LAPORAN SINGKAT
RAPAT DENGAR PENDAPAT UMUM KOMISI II DPR RI DENGAN
PANITIA PRESIDIUM PEMEKARAN KABUPATEN SUKABUMI, TIM KERJA FORUM DPRD EKS TIMOR-TIMUR, DAN SEKRETARIAT TIM KHUSUS
PASANGAN Drs. X.T. SONGMEN, MM EKSAN HEREMBA KAMIS, 30 SEPTEMBER 2010 --- Tahun Sidang : 2010-2011 Masa Persidangan : I Rapat Ke : -- Sifat : Terbuka
Jenis Rapat : Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU)
Dengan : Panitia Presidium Pemekaran Kabupaten Sukabumi, Tim Kerja Forum DPRD Eks Timor-Timur, dan Sekretariat Tim Khusus Pasangan Drs. X.T. Songmen, MM Eksan Heremba Hari/Tanggal : Kamis, 30 September 2010
Pukul : 14.00 WIB - selesai
Tempat : Ruang Rapat Komisi II DPR RI (Gd. Nusantara/KK.III) Ketua Rapat : H. Chairuman Harahap, SH.,MH/Ketua Komisi II DPR RI Sekretaris Rapat : Drs Riyadi Santoso, M.Si/Kabag.Set Komisi II DPR RI
Acara : 1. Audiensi/Pemaparan Rencana Usulan Pembentukan Calon Kabupaten Sukabumi Utara
2. Audiensi/Konsultasi terkait dengan Proses Hasil Pemilu Kepala Daerah Kabupaten Boven Digoel tanggal 31 Agustus 2010.
3. Audiensi terkait dengan perubahan Keputusan Presiden Nomor 50 Tahun
Kehadiran : 34 dari 50 Anggota Komisi II DPR RI 16 orang izin
HADIR :
H. Chairuman Harahap, SH.,MH Dr. Drs. H. Taufiq Effendi, MBA Muslim, SH
Drs. H. Abdul Gafar Patappe Ir. Basuki Tjahaja Purnama, MM Hj. Nurokhmah Ahmad Hidayat Mus Drs. H. Murad U. Nasir, M.Si
Agustina Basik-Basik, S.Sos.,MM.,M.Pd Drs. Soewarno
H. Rahadi Zakaria, S.IP.,MH Drs. Almuzzamil Yusuf Drs. H. Nu man Abdul Hakim H. M. Izzul Islam
Dr. AW. Thalib, M.Si Hj. Mastitah S.Ag.,M.Pd.I Drs. H. Harun Al-Rasyid, M.Si Mestariany Habie, SH
I. PENDAHULUAN
Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi II DPR RI dengan Panitia Presidium Pemekaran Kabupaten Sukabumi, Tim Kerja Forum DPRD Eks Timor-Timur, dan Sekretariat Tim Khusus Pasangan Drs. X.T. Songmen, MM Eksan Heremba dibuka pukul 14.45 WIB oleh Ketua Komisi II DPR RI, Yth. H. Chairuman Harahap, SH.,MH/F-PG
TERBATAS (Untuk Kalangan Sendiri
II. POKOK-POKOK PEMBICARAAN
A. Panitia Presidium Pemekaran Kabupaten Sukabumi, menyampaikan beberapa hal:
1. Tim Kajian Daerah Pemekaran Kabupaten Sukabumi menyampaikan kepada Komisi II DPR RI bahwa Kabupaten Sukabumi dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten dalam lingkungan Provinsi Jawa Barat. Dengan Luas 416.404 Ha, Kabupaten Sukabumi hingga saat ini masih merupakan kabupaten terluas di Pulau Jawa Bali. Meskipun pada tahun 1995 telah alami pengurangan luas wilayah sektiar 4.000 ha yang diserahkan kepada Pemerintahan Kota Sukabumi.
2. Adanya kondisi wilayah adminsitrasi yang luas menjadi salah satu hambatan belum optimalnya kinerja pemerintahan. Luas wilayah tersebut menyebabkan lebarnya rentang kendali pemerintahan. Oleh karena itu Pemerintahan Kabupaten Sukabumi menentukan komitmen strategis sebagaimana dimaksud melalui penetapan visi dan misi kabupaten Sukabumi tahun 2006-2010, yang tertuang dalam RPJM Daerah tahun 2006-2010 sebagaimana Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2006. Salah satu kebijakan yang disepakati adalah Kebijakan Pemekaran Wilayah dengan tujuan program adalah untuk meningkatkan kemampuan Pemerintahan Daerah dan DPRD dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan potensi daerah serta memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya bagi masyarakat. Program ini merupakan respon pemerintah daerah terhadap aspirasi masyarakat yang inginkan pelayanan terbaik bagi pemekaran wilayah. Agar terlaksana dengan baik, program ini lebih berorientasi pada upaya mendukung terciptanya optimalisasi pemanfaaatan potensi daerah serta peningkatan pelayaan publik.
