• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kata Kunci : Kualitas Air, Beban pencemaran, Danau Limboto

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kata Kunci : Kualitas Air, Beban pencemaran, Danau Limboto"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

ANALISIS KUALITAS AIR DAN BEBAN PENCEMARAN DI DANAU LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO

Yulianti Veronika Dali, Rama P.Hiola, Sri Manovita Pateda 1) yuliantiveronikadali@yahoo.com

Program Studi Kesehatan Masyarakat Peminatan Kesehatan Lingkungan Fakultas Ilmu – Ilmu Kesehatan Dan Keolahragaan

Universitas Negeri Gorontalo

ABSTRAK

Danau Limboto telah berperan sebagai sumber pendapatan bagi nelayan, pencegah banjir, sumber air pengairan, keperluan penduduk seperti mandi, mencuci, air minum dan obyek wisata. Rumusan masalah dari penelitian ini yakni bagaimana kualitas air dan beban pencemaran yang terjadi di danau Limboto. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Kualitas Air dan Beban Pencemaran di Danau Limboto Kabupaten Gorontalo.

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Dengan sampel air danau Limboto. yang di ambil di empat wilayah yakni Kecamatan Limboto, Telaga Jaya, Tilango dan Batudaa. Masing-masing sampel di Uji kualitasnya kemudian di analisis disajikan dalam bentuk tabel lalu di bandingkan berdasarkan standar baku mutu kualitas air danau menurut Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001. Selain itu menganalisis beban pencemaran yang masuk dalam perairan danau.

Hasil menunjukan bahwa kualitas air Danau Limboto berdasarkan Parameter fisik yakni Temperatur dan TDS, Parameter Kimia yakni pH, DO dan BOD serta Parameter bakteriologi yakni E.coli masih memenuhi standar baku mutu kualitas air danau menurut Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001. Hal ini disebabkan karena berkurangnya limbah rumah tangga, zat kimia seperti sisa deterjen dan shampoo, limbah dari pertanian dan pemukiman masuk keperairan danau karena pendangkalan. Upaya pencegahan agar masyarakat mengurangi bahan-bahan pencemar yang masuk kedanau dan selalu menjaga kelestarian danau. Beban pencemaran dilihat secara umum tercemar karena limbah-limbah yang dibawah oleh sungai-sungai masuk ke danau, diantaranya lumpur dan pasir serta enceng gondok yang meluas, jaring apung dan perladangan yang berpindah-pindah tempat.

Kata Kunci : Kualitas Air, Beban pencemaran, Danau Limboto

1)

Yulianti Veronika Dali Mahasiswa Pada Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo, Dr. Hj. Rama P.Hiola, Dra,.M.Kes. dr. Sri Manovita Pateda,M.Kes Dosen Jurusan Kesehata Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

(3)

Air merupakan kebutuhan pokok bagi manusia dan mahluk hidup lainnya, dan juga benda mati lainnya. Air untuk berbagai keperluan di Provinsi Gorontalo bersumber dari air permukaan seperti sungai, danau, air hujan dan air tanah. Potensi sumber air di Provinsi Gorontalo besar dilihat dari jumlah sungai-sungai yang mengalir dan danau serta jumlah curah hujan yang cukup tinggi. Disisi lain, kebutuhan air bagi penduduk dan usaha-usaha lainnya belum dapat dipenuhi dari segi kuantitas dan kualitas (Balihristi, 2007).

Pencemaran air merupakan salah satu masalah utama yang ada di wilayah Provinsi Gorontalo. Pencemaran air menyebabkan penurunan kualitas air. Penurunan kualitas air dapat disebabkan oleh pertambahan penduduk dengan konsenkuensi bertambahnya sampah sementara sarana pembuangan sampah kurang memadai sehingga sampah dibuang kebadan air serta perkembangan industri, baik jumlah dan macamnya terutama industri yang banyak menghasilkan limbah, misalnya limbah yang berasal dari pabrik. Perkembangan industri kadang-kadang hanya mengejar produksi tanpa memperhatikan dampak negative yang ditimbulkannya terhadap lingkungan sekitar. Pembuangan limbah yang mengandung zat kimia yang bersifat toksis juga tanpa disertai dengan pengelolaan limbah lebih dahulu akan mengakibatkan pencemaran air di daerah sekitarnya (Balihristi, 2007). Persepsi masyarakat terhadap sungai dan danau menjadi tempat pembuangan sampah dan limbah. Apabila limbah langsung dibuang keperairan akan berpengaruh terhadap kualitas perairan tersebut.

