• Tidak ada hasil yang ditemukan

ISO 45001;2018 Sistem Manajeme K3 Rev_01.ppt

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ISO 45001;2018 Sistem Manajeme K3 Rev_01.ppt"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)

 Di Sajikan

 Di Sajikan DalamDalam PelatihanPelatihan Ahli Ahli K3 UmumK3 Umum

SISTEM MANAJEMEN K3

SISTEM MANAJEMEN K3

( Occupational Health and Safety )

( Occupational Health and Safety )

Management System

Management System

ISO 45001:2018

ISO 45001:2018

(2)
(3)

Tahun 1999 Inggris melalui BSI (

Tahun 1999 Inggris melalui BSI (

B

B

rit

ritis

is

h S

h S

t

ta

and

nda

ards

rds

Institution)

Institution)

mengajak 13 lembaga standar

mengajak 13 lembaga standar

lainnya

lainnya

membuat

membuat sebuah

sebuah project

project standar

standar

bidang

bidang K3 di

K3 digunakan

gunakan

oleh dunia industry dalam

oleh dunia industry dalam melakukan assessme

melakukan assessment

nt

terhadap SMK3 yang telah mereka terapkan, yang

terhadap SMK3 yang telah mereka terapkan, yang

melahirkan seri OHSAS (

melahirkan seri OHSAS (

O

O

c

c

c

c

upat

upat

i

i

onal

onal

H

H

ea

ea

lt

lt

h and

h and

 S

 S

a

a

fety

fety A

A

s

s

s

s

es

es

s

s

ment

ment

S

S

er

er

i

i

es

es

)

)

18001:1999 dan ditetapkan

18001:1999 dan ditetapkan

15 April 1999

15 April 1999

Se

(4)

BS

BS

I

I be

bers

rsa

am

ma

a

43 lem

43 l

em

b

bag

aga

a

st

st

a

and

nda

ar

r

da

dar

ri

i

be

ber

rba

ba

ga

gai

i

m

ma

aca

cam

m

neg

negara

ara

,

, me

melak

lakuka

uka

n

n

rev

rev

isi

isi

ser

ser

ie

ie

OHS

OHS

AS

AS 199

1999,

9,

seh

sehing

ingga

ga

pa

pada

da

J

Jul

uli

i

2

20

007

07

di

dibe

berl

rlak

ak

u

uka

kan

n

se

sec

ca

ara

ra

ef

ef

e

ekt

ktif

if

s

sta

ta

nd

nda

ar 

OH

OHSA

SAS v

S ver

er

si

si

20

2007

07

y

yan

ang m

g mas

as

a

a

be

berl

rlak

aku

u

sa

samp

mp

ai

ai

ta

tahu

hun

n

20

2021

21,

, ke

ke

mu

mudi

dian

an

pa

pada

da

ta

tang

ngga

gal

l

12

12

Ma

Mare

ret

t

20

2018

18

di

di

pe

perk

rken

en

al

alka

ka

n

n

lah

la

h

IS

IS

O

O

45

4500

001

1 se

seba

ba

ga

gai

i

re

revi

visi

si

at

atas

as

OH

OH

SA

SAS

S

18

1800

001 ve

1 vers

rsi

i

20

2007

07

Se

(5)

Sta

Standa

ndar

r

Int

Intern

ern

asi

asiona

onal

l

yang

ya

ng me

menen

nentuk

tukan

an

per

persy

syara

ara

tan

tan

un

untu

tuk

k

si

si

s

ste

tem

m

m

ma

ana

naje

jem

me

en

n

kese

ke

se

ha

hata

tan

n

d

dan

an

k

kes

ese

ela

la

m

mat

atan

an

ke

kerj

rja

a

(O

(OH&

H&S)

S), deng

, deng

an

an

pa

pand

ndua

uan

n

pe

peng

nggu

guna

naan

anny

ny

a, untu

a, untuk

k

me

memu

mung

ngki

kink

nkan

an

se

sebu

buah

ah

or

orga

gani

nisa

sa

si

si

me

memp

mper

erba

ba

ik

iki

i

ki

kine

nerj

rja

a

K3

K3

se

se

c

car

ara

a

pr

proa

oak

kti

tif

f

da

da

la

lam

m

men

m

enc

ce

ega

gah

h

Ke

Kec

cel

ela

aka

kaa

an

n

K

Ker

er

ja

ja

d

da

an

n

d

da

am

mp

pa

ak

k

b

bu

ur

ru

uk

k

b

ba

ag

gi

i

k

ke

es

se

eh

ha

at

ta

an

n

PENGERTIAN ISO 45001

(6)

MAN

(7)

Safety Maturity Model/Konsep Tingkat Penerapan

OH&S Manajemen Sistem di Organisasi

1.

