• Tidak ada hasil yang ditemukan

Majalah Konstitusi | Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Majalah Konstitusi | Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia"

Copied!
80
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Meskipun belum menjadi hukum positif, ide pemaafan/pengampunan hakim ( judicial pardon ) muncul dalam RUU KUHP tahun 2015 pada Pasal 56 ayat (2) yang menyatakan,

“Oleh karena itu dengan adanya ketentuan ini para Pemohon telah mendapatkan hak atas pengakuan jaminan dan perlakuan sebagaimana diatur dalam Pasal 28D ayat (1) Undang- Undang

[3.13.2.1] Bahwa terhadap dalil para Pemohon yang menyatakan Pasal 61 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 64 ayat (1) dan ayat (5) Undang-Undang Administrasi Kependudukan

Namun demikian, Pemerintah menyerahkan sepenuhnya kepada Yang Mulia Ketua Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi untuk mempertimbangkan dan menilainya, apakah Pemohon memiliki

undangan, permohonan Pemohon kepada Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi tentu bisa menjadikan alasan hukum sebab Mahkamah Konstitusi tidak saja memeriksa permohonan terhadap keberatan

Namun demikian, DPR RI menyerahkan sepenuhnya kepada Ketua atau Majelis Hakim Konstitusi Yang Mulia untuk mempertimbangkan dan menilai, apakah Para Pemohon

Yang Mulia Majelis Hakim Panel Mahkamah Konstitusi, berdasarkan hal-hal tersebut di atas, Pemohon memohon kepada Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia untuk memutus

Amar Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU-Xlll/2015 tersebut menyatakan : Mengabulkan permohonan Pemohon untuk Sebagian : • Pasal 29 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974