Kemampuan Koneksi Matematika Dalam Materi Statistika

10 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

KEMAMPUAN

KEMAMPUAN KONEKSI MATEMA

KONEKSI MATEMATIKA DAL

TIKA DALAM

AM MA

MATERI

TERI ST

STA

ATISTIKA

TISTIKA

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

A. Latar Belakang Masalah

Proses pembelajaran merupakan aktivitas yang paling utama dalam proses pendidikan Proses pembelajaran merupakan aktivitas yang paling utama dalam proses pendidikan di

di sekolasekolah. h. PembelPembelajaran matematika merupakajaran matematika merupakan an suatu proses suatu proses belajar mengajar yang belajar mengajar yang terdiriterdiri dar

dari i komkombinbinasi asi dua dua aspaspek, ek, yaiyaitu tu belbelajar ajar yanyang g dildilakuakukan oleh kan oleh siswsiswa a dan dan menmengajgajar ar yanyangg dilakukan oleh guru sebagai pengajar (pendidik). Belajar tertuju kepada apa yang harus dilakukan oleh guru sebagai pengajar (pendidik). Belajar tertuju kepada apa yang harus dilaku

dilakukan oleh kan oleh seseoranseseorang g sebagasebagai i subjesubjek k yang menerima pelajaran, sedangkan mengajar yang menerima pelajaran, sedangkan mengajar   berorientasi

 berorientasi pada pada apa apa yang yang harus harus dilakukan dilakukan oleh oleh guru guru sebagai sebagai pemberi pemberi pelajaran. pelajaran. KeduaKedua aspek ini akan berkolaborasi secara terpadu menjadi suatu kegiatan pada saat terjadi interaksi aspek ini akan berkolaborasi secara terpadu menjadi suatu kegiatan pada saat terjadi interaksi antara guru dengan siswa, serta antara siswa dengan siswa disaat pembelajaran matematika antara guru dengan siswa, serta antara siswa dengan siswa disaat pembelajaran matematika sedang berlangsung.

sedang berlangsung.

Proses pembelajaran matematika bukan hanya sekedar transfer ilmu dari guru kepada Proses pembelajaran matematika bukan hanya sekedar transfer ilmu dari guru kepada siswa, melainkan suatu proses yang dikondisikan atau diupayakan oleh guru, sehingga siswa siswa, melainkan suatu proses yang dikondisikan atau diupayakan oleh guru, sehingga siswa aktif dengan berbagai cara untuk mengkonstruksi atau membangun sendiri pengetahuannya, aktif dengan berbagai cara untuk mengkonstruksi atau membangun sendiri pengetahuannya, serta terjadi interaksi dan negosiasi antara guru dengan siswa serta antara siswa dengan siswa. serta terjadi interaksi dan negosiasi antara guru dengan siswa serta antara siswa dengan siswa. Pembelajaran matematika yang dimaksud adalah pembelajaran matematika yang bermakna Pembelajaran matematika yang dimaksud adalah pembelajaran matematika yang bermakna sehingga siswa mendapat sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya setelah selesai pembelajaran. sehingga siswa mendapat sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya setelah selesai pembelajaran.

Kon

Kondisdisi i belbelajar ajar yanyang g aktaktif, if, krekreatifatif, , efekefektif tif dan dan menmenyeyenannangkagkan n bagbagi i sissiswa wa dapdapatat tercipta dengan menerapka

tercipta dengan menerapkan n pendpendekatan pembelajaraekatan pembelajaran n yang tepat. yang tepat. ntuk mencapai harapanntuk mencapai harapan tersebut, seorang guru harus terampil dalam memilih pendekatan yang tepat dengan pokok  tersebut, seorang guru harus terampil dalam memilih pendekatan yang tepat dengan pokok   bahasan

 bahasan yang yang disajikan disajikan dan dan karakteristik karakteristik siswa. siswa. !uru !uru yang yang berpengalaman berpengalaman akan akan memilikimemiliki kemampuan yang lebih baik dalam memilih pembelajaran yang sesuai dengan pokok bahasan kemampuan yang lebih baik dalam memilih pembelajaran yang sesuai dengan pokok bahasan yang akan diajarkan dan kebutuhan siswa.

yang akan diajarkan dan kebutuhan siswa.

