33
PENGARUH CURAH HUJAN TERHADAP ARUS KUNJUNGAN KAPAL DI PELABUHAN TANJUNG INTAN CILACAP
Oleh LUSIANI
Akademi Maritim Nusantara Cilacap [email protected]
ABSTRACT
The objective to be achieved in this paper is to analyze the presence or absence of the influence of rainfall on the flow of ship visits at the Port of Tanjung Intan Cilacap. The method in this research is a combination of survey and literature study. In this study the authors took the location in the waters of Cilacap. The data used are secondary data obtained from the Central Statistics Agency of Cilacap Regency. The sample data used is statistical data within a period of 5 years, namely from 2013 to 2017. The results of the study indicate that rainfall is not proportional to the flow of ship visits to the Port. This happened in 5 periods, namely from 2013 to 2017. The number of ship visit flows were not significantly affected by rainfall, possibly being influenced by several other factors that were more significant related to the weather and climate contained in the area. The conclusion of this study is that rainfall does not significantly influence the flow of ship visits at the Port of Tanjung Intan Cilacap.
Keywords: rainfall, influence, flow of ship visits PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kondisi iklim akan selalu bervariasi berdasarkan waktu dan tempat. Sangat jelas perbedaannya antara perubahan iklim dan variasi iklim. Perubahan iklim adalah tren (fluktuasi) iklim selama kurun waktu yang cukup panjang, paling sedikit sekitar 20 tahun, sedangkan variasi iklim mengacu kepada fluktuasi iklim setiap tahunnya (Blenckner, 2005). Sehubungan dengan pemanasan global yang terjadi, masih adanya ketidakpastian mengenai berapa besar, seberapa cepat dan di mana saja iklim akan berubah secara signifikan. Untuk melihat perubahan iklim yang terjadi, para ahli telah melakukan berbagai cara untuk mengkarakterisasi perubahan yang terjadi baik regional maupun global. Satu pendekatan yang umum digunakan adalah melalui zone indek. El Niño Southern Oscillation (ENSO) indek merupakan satu
zone indeks yang sangat populer di wilayah Pasifik tropis, yang dapat berdampak pada perubahan lingkungan perairan dan daratan. Pendekatan menggunakan zone indeks ini secara umum sangat bermanfaat untuk melihat dampak perubahan lingkungan terhadap perubahan iklim. Hal ini disebabkan indek ini mengintegrasikan berbagai variabel iklim (misalnya suhu, curah hujan, dan tutupan awan) dan memungkinkan melihat variasinya secara tahunan untuk iklim regional. (Radiarta, I.N:dkk; 2011)
Curah hujan di Indonesia sangat bervariasi secara spasial dan temporal. Secara umum terdapat siklus tahunan dan setengah tahunan di dalam pola musiman curah hujan di Indonesia (Chang dan Wang, 2005). Beberapa kajian telah menggolongkan pola musiman curah hujan di berbagai wilayah di Indonesia berdasarkan tiga tipe hujan, yakni monsunal, ekuatorial, dan lokal (Boerema,
34 1938; Aldrian and Susanto, 2003) dalam
Perdana, T.A (2015).
Intensitas curah hujan adalah ketinggian curah hujan yang terjadi pada kurun waktu dimana air hujan berkonsentrasi. Kriteria curah hujan bulanan adalah 0-100 mm dianggap rendah, 101-300 dianggap menengah, 301-400 mm dianggap tinggi dan >301-400 mm dianggap sangat tinggi. (Perdana, T.A: 2015).
Kabupaten Cilacap merupakan daerah yang cukup luas, sebelah selatan berbatasan dengan Samudra Indonesia, sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Banyumas, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Kebumen dan sebelah barat berbatasan dengan Propinsi Jawa Barat. Terletak diantara 108o 4’ 30” – 109o 30’ 30” garis bujur timur dan 7o 30’ - 7o 45’ 20” garis lintang selatan, mempunyai luas wilayah 225.361 Ha, yang terbagi menjadi 24 kecamatan. (Desanto, T: 2017). Perairan di wilayah Cilacap merupakan salah satu kawasan yang penting bagi kabupaten tersebut. Perairan tersebut dimanfaatkan untuk tiga kegiatan utama, yaitu sebagai daerah tangkap bagi nelayan, sebagai jalur pelayaran Internasional, dan sebagai tempat pariwisata. (Yossika, T: 2011).
