• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL PERMATA INDONESIA Halaman 1-14 Volume 7, Nomor 2, November 2016 ISSN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "JURNAL PERMATA INDONESIA Halaman 1-14 Volume 7, Nomor 2, November 2016 ISSN"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

JURNAL PERMATA INDONESIA Halaman 1-14 Volume 7, Nomor 2, November 2016

ISSN 2086-9185

PEMBERIAN JINTAN HITAM (Nigella sativa) DALAM PENINGKATAN KADAR HORMON PRODUKSI ASI (PROLAKTIN DAN OKSITOSIN) SERTA JUMLAH NEUTROFIL NEONATUS DARI IBU POST SEKSIO SESARIA DI YOGYAKARTA

Amalina Tri Susilani1, Hari Kurniawan2

Latar Belakang: Ketidaknyamanan dan nyeri pada bekas operasi seksio sesaria penyebab ASI tidak keluar pada hari pertama post partum. Dua hormon yang sangat penting dalam produksi ASI ini, yaitu hormon prolaktin untuk produksi ASI dan hormon oksitosin untuk pengaliran ASI. Usaha untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin pada ibu setelah melahirkan dapat dilakukan pemberian nigella sativa yang mempunyai sifat lactagagum karena unsur lipid serta polifenol, yang berguna untuk menstimulasi produksi ASI.

Tujuan Penelitian: Mengetahui pemberian jintan hitam (nigella sativa) dalam peningkatan kadar hormon produksi ASI (prolaktin dan oksitosin) serta jumlah neutrofil pada neonatus dari ibu post partum dengan seksio sesaria.

Metode Penelitian: Jenis penelitian quasy eksperiment dengan rancangan non equivalen control group design. Penelitian di lakukan di RS Permata Bunda Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini secara non probability sampling dengan metode purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi: ibu post partum dengan SC hari 1-7, BBLNCB, putting menonjol, ibu tidak mengkonsumsi alkohol dan tidak merokok, kehamilan aterm. Kriteria eksklusi: ibu post SC dalam 24 jam belum mobilisasi miring, ibu yang mengalami komplikasi, ibu yang mengkonsumsi obat penurun tekanan darah, alergi jintan hitam, ibu yang sedang mengkonsumsi jamu atau suplemen pelancar ASI.

Hasil Penelitian: Analisis Independent t-test pemberian jintan hitam terhadap kadar hormon prolaktin didapatkan pada kelompok perlakuan didapatkan 95% CI (115,29-176,34), t-value (5,37) dan p-value (0,000) dan kelompok kontrol 95% CI (57,51-132,30) t-value (3,75) , sedangkan terhadap kadar hormon oksitosin didapatkan 95% CI (70,93-126,33), t-value (8,93) dan p-value (0,000), sedangkan pada kelompok kontrol didapatkan 95% CI (38,56-77,07) t-value (5,10) dan p-value (0,000). Pengaruh terhadap neitrofil yaitu 95% CI (48,65-56,72), t-p-value (-1,19) dan p-p-value (0,244).

Kesimpulan: Pemberian jintan hitam (nigella sativa) pada ibu postpartum dengan seksio sesarea dapat meningkatkan kadar hormon produksi ASI. Jintan hitam tidak mempengaruhi jumlah neutrofil pada neonatus.

Kata kunci: Nigella Sativa; Hormon; Neutrofil; Seksio Sesaria; Neonatus

(2)

Amalina Tri Susilani, Hari Kurniawan | Pemberian Jintan Hitam (Nigella Sativa) ...

PENDAHULUAN

Menurut data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 jumlah ibu menyusui 42% namun, hanya 44% yang mendapat ASI 1 jam pertama setelah lahir dan hanya 62% yang mendapat ASI dalam hari pertama setelah lahir serta 50,8 % dalam 1 bulan pertama. Cakupan pemberian Air Susu Ibu eksklusif di Indonesia pada tahun 2012 belum memenuhi target walaupun sudah ada kenaikan cakupan Air Susu Ibu di tahun 2012. Cakupan Air Susu Ibu di Indonesia pada tahun 2011 sebesar 17% dan pada tahun 2012 sebesar 27%. Data Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) cakupan ASI eksklusif dari tahun ketahun mengalami penurunan. Tahun 2012 cakupan ASI eksklusif DIY baru mencapai 46,37%. Angka ini jauh dari target nasional cakupan Air Susu Ibu Eksklusif pada tahun 2012 yaitu 80%. (Dinkes DIY, 2012).

