• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan Metode Rapid Application Development untuk Perancangan Sistem Informasi Penagihan Piutang Premi Asuransi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penerapan Metode Rapid Application Development untuk Perancangan Sistem Informasi Penagihan Piutang Premi Asuransi"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Penerapan Metode Rapid Application Diagram (Mohammad Badrul) |319

Penerapan Metode Rapid Application

Development untuk Perancangan Sistem

Informasi Penagihan Piutang Premi

Asuransi

Mohammad Badrul1, NurHikmah Sari Dewi2

1,2STMIK Nusa Mandiri

Jl. Damai No. 8 Warung Jati Barat (Margasatwa) Jakarta Selatan Telp. (021) 78839513 Fax. (021) 78839421

1[email protected], 2[email protected] Abstract

One of the business actors in this case is that the company is required to consider reducing the risks faced. One of them is PT. Indopratama Jaya Mandiri is a company engaged in consulting and insurance claims. In the billing process it is no longer possible to use the help of the Ms. application. Excel for the data, as well as customer billing that is paid more than once, either to direct insurance or to the company. The information generated requires a long time. This can have an impact especially on the billing department which can result in waste of time and costs and other errors due to the payment process that uses two vendors. Method of Rapid Application Development (RAD) The author chose because this method has the advantage of being able to obtain the right system because the system is divided into several versions and the most important functions to be tested. The results obtained are information systems that can overcome problems that have been faced by companies related to insurance billing to customers.

Keywords: insurance billing, rad, information system.

Abstrak

Para pelaku bisnis dalam hal ini salah satunya adalah perusahaan dituntut untuk mempertimbangkan mengurangi risiko yang dihadapi. Salah Satunya PT. Indopratama Jaya Mandiri merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang konsultan dan klaim asuransi. Dalam proses penagihannya sudah tidak memungkinkan lagi menggunakan bantuan aplikasi Ms. Excel untuk data-datanya, begitu juga dengan penagihan nasabah yang dibayarkan lebih dari satu kali pembayaran, baik ke asuransi langsung atau perusahaan. Informasi yang dihasilkan membutuhkan waktu yang lama. Hal tersebut dapat berimbas khusunya pada bagian penagihan yang dapat mengakibatkan pemborosan waktu dan biaya serta kesalahan lainnya akibat proses pembayaran yang menggunakan dua vendor. Metode Rapid Application Development(RAD) Penulis pilih karena Metode ini mempunyai kelebihan yaitu dapat memperoleh sistem yang tepat karena sistem dibagi menjadi beberapa versi dan fungsi paling penting yang akan diuji. Hasil yang diperoleh adalah sistem informasi yang dapat mengatasi permasalahan yang selama ini yang dihadapi oleh perusahaan terkait dengan penagihan asuransi ke nasabah.

Kata kunci: penagihan asuransi, rad, sistem informasi. 1. PENDAHULUAN

Dalam dunia bisnis, banyak sekali risiko yang tidak dapat di prediksi. Para pelaku bisnis secara rasional akan berusaha mempertimbangkan untuk mengurangi risiko yang dihadapi. Pada tingkat kehidupan keluarga atau rumah tangga, asuransi juga dibutuhkan untuk mengurangi permasalahan

(2)

ekonomi yang akan dihadapi apabila ada salah satu anggota keluarga yang menghadapi risiko cacat atau meninggal dunia. Salah satu cara penanggulangan risiko adalah dengan mengasuransikan suatu risiko kepada perusahaan asuransi [1]. Asuransi merupakan Kegiatan Usaha yang bergerak di bidang usaha jasa keuangan yang menghimpun dana masyarakat melalui pengumpulan premi asuransi [2]. Perusahaan asuransi merupakan lembaga

keuangan non bank yang mempunyai peranan yang tidak jauh berbeda dari

bank, yaitu bergerak dalam bidang layanan jasa yang diberikan kepada masyarakat dalam mengatasi risiko yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Asuransi dibutuhkan untuk mengurangi permasalahan ekonomi yang akan dihadapi. Saat ini teknologi semakin banyak membantu dalam menyelesaikan setiap kegiatan ataupun pekerjaan seseorang. Bahkan setiap aktivitas yang dilakukan selalu melibatkan teknologi, misalnya seperti

berinteraksi, mengolah data, memberikan informasi, mengambil sebuah

keputusan dan masih banyak lagi [2]. Salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan adalah penggunaan media website yang dapat menghubungkan berbagai pengguna dengan satu portal dalam bentuk situs

untuk saling bertukar informasi [3]. Aplikasi merupakan program yang

dikembangkan oleh developer untuk memenuhi kebutuhan pengguna dalam menjalankan pekerjaan tertentu di suatu institusi atau organisasi. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan suatu sistem yang terkomputerisasi untuk

menunjang semua pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien [5]. PT.

