(S.dig) Makalah Presentasi Video

29 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

M

a

k

a

l

a

h

P

r

e

s

e

n

t

a

s

.

...

Makalah Presentasi

Video

SIMULASI DIGITAL

SMK NEGRI 3 MODEL INVEST BENGKULU

2016/2017

DISUSUN OLEH :

Cornelius Angga W.p

Dwi Mareta

Frensi Purnama

Kemal El Faraouk

Muhammad Dian Sutra

Muhammad Fahreza Wahid

(2)

A. PENGERTIAN

Presentasi adalah suatu upaya untuk memanfaatkan suatu informasi

kepada audens atau orang lain. Media-media presentasi :

 Berwujud (perangkat keras atau hardware) contoh : leptop , komputer, proyektor

 Tidak berwujud (perangkat lunuk atau software) contoh : Microsoft power point, IBM lotus symphony presentasi.

Tujuan presentasi adalah untuk menyampaikan atau memaparkan suatu informasi menurut topik bahasan secara sistematis, tersruktur ,menarik dan mudah dimengerti

Video Presentasi

Video adalah teknologi untuk menangkap, merekam, memproses, mentransmisikan dan menata ulang gambar bergerak. Biasanya

(3)
(4)

menggunakan film seluloid, sinyal elektronik, atau media digital yang berkaitan dengan “penglihatan dan pendengaran”. Jadi Pengertian presentasi video adalah teknik penyampaian informasi kepada audiens dengan menggunakan teknik menangkap, merekam, memproses gambar bergerak. Beberapa syarat membuat presentasi video yang baik :

1. Dikarenakan tidak bertemu secara langsung maka diharapkan materi yang akan disampaikan harus jelas dan sebisa mungkin tidak menimbulkan pertanyaan (kita harus sebisa mungkin bertindak sebagai pihak yang mendengarkan presentasi) sehingga video yang kita buat menjadi jelas,

2. Pada awal presentasi video dibuat terlebih duhulu perkenalan diri, menjelaskan siapa kita dan apa posisi kita. 3. Menjelaskan maksud dan tujuan presentasi tersebut dibuat.

Kemudian masuk pada isi presentasi.

4. Penutup presentasi sebaiknya memberikan penjelasan bagaimana jika ada seseorang yang belum jelas menonton presentasi video kita.

(5)

FUNGSI PRESENTASI VIDEO.

a) Motion (gerakan)

Tayangan yang bergerak mempunyai manfaat lebih banyak dari

gambar diam dalam menggambarkan suatu konsep dimana gerak

penting untuk dipelajari ( seperti ketrampilan gerak : lari, lempar,

lompat dan lain-lain). b) Process (Proses)

Cara melakukan sesuatu, seperti tahapan pertemuan (rapat), penelitian

ilmiah, dimana rangkaian tahapan (gerak) secara kritis diamati, dengan

video hal ini dapat dipantau secara efektif. c)

Risk – Free Observation (Penelitian bebas resiko)

Video memungkinkan pembelajar untuk menyelidiki peristiwa alam

yang terlalu berbahaya untuk diamati secara langsung seperti gerhana

matahari, letusan gunung berapi, tsunami, ataupun perang.

d) Dramatization (Menggugah perasaan) Hiburan dapat lebih menggugah perasaan,

seperti melukiskan

peristiwa bersejarah atau kehidupan seorang tokoh dalam sebuah

drama yang direkam. Ini memungkinkan siswa untuk dapat

mempelajari peristiwa bersejarah dalam hubungan antar manusia.

Penelitian mengindikasikan bahwa menguasai suatu ketrampilan fisik

membutuhkan pengamatan dan latihan berulang.

