga menghasilkan diagnosa.

Agar tujuan humas dapat tercapai dengan baik maka humas perlu dimanajemen dengan baik termasuk juga melakukan tahap pengumpulan data yang merupakan tahap awal dalam manajemen humas. Dengan melakukan tahap pengumpulan data maka akan terkumpul data-data yang bermnanfaat dalam perencanaan dan kegiatan humas.

b. Tahap Perencanaan Humas Yayasan Abdullah Ahmad PGAI Padang

Perencanaan adalah proses menentukan dan menetapkan tujuan untuk kemajuan di masa yang akan datang dan juga sekaligus menetapkan strategi dan metode dalam pencapainya. Sebelum melakukan perencanaan, praktisi Humas harus melakukan riset dengan cara mengumpulkan data agar bisa menganalisis dan membuat perencanaan. Menurut jangkauan waktunya perencanaan dapat dibagi menjadi tiga tahapan, yakni: (1) rencana jangka pendek (satu minggu, satu bulan dan satu tahun), (2) rencana jangka menengah (perencanaan yang dibuat untuk jangka waktu 2 sampai 5 tahun), dan (3) rencana jangka panjang (perencanaan yang dibuat kurang lebih 5 tahun).

Berdasarkan temuan di lapangan diketahui bahwa bidang Humas Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang belum melakukan perencanaan Humas. Hal itu disebabkan karena para pengurus Humas belum melakukan pertemuan untuk melakukan perencanaan Humas. Itu terjadi karena para pegurus Humas tidak terikat karena budaya sukarela untuk bekerja di Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang selama ini. Dikarenakan bidang Humas belum membuat rencana Humas maka perencanaan Humas Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang dilakukan oleh pengurus inti secara sukarela setelah SK pengurus keluar dalam bentuk rencana umum. Untuk rencana operasional yang jelas seperti rencana rutin, rencana insidentil dan rencana darurat belum ada.

(10)

telah memilih orang-orang yang berkompeten dalam bidang Humas untuk menangani masalah Humas yayasan. Walaupun hingga saat ini belum semua pengurus Humas yang bekerja. Namun untuk dana, yayasan belum menganggarkan anggaran khusus Humas. Untuk poin yang terakhir yakni mengenai standar/indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target untuk Humas, Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang belum membuat hal tersebut.

Kemudian Anggoro (2008: 96) menyatakan ada 4 hal yang dilakukan dalam perencanaan program Humas yakninya :

1) Menetapkan target-target operasi Humas yang nantinya akan menjadi tolok ukur atas segenap hasil yang diperoleh.

2) Memperhitungkan jumlah jam kerja dan berbagai biaya yang diperlukan.

3) Memilih prioritas-prioritas yang paling penting guna menentukan jumlah program dan waktu yang diperlukan untuk melaksanakan program Humas yang telah di prioritaskan tersebut.

4) Menentukan kesiapan atau kelayakan pelaksanaan berbagai upaya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan tertentu sesuai dengan jumlah dan kualitas (i) personal yang ada, (ii) daya dukung dari berbagai peralatan fisik seperti alat-alat kantor, mesin cetak, kamera, kendaraan, dan sebagainya, serta (iii) anggaran dana yang tersedia.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa target atau rencana Humas baru berupa rencana program rencana dan belum ada rencana operasionalnya. Jadi target-target pada poin pertama hanya berupa rencana program kerja Humas. Kemudian yayasan juga belum memperhitungkan jumlah jam kerja dan berbagai biaya yang diperlukan untuk Humas.

Untuk poin ketiga, Humas telah memilih prioritas-prioritas yang paling penting seperti pembuatan artikel dan berita tentang program kerja yayasan yang sedang dijalankan yakninya artikel dan berita mengenai pendirian Universitas Sains Islam Indonesia Yayasan Dr. H. Abdullaah Ahmad PGAI Padang dan sebagainya. Untuk poin keempat, Humas dan pengurus Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI belum melakukan kegiatan tersebut untuk perencanaan.