Indopratama Jaya Mandiri merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang asuransi, lebih tepatnya dibidang konsultan dan klaim asuransi.

Adapun dalam sistem penagihannya masih belum efektif dan efisien,

walaupun dalam sistem penagihannya sudah menggunakan Ms Excel, Email,

Telepon, dan Pesan singkat. Pengarsipan datanya masih menggunakan rak-rak digudang penyimpanan, begitu juga dengan penagihan nasabah yang dibayarkan lebih dari satu kali pembayaran, baik ke asuransi langsung atau perusahaan. Informasi yang dihasilkan tidak dapat disajikan tepat waktu karena membutuhkan waktu yang lama untuk memproses data menjadi informasi [6]. Hal tersebut dapat berimbas khususnya pada bagian penagihan yang dapat mengakibatkan pemborosan waktu, duplikasi data, ketidakcocokan tagihan dan sisa tagihan serta kesalahan lainnya. Oleh karena itu, diperlukan sistem yang terkomputerisasi untuk mengatasi permasalahan yang ada. Salah satu metode Untuk mengembangkan sistem ini adalah

metode Rapid Application Development(RAD) [7]. Metode Rapid Application

Development (RAD) Penulis pilih karena Metode ini mempunyai kelebihan

yaitu dapat memperoleh sistem yang tepat karena sistem dibagi menjadi beberapa versi dan fungsi paling penting yang akan diuji [8]. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang sistem informasi sebagai solusi permasalahan yang timbul dari pengolahan data secara manual [9]. Sistem

ini disusun untuk membantu dalam penagihan asuransi menjadi lebih efektif

dan efisien supaya data tagihan piutang premi asuransi yang sudah

(3)

asuransi dari pihak penyedia dan pembayaran yang dilakukan oleh customer tidak berulang baik dari pihak kedua atau pihak ketiga.

2. METODOLOGI PENELITIAN 2.1. Metode Pengumpulan Data

Data merupakan sebuah hal yang paling dibutuhkan dalam melakukan penelitian karena data sangat berpengaruh pada kualitas dan hasil penelitian. Beberapa metode pengumpulan data yang dapat dilakukan dalam membuat sistem antara lain dengan melakukan observasi, wawancara dan studi pustaka [10].

Dalam observasi ini penulis melakukan pengumpulan data dan pengamatan secara langsung ke PT. Indopratama Jaya Mandiri mengenai sistem yang sedang berjalan terkait dengan sistem penagihan premi asuransi ke nasabah yang sudah berjalan dan permasalahannya yang terjadi di sistem tersebut. Selanjutnya penulis melakukan wawancara, Dalam hal ini penulis melakukan wawancara kepada Bapak Khairudin sebagai Direktur untuk

melengkapi bahan yang sudah ada selama observasi. Penulis melakukan

wawancara kepada staff penagihan yang berkaitan dengan sistem berjalan

yang diteliti oleh peneliti terkait dengan masalah yang ada di sistem tersebut. Langkah berikutnya adalah melengkapi data-data yang ada dari beberapa literatur yang ada atau studi pustaka, Studi pustaka yang penulis lakukan untuk membantu penulis dalam hal pembuatan penelitian ini adalah dengan membaca beberapa literatur mulai dari buku, artikel ilmiah dan

literature lain yang berkaitan dengan materi yang dibuat dalam penyusunan

penelitian ini.

2.2. Metode Pengembangan Sistem

Pengembangan sistem informasi penagihan asuransi yang akan dikembangkan ini menggunakan metode rapid application Diagram. rapid application Diagram merupakan salah satu metode yang dapat digunakan oleh developer untuk mengembangkan sistem informasi disamping metode-metode lain yang sudah sering digunakan seperti metode-metode waterfall. Ada beberapa tahapan yang dapat dilakukan untuk menerapkan metode rapid application Diagram ini [11] yang terbagi menjadi empat tahapan seperti berikut ini:

a) Rencana Kebutuhan (Requirement Planning)

Fase antara penganalisis dan pengguna untuk mengidentifikasikan

tujuan dari sistem yang akan dibangun serta mengidentifikasikan syarat-syarat informasi yang akan timbul untuk mencapai tujuan tersebut serta menganalisa semua sistem yang dibutuhkan oleh pengguna.

b) Proses Desain Sistem (Desaign System)

Fase dalam bentuk workshop desain RAD antara penganalisis dan

pemrogram untuk merancang sebuah sistem yang akan dibangun. Dimana saling bekerja sama dalam membangun sistem dan menunjukkan

(4)

sistem. Pengguna merespon prototipe yang telah dirancang. Penganalisis dan Pemograman dapat memperbaiki serta menganalisis modul-modul yang dirancang berdasarkan dari respon pengguna sistem.

