Di Sajikan
Di Sajikan DalamDalam PelatihanPelatihan Ahli Ahli K3 UmumK3 Umum
SISTEM MANAJEMEN K3
SISTEM MANAJEMEN K3
( Occupational Health and Safety )
( Occupational Health and Safety )
Management System
Management System
ISO 45001:2018
ISO 45001:2018
Tahun 1999 Inggris melalui BSI (
Tahun 1999 Inggris melalui BSI (
B
B
rit
ritis
is
h S
h S
t
ta
and
nda
ards
rds
Institution)
Institution)
mengajak 13 lembaga standar
mengajak 13 lembaga standar
lainnya
lainnya
membuat
membuat sebuah
sebuah project
project standar
standar
bidang
bidang K3 di
K3 digunakan
gunakan
oleh dunia industry dalam
oleh dunia industry dalam melakukan assessme
melakukan assessment
nt
terhadap SMK3 yang telah mereka terapkan, yang
terhadap SMK3 yang telah mereka terapkan, yang
melahirkan seri OHSAS (
melahirkan seri OHSAS (
O
O
c
c
c
c
upat
upat
i
i
onal
onal
H
H
ea
ea
lt
lt
h and
h and
S
S
a
a
fety
fety A
A
s
s
s
s
es
es
s
s
ment
ment
S
S
er
er
i
i
es
es
)
)
18001:1999 dan ditetapkan
18001:1999 dan ditetapkan
15 April 1999
15 April 1999
Se
BS
BS
I
I be
bers
rsa
am
ma
a
43 lem
43 l
em
b
bag
aga
a
st
st
a
and
nda
ar
r
da
dar
ri
i
be
ber
rba
ba
ga
gai
i
m
ma
aca
cam
m
neg
negara
ara
,
, me
melak
lakuka
uka
n
n
rev
rev
isi
isi
ser
ser
ie
ie
OHS
OHS
AS
AS 199
1999,
9,
seh
sehing
ingga
ga
pa
pada
da
J
Jul
uli
i
2
20
007
07
di
dibe
berl
rlak
ak
u
uka
kan
n
se
sec
ca
ara
ra
ef
ef
e
ekt
ktif
if
s
sta
ta
nd
nda
ar
r
OH
OHSA
SAS v
S ver
er
si
si
20
2007
07
y
yan
ang m
g mas
as
a
a
be
berl
rlak
aku
u
sa
samp
mp
ai
ai
ta
tahu
hun
n
20
2021
21,
, ke
ke
mu
mudi
dian
an
pa
pada
da
ta
tang
ngga
gal
l
12
12
Ma
Mare
ret
t
20
2018
18
di
di
pe
perk
rken
en
al
alka
ka
n
n
lah
la
h
IS
IS
O
O
45
4500
001
1 se
seba
ba
ga
gai
i
re
revi
visi
si
at
atas
as
OH
OH
SA
SAS
S
18
1800
001 ve
1 vers
rsi
i
20
2007
07
Se
Sta
Standa
ndar
r
Int
Intern
ern
asi
asiona
onal
l
yang
ya
ng me
menen
nentuk
tukan
an
per
persy
syara
ara
tan
tan
un
untu
tuk
k
si
si
s
ste
tem
m
m
ma
ana
naje
jem
me
en
n
kese
ke
se
ha
hata
tan
n
d
dan
an
k
kes
ese
ela
la
m
mat
atan
an
ke
kerj
rja
a
(O
(OH&
H&S)
S), deng
, deng
an
an
pa
pand
ndua
uan
n
pe
peng
nggu
guna
naan
anny
ny
a, untu
a, untuk
k
me
memu
mung
ngki
kink
nkan
an
se
sebu
buah
ah
or
orga
gani
nisa
sa
si
si
me
memp
mper
erba
ba
ik
iki
i
ki
kine
nerj
rja
a
K3
K3
se
se
c
car
ara
a
pr
proa
oak
kti
tif
f
da
da
la
lam
m
men
m
enc
ce
ega
gah
h
Ke
Kec
cel
ela
aka
kaa
an
n
K
Ker
er
ja
ja
d
da
an
n
d
da
am
mp
pa
ak
k
b
bu
ur
ru
uk
k
b
ba
ag
gi
i
k
ke
es
se
eh
ha
at
ta
an
n
PENGERTIAN ISO 45001
MAN
Safety Maturity Model/Konsep Tingkat Penerapan
OH&S Manajemen Sistem di Organisasi
1.