(11)

mesin cetak, kamera, kendaraan, dan sebagainya, serta (iii) anggaran dana yang tersedia.

c. Tahap Pelaksanaan Program Humas Yayasan Abdullah Ahmad Ahmad PGAI Padang

Berdasarkan temuan di lapangan diketahui bahwa Humas Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang melaksanakan kegiatan Humas secara sukarela. Kegiatan tersebut dilakukan oleh kepala bidang Humas. Kegiatan Humas yang dilaksanakan tersebut berupa pembuatan artikel di koran Padang dan media online dengan semampunya. Hal itu karena terkendala karena dana dan tenaga. Kendala tersebut disebabkan oleh budaya sukarela yang telah berkembang di yayasan sehingga tidak dapat mengikat dan memaksa pengurus Humas yang lain untuk ikut berkontribusi dalam pelaksanaan Humas. Namun pengurus inti secara sukarela ikut membantu melaksanakan kegiatan Humas seperti rapat, pembuatan kelender, pengumpulan sejarah Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang dan sebagainya. Kemudian media yang digunakan dalam pelaksanaan Humas di Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang adalah koran Padang, media online (kompasiana), surat, kelender, telefon/hp dan rapat/pertemuan, brosur dan jalan-jalan/studi banding. Yayasan juga telah melakukan kerjasama dengan Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Departemen Agama, koran, masyarakat dan sekolah-sekolah menengah pertama untuk penyebaran brosur.

Menurut Yulianita (2012: 135), dalam program operasional Humas terdapat 3 macam, yaitu:

1) Program Rutin

Program rutin yaitu program yang tersusun menurut urutan situasi dan dilaksanakan secara teratur sesuai dengan perkembangan daripada organisasi. Misal: program tentang kegiatan Humas yang dilaksanakan secara rutin: setiap hari, seminggu sekali, sebulan sekali, setahun sekali, dan sebagainya.

2) Program Insidental

Program insidentil yaitu program Humas yang disusun jika sewaktu-waktu perlu dilaksanakan. Program ini sebagai program tambahan dari kegiatan Humas, misalnya:

a) Tiba-tiba organisasi kita kedatangan tamu secara mendadak. b)Pelaksanaan kegiatan Humas yang hanya

sekali-kali/sewaktu-waktu dan dianggap perlu dilaksanakan pada sekali-kali/sewaktu-waktu itu. 3) Program Darurat

(12)

Melihat hasil penelitian pelaksanaan humas Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang belum memiliki dan melaksanakan program-program di atas. Kemudian untuk media, yayasan juga belum menggunakan media humas yang update untuk zaman sekarang. Karena menurut Gabriel(2016:474), sekarang ini media sosial merupakan sarana informasi dan publikasi kepada masyarakat luas, bahkan sampai ke dunia internasional. Misalnya membuat email, blog, media sosial dan warta mingguan di internet. Ia bahwa 81.8% of respondens said that they use social media to disseminate information regarding their organization.

Menurut Gabriel (2016: 469)Social media coupled with traditional media as well a direct audience-engagement needed to be used to support PR objectives”. Hal ini berarti media sosial dibutuhkan dalam mendukung pelaksanaan Humas.

Namun yayasan telah menngunakan media cetak dalam pelaksanaan humas. Menurut Sentiantara (2011: 65) diketahui bahwa Humas dapat membangun citra sekolah melalui penggunaan media cetak. Media-meia Humas menurut Nasution (2010: 119) terdiri dari media internal dan eksternal, baik itu media cetak, audio, dan audio visual

Agar terlaksanakan program humas yang baik, humas yayasan hendaknya memiliki program oprerasional (rutin, insidentil dan darurat). Kemudian humas yayasan juga harus memanfaatkan media baik itu media cetak, audio, audio visul termasuk media sosial.

d. Tahap Evaluasi Humas Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang

Berdasarkan pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang belum melakukan evaluasi untuk Humas karena pengurus Humas belum melakukan pertemuan untuk berdiskusi. Hal itu karena budaya sukareka yang berkembang di yayasan sehingga tidak bisa memaksa dan mengikat semua pengurus Humas untuk melakukan evaluasi Humas.

Proses evaluasi penting seperti yang dinyatakan oleh Stoner (2005: 558) mengatakan bahwa evaluasi adalah sebagai proses dalam menetapkan ukuran kinerja dan pengambilan tindakan yang dapat mendukung pecapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan kinerja yang telah ditetapkan tersebut. Dalam tahap evaluasi ini dilakukan evaluasi terhadap apa yang telah dilakukan dari tahap pertama dan tahap-tahap berikutnya. Dalam hal ini dilakukan pengevaluasian apakah tahap-tahap tersebut telah dilakukan secara baik atau apakah tahap demi tahap yang telah dilalui tersebut sesuai dengan yang diharapkan atau tidak.