(6)

dapat melihat suatu tayangan berulangkali untuk mendapatkan hasil yang sama. Mereka juga bias mengamati video penampilan mereka sendiri sebagai umpan balik dan perbandingan.

f) Affective Learning (Pembelajaran Sikap)

Karena sangat potensial mempengaruhi emosi, video sangat berguna dalam membentuk kepribadian dan sikap social siswa. Film dokumentasi dan iklan berbentuk video banyak ditemukan dalam rangka menarik perhatian pemirsa.

g) Problem Solving (Pemecahan Masalah)

Awal atau akhir dari suatu drama seringkali menayangkan situasi yang tak terpecahkan. Ini dipersilahkan bagi pemirsa untuk mendiskusikan / mengusulkan cara pemecahan masalahnya.

h) Cultural Understanding (Pemahaman Budaya)

Kita dapat mengembangkan pemahaman yang mendalam dari suatu

budaya lain dengan menonton tayangan kehidupan suatu budaya

mereka sehari-hari. Video ethnographic mewakili tujuan ini, misalnya :

The Hunter, The Tribe that hides from man, The Nuer, and River sand.

i) Establishing Commonality (Pembiasaan) Dengan melihat video bersama, suatu kelompok masyarakat yang

berbeda pendapat dapat membangun sebuah dasar pemikiran yang

sama berdasar pengalaman dan mendiskusikan suatu masalah secara

(7)
(8)

KELEMAHAN PRESENTASI VIDEO a) Fixed Pace (Alur tetap)

Meskipun video dapat dihentikan untuk suatu diskusi, ini tidak selalu dilakukan pada saat penayangan karena tayangan terus mengalir tanpa jeda. Beberapa penonton mungkin ada yang tertinggal informasi tetapi ada juga yang sudah menunggu dengan tidak sabar point selanjutnya.

b) Still Phenomenon ( Gambar diam)

Video sangat bermanfaat untuk menayangkan konsep dengan unsure gerak, tetapi kurang cocok untuk topic lain dimana menuntut detail secara terperinci dari misalnya sebuah tayangan / gambar tunggal (peta, diagram).

c) Misinterpretation (Salah Persepsi)

Film dokumentasi atau suatu drama sering menampilkan konflik yang sulit/komplek. Sebuah percakapan / tindakan ada yang dimaksudkan sebagai sindiran / kiasan tetapi mungkin saja diambil secara harfiah /

mentah oleh penonton yang masih muda / naïf.

d) Abstract, Nonvisual Instruction (Ikhtisar, Instruksi

nonvisual )

Video jarang menayangkan ringkasan/ikhtisar, informasi nonvisual.

Media yang disediakan untuk kata hanya teks. Filsafat dan matematika

kurang bisa dipresentasikan dengan baik dalam video kecuali kalau

(9)

materi tertentu yang dibicarakan memungkinkan mereka untuk

(10)

menggambarkan / menerangkan menggunakan asal mula ukuran / hitungan, tayangan grafik, perbandingan yang disesuaikan.

B. PRODUKSI VIDEO PEMBELAJARAN / PENDIDIKAN

Video karya siswa dapat mempromosikan/menjelaskan proses belajar siswa. Siswa terhubung kedalam isu-isu budaya, politik, scentific, keuangan, dan lingkungan. Selain itu, menciptakan video membantu membangun keterampilan melek teknologi. Gairah Siswa pada teknologi bisa memacu eksplorasi aktif dunia mereka. Menggabungkan dua hal tadi bisa memacu semangat belajar karena pengalaman itu menyenangkan mereka. Membuat video mendorong kesadaran siswa, mengembangan kreativitas, meningkatkan keterlibatan, dan jembatan dengan kehidupan di luar kelas. Selain itu, membuat video memungkinkan guru untuk membuat bahan-bahan untuk pelajaran mereka.

(11)

O c t o b e r 2 3 , 2 0 1 3

(12)

em bu at Vid

eo dapat diajarkan dengan menggunakan teknologi seperti iMovie software.. Mendapatkan ketrampilan menggunakan teknologi adalah dengan menghasilkan. Siswa sekolah dasar dan menengah dapat terlibat dalam pembuatan scenario, merekam, mengedit dan merevisi produksi video mereka sendiri. siswa dapat mengambil peran sebagai penulis, editor, operator kamera, dan aktor. Mereka harus berganti atau memutar peran.

Video Pembelajaran kimia

Guru dapat membantu dalam perencanaan tetapi harus memungkinkan siswa untuk kreatif. Sama halnya dengan semua media produksi, perencanaan produksi diperlukan. Pembuatan Storyboard dapat digunakan oleh siswa dari segala usia untuk memfasilitasi perencanaan dan pembuatan video.