3. Konsekuensi dari kondisi tersebut, telah memunculkan gagasan dan desakan dari berbagai komponen masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk dilakukan nya pemekaran wilayah. Beberapa bentuk desakan yang bergulir belakangan ini seperti: Pembentukan Kabupaten Jampang (P2KJ), Pembentukan Cicurug Raya dan juga Pembentukan Kabupaten Sukabumi Utara, P2KS, MAPP, LK3KSM.
4. Potensi wilayah Kabupaten untuk kelayakan pemekaran, dimana gambaran umum calon kabupaten Sukabumi Utara dengan luas wilayah 952,06 KM persegi. Kemudian jumlah penduduk 1.190.048 jiwa, dan jumlah kecamatan 21 kecamatan, jumlah kelurahan 2 kelurahan, jumlah desa 159 desa, kemudian laju pertumbuhan 3,97, dan sub-sub pusat yaitu Sukaraja, Sukabumi, Cibadak, Cicurug, Parungkuda, Kalapnunggal. Sedangkan ciri-ciri yang menonjol adalah kepadatan penduduk tinggi, fasilitas tersedia memadai, ketiggian tanah bervariasi, iklim sedang, dan tanah subur.
5. Potensi yang dimiliki antara lain yaitu: pertanian (usaha tani sayur mayur), perkebunan teh dan karet, pternakan dan budidaya ikan tawar, kehutanan, pertambangan seperti batu bara, kaolin, batu apung, tras, batu hijau dan batu sirap, dan juga pariwisata di kawasan wisata Selabintana dan Cicurug.
B. Tim Kerja Forum DPRD Eks Timor-Timur, menyampaikan beberapa hal: 1. Forum Perjuangan Nasib Anggota DPRD I-II eks Timor Timur
menyampaikan kepada Komisi II DPR RI dan memohon perhatian serta kebijaksanaan yang adil dan bermatabat terkait dengan permohonan pembayaran sisa uang kehormatan (pesangon) eks anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten se Eks Provinsi Timor-Timur yang hingga kini (dari tahun 2006 hingga 2010) belum diterimanya. Terkait hal ini mereka telah berupaya menyampaikan proses penyelesaian dan pengurusan pesangon anggota DPRD I dan II eks Timor Timur ke beberapa departemen seperti sebagai berikut:
a. Surat permohonan pembayaran sisa uang kehormatan (pesangon) eks anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten se Eks Provinsi Timor-Timur Nomor: X/DPRD/I-II/29/12/2005 tentang penyelesaian pesangon anggota DPRD eks timor timur, kepada Yth.Presiden RI.
b. Surat Menteri Keuangan RI No.S-100/MK.02/206, tanggal 17 Februari 2006 perihal: penyelesaian pesangon anggota DPRD Eks Timor Timur yang ditujukan ke Mendagri
c. Surat Forum kepada Pimpinan Komisi I, II, XI dan Badan Anggaran DPR RI perihal permohonan bantuan dan atensi tentang penyelesaian pesangon anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten se Eks Provinsi Timor-Timur.
d. Surat Sekretariat Jederal DPR RI Nomor: PW.006/6019/DPR-RI/2006, perihal permohonan bantuan dan atensi tentang penyelesaian pesangon anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten se Eks Provinsi Timor-Timur yang ditujukan kepada Yth.Pimpinan Panitia Anggaran DPR RI.
2. Forum Perjuangan Nasib Anggota DPRD I-II eks Timor Timur mengaskan bahwa permasalahan pokok belum terealisasinya penyelesian pesangon anggota DPRD I-II eks Timor Timur, yaitu Surat forum eks Timor Timur No.XIII/DPRD/I-II/29/2006 yang ditujukan kepada Mendagri, tidak pernah mendapat tanggapan maupuin jawaban dari Mendagri dan Ditjen Departemen Dalam Negeri. Padahal sesuai disposisi Presiden RI melalui Surat Sekretariat Negara diteruskan ke Menteri Keuangan tidak ada persoalan dan begitu pula Panitia Anggaran DPR RI juga menyatakan siap membantu dan mendukung alokasi anggaran yang dimaksud pada APBN-P tahun 2006, namun dengan catatan harus ada terlebih dahulu usulan / lampiran keputusan dari Departemen Dalam Negeri dan juga Menteri Keuangan.
3. Adanya kondisi yang demikian maka Forum Perjuangan Nasib Anggota DPRD I-II eks Timor Timur memohon kepada komisi II DPR RI untuk berkenan membantu dan mendukung aspirasi Forum Perjuangan Nasib Anggota DPRD I-II eks Timor Timur untuk bisa bertemu secara langsung dengan Mendagri dan Menkeu untuk mendengarkan aspirasi kami ini, sehingga Menteri Keuangan segera dapat mengalokasikan anggaran dimaksud (pesangon) dalam pembahasan anggaran APBN 2011 yang akan / sedang dibahas oleh DPR RI dan Pemerintah pada mas sidang IV tahun 2010 ini.