"atematika merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki peranan penting dalam "atematika merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki peranan penting dalam  pengembangan

 pengembangan kemampuan kemampuan matematis matematis siswa.siswa. National Council  National Council of of TeTeachers achers of of MathematicsMathematics (#

(#$%$%", ", &'&''''') ) memerurumumuskskan an tutujujuan an pepembmbelelajaajararan n mamatemtematiatika ka yayaitu itu teterdrdiriri i dadari ri limlimaa kemampuan dasar matematika yang merupakan standar yakni pemecahan masalah (

kemampuan dasar matematika yang merupakan standar yakni pemecahan masalah ( problem problem  solving 

(2)

(connections), dan representasi (representation). engan mengacu pada lima standar  kemampuan #$%" di atas, maka dalam tujuan pembelajaran matematika yang ditetapkan dalam Kurikulum &'' yang dikeluarkan epdiknas pada hakekatnya meliputi (*) koneksi antar konsep dalam matematika dan penggunaannya dalam memecahkan masalah, (&)  penalaran, (+) pemecahan masalah, () komunikasi dan representasi, dan (-) faktor afektif. alam kedua dokumen tersebut, kemampuan koneksi matematika merupakan kemampuan yang strategis yang menjadi tujuan pembelajaran matematika.

!agasan koneksi matematika telah lama diteliti oleh ./. Brownell tahun *0+'1an, namun pada saat itu ide koneksi matematika hanya terbatas pada koneksi pada aritmetik  (Bergeson, &'''2+3). Koneksi matematika diilhami oleh karena ilmu matematika tidaklah terpartisi dalam berbagai topik yang saling terpisah, namun matematika merupakan satu kesatuan. 4elain itu matematika juga tidak bisa terpisah dari ilmu selain matematika dan masalah1masalah yang terjadi dalam kehidupan. %anpa koneksi matematika maka siswa harus  belajar dan mengingat terlalu banyak konsep dan prosedur matematika yang saling terpisah (#$%", &'''2&3-). Konsep1konsep dalam bilangan pecahan, presentase, rasio, dan  perbandingan linear merupakan salah satu contoh topik1topik yang dapat dikait1kaitkan.

Kemampuan koneksi matematika merupakan hal yang penting namun siswa yang menguasai konsep matematika tidak dengan sendirinya pintar dalam mengoneksikan matematika. alam sebuah penelitian ditemukan bahwa siswa sering mampu mendaftar  konsep1konsep matematika yang terkait dengan masalah riil, tetapi hanya sedikit siswa yang mampu menjelaskan mengapa konsep tersebut digunakan dalam aplikasi itu (5embke dan 6eys, *00 dikutip Bergeson, &'''2 +7). engan demikian kemampuan koneksi perlu dilatihkan kepada siswa sekolah. /pabila siswa mampu mengkaitkan ide1ide matematika maka pemahaman matematikanya akan semakin dalam dan bertahan lama karena mereka mampu melihat keterkaitan antar topik dalam matematika, dengan konteks selain matematika, dan dengan pengalaman hidup sehari1hari (#$%", &'''2). Bahkan koneksi matematika sekarang dengan matematika jaman dahulu, misalkan dengan matematika 8aman 9unani, dapat meningkatkan pembelajaran matematika dan menambah motivasi siswa (Banihashemi, &''+).

alam pembelajaran di kelas, koneksi matematika antar konsep1konsep dalam matematika sebaiknya didiskusikan oleh siswa, pengkoneksian antar ide matematika yang diajarkan secara eksplisit oleh guru tidak membuat siswa memahaminya secara bermakna (:iebert dan $arpenter, *00& yang dirangkum oleh Bergeson, &'''2+3). Pembelajaran yang sesuai adalah tidak dengan calk and talk saja namun siswa harus aktif melakukan koneksi sendiri. alam

(3)

hal ini siswa tidak boleh dipandang sebagai passive receivers of ready-made mathematics (:adi dan ;au8an, &''+) namun sebaliknya siswa dianggap sebagai individu aktif yang mampu mengembangkan potensi matematikanya sendiri.