Di Provinsi Gorontalo terdapat dua danau yaitu Danau Limboto (Danau Alami) dan Danau Perintis. Danau limboto terletak pada ketinggian 4,5 Meter dari permukaan laut, memiliki luas ± 3.000 hektar. Danau ini dikelilingi lima kecamatan yaitu, Kecamatan Limboto, Telaga, Telaga Biru, Batudaa, Kabupaten Gorontalo, dan Kecamatan Kota barat Kota Gorontalo. Di danau Limboto bermuara lima sungai yang berhulu di Kabupaten Gorontalo yaitu Sungai Molopu, Sungai Alu, Sungai Daenaa, Sungai Bionga dan Sungai Molalahu. Air danau keluar melalui Sungai Tapodu yang muaranya di Sungai Bolango yang akhirnya bermuara ke laut (Balihristi, 2007).

Danau Limboto adalah salah satu asset sumberdaya alam yang dimiliki Provinsi Gorontalo saat ini. Danau Limboto telah berperan sebagai sumber pendapatan bagi nelayan, pencegah banjir, sumber air pengairan dan obyek wisata. Areal danau ini berada pada dua wilayah yaitu ± 30 % wilayah Kota Gorontalo dan ± 70 % di wilayah Kabupaten Gorontalo dan menjangkau 5 Kecamatan. (Balihristi, 2009)

Danau Limboto merupakan sumber daya perikanan air tawar bagi penduduk sekitarnya. Airnya dimanfaatkan untuk berbagai keperluan penduduk seperti air minum, mandi, cuci, serta air irigasi. Danau Limboto berfungsi sebagai pengendali banjir bagi sebagian besar kawasan Kabupaten Gorontalo dan memegang perananan penting bagi keseimbangan alam dan ekosistem kawasan. Namun saat ini danau memiliki multifungsi terancam punah karena meluasnya tanaman enceng gonDOk, penebangan pohon yang berlangsung lama, serta aktifitas perladangan yang berpindah-pindah (Balihristi, 2007).

(4)

Kualitas Air Danau Limboto mengalami penurunan disebabkan dari penataan Drainase sekeliling danau yang tidak baik menyebabkan limbah rumah tangga dari pemukiman penduduk sekitar danau di buang keperairan danau. Hal ini menyebabkan bertambahnya beban perairan karena menerima buangan limbah yang menyebabkan kualitas air danau menurun sehingga tidak sesuai lagi dengan peruntukannya. Berbagai aktivitas masyarakat disekitar dan kawasan danau juga semakin mengancam dan memperburuk kelestarian fungsi Danau (Balihristi, 2007).

Saat ini air Danau Limboto mengalami penurunan kualitas akibat limbah DOmestik, aktifitas budidaya yang dilakukan didalam Danau dan sedimentasi akibat erosi dari hulu sungai. Monitoring kualitas air danau menunjukan beban pencemaran organik yang tinggi seperti terlihat pada kandungan oksigen terlarut di sungai Alo 0,77 mg/l, sungai Bionga 0,94 mg/l dan kandungan total nitrogennya adalah 2,69 mg/l, sementara total fosfornya 1,44 mg/l.

Sumber potensial cemaran bahan organik lainnya di Danau Limboto adalah dari budidaya jaring apung dan jarring tancap yang berkembang di badan air danau tersebut. Dari hasil perhitungan Indeks Kimia Kirchof perairan Danau Limboto masih tergolong perairan yang tercemar ringan (LIPI, 2007). Meskipun demikian masalah pencemaran ini perlu mendapat perhatian khusus karena terdektesinya kandungan logam merkuri dalam konsentrasi yang tinggi dibadan perairan tersebut.

Hasil pengukuran kualitas Air Danau Limboto yang dilakukan Badan Lingkungan Hidup, Riset dan Teknologi Informasi (Balihristi) bekerjasama dengan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan ManaDO bahwa kualitas air Danau Limboto masing-masing di dua lokasi pada tahun 2006 (A1= titik I, A2= titik II) dan tahun 2007 (A1= Muara sungai Alopohu Kel.Tenilo dan A2= bagian tengah danau) menunjukan bahwa kadar BOD dan klorin bebas berada di atas baku mutu Air kelas II PP No. 82 tahun 2001 dan kadar BOD meningkat dari 3,7mg/l menjadi 6,4mg/l. Hal ini memberi gambaran bahwa kualitas air danau dari tahun ketahun semakin menurun (Balihristi, 2007).