Lattimore (2010: 175) mengatakan bahwa proses evaluasi dibagi menjadi 3 segmen yaktu:

1) Pengecekan Implementasi

(13)

2) Pemantauan Pelaksanaan Program

Selama program berlangsung, tindakan yang dilakukan harus terus dievaluasi dan jika diperlukan, dimodifikasi.

3) Evaluasi Hasil

Langkah terakhir adalah menilai hasil akhir program. Proses ini disebut evaluasi total. Sekali lagi, sasaran dan hasil dibandingkan untuk mengetahui apakah ada perbedaan. Pada tahap ini, semua evaluasi yang dilakukan sebelumnya menjadi penting dalam menerangkan konteks tempat program yang diimplementasikan dan untuk menginterpretasikan hasil yang diperoleh.

Agar fungsi humas dapat berjalan dengan baik, petugas humas harus melakukan manajemen humas termasuk kegiatan evaluasi program humas. Hal ini karena dengan evaluasi bidang humas akan dapat melihat hal-hal yang telah berjalan sesuai dengan tujuan dan harapan dan hal-hala yang belum berjalan. Sehingga dapat menjadi bahan perbaikan untuk masa yang akan datang.

3. Manajemen Humas Dalam Membangun Citra (Wish

Image) Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang

Citra yayasan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah citra harapan yang sesuai dengan visi yayasan yaitu tercipta insan yang berakhlaqul karimah dan berwawasan internasional. Namun berdasarkan temuan di lapangan diketahui bahwa citra yayasan saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan visi yayasan yaitu belum sepenuhnya tercipta insan yang berakhlaqul karimah dan berawawasan internasional.

Citra positif suatu organisasi dapat dibangun oleh humas. Namun berdasarkan hasil temuan di lapangan diketahui bahwa humas belum dimanajemen dengan baik. Sedangkan salah satu fungsi humas adalah untuk membangun citra positif suatu organisasi. Kemudian peneliti juga mengetahui dari hasil pengamatan bahwa, pengurus humas yayasan saat ini belum memiliki semua kriteria dari seorang praktisi humas. Pengurus humas saat ini belum memiliki keterampilan dalam mengkonsep program humas, dan menguasai ilmu dan teknik informatika yang modren.

Seorang praktisi humas harus memiliki keterampilan dalam mengkonsep program humas, mampu berkomunikasi dengan menggunakan berbagai media, dapat menjalin hubungan dengan publik organisasi, menguasai dan memahami ilmu dan teknik informatika, dapat memecahkan masalah dan memahami/mengerti tentang aturan/hukum yang berlaku mengenai organisasi dan aspek yang berhubungan dengan hal tersebut. Seperti yang dinyatakan oleh Nasution (2006: 64) bahwa

a. Kreativitas suatu gagasan, pemikiran atau ide-ide yang kreatif dalam melaksanakan program kerja Humas.

(14)

c. Kemampuan menguasai teknik komunikasi, baik lisan maupun tertulis dalam menyampaikan informasi atau pesan dari lembaga pendidikannya.

d. Kemampuan untuk mengatasi setiap permasalahan yang dihadapinya. Seorang praktisi humas harus memiliki keterampilan sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Hal itu agar humas dapat dimanajemen dengan baik sehingga fungsi humas dalam membangun citra positif dapat berjalan. Seperti pendapatnya

Menurut beberapa teori, citra positif dapat dibangun dengan manajemen Humas yang baik. Seperti pendapat Nesia (2014: 31) yang mengatakan bahwa kegiatan public relations/humas adalah mengupayakan adanya penciptaan goodwill yang terjadi pada publiknya, dan upaya ini sangat diperlukan dalam berbagai macam bentuk organisasi apapun, baik besar maupun kecil.

Menurut Newsom dalam Gabriel (2016: 470) mengatakan fungsi humas adalah, “The aim, of course, is to create and maintain a positive image as well as to build a strong and stable relationship with stakeholders” Nova (2011: 49) juga mengatakan bahwa “Humas bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan hubungan baik antara lembaga organisasi dengan publiknya, internal maupun eksternal dalam rangka menanamkan pengertian, menumbuhkann motivasi dan partispasi publik dalam upaya menciptakan iklim pendapat (opini publik) yang menguntungkan lembaga organisasi.”

