• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Aksioma Ad-Diniyah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Aksioma Ad-Diniyah"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Aksioma Ad-Diniyah

PENGARUH PEMBIAYAAN MURABAH TERHADAP RETURN ON ASSETS (ROA) PADA BANK SYARIAH MANDIRI

Noorma Yunia

STAI La Tansa Mashiro Indonesia

Article Info Abstract

In implementing Murabahah financing for customers, Bank Syariah Mandiri still finds several problems that result in not maximizing the profits or profits that the bank gets from the investment results in the form of murabahah financing. The problems include; Murabahah financing still has not increased the Return On Asset (ROA) at Bank Syariah Mandiri to the maximum, there are still Murabahah payments that have not been smooth, the provisions of the procedure for providing Murabahah financing to customers carried out by Bank Syariah Mandiri are still very complex and difficult, so that the community has not maximally enjoyed it. Murabahah financing and the existence of a large portion of Murabahah financing in Islamic banking raises the assumption that Islamic banking is the same as conventional banks.

The formulations taken in this study are 1) How do Murabahah receivables at Bank Syariah Mandiri, 2) How do Return On Assets (ROA) at Bank Syariah Mandiri, 3) Does Murabahah receivables affect Return On Assets (ROA) at Bank Syariah Mandiri. While the research objectives 1) To find out data about Murabahah receivables at Bank Syariah Mandiri. 2) To find out data about Return On Assets (ROA) at Bank Syariah Mandiri. 3) To find out data about the effect of Murabahah receivables on Return On Assets (ROA) at Bank Syariah Mandiri.

In this study, using regression and correlational tests, which is a study that studies the influence or relationship of two or more variables, namely the extent to which variations in one variable affect or are related to other variables. Meanwhile, to test the regression and

Vol. 3│No. 2 ISSN 2337-6104

Keywords:

Murabahah, Return on assets

(2)

correlation, the writer used the Statistical Package For Social Science (SPSS.19.0) program.

The results of this study are based on the results of statistical test calculations, it can be argued that the Murabahah (X) variable obtained an average score (M) of 2055512.17, median (Me) of 2052804.00, mode (Mo) of 274997 and Standard Deviation ( SD) of 1159484,006. Score Standard Deviation (SD) is 1159484.006, meaning that it shows the deviation level of the Murabahah variable score (X) from the average value. The average (M) is 0.002333, the median (Me) is 0.002500, the mode (Mo) is 0.0003 and the Standard Deviation (SD) is 0.0012579. The standard deviation score is 0.0012579, which means it shows the deviation level of the Return On Assets (ROA) (Y) score, from the average value and based on the results of statistical calculations that Murabahah has no significant effect on Return On Assets (ROA) at Bank Syariah Mandiri. , which is indicated by the value of sig. Murabahah is 0.065> α = 0.05. While the value of t = 2.100> t table = 1.833, then H1 is accepted and Ho is rejected. A positive t value indicates that Murabahah has a similar effect to Return On Assets (ROA). So it can be concluded that Mudaraba has an effect on Return On Assets (ROA) even though it is not significant.

Dalam pelaksanaan pembiayaan Murabahah terhadap nasabah, Bank Syariah Mandiri masih menemukan beberapa permasalahan yang mengakibatkan belum maksimalnya keuntungan atau laba yang diperoleh bank dari hasil investasi berupa pembiayaan murabahah tersebut. Adapun permasalahan itu di antaranya; pembiayaan

Murabahah masih belum meningkatkan Return On

Asset (ROA) pada Bank Syariah Mandiri dengan

maksimal, masih terdapat pembayaran Murabahah yang belum lancar, ketentuan prosedur pemberian pembiayaan Murabahah terhadap nasabah yang dilakukan oleh Bank Syariah Mandiri masih sangat komplek dan sulit, sehingga masyarakat belum maksimal menikmati pembiayaan Murabahah tersebut dan adanya porsi pembiayaan Murabahah yang besar pada perbankan syariah memunculkan anggapan bahwa perbankan syariah sama dengan bank konvensional.

Perumusan yang diambil dalam penelitian ini adalah 1)Bagaimana piutang Murabahah di Bank Syariah Mandiri, 2)Bagaimana Return On Asets

Coreresponding Author:

(3)

(ROA) di Bank Syariah Mandiri, 3) Apakah piutang

Murabahah berpengaruh terhadap Return On Asets

(ROA) di Bank Syariah Mandiri. Sedangkan tujuan penelitian 1)Untuk mengetahui data tentang piutang

Murabahah di Bank Syariah Mandiri. 2)Untuk

mengetahui data tentang Return On Asets (ROA) di Bank Syariah Mandiri. 3)Untuk mengetahui data tentang pengaruh piutang Murabahah terhadap Return

On Asets (ROA) di Bank Syariah Mandiri.

Dalam penelitian ini menggunakan uji regresi dan korelasional, yaitu merupakan studi yang mempelajari pengaruh atau hubungan dua variabel atau lebih, yaitu sejauhmana variasi dalam satu variabel berpengaruh atau berhubungan dalam variabel lain. Sedangkan untuk menguji regresi dan korelasi penulis menggunakan program Statistical Package For Social

Science (SPSS.19.0).

Hasil dari penelitian ini berdasarkan hasil perhitungan uji statistik, dapat dikemukakan bahwa variabel Murabahah (X) diperoleh skor rata-rata (M) sebesar 2055512,17, median (Me) sebesar 2052804,00, modus (Mo) sebesar 274997 dan Standar Deviasi (SD) sebesar 1159484,006. Skor Standar Deviasi (SD) sebesar 1159484,006, artinya menunjukkan tingkat penyimpangan skor variabel

Murabahah (X) dari nilai rata-rata, berdasarkan hasil

perhitungan uji statistik, dapat diketahui bahwa

Return On Assets (ROA) (Y), diperoleh skor rata-rata

(M) sebesar 0,002333, median (Me) sebesar 0,002500, modus (Mo) sebesar 0,0003 dan Standar Deviasi (SD) sebesar 0,0012579. Skor Standar Deviasi sebesar 0,0012579, artinya menunjukkan tingkat penyimpangan skor Return On Assets (ROA) (Y), dari nilai rata-rata dan berdasarkan hasil perhitungan statistik bahwa terdapat pengaruh tidak signifikan Murabahah terhadap Return On Asets (ROA) pada Bank Syariah Mandiri, yang ditunjukan dengan nilai sig. Murabahah sebesar 0,065 > α = 0,05. Sedangkan nilai thitung = 2,100 > nilai ttabel = 1,833, maka H1 diterima dan Ho ditolak. Nilai t positif menunjukkan bahwa Murabahah mempunyai pengaruh yang searah dengan Return On Assets (ROA). Jadi dapat disimpulkan Mudharabah berpengaruh terhadap Return On Assets (ROA) walaupun tidak signifikan.