Akibat dari eutrofikasi Danau Limboto banyak tumbuh tanaman pengganggu yang banyak menyerap air dan dapat mempercepat pendangkalan danau. Saat ini enceng gonDOk di Danau Limboto tumbuh meluas. Masyarakat juga banyak melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan racun (Potas), Bom ikan dan alat penangkap skala besar merajarela sehingga mengakibatkan penurunan keragaman genetik ikan dan biota air lainnya serta menurunnya kualitas air danau.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian Survey Deskriptif yang dilaksanakan selama bulan Februari-Maret 2014 dan Juli 2014 di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo dan Balai Tehnik Kesehatan Lingkungan Kelas I Manado. Dengan melakukan pemeriksaan terhadap kualitas air danau limboto yang di ambil dari empat wilayah yakni Kecamatan limboto, Telaga, Telaga Jaya dan batudaa. Denggan menggunakan desain penelitian Analisis univariat yakni menjelaskan atau mendeskripsikan setiap variabel penelitian. Setiap sampel air danau yang di ambil dari empat wilayah di uji

(5)

kualitas air berdasarkan parameter fisik, kimia dan bakteriologi kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan di analisis kemudian dibandingkan dengan standar kualitas air danau berdasarkan Peraturan pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan selama 4 hari tanggal 28-31 maret 2014 dan pengambilan sampel dilakukan pada tanggal 28 maret 2014 pemeriksaan dilakukan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat UNG dan masing-masing variabel yang diukur yakni TDS (Total Dissolved ), DO (Dissolved Solid), Temperatur, pH, dan Escherichia Coli selain itu pemeriksaan dilakukan di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Kelas 1 Manado selama 11 hari tanggal 2-12 Juli 2014 dan pengambilan sampel pada tanggal 1 juni 2014 dan variabel yang di ukur adalah BOD sebagai berikut.

Tabel 1 Hasil pemeriksaan kualitas air danau limboto ditinjau dari parameter Fisik (Temperatur) Wilayah pengambilan Sampel Hasil Pemeriksaan

Nilai standar baku

mutu Interpretasi Limboto 28 ˚c

25 – 28 ˚c

Memenuhi syarat

Telaga Jaya 28 ˚c Memenuhi syarat

Tilango 28 ˚c Memenuhi syarat

Batudaa 28 ˚c Memenuhi syarat

Sumber : Data Primer, 2014

Berdasarkan tabel di atas menunjukan bahwa hasil pemeriksaan Temperatur dengan menggunakan alat pengukur TDS di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo pada air danau Limboto di masing-masing wilayah pengambilan sampel yakni Kecamatan Limboto, Telaga Jaya, Tilango dan Batudaa masih memenuhi standar baku mutu kualitas air berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001.

Berdasarkan hasil analisis rendahnya nilai TDS ini di pengaruhi oleh zat-zat organik maupun anorganik yang masuk ke perairan Danau sudah berkurang karena saat ini pemukiman penduduk sudah berada jauh dari perairan danau yang dikarenakan oleh pendangkalan danau sehingga proses pembuangan Limbah baik limbah organik maupun anorganik. Akan tetapi hasil pemeriksaan parameter fisik (TDS) kualitas air danau limboto di masing-masing wilayah pengambilan sampel adalah masih memenuhi standar baku mutu air berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001.

(6)

Tabel 2 Hasil pemeriksaan kualitas air danau Limboto ditinjau dari parameter Fisik ( TDS) Wilayah pengambilan Sampel Hasil Pemeriksaan

Nilai standar baku

mutu Interpretasi Limboto 195 mg/l

1000 mg/l

Memenuhi syarat

Telaga Jaya 176 mg/l Memenuhi syarat

Tilango 160 mg/l Memenuhi syarat

Batudaa 165 mg/l Memenuhi syarat

Sumber : Data Primer, 2014

Berdasarkan tabel di atas menunjukan bahwa hasil pemeriksaan TDS dengan menggunakan alat pengukur TDS Meter di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo pada air danau Limboto di masing-masing wilayah pengambilan sampel yakni Kecamatan Limboto, Telaga Jaya, Tilango dan Batudaa masih memenuhi standar baku mutu kualitas air berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001.