Sistem

Sistem adalah arahan baku yang disusun untuk membantu

seseorang dalam menjalankan suatu pekerjaan / aktivitas dengan

tanpa kesalahan atau dengan kesalahan yang minimal

Sistem tersebut dijalankan oleh semua orang yang bekerja atas nama

perusahaan tanpa adanya turbulensi atau pelanggaran karena sistem

yang dibuat merupakan bagian dari aktivitas keseharian. Fokus

program K3 juga sudah mengarah kepada pembentukan budaya K3

dan perilaku aman di tempat kerja.

(8)
(9)

2.

Budaya & Keterlibatan

konsep berpikir Safety Maturity Model, budaya terbentuk dari

berbagai macam perilaku yang ada di perusahaan. Perilaku

aman (Safety Behavior ) merupakan perilaku yang utama

untuk dapat membentuk Budaya K3 diperusahaan

Keterlibatan oleh semua level merupakan kunci keberhasilan

penerapan Sistem Manajemen K3

Budaya dan Keterlibatan ini adalah sebagai penggerak Sistem

Manajemen K3. Buruknya suatu budaya perusahaan dan tanpa

ada keterlibatan semua bagian maka Sistem Manajemen K3

hanya diatas kertas saja

(10)
(11)

3. Pengendalian ( Control )

Agar penerapan Sistem Manajemen K3 berhasil sesuai

dengan tujuan maka organisasi harus dapat menjalankan

program Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko

IBPR/HIRADC, program tersebut menetapkan pengendalian

bahaya sesuai dengan Hirarki Pengendalian dimulai

(Eliminiasi, Subtitusi, Rekayasa Teknik, Administrasi dan Alat

Pelindung Diri )

Sebagian organisasi menganggap bahwa menggunakan Alat

Pelindung Diri sudah cukup untuk mengendalikan bahaya

(12)
(13)

Persyaratan yang mewajibkan

Penerapan Sistem Manjemen K3 ( OH&S )

Sistem Manajemen K3 ISO 45001:2018

1.

Persyaratan dari para pemangku kepentingan

2.

Persyaratan pelanggan

3.

Persyaratan yang ditetapkan organisasi

(14)

Comparison of SMK3 Permenaker

05/Men/1996 & OHSAS 18001

SMK3 OHSAS 18001

 Mandatory  Voluntary

 Local regulation (Indonesia) and nasional/international standar 

 Standard that has been recognized by several

certification bodies (DNV, JACO, SGS, BSI, BVQI, LRQA, JQA)  Based on Safety Map

(Australian Standard) and draft  AS/NZ 4801

 Based on several standards such as BS 8800 : 1996, Draft AS/NZ 4801, DNV OHSMS : 1997

 -  More compatible to ISO 9000 series, ISO 14000

(15)

Sistem Manjemen K3 OHSAS 18001:2007

(16)
(17)

INTI Dari Sistem Manajemen K3 ISO 45001:2018

1

. Ruang Lingkup Sistem Manajemen K3

2. Kebijakan K3

3. Peran dan tanggung jawab

4. Peluang dan Risiko K3 serta Peanganannya

5. Proses untuk menangani Peluang dan Risiko K3

6. Metodologi dan kriteria penilaian risiko K3

7. Tujuan dan Rencana K3

8. Komunikasi & Operasional Kontrol

(18)
(19)

Klausal 1 : Scope

Organisasi menentukan ruang lingkup Sistem

Manajeme K3 , apakah akan menetapkan seluruh

area orhanisasi atau hanya sebagian dalam

(20)

Klausal 2 : Normative references

Persyaratan normative yang dimaksud :

Semua Informasi terdokumentasi yang dijadikan

Acuan Dalam menerapkan Sistem Manajemen

(21)

Klausal 3 : Terms and Defenitions

Istilah dan definisi yand dimaksud :

Penjelasan definisi secara detail atas beberapa

istilah yang digunakan Dalam klausal ISO

45001:2018 Sistem Manajemen k3 itu sendiri

Dan menghindari kesalahpahaman organisasi

dalam mempelajari ISO 45001

(22)