Melahirkan dengan seksio sesarea (SC) merupakan upaya persalinan ketika kehamilan dan persalinan mengalami komplikasi. Di Indonesia ibu melahirkan dengan seksio

sesarea tahun 2010 sebesar 15,3% dimana 2,3% dikarenakan komplikasi kehamilan dan 13% adalah ibu yang tidak mengalami komplikasi kehamilan. Angka persalinan dengan seksio sesarea di DIY sebesar 16,6%. Hal ini sudah melebihi dari standart WHO yang menetapkan indikator persalinan sesarea 5–15% untuk setiap negara. Berdasarkan data, ibu yang melahirkan dengan seksio sesarea adalah kelompok yang bertempat tinggal di perkotaan dengan tingkat pendidikan tinggi (Riskesdas RI, 2010).

Ibu yang menjalani seksio sesarea mengalami tingkat stress dan rasa nyeri yang tinggi sehingga menyebabkan ibu menunda pemberian Air Susu Ibu sejak awal pada bayinya, karena rasa tidak nyaman dan peningkatan intensitas nyeri setelah operasi. Studi penduhuluan yang sudah dilakukan pada bulan September di RSUD Sleman Yogyakarta didapatkan hasil bahwa dari 15 ibu (100%) yang melahirkan dengan seksio sesarea keseluruhan tidak dilakukan IMD, pada hari pertama 7 ibu (46,6%) belum menyusui bayinya dengan alasan ASI

(3)

Amalina Tri Susilani, Hari Kurniawan | Pemberian Jintan Hitam (Nigella Sativa) ... belum keluar, masih nyeri, sakit dan

tidak nyaman, 5 ibu (33,3%) menyusui hanya 3 kali dan 3 ibu (20%) sudah menyusui lebih dari 3 kali. Pada hari kedua 9 ibu (60%) masih menyusui hanya 3 kali karena masih nyeri, takut jahitan operasi lepas dan belum merasa nyaman dan 6 ibu (40%) sudah menyusui lebih dari 3 kali. Pada hari ketiga 2 ibu (13,3%) menyusui masih 3 kali dengan alasan masih nyeri dan takut akan jahitan operasinya lepas dan 13 ibu (86,6%) sudah dapat menyusui lebih dari 3 kali. Hal ini mengakibatkan Air Susu Ibu sebagai makanan terbaik bagi bayi dan mempunyai banyak manfaat bagi bayi maupun ibunya tidak dapat diberikan secara optimal (Dinkes Sleman, 2013).

Upaya untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin sebagai upaya mengatasi produksi Air Susu Ibu setelah melahirkan sudah banyak dilakukan dimasyarakat, baik obat-obatan medis maupun jamu tradisional. Jintan hitam atau orang sering menyebut Habbatussauda (Nigella sativa) belum dikenal luas dimasyarakat sebagai pelancar ASI, selama ini dikenal untuk penyembuhan penyakit dan

suplemen/vitamin. Kandungan ekstrak Jintan hitam baik dalam bentuk minyak maupun kapsul, selain untuk memperlancar ASI juga dapat digunakan sebagai kekebalan tubuh dan anti infeksi, hal ini merupakan kelebihan jintan hitam dibanding pelancar ASI lain yang telah ada sekarang ini terutama ibu menyusui post seksio sesaria. Biji jintan hitam merupakan herbal alam yang telah digunakan selama ribuan tahun oleh orang-orang yang tinggal di Timur tengah dan beberapa bagian Asia serta Afrika untuk meningkatkan kesehatan dan melawan penyakit. Tumbuhan ini juga sering disebut dengan “blessed Seed/Biji yang dberkahi” (Hossein et al, 2012).