c) Konstruksi (Intruction)

Fase eksekusi dalam bentuk pembuatan script program dan merupakan

kelanjutan dari fase kedua. Menunjukkan platform, hardware dan software

yang digunakan.Setiap desain yang dibuat pada fase sebelumnya akan

ditingkatkan dengan menggunakan perangkat RAD. Setelah fungsi baru

tersedia, fungsi baru tersebut ditunjukkan kepada pengguna untuk

mendapatkan interaksi dan revisi, selanjutnya penganalisis akan melakukan

perubahan dalam setiap desain aplikasi berdasarkan instruksi dari pengguna.

d) Implementasi (Implementation)

Penganalisis bekerja dengan para pengguna secara intensif selama

workshop berlangsung dan merancang beberapa aspek dan non teknis yang

dibutuhkan. Setelah aspek-aspek ini disetujui dan sistem tersebut dibangun dan disaring, sistem yang baru di kembangkan atau bagian dari sistem diuji coba dan kemudian diperkenalkan kepada organisasi.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1. Analisa Kebutuhan Sistem

Analisa kebutuhan pengguna sistem dalam penagihan asuransi berbasis

web ini meliputi analisa kebutuhan pengguna sistem seperti kebutuhan

pengguna dan kebutuhan admin.

a. Kebutuhan Pengguna

1) Pengguna dapat melakukan login.

2) Pengguna dapat melakukan input tambah.

3) Pengguna dapat memasukkan data transaksi invoice.

4) Pengguna dapat memasukkan data transaksi penagihan.

5) Pengguna dapat memasukkan data transaksi polis.

6) Pengguna dapat melihat status transaksi invoice.

7) Pengguna dapat melihat status transaksi penagihan.

8) Pengguna dapat melihat status transaksi polis.

9) Pengguna dapat memasukkan/melihat/print laporan asuransi.

10) Pengguna dapat memasukkan/melihat/print laporan kolektor.

11) Pengguna dapat memasukkan/melihat/print laporan penagihan.

12) Pengguna dapat memasukkan/melihat/print laporan invoice.

13) Pengguna dapat melakukan logout.

b. Kebutuhan Admin

1) Admin dapat melakukan login.

2) Admin dapat melihat/mengelola data master asuransi.

3) Admin dapat melihat/mengelola data master kolektor.

4) Admin dapat melihat/mengelola data transaksi invoice.

5) Admin dapat melihat/mengelola data transaksi penagihan.

(5)

7) Admin dapat mencetak laporan penagihan asuransi.

8) Admin dapat melakukan logout.

Sedangkan analisa untuk kebutuhan sistem diantaranya:

a)Admin melakukan login.

b)Admin menginput/mengolah master asuransi yang berisi client dan

alamat.

c) Kemudian admin menginput/mengolah master kolektor.

d)Admin setelah itu mengiput/mengolah transaksi polis, invoice kemudian

penagihan sesuai dengan isi yang sudah ditentukan.

e)Setelah admin meginput/mengolah data dari bagian terkait, admin

menerima bukti pembayaran dari nasabah (pembayaran langsung ke asuransi/pembayaran langsung ke PT. IJM) yang kemudian dicek.

f) Admin mencetak laporan asuransi, kolektor, invoice dan penagihan

perbulan.

3.2. Proses Desain Sistem

Pada fase ini akan diuraikan beberapa desain yang dibutuhkan dalam

pembuatan Sistem Informasipenagihan premi asuransi yaitu:

a) Desain Sistem

Desain sistem ini menggunakan permodelan UML yaitu use case

diagram. Use case diagram, bersifat statis. Pada Diagram Use Case ini

memperlihatkan himpunan use case dan aktor-aktor (suatu jenis khusus dari kelas). Use case Diagram adalah sebuah diagram dalam UML yang menggambarkan apa yang bisa diperbuat oleh actor ke sistem dimana use case menggambarkan sebuah pekerjaan tertentu, sedangkan seorang aktor pada Use case diagram merupakan sebuah entitas atau himpunan entitas yang berinteraksi dengan sistem untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu. Berikut diagram usecase dari sistem informasi penagihan premi asuransi.

Sumber: Hasil Penelitian Gambar 1.Use Case Diagram Sistem Informasi penagihan premi asuransi

(6)

b) Desain Database

Desain database ini menggunakan model LRS (Logical Record

Structure). Berikut LRS dari Sistem Informasi penagihan premi asuransi.

Sumber: Hasil Penelitian Gambar 2. LRS (Logical Record Structure) sistem informasipenagihan

asuransi

3.3. Implementasi

Tahap implementasi tahapan pengembangan setelah sebelumnya dibuat perencanaan. Pada tahap ini dilakukan pengkodean sistem.