C. Sekretariat Tim Khusus Pasangan Drs. X.T. Songmen, MM Eksan Heremba, menyampaikan beberapa hal:
1. Salah satu pasangan nomor urut 2, Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Boven Digoel dalam Pemilukada Tahun 2010, yakni Drs. Xaverius T. Songmen dan Eksan Heremba mengungkapkan bahwa pelaksanaan Pemilukada Kabupaten Boven Digoel dipenuhi kecurangan. Beberapa hal yang dipertanyakan oleh pasangan calon tersebut, antara lain:
a. Pendaftaran pasangan calon menjadi peserta Pemilu Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Boven Digoel.
b. Merasa bahwa pelaksanaan Pemilukada didaerah tersebut dilaksanakan berpihak, tidak independen yang mengakibatkan berkurangnya dan/atau hilangnya jumlah dukungan suara pemohon, adanya money politic, dan ketika verifikasi semua pasangan calon, terdapat satu pasangan calon yang tidak hadir yakni pasangan calon nomor urut 1, Yusak Yaluwo dan Yesaya Merasi dan mereka tidak mengumumkan alasan ketidakhadirannya; serta sosialisasi yang lebih cenderung terhadap salah satu pasangan calon seperti yang dimaksud di atas.
c. Berpendapat bahwa KPU Kabupaten Boven Digoel telah menghilangkan suara potensial sebanyak 4408 suara karena tidak mendapatkan undangan dan kartu pemilih.
d. Kesalahan dalam perhitungan suara, di mana mereka berpendapat bahwa seharusnya prosentase suara yang didapat adalah 40,86% (dari yang ditetapkan KPU Kabupaten Boven Digoel per September 2010 sejumlah 32%), dan pasangan nomor urut 1 adalah 37,96% (dari yang ditetapkan sejumlah 44%).
2. Namun, pada 23 September 2010 di Pasangan tersebut sebelumnya sudah mendaftarkan Permohonan Perselisihan tentang Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Boven Digoel, namun kemudian pasangan tersebut menarik permohonannya. Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa pasangan tersebut tidak dapat mengajukan kembali permohonan perselisihan tentang hasil Pemilukada Kabupaten Boven Digoel Tahun 2010.
3. Akhirnya pasangan nomor urut 2, Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Boven Digoel dalam Pemilukada Tahun 2010, yakni Drs. Xaverius T. Songmen dan Eksan Heremba meminta Komisi II DPR RI dapat membantu mereka untuk menjadikannya alternatif Bupati dan Wakil Bupati definitif untuk Kabupaten Boven Digoel.
4. Komisi II DPR RI kemudian mempertanyakan alasan pasangan nomor urut 2, Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Boven Digoel dalam Pemilukada Tahun 2010, yakni Drs. Xaverius T. Songmen dan Eksan Heremba menarik laporan mereka ke Mahkamah Konstitusi. Komisi II DPR RI akan memperjuangkan pasangan ini jika memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku yakni mengacu pada UU No. 32 Tahun 2004 jo. UU No. 12 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Daerah.
III. KESIMPULAN/PENUTUP
Setelah Ketua Rapat menyampaikan pengantar rapat dan memberikan kesempatan kepada Panitia Presidium Pemekaran Kabupaten Sukabumi, Tim Kerja Forum DPRD Eks Timor-Timur, dan Sekretariat Tim Khusus Pasangan Drs. X.T. Songmen, MM-Eksan Heremba menyampaikan penjelasan dan paparannya serta Pimpinan dan anggota Komisi II DPR RI menyampaikan pendapat/pandangannya serta saran, ada beberapa catatan sebagai berikut : 1. Komisi II DPR RI menyampaikan kepada Tim Kajian Daerah Pemekaran
Kabupaten Sukabumi bahwa syarat-syarat yang telah disampaikan dan dilampirkan oleh Tim Kajian Daerah Pemekaran Kabupaten Sukabumi akan diproses dengan memperhatikan kelengkapan persyaratan sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan (Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007).
2. Komisi II DPR RI pada prinsipnya menghargai dan akan menampung aspirasi Forum Perjuangan Nasib Anggota DPRD I-II eks Timor Timur tersebut. Komisi II DPR RI menegaskan kepada Forum Perjuangan Nasib Anggota DPRD I-II eks Timor Timur untuk tetap kembali menyampaikan kembali aspirasinya ke Kementerian Dalam Negeri terlebih dahulu sembari Komisi II DPR RI juga akan menyampaikan aspirasi Forum Perjuangan Nasib Anggota DPRD I-II eks Timor Timur kepada pemerintah sehingga ada upaya untuk dibahas bagaimana tindaklanjutnya.
3. Komisi II DPR RI menyampaikan kepada Sekretariat Tim Khusus Pasangan Drs. X.T. Songmen, MM Eksan Heremba, akan menyampaikan permasalahan tersebut kepada Kementerian Dalam Negeri, Komisi Pemilihan Umum, dan Badan Pengawas Pemilu dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat
Rapat ditutup pukul 16.45 WIB.
Jakarta, 30 September 2010 PIMPINAN KOMISI II DPR RI KETUA, t.t.d. H. CHAIRUMAN HARAHAP, SH.,MH A-178