Dalam penelitian pemberian jintan hitam terhadap produksi susu yang telah di uji cobakan pada tikus, didapatkan hasil terdapat kenaikan produksi air susu 31,1% dan 37,6% dibandingkan kelompok kontrol yang tidak diberikan jintan hitam. Hal ini dikarenakan jintan hitam mengandung unsur lipid dan struktur hormon dimana senyawa aktif ini berperan aktif dalam proses produksi air susu karena

(4)

Amalina Tri Susilani, Hari Kurniawan | Pemberian Jintan Hitam (Nigella Sativa) ... menunjukkan efek lactagagum.

Kandungan polifenol dalam jintan hitam juga berperan dalam meningkatkan kadar prolaktin dan oksitosin yang telah dibuktikan dalam penelitian berjudul Uses of Nigella Sativa (Ranunculaceae): ATraditional Medicine, jintan hitam sudah digunakan di India diminum oleh ibu yang mengalami kegagalan menyusui atau untuk meningkatkan produksi Air Susu Ibu (Raza, 2010).

Nigella sativa selain dapat memperbanyak produksi ASI juga dapat meningkatkan imunitas bayi, karena efek imunomodulator pada nigella sativa yaitu merangsang sistem imun non spesifik dan spesifik dalam mencegah terjadinya infeksi. Salah satu sistem imun non spesifik yang dimaksud adalah neutrophil. Kemampuan fagosit dari neutrophil yang berperan dalam respon inflamasi akut karena kemampuannya untuk menelan dan merusak berbagai patogen secara efisien.

Berdasarkan uraian diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pemberian Jintan Hitam (Nigella Sativa) Dalam

Peningkatan Kadar Hormon Produksi ASI (Prolaktin dan Oksitosin) serta Jumlah Neutrofil Neonatus dari Ibu Post Seksio Sesaria di Yogyakarta.”

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian quasy eksperiment dengan dengan rancangan non equivalen control group design (Cammbell, 1963).Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas normal dengan persalinan seksio sesarea di RS wilayah Yogyakarta Tahun 2015. Sedangkan, sampel pada penelitian ini adalah bagian populasi yang akan diteliti atau sebagian dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling.

Tahapan proses pengolahan data meliputi; 1) editing; 2) coding, dan; 3) data entry. Dalam penelitian ini menggunakan 2 analisis data yakni; analisis univariat dan analisis bivariat. Analisa univariat menampilkan data dalam berupa umur, pendidikan, paritas, pekerjaan sebagai bahan informasi yang dimasukkan ke tabel distribusi frekuensi. Sedangkan, pada analisis bivariat

(5)

Amalina Tri Susilani, Hari Kurniawan | Pemberian Jintan Hitam (Nigella Sativa) ...

menampilkan perbedaan data sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. HASIL

1. Analisa Univariat

Karakteristik responden pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol disajikan pada tabel berikut:

Tabel 5.1 Karakteristik responden

No Karakteristik Kelompok Perlakuan Kontrol n=11 n=11 1 Umur 20-30 7(63,6) 8(72,7) >30 4(36,3) 3(27,2) 2 Pendidikan Sekolah Menengah 8(72,7) 7(63,6) Sekolah Atas 3(27,2) 4(36,3) 3 Bekerja Pekerjaan 6(54,5) 8(72,7) Tidak bekerja 5(45,4) 3(27,2) 4 2500-3000 BBL bayi 3(27,2) 5(45,4) 3000 8(72,7) 6(54,5)

Dari tabel 5.1. diketahui karakteristik responden dari umur paling banyak pada umur 20-30 tahun 63,6% pada kelompok perlakuan dan 72,7% pada kelompok kontrol. Pendidikan pada kelompok perlakuan paling banyak pada pendidikan sekolah menengah 72,7% dan 63,6% pada kelompok kontrol. Pekerjaan paling banyak bekerja 54,5% pada kelompok perlakuan dan 72,7% pada kelompok kontrol. Berat badan bayi saat lahir palng banyak pada BB >3000 gram 72,7% pada kelompok perlakuan dan 54,5% pada kelompok kontrol.