(4)

Kata Kunci :Pembiayaan, Murabahan dan Return On Assets @ 2020 JAAD. All rights reserved

PENDAHULUAN

Pertumbuhan dan peningkatan kemajuan perekonomian suatu negara salah satunya sangat dipengaruhi oleh baik buruknya kondisi suatu lembaga keuangan perbankan di negara tersebut, baik bank milik pemerintah maupun swasta. Peran bank dalam hal ini sebagai lembaga intermediasi antara bank dengan masyarakat yaitu menghimpun dana dari masyarakat dan disalurkan kepada masyarakat untuk kegiatan yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Perbankan syariah

merupakan salah satu sistem perbankan yang dilaksanakan di atas prinsip yang berbeda dengan perbankan konvensional, yang kenyataanya lebih terbukti mampu bertahan pada saat krisis melanda suatu negara. Saat ini, sistem perbankan syariah lebih berkembang dan menjadi

alternatif menarik bagi kalangan perusahaan sebagai pelaku bisnis, akademisi sebagai penyedia sumberdaya manusia dan masyarakat sebagai pengguna jasa perbankan.

Prinsip operasionalnya, perbankan syariah mempunyai ciri khusus yaitu pemilik dana menyimpan dan menanamkan dananya di bank syariah tidak dengan motif untuk mendapatkan bunga. Bank syariah secara umum bertujuan untuk mendorong dan mempercepat kemajuan ekonomi suatu masyarakat dengan melakukan kegiatan perbankan sesuai kaidah syariah. Perbedaan mendasar bank syariah dengan bank konvensional dalam hal tujuan utama sistem pemberian imbalan. Bank syariah menggunakan imbalan atas dasar prinsip syariah yaitu sistem hasil dan jual beli. Susilo ( 2001:10). Sedangkan bank konvesional menggunakan sistem bunga

(5)

sebagai dasar untuk menentukan imbalan yang diberikan kepada nasabah yang bertujuan untuk mencapai keuntungan setinggi-tingginya (profit maximization).

Untuk dapat menjaga kelangsungan hidupnya, suatu bank seperti halnya bank syariah haruslah berada dalam keadaan menguntungkan (profitable), tanpa adanya keuntungan akan sangat sulit bagi bank syariah untuk menarik simpati dan kepercayaan para pemodal dari luar. Oleh karena itu, pemilik suatu bank syariah terutama pihak manajemennya harus berusaha mengelola bank dengan baik agar dapat memperoleh dan meningkatkan

profitabilitas/keuntungan/laba demi keberlangsungan masa depan bank tersebut.

Profitabilitas/keuntungan merupakan kemampuan menciptakan nilai tambah ekonomis suatu bank. (Raharja Putra,2009:199), atau profitabilitas merupakan kemampuan suatu bank untuk menghasilkan laba selama suatu

periode tertentu”.

(Riyanto,2008:35). Dalam suatu bank profitabilitas merupakan kemampauan bank memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva maupun

modal sendiri.

(Sartono,2010:122). Demikian juga, profitabilitas menggambarkan kemampuan bank mendapatkan laba melalui semua kemampuan, dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang dan sebagainya. (Harahap,2013:304)”. Profitabilitas merupakan hasil akhir dari sejumlah kebijakan dan keputusan yang dilakukan oleh suatu bank (Ali Akbar Yulianto ,2009:107).

Kemampuan perbankan syariah dalam menghasilkan keuntungan (profit) akan bergantung pada kemampuan manajemen bank syariah yang bersangkutan dalam mengelola

asset dan liabilities yangada, dan

secara kuantitatif dapat dinilai dengan menggunakan Return On

(6)

salah satu jenis analisis utama yang digunakan untuk menilai atau mengukur tingkat rasio profitabilitas bank adalah Return

On Assets (ROA).

Return On Asset (ROA)

merupakan analisa profitabilitas yang sering menjadi tolak ukur yang kemudian diproyeksikan untuk melihat kemampuan suatu bank menghasilkan laba untuk masa yang akan datang. Return

On Assets (ROA) merupakan rasio

profitabilitas yang menunjukkan kaitannya dengan investasi, oleh karena itu Return On Assets (ROA) merupakan rasio yang melihat sejauhmana investasi yang telah ditanamkan mampu memberikan pengembalian keuntungan sesuai dengan yang diharapkan, dan investasi tersebut sebenarnnya sama dengan asset perusahaan yang ditanamkan atau ditempatkan (Fami,2011:137).

Demikian juga Return On

Assets (ROA) merupakan rasio

yang digunakan untuk

mengukur kemampuan

manajemen perusahaan dalam memperoleh keuntungan (laba)

secara keseluruhan. Sehingga semakin besar ROA suatu bank, maka akan semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai perusahaan bank dan semakin baik pula posisi bank tersebut dari segi penggunaan aset. (Sawir,2005:18)

Profitabilitas yang berdasarkan ROA mempunyai keunggulan di antaranya; merupakan indikator pengukuran yang komprehensif untuk melihat keadaan suatu bank berdasarkan laporan keuangan yang ada, mudah dihitung, dipahami, dan sangat berarti dalam nilai absolut, merupakan denominator yang dapat diterapkan pada setiap unit organisasi yang bertanggung jawab terhadap profitabilitas dan unit usaha (Anthony,2002:349).

Sementara itu, untuk meningkatkan rasio keuangan

Return On Assets (ROA) pada

perbankan syariah didasarkan kepada sejauhmana investasi atau aset yang telah ditanamkan bank mampu memberikan pengembalian keuntungan sesuai dengan yang diharapkan. Dalam perbankan

(7)

syariah investasi yang sering ditanamkan diantaranya berupa pembiayaan yang disalurkan kepada nasabah.

Pembiayaan merupakan fasilitas yang diberikan oleh bank syariah kepada masyarakat yang membutuhkan untuk menggunakan dana yang telah dikumpulkan oleh bank syariah dari masyarakat yang surplus dana, sedangkan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah adalah penyediaan uang atau tagihan lain berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antar bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan bagi hasil (Muhammad, 2007:7). Pembiayaan selain salah satu produk yang diminati oleh sebagian besar nasabah, pembiayaan juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi profitabilitas bank syariah. Adapun produk pembiayaan yang disalurkan oleh perbankan syariah terhadap nasabah diantaranya yaitu pembiayaan Murabahah..

salah satu bentuk investasi yang ditanamkan oleh perbankan syariah yaitu pembiayaan

Murabahah. Menurut Ascarya

murabahah merupakan bentuk

jual beli tertentu ketika penjual menyatakan biaya perolehan barang, meliputi harga barang dan biaya-biaya lain yang dikeluarkan untuk memperoleh barang tersebut dari tingkat keuntungan (margin) yang diinginkan. Tingkat keuntungan ini bisa dalam bentuk persentase tertentu dari biaya perolehan. Pembayaran bisa dilakukan secara spot (tunai) atau bisa dilakukan di kemudian hari yang disepakati bersama antara kedua belah pihak (Ascarya. 2007:81).

Pembiayaan Murabahah merupakan jenis pembiayaan yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 275, yang artinya; “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”, dan hadits Nabi SAW, yang artinya: “Tiga hal yang di dalamnya terdapat keberkahan: jual beli

(8)

secara tangguh, mugaradhah

(mudharabah) dan mencampur

gandum dengan tepung untuk keperluan rumah tangga bukan untuk dijual (Antonio, 2001:102).