Berdasarkan hasil analisis rendahnya nilai TDS ini di pengaruhi oleh zat-zat organik maupun anorganik yang masuk ke perairan Danau sudah berkurang karena saat ini pemukiman penduduk sudah berada jauh dari perairan danau yang dikarenakan oleh pendangkalan danau sehingga proses pembuangan Limbah baik limbah organik maupun anorganik. Akan tetapi hasil pemeriksaan parameter fisik (TDS) kualitas air danau limboto di masing-masing wilayah pengambilan sampel adalah masih memenuhi standar baku mutu air berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001.

Tabel 3 Hasil pemeriksaan kualitas air danau Limboto ditinjau dari parameter Kimia ( pH) Wilayah pengambilan Sampel Hasil Pemeriksaan

Nilai standar baku

mutu Interpretasi

Limboto 8.11

6 – 9

Memenuhi syarat

Telaga Jaya 8.48 Memenuhi syarat

Tilango 7.97 Memenuhi syarat

Batudaa 8.54 Memenuhi syarat

Sumber : Data Primer, 2014

Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa hasil pemeriksaan pH dengan menggunakan alat pengukur pH di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo pada air danau Limboto di masing-masing wilayah

(7)

pengambilan sampel yakni Kecamatan Limboto, Telaga Jaya, Tilango dan Batudaa masih memenuhi standar baku mutu kualitas air berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001.

Dari keempat hasil pemeriksaan tersebut yang memeliki nilai pH yang tinggi yakni Kecamatan Batudaa hal ini disebakan karena pembuangan air limbah dari rumah tangga di aliri langsung ke perairan danau sedangakan yang paling rendah yakni di kecamatan, Tilango 7,97 hal ini disebabkan karena masyarakat kurang membuang limbah rumah tangga ke perairan danau melainkan masyarakat membuang air limbah tersebut di DAS dari perairan danau. Kemudian untuk Telaga Jaya yang mengakibatkan tingginya nilai pH karena disebabkan oleh pestisida yang berasal dari air buangan limbah pertanian karena diwilayah ini selain pemukiman ada juga lahan pertanian yakni penaman sayuran.

Akan tetapi hasil pemeriksaan parameter Kimia pH (Derajat Keasaman) kualitas air Danau Lsimboto di masing-masing wilayah pengambilan sampel adalah masih memenuhi standar baku mutu air berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001.

Selain limbah dari rumah tangga dan pertanian yang menyebabkan tinggi rendahnya pH air adalah zat kimia yang berasal dari logam berat seperti seperti hg (Air raksa) dan pb (Timbal) yang dihasilkan dari kegiatan industri, akan tetapi di setiap wilayah pengambilan sampel air ini tidak terdapat proses kegiatan industri yang berlangsung.

Perubahan pH juga dapat berpengaruh terhadap biota air ikan, dan sampai saat penghasilan ikan di danau Limboto cukup tinggi sehingganya banyak masyarakat yang menjadikan danau ini sebagai pokok mata pencaharian mereka, selain zat kimia yang telah disebutkan faktor yang mempengaruhi kualitas pH air juga dapat berasal dari residu pestisida, deterjen sampo dan sebagainya, akan tetapi perairan danau sudah berada jauh dari pemukiaman warga maka zat-zat tersebut tidak menjangkau perairan danau.

Tabel 4 Hasil pemeriksaan kualitas air danau Limboto ditinjau dari parameter Kimia (DO) Wilayah pengambilan Sampel Hasil Pemeriksaan

Nilai standar baku

mutu Interpretasi Limboto 1 2.2 mg/l

3 mg/l

Memenuhi syarat

Telaga Jaya 14.0 mg/l Memenuhi syarat

Tilango 10.3 mg/l Memenuhi syarat

Batudaa 11.5 mg/l Memenuhi syarat

Sumber : Data Primer, 2014

Berdasarkan tabel di atas menunjukan bahwa hasil pemeriksaan DO di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo pada air danau Limboto di masing-masing wilayah pengambilan sampel yakni Kecamatan

(8)

Limboto, Telaga Jaya, Tilango dan Batudaa masih memenuhi standar baku mutu kualitas air berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001.