Klausal 4 : Context of the Organization

Memahami organisasi dan konteksnya

4.2 Memahami kebutuhan dan harapan pihak yang

berkepentingan

4.3 Menentukan ruang lingkup sistem manajemen K3

4.4 sistem manajemen K3

(23)

Klausal 5 : Leadership

Kepemimpinan

5.1 Kepemimpinan dan komitmen

5.2 Kebijakan K3

5.3 Peran, tanggung jawab, akuntabilitas dan otoritas

organisasi

(24)

K ebijakan K 3 (OH&S Policy )

Kebijakan K3 harus:

• Sesuai dengan sifat dan skala resiko OH&S perusahaan.

• Termasuk komitmen untuk melakukan continual improvement 

• Termasuk komitmen untuk mematuhi peraturan perundangan OH&S dan

 persyaratan lain.

• Didokumentasikan, diimplementasikan dan dipelihara.

• Dikomunikasikan ke semua karyawan dengan maksud agar karyawan mengetahui

tanggung jawab mereka secara individu dalam OH&S.

• Tersedia untuk pihak yang berkepentingan.

• Di-review secara periodik untuk memastikan bahwa kebijakan tetap relevan dan

(25)

Organisasi harus mendefinisikan peran, tanggung jawab dan peningkatan dari sistem manajemen OH&S, untuk:

• Memastikan bahwa persyaratan sistem manajemen OH&S ditetapkan, diimplementasikan dan dipelihara sesuai spesifikasi ISO 45001.

•Memastikan bahwa laporan kinerja sistem manajemen OH&S disampaikan kepada top management untuk di-review dan menjadi dasar bagi peningkatan sistem manajemen OH&S.

Semua yang memiliki tanggung jawab manajemen harus menunjukkan komitmen mereka pada peningkatan kinerja OH&S secara terus menerus.

(26)

Klausal 6 : Planning

Perencanaan

6.1 Tindakan untuk mengatasi risiko dan peluang

6.1.1 Umum

6.1.2 Identifikasi bahaya

6.1.3 Penentuan persyaratan hukum & lainnya

6.1.4 Penilaian risiko

6.1.5 Merencanakan perubahan

6.1.6 Merencanakan untuk mengambil tindakan

6.2 OH & S tujuan dan perencanaan untuk mencapainya

(27)

Organisasi harus:

• Menetapkan dan memelihara prosedur untuk mengidentifikasi bahaya, menilai

resiko dan melaksanakan langkah pengendalian yang diperlukan secara terus-menerus (on-going), yang meliputi:

• Aktivitas rutin dan non-rutin.

• Aktivitas semua personil yang mempunyai akses ke tempat kerja (termasuk

sub-kontraktor dan tamu).

• Fasilitas di tempat kerja, yang disediakan oleh organisasi atau pihak lain.

Organisasi harus mempertimbangkan hasil Identifikasi Bahaya dan Penilaian Resiko dalam menetapkan Tujuan OH&S.

(28)

Leg al & other requirements

Organisasi harus menetapkan dan memelihara prosedur untuk mengidentifikasi dan mengakses peraturan dan persyaratan OH&S lain yang applicable.

Organisasi harus menjaga informasi ini up-to-date. Informasi tentang peraturan dan persyaratan lain ini harus dikomunikasikan kepada karyawan dan pihak lain yang relevan.

(29)

Metodologi organisasi dalam melakukan identifikasi bahaya & penilaian resiko harus:

• Didefinisikan sesuai dengan ruang lingkup, skala dan waktu untuk memastikan

lebih pro-aktif dari pada reaktif.

• Memberikan klasifikasi resiko yang dapat dieliminasi atau dikendalikan dengan

langkah-langkah pada Objective & Program OH&S.

• Memberikan input untuk menentukan persyaratan fasilitas, identifikasi kebutuhan

 pelatihan dan/atau penyusunan pengendalian operasional.

• Memberikan monitoring dari langkah yang diperlukan untuk memastikan efektifitas

dan ketepatan dari implementasi.

Planning for hazard identification, ris k as s ess ment and ris k control

(30)

Objectives

Organisasi harus menetapkan dan memelihara tujuan (objective) OH&S pada setiap fungsi dan tingkat dari organisasi.