Data mengenai nilai kadar hormon prolaktin dan hormon oksitosin ibu serta jumlah neutrofil neonatus disajikan pada tabel berikut:

(6)

Amalina Tri Susilani, Hari Kurniawan | Pemberian Jintan Hitam (Nigella Sativa) ...

Tabel 5.2 Distribusi Frekuensi kadar Hormon Prolaktin Hormon

Prolaktin

Perlakuan = 11 Kontrol = 11

Min Max Mean Min Max Mean

Sebelum 79 207 145,82 36 206 94,90

Sesudah 157 375 281,90 102 307 185,63

Tabel 5.2. menunjukkan untuk kelompok perlakuan, kadar hormon prolaktin sebelum perlakuan skor minimal 79 dan skor maksimal 207 dengan mean 145,82. Sedangkan kadar hormon prolaktin sesudah perlakuan mempunyai skor minimal 157 dan skor maksimal 375 dengan mean 281,90. Untuk kelompok kontrol, kadar hormon prolaktin sebelum mempunyai skor minimal 36 dan skor maksimal 206 dengan mean 94,90. Sedangkan kelompok kontrol sesudah mempunyai skor minimal 102 dan skor maksimal 307 dengan mean 185,63.

Tabel 5.3. Distribusi Frekuensi kadar Hormon Oksitosin Hormon

Oksitosin

Perlakuan = 11 Kontrol = 11

Min Max Mean Min Max Mean

Sebelum 49 201 98,63 17 100 57,81

Sesudah 226 450 328,36 98 270 166,36

Tabel 5.3 menunjukkan untuk kelompok perlakuan, kadar hormon oksitosin sebelum perlakuan skor minimal 49 dan skor maksimal 201 dengan mean 98,63. Sedangkan kadar hormon oksitosin sesudah perlakuan mempunyai skor minimal 226 dan skor maksimal 450 dengan mean 328,26. Untuk kelompok kontrol, kadar hormon oksistosin sebelum mempunyai skor minimal 17 dan skor maksimal 100 dengan mean 57,81.

(7)

Amalina Tri Susilani, Hari Kurniawan | Pemberian Jintan Hitam (Nigella Sativa) ...

Sedangkan kelompok kontrol sesudah mempunyai skor minimal 98 dan skor maksimal 270 dengan mean 166,36.

Tabel 5.4. Distribusi Frekuensi Jumlah Neutrofil

Jumlah Neutrofil

Perlakuan = 11 Kontrol = 11

Min Max Mean Min Max Mean

40 83 59,36 45 92 67,54

Tabel 5.4 menunjukkan jumlah neutrofil perlakuan skor minimal 40 dan skor maksimal 83 dengan mean 59,36. Sedangkan pada kelompok kontrol skor minimal 45 dan skor maksimal 92 dengan nilai mean 67,54.

2. Analisa Bivariat

Tabel 5.5 Analisis Independent t-test Pemberian Jintan Hitam terhadap Kadar Hormon Prolaktin

Variabel

Hormon prolaktin

diff 95% CI t-value -value Sebelum Sesudah Mean (SD) Mean (SD) Kelompok Perlakuan 145,82 (45,43) 281,90 (70,70) 136,09 115,29-176,34 5.37 0,000 Kontrol 94,90 (55,66) 185,63 (57,69) 108,54 57,51-132,30 3,75 0,001

Tabel 5.5 setelah dilakukan Uji Paired t-test menunjukkan bahwa pemberian jintan hitam pada kadar hormon prolaktin pada kelompok perlakuan sebelum diberikan jintan hitam memiliki mean 145,82 sedangkan pada kelompok kontol memiliki mean 94,90. Setelah diberikan jintan hitam, pada kelompok perlakuan mempunyai mean 281,90

(8)

Amalina Tri Susilani, Hari Kurniawan | Pemberian Jintan Hitam (Nigella Sativa) ...

sedangkan pada kelompok kontol mempunyai mean 185,63. Selisih mean (diff) pada kelompok perlakuan lebih besar (136,09) dibandingkan kelompok kontrol (108,54). Pada kelompok perlakuan didapatkan 95% CI (115,29-176,34), t-value (5,37) dan p-value (0,000), sedangkan pada kelompok kontrol didapatkan 95% CI (57,51-132,30) t-value (3,75) dan p-value (0,001). Hal ini sesuai dengan penelitian Husein at al (2012), bahwa jintan hitam dapat meningkatkan kadar hormone produksi ASI serta meningkatkan jumlah ASI 1,33 kali daripada kontrol.