Sistem
Sistem adalah arahan baku yang disusun untuk membantu
seseorang dalam menjalankan suatu pekerjaan / aktivitas dengan
tanpa kesalahan atau dengan kesalahan yang minimal
Sistem tersebut dijalankan oleh semua orang yang bekerja atas nama
perusahaan tanpa adanya turbulensi atau pelanggaran karena sistem
yang dibuat merupakan bagian dari aktivitas keseharian. Fokus
program K3 juga sudah mengarah kepada pembentukan budaya K3
dan perilaku aman di tempat kerja.
2.
Budaya & Keterlibatan
konsep berpikir Safety Maturity Model, budaya terbentuk dari
berbagai macam perilaku yang ada di perusahaan. Perilaku
aman (Safety Behavior ) merupakan perilaku yang utama
untuk dapat membentuk Budaya K3 diperusahaan
Keterlibatan oleh semua level merupakan kunci keberhasilan
penerapan Sistem Manajemen K3
Budaya dan Keterlibatan ini adalah sebagai penggerak Sistem
Manajemen K3. Buruknya suatu budaya perusahaan dan tanpa
ada keterlibatan semua bagian maka Sistem Manajemen K3
hanya diatas kertas saja
3. Pengendalian ( Control )
Agar penerapan Sistem Manajemen K3 berhasil sesuai
dengan tujuan maka organisasi harus dapat menjalankan
program Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko
IBPR/HIRADC, program tersebut menetapkan pengendalian
bahaya sesuai dengan Hirarki Pengendalian dimulai
(Eliminiasi, Subtitusi, Rekayasa Teknik, Administrasi dan Alat
Pelindung Diri )
Sebagian organisasi menganggap bahwa menggunakan Alat
Pelindung Diri sudah cukup untuk mengendalikan bahaya
Persyaratan yang mewajibkan
Penerapan Sistem Manjemen K3 ( OH&S )
Sistem Manajemen K3 ISO 45001:2018
1.
Persyaratan dari para pemangku kepentingan
2.
Persyaratan pelanggan
3.
Persyaratan yang ditetapkan organisasi
Comparison of SMK3 Permenaker
05/Men/1996 & OHSAS 18001
SMK3 OHSAS 18001
Mandatory Voluntary
Local regulation (Indonesia) and nasional/international standar
Standard that has been recognized by several
certification bodies (DNV, JACO, SGS, BSI, BVQI, LRQA, JQA) Based on Safety Map
(Australian Standard) and draft AS/NZ 4801
Based on several standards such as BS 8800 : 1996, Draft AS/NZ 4801, DNV OHSMS : 1997
- More compatible to ISO 9000 series, ISO 14000
Sistem Manjemen K3 OHSAS 18001:2007
INTI Dari Sistem Manajemen K3 ISO 45001:2018
1
. Ruang Lingkup Sistem Manajemen K3
2. Kebijakan K3
3. Peran dan tanggung jawab
4. Peluang dan Risiko K3 serta Peanganannya
5. Proses untuk menangani Peluang dan Risiko K3
6. Metodologi dan kriteria penilaian risiko K3
7. Tujuan dan Rencana K3
8. Komunikasi & Operasional Kontrol
Klausal 1 : Scope
Organisasi menentukan ruang lingkup Sistem
Manajeme K3 , apakah akan menetapkan seluruh
area orhanisasi atau hanya sebagian dalam
Klausal 2 : Normative references
Persyaratan normative yang dimaksud :
Semua Informasi terdokumentasi yang dijadikan
Acuan Dalam menerapkan Sistem Manajemen
Klausal 3 : Terms and Defenitions
Istilah dan definisi yand dimaksud :
Penjelasan definisi secara detail atas beberapa
istilah yang digunakan Dalam klausal ISO
45001:2018 Sistem Manajemen k3 itu sendiri
Dan menghindari kesalahpahaman organisasi
dalam mempelajari ISO 45001
Klausal 4 : Context of the Organization
Memahami organisasi dan konteksnya
4.2 Memahami kebutuhan dan harapan pihak yang
berkepentingan
4.3 Menentukan ruang lingkup sistem manajemen K3
4.4 sistem manajemen K3
Klausal 5 : Leadership
Kepemimpinan
5.1 Kepemimpinan dan komitmen
5.2 Kebijakan K3
5.3 Peran, tanggung jawab, akuntabilitas dan otoritas
organisasi
K ebijakan K 3 (OH&S Policy )
Kebijakan K3 harus:
• Sesuai dengan sifat dan skala resiko OH&S perusahaan.