(13)

Pe nul isa n sto ryb oar d ak an san gat me mb ant u ket

ika sekelompok siswa secara bersama terlibat dalam perancangan

(14)

sebuah video.. Software/ Perangkat lunak dapat digunakan untuk pra-dan pasca produksi.

Videografi memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi banyak pelajaran dikurikulum melalui proses aktif membuat video. Sebagai tambahan dalam keterampilan membuat video, siswa belajar memecahkan masalah, penjadwalan, analisis, penelitian, perencanaan, imajinasi dan keterampilan komunikasi, semua ketrampilan nyata. Mereka menjadi pemikir yang lebih baik, komunikator yang lebih baik, dan pemecah masalah yang lebih baik. Siswa dapat berbagi pembuatan video di portofolio mereka dan dapat menunjukkan ini kepada masyarakat, sekolah, kelas, atau di rumah.

Guru atau siswa membuat video sebenarnya dapat digunakan untuk salah satu tujuan yang dijelaskan sebelumnya. Ini adalah kemampuan yang unik untuk menangkap tayangan atau adegan dan suara untuk diputar kembali. Penggunaan atau Aplikasi yang bermanfaat atau menguntungkan dari aspek pembuatan video termasuk :

Dramatisasi cerita siswa, lagu, dan puisi.

Kegiatan yang ditingkatkan/diperkuat oleh umpan balik segeraLatihan atletik.

Pelatihan ketrampilanInterpersonel teknik.

(15)

Pelestarian cerita rakyat setempat.

Demonstrasi penelitian ilmiah dan latihan keselamatan.Replay dari perjalanan lapangan dalam kelas berikutnya.Informasi karir mengenai bussinesses lokal

Pertumbuhan sejumlah pusat media sekolah sekarang menambah dilingkungan mereka sebuah studio video kecil untuk siswa membuat video. Siswa Banyak yang datang ke sekolah sudah dengan pengalaman menggunakan kamera portabel.

a) Recording (Merekam)

Hand-held kamera atau kamera tenteng biasanya dilengkapi dengan mikrofon tertanam didepan kamera. Mikrofon ini punya control otomatis yang mengatur volume secara otomatis untuk menjaga suara pada tingkat terdengar. Kamera mendengar (merekam suara) sebaik dapat melihat (merekam adegan).

(16)

Masalahnya adalah bahwa mikrofon ini menguatkan/merekam semua suara dalam jangkauan mereka, termasuk langkah kaki, batuk, kebisingan jalan dll, seiring dengan suara yang Anda inginkan. Oleh karena itu Anda mungkin ingin memotong bilt in mikrofon dengan cara menghubungkannya dengan mikrofon terpisah mungkin lebih sesuai untuk tujuan tertentu Anda.

The lavaliere, atau neck mike (mike leher), adalah pilihan terbaik untuk merekam pembicara tunggal. ini dapat dijepitkan didasi atau gaun, ditempatkan di sekitar leher, bahkan tersembunyi di bawah pakaian yang ringan. Sebuah meja dapat digunakan untuk menempatkan mikrofon untuk beberapa pembicara yang duduk di meja. Untuk situasi di mana ada kebisingan di latar belakang yang tidak diinginkan atau pembicara bergerak, mikrofon langsung adalah yang terbaik.

(17)
(18)

b) Editing (Mengedit).

Editing video digital mengacu pada makna adegan video dapat diambil terpisah dan disatukan kembali menggunakan komputer dan perangkat lunak atau software. Dengan beberapa camcorder digital bukan dengan videotape, sedangkan yang lain menggunakan videotape khusus untuk merekam dalam modus digital. Setelah shooting video, Anda dapat melihat ini pada kamera yang terintegrasi pada monitor LCD. Anda juga dapat menghubungkan kamera ke monitor televisi, atau Anda dapat mentransfer gambar ke komputer. Banyak camcorder memungkinkan Anda untuk mengedit tepat di kamera, atau Anda dapat mentransfer gambar ke komputer. Banyak camcordes memungkinkan Anda untuk bisa mengedit di kamera.

