• Tidak ada hasil yang ditemukan

jurnal LTE.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "jurnal LTE.pdf"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS DAN FABRIKASI ANTENA LTE MIKROSTRIP

DENGAN FREKUENSI FIXED 2,6 GHZ DAN MOBILE 2,3 GHZ

(

LTE Analysis and Fabrication of Microtrip Antenna with a Fixed Frequency 2,6

GHz and 2,3 GHz Mobile)

Wilson Julius*, Syah Alam, S.Pd, M.T.**, Dr. Harry Arjadi, M.Sc.

Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Jurusan Teknik Elektro

Universitas Kristen Krida Wacana – Jakarta

*

[email protected], **

[email protected]

Abstrak

Antena mikrostrip, merupakan antena yang saat ini popular karena memiliki keunggulan sehingga kompatibel dan mudah diintegrasikan. Dengan adanya teknologi LTE, kebutuhan manusia tidak hanya terbatas pada komunikasi suara saja, akan tetapi, manusia menuntut dapatnya dilakukan komunikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dan memfabrikasi antena mikrostrip yang dapat bekerja pada fixed standar LTE yaitu pada frekuensi 2,6 GHz dan mobile 2,3GHz agar menghasilkan pola radiasi, VSWR, return loss dan gain yang lebih baik. Setelah mendapatkan spesifikasi antena yang diinginkan pada simulator kemudian antena dicetak atau direalisasikan.

Kata Kunci: antena mikrostrip, LTE, pola radiasi, VSWR, return loss, gain

Abstract

Microstrip antenna, an antenna that is currently popular because it has the advantage of making it compatible and easily integrated. With the LTE technology, human needs are not only limited to voice communications, but also failure by demanding human communication is done. The purpose of this study is to analyze and fabricate microstrip antenna which can work on the LTE standard is fixed at a frequency of 2.6 GHz and 2.3 GHz mobile to generate radiation pattern, VSWR, return loss and gain better. After getting the desired specifications of the antenna on the simulator then printed antenna or realized

.

Keywords: microstrip antenna, LTE, radiation pattern, VSWR, return loss, gain

Tanggal Terima Naskah

:

Tanggal Persetujuan Naskah

:

(2)

1.

PENDAHULUAN

Berbagai macam antena dikembangkan untuk memenuhi tuntutan teknologi

yang semakin maju. Salah satu jenis antena tersebut adalah antena mikrostrip. Yang

mana bahannya yang sederhana tetapi mampu memberikan unjuk kerja (performance)

yang cukup baik. Hal tersebut merupakan alasan pemilihan antena mikrostrip pada

berbagai macam aplikasi. Berkembangnya teknologi komunikasi nirkabel pita lebar

atau broadband wireless yang semakin pesat seiring dengan kebutuhan pengguna

akan kualitas sistem komunikasi yang berkecepatan tinggi, efisien, handal dan

berkualitas.

Menyebabkan pihak penyedia jasa layanan telekomunikasi seluler dituntut

untuk berkembang guna memenuhi keragaman kebutuhan konsumennya. Salah satu

hal yang terlihat sangat berkembang adalah kebutuhan akan komunikasi paket data.

Pada generasi kedua, yakni era GPRS, konsumen mulai dikenalkan dengan

komunikasi paket data. Seiring dengan berkembangnya teknologi, mulai dari EDGE,

UMTS, HSDPA, HSUPA, HSPA+, yang mana terjadi trend perubahan kebutuhan

konsumen dan komunikasi suara menjadi komunikasi data dengan kecepatan transfer

yang semakin tinggi.

2.

KONSEP DASAR

2.1 Antena

Antena merupakan suatu alat yang dapat merubah besaran listrik dari saluran

transmisi menjadi suatu gelombang elektromagnetik untuk diradiasikan ke udara

bebas. Sebaliknya antena juga dapat menangkap gelombang elektromagnetik dari

udara bebas untuk kemudian dijadikan besaran listrik kembali melalui saluran

transmisi.

Pada saat proses transmisi, gelombang elektromagnetik akan ditransmisikan

sepanjang jalur transmisi dan menyebar ke udara. Jalur transmisi ini dapat berupa

kabel koaksial, terkadang juga ditambahkan dengan pipa untuk memperluas jalur

transmisi dan dikenal sebagai gelombang terbimbing (wave guide).

2.2 Antena Mikrostrip

Salah satu antena yang paling popular saat ini adalah antena mikrostrip. Hal ini

disebabkan karena antena mikrostrip sangat cocok digunakan untuk perangkat

telekomunikasi yang sekarang ini sangat memperhatikan bentuk dan ukuran.

Berdasarkan asal katanya, mikrostrip terdiri atas dua kata, yaitu micro (sangat

tipis atau kecil) dan strip (bilah atau potongan). Secara umum, antena mikrostrip

terdiri atas 3 bagian, yaitu patch, substrat, dan ground plane. Patch terletak di atas

substrat, sementara ground plane terletak pada bagian paling bawah.