• Termasuk komitmen untuk melakukan continual improvement
• Termasuk komitmen untuk mematuhi peraturan perundangan OH&S dan
persyaratan lain.
• Didokumentasikan, diimplementasikan dan dipelihara.
• Dikomunikasikan ke semua karyawan dengan maksud agar karyawan mengetahui
tanggung jawab mereka secara individu dalam OH&S.
• Tersedia untuk pihak yang berkepentingan.
• Di-review secara periodik untuk memastikan bahwa kebijakan tetap relevan dan
Organisasi harus mendefinisikan peran, tanggung jawab dan peningkatan dari sistem manajemen OH&S, untuk:
• Memastikan bahwa persyaratan sistem manajemen OH&S ditetapkan, diimplementasikan dan dipelihara sesuai spesifikasi ISO 45001.
•Memastikan bahwa laporan kinerja sistem manajemen OH&S disampaikan kepada top management untuk di-review dan menjadi dasar bagi peningkatan sistem manajemen OH&S.
Semua yang memiliki tanggung jawab manajemen harus menunjukkan komitmen mereka pada peningkatan kinerja OH&S secara terus menerus.
Klausal 6 : Planning
Perencanaan
6.1 Tindakan untuk mengatasi risiko dan peluang
6.1.1 Umum
6.1.2 Identifikasi bahaya
6.1.3 Penentuan persyaratan hukum & lainnya
6.1.4 Penilaian risiko
6.1.5 Merencanakan perubahan
6.1.6 Merencanakan untuk mengambil tindakan
6.2 OH & S tujuan dan perencanaan untuk mencapainya
Organisasi harus:
• Menetapkan dan memelihara prosedur untuk mengidentifikasi bahaya, menilai
resiko dan melaksanakan langkah pengendalian yang diperlukan secara terus-menerus (on-going), yang meliputi:
• Aktivitas rutin dan non-rutin.
• Aktivitas semua personil yang mempunyai akses ke tempat kerja (termasuk
sub-kontraktor dan tamu).
• Fasilitas di tempat kerja, yang disediakan oleh organisasi atau pihak lain.
Organisasi harus mempertimbangkan hasil Identifikasi Bahaya dan Penilaian Resiko dalam menetapkan Tujuan OH&S.
Leg al & other requirements
Organisasi harus menetapkan dan memelihara prosedur untuk mengidentifikasi dan mengakses peraturan dan persyaratan OH&S lain yang applicable.
Organisasi harus menjaga informasi ini up-to-date. Informasi tentang peraturan dan persyaratan lain ini harus dikomunikasikan kepada karyawan dan pihak lain yang relevan.
Metodologi organisasi dalam melakukan identifikasi bahaya & penilaian resiko harus:
• Didefinisikan sesuai dengan ruang lingkup, skala dan waktu untuk memastikan
lebih pro-aktif dari pada reaktif.
• Memberikan klasifikasi resiko yang dapat dieliminasi atau dikendalikan dengan
langkah-langkah pada Objective & Program OH&S.
• Memberikan input untuk menentukan persyaratan fasilitas, identifikasi kebutuhan
pelatihan dan/atau penyusunan pengendalian operasional.
• Memberikan monitoring dari langkah yang diperlukan untuk memastikan efektifitas
dan ketepatan dari implementasi.
Planning for hazard identification, ris k as s ess ment and ris k control
Objectives
Organisasi harus menetapkan dan memelihara tujuan (objective) OH&S pada setiap fungsi dan tingkat dari organisasi.
Saat menetapkan dan me-review tujuan OH&S, organisasi harus
mempertimbangkan peraturan dan persyaratan lain yang berlaku, bahaya dan resiko OH&S, pilihan teknologi, persyaratan finansial, operational dan bisnis, dan
pandangan dari pihak yang berkepentingan.
