• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tingkat Ketahanan 70 aksesi Plasma Nutfah Kenaf terhadap Fusarium oxysporum Schletch

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tingkat Ketahanan 70 aksesi Plasma Nutfah Kenaf terhadap Fusarium oxysporum Schletch"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Intensitas keparahan penyakit 70 aksesi kenaf akibat serangan  F. oxysporum  dan laju perkembangan
Gambar  1.  Perkembangan  penyakit  pada  aksesi  kenaf a. tahan, b. moderat, c. rentan
Gambar 3. a. Penampang membujur batang sehat,  b.  Penampang  membujur  batang   ta-naman sakit (tanda panah: berkas pem-  buluh yang mengalami diskolorasi)
Gambar 4. Korelasi antara keparahan penyakit de- de-ngan diskolorisasi dalam bentuk regresi  linier

Referensi

Dokumen terkait

Pengamatan dilakukan terhadap intensitas penyakit (keterjadian dan keparahan penyakit) layu fusarium, pertumbuhan bibit pisang (tinggi tanaman, jumlah daun, lingkar batang),

genetik yang disumbangkan oleh masing-masing karakter yang diamati dan dari ketujuh aksesi plasma nutfah pinang terbentuk empat kelompok (Tabel 2). Tabel 2 menunjukkan bahwa

Dari hasil analisis 15 aksesi terpilih plasma nutfah karet hasil ekspedisi IRRDB 1981 dengan penanda molekuler RAPD, menunjukkan kesamaan genetik 75% (jarak

Dari 50 aksesi plasma nutfah ubi jalar yang diuji ketahanannya terhadap hama lanas, tidak diperoleh aksesi yang tahan maupun agak tahan, sebanyak 6 aksesi bereaksi agak peka (12%), 25

Xa7-SNP Genotyping pada Akses-Aksesi Terseleksi Xa7-SNP genotyping dilakukan pada 22 aksesi plasma nutfah yang bersifat superior tahan berdasar- kan analisis statistik untuk

Hasil penelitian diperoleh empat penyakit tanaman pisang yang menyerang koleksi Kebun Plasma Nutfah pisang yaitu penyakit Layu Fusarium dengan rata-rata persentase

Dari 50 aksesi plasma nutfah yang diuji ketahanannya terhadap hama lanas (C. formicarius), diperoleh satu aksesi tahan, yaitu varietas Yoban yang mempunyai skor rata-rata 0,3

Ubi jalar merupakan tanaman pangan sumber ß-karoten. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi koleksi plasma nutfah ubi jalar yang mengandung ß-karoten tinggi. Sebanyak