Saat menetapkan dan me-review tujuan OH&S, organisasi harus

mempertimbangkan peraturan dan persyaratan lain yang berlaku, bahaya dan resiko OH&S, pilihan teknologi, persyaratan finansial, operational dan bisnis, dan

 pandangan dari pihak yang berkepentingan.

Tujuan harus konsisten dengan kebijakan OH&S, termasuk komitmen untuk continual improvement.

(31)

OH& S manag ement prog ramme

Organisasi harus menetapkan dan memelihara OH&S management programme untuk mencapai tujuan.

Hal ini meliputi:

• Tanggung jawab dan wewenang untuk mencapai tujuan pada fungsi dan tingkat

yang relevan dari organisasi.

• Cara dan skala waktu untuk mencapai tujuan tersebut.

Program harus di-review secara berkala dan terencana. Jika perlu, program harus diubah untuk mengantisipasi perubahan dalam aktivitas, produk, j asa atau

(32)

Klausal 7 : Support

Dukungan

7.1 Sumber Daya

7.2 Kompetensi

7.3 Kesadaran

7.4 Informasi, komunikasi, partisipasi dan konsultasi

7.5 Informasi yang didokumentasikan

(33)

Training , Awarenes s & C ompetence

Personel yang ada harus memiliki kompetensi untuk melakukan tugas-tugas yang berdampak pada OH&S di tempat kerja.

Diperlukan identifikasi kebutuhan pelatihan, peningkatan awareness secara terus-menerus dan penetapan prosedur peningkatan kompetensi yang

memperhitungkan:

1. Tanggung jawab dan kemampuan dari setiap karyawan 2. Resiko yang terkait.

(34)

Cons ultation & C ommunication

Organisasi harus memiliki prosedur yang memastikan bahwa informasi OH&S yang penting dikomunikasikan kepada karyawan dan pihak lain yang

berkepentingan.

Keterlibatan karyawan dan pengaturan konsultasi harus didokumentasikan dan  pihak yang berkepentingan diberikan informasi.

Karyawan harus:

1. Terlibat dalam penyusunan dan pengkajian kebijakan dan prosedur untuk mengelola resiko.

2. Dikonsultasikan dimana terdapat perubahan yang dapat mempengaruhi kesehatan & keselamatan di tempat kerja.

3. Diwakili dalam masalah-masalah OH&S dan diinformasikan siapa perwakilan OH&S mereka dan wakil manajemen OH&S.

(35)

Documentation

Organisasi harus menetapkan dan memelihara informasi, dalam media yang tepat seperti kertas atau elektronik yang:

a. Mendefinisikan elemen inti dari sistem manajemen dan interaksi mereka. b. Memberikan arahan bagi dokumentasi yang berkaitan.

Note: penting untuk menjaga dokumentas i pada ting kat yang minimum untuk efektifi tas dan efis iensi .

(36)

Document and Data Control

Organisasi harus menetapkan dan memelihara prosedur untuk mengendalikan semua dokumen dan data yang diperlukan oleh spesifikasi OHSAS 18001 untuk memastikan bahwa:

a. Dapat diketahui lokasinya.

b. Secara periodik di-review, direvisi bila diperlukan dan disetujui k ecukupannya oleh  personel yang di-otorisasi.

c. Versi terakhir dari dokumen dan data yang relevan tersedia di semua lokasi dimana operasi yang penting bagi sistem OH&S dilakukan.

d. Dokumen dan data yang usang disingkirkan dari semua isu dan penggunaannya. e. Arsip dokumen dan data yang disimpan untuk keperluan legal dan pemeliharaan  pengetahuan diidentifikasi.

(37)

Organisasi harus menetapkan dan memelihara

 prosedur dan program audit untuk mengaudit sistem manajemen OH&S secara reguler untuk memastikan:

a. Kesesuaian sistem manajemen OH&S dengan perencanaan. b. Adanya review dari audit sebelumnya.

c. Penyajian informasi tentang hasil dari audit kepada manajemen.

 S ejauh memung kinkan, audit harus dilakuk an oleh pers onel yang independen, tidak terk ait lang s ung deng an aktivi tas yang diaudit.

(38)

Klausal 8 : Operations

Operasi

8.1 Perencanaan dan kendali operasional

8.1.1 Umum

8.1.2 Hirarki Kontrol

8.2 Manajemen perubahan

8.3 Outsourcing

8.4 Pengadaan

8.5 Kontraktor 

(39)

Operational C ontrol

Organisasi harus mengidentifikasi operasi dan aktivitas yang terkait dengan resiko teridentifikasi dimana langkah pengendalian diperlukan.