Berdasarkan analisis dari ke empat tersebut memilki Nilai DO yang tinggi akan tetapi semakin tingginya nilai DO pada air maka kualitas nya semakin bagus sebaliknya jika semakin rendah nilai DO nya maka dapat diketahui bahwa air tersebut telah tercemar. Dapat dilihat bahwa wilayah pengambilan sampel yang memeliki nilai DO tinggi yakni di Kecamatan Telaga jaya hal ini disebabkan karena zat-zat organik yang berasal dari Limbah Rumah tangga seperti sisa makanan sudah berkurang sehingga mikroorganisme pengurai dalam air tidak mengkonsumsi oksigen terlarut dalam air untuk proses respirasi. Kemudian di Kecamatan Limboto berkurangnya zat organik yang berasal dari Limbah rumah tangga seperti sisa makanan ini dikarenakan wilayah ini sangat jauh dari pemukiman penduduk sehingga proses untuk pembuangan limbah tidak berlangsung, begitu juga dengan Kecamatan Batudaa. Sedangkan di Kecamatan Tilango masyarakat memanfaatkan DAS untuk pembuangan limbah-limbah sehingga tidak masuk keperairan danau.

Akan tetapi hasil pemeriksaan parameter Kimia DO (dissolved oxygen) kualitas air Danau Limboto di masing-masing wilayah pengambilan sampel adalah masih memenuhi standar baku mutu air berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001.

Tabel 5 Hasil pemeriksaan kualitas air danau Limboto ditinjau dari parameter Kimia ( BOD) Wilayah pengambilan sampel Hasil Pemeriksaan

Nilai standar baku

mutu Interpretasi

Limboto 1 mg/l

3 mg/l

Memenuhi syarat

Telaga Jaya 2 mg/l Memenuhi syarat

Tilango 2 mg/l Memenuhi syarat

Batudaa 2 mg/l Memenuhi syarat

Sumber : Data Primer,2014

Berdasarkan tabel di atas menunjukan bahwa hasil pemeriksaan BOD yang dilakukan di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Menular Kelas 1 Manado di masing-masing wilayah pengambilan sampel yakni Kecamatan Limboto, Telaga Jaya, Tilango dan Batudaa masih memenuhi standar baku mutu kualitas air berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001.

BOD ( Biological Oxygen Demand ) menunjukkan jumlah oksigen terlarut yang di butuhkan oleh organisme hidup di dalam air untuk menguraikan atau mengoksidasi bahan-bahan pencemar di dalam air. Nilai BOD tidak menunjukkan jumlah bahan organik yang sebenarnya, tetapi hanya mengukur secara relatif jumlah oksigen yang di butuhkan untuk mengoksidasi bahan – bahan pencemar tersebut ( Nugroho, 2006 ).

(9)

Berdasarkan hasil pemeriksaan BOD yang dilakukan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Kelas 1 Manado Dari masing-masing wilayah pengambilan sampel memiliki nilai yang berbeda yakni Kecamatan Limboto 1 mg/l, Telaga Jaya 2 mg/l, Tilango 2 mg/l dan Batudaa 2 mg/l. Berdasarkan analisis dari ke empat hasil tersebut bahwa wilayah Kecamatan Telaga Jaya, Tilango dan batudaa memiliki nilai yang sama yakni lebih besar dari Kecamatan Limboto. Hal ini di sebabkan karena tingkat beban pencemaran yang masuk keperairan danau di dari ketiga wilayah tersebut masih ada sedangkan untuk wilayah Kecamatan Limboto lebih rendah karena bahan pencemar yang masuk keperairan sudah kurang karena wilayah ini pemukiman sudah berkurang dan berada jauh dari perairan danau.

Akan tetapi hasil pemeriksaan parameter Kimia BOD kualitas air Danau Limboto di masing-masing wilayah pengambilan sampel ini masih memenuhi standar baku mutu air berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001.

Tabel 6 Hasil Pengamatan Bakteri Colifom dengan Uji Penduga dari 3 Seri 9 Tabung Untuk Sampel Air Danau Limboto

Wilayah pengambilan sampel Hasil Pemeriksaan Nilai standar

baku mutu Interpretasi Limboto 2,4x103

1000/100 ml

Tidak memenuhi syarat

Telaga Jaya 2,4x103 Tidak memenuhi syarat

Tilango 2,4x103 Tidak memenuhi syarat

Batudaa 0,4x103 Memenuhi syarat

Sumber : Data Primer, 2014

Berdasarkan tabel di atas, bahwa hasil pemeriksaan bakteri colifom dengan uji Penduga untuk sampel air danau Limboto masing-masing diempat diwilayah yakni kecamatan Limboto, Kecamatan Telaga Jaya, dan Kecamatan Tilango tidak memenuhi syarat/standar baku mutu kualitas air danau berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001 sedangkan Kecamatan Batudaa masih memenuhi syarat/standar baku mutu air berdasarkan Peraturan pemerintah Nomor 82 Tahun 2001.

