RANGKUMAN MATERI SEJINDO X
PTS GENAP 2020/2021A. Teori Masuknya Hindu-Budha
1. Hipotesis Brahmana•Dicetuskan oleh J.C.Van Leur
•Pembawa Teori ini adalah golongan Brahmana
•Isi : Kaum Brahmana sengaja didatangkan oleh Raja-raja Indonesia untuk memberi legitimasi kepada raja-raja Indonesia agar