B. 6"4/# "/4/5/:

ari latar belakang diatas dapat diperoleh rumusan masalah adalah sebagai berikut 2 *. /pa yang dimaksud dengan kemampuan Koneksi matematika<

&. =enis1jenis kemampuan koneksi matematika <

+. Bagaimana koneksi dalam pembelajaran 4tatistika<

. Bagaimana rubrik dan instrumen kemampuan Koneksi matematika<

$. %=/# "/K/5/:

*. ntuk mengetahui kemampuan Koneksi matematika. &. ntuk mengetahui jenis1jenis Koneksi matematika.

+. ntuk mengetahui kemampuan Koneksi dalam pembelajaran 4tatistika. . ntuk mengetahui rubrik dan instrumen kemampuan Koneksi matematika .

(4)

BAB II PEMBAHASAN

*. Pembelajaran Statistika

*. Pengertian Koneksi Matematika

Koneksi berasal dari kata connectiondalam bahasa inggris yang diartikan hubungan. Koneksi secara umum adalah suatu hubungan atau keterkaitan. Koneksi dalam kaitannya dengan matematika yang disebut dengan koneksi matematika dapat diartikan sebagai keterkaitan secara internal dan eksternal. Keterkaitan secara internal adalah keterkaitan antara konsep1 konsep matematika yaitu berhubungan dengan matematika itu sendiri dan keterkaitan secara eksternal, yaitu keterkaitan antara matematika dengan kehidupan sehari1hari (4umarmo, *00).

>When student can connect mathematical ideas, their understanding is deeper and more lasting ? (#$%", &'''2). /pabila para siswa dapat menghubungkan gagasan1gagasan matematis, maka pemahaman mereka akan lebih mendalam dan lebih bertahan lama. Pemahaman siswa akan lebih mendalam jika siswa dapat mengaitkan antar konsep yang telah diketahui siswa dengan konsep baru yang akan dipelajari oleh siswa. 4eseorang akan lebih mudah mempelajari sesuatu bila belajar itu didasari kepada apa yang telah diketahui orang tersebut. @leh karena itu untuk mempelajari suatu materi matematika yang baru, pengalaman  belajar yang lalu dari seseorang itu akan mempengaruhi terjadinya proses belajar materi

matematika tersebut (:udojo, *0772).

Bruner dan Kenney (*0+), dalam Bell (*0372*+1*), mengemukakan teorema dalam  proses belajar matematika (Theorems on Learning Mathematics). Kedua ahli tersebut

merumuskan empat teorema dalam pembelajaran matematika yakni (*) teorema  pengkonstruksian (construction theorem) yang memandang pentingnya peran representasi terkait dengan konsep, prinsip, dan aturan matematika, (&) teorema penotasian (notation theorem) yang mana representasi akan menjadi lebih sederhana manakala dengan menggunakan simbol, (+) teorema pengkontrasan dan keragaman (theorem of contrast and  variation) yang memandang perlunya situasi yang kontras dan yang beragam, dan () teorema koneksi (theorem of connectivity). Kelima teorema tersebut bekerja secara simultan dalam setiap proses pembelajaran matematika. %eorema koneksi sangat penting untuk melihat

(5)

 bahwa matematika adalah ilmu yang koheren dan tidak terpartisi atas berbagai cabangnya. $abang1cabang dalam matematika, seperti aljabar, geometri, trigonometri, statistika, satu sama lain saling kait mengkait.