(7)

Gambar 3. Implementasi sistem informasipenagihan asuransi

4. SIMPULAN

Dengan adanya sistem informasi penagihan Premi asuransi pada PT. Indopratama Jaya Mandiri diharapkan dapat menjadi solusi alternatif bagi

user dalam proses pengolahan data dan transaksi penagihan premi asuransi,

memudahkan user untuk melakukan pengontrolan penagihan premi sehingga

dapat mengantisipasi premi yang tidak tertagih atau tagihan premi berulang.

Beberapa keuntungan dari sistem ini adalah meningkatkan kecepatan proses pemantauan kinerja masing-masing divisi yang terkait dalam proses

penagihan asuransi secara real time dan mempercepat proses pengolahan

data seperti menginput, mencari, menyimpan, mengedit, menghapus data serta pembuatan laporan yang cepat dan tepat.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Seoulinda, N., & Wicaksono , A. (2012). Evaluasi Pengendalian Internal dan Sistem Akuntansi atas Penerimaan Kas dan Piutang Premi Asuransi. binus bisnis review, 984.

[2] Muljono, D., & Wicaksono, B. (2009). Akuntansi Pajak Lanjutan. Yogyakarta: Andi Publisher.

[3] S. R. Astari, R. Umar, and Sunardi, “Analisis dan perancangan sistem pengambilan keputusan dalam seleksi asisten laboratorium (1),” vol. 2018, no. November, pp. 13–20, 2018.

[4] Y. Trimarsiah and M. Arafat, “Analisis Dan Perancangan Website Sebagai Sarana,” J. Ilm. MATRIK, vol. Vol. 19 No, pp. 1–10, 2017.

[5] Yusri. (2015). Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Web Pada SMP Frater Makasar. Jurnal Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Indonesia, XIV(2), 66–77.

[6] Frieyadie. (2014). Penggunaan model rad untuk pembangunan sistem informasi penjualan tiket bus online. Jurnal Pilar Nusa Mandiri, X(2), 204–208.

[7] Ningtyas, D. A., Badrul, M., & Sulistyowati, D. N. (2018). Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru Pada SMP Ar-Ridha Jakarta. Jurnal Techno, 19.

[8] Dennis, A., Wixom, B. H., & Tegarden, D. (2009). System Analys Design with UML Version 2.0. United State of America: Jhon Wiley.

(8)

[9] D. W., Sari, A. O., & Astrilyana. (2019). Rancang bangun aplikasi perpustakaan sekolah berbasis website. Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komputer, 4(2), 163–168.

[10] U. Sekaran and R. Bougie, “Metode Pengumpulan data: Kuesioner,” Metod. Penelit. untuk Bisnis Pendekatan Pengembangan-Keahlian, no. 01, p. 170, 2017.

[11] Susilowati, S., & Negara, M. T. (2018). Implementasi Model Rapid Application Development (RAD) Dalam Perancangan Aplikasi E-Marketplace. Jurnal Techno Nusa Mandiri e-ISSN 2527-676X, 15(1), 25– 30.

Gambar

Gambar 1. Use Case Diagram Sistem Informasi penagihan premi asuransi
Gambar 2. LRS (Logical Record Structure)  sistem informasi  penagihan
Gambar 3. Implementasi  sistem informasi  penagihan asuransi

Referensi

Dokumen terkait

Sebuah sistem baru berbasis komputer yang dirancanga dengan menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) sedangkan desainnya menggunakan prototype, yang digunakan

Hal ini karena sering terjadi penumpukan data siswa dan mengakibatkan sulitnya pencarian data siswa apabila sewaktu-waktu data itu diperlukan, dibutuhkan waktu

Sistem informasi yang dihasilkan dalam penelitian ini dapat melakukan cek status pesanan/order yang dilakukan admin setelah client melakukan proses bayar, lalu

arsip yang disebarkan maupun tidak yang diperoleh dari objek penelitian.. Penelitian dengan menggunakan data sekunder merupakan penelitian

Pembuatan sistem baru ini juga akan memenuhi kebutuhan user sehingga dapat memudahkan user dalam mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan cepat

Sulitnya pendataan permintaan barang dari cabang untuk melakukan pengiriman barang, kesalahan barang yang diminta dan yang dikirim, lamanya pencatatan pengembalian barang, kesalahan

10 BAB III METODE PENGEMBANGAN SISTEM 3.1 Pengumpulan Data Beberapa tahapan yang perlu dilakukan dalam melakukan penelitian adalah dimulai dari tahap pengumpulan data untuk

Pada tahap ini penulis melakukan desain dan perancangan sistem mengenai informasi apa saja yang akan diperlukan oleh pemilik usaha dengan tersediannya sebuah sistem informasi akuntansi