Dalam pelaksanaannya, pembiayaan Murabahah harus memenuhi syarat pokok, diantaranya bahwa pembiayaan

Murabahah dapat dikatakan sah

hanya ketika biaya-biaya perolehan barang dapat ditentukan secara pasti. Jika biaya-biaya tidak dapat dipastikan, barang atau komoditas tersebut tidak dapat dijual dengan prinsip

murabahah. Barang yang dijual

kepada nasabah (pemesan) dengan harga jual senilai dengan harga beli ditambah keuntungan, dalam hal ini bank harus memberitahukan secara jujur harga pokok barang kepada nasabah berikut biaya-biaya yang diperlukan.

Untuk memperlancar pelaksanaan pembayaran pembiayaan murabahah, jaminan dalam murabahah diperbolehkan agar nasabah serius dengan pesanannya. Bank dapat

meminta nasabah untuk menyediakan jaminan yang dapat dipegang.

PT. Bank Syariah Mandiri merupakan salah satu bentuk badan usaha yang lahir karena terjadinya marger 4 bank yaitu; Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Exim dan Bapindo yang kemudian dirubah ke dalam PT. Bank Mandiri (persero) pada tanggal 31 Juli 1999 rencana perubahan PT. Bank Susila Bakti diambil alih oleh PT. Bank Mandiri (persero). Perkembangan Bank Mandiri dan Bank Syariah Mandiri yang terus mengalami peningkatan secara pesat berdasarkan data OJK hingga bulan Juni 2016, ada 136 buah kantor pusat operasional dengan jaringan 438 kantor cabang pembantu uang tersebar dan beroperasi di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa jangkauan pelayanan BSM sudah tersebar luas dan keberadaannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Sebagai lembaga keuangan, Bank Syariah Mandiri memiliki

(9)

beberapa jasa dan pembiayaan yang ditawarkan kepada masyarakat, karena semakin banyak masyarakat memakai jasa dan pembiayaan lembaga tersebut secara tidak langsung masyarakat pun ikut berperan dalam pertumbuhan ekonomi. Bentuk pembiayaan syariah yang ditawarkan Bank Syariah Mandiri yang sering digunakan masyarakat yaitu pembiayaan pembiayaan Murabahah.

Dalam pelaksanaan pembiayaan Murabahah terhadap nasabah, Bank Syariah Mandiri masih menemukan beberapa permasalahan yang mengakibatkan belum maksimalnya keuntungan atau laba yang diperoleh bank dari hasil investasi berupa pembiayaan

murabahah tersebut. Adapun

permasalahan itu di antaranya; pembiayaan Murabahah masih belum meningkatkan Return On

Asset (ROA) pada Bank Syariah

Mandiri dengan maksimal, masih terdapat pembayaran Murabahah yang belum lancar, ketentuan prosedur pemberian pembiayaan

Murabahah terhadap nasabah yang

dilakukan oleh Bank Syariah Mandiri masih sangat komplek dan sulit, sehingga masyarakat belum maksimal menikmati pembiayaan

Murabahah tersebut dan adanya

porsi pembiayaan Murabahah yang besar pada perbankan syariah memunculkan anggapan bahwa perbankan syariah sama dengan bank konvensional.

Berdasarkan dari beberapa uraian di atas, ternyata banyak faktor yang dapat mempengaruhi untuk meningkatkan rasio keuangan Return On Assets (ROA) pada Bank Syariah Mandiri, khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan pembiayaan

Murabahah. Oleh karena begitu

pentingnya pembiayaan

Murabahah dalam meningkatkan

rasio keuangan Return On Assets (ROA) pada Bank Syariah Mandiri menjadi sangat menarik untuk dikaji dan diteliti secara mendalam pada sebuah penelitian.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilaksanakan pada Bank Syariah Mandiri yang laporan keuangan bulanannya terdapat pada website:

(10)

www.ojk.go.id. Sedangkan waktu pelaksanaan penelitian ini dilakukan mulai bulan September sampai dengan bulan November 2019.

Penelitian ini

menggunakanmetode kuantitatif, yaitu metode untuk menguji teori-teori tertentu dengan cara meneliti hubungan antar variabel. Variabel-variabel ini diukur, yang biasanya dengan instrumen penelitian sehingga data yang terdiri dari angka-angka dapat dianalisis berdasarkan prosedur statistik (Noor Juliansyah, 2014:38). Tujuan dari metode kuantitatif yaitu untuk mengetahui hasil dari analisis yang disajikan dalam bentuk angka-angka yang kemudian dijelaskan dan diinterprestasikan dalam suatu uraian, (Misbahuddin, 2013:33).

Dalam penelitian ini menggunakan uji regresi dan korelasional, yaitu merupakan studi yang mempelajari pengaruh atau hubungan dua variabel atau lebih, yaitu sejauhmana variasi dalam satu variabel berpengaruh atau berhubungan dalam variabel lain. Sedangkan untuk menguji

regresi dan korelasi penulis menggunakanprogram Statistical

Package For Social Science

(SPSS.19.0).

Sesuai dengan masalah yang diteliti, maka jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yaitu menggambarkan fenomena pada obyek penelitian apa adanya dan pengambilan kesimpulan didasarkan pada angka-angka hasil analisis statistik, ( Arikunto,2002:67). Sedangkan penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui pengaruh pembiayaan

Murobahah terhadap Return On

Assets (ROA) pada Bank Syariah

Mandiri tahun 2018.

Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi digunakan untuk menyebutkan seluruh elemen/anggota dari suatu wilayah yang menjadi sasaran penelitan atau merupakan keseluruhan (universum) dari objek penelitian (Noor Juliansyah, 2014:147). Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang

(11)

mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2012:113).

Berdasarkan penjelasan di atas, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan bulanan pada Bank Syariah Mandiri selama tahun 2018 yang terdapat di website: www.ojk.go.id.

2. Sampel

Cooper mengemukakan bawa “ a sampling examine a partion of the target population, and the portion must be carefully

selected to represent that

population, (Cooper,2008:90).

Sampel adalah bagian dari populasi, dan bagian tersebut harus dipilih secara hati-hati untuk mewakili populasi tersebut. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa sampel adalah sebagian dari populasi yang terpilih dan mewakili populasi tersebut, (Yusuf,2014:147). Sampel adalah sebagian dari

jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut yang dipercaya dapat mewakili karakteristik populasi secara menyeluruh.

Sedangkan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini m en ggunak an metode purposive sampling, yaitu cara pengambilan sampel yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tertentu oleh peneliti sehingga layak dijadikan sampel, (Sanusi,2011:95).

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka sampel pada penelitian ini adalah Laporan Keuangan Bulanan Bank Syariah Mandiri yang tercatat dan telah dipublikasikan dari bulan Januari sampai dengan Desember 2018 yang terdapat di website: www.ojk.go.id.

Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan berbagai pertimbangan adalah sebagai berikut:

1. Bank Syariah Mandiri memiliki laporan keuangan bulanan secara rutin dan berturut-turut selama tahun

(12)

2018.

2. Bank Syariah Mandiri memiliki laporan keuangan bulanan yang telah disajikan dan dipublikasikan di

website: www.ojk.go.id dari bulan

Januari sampai dengan Desember selama tahun 2018.