(10)

Tabel 7 Hasil Pengamatan Bakteri Escherichia Coli dengan Uji Penguat dari 3 Seri 9 Tabung Untuk Sampel Air Danau Limboto

Wilayah pengambilan sampel Hasil Pemeriksaan Nilai standar

baku mutu Interpretasi Limboto 0,2x102

5000/100 ml

Memenuhi syarat

Telaga Jaya 0,3x102 Memenuhi syarat

Tilango 0,1x102 Memenuhi syarat

Batudaa 0,2x102 Memenuhi syarat

Sumber : Data Primer, 2014

Berdasarkan tabel di atas, bahwa hasil pemeriksaan bakteri Escherichia

Coli dengan uji Penguat untuk sampel air danau Limboto masing-masing diempat

diwilayah yakni kecamatan Limboto, Kecamatan Telaga Jaya, Kecamatan Tilango dan Kecamatan Batudaa memiliki bakteri Escherichia Coli akan tetapi masih memenuhi standar baku mutu kualitas air berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001.

Berdasarkan hasil pemeriksaan parameter Bakteriologis (Escherichia coli) kualitas air Danau Limboto yang dilakukan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo dengan menggunakan metode MPN (Most

Probable Number) dimana tahap pertama yaitu uji penduga untuk melihat ada

tidaknya negatif dan positif bakteri Coliform dan uji penguat untuk mengetahui hasil yang paling banyak mengandung bakteri Escherichia coli. Dari masing-masing wilayah pengambilan sampel untuk jumlah colifom pada Kecamatan Limboto, Telaga Jaya dan Tilango jumlah positif lebih tinggi dari Kecamatan batudaa. Hal ini disebabkan karena masih ada beberapa masyarakat yang masih membuang limbah seperti kotoran manusia di perairan danau karena tidak memiliki jamban selain itu para nelayan yang sementara mencari ikan jika ingin buang air besar kemungkinan mereka langsung buang di sekitar perairan danau tersebut, sedangkan untuk Kecamatan Batudaa masyarakat yang memilki pemukiman di sekitar perairan danau sudah memiliki jamban dan pemukiman masyarakat juga sudah berada jauh dari perairan danau karena saat ini danau Limboto telah mengalami pendangkalan.

Timbulnya bakteri Escherichia coli dapat berasal dari berbagai kotoran seperti kotoran manusia. Berdasarkan pengamatan dari masing-masing pengambilan sampel untuk mengetahui jumlah Colifom dengan menggunakan uji penduga pada wilayah Kecamatan Limboto, Telaga Jaya, dan Tilango positif Colifom tidak memenuhi syarat sedangkan untuk wilayah Kecamatan Batudaa negatif Colifom masih memenuhi syarat. Hal ini disebabkan masih ada sebagian masyrakat yang masih membuang limbah seperti kotoran manusia kedalam

(11)

perairan danau sedangkan untuk wilayah Kecamatan Batudaa masih memenuhi syarat karena masyarakat yang tinggal diwilayah ini sudah memiliki jamban.

Akan tetapi setelah dilakukannya uji penguat atau tahap kedua yakni mengetahui keberadaan dan jumlah Bakteri Escherichia coli setiap sampel yang berasal dari wilayah Kecamatan Limboto, Telaga Jaya, Tilango dan batudaa masih memenuhi standar baku mutu air berdasrakan Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001.

Tabel 8 Hasil Pengamatan terhadap beban pencemaran yang masuk ke perairan danau Limboto

No Wilayah

pengambilan sampel Hasil pengamatan

1 Limboto

- Pertanian :

Sawah padi, air limbah seperti pestisida

2 Telaga Jaya

- Pemukiman : Sisa makanan,

Limbah rumah tangga, Tinja (Kotoran Manusia) - Pertanian :

Air limbah pertanian dari pupuk seperti pestisida

3 Tilango

- Pemukiman :

Air limbah rumah tangga

Air buangan sisa deterjen, shampo dan sebagainya.

Tinja (Kotoran Manusia)

4 Batudaa

- Pemukiman :

Air limbah rumah tangga

Air buangan sisa deterjen, shampo dan sebagainya.

Sumber : Data Primer, 2014

Berdasarkan hasil analisis dan pengamatan di lapangan, bahwa dari wilayah Limboto beban pencemar yang masuk diperairan danau adalah limbah pertanian yang berasal dari air limbah pertanian pestisida.