Tabel 5.6 Analisis Independent t-test Pemberian Jintan Hitam terhadap Kadar Hormon Oksitosin

Variabel

Hormon Oksitosin

diff 95% CI t-value -value Sebelum Sesudah Mean (SD) Mean (SD) Kelompok Perlakuan 98,63 (41,23) 328,36 (74,65) 229,72 70,93-126,33 8,93 0,000 Kontrol 57,81 (28,66) 166,36 (64,45) 108,54 38,56-77,07 5,10 0,000

Tabel 5.6 setelah dilakukan Uji Paired t-test menunjukkan bahwa pemberian jintan hitam pada kadar hormon oksitosin pada kelompok perlakuan sebelum diberikan jintan hitam memiliki mean 98,63 sedangkan pada kelompok kontrol memiliki mean 57,81. Setelah diberikan jintan hitam, pada kelompok perlakuan mempunyai mean 328,36 sedangkan pada kelompok kontrol mempunyai mean 166,36. Selisih mean (diff) pada kelompok perlakuan lebih besar (229,72) dibandingkan kelompok kontrol (108,54). Pada kelompok perlakuan didapatkan 95% CI (70,93-126,33), t-value (8,93) dan p-value (0,000), sedangkan pada kelompok kontrol didapatkan 95% CI (38,56-77,07) t-value (5,10) dan p-value (0,000).

(9)

Amalina Tri Susilani, Hari Kurniawan | Pemberian Jintan Hitam (Nigella Sativa) ...

Tabel 5.7 Analisis Independent t-test Pemberian Jintan Hitam terhadap Jumlah Neutrofil Neonatus

Variabel

Jumlah

Neutrofil diff 95% CI t-value -value

Mean (SD) Kelompok

Perlakuan 59,36 (15,93)

6,06 48,65-56,72 -1,19 0,244

Kontrol 67,54 (16,10)

Tabel 5.7 setelah dilakukan Uji Paired t-test menunjukkan bahwa pemberian jintan hitam pada jumlah neutrofil pada kelompok perlakuan diberikan jintan hitam memiliki mean 59,36 sedangkan pada kelompok kontrol memiliki mean 67,54. Selisih mean (diff) 6,06. Pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol didapatkan 95% CI (48,65-56,72), t-value (-1,19) dan p-value (0,244), maka tidak ada perbedaan neutrofil pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.

PEMBAHASAN

1. Produksi Air Susu Ibu

a. Fisiologi Produksi Air Susu Ibu 1). Mammogenesis yaitu pembentukan

kelenjar payudara. Pada masa kehamilan terjadi peningkatan yang jelas dari duktus yang baru,

percabangan dan lobus yang dipengaruhi oleh hormon plasenta dan korpus luteum. Pada masa ini pengeluaran kolostrum masih dihambat oleh estrogen dan progesterone.

2). Galaktogenesis yaitu proses pembentukan atau produksi Air Susu Ibu

3). Galaktopoesis yaitu proses mempertahankan produksi Air Susu Ibu. Hubungan yang utuh antara hipotalamus dan hipofise akan mengatur kadar prolaktin dan oksitosin dalam darah. Proses menyusui memerlukan pembuatan dan pengeluaran air susu dari alveoli ke sistem duktus. Bila susu tidak dikeluarkan akan mengakibatkan berkurangnya sirkulasi darah kapiler

(10)

Amalina Tri Susilani, Hari Kurniawan | Pemberian Jintan Hitam (Nigella Sativa) ... yang menyebabkan terlambatnya

proses menyusui (Wiji, 2013).

b. Hormon yang Mempengaruhi Pembentukan ASI

Hormon – hormon yang terlibat dalam proses pembentukan ASI adalah sebagai berikut :

1) Progesteron: memengaruhi pertumbuhan dan ukuran alveoli. Tingkat progesteron dan estrogen menurun sesaat setelah melahirkan. 2) Estrogen: menstimulasi sistem saluran ASI untuk membesar. Tingkat estrogen menurun saat melahirkan dan tetap rendah untuk beberapa bulan selama tetap menyusui.