 #$%" (&'''2) menyatakan bahwa matematika bukan kumpulan dari topik dan kemampuan yang terpisah1pisah, walaupun dalam kenyataannya pelajaran matematika sering dipartisi dan diajarkan dalam beberapa cabang. "atematika merupakan ilmu yang terintegrasi. "emandang matematika secara keseluruhan sangat penting dalam belajar dan  berfikir tentang koneksi diantara topik1topik dalam matematika. Kaidah koneksi dari Bruner 

dan Kenney menyebutkan bahwa setiap konsep, prinsip, dan keterampilan dalam matematika dikoneksikan dengan konsep, prinsip, dan keterampilan lainnya. 4truktur koneksi yang terdapat di antara cabang1cabang matematika memungkinkan siswa melakukan penalaran matematika secara analitik dan sintesik. "elalui kegiatan ini, kemampuan matematika siswa menjadi berkembang. Bentuk koneksi yang paling utama adalah mencari koneksi dan relasi diantara berbagai struktur dalam matematika. alam pembelajaran matematika guru tidak   perlu membantu siswa dalam menelaah perbedaan dan keragaman struktur1struktur dalam

matematika, tetapi siswa perlu menyadari sendiri adanya koneksi antara berbagai struktur  dalam matematika. 4truktur matematika adalah ringkas dan jelas sehingga melalui koneksi matematika maka pembelajaran matematika menjadi lebih mudah difahami oleh anak.

/danya keterkaitan antara kehidupan sehari1hari dengan materi pelajaran yang akan dipelajari oleh siswa juga akan menambah pemahaman siswa dalam belajar matematika. Kegiatan yang mendukung dalam peningkatan kemampuan koneksi matematika siswa adalah ketika siswa mencari hubungan keterkaitan antar topik matematika, dan mencari keterkaitan antara konteks eksternal diluar matematika dengan matematika. Konteks eksternal yang diambil adalah mengenai hubungan matematika dengan kehidupan sehari1hari. Konteks tersebut dipilih karena pembelajaran akan lebih bermakna jika siswa dapat melihat masalah yang nyata dalam pembelajaran. "udah sekali mempelajari matematika kalau kita melihat  penerapannya di dunia nyata (=ohnson, &'*').

"enurut #$%" ( National Council of Teacher of Mathematics) (&'''2 ), indikator untuk  kemampuan koneksi matematika yaitu2 (a) "engenali dan memanfaatkan hubungan1 hubungan antara gagasan dalam matematikaA (b) "emahami bagaimana gagasan1gagasan dalam matematika saling berhubungan dan mendasari satu sama lain untuk menghasilkan suatu keutuhan koherenA (c) "engenali dan menerapkan matematika dalam kontek1konteks di luar matematika. Penjelasan untuk indikator1indikator tersebut adalah sebagai berikut2

(6)

*. "engenali dan memanfaatkan hubungan1hubungan antara gagasan dalam matematika. alam hal ini, koneksi dapat membantu siswa untuk memanfaatkan konsep1konsep yang telah mereka pelajari dengan konteks baru yang akan dipelajari oleh siswa dengan cara menghubungkan satu konsep dengan konsep lainnya sehingga siswa dapat mengingat kembali tentang konsep sebelumnya yang telah siswa pelajari, dan siswa dapat memandang gagasan1gagasan baru tersebut sebagai perluasan dari konsep matematika yang sudah dipelajari sebelumnya. 4iswa mengenali gagasan dengan meuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan dalam menjawab soal dan siswa memanfaatkan gagasan dengan menuliskan gagasan1gagasan tersebut untuk membuat model matematika yang digunakan dalam menjawab soal.