Akan tetapi di wilayah ini lokasi pertanian sudah cukup jauh dari perairan danau karena danau telah mengalami pendangkalan sehingganya untuk limbah-limbah dari pupuk tersebut sudah jarang masuk keperairan kecuali air danau meluap pada saat hujan.

(12)

Wilayah Kecamatan Telaga Jaya beban pencemaran yang masuk keperairan danau berasal dari pemukiman seperti limbah rumah tangga, sisa-sisa makan dan tinja. Selain itu beban pencemar yang masuk di perairan danau adalah air limbah yang berasal dari pertanian seperti limbah pestisida. Dari segi beban pencemaran ini mengakibatkan setiap paramater yang di uji memiliki nilai yang berbeda-beda akan tetapi beban pencemar ini masih dalam keadaan yang normal dan berkurang karena setiap parameter yang di uji masih memenuhi standar baku mutu kualitas air yang diperbolehkan sama halnya dengan beban pencemaran yang masuk di wilayah kecamatan Tilango dan Batudaa beban pencemaran yang masuk berasal dari pemukiman, akan tetapi di wilayah kecamatan batudaa kegiatan pertanian tidak berlangsung.

Dari setiap beban pencemaran yang masuk keperairan danau di masing-masing wilayah pengambilan sampel masih dalam keadaan normal hal ini juga disebabkan karena pada saat ini Danau Limboto telah mengalami pendangkalan akibat meluasnya tumbuhan enceng Gondok sehingga keberadaan pemukiman dan perairan danau sudah cukup jauh sehingganya pembuangan limbah dan sebagainya sudah mulai berkurang.

Apabila dilihat secara umum beban pencemaran yang masuk keperairan danau sudah cukup berat limbah-limbah yang berasal dari rumah tangga, pemukiman, pertanian, lumpur dan pasir yang dibawah lansung dari beberapa sungai yang masuk keperairan danau. Selain itu yang menyebabkan pencemaran seperti pendagkalan saat ini di akibatkan oleh melusnya enceng Gondok, penggerukan danau, jaring apung serta proses perladangan yang berpindah-pindah tempat.

Simpulan dan Saran Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo dan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Kelas 1 Manado bahwa :

1. Hasil analisis Kualitas Air Danau Limboto berdasarkan Parameter Fisik di masing-masing wilayah pengambilan sampel yakni Kecamatan Limboto, Kecamatan Tilango, dan Kecamatan Batudaa masih memenuhi standar baku mutu air menurut Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001. 2. Hasil analisis Kualitas Air Danau Limboto berdasarkan Parameter Kimia

di masing-masing wilayah pengambilan sampel yakni Kecamatan Limboto, Kecamatan Telaga Jaya, Kecamatan Tilango dan Kecamatan Batudaa masih memenuhi standar baku mutu air menurut Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001.

3. Hasil analisis Kualitas Air Danau Limboto berdasarkan Parameter Bakteriologi yakni untuk Bakteri Escherichia coli di masing-masing wilayah pengambilan sampel yakni Kecamatan Limboto, Kecamatan Telaga Jaya, Kecamatan Tilango, dan Kecamatan Batudaa masih memenuhi standar baku mutu air menurut Peraturan Pemerintah RI Nomor 82 Tahun 2001.

(13)

4. Berdasarkan hasil analisis terhadap beban pencemaran yang masuk keperairan danau menurut wilayah pengambilan sampel lebih banyak berasal dari Limbah rumah tangga seperti sisa makanan, air buangan (deterjen, shampo), tinja (Kotoran Manusia), dan pertanian seperti air limbah dari pestisida. Akan tetapi beban pencemaran yang masuk keperairan danau ini sudah berkurang akibat dari pendangkalan danau yang menyebabkan pemukiman penduduk sudah berada jauh dari perairan danau sehingganya limbah-limbah yang berasal baik dari rumah tangga dan pertanian sudah berkurang. Dan apabila dilihat secara umum beban pencemaran yang masuk keperairan danau sudah cukup berat yang berasal dari berbagai limbah-limbah yang dibawah lansung dari beberapa sungai yang masuk ke danau, selain itu tanaman enceng Gondok, jaring apung dan perladangan yang berpindah-pindah tempat dan penggerukan danau mengakibtkan pencemaran dan pendangkalan danau.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah didapatkan dan observasi selama penelitian, maka dapat disarankan agar masyarakat mengurangi bahan-bahan baik itu dari limbah rumah tangga, pertanian dan dan sebagainya agar tidak masuk keperairan danau. Meskipun jarak pemukiman dan perairan danau saat ini sudah jauh, akan tetapi lmbah-limbah tersebut di olah dengan baik serta mengurangi pembuangan limbah di setiap sungai-sungai terutama sungai yang masuk ke danau dan selalu menjaga kelestarian danau Limboto.