Jenis dan Sumber Data

Jenis data dalam penelitian ini adalah jenis data sekunder merupakan data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti, dan data sekunder biasanya berwujud data dokumentasi yang berupa data yang diperoleh dari sumber tidak langsung, (Marzuki,2002:56). Data sekunder adalah sumber data yang tidak secara langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau dokumen”.( Sugiyono, 2014:402)

Sedangkan sumber data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang berasal dari dokumen laporan keuangan bulanan Bank Syariah Mandiri yang tercatat dan telah dipublikasikan pada alamat

website: www.ojk.go.id pada

periode Bulan Januari sampai dengan Desember tahun 2018.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi. Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi adalah mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, notulen, rapot, agenda dan sebagainya.( Arikunto,2006:158). Sedangkan dalam penelitian ini data penelitian diambil dari dokumentasi laporan keuangan bulanan Bank Syariah Mandiri periode bulan Januari sampai dengan Desember 2018 yang tercatat dan telah dipublikasikan pada website: www.ojk.go.id.

Operasisonalisasi Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini terdapat variabel independen yaitu;

Murabahah (X) serta satu variabel

dependen yaitu Return On Assets (ROA) (Y). Definisi konseptual dari dua variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

(13)

Murabahah adalah akad jual beli atas barang tertentu, di mana penjual menyebutkan harga pembelian barang kepada pembeli kemudian menjual kepada pihak pembeli dengan mensyaratkan keuntungan yang diharapkan sesuai jumlah tertentu (Ismail, 2011:138).

2. Return On Assets (ROA) (Y)

Return On Assets (ROA) adalah

suatu alat untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan total asset yang dimiliki perusahaan setelah disesuaikan dengan biaya-biaya untuk mendanai aset tersebut (Hanafi,2007:84).

Kisi-kisi penelitian variabel Murabahah (X) dan

Return On Assets (ROA) (Y),

dijelaskan pada tabel di bawah ini:

Variabel-variabel yang akan diteliti yaitu Murabahah (X) dan variabel dependen yaitu

Return On Assets (ROA) (Y)

secara operasional dapat didefinisikan sebagai berikut :

1. Variabel Murabahah (X)

Mudharabah adalah skor

yang diperoleh dari suatu akad jual beli atas barang tertentu, pihak penjual menyebutkan harga pembelian barang kepada pembeli dan penjual mensyaratkan kepada pembeli keuntungan yang diharapkan sesuai jumlah tertentu.

2. Variabel Return On Assets (ROA)

Return On Assets (ROA)

adalah skor yang diperoleh dari suatu pengukuran kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan total asset yang dimiliki perusahaan setelah disesuaikan dengan biaya-biaya untuk mendanai aset tersebut.

Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan kegiatan setelah data terkumpul (Sugiono, 2012:206). Teknik analisis data dalam penelitian ini

(14)

menggunakan beberapa langkah, adalah sebagai berikut:

1. Deskripsi Data Penelitian Deskripsi data penelitian variabel Murabahah (X) dan

Return On Assets (ROA) (Y)

dilakukan untuk mengetahui Uji Tendensi Sentral. Pengukuran tendensi sentral (pengukuran gejala pusat) dan ukuran penempatan (ukuran letak sebagai pengembangan dari beberapa penyajian data yang berbentuk tabel, grafis dan diagram). Pengukuran tendensi sentral dan ukuran penempatan digunakan untuk menjaring data yang menunjukkan pusat atau pertengahan dari gugusan data yang menyebar. Harga rata-rata dari kelompok data itu, diperkirakan dapat mewakili seluruh harga data yang ada dalam kelompok tersebut (Riduwan, 2010:101). Pengukuran tendensi sentral meliputi:

a. Mean (M)

Rata-rata hitung adalah jumlah dari serangkaian data

dibagi dengan jumlah data ( Siregar,2010:20). Mean merupakan jumlah nilai

dibagi dengan

jumlah/banyaknya individu. Jadi dapat disimpulkan bahwa Rata-rata hitung adalah jumlah dari seluruh data dibagi dengan jumlah/banyaknya data (Rachman,1996:15).

b. Median (Me)

Median ialah nilai tengah dari gugusan data yang telah diurutkan (disusun) dari data terkecil sampai data terbesar atau sebaliknya dari data terbesar sampai data terkecil (Siregar,2010:32). Jadi dapat disimpulkan bahwa median adalah nilai tengah dari data yang terlebih dahulu diurutkan dari data yang terkecil sampai data yang terbesar ataupun dari data yang terbesar sampai data yang terkecil.

(15)

Modus ialah nilai dari beberapa data yang mempunyai frekuensi tertinggi baik data tunggal maupun data yang berbentuk distribusi atau nilai yang sering muncul dalam

kelompok data

(Riduwan,2010:115). Jika nilai yang muncul itu hanya ada satu macam saja, maka modus tersebut dinamakan unimodel, dan jika nilai yang muncul ada dua macam, maka modus tersebut dinamakan bimodal (Akbar,2008:93). Jadi dapat disimpulkan bahwa modus adalah nilai dari beberapa data yang memiliki frekuensi tertinggi baik terbanyak dalam pengamatan.

d. Standar Deviasi (SD)

Standar deviasi atau simpangan baku data yang telah disusun dalam distribusi frekuensi. Standar deviasi merupakan nilai statistik yang dipakai untuk menentukan sebaran data

dalam sampel, serta seberapa dekat titik data individu ke rata-rata nilai sampel. Suatu nilai deviasi yang lebih besar, maka akan memberikan arti bahwa titik data individu jauh dari nilai rata-rata.

A. Uji Persyaratan Analisis

Uji persyaratan analisis dilakukan bertujuan untuk mengetahui apakah analisis data untuk pengujian hipotesis dapat dilanjutkan atau tidak. Beberapa teknik pengujian persyaratan analisis dalam penelitian ini meliputi:

a. Uji Normalitas Data

Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diambil berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas untuk mengetahui apakah variabel dependen, independen atau keduanya berdistribusi normal, mendekati normal atau tidak. Model regresi yang baik hendaknya

(16)

berdistribusi normal atau mendekati normal, (Noor,2014:174).

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui kenormalan distribusi sebaran skor variabel apabila terjadi penyimpangan tersebut. Dalam penelitian untuk menguji normalitas data, peneliti menggunakan rumus Kolmogrov-Smirnov dengan ketentuan sebagai berikut :

1) Jika Signifikansi (Significance level) > 0.05 maka Distribusi normal. 2) Jika signifikansi

(Significance level) < 0.05 maka Distribusi tidak normal (Dwi priyanto, 2009:38).

Selain itu, untuk menguji apakah data normal atau tidak dengan cara analisis grafik dan analisis statistik:

1) Jika menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model

regresi memenuhi asumsi normalitas.

2) Jika data menyebar jauh dari garis diagonal atau tidak mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

b. Uji Linearitas Data

Uji linearitas dilakukan untuk mengetahui apakah kedua variabel mempunyai hubungan yang linier atau tidak secara signifikan. Kaidah yang digunakan untuk menguji linearitas data adalah :

1) Jika signifikansi

(Significance level) >0.05, maka data tidak mempunyai hubungan yang linier.