Pelabuhan Triatmodjo (1996) dalam Boyma (2013) mengemukakan bahwa dalam bahasa Indonesia dikenal dua istilah yang berhubungan dengan arti pelabuhan yaitu Bandar dan Pelabuhan. Kedua istilah tersebut sering tercampur aduk sehingga sebagian orang mengartikannya sama. Bandar (harbor) adalah daerah perairan yang terlindung terhadap gelombang dan angina untuk berlabuhnya kapal-kapal. Bandar ini hanya merupakan daerah perairan dengan bangunan-bangunan yang diperlukan pembentukannya, perlindungan dan perawatan, seperti pemecah gelombang, jetty dan sebagainya, dan hanya merupakan tempat bersinggahnya kapal untuk berlindung, mengisi bahan bakar, reparasi dan sebagainya. Pelabuhan (port)
adalah derah perairan yang terlindung terhadap gelombang yang dilengkapi dengan fasilitas terminal laut meliputi dermaga dimana kapal dapat bertambat untuk melakukan bongkar muat barang maupun orang, kran-kran untuk bongkar muat, gudang laut (transito), dan tempat-tempat penyimpanan dimana kapal membongkar muatannya, dan gudang-gudang dimana barang-barang dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama selama menunggu pengiriman kedaerah tujuan atau pengapalan. Terminal ini dapat dilengkapi dengan rel kereta api, jalan raya, atau saluran pelayaran darat. Klasifikasi pelabuhan ditinjau dari beberapa sudut antara lain : 1) Dari sudut pemungutan jasa : a. Pelabuhan yang diusahakan Yaitu pelabuhan dalam pembinaan pemerintah yang sesuai kondisi, kemampuan dan pengembangan menurut hokum pemerintahan. b. Pelabuhan yang tidak diusahakan Yaitu pelabuhan dalam pembinaan pemerintah yang sesuai dengan kondisi, kemampuan dan pengembangan potensinya masih menonjol sifat overheld zerg dan atau yang belum ditetapkan sebagai pelabuhan yang diusahakan. c. Pelabuhan otonom Yaitu pelabuhan yang diberi wewenang untuk mengatur diri sendiri. 2) Dari sudut teknis a. Pelabuhan alam (natural and protected harbor) Pelabuhan ini merupakan suatu daerah yang menjurus kedalam (inlet), yang terlindungi oleh suatu pulau, jazirah atau terletak sedemikian rupa sehingga navigasi dan berlabuhnya kapal dapat dilakukan. b. Pelabuhan buatan (Artivical Harbour) Pelabuhan buatan merupakan suatu daerah yang dibuat manusia sedemikian rupa, sehingga terlindung terhadap ombak, badai ataupun arus sehingga kapal dapat memungkinkan kapal dapat merapat. c. Pelabuhan semi alam (semi Natural Harbour) Pelabuhan ini merupakan kombinasi dari pelabuhan alam dan pelabuhan buatan. 3) Dari sudut perdagangan a. Pelabuhan laut Pelabuhan yang terbuka untuk semua jenis perdagangan dalam maupun luar negeri
35 yang menganut undang-undang pelayaran
Indonesia. b. Pelabuhan pantai Pelabuhan yang terbuka untuk semua jenis perdagangan dalam negeri. 4) Dari sudut jenis pelayaran kepada kapal dan muatannya a. Pelabuhan laut (Major Port) Pelabuhan yang melayani kapal-kapal besar dan merupakan pelabuhan dan pembagi muatan. b. Pelabuhan cabang (Feeder Port) Pelabuhan yang melayani kapal-kapal kecil yang mendukung pelabuhan utama. (Soedjono, 1985 : 54-65).
Definisi Pelabuhan Pelabuhan merupakan tempat pemberhentian (terminal) kapal setelah melakukan pelayaran (Triatmojo, 2008). Di pelabuhan ini kapal melakukan berbagai kegiatan seperti menaik turunkan penumpang, bongkar muat barang, pengisian bahan bakar dan air tawar, melakukan reparasi, melakukan perbekalan dan sebagainya. Untuk bisa melaksanakan kegiatan tersebut pelabuhan harus dilengkapi dengan fasilitas pemecah gelombang, dermaga, peralatan tambat, peralatan bongkar muat barang, gudang-gudang, lapangan penumpukan barang, perkantoran baik untuk pengolahan pelabuhan maupun maskapai pelayaran, ruang tunggu bagi penumpang, perlengkapan pengisian bahan bakar. Macam-Macam Pelabuhan Pelabuhan dapat dibedakan beberapa macam yang tergantung pada sudut tinjauannya, yaitu dari segi penyelenggaraannya, pengusahaannya, fungsi dalam perdagangan nasional dan internasional, segi kegunaan dan letak geografinya. (Appi, 2013)
Beberapa hal tersebut merupakan salah satu wacana yang harus diketahui oleh pihak awak Kapal dan Pihak Pelabuhan sebagai gambaran pengetahuan terkait kondisi iklim (curah hujan) terhadap arus kunjungan kapal. Sehingga penulis tertarik untuk menganalisis pengaruh curah hujan terhadap arus kunjungan kapal di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap.
Permasalahan yang akan dikaji terkait dengan pengaruh curah hujan terhadap arus kunjungan kapal di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap..Tujuan yang akan dicapai dalam kajian ini yaitu menganalisis ada atau tidaknya pengaruh curah hujan terhadap arus kunjungan kapal di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap.