Daftar Pustaka

Kementrian Lingkungan Hidup.2001. Laporan Pemantauan Kualitas Air Danau

Di Indonesia.Serpong Desember 2011

Kementrian Kesehatan RI Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan BalaiBesar Laboratorium Kesehatan Makassar.2013. Laporan Hasil Uji Air Danau

Limboto. Badan Lingkungan Hidup, Riset danTeknologi Informasi Prov.

Gorontalo.

Kutarga, Nasution, Tarigan, Tirojuzilam. 2008. Kebijakan Pengelolaan Danaudan

Waduk

Lintje Boekosoe.2010. Tingkat Kualitas Bakteriologis Air Bersih di Desa Sosial

Kecamatan Paguyaman Kabupaten Bualemo.INOVASI,Volume 7,Nomor

4,Desember 2010 ISSN 1693-9034

Marganof.2007.Model Pengendalian Pencemaran Perairan Di Danau Maninjau

Sumatera Barat. Sekolah Pasca sarjana Institut Pertanian Bogor2007

Mulia, Ricki M.2005. Kesehatan Lingkungan. Yokyakarta. Graha Ilmu

Pemerintah Provinsi Gorontalo. 2007. Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi

Gorontalo. Badan Lingkungan Hidup, Riset dan Teknologi Informasi

Gorontalo.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air danPengendalian Pencemaran Air.

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 01 tahun 2010 Tentang Tata laksana pengendalian pencemaran air.

(14)

Pujiastuti, Ismail, Pranoto. 2013. Kualitas dan Beban Pencemaran Perairan

Waduk Gajah Mungkur. Jurnal EKOSAINS | Vol. V | No. 1 | Maret 2013

Pratama, Rezki. 2008. Laporan Praktikum Analisa Terapan Analisis Kandungan

Gambar

Tabel  1   Hasil pemeriksaan kualitas air danau limboto ditinjau dari parameter  Fisik (Temperatur)   Wilayah  pengambilan   Sampel  Hasil  Pemeriksaan
Tabel  3    Hasil  pemeriksaan  kualitas  air  danau  Limboto  ditinjau  dari  parameter  Kimia ( pH)  Wilayah  pengambilan   Sampel  Hasil  Pemeriksaan
Tabel  4    Hasil pemeriksaan kualitas air danau Limboto ditinjau dari parameter  Kimia (DO)   Wilayah  pengambilan  Sampel  Hasil  Pemeriksaan
Tabel  5    Hasil  pemeriksaan  kualitas  air  danau  Limboto  ditinjau  dari  parameter  Kimia ( BOD)  Wilayah  pengambilan  sampel  Hasil   Pemeriksaan
+4

Referensi

Dokumen terkait

Keadaan Perairan Danau Pondok Lapan berdasarkan baku mutu kelas 1 adalah tercemar sedang untuk metode storet dengan nilai -17 dan tercemar ringan untuk indeks pencemaran

Sementara itu hasil perhitungan DTBP dapat digunakan sebagai dasar pengalokasian beban ( waste load allocation ) yang diperbolehkan masuk ke sumber air dari

Permasalahan yang dapat diidentifikasi dalam penelitian ini adalah analisis kualitas air, identifikasi sumber pencemar air dan daya tampung beban pencemaran

Pada pelabuhan Ajibata sumber yang dapat mencemari air danau berasal dari aktifitas kapal dengan mesin kapal yaitu ceceran oli kapal yang mengakibatkan air danau

Permasalahan yang dapat diidentifikasi dalam penelitian ini adalah analisis kualitas air, identifikasi sumber pencemar air dan daya tampung beban pencemaran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Danau Podok Lapan Dusun Pulka Desa Naman Jahe Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat diperoleh data bahwa pada semua

v RINGKASAN Universitas Hasanuddin Fakultas Kesehatan Masyarakat Kesehatan Lingkungan Angel Dwi Gusti Linting “Analisis Kualitas Air dan Beban Pencemaran di Danau Universitas