Tujuan harus konsisten dengan kebijakan OH&S, termasuk komitmen untuk continual improvement.
OH& S manag ement prog ramme
Organisasi harus menetapkan dan memelihara OH&S management programme untuk mencapai tujuan.
Hal ini meliputi:
• Tanggung jawab dan wewenang untuk mencapai tujuan pada fungsi dan tingkat
yang relevan dari organisasi.
• Cara dan skala waktu untuk mencapai tujuan tersebut.
Program harus di-review secara berkala dan terencana. Jika perlu, program harus diubah untuk mengantisipasi perubahan dalam aktivitas, produk, j asa atau
Klausal 7 : Support
Dukungan
7.1 Sumber Daya
7.2 Kompetensi
7.3 Kesadaran
7.4 Informasi, komunikasi, partisipasi dan konsultasi
7.5 Informasi yang didokumentasikan
Training , Awarenes s & C ompetence
Personel yang ada harus memiliki kompetensi untuk melakukan tugas-tugas yang berdampak pada OH&S di tempat kerja.
Diperlukan identifikasi kebutuhan pelatihan, peningkatan awareness secara terus-menerus dan penetapan prosedur peningkatan kompetensi yang
memperhitungkan:
1. Tanggung jawab dan kemampuan dari setiap karyawan 2. Resiko yang terkait.
Cons ultation & C ommunication
Organisasi harus memiliki prosedur yang memastikan bahwa informasi OH&S yang penting dikomunikasikan kepada karyawan dan pihak lain yang
berkepentingan.
Keterlibatan karyawan dan pengaturan konsultasi harus didokumentasikan dan pihak yang berkepentingan diberikan informasi.
Karyawan harus:
1. Terlibat dalam penyusunan dan pengkajian kebijakan dan prosedur untuk mengelola resiko.
2. Dikonsultasikan dimana terdapat perubahan yang dapat mempengaruhi kesehatan & keselamatan di tempat kerja.
3. Diwakili dalam masalah-masalah OH&S dan diinformasikan siapa perwakilan OH&S mereka dan wakil manajemen OH&S.
Documentation
Organisasi harus menetapkan dan memelihara informasi, dalam media yang tepat seperti kertas atau elektronik yang:
a. Mendefinisikan elemen inti dari sistem manajemen dan interaksi mereka. b. Memberikan arahan bagi dokumentasi yang berkaitan.
Note: penting untuk menjaga dokumentas i pada ting kat yang minimum untuk efektifi tas dan efis iensi .
Document and Data Control
Organisasi harus menetapkan dan memelihara prosedur untuk mengendalikan semua dokumen dan data yang diperlukan oleh spesifikasi OHSAS 18001 untuk memastikan bahwa:
a. Dapat diketahui lokasinya.
b. Secara periodik di-review, direvisi bila diperlukan dan disetujui k ecukupannya oleh personel yang di-otorisasi.
c. Versi terakhir dari dokumen dan data yang relevan tersedia di semua lokasi dimana operasi yang penting bagi sistem OH&S dilakukan.
d. Dokumen dan data yang usang disingkirkan dari semua isu dan penggunaannya. e. Arsip dokumen dan data yang disimpan untuk keperluan legal dan pemeliharaan pengetahuan diidentifikasi.
Organisasi harus menetapkan dan memelihara
prosedur dan program audit untuk mengaudit sistem manajemen OH&S secara reguler untuk memastikan:
a. Kesesuaian sistem manajemen OH&S dengan perencanaan. b. Adanya review dari audit sebelumnya.
c. Penyajian informasi tentang hasil dari audit kepada manajemen.
S ejauh memung kinkan, audit harus dilakuk an oleh pers onel yang independen, tidak terk ait lang s ung deng an aktivi tas yang diaudit.
Klausal 8 : Operations
Operasi
8.1 Perencanaan dan kendali operasional
8.1.1 Umum
8.1.2 Hirarki Kontrol
8.2 Manajemen perubahan
8.3 Outsourcing
8.4 Pengadaan
8.5 Kontraktor
Operational C ontrol
Organisasi harus mengidentifikasi operasi dan aktivitas yang terkait dengan resiko teridentifikasi dimana langkah pengendalian diperlukan.