METODOLOGI
Metode dalam penelitian ini berupa gabungan antara survei dan kajian literatur. Dalam penelitian ini penulis mengambil lokasi di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap. Data yang digunakan yaitu data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Cilacap. Sampel data yang digunakan yaitu data statistik dalam kurun waktu 5 tahun yaitu mulai tahun 2013 sampai tahun 2017.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Secara garis besar diperoleh data curah hujan yang terjadi terkait arus kunjungan kapal yang mengalami kenaikan dan penurunan di setiap tahunnya. Secara rinci data terkait curah hujan dan arus kunjungan kapal akan dianalisis menggunakan software SPSS. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif sehingga dapat dianalisis menggunakan software SPSS. SPSS (Statistical Product and Service Solution) yang digunakan yaitu versi 16.0. Analisis yang digunakan yaitu analisis regresi linear sederhana. Analisis regresi linear sederhana digunakan untuk memprediksi atau menguji satu variabel bebas atau variabel independent terhadap variabel terikat atau variabel dependent.
Dalam penelitian ini dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:
Ho : tidak ada pengaruh yang nyata (signifikan) variabel curah hujan (X) terhadap
36 Ha : ada pengaruh yang nyata
(signifikan) variabel curah hujan (X) terhadap
variabel arus kunjungan kapal
Adapun hasil yang diperoleh sebagai berikut:
36
Sumber: Cilacap dalam Angka (2018, 233)
hasil analisis berdasarkan data yang diperoleh dengan menggunakan regresi linear sederhana sebagai berikut:
Regression Variables Entered/Removedb Model Variables Entered Variables Removed Method 1 curahhujana . Enter
a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: kunjungankapal
37 Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .282a .080 -.227 139.2821
a. Predictors: (Constant), curahhujan
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1835.827 278.180 6.599 .007 curahhujan -.916 1.796 -.282 -.510 .645
a. Dependent Variable: kunjungankapal
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, diperoleh nilai sig. 0.645 lebih besar dari 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa Ho diterima. Sehingga tingkat curah hujan terhadap arus kunjungan kapal bernilai negatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa curah hujan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap arus kunjungan kapal di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap. Jumlah arus kunjungan kapal tidak dipengaruhi secara signifikan oleh curah hujan, kemungkinan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor lain yang lebih signifikan terkait cuaca dan iklim yang terdapat pada daerah tersebut.
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa curah hujan tidak sebanding dengan arus kunjungan kapal yang masuk ke Pelabuhan. Hal ini terjadi pada 5 kurun waktu yaitu pada ANOVAb
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 5042.712 1 5042.712 .260 .645a
Residual 58198.488 3 19399.496
Total 63241.200 4
a. Predictors: (Constant), curahhujan b. Dependent Variable: kunjungankapal
38 tahun 2013 sampai tahun 2017. Jumlah
arus kunjungan kapal tidak dipengaruhi secara signifikan oleh curah hujan, kemungkinan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor lain yang lebih signifikan terkait cuaca dan iklim yang terdapat pada daerah tersebut.
Kesimpulan pada penelitian ini yaitu curah hujan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap arus kunjungan kapal di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap.Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh, maka direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya yaitu menganalisis semua faktor-faktor terkait cuaca dan iklim terhadap arus kunjungan kapal di suatu Pelabuhan.
I. KEPUSTAKAAN
Appi dkk. 2013. Perencanaan Pengembanagn Pelabuhan Laut Sorong di Kota Sorong. Jurnal Sipil Statik
Vol.1 No.10, September 2013 (645-652) ISSN: 2337-6732.
Boyma & Jeluddin. 2013. Kajian
Berth Occupation Ratio di
Dermaga Pelabuhan Penyeberangan Sibolga Kaitannya dengan Perkembangan Pelabuhan. Medan: Universitas Sumatra Utara. BPS Kabupaten Cilacap. 2018. Kabupaten Cilacap dalam Angka. Cilacap: BPS Kabupaten Cilacap.
Perdana, T.A. 2015. Dampak Perubahan Iklim terhadap Nelayan Tangkap (Studi Empiris di Pesisir Utara Kota Semarang). Skripsi.
Semarang: Universitas Diponegoro.
Radiarta, I.N:dkk; 2011. Kondisi Meteorologi, Klimatologi, dan Perikana di Kawasan Waduk Cirata, Jawa Barat: Analisis Awal Kemungkinan Dampak Pemanasan Global terhadap Perikanan Budidaya. J. Ris. Akuakultur Vol.6 No.3 Tahun 2011: 495-506.
Yossika, T. 2011. Akses Nelayan terhadap Sumberdaya Pesisir di Kawasan Pertambangan. Studi Kasus: Kelurahan Cilacap, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.
Bogor: Institut Pertanian Bogor.