(19)

en ga n me ng gu na ka n ka bel kh us us unt uk me ntr ans fer vid eo, kit

a dapat menghubungkan camcorder, baik analog maupun digital, ke

(20)

computer untuk menyalin tayangan video secara langsung ke hard drive computer. Anda dan siswa anda kemudian dapat mengedit video didalam computer, tanpa menggunakan camcorder. Kita juga dapat menggunakan computer sebagai sarana tayang: menggunakan sebuah kamera digital untuk media gerak, memindahkan tayangan dari sumber analog dapat ditayangkan dilayar tanpa disimpan.

Ada beberapa metode untuk menyimpan video di computer. Salah satunya adalah QuickTime, digunakan dengan Mac OS dan Windows operating system. Banyak aplikasi seperti, Compton’s Multimedia

Encyclopedia, digabung dengan QuickTime “movies”. Siswa dapat membuat video mereka dengan menambahkan gambar, grafik dan teks kedalam portofolio atau proyek mereka.

Dengan membuat video sendiri Kita dapat menujukannya kepada audience khusus dengan isi khusus. Pembuatan dapat disiapkan dan mudah diperbarui. Perlengkapan yang

(21)

dib utu hk an ad ala h (co mp ute r, da n sof tw are )

yang sudah dibeli atau dimiliki. Pembuatan video dirumah tidak

(22)

mahal. Software untuk pembuatan video dirumah meliputin Apple’s iMovie dan Avid Technology’s cinema dan VideoShop. Software ini sudah tersedia, tidak mahal dan mudah digunakan. Anak kecil dengan mudah dapat mempelajari dan menggunakan software dan kamera video dengan mudah.

Tips ini diterapkan untuk meningkatkan kualitas presentasi video kepada kelompok :

Sightlines – Periksa cahaya, tempat duduk dan control suara

untuk memastika setiaporang dalam melihat dan mendengarkan presentasi.

Kontrol Cahaya – Ketika menggunakan proyek video dengan

video kaset atau DVD, perhatikan cahaya. Matikan cahaya jika konten terang

tidak tersedia. Jika anda menggunakan TV, anda dapat menggunakan cahaya normal ruangan.

Set mental Dapatkan mental siswa dengan

mempersiapkan review bahan yang terkait dan menanyakan tentang topic yang disediakan.

Organisasikan dengan cermat – susun poin utama yang

dapat dimunculkan oleh presentasi

Kosakata – Preview setiap kosakata yang baru.

Segmen singkat – Tunjukan hanya 8 sampai 12 menit dari

video dalam satu tayangan (lebih pendek untuk siswa yang lebih muda). Lebih

bagus daripada memunculkan video selama 30 menit dari mulai s.d

(23)

selesai, meningkatkan perhatian pemirsa dengan teknik berikut : Perkenalkan segmen pertama selama 10 menit video, berhenti dan berikan poin rehat yang sesuai. Diskusikan segmen tersebut dan kemudian kenalkan segmen kedua dan mengulang prosedur. Tentu saja anda dapat memilih bagian tertentu saja yang penting, tidak harus menunjukkan semua bagian.

Role Model – Paling penting, dapatkan saran dalam program

secara mandiri. Lihat secara seksama dan responlah ketika presenter

menanyakan untuk respon

Follow up – Kuatkan kembali presentasi dengan aktivitas

follow up yang bermakna.

Beberapa penggunaan video memiliki nilai kemanfaatan.

Panduan Contoh

Siswa –siswa dengan keterbatasan kemampuan Mengajarkan untuk berbagi ide fisik menolong sesama mereka menggunakankamera digital tripod yang dilengkapi dengan alat

bantu untuk mengungkapkan cerita.

Siswa pada tingkat dasar belajar bagaimana Mengajarkan bagaimana proses alumunium dapat di daur ulang dengan

menyaksikan video yang menunjukkan bagaimana proses daur ulang itu terjadi. Siswa pada sekolah menengah melihat Observasi dengan bebas resiko video tentang erupsi pada gunung meletus di

hawai

Dramatisasi even Siswa pada tingkat dasar melihat video yang menunjukkan evolusi alat transportasi

Siswa kelas seni dalam level menengah melihat Belajar kemampuan untuk tugas video yang menjelaskan tahapan dalam

(24)
(25)

Murid TK menonton sebuah video untuk lebih Belajar tentang sesama baik memahami rasa dan menantang siswa dalam

ketidakberdayaannya.