3) Prolaktin: berperan dalam membesarnya alveoil dalam kehamilan. Dalam fisiologi laktasi, prolaktin merupakan suatu hormon yang disekresikan oleh glandula pituitari. Hormon ini memiliki peranan penting untuk memproduksi ASI. Kadar hormon ini meningkat selama kehamilan. 4) Oksitosin: mengencangkan otot

halus dalam rahim pada saat melahirkan dan setelahnya, seperti halnya juga dalam orgasme.

5) Human placental lactogen (HPL): Sejak bulan kedua kehamilan, plasenta mengeluarkan banyak HPL, yang berperan dalam pertumbuhan payudara, puting, dan areola sebelum melahirkan. Pada bulan kelima dan keenam kehamilan, payudara siap memproduksi ASI.

2. Sistem Kekebalan Tubuh

Sistem kekebalan tubuh (imunitas) adalah mekanisme pada organisme yang melindungi tubuh terhadap pengaruh biologis luar dengan mengidentifikasi dan membunuh pathogen. Yang dimaksud dengan system imun adalah semua mekanisme yang digunakan badan untuk mempertahankan keutuhan tubuh sebagai perlindungan terhadap bahaya yang dapat ditimbulkan berbagai bahan dalam lingkungan hidup (Baratawidjaja,1996).

a. Neutrofil Polimorfonuklear

Neutrofil (leukosit

polimorfonuklear/PMN) adalah granulosit dalam sirkulasi yang berperan dalam inflamasi akut, bermigrasi ke jaringan sebagai respon terhadap invasi mikroba. Dalam

(11)

Amalina Tri Susilani, Hari Kurniawan | Pemberian Jintan Hitam (Nigella Sativa) ... kerjanya neutrofil juga berinteraksi

dengan komplemen dan sistem imun spesifik.

b. Neutrofil

Hasil penelitian Yunanto, A (2012), pada sampel penelitian 30 bayi baru lahir diambil saliva dengan mengambil cairan gingival sepanjang permukaan gigi, sebagai kasus resiko sepsis dan 30 bayi baru lahir diambil saliva tanpa resiko sepsis sebagai kontrol, terdapat perbedaan yang bermakna antara jumlah neutrophil dan daya fagostosis (30 dan 60 menit) pada saliva bayi kasus dibandingkan control pada pemeriksaan dengan menggunakan flowcytometry. Penelitian ini menyimpulkan bahwa neutrophil saliva bayi dapat digunakan sebagai salah satu biomarker adanya infeksi neonatal awitan dini.

3. Jintan Hitam a. Pengertian

Tanaman Jintan hitam merupakan salah satu spesies dari genus Nigella termasuk ke dalam famili Ranunculaceae adalah rempahrempah yang dapat digunakan sebagai tanaman obat . Jintan hitam banyak dikenal dengan berbagai nama diantaranya

Habbatussauda, black seed, black caraway, natura seed, black cumin, nigella sativa, kaluduru (Kemenkes RI, 2012).

b. Kandungan Kimia Jintan Hitam Jintan hitam dapat meningkatkan jumlah Air Susu Ibu karena kombinasi unsur lipid dan struktur hormon yang terdapat di dalamnya. Selain itu kandungan polifenol yang terdapat pada jintan hitam yang juga terkandung dalam daun katuk berperan dalam meningkatkan kadar prolaktin.

Kandungan aktif biji jintan hitam mencakup volatil oil yang terdiri dari carvone, keton tak jenuh, terpen atud-limonen yang dikenal dengan carvene, α-pinen dan ρ-cymene. Kandungan aktif secara farmakologi pada volatile oil adalah thymoquinone, ditymoquinone, thymohidroquinon dan thymol.

B. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

(12)

Amalina Tri Susilani, Hari Kurniawan | Pemberian Jintan Hitam (Nigella Sativa) ... 1. Pemberian jintan hitam (nigella

sativa) pada ibu postpartum dengan seksio sesarea meningkatkan kadar hormon produksi ASI dan tidak mempengaruhi jumlah neutrofil pada neonatus.

2. Setelah diberikan perlakuan kadar hormon prolaktin, hormon oksitosin lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum dilakukan perlakuan, tidak ada beda jumlah neutrofil pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.

Saran:

Saran yang diajukan untuk meningkatkan pelayanan yang paripurna kepada ibu postpartum dengan seksio sesarea adalah:

1. Memberikan edukasi pada ibu secara teratur tentang manfaat pemberian jintan hitam (nigella sativa) untuk meningkatkan kadar hormon produksi ASI.

2. Membuat leaflet atau booklet tentang manfaat Jintan hitam atau Habbatussauda (Nigella sativa) agar dikenal oleh dimasyarakat sebagai pelancar ASI, karena selama ini hanya

dikenal untuk penyembuhan penyakit dan suplemen/vitamin.

DAFTAR PUSTAKA

1. Alimul A.H. Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisa Data. Jakarta: Salemba Medika. 2007

2. Astutik, R.Y. Payudara dan Laktasi. Jakarta: Salemba Medika. 2013. 3. Bender T, dkk. The Effect Of

Physical Therapy On

Beta-Endorphin Levels. 2007

4. Bobak, I.M., Lowdermilk, D.L., &

Jensen, M.D. Buku Ajar

Keperawatan Maternitas (Maria A, Wijayarini & Peter Anugerah, Penterjemah). Jakarta: EGC. 2005 5. Bonita, R., Benglehole, R. &

Kjellstrom, T. (2006) Basic epidemiology. 2nd edition, India: WHO Press.

6. Cadwell K & Cindy Turner-Maffei. Buku Saku Manajemen Laktasi. Jakarta: EGC. 2012.

7. Dediwan, K., Arini, S., Hadjuri, S.

Tavip, B. Formulasi Sediaan

Kapsul Ekstrak Kering Spray Dried dan Uji Antimikroba dan Anti Fungi dari Strychnos Ligustrina. Warta Tumbuhan Obat Indonesia Vol. 2 No 1. Januari 1993.

8. Depkes RI. (2012) Laporan

Nasional Riset Kesehatan Dasar 2010, Jakarta: Badan Penelitian

(13)

Amalina Tri Susilani, Hari Kurniawan | Pemberian Jintan Hitam (Nigella Sativa) ... dan Pengembangan Kesehatan.

9. Dinkes Kabupaten Sleman (2013) Profil Kesehatan Kabupaten Sleman, Sleman: Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.

10. Depkes RI. Pedoman Audit

Maternal Neonatal. Jakarta: Depkes RI. 2010

11. Depkes RI. Pelatihan Konseling Menyusui. Jakarta: Depkes RI. 2007

12. Handayani & Wulandari. Asuhan

Kebidanan Ibu Masa Nifas.

Yogyakarta: Gosyen Publising.

2011

13. Haruyama, S. The Miracle of

Endorphin. Bandung: Mizan

Pustaka. 2013

14. Heffner L.J & Danny JS. At a Glance Sistem Reproduksi. Jakarta: Erlangga. 2006

15. Hossein H, Mohsen T, Mojdeh J,Elahe T. Effect Of Aqueous And Ethanolic Extracts Of Nigella Sativa Seeds On Milk Production In Rats. 2012

16. Lemeshow, S., Hosmer, D.W., Klar, J. & Lwanga, S.K. (1997) Besar sampel dalam penelitian kesehatan. Terjemahan: Dibyo Pramono, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

17. Jane A.D, Richard R. M, Sarah E.C. Effect Of Massage On Serum

Level Of- Endorphin And B-Lipotropin In Healthy Adults.

18. Kementerian Kesehatan RI.

Vademekum Tanaman Obat Untuk Saintifikasi Jamu. Kementerian Kesehatan RI. 2012

19. Mardiyaningsih, E. Efektifitas Kombinasi Teknik Marmet dan Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Ibu Post Seksio Sesarea di

Rumah Sakit Wilayah Jawa

Tengah. Tesis. Jakarta. FIK UI. 2010

20. Prolactin enzyme immunoassay test kit

21. Raza, Asif, Yasin. Uses of Nigella

Sativa (Ranunculaceae):

ATraditional Medicine

22. Roesli, U. Panduan Inisiasi

Menyusu Dini. Jakarta: Pustaka Bunda. 2012.