(3)

Gambar 1. Bentuk Patch Antena Mikrostrip

2.3 Saluran Mikrostrip (Feed Line)

Saluran mikrostrip merupakan hal yang sangat penting bagi antena mikrostrip. Pemilihan saluran pencatu dengan saluran mikrostrip adalah karena kemudahan dalam hal fabrikasi dan penentuan matching dari saluran mikrostrip dapat dengan mudah dilakukan. Saluran mikrostrip dapat mempengaruhi matching pada antena mikrostrip. Untuk

me-matching-kan antena, hal yang perlu dilakukan adalah dengan mengubah-ubah ukuran dari

elemen pencatu dengan memberikan stub dan mengubah-ubah posisinya dengan patch.

2.4 Tapered Peripheral Slits

Peripheral slits adalah salah satu teknik miniaturisasi ukuran antena mikrostrip yang

bekerja dengan cara membuat beberapa belahan pada sisi-sisi patch antena. Penggunaan slits akan mengganggu aliran arus di permukaan, memaksa arus untuk berbelok-belok, yang kemudian meningkatkan panjang elektris dari patch. Jumlah slit yang digunakan semakin banyak juga akan dapat mengurangi frekuensi kerja. Dengan menggunakan beberapa buah

slits, arus dipermukaan akan mengalir di sekeliling slits. Hasilnya adalah memperpanjang

ukuran elektris dari patch dan timbulnya arus normal.

3.

METODOLOGI PENELITIAN

Ada beberapa tahapan dalam perancangan antena ini, diantaranya adalah sebagai berikut:

1)

Analisis hanya pada perhitungan parameter perancangan antenna mikrostrip Fixed 2,6 GHz dan Mobile LTE 2,3GHz.

2)

Antena mikrostrip dirancang dan dianalisis dengan bantuan perangkat lunak AWR

Design Environment V9.

3)

Substrat yang digunakan adalah jenis FR4 epoxy.

4)

Perancangan antena mikrostrip adalah bentuk persegi empat.

5)

Mengamati pola radiasi dan gain pada antena LTE.

6)

Simulasi terhadap VSWR dan return loss pada antena LTE.

(4)

Merancang desain antena referensi pada frekuensi 2, 3 GHz

Merancang antena microstrip segiempat dengan memberikan beban slit

Return Loss = - 10 dB dan VSWR = 2 pada 2 frekuensi kerja

Iterasi panjang dan lebar dimensi antenna serta posisi saluran pencatu

Return Loss = - 10 dB dan VSWR = 2 pada frekuensi kerja 2, 3 GHz

Iterasi panjang dan posisi beban slit serta saluran pencatu

Simuliasi dengan program AWR Microwave Office Office 2004

Simuliasi dengan program AWR Microwave Office Office 2004

Ya

Tidak

Ya

Tidak

Realisasi Fabrikasi Antena

Pengujian dan Pengukuran Antena Ya

Return Loss = - 10 dB dan VSWR = 2 pada 2 frekuensi kerja

Tidak

END Ya

Studi Pendahuluan dan Identifikasi Masalah

Mulai

(5)

4.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil dari iterasi dengan enam buah slits menujukkan bahwa nilai VSWR sebesar 1,11 dengan nilai return loss sebesar -26,16 db pada frekuensi kerja 2,3 GHz dan pada frekuensi kerja 2,6 GHz di tunjukkan dengan nilai VSWR sebesar 1,437 dan dan nilai return loss sebesar -14,93 db.

Dari beberapa proses iterasi yang sudah dilakukan didapatkan hasil simulasi terbaik pada dua buah frekuensi. Hal ini bisa di lihat dari nilai return loss, VSWR dan rentang frekuensi yang sangat baik. Pada frekuensi 2,3 GHz nilai return loss terbaik yang diperoleh adalah -26,16 db dan VSWR terbaik sebesar 1,103 dengan rentang frekuensi sebesar 198 MHz didapat pada iterasi saluran pencatu 8,6 mm dengan jumlah slits enam buah. Sedangkan untuk kinerja frekuensi antena pada 2,6 GHz didapatkan nilai return loss -14,93 db dan VSWR 1,437 dengan lebar pita frekuensi 130 MHz. Hasil dari simulasi dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 3. Antena LTE enam slits

(6)

Gambar 5. Hasil Simulasi Return Loss Antena LTE enam slits

5.

KESIMPULAN

Pada tugas akhir ini telah dirancang antena mikrostrip LTE dualband dengan patch berbentuk segiempat dengan slit untuk aplikasi LTE. Berdasarkan hasil simulasi dan pengukuran antena yang telah dilakukan maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa, dari hasil simulasi didapatkan antena yang dirancang bekerja pada dua rentang frekuensi yang berbeda dengan nilai return loss, VSWR dan rentang frekuensi yang berbeda-beda. Pada frekuensi 2,3 GHz didapatkan nilai return loss sebesar -26,16 db dan VSWR sebesar 1,103 dan frekuensi 2,6 GHz untuk nilai return loss adalah -14,93 db dan nilai VSWR sebesar 1,437. Sehingga dapat dikatakan bahwa, dengan melihat standar parameter dari sebuah antena, antena dengan 6 buah slits ini mampu bekerja dengan baik.