&. "emahami bagaimana gagasan1gagasan dalam matematika saling berhubungan dan mendasari satu sama lain untuk menghasilkan suatu keutuhan koheren. Pada tahap ini siswa mampu melihat struktur matematika yang sama dalam setting yang berbeda, sehingga terjadi peningkatan pemahaman tentang hubungan antar satu konsep dengan konsep lainnya.

+. "engenali dan menerapkan matematika dalam konteks1konteks di luar matematika. Konteks1konteks eksternal matematika pada tahap ini berkaitan dengan hubungan matematika dengan kehidupan sehari1hari, sehingga siswa mampu mengkoneksikan antara kejadian yang ada pada kehidupan sehari1hari (dunia nyata) ke dalam model matematika.

"enurut =ihad (&''72 *0), koneksi matematika merupakan suatu kegiatan yang meliputi hal1 hal berikut ini2

*. "encari hubungan berbagai representasi konsep dan prosedur. &. "emahami hubungan antar topik matematika.

+. "enggunakan matematika dalam bidang studi lain atau kehidupan sehari1hari. . "emahami representasi ekuivalen konsep yang sama.

-. "encari koneksi satu prosedur ke prosedur lain dalam representasi yang ekuivalen. . "enggunakan koneksi antar topik matematika, dan antara topik matematika dengan

topik lain.

"enurut 4umarmo (&''+), kemampuan koneksi matematika siswa dapat dilihat dari indikator1indikator berikut2 (*) mengenali representasi ekuivalen dari konsep yang samaA (&) mengenali hubungan prosedur matematika suatu representasi ke prosedur representasi yang ekuivalenA (+) menggunakan dan menilai keterkaitan antar topik matematika dan keterkaitan diluar matematikaA dan () menggunakan matematika dalam kehidupan sehari1hari.

(7)

Konsep1konsep matematika tersusun secara hirarkis, terstruktur, logis, dan sistematis mulai dari konsep yang paling sederhana sampai pada konsep yang paling kompleks. alam matematika terdapat topik atau konsep prasyarat sebagai dasar untuk memahami topik atau konsep selanjutnya. barat membangun sebuah gedung bertingkat, lantai kedua dan selanjutnya tidak akan terwujud apabila fondasi dan lantai sebelumnya

yang menjadi prasyarat benar1benar dikuasai, agar dapat memahami konsep1konsep selanjutnya (4uherman, &''+2&&).

Kemampuan siswa dalam mengkoneksikan keterkaitan antar topik matematika dan dalam mengkoneksikan antara dunia nyata dan matematika dinilai sangat penting, karena keterkaitan itu dapat membantu siswa memahami topik1topik yang ada dalam matematika. 4iswa dapat menuangkan masalah dalam kehidupan sehari1hari ke model matematika, hal ini dapat membantu siswa mengetahui kegunaan dari matematika. "aka dari itu, efek yang dapat ditimbulkan dari peningkatan kemampuan koneksi matematika adalah siswa dapat mengetahui koneksi antar ide1ide matematika dan siswa dapat mengetahui kegunaan matematika dalam kehidupan sehari1hari, sehingga dua hal tersebut dapatmemotivasi siswa untuk terus belajar matematika.

Berdasarkan kajian teori di atas, secara umum terdapat tiga aspek kemampuan koneksi matematika, yaitu2

*. "enuliskan masalah kehidupan sehari1hari dalam bentuk model matematika. Pada aspek ini, diharapkan siswa mampu mengkoneksikan antara masalah pada kehidupan sehari1hari dan matematika.

&. "enuliskan konsep matematika yang mendasari jawaban. Pada aspek ini, diharapkan siswa mampu menuliskan konsep matematika yang mendasari jawaban guna memahami keterkaitan antar konsep matematika yang akan digunakan.

+. "enuliskan hubungan antar obyek dan konsep matematika. Pada aspek ini, diharapkan siswa mampu menuliskan hubungan antar konsep matematika yang digunakan dalam menjawab soal yang diberikan.

ari ketiga aspek diatas, pengukuran koneksi matematika siswa dilakukan dengan indikator1 indikator yaitu2 "enuliskan masalah kehidupan sehari1hari dalam bentuk model matematika, menuliskan konsep matematika yang mendasari jawaban, menuliskan hubungan antar obyek  dan konsep matematika.