Organisasi harus merencanakan aktivitas ini, termasuk pemeliharaannya, untuk memastikan
dilakukan dalam kondisi yang dipersyaratkan dengan cara:
a. Menetapkan dan memelihara prosedur terdokumentasi. b. Mempersyaratkan kriteria operasi dalam prosedur.
c. Menetapkan dan memelihara prosedur yang berkaitan dengan resiko OH&S
teridentifikasi dari barang, peralatan dan jasa yang digunakan/dibeli oleh organisasi dan mengkomunikasikan prosedur yang relevan serta persyaratan bagi suplier & kontraktor.
d. Menetapkan dan memelihara prosedur untuk desain dari tempat kerja, proses, instalasi, permesinan, prosedur operasi dan organisasi kerja, termasuk adaptasi mereka pada kemampuan manusia, untuk mengeliminasi atau mengurangi resiko OH&S pada sumbernya.
E merg ency preparednes s & response
Organisasi harus menetapkan dan memelihara rencana dan prosedur untuk mengidentifikasi potensi dan respons dari insiden dan situasi darurat dan untuk mencegah dan mengurangi dampak yang ditimbulkan (luka & kerugian).
Organisasi harus mengkaji rencana tanggap darurat sesudah terjadinya insiden atau situasi emergency.
Organisasi harus secara periodik melakukan pengujian terhadap prosedur tersebut yang
practicable
.Klausal 9 : Performance Evaluation
Evaluasi kinerja
9.1 Pemantauan, pengukuran, analisis, dan evaluasi
9.1.1 Umum
9.1.2 Evaluasi kepatuhan
9.2 Audit internal
9.2.1 Tujuan audit internal
9.2.2 Proses audit internal
9.3 Tinjauan manajemen
Organisasi harus menetapkan dan memelihara prosedur untuk memantau dan mengukur kinerja
OH&S secara berkala. Prosedur ini harus memberikan:
Performance meas urement and monitoring
a. Pengukuran kualitatif dan kuantitatif, sesuai dengan kebutuhan organisasi. b. Pemantauan sejauh mana tujuan OH&S organisasi dipenuhi.
c. Pengukuran secara pro-aktif kinerja yang memantau pemenuhan dari program manajemen OH&S, kriteria operasional dan persyaratan perundangan yang
applicable
.d. Pengukuran secara reaktif kinerja untuk memantau accident, penyakit dan insiden (termasuk near-miss) dan bukti historis lain atau kekurangan dari kinerja OH&S. e. Pencatatan data dan hasil dari monitoring dan pengukuran yang memadai untuk
Jika diperlukan peralatan pengukuran untuk mengukur dan memantau kinerja, organisasi harus menetapkan dan memelihara prosedur untuk mengkalibrasi dan memelihara peralatan.
Catatan kalibrasi dan aktivitas pemeliharaan harus dipelihara.
Organisasi harus menetapkan dan memelihara
prosedur dan program audit untuk mengaudit sistem manajemen OH&S secara reguler untuk memastikan:
A udit
a. Kesesuaian sistem manajemen OH&S dengan perencanaan. b. Adanya review dari audit sebelumnya.
c. Penyajian informasi tentang hasil dari audit kepada manajemen.
S ejauh memung kinkan, audit harus dilakukan oleh pers onel yang independen, tidak terkait lang s ung deng an aktivitas yang diaudit.
Manag ement R eview
Top Management harus secara berkala mengkaji sistem manajemen OH&S untuk memastikan kesesuaiannya, kecukupannya dan efektifitasnya.
Proses management review harus memastikan bahwa informasi yang diperlukan terkumpul untuk memungkinkan manajemen melakukan evaluasi. Review ini harus didokumentasi.
Management review harus melihat kemungkinan kebutuhan untuk perubahan pada kebijakan, objective dan elemen lain dari sistem manajemen OH&S, dengan melihat hasil audit OH&S, kondisi yang berubah dan komitmen untuk continual improvement.