23. Roesli, U., & Yohmi, E.

Manajemen Laktasi. Jakarta: IDAI. 2009

24. Riset Kesehatan Dasar. Riskesdas

2010. Badan Penelitian dan

Pengembangan Kesehatan

Kementerian Republik Indonesia. 2010

25. Rizky, F. The Miracle of

Vegetables. Jakarta Selatan. 2013 26. Saifudin, Abdul. Buku Panduan

Praktis Pelayanan Kesehatan

Maternal dan Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2006

27. Sastroasmoro & Ismael. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis.

(14)

Amalina Tri Susilani, Hari Kurniawan | Pemberian Jintan Hitam (Nigella Sativa) ... Jakarta: Sagung Seto. 2011

28. Sloane. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Jakarta: EGC. 2012 29. Speroff, Leon., Glass, Robert H.,

Kase, Nathan G. Clinical

Gynecologic Endocrinology and Infertility Fifth Edition. Maryland, USA. 1994.

30. Soetjiningsih. ASI: Petunjuk Untuk Tenga Kesehatan. EGC. Jakarta. 2005

31. Suradi, dkk. Bahan Bacaan

Manajemen Laktasi Cetakan ke-5. Jakarta: Perkumpulan Perinatologi Indonesia. 2011

32. Subagja, H. Madu, Sari Kurma, Ginseng, Susu Unta, dan Jintan Hitam. Flashbooks. 2013

33. Sugiyono. Statistik untuk

Penelitian. Bandung: Alfabeta. 2011

34. Teenekoon KH, Jeevathayaparan, Eric HK. Evaluation Of Possible

Galactogoguic Activity Of A

Selected Group Of Sri Lankan Medicanal Plants. 1993

35. Undang - Undang Kesehatan No. 36 Tahun 2009

36. Wasito, Hendri. Obat Tradisional Kekayaan Indonesia. Graha Ilmu. Yogyakarta. 2011.

37. Wiji. ASI dan Panduan Ibu

Menyusui. Yogyakarta: nuMed. 2013.

Gambar

Tabel 5.1 Karakteristik responden
Tabel  5.2.  menunjukkan  untuk  kelompok  perlakuan,  kadar  hormon  prolaktin  sebelum  perlakuan  skor  minimal  79  dan  skor  maksimal  207  dengan  mean  145,82
Tabel 5.4. Distribusi Frekuensi Jumlah Neutrofil
Tabel 5.6 Analisis Independent t-test Pemberian Jintan Hitam terhadap Kadar  Hormon Oksitosin

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini dapat diartikan bahwa jenis terapi yang diterima oleh pasien asma anak pada penelitian ini tidak tidak berpengaruh terhadap perubahan frekuensi

Dalam penelitian ini, proses pengumpulan dan pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu melakukan wawancara dengan petugas yang

Fraksi etil asetat daun kelor memiliki potensi antioksidan yang lebih baik dibandingkan dengan fraksi air dan keduanya menunjukkan potensi antioksidan yang sangat

Kegiatan yang dilakukan adalah pembuatan ekstrak metanol kulit batang faloak (Sterculia quadrifida R.Br), fraksinasi, uji aktivitas antioksidan secara kualitatif, uji

Semakin bertambah umur seseorang maka proses-proses perkembangan mentalnya bertambah baik, akan tetapi pada umur tertentu, bertambahnya proses perkem bangan mental

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme penurunan kadar Phospat dalam limbah cair laundry dengan metode fitoremediasi menggunakan tanaman Melati Air

Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa KCN dosis 0.026 mg/g BB mencit mampu dinetralkan dengan kombinasi antidotum natrium tiosulfat dan natrium nitrit

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan vaselin album dan margarin kuning dalam mengisolasi minyak atsiri bunga melati (Jasminum sambac) dengan metode