Siswa sekolah menengah dalam bermacam bidang Penerapan pemecahan masalah dalam diberikan materi untuk melakukan reviewdokumen yang menjelaskan populasi yang padat topik yang didiskusikan penduduk dan mendiskusikan tentang solusi yag

memungkinkan

Siswa sekolah atas dalam sekolah yang sedang Pemahaman budaya dan membangun meningkat populasi siswa dalam latar belakang kesamaan multi etnik melihat rekaman video yang

menjelaskan kesamaan antar etnik.

C. CIRI-CIRI PRESENTASI VIDEO

Kebanyakan kita berpikir bahwa video adalah sebuah media yang dirancang untuk menghasilkan gambaran nyata dari dunia disekitar kita. Kita seringkali lupa bahwa dasar pembuatan video adalah kemampuan memanipulasi / merekayasa waktu dan ruang. Rekayasa ruang dan waktu tidak hanya menyajikan akhir yang kreatif dan menggugah perasaan, ini juga berpengaruh terhadap pendidikan.

1. Manipulation of Time ( Manipulasi waktu)

Video memungkinkan kita untuk mengurangi waktu yang diperlukan untuk mengamati suatu peristiwa. Sebagai contoh; ini akan memakan waktu bagi siswa untuk betul-betul mengamati sebuah jalan layang dibangun, tetapi dengan video yang diedit dengan cermat akan menghasilkan tayangan bagian- bagian penting dari suatu

(26)

perist iwa dala m beber apa menit . Kita juga bisa memi ndah kan segm en waktu ,

(27)

contohnya anda mungkin terbiasa dengan adegan hari ini yang berlanjut dengan besok kita tahu adegan itu telah berganti hari meski malam tidak ditayangkan.

2. Compression of time ( Pemadatan waktu).

Video dapat memadatkan waktu yang diperlukan untuk meneliti suatu peristiwa. Bunga sudah mekar sebelum kita mengedipkan mata, bintang dapat melintasi langit malam. Teknik ini dikenal sebagai “time lapse” jangka waktu/ selang waktu yang sangat bermanfaat dalam pendidikan. Sebagai contoh ; proses kepompong menjadi kupu-kupu sangat lama untuk diamati secara nyata, tetapi dengan bantuan videography time lapse, kupu-kupu dapat muncul dari kepompong dalam hitungan menit.

3. Expansion of Time ( perpanjangan waktu).

Waktu bisa juga diperluas/diperlama dengan tehnik “slow motion” gerak lambat. Beberapa kejadian terjadi begitu cepat sehingga terlalu cepat untuk dilihat dengan mata telanjang. Videography dengan kecepatan dapat memperlambat gerakan sehingga kita dapat mengamati proses tersebut.

4. Manipulation of Space ( manipulasi ruang)

Video memungkinkan tayangan alam semesta yang luas dan yang sempit yang mana dilihat dari jarak yang

(28)

sanga t dekat atau diliha t dari jarak yang sanga t jarak jauh. Siswa dapat meng amati bumi dari sateli t

(29)

ruang angkasa, sebaliknya siswa dapat juga mengamati pembelahan sel lewat mikroskop.

5. Animation (animasi)

Waktu dan ruang dapat juga dimanipulasi oleh animasi. Ini adalah teknik yang mengambil keuntungan dari gambar secara terus menerus/ berurutan untuk memberikan gerak dari obyek yang tidak bergerak. Ada banyak jenis membuat animasi, tetapi pada dasarnya animasi dibuat dari serangkaian gambar, foto, atau gambar dari computer.

6. Understanding Video Convention (Memahami kaidah

video )

Kebanyakan dari kita sudah bisa menerima alat dan teknik yang digunakan video untuk merekayasa waktu dan ruang. Kita tahu bahwa atlit yang melompat dan berhenti diudara bukan karena membeku tetapi itu hanya kilas balik bukan kejadian sebenarnya. Guru harus mampu menerangkan makna kaidah video itu saat siswa belajar memahami kilas balik. Video tidak sendirian dalam menerima kaidah interpretasi dan apresiasi. Tehnik kilas balik juga digunakan di karya sastra dan biasanya sudah diterima pembaca.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...