Klausal 10 : Improvment
Perbaikan
10.1 Insiden, ketidaksesuaian, dan tindakan korektif
10.2 Perbaikan berkelanjutan
Organisasi harus menetapkan dan memelihara
prosedur untuk mendefinisikan tanggung jawab dan wewenang untuk:
A ccidents , incidents , non-conformances and corrective and
preventive action
a. Menangani dan menyelidiki:
• accident • incident
• non-conformance
b. Mengambil tindakan untuk mengurangi dampak yang timbul dari accident, incident atau non-conformance.
c. Memulai dan menyelesaikan tindakan korektif dan preventif.
Prosedur harus mewajibkan bahwa semua tindakan korektif dan preventif dikaji melalui proses penilaian resiko sebelum diimplementasikan.
Tindakan korektif atau preventif yang diambil untuk mengeliminasi sebab dari non-conformance aktual dan potensial harus sesuai dengan besarnya masalah dan sesuai dengan resiko OH&S yang dihadapi.
Organisasi harus mengimplementasikan dan mencatat perubahan dalam prosedur terdokumentasi akibat tindakan korektif dan preventif ini.
A ccidents , incidents , non-conformances and corrective
and preventive action
Organisasi harus menetapkan dan memelihara prosedur untuk mengidentifikasi, memelihara dan mendisposisi catatan OH&S, serta hasil dari audit dan review. Catatan OH&S harus jelas, dapat diidentifikasi dan dapat ditelusuri pada aktiv itas terkait. Catatan OH&S harus disimpan dan dipelihara dengan cara yang baik. Catatan harus dipelihara, sesuai dengan sistem dan organisasi untuk
mendemonstrasikan pemenuhan pada spesifikasi ISO 45001.
Langkah Implementasi & Sertifikasi Sistem Manajemen K3
ISO 45001:2018
Tahap I. Persiapan
Pembentukan Tim ISO 45001:2018 di organisasi Melakukan analisa kondisi awal ( gap Analisis )
Menentukan ruang lingkup SMK3 ISO 45001:2018 yang akan di terapkan
( Manual Mutu atau Company profile )
Pelatihan Pemahaman SMK3 ISO 4501:2018 ke seluruh karyawan Pelatihan Pembuatan Dokumen
Tahap II. Pengembangan
Melakukan pembuatan dokumen yang menunjang sistem Manajemen K3
ISO 45001:2018 di organisasi
Dokumen Wajib
1. Ruang Lingkup Sistem Manajemen K3 (klausul 4.3) 2. Kebijakan K3 (klausul 5.2)
3. Peran dan tanggung jawab (klausul 5.3) 4. Peluang dan Risiko K3 (klausul 6.1.1)
5. Proses yang diperlukan untuk menangani Peluang dan Risiko K3 (klausul 6.1.1) 6. Metodologi dan kriteria penilaian risiko K3 (klausul 6.1.2)
7. Tujuan dan rencana K3 (klausul 6.2.2) 8. Komunikasi (klausul 7,4)
9. Operasional kontrol (klausul 8.1.1)
Rekaman Wajib
1. Hukum yang berlaku dan persyaratan lain (klausul 6.1.3)
2. Catatan pelatihan, keahlian, pengalaman dan kualifikasi (klausul 7,2) 3. Hasil pemantauan dan pengukuran (klausul 9.1)
4. Kalibrasi dan verifikasi pemantauan dan mengukur peralatan (klausul 9.1) 5. Evaluasi kewajiban (klausul 9.1.2)
6. Program internal audit (klausul 9.2.2) 7. Hasil audit internal (klausul 9.2.2) 8. Hasil kajian manajemen (klausul 9.3)
9. Insiden dan nonconformities (klausul 10.1) 10. Hasil tindakan korektif (klausul 10.1)
Tahap III. Audit Internal
proses sistematik, independen dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit dan mengevaluasinya secara objektif untuk menentukan sampai
sejauhmana kriteria audit dipenuhi. Audit mutu didefinisikan sebagai proses sistematik, independen dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit dan mengevaluasinya secara objektif untuk menentukan sampai sejauhmana
kriteria audit dipenuhi
Tujuan audit mutu adalah untuk mendapatkan data dan informasi faktual dan signifikan sebagai dasar pengambilan keputusan, pengendalian manajemen, perbaikan dan/atau perubahan.
Tahap IV. Audit Eksternal ( Sertifikasi oleh Badan Sertifikasi )