Organisasi harus merencanakan aktivitas ini, termasuk pemeliharaannya, untuk memastikan

dilakukan dalam kondisi yang dipersyaratkan dengan cara:

a. Menetapkan dan memelihara prosedur terdokumentasi. b. Mempersyaratkan kriteria operasi dalam prosedur.

c. Menetapkan dan memelihara prosedur yang berkaitan dengan resiko OH&S

teridentifikasi dari barang, peralatan dan jasa yang digunakan/dibeli oleh organisasi dan mengkomunikasikan prosedur yang relevan serta persyaratan bagi suplier & kontraktor.

d. Menetapkan dan memelihara prosedur untuk desain dari tempat kerja, proses, instalasi, permesinan, prosedur operasi dan organisasi kerja, termasuk adaptasi mereka pada kemampuan manusia, untuk mengeliminasi atau mengurangi resiko OH&S pada sumbernya.

(40)

E merg ency preparednes s & response

Organisasi harus menetapkan dan memelihara rencana dan prosedur untuk mengidentifikasi potensi dan respons dari insiden dan situasi darurat dan untuk mencegah dan mengurangi dampak yang ditimbulkan (luka & kerugian).

Organisasi harus mengkaji rencana tanggap darurat sesudah terjadinya insiden atau situasi emergency.

Organisasi harus secara periodik melakukan pengujian terhadap prosedur tersebut yang

 practicable

.

(41)

Klausal 9 : Performance Evaluation

Evaluasi kinerja

9.1 Pemantauan, pengukuran, analisis, dan evaluasi

9.1.1 Umum

9.1.2 Evaluasi kepatuhan

9.2 Audit internal

9.2.1 Tujuan audit internal

9.2.2 Proses audit internal

9.3 Tinjauan manajemen

(42)

Organisasi harus menetapkan dan memelihara  prosedur untuk memantau dan mengukur kinerja

OH&S secara berkala. Prosedur ini harus memberikan:

Performance meas urement and monitoring

a. Pengukuran kualitatif dan kuantitatif, sesuai dengan kebutuhan organisasi. b. Pemantauan sejauh mana tujuan OH&S organisasi dipenuhi.

c. Pengukuran secara pro-aktif kinerja yang memantau pemenuhan dari program manajemen OH&S, kriteria operasional dan persyaratan perundangan yang

applicable

.

d. Pengukuran secara reaktif kinerja untuk memantau accident, penyakit dan insiden (termasuk near-miss) dan bukti historis lain atau kekurangan dari kinerja OH&S. e. Pencatatan data dan hasil dari monitoring dan pengukuran yang memadai untuk

(43)

Jika diperlukan peralatan pengukuran untuk mengukur dan memantau kinerja, organisasi harus menetapkan dan memelihara prosedur untuk mengkalibrasi dan memelihara peralatan.

Catatan kalibrasi dan aktivitas pemeliharaan harus dipelihara.

(44)

Organisasi harus menetapkan dan memelihara

 prosedur dan program audit untuk mengaudit sistem manajemen OH&S secara reguler untuk memastikan:

 A udit 

a. Kesesuaian sistem manajemen OH&S dengan perencanaan. b. Adanya review dari audit sebelumnya.

c. Penyajian informasi tentang hasil dari audit kepada manajemen.

 S ejauh memung kinkan, audit harus dilakukan oleh pers onel yang independen, tidak terkait lang s ung deng an aktivitas yang diaudit.

(45)

 Manag ement R eview 

Top Management harus secara berkala mengkaji sistem manajemen OH&S untuk memastikan kesesuaiannya, kecukupannya dan efektifitasnya.

Proses management review harus memastikan bahwa informasi yang diperlukan terkumpul untuk memungkinkan manajemen melakukan evaluasi. Review ini harus didokumentasi.

Management review harus melihat kemungkinan kebutuhan untuk perubahan pada kebijakan, objective dan elemen lain dari sistem manajemen OH&S, dengan melihat hasil audit OH&S, kondisi yang berubah dan komitmen untuk continual improvement.

