GAMBARAN STAGE OF DYING PADA PASIEN
GUILLAIN BARRÉ SYNDROME (GBS)
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Ujian Sarjana Psikologi
Oleh
MONA SRIUKUR SEMBIRING
101301047
FAKULTAS PSIKOLOGI
i
LEMBAR PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan dengan sesungguhnya
bahwa skripsi saya yang berjudul :
Gambaran Stage of Dying pada Pasien Guillain Barre Syndrome (GBS)
adalah hasil karya saya sendiri dan belum pernah diajukan untuk memperoleh
gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi manapun.
Adapun bagian-bagian tertentu dalam penulisan skripsi ini yang saya kutip
dari hasil karya orang lain telah ditulis sumbernya secara jelas sesuai dengan
norma, kaidah, dan etika penulisan karya ilmiah.
Apabila di kemudian hari ditemukan adanya kecurangan dalam skripsi ini,
saya bersedia menerima sanksi dari Fakultas Psikologi Universitas Sumatera
Utara sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Medan, Februari 2016
MONA SRIUKUR SEMBIRING
Gambaran Stage of Dying pada Pasien
Guillain Barre Syndrome (GBS)
Mona Sriukur Sembiring dan Rodiatul Hasanah Siregar
ABSTRAK
Guillain Barre Syndrome (GBS) merupakan penyakit kronis yang langka. Penyakit ini mengakibatkan kelumpuhan pada pasien juga merusak sistem-sistem dalam tubuh, pasien dengan penyakit ini tidak dapat bergerak dan kesulitan melakukan sesuatu. Penyebab GBS belum diketahui secara pasti dan obat yang tepat untuk pasien juga belum ditemukan (Parry & Steinberg, 2007). Pasien dengan penyakit GBS sulit untuk menjalani hidup dan merasa bahwa dalam waktu dekat akan mati. Pasien akan menolak kematian yang akan terjadi, bahkan marah kepada Tuhan mengapa dia yang mengalami kondisi tersebut. Pasien memiliki respon-respon yang berbeda ketika dihadapkan dengan kematian. Respon tersebut adalah denial, anger, bargaining, depression, dan acceptance (Kubler Ross, 2009). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana gambaran stage of dying seorang pasien dengan penyakit Guillain Barre Syndrome (GBS). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan jumlah responden satu orang yang merupakan pasien dengan penyakit Guillain Barre Syndrome (GBS) dan menderita GBS kurang lebih selama empat tahun.
Hasil penelitian ini menunjukkan stage of dying responden adalah sebagai berikut, denial, responden mengalami kesedihan dan ketakutan karena tidak menerima penyakit yang dideritanya mengakibatkan kematian. Hal ini membuat responden anger, dia bertanya kepada Tuhan mengapa dia yang menderita penyakit GBS dan marah bahwa dalam waktu dekat dia akan menghadapi kematian. Tahun ketiga responden sakit ada perkembangan kesehatan yang dialami oleh responden, hal ini membuat tidak dalam waktu dekat dia akan mati. Responden percaya suatu saat nanti dia akan sembuh dan berjanji (bargaining) kepada Tuhan jika sembuh dia akan melakukan kebaikan, berubah menjadi lebih baik dan melakukan pekerjaan sosial. Setelah tahun ketiga masih dalam keadaan yang sama, responden merasa bahwa hidupnya tidak berubah. Responden menjalani pengobatan dengan baik, mengikuti saran dokter, dan terus mendapatkan dukungan semangat dan doa namun belum menunjukkan perubahan yang signifikan bagi kesehatannya. Hal ini membuat dia ingin segera dipanggil Tuhan (depression). Menerima kematian sendiri bukan hal yang mudah bagi responden. Rasa syukur sampai saat ini dia masih bertahan hidup dan dukungan doa, semangat yang terus diberikan oleh orang disekitarnya, serta pengalaman rohani sepanjang responden sakit membuat dia menerima kematian dengan damai sejahtera (acceptance).
iii
Stage of Dying In Patient with
Guillain Barre Syndrome (GBS)
Mona Sriukur Sembiring and Rodiatul Hasanah Siregar
ABSTRACT
Guillain Barre Syndrome (GBS) is a rare chronic disease. GBS can eventually cause paralysis and damage the body systems, patient can not move their body and have difficulty performing the daily activity. The exact causes of Guillain-Barre syndrome are not known and the cure has not been found (Parry & Steinberg, 2007). Patient with GBS may experience difficulties in daily living and feel that she is going to die. Patient will refuse to accept the death and get angry with God. Patients with chronic illness have different responses to death. The responses are denial, anger, bargaining, depression, and acceptance (Ross, 2009). The purpose of this study is to assess stage of dying in patient with Guillain-Barre Syndrome (GBS). This study uses qualitative case study methodology with one respondent who has been suffering from Guillain-Barre Syndrome (GBS) for four years.
The result of this study shows that the dying stage of respondents are, denial, she experiences sadness and fear of death. She gets angry, and ask God a question why he allows her to suffer from the disease and die soon. She believes that she will be healed someday and promise to God (bargaining) that she will do good things in her life. But after suffering from GBS for three years, there is no change. She follows the treatments and the doctors’ advices,. She also gets social support and prayers but there is no significant progress. It makes her want to die soon (depression). Dealing with the death is not easy for her. Thankfully she is able to survive until today and because of the prayer, the support from people around her, and the spiritual experience during her illness, she can face the death with acceptance and peace (acceptance).
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur dan hormat saya sampaikan kepada Tuhan Yang Maha
Esa yang telah memberikan saya kekuatan, kesabaran, bahkan penghiburan
sehingga dimampukan untuk mengerjakan skripsi ini. Adapun judul skripsi ini
adalah “Gambaran Stage of Dying pada Pasien Guillain Barre Syndrome (GBS)”.