2) Jika signifikansi

(Significance level) <0.05 maka data mempunyai hubungan yang linier.

I. Uji Hipotesis

a. Uji Regresi Linear Sederhana

Dalam analisis regresi selain mengukur

(17)

kekuatan hubungan antar dua variabel atau lebih, juga menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen, (Priadana,2009:193). Metode analisis regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah model regresi linier sederhana.

Persamaan regresi linier sederhana yang yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: (Sugiyono, 2012:210) Y= a + b + X + …. baXa Keterangan: Y = Variabel Dependen α = Konstanta b = Koefisien Regresi X X = Variabel Independen

b. Uji Korelasi Linear

Dalam analisis kolerasi yang dicari adalah koefisien kolerasi yaitu angka yang menyatakan derajat hubungan antara

variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y) atau untuk mengetahui kuat atau lemahnya hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen.

1) Analisis Korelasi Parsial Analisis korelasi parsial ini digunakan untuk mengetahui kekuatan hubungan antara korelasi kedua variabel dimana variabel lainnya dianggap berpengaruh dikendalikan atau dibuat tetap (sebagai variabel control). Variabel yang diteliti adalah data rasio maka teknik statistik yang digunakan adalah korelasi Pearson Product Moment (Sugiyono,2014:248). Penentuan koefisien korelasi dengan menggunakan metode analisis korelasi Pearson

Product Moment dengan

menggunakan rumus sebagai berikut:

(18)

r

xy

=

n ∑𝑋𝑖𝑌𝑖−(∑𝑋𝑖)(∑𝑌𝑖) √{n∑𝑋𝑖2−(∑X𝑖)2} {n∑𝑌𝑖2−(∑𝑌𝑖)2} Keterangan: r = koefisien korelasi pearson x = variabel independen y = variabel dependen n = banyak sampel Sebagai bahan penafsiran terhadap koefisien korelasi yang ditemukan besar atau kecil, maka dapat berpedoman pada ketentuan berikut ini:

Tabel 3.2

c. Uji t (Uji Parsial)

Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat (Kuncoro,2013:244).Uji t (t-test) melakukan pengujian terhadap koefisien regresi secara parsial, pengujian ini dilakukan untuk mengetahui signifikansi peran secara parsial antara variabel independen terhadap variabel dependen dengan mengasumsikan bahwa variabel independen lain dianggap konstan. Rumus yang digunakan yaitu:

t = 𝑟√𝑛−2

√1−𝑟2

Keterangan: t = Distribusi t

r = Koefisien korelasi parsial r2= Koefisien determinasi n = jumlah data

Hasil perhitungan ini uji t selanjutnya dibandingkan dengan ttabel dengan menggunakan tingkat kesalahan 0,05. Kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut: 1) diterima jika nilai ≤ atau

(19)

nilai sig > α

2) ditolak jika nilai ≥ atau nilai sig < α

Bila terjadi penerimaan Ho maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan, sedangkan bila Ho ditolak artinya terdapat pengaruh yang signifikan.

Pengujian

hipotesis statistik ini untuk menguji ada tidaknya pengaruh antara variabel Murabahah (X) terhadap Return On Assets (ROA) (Y), adapun yang menjadi hipotesis dalam penelitian ini adalah:

Ho: β = 0 : tidak terdapat pengaruh yang signifikan

H1 : β ≠ 0 : terdapat pengaruh yang signifikan

PEMBAHASAN DAN HASIL

A. Deskripsi Data Penelitian

Berdasarkan pengumpulan data yang diperoleh melalui dokumentasi berupa laporan keuangan bulanan neraca dan laba rugi Bank Syariah Mandiri tahun 2018, maka dapat diperoleh hasil data Return On Assets (ROA) pada Bank Syariah Mandiri dari bulan Januari-Desember 2018, sebagaimana tercantum pada tabel di bawah ini:

Dari data pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa nilai profitabiltas Return On Assets (ROA) (Y) Bank Syariah Mandiri Bulan Januari-Desember 2018 selalu mengalami kenaikan, yaitu sebesar 0,23 % perbulan.

Dari data pada tabel di atas, dapat diketahui hasil pendapatan pembiayaan Murabahah (X) Bank Syariah Mandiri Bulan Januari-Desember 2018 selalu mengalami kenaikan, yaitu sebesar 20.56.% perbulan.

Berdasarkan data kedua variabel tersebut di atas, maka deskripsi data penelitian variabel

(20)

variabel Murabahah (X), akan dijelaskan dalam skor rata-rata (M), modus (Mo), median (Me) dan Simpanan Baku (SD), melalui uji statistik dengan bantuan Program SPSS. Adapun hasil uji statistik kedua variabel penelitian sebagaimana terdapat pada tabel di bawah ini:

On Assets (ROA) (Y),

dari nilai rata-rata. Gambar 4.1

2. Murabahah (X)

Berdasarkan data pada tabel 4.3 tersebut di atas, dapat dikemukakan bahwa variabel

Murabahah (X) menurut

perhitungan uji statistik diperoleh skor rata-rata (M) sebesar 2055512,17, median (Me) sebesar 2052804,00, modus (Mo) sebesar 274997

dan Standar Deviasi (SD) sebesar 1159484,006. Skor Standar Deviasi (SD) sebesar 1159484,006, artinya menunjukkan tingkat penyimpangan skor variabel

Murabahah (X) dari nilai

rata-rata.

B. Uji Persyaratan Analisis

Uji persyaratan analisis dilakukan bertujuan untuk mengetahui apakah analisis data untuk pengujian hipotesis dapat dilanjutkan atau tidak. Beberapa teknik pengujian persyaratan analisis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Uji Normalitas Data

Pengujian normalitas data dimaksudkan dalam penelitian ini untuk mengetahui apakah data empirik yang didapatkan dari lapangan itu diperoleh berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

Pengujian normalitas data Murabahah (X) dan

Return On Assets (ROA) (Y)

melalui penggunaan perhitungan program SPSS

(21)

sebagaimana dijelaskan pada tabel di bawah ini:

Bersasarkan hasil perhitungan pada tabel di atas, maka dapat diketahui sebagai berikut: a. Uji Normalitas Murabahah (X2) Nilai penyimpangan maksimum hasil perhitungan adalah variabel Murabahah (X) sebesar 0,090 dan Asymp.

Sign (2-tailed)

menunjukkan harga sebesar 1,000. Pengujian normalitas dengan uji Kolmogorov-Smirnov

(KS) pada α

mensyaratkan yaitu sebesar 0,05. Oleh karena harga Asymp. Sign sebesar 1,000 > α = 0,05, maka dengan demikian dapat disimpulkan data variabel

Murabahah (X) berasal

dari data yang berdistribusi normal. b. Uji Normalitas Return On

Assets (ROA) (Y)

Nilai

penyimpangan maksimum hasil perhitungan adalah variabel Return On Assets (ROA) (Y) sebesar 0,087

dan Asymp. Sign

(2-tailed) menunjukkan

harga sebesar 0,996. Pengujian normalitas dengan uji

Kolmogorov-Smirnov (KS) pada α

mensyaratkan yaitu sebesar 0,05. Oleh karena harga Asymp. Sign sebesar 0,996 > α = 0,05, maka dengan demikian dapat disimpulkan data variabel

Return On Assets (ROA)

(Y) berasal dari data yang berdistribusi normal.