(46)

Klausal 10 : Improvment

Perbaikan

10.1 Insiden, ketidaksesuaian, dan tindakan korektif 

10.2 Perbaikan berkelanjutan

(47)

Organisasi harus menetapkan dan memelihara

 prosedur untuk mendefinisikan tanggung jawab dan wewenang untuk:

 A ccidents , incidents , non-conformances and corrective and

 preventive action

a. Menangani dan menyelidiki:

• accident  • incident 

• non-conformance

b. Mengambil tindakan untuk mengurangi dampak yang timbul dari accident, incident atau non-conformance.

c. Memulai dan menyelesaikan tindakan korektif dan preventif.

(48)

Prosedur harus mewajibkan bahwa semua tindakan korektif dan preventif dikaji melalui proses penilaian resiko sebelum diimplementasikan.

Tindakan korektif atau preventif yang diambil untuk mengeliminasi sebab dari non-conformance aktual dan potensial harus sesuai dengan besarnya masalah dan sesuai dengan resiko OH&S yang dihadapi.

Organisasi harus mengimplementasikan dan mencatat perubahan dalam prosedur terdokumentasi akibat tindakan korektif dan preventif ini.

 A ccidents , incidents , non-conformances and corrective

and preventive action

(49)

Organisasi harus menetapkan dan memelihara prosedur untuk mengidentifikasi, memelihara dan mendisposisi catatan OH&S, serta hasil dari audit dan review. Catatan OH&S harus jelas, dapat diidentifikasi dan dapat ditelusuri pada aktiv itas terkait. Catatan OH&S harus disimpan dan dipelihara dengan cara yang baik. Catatan harus dipelihara, sesuai dengan sistem dan organisasi untuk

mendemonstrasikan pemenuhan pada spesifikasi ISO 45001.

(50)

Langkah Implementasi & Sertifikasi Sistem Manajemen K3

ISO 45001:2018

Tahap I. Persiapan

 Pembentukan Tim ISO 45001:2018 di organisasi  Melakukan analisa kondisi awal ( gap Analisis )

 Menentukan ruang lingkup SMK3 ISO 45001:2018 yang akan di terapkan

( Manual Mutu atau Company profile )

 Pelatihan Pemahaman SMK3 ISO 4501:2018 ke seluruh karyawan  Pelatihan Pembuatan Dokumen

Tahap II. Pengembangan

 Melakukan pembuatan dokumen yang menunjang sistem Manajemen K3

ISO 45001:2018 di organisasi

(51)

Dokumen Wajib

1. Ruang Lingkup Sistem Manajemen K3 (klausul 4.3) 2. Kebijakan K3 (klausul 5.2)

3. Peran dan tanggung jawab (klausul 5.3) 4. Peluang dan Risiko K3 (klausul 6.1.1)

5. Proses yang diperlukan untuk menangani Peluang dan Risiko K3 (klausul 6.1.1) 6. Metodologi dan kriteria penilaian risiko K3 (klausul 6.1.2)

7. Tujuan dan rencana K3 (klausul 6.2.2) 8. Komunikasi (klausul 7,4)

9. Operasional kontrol (klausul 8.1.1)

(52)

Rekaman Wajib

1. Hukum yang berlaku dan persyaratan lain (klausul 6.1.3)

2. Catatan pelatihan, keahlian, pengalaman dan kualifikasi (klausul 7,2) 3. Hasil pemantauan dan pengukuran (klausul 9.1)

4. Kalibrasi dan verifikasi pemantauan dan mengukur peralatan (klausul 9.1) 5. Evaluasi kewajiban (klausul 9.1.2)

6. Program internal audit (klausul 9.2.2) 7. Hasil audit internal (klausul 9.2.2) 8. Hasil kajian manajemen (klausul 9.3)

9. Insiden dan nonconformities (klausul 10.1) 10. Hasil tindakan korektif (klausul 10.1)

(53)

Tahap III. Audit Internal

proses sistematik, independen dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit dan mengevaluasinya secara objektif untuk menentukan sampai

sejauhmana kriteria audit dipenuhi. Audit mutu didefinisikan sebagai proses sistematik, independen dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit dan mengevaluasinya secara objektif untuk menentukan sampai sejauhmana

kriteria audit dipenuhi

Tujuan audit mutu adalah untuk mendapatkan data dan informasi faktual dan signifikan sebagai dasar pengambilan keputusan, pengendalian manajemen, perbaikan dan/atau perubahan.

Tahap IV. Audit Eksternal ( Sertifikasi oleh Badan Sertifikasi )

Referensi

Dokumen terkait