Skripsi ini disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana
Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara Medan.
Penulis menyadari bahwa selama proses penyusunan skripsi ini banyak
mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga skripsi ini boleh selesai.
Terima kasih kepada keluarga saya, untuk ayah (E Sembiring) dan ibu (K Barus),
untuk kedua abang (Esron dan Abner) dan adik saya (Miranda), yang terus
mendukung saya, terus mendoakan saya agar tetap semangat mengerjakan
penelitian ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada:
1. Dekan Fakultas Psikologi Bapak Zulkarnain, P.hD., Psikolog.
2. Ibu Rodiatul Hasanah Siregar, M.Si., Psikolog, selaku dosen yang
membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Terima kasih untuk
kesabaran, masukan, dan bimbingan yang Ibu berikan kepada saya.
3. Ibu Josetta M. R. Tuapattinaja, M.Si., Psikolog dan Ibu Ridhoi M. Purba,
M.Si selaku dosen penguji yang membantu saya menyelesaikan revisi
skripsi saya. Terima kasih saya ucapkan kepasa Ibu Yosi dan Kak Doi.
4. Ibu Rr. Lita Hadiati Wulandari, S.Psi., Psikolog, Ibu Sri Supriyantini,
v
pembimbing akademik saya. Terima kasih Bu untuk setiap dukungan yang
Ibu berikan kepada saya selama saya kuliah di Pikologi.
5. Terima kasih kepada seluruh dosen Fakultas Psikologi yang memberikan
saya banyak ilmu juga kepada seluruh pegawai Fakultas Psikologi yang
juga membantu saya dalam keperluan akademik.
6. Terima kasih kepada keluarga saya di Psikologi (Hf), untuk Martina,
Ephine, Riris, Anggi, Selvia, Olwinda. Juga untuk keluarga Sarman 18,
Pak Uda, Kak Erika, Kak Dian, Kak Go, Bang Jo, Bik May, Sanna, Putri,
Go, Kana, Monita, dan Nanya, terima kasih untuk terus bertanya kapan
saya sidang sehingga memaksa saya untuk mengerjakan skripsi ini.
7. Terima kasih kepada Kak Erni, Kak Lia, Kak Holy (Aubray), kepada
Melfa, Nir May, Kristy (Makarios), Ice, Sarah, Beby (Letare) dan tidak
lupa kepada Ka Devi, Rahel, Ponto, Lias dan Grace (Joy). Juga kepada
pengurus UKM KMK USU UP Psikologi 2014 & 2015 (Kak Rani, Kak
Tina, Kristin, Ester), terima kasih untuk dukungan doa dan semangat yang
kakak dan teman-teman berikan.
8. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada panitia KMRSU IX 2016.
Kepada Bang Juppa, Bang Armen, Bang Tian, Kak Cristy, Kak Gema,
Kak Dewi S, Friska, Roni, Anita, Kka Dewi M, Tiara, Haryono, Frengky,
Evi, Kristina, Irvine, Kak Lydia, Frinton, Risna, serta Haryanti yang
mendukung dalam doa dan terus memberikan semangat. Terima kasih
9. Terima kasih kepada responden saya yang telah memberikan waktu dan
kesempatan bagi saya untuk mengerjakan penelitian ini juga yang telah
mendukung saya dalam menyusun skripsi ini. Semoga kakak cepat
sembuh ya, Tuhan memberkati.
10.Terimakasih juga saya ucapkan kepada teman-teman Fakultas Psikologi
USU angkatan 2010 yang terus mendukung dan mendoakan saya.
Akhir kata, peneliti berharap agar Tuhan Yang Maha Esa memberikan
rahmatnya kepada Ibu, Bapak, kakak dan teman sekalian. Semoga penelitian ini
memberikan manfaat bagi kita semua.
Medan, Februari 2016 Peneliti,
vii
C. Tujuan Penelitian ... 9
D. Manfaat Penelitian... 9
E. Sistematika Penelitian ... 10
5. Acceptance ... 16
B. Pasien ... 17
1. Pengertian Pasien... 17
C. Guillain Barre Syndrome (GBS) ... 17
1. Pengertian Guillain Barre Syndrome (GBS) ... 17
2. Efek Guillain Barre Syndrome (GBS) ... 19
3. Penyebab Guillain Barre Syndrome (GBS) ... 20
4. Diagnosa Guillain Barre Syndrome (GBS) ... 21
D. Stage of Dying pada Pasien Guillain Barre Syndrome (GBS) ... 24
E. Paradigma Penelitian ... 26
BAB III METODOLOGI PENELITIAN... 27
A. Jenis Penelitian ... 27
B. Responden Penelitian ... 29
C. Metode Pengumpulan Data ... 30
D. Alat Bantu Pengumpulan Data ... 31
E. Kredibilitas Penelitian ... 32
F. Prosedur Penelitian ... 33
BAB IV HASIL ANALISA DAN INTERPRETASI ... 41
A. Gambaran Umum Responden ... 42
ix
C. Analisa Data Responden ... 56
1. Denial ... 56
2. Anger ... 56
3. Bargaining ... 57
4. Depression ... 59
5. Acceptance ... 60
D. Pembahasan ... 65
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 76
A. Kesimpulan ... 76
B. Saran ... 78
1. Saran Praktis ... 78
2. Saran Metodologis ... 79
DAFTAR PUSTAKA ...80
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1. Deskripsi Data Responden ... 40
xi
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1. Paradigma Penelitian ... 26
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Pedoman Wawancara
Lampiran 2 Lembar Persetujuan Wawancara
Lampiran 3 Lembar Observasi
Lampiran 4 Verbatim Wawancara
Lampiran 5 Data Observasi