C. Uji Hipotesis

1. Uji Regresi Linear Sederhana Uji regresi linear sederhana digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dari variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Hasil perhitungan atau analisis regresi melaui program SPSS sebagaimana terdapat

(22)

pada tabel di bawah ini:

Berdasarkan data pada tabel di atas, diperoleh persamaan regresi yaitu Y=8,782-+1,708X. Dari hasil persamaan regresi linier sederhana masing-masing variabel dapat diinterpretasikan sebagai berikut:

a. Konstanta (a)

Jika variabel bebas yaitu variabel variabel

Murabahah (X) memiliki

nilai 0 (nol) dan tidak ada perubahan, maka nilai variabel terikat yaitu

Return On Assets (ROA)

(Y) sebesar 8,782. c. Variabel X terhadap Y

Nilai koefisien Murabahah untuk variabel X sebesar 1,708. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan

Murabahah satu satuan,

maka variabel Return On

Assets (ROA) (Y) akan

naik sebesar 1,708 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.

2.Uji t (Uji Regresi Parsial)

Uji t digunakan untuk mengetahui apakah variabel-variabel independen secara parsial berpengaruh nyata atau tidak terhadap variabel dependen. Derajat signifikansi yang digunakan adalah 0,05. Apabila nilai signifikan lebih kecil dari derajat kepercayaan, maka menerima hipotesis alternatif, yang menyatakan bahwa suatu variabel independen secara parsial mempengaruhi variabel dependen.

Analisis uji t atau pengujian koefisien regresi secara parsial dapat dilihat pada tabel di bawah ini;

a. Variabel Xterhadap Y

Terlihat nilai sig Murabahah (X) sebesar 0,065. Nilai sig lebih besar dari nilai probabilitas (α=0,05), atau nilai 0,065 > 0,05, maka H1 ditolak dan Ho diterima. Variabel Murabahah

(X) mempunyai

thitung sebesar 2,100 dengan ttabel = 1,833. Jadi thitung >

(23)

ttabel dapat disimpulkan bahwa variabel Murabahah (X) memiliki kontribusi terhadap Y. Nilai t positif menunjukkan bahwa variabel

Murabahah (X) mempunyai

pengaruh yang searah dengan Y. Jadi dapat disimpulkan Murabahah (X) memiliki pengaruh terhadap Return On Assets (ROA) walaupun tidak signifikan.

Gambar 4.3

Kurva Pengujian Uji Variabel Murabahah (X)

3. Uji Korelasi Linear Sederhana

Analisis korelasi digunakan untuk mengukur seberapa besar atau kuat hubungan yang terjadi antara variabel bebas dengan variabel terikat. Dalam hal ini untuk

mengukur hubungan antara

Murabahah (X) dengan

Return On Assets (ROA) (Y).

Hasil perhitungan uji statistik korelasi variabel dengan variabel Return On

Assets (ROA) (Y) dapat dilihat

dari tabel di bawah ini: a. Variabel Xdengan Y

Hasil perhitungan uji statistik korelasi variabel

Murabahah (X) dengan

variabel Return On Assets (ROA) (Y) dapat dilihat dari tabel di bawah ini:

Berdasarkan tabel output di atas, terlihat bahwa nilai koefisein

korelasi yang diperoleh antara Murabahah (X) dengan Return On Assets (ROA) (Y) adalah sebesar 0,993. Nilai korelasi bertanda positif yang menunjukkan bahwa hubungan yang terjadi antara variabel bebas dengan variabel terikat adalah searah, artinya Daerah Penerimaan H0 Daerah Penolakan H0 t =1,833 thitung = 2,100 -t = - 1,833 Daerah Penolakan H0

(24)

semakin baik Murabahah maka akan diikuti semakin meningkatnya

Return On Assets (ROA).

Berdasarkan kriteria interpretasi koefisien korelasi, nilai korelasi sebesar 0,993 termasuk dalam kategori hubungan yang sangat kuat, berada pada interval 0,80-1,00.

b. Variabel X dengan Y Hasil perhitungan uji statistik korelasi variabel Murabahah (X) secara bersama-sama (simultan) dengan v a r i a b e l Return On

Assets (ROA) (Y) dapat

dilihat dari tabel di bawah ini:

Sesuai data p a d a tabel di atas, terlihat bahwa nilai koefisien korelasi hubungan antara Murabahah (X) secara bersama-sama dengan Return On Assets (ROA) (Y) adalah sebesar 0,994. Nilai korelasi bertanda positif yang

menunjukkan bahwa hubungan yang terjadi antara variabel bebas dengan variabel terikat adalah searah, dimana semakin baik Murabahah, maka akan diikuti semakin meningkatnya Return On

Assets (ROA). Berdasarkan

kriteria interpretasi koefisien korelasi, nilai korelasi sebesar 0,994 termasuk dalam kategori hubungan yang sangat kuat, berada pada interval 0,80-1,000.

4. Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi merupakan suatu nilai yang menyatakan besar pengaruh secara simultan variabel independen terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini yaitu s e b e s a r pengaruh

Murabahah (X) secara

simultan dalam memberikan kontribusi pengaruh terhadap

Return On Assets (ROA) (Y).

Berdasarkan uji statistik dengan menggunakan SPSS,

(25)

diperoleh output sebagai berikut:

Berdasarkan tabel di atas, diperoleh informasi bahwa R-Square sebesar 0,987 atau 98,7%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa

Murabahah secara simultan

dalam memberikan kontribusi atau pengaruh terhadap Return

On Assets (ROA) sebesar

98,7%. Sedangkan sisanya sebesar 1,3% merupakan pengaruh dari variabel lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.

D.Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh

Murabahah terhadap Return On

Asets (ROA) pada Bank Syariah

Mandiri dapat dikemukakan pembahasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Pengaruh Murabahah terhadap

Return On Asets (ROA) pada

Bank Syariah Mandiri berdasarkan hasil perhitungan statistik dapat dikemukakan bahwa terdapat pengaruh variabel Murabahah terhadap

variabel Return On Assets (ROA) akan tapi tidak signifikan. Hal ini dapat terlihat dari nilai sig. 0,065 lebih besar dari nilai probabilitas (α=0,05), dan thitung sebesar 2,100 lebih besar dari ttabel sebesar 1,833.

Sementara itu, dari hasil perhitungan statistik diketahui bahwa terdapat hubungan positif

Murabahah dengan Return On

Assets (ROA). Hal ini dapat

terlihat dari nilai koefisien korelasi sebesar 0,993, artinya bahwa semakin baik pembiayaan Murabahah maka akan diikuti semakin meningkatnya rasio keuangan

Return On Assets (ROA).