Bell (*0372*-) menyatakan bahwa tidak hanya koneksi matematika yang penting namun kesadaran perlunya koneksi dalam belajar matematika juga penting. /pabila ditelaah tidak  ada topik dalam matematika yang berdiri sendiri tanpa adanya koneksi dengan topik lainnya.

(8)

Koneksi antar topik dalam matematika dapat difahami anak apabila anak mengalami  pembelajaran yang melatih kemampuan koneksinya, salah satunya adalah melalui  pembelajaran yang bermakna. Koneksi diantara proses1proses dan konsep1konsep dalam matematika merupakan objek abstrak artinya koneksi ini terjadi dalam pikiran siswa, misalkan siswa menggunakan pikirannya pada saat menkoneksikan antara simbol dengan representasinya (:odgson, *00-2*). engan koneksi matematika maka pelajaran matematika terasa menjadi lebih bermakna. =ohnson dan 5itynsky (*00-2&&-) mengungkapkan banyak siswa memandang matematika sebagai ilmu yang statis sebab mereka merasa pelajaran matematika yang mereka pelajari tidak terkait dengan kehidupannya. 4edikit sekali siswa yang menganggap matematika sebagai ilmu yang dinamis, terutama karena lebih dari 00C pelajaran matematika yang mereka pelajari ditemukan oleh para ahli pada waktu sebelum abad ke delapanbelas (4tenn, *037 dalam =ohnson dan 5itynsky, *00-2&&-).

ntuk memberi kesan kepada siswa bahwa matematika adalah ilmu yang dinamis maka perlu dibuat koneksi antara pelajaran matematika dengan apa yang saat ini dilakukan matematikawan atau dengan memecahkan masalah kehidupan (breathe life) ke dalam  pelajaran matematika (4wet8, *07 dalam =ohnson dan 5itynsky, *00-2&&-). #$%"

(&'''2) merumuskan bahwa ketika siswa mampu mengkoneksikan ide matematika,  pemahamannya terhadap matematika menjadi lebih mendalam dan tahan lama. 4iswa dapat melihat bahwa koneksi matematika sangat berperan dalam topik1topik dalam matematika, dalam konteks yang menghubungkan matematika dan pelajaran lain, dan dalam kehidupannya. "elalui pembelajaran yang menekankan keterhubungan ide1ide dalam matematika, siswa tidak hanya belajar matematika namun juga belajar menggunakan matematika.

Bentuk koneksi matematika yang mengkaitkan antara matematika dengan kehidupan sangat banyak dan bahkan berlimpah. 4ebagai gambaran berikut akan diberikan beberapa contoh koneksi matematika yang mengakitkan antara materi perbandingan dengan masalah kehidupan bagi siswa 4"P kelas D.

4ecara umum $oEford (*00-2+1) mengemukakan bahwa kemampuan koneksi matematika meliputi2 (*) mengoneksikan pengetahuan konseptual dan procedural, (&) menggunakan matematika pada topik lain (other curriculum areas), (+) menggunakan matematika dalam aktivitas kehidupan, () melihat matematika sebagai satu kesatuan yang terintegrasi, (-) menerapkan kemampuan berfikir matematika dan membuat model untuk  menyelesaikan masalah dalam pelajaran lain, seperti musik, seni, psikologi, sains, dan bisnis,

(9)

() mengetahui koneksi diantara topik1topik dalam matematika, dan (3) mengenal berbagai representasi untuk konsep yang sama.