REFERENSI

[1]. Alaydrus M., “Antena prinsip dan aplikasi,” cetakan pertama, 2011.

[2]. C.A. Balanis., Antenna Theory : Analysis and Design, New York : Harper & Row Publisher Inc, 1982.

[3]. G. R, Bharthia, P, Bahl, I. dan Ittipiboon, A, “Microstrip Design Handbook”, Artech House Inc, Noerdwood, MA, 2001.

[4]. J. R James., P.S Hall., eds. “Handbook of Microstrip Antennas”. Vol. II and II. Peter Pergrinus IEEE. 1989.

[5]. Fahrazal M., “Rancang Bangun Antena Mikrostrip Triple-Band Linear Array 4 Elemen untuk aplikasi WIMAX” http://lontar.ui.ac.id/file?file=digital/20248997-R030974.pdf

Internet diakses 29 Januari 2014.

[6]. K.L. Wong and W.S. Chen, “Compact microstrip antenna with dual-frequency

operation,” Electron. Lett. 33, 646-647, April 10, 1997.

[7]. “MIMO (Multiple Input Multiple Output). Homepage Online.

http://www.scribd.com/doc/32563586/Sudirman-Maliang-MIMO Internet diakses 19 Februari 2014.

(7)

[8]. “Perancangan, Pembuatan Antena Mikrostrip Patch Sirkular Untuk Aplikasi Wireless

Local Area Network. Homepage Online

http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/543/jbptunikompp-gdl-iryamannim-27128-6-iryaman_-i.pdf Internet diakses 29 Januari 2014.

[9]. Rahmat D,C., Yuli C, Imam S. “ Perancangan dan Analisis Antena Mikrostrip Array

dengan Frekuensi 850 MHz untuk aplikasi praktikum antena”

http://eprints.undip.ac.id/32549/1/Rahmat_Dwi_Cahyo.pdf Internet diakses 29 Januari 2014.

[10]. Sainati, Robert A., “CAD of microstrip antennas for wireless applications,” Artech House,Inc, 1996.

[11]. Surjati I., “Antena Mikrostrip : Konsep dan Aplikasinya”, Penerbit Universitas Trisakti, Jakarta, Juni 2010.

[12]. “Teknologi Jaringan Akses LTE (Long Term Evolution). Homepage Online

http://ikabuh.files.wordpress.com/2013/10/makalah-klmpok-3-tja_lte.pdf. Internet diakses 16 Februari 2014.

[13]. “Teknologi MIMO – OFDN. Homepage Online

http://www.lontar.ui.ac.id/file?file=digital/126630-R0308117-Spatial%20multiplexing-Literatur.pdf Internet diakses 19 Februari 2014.

[14]. Wikipedia. “WIMAX,” Wikipedia Online. Home page on-line.

Gambar

Gambar 1. Bentuk Patch Antena Mikrostrip
Gambar 2. Diagram Alir Perancangan Antena Mikrostrip LTE
Gambar 4. Hasil Simulasi VSWR Antena LTE enam slts
Gambar 5. Hasil Simulasi Return Loss Antena LTE enam slits

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil simulasi dan pengukuran yang telah dicapai dari rancangan antena mikrostrip patch segiempat konvensional, antena mikrostrip patch segiempat aperture coupled

Berdasarkan hasil simulasi menggunakan software IE3D didapatkan nilai efisiensi antena peradiasi yang menggunakan kedua jenis substrat yaitu antena duroid memiliki

Setelah melakukan analisis terhadap hasil simulasi dan hasil pengukuran antena monopole array, maka diperoleh material radiator antena monopole terbuat dari stainless steel

Setelah melakukan analisis terhadap hasil simulasi dan hasil pengukuran antena monopole array, maka diperoleh material radiator antena monopole terbuat dari stainless steel

Berdasarkan penelitian dan hasil simulasi yang telah dilakukan, maka didapatkan kesimpulan bahwa antena mikrostrip array MIMO 2x2 dengan metode slit telah berhasil

Dari hasil pengukuran antena yang telah dirancang, antena mikrostrip patch persegi panjang multilayer parasitik ini mampu bekerja pada rentang frekuensi 2,37 GHz - 2,495 GHz dengan

4.2 Analisis Capaian Spesifikasi Antena Berdasarkan hasil simulasi menggunakan simulator Ansoft dan pengukuran antena mikrostrip patch segiempat dengan pencatuan

Berdasarkan hasil perancangan antena, pembuatan antena, pengujian dan pengukuran antena, serta analisis parameter-parameter antena, dapat diambil kesimpulan bahwa