Kemudian Ruslan (2001: 246) juga mengatakan bahwa “Public Relations memiliki tujuan yang salah satunya untuk menumbuh kembangkan citra yang positif untuk publik eksternal”. Rumanti (2002: 32) mengatakan hal yang sama bahwa “Pada dasarnya Humas bertujuan untuk memperoleh goodwill, kepercayaan, saling adanya pengertian dan citra yang baik dari publik atau masyarakat pada umumnya.”

Begitu halnya dengan pendapat Zulkarnain (2006: 31) yang menyatakan bahwa salah satu tujuan dari Humas adalah untuk membangun kesan/citra positif masyarakat terhadap suatu lembaga (sekolah). Masyarakat yang dimaksud adalah masyarakat internal dan eksternal lembaga. Citra lembaga yang positif akan membuat masyarakat percaya dan berpartisipasi dalam pengembangan sebuah lembaga (sekolah). Kemudian Nesia (2014: 31) mengatakan, suatu organisasi mempunyai berbagai macam publik baik di dalam maupun diluar, dimana semua itu harus dibina hubungan baiknya sehingga upaya pencapaian tujuan dapat dilakukan dengan lancar. Dari kenyataan ini memberikan konsekuensi bahwa public relations dalam kegiatannya mengupayakan adanya hubungan dengan publik-publik yang berkepentingan dengan organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan yaitu memperoleh goodwill, kepercayaan, saling pengertian dan citra yang baik dari publik atau masyarakat.

(15)

citra positif demi keberlansungan sebuah instansi. Berdasarkan pendapat-pendapat sebelumnya bisa disimpulkan bahwa citra sebuah instansi ada beberapa macam yakni citra bayangan (mirror image), citra yang berlaku (current image), citra harapan (wish image), citra perusahaan (corporate image), citra majemuk, dan secara umum citra dapat dibedakan menjadi citra yang baik/positif dan citra yang buruk/negatif.

Untuk membentuk mental citra yang positif dari publik terhadap organisasi itu sangat sulit. Oleh karena itu jika suatu organisasi ingin mendapatkan citra yang baik, harus mempunyai suatu badan yang menggarapnya yaitu public relations/Humas (Nesia, 2014: 36)

Dari penjelasan di atas sangat terlihat bahwa Humas berperan penting bagi sebuah organisasi. Salah satunya dalam membangun citra positif sebuah organisasi/lembaga sesuai dengan tujuan organisasi. Kemudian seorang praktisi humas harus memiliki keterampilan dalam mengkonsep program humas, mampu berkomunikasi dengan menggunakan berbagai media, dapat menjalin hubungan dengan publik organisasi, menguasai dan memahami ilmu dan teknik informatika, dapat memecahkan masalah dan memahami/mengerti tentang aturan/hukum yang berlaku mengenai organisasi dan aspek yang berhubungan dengan hal tersebut. Oleh karena itulah, untuk dapat membangun citra yaayasan Dr. H. Abdullah Ahmad maka yang belum terwujudnya insan yang berakhlaqul karimah dan berwawasan internasional perlu memperhatikan dan mengelolah humas yayasan dengan baik agar tercipta citra yayasan sesuai dengan yang diharapkan.

KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN Kesimpulan

1. Citra Yayasan

Citra (wish image) Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan visi yayasan yakni belum sepenuhnya terwujudnya insan yang berakhlaqul karimah dan berwawasan internasional.

2. Manajemen Humas Yayasan Dr. H Abdullah Ahmad PGAI Padang

Manajemen Humas belum berjalan dengan baik oleh bidang Humas. Hal itu dapat dilihat dari, proses fact finding (pengumpulan data) yang belum dilaksanakan oleh Humas, perencanaan belum dilakukan oleh Humas, pelaksanaan kegiatan Humas dilakukan secara sukarela dan semampunya oleh kepala bidang Humas dan dibantu oleh pengurus inti dan staf dan evaluasi Humas juga belum dilaksanakan.

(16)

Implikasi

Solusi yang diberikan adalah pengurus menerapkan manajemen Humas yang profesional agar terlahir Humas yang baik. Humas yayasan harus dikelola oleh manajer/petugas Humas yang ahli dibidang Humas dan bisa fokus untuk memperhatikan dan mengelola yayasan. Manajer/ petugas Humas tersebut harus bisa melakukan manajemen Humas dengan baik, bisa melakukan pengumpulan data, membuat rencana Humas dengan baik, mampu melaksanakan program Humas dan juga mampu melakukan evaluasi Humas. Kemudian juga Humas yayasan juga harus memiliki dana untuk membuat rencana dan melaksanakan program Humas. Dan juga Humas harus memanfaatkan media dan teknologi informasi yang berkembang saat ini sehingga Humas berperan besar dalam membangun citra positif yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian di atas, penulis memberikan saran sebagai berikut:

1. Untuk membangun citra (wish image) Yayasan Dr. H.

Abdullah Ahmad PGAI Padang yaitu terwujudkan insan yang berakhlaqul karimah dan berwawasan internasional, hendaknya semua komponen yayasan yaitu pembina, pengawas dan pengurus yayasan harus memanajemen yayasan dengan baik (termasuk manajemen Humas), memberikan gaji/honor/transportasi/uang lelah kepada pengurus, kemudian juga pengurus harus fokus dan menyediakan waktu untuk memperhatikan dan mengelola yayasan, pengurus juga haru memiliki kesiapan baik dari segi ilmu agama, manajemen maupun ekonominya.

2. Bidang Humas Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI

Padang harus dikelola oleh orang-orang yang ahli dibidang Humas, yang bisa melakukan manajemen Humas dengan baik mulai dari fact finding

(pengumpulan data) Humas, perencanaan Humas, pelaksanaan program Humas dan evaluasi Humas. Hendaknya petugas humas, memiliki latar pendidika dari jurusan public relations, komunikasi dan informatika, Administrasi Pendidikan, dan jurusan lain yang memiliki mata kuliah yang memuat keterampilan-keterampilan sesuai dengan kriteria seorang humas. Untuk dapat memanajemen bidang humas, pengurus humas hendaknya lebih dari satu orang, minimal 2 orang. Hal ini karena dibutuhkan tenaga yang lebih dari satu orang dalam proses manajemen humas.

3. Humas Yayasan Dr. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang

(17)

yang berlaku mengenai organisasi dan aspek yang berhubungan dengan hal tersebut

DAFTAR RUJUKAN

Anggoro, M. Linggar. 2008. Teori dan Profesi Kehumasan. Jakarta:Bumi Aksara.

Lattimore, Dan. 2010. Public Relation. Afrianto Daud. Jakarta:SalEmba Humanika.

Nova, Firsan. 2011. Crisis Public Relations. Jakarta. Raja Grafindo Persada. Rumanti, Maria Assumpta. 2002. Dasar-Dasar Publik Relations.

Jakarta:Gramedia.

Ruslan, Rosady. 2004. Manajemen Public Relations dan Manajemen Komunikasi. Jakarta: Grafindo.

Soemirat, Soleh dan Elvinaro, Ardianto. 2008. Dasar-Dasar Public Relations.

Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Stoner. 2005. Management. New Delhi: Prentice-Hall Of India Private Limited

Sule, Ernie Tisnawati dan Kurniawan Saefullah. 2004. Pengantar Manajemen. Jakarta: Kencana Prenada media Group.

Usman, Husaini. 2009. Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara.

Referensi

Dokumen terkait

KUHP sebagai penjabaran konstitusi dari aspek penerapan KUHAP juga memiliki andil dalam memperlancar atau menghambat dalam penerapan ajaran penyertaan, sebagaimana

Dari hasil pengamatan diketahui bahwa semua sampel minyak dalam keadaan cair pada suhu ruang (±27ºC) namun ketika pada suhu rendah (±5ºC) terjadi perubahan fase pada beberapa

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan disiplinan siswa melalui konseling kelompok. Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya kedisiplinan siswa dalam mengikuti

Pada sistem yang diusulkan, untuk menampilkan objek 3 dimensi di layar monitor user mengarahkan marker pada kamera kemudian kamera mendeteksi marker dan objek

Dari hasil di atas pada siklus I dan siklus II dapat disimpulkan bahwa penerapan model Quantum Teaching membawa perubahan hasil belajar siswa kearah yang lebih baik, yang

Dari tabel 4.1.3 Deskriptif Ekuitas diatas, menunjukan bahwa nilai tertinggi dari Ekuitas pada tahun 2014 yang menjadi sampel penelitian adalah sebesar Rp 22524 milyar pada PT

dibandingkan tahun 2008 lalu. Lambatnya pertumbuhan industri, juga tercermin dari pertumbuhan kredit perbankan untuk sektor tersebut yang terus mengalami penurunan, bahkan pada

Tahap pemanfaatan H2M terdiri dari tahap pemeliharaan, pemeriksaan berkala dan perawatan bangunan yang utamanya dilakukan oleh pemilik/pengguna hunian. Langkah-langkah