Sesuai data dalam penelitian ini sebagaimana yang dielaskan di atas, dapat diambil suatu pembahasan bahwa pemberian pembiayaan

Murabahah atau jual beli yang

diberikan terhadap nasabah Bank Mandiri Syariah berhubungan dengan laba atau keuntungan yang diperoleh oleh Bank Mandiri Syariah tersebut yang dinilai dari rasio

(26)

keuangan Return On Assets (ROA). Sedangkan dalam kasus penelitian ini, pelaksanaan pemberian pembiayaan

Murabahah yang diukur secara

terpisah dengan pembiayaan yang lainnya dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan rasio keuangan Return On

Assets (ROA) pada Bank

Mandiri Syariah walaupun tidak signifikan.

Pendapatan dari bagi hasil dan Murabahah atau keuntungan jual beli harus diakui merupakan instrumen pembiayaan Perbankan Syariah yang merupakan sumber pendapatan yang dominan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan rasio ROA Perbankan Syariah, maka salah satu fungsi dari lembaga keuangan adalah menyalurkan pembiayaan. Teori berdasarkan Surat Edaran Bank Indonesia No. 9/24/DPbS tahun 2007 yang menyatakan bahwa tujuan dari rasio ROA adalah untuk mengukur keberhasilan

manajemen dalam

menghasilakan laba. Semakin kecil rasio ROA, menunjukkan semakin buruk manajemen lembaga keuangan dalam hal mengelola aktiva untuk meningkatkan pendapatan dan atau menekan biaya.

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan sebelumnya, maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan adalah sebagai berikut:

1. Berdasarkan hasil perhitungan uji statistik, dapat dikemukakan bahwa variabel Murabahah (X) diperoleh skor rata-rata (M) sebesar 2055512,17, median (Me) sebesar 2052804,00, modus (Mo) sebesar 274997 dan Standar Deviasi (SD) sebesar 1159484,006. Skor Standar Deviasi (SD) sebesar 1159484,006, artinya menunjukkan tingkat penyimpangan skor variabel

Murabahah (X) dari nilai

rata-rata.

2. Berdasarkan hasil perhitungan uji statistik, dapat diketahui

(27)

bahwa Return On Assets (ROA) (Y), diperoleh skor rata-rata (M) sebesar 0,002333, median (Me) sebesar 0,002500, modus (Mo) sebesar 0,0003 dan Standar Deviasi (SD) sebesar 0,0012579. Skor Standar Deviasi sebesar 0,0012579, artinya menunjukkan tingkat penyimpangan skor Return On

Assets (ROA) (Y), dari nilai

rata-rata.

3. Berdasarkan hasil perhitungan statistik bahwa terdapat pengaruh tidak signifikan

Murabahah terhadap Return

On Asets (ROA) pada Bank

Syariah Mandiri, yang ditunjukan dengan nilai sig.

Murabahah sebesar 0,065 > α =

0,05. Sedangkan nilai thitung = 2,100 > nilai ttabel = 1,833, maka H1 diterima dan Ho ditolak. Nilai t positif

menunjukkan bahwa

Murabahah mempunyai

pengaruh yang searah dengan

Return On Assets (ROA). Jadi

dapat disimpulkan Mudharabah berpengaruh terhadap Return

On Assets (ROA) walaupun

tidak signifikan.

B. Saran

1. Berdasarkan hasil penelitian ini, pendapatan hasil pembiayaan

murabahah sangat baik, oleh

karena itu pihak Bank Syariah Mandiri harus mempertahankan kebijakan yang sudah dibuat dan mengevaluasi setiap kebijakan mengenai hal-hal yang terkait pembiayaan

murabahah. Hal ini dilakukan

untuk menekan risiko dari pembiayaan murabahah, seperti risiko gagal bayar dengan cara pemilihan nasabah secara cermat dan selektif.

2. Berdasarkan hasil penelitian ini, bahwa terdapat pengaruh pembiayaan murabahah yang signifikan terhadap Return On

Assets (ROA) pada Bank

Syariah Mandiri tahun 2018, hal ini artinya bahwa pihak Bank Syariah Mandiri harus terus membuat kebijakan-kebijakan yang sifatnya dapat meningkatkan pendapat hasil

(28)

pembiayaan murabahah tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Antonio, Muhammad Syafi’i. 2001.

Bank Syariah dari Teori ke

Praktik. Jakarta: Gema Insani

Tazkia Cendekia

Anthony, Robert N. dan V.Govindarajan. 2002. Sistem

Pengendalian Manajemen.

McGraw-Hill, Buku Satu, Edisi Kesebelas, Jakarta: Salemba Empat

Arifin, 2003. Dasar-Dasar Manajemen

Bank Syariah. Jakarta: Alvabet

Anggota IKAPI

Anshori, Abdul Ghofur. 2007.

Perbankan syariah di

Indonesia. Yogyakarta: Gajah

Mada University Press

Arifin, Ali. 2001. Membaca Saham. Edisi Pertama. Yogyakarta, Andi Offset

Ascarya. 2007. Akad dan Produk Bank

Syariah. Jakarta. Raja Grafindo

Persada

Arikunto, Suharsimi, 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan

Praktik. Jakarta : Rineka Cipta

Akbar, Purnomo Setiady dan Husaini Usman. 2008. Pengantar

Statistika. Edisi Kedua. Jakarta

: PT Bumi Aksara

Brigham, Eugene F. dan Joel F. Houston, 2009, Dasar-dasar

Manajemen Keuangan, Buku

Satu, Edisi Kesepuluh, Alih Bahasa Ali Akbar Yulianto. Jakarta: Salemba Empat

Cooper, Donald, et. Al. 2008, Business

Research Methods 10th,

Singapore, McGraw-Hill International

Dendawijaya, Lukman, 2009,

Manajemen Perbankan, Ghalia

Indonesia, Jakarta

Dahlan, Siamat, 2004, Manajemen

(29)

Keempat, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Dewan Syari’ah Nasional Majelis Ulama Indonesia. 2006.

Himpunan fatwa dewan

syari’ah nasional. Ciputat:

Agung Persada

Dwi priyanto, 2009, Mandiri Belajar SPSS, Jakarta, Buku Kita

Damodar N. Gujarati and Dawn C. Porter. 2012. Dasar–dasar

Ekonometrika. Jakarta: Salemba

Empat,

Fami, Irham, 2011, Analisis Laporan

Keuangan. Bandung: Alfabeta

Fami, Irham, 2011, Analisis Laporan

Keuangan. Bandung: Alfabeta

Frianto, Pendia, 2012, Manajemen

Dana dan Kesehatan Bank,

Cetakan Pertama, Jakarta: Rineka Cipta

Harahap, Sofyan Syafri, 2013, Analisis

Kritis Atas Laporan Keuangan,

Cetakan Kesebelas, Jakarta: Rajawali Pers

Hanafi, Mamduh M. 2007. Analisis

Laporan Keuangan. Yogyakarta

: STIEYKPN

Hasan, Muhammad Ali. 2003.

Berbagai Macam Transaksi

dalam Islam. Jakarta: Sinar

Grafida

Ismail, 2011, Perbankan

Syariah,Jakarta: Kencana

Prenada Media Group

Ilmi, Makhalul. 2002. Teori dan

Praktek Mikro Keuangan

Syariah. Yogyakarta: UII Press

Kieso, D. E., Weygandt, J. J., & Warfield, T. D, 2011.

Intermediate Accounting,

Volume 1 IFRS Edition. United States of America : Wiley

Kasmir, 2012, Analisis Laporan

Keuangan, Jakarta: .Raja

(30)

Karim, Adiwarman. 2003. Bank Islam;

Analisis Fiqih dan Keuangan.

Jakarta: Raja Grafindo Persada

Kementerian Agama RI, 2011,

Al-Qur’an dan Terjemahannya,

Bandung: Singkama Ikasa Media Arkana Lima.

Kuncoro, Mudrajad, 2013, Metode Riset untuk Bisnis & Ekonomi, Jakarta: Erlangga

Lawrence J. Gitman, 2009, Principles

of Managerial Finance,

Boston, Perason Addison Weasley

Muhammad. 2001. Teknik Perhitungan Bagi Hasil Dan Profit Margin

Pada Bank Syariah.

Yogyakarta: UII Press

Muhammad dan Dwi, Suwiknyo. 2009.

Akuntansi Perbankan Syariah.

Yogyakarta : Trust Media

Misbahuddin, 2013, Analisis Data

Penelitian dengan Statistik, ,

Jakarta: Bumi Aksara

Munawir, S, 2002, Analisis Laporan

Keuangan, Edisi Kedua,

Yogyakarta: YPKN

Marzuki. 2002. Metodologi Riset. Yogyakarta. BPFE

Nazir, Moh, 2005, Metode Penelitian. Bogor. Ghalia Indonesia

Noor, Juliansyah. 2014. Metodologi

Penelitian. Jakarta. Kencana

Priadana, M. Sidik, dan Saludin Muis, 2009, Metodologi Penelitian

Ekonomi dan Bisnis,

Yogyakarta: Graha Ilmu

Priyanto, Duwi, 2014, SPSS 22

Pengolahan Data Terpraktis,

Yogyakarta: Andi

Quthb Sayyid,2002, Tafsir Fi Zhilal Qur'an Dibawah Naungan

Al-Qur'an, jilid 10, terj, As’ad

Yasin, Jakarta: Gema Insani

Raharja Putra. Hendra S. 2009.

Manajemen Keuangan dan

(31)

Perusahaan, Jakarta. Raja Grafindo Persada

Riyanto, Bambang, 2008. Dasar -

dasar Pembelanjaan

Perusahaan. Yogyakarta:

GPFE

Rivai, Veithzal dkk. (2006). MSDM untuk Perusahaan dari Teori

Ke Praktek. Jakarta: Raja

Grafindo Persada

Rochaety, Ety, 2007. Metodologi

Penelitian dengan Aplikasi

SPSS, Jakarta: Mitra Wacana Media

Riduwan . 2010. Dasar-dasar

Statistika. Bandung : Alfabeta

Rachman, Maman dan Muchsin . 1996.

Konsep dan Analisis Statistik.

Semarang : CV. IKIP Semarang Press

Susilo, Sri. Dkk. 2001. Bank dan

Lembaga Keuangan Lainnya.

Jakarta : Salemba Empat

Sawir, Agnes, 2005. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan

Keuangan Perusahaan. Jakarta:

Gramedia Pustaka

Sartono, Agus. 2010. Manajemen

Keuangan Teori dan Aplikasi ,

(4 th ed.). Yogyakarta: BPFE

Syahyunan. 2004. Manajemen

Keuangan I. Medan: USU Press

Sutrisno, Edy, 2013, Manajemen

Sumber Daya Manusia, Edisi

Pertama, Jakarta: Kencana

Salman, Kautsar Rizal. 2012. Akuntansi Perbankan Syariah

Berbasis PSAK Syariah.

Padang: Akademia Permata

Sugiyono, 2010, Statistika untuk

Penelitian. Bandung: Alfabeta

________, 2012, Metode Penelitian

Bisnis. Bandung: Alfabeta

Sugiyono, 2014, Metode Penelitian

Pendidikan Pendekatan

Kuantitatif, Kualitatif dan

(32)

Sanusi, Anwar. 2011. Metodologi

Penelitian Bisnis. Jakarta: Salemba

Empat

Siregar, Syofian. 2010. Statistika

Deskriptif untuk Penelitian

Dilengkapi Perhitungan

Manual dan Aplikasi SPSS

Versi 17. Jakarta : Rajawali

Pers

Sunjoyo, dkk, 2013, Aplikasi SPSS

untuk SMART Riset, Bandung:

Alfabeta

Santoso, Singgih. 2012. Analisis SPSS

pada Statistik Parametrik.

Jakarta: Elex Media Komputindo

Tandelin, Eduardus, 2001, Analisis

Investasi dan Manajemen

Portofolio, Edisi Pertama,

Yogyakarta, BPFE

Tambunan, Tulus, 2008, Perdagangan

Internasional dan Neraca

Pembayaran Teori dan Temuan

Empiris, Jakarta: Pustaka LP3S

Taswan. 2010. Manajemen

perbankan. Edisi ke dua.

Yogyakarta: UPP STIM YKPN

Umar, Husein, 2009, Metode Penelitian untuk Skripsi dan

Tesis Bisnis, Jakarta: Rajawali,

Pers

Van Horne, James C. and John M.

Wachowicz. 2005.

Fundamentals of Financial:

Management Prinsip-Prinsip

Manajemen Keuangan.

Penerjemah: Dewi Fitriasari dan Deny Arnos Kwary. Jakarta: Salemba Empat

Wild, John J, K. R. Subramanyam, dan Robert F. Halsey, 2005.

Financial Statement Analysis,

Edisi 8, Buku 1, Jakarta: Salemba Empat

Widodo, Joko.2010. Analisis Kebijakan

Publik. Malang: Bayumedia

Yusuf, Muri, 2014, Metode Penelitian

Kuantitatif, Kualitatif dan

Penelitian Gabungan, Jakarta:

(33)

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan personal selling yang dilakukan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) terhadap keputusan pembelian bagi nasabah

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dan melalui hasil yang telah diperoleh, maka secara umum dapat disimpulkan bahwa Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 5-6

Salah satu cabang dari disiplin ilmu matematika adalah teori graf, dimana graf adalah himpunan tidak kosong dari elemen-elemen yang disebut titik dengan menghubungkan sepasang titik..

(3) Komisi Penanggulangan HIV/AIDS dan IMS Kabupatan Bulungan dengan Dinas Pendidikan bertugas menyusun kurikulum pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat

Kaitan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan gizi ibu, serta pola asuh dengan perilaku keluarga kadar gizi dan status gizi anak.. Bogor: Departemen Gizi Masyarakat,

Umum, (Jakarta: Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam,1999), h.. Akhlak terhadap Rasulullah meliputi : a) Mencintai Rasulullah dengan tulus yaitu dengan

Hasil penelitian pada indicator penggunaan kalimat dalam berita, sebanyak 96% siswa termasuk dalam kategori kurang baik, para siswa belum mampu menggunakan kalimat yang

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Aktivitas peserta didik kelas IV di SDN-3 Palangka Tahun Pelajaran 2016/2017 dalam pembelajaran IPS setelah menerapkan model