*. Kesimpulan

Kemampuan koneksi matematika merupakan kemampuan mendasar yang hendaknya

dikuasai siswa. Kemampuan koneksi merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh siswa dalam belajar matematika. engan memiliki kemampuan koneksi matematika maka siswa akan mampu menlihat bahwa matematika itu suatu ilmu yang antar topiknya saling kait mengkait serta bermanfaat dalam mempelajari pelajaran lain dan dalam kehidupan. DAFTAR PSTAKA

/bdurrahman. (&''+). Pendidikan agi !nak erkesulitan ela"ar#=akarta2 6ineka $ipta. Banihashemi, 4.4./. (&''+). $onnection of @ld and #ew "athematics on orks of slamic "athematician with a 5ook to 6ole of :istory of "athematics on Fducation of "athematics. G@nlineH. $nforming %cience#%ersedia2

http2IIproceedings.informingscience.orgI4&''+ProceedingsIdocsI''0Banih.pdf 

Bell, ;. :. (*037). Teaching and Learning Mathematics in %econdary %chool# $etakan Kedua. ubuJue, owa2 m. $. Brown $ompany Publishers.

Bergeson, %. (&'''). Teaching and Learning Mathematics& 'sing (esearch to %hift )rom The *+esterday Mind to the *Tomorro Mind . %ersedia di www.k*&.wa.us.

$oEford, /.;. (*00-). %he $ase for $onnections, dalam Connecting Mathematics across the Curriculum. Fditor2 :ouse, P./. dan $oEford, /.;. 6eston, irginia2 #$%".

$uoco, /./., !oldenberg, F.P., "ark, =. (*00-). $onnecting !eometry with the 6est of

"athematics, dalam Connecting Mathematics across the Curriculum. Fditor2 :ouse, P./. dan $oEford, /.;. 6eston, irginia2 #$%".

epdiknas. (&''). .urikulum /001& %tandar $si Mata Pela"aran Matematika untuk %MP2MTs. =akarta2 itjen ikdasmen.

:adi, 4. dan ;au8an, /. (&''+). Mengapa PM($ < alam Buletin P"6 (Pendidikan "atematika 6ealistik ndonesia) edisi , =uni &''+.

:odgson, %. (*00-). $onnections as Problem14olving %ools, dalam Connecting Mathematics across the Curriculum. Fditor2 :ouse, P./. dan $oEford, /.;. 6eston, irginia2 #$%". =ihad, /. (&''7). Pengembangan .urikulum Matematika 3Tin"auan Teoritis dan 4istoris5. Bandung2 "ultipressindo.

=ohnson, F. B. (&'*'). Conte6tual Teaching and Learning& Men"adikan .egiatan ela"ar  Menga"ar Mengasyikan dan ermakna. Bandung2 Kaifa.

(10)

=ohnson, K.". dan 5itynsky, $.5. (*00-). Breathing 5ife into "athematics, dalam Connecting Mathematics across the Curriculum. Fditor2 :ouse, P./. dan $oEford, /.;. 6eston, irginia2 #$%".

 #$%". (&'''). Principles and %tandards for %chool Mathematics# %ersedia di www.nctm.org.

"ulyasa. (&''&). .urikulum erbasis .ompetensi. Bandung2 P%. 6emaja 6osdakarya. 4uherman, dkk. (&''+). %trategi Pembela"aran Matematika .ontemporer 37disi (evisi5. Bandung2 =$/ P.

4umarmo, . (&''+). 8aya dan 8isposisi Matematik& !pa, Mengapa dan agaimana

 8ikembangkan pada %isa %ekolah 8asar dan Menengah# "akalah disajikan pada 4eminar 4ehari di =urusan "atematika %B, @ktober &''+. 3 http&22educare#efkipunla#net2inde6#php9 option:com;content<task:vie<id:1/ =urnal pendidikan dan budaya5.

4umarmo, . (*00). %uatu !lternatif Penga"aran untuk Meningkatkan .emampuan  .omunikasi matematika pada >uru dan %isa %MP# 5aporan penelitian KP Bandung.

Bandung2 %idak diterbitkan.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :