• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tuntutan Nafkah Terutang terhadap Suami Pasca Perceraian (Studi di Pengadilan Agama Semarang)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tuntutan Nafkah Terutang terhadap Suami Pasca Perceraian (Studi di Pengadilan Agama Semarang)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Skripsi dengan judul Analisis Upaya Penyelesaian Kewajiban Pembayaran Nafkah Iddah Dan M ut’ah Oleh Suami Kepada Isteri Dalam Perkara Cerai Talak (Studi Kasus

Dari hasil penelitian ini dapat diketahui pertimbangan majlis hakim dalam perkara perceraian karena suami tidak memberikan nafkah di Pengadilan Agama Bawean Jawa Timur,

“ Gugatan perceraian dimaksud dapat dilakukan oleh seorang isteri yang melangsungkan perkawinan menurut agama Islam dan oleh seorang suami atau isteri yang

Permohonan poligami ini dikabulkan oleh Pengadilan Agama Semarang dengan pertimbangan bahwa isteri patut diduga tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai isteri

Penelitian yang telah dilakukan penulis terkait dengan beberapa kasus pemenuhan pemberian nafkah di atas menemukan bahwa, (1) upaya-upaya yang dilakukan oleh beberapa hakim

Berdasarkan ayat di atas, demikian Allah memberi panduan mengenai hak- hak wanita selepas diceraikan suami. Ini berarti tanggung jawab suami memberi nafkah kepada isteri

Penelitian tesis ini membahas tentang implementasi putusan hakim terhadap tuntutan perkara pemenuhan hak nafkah dan hadhanah pasca perceraian. Permasalahan yang diajukan,

Pada ayat di atas juga menjelaskan bahwa suami diwajibkan memberikan nafkah kepada isteri yang telah diceraikan dalam keadaan hamil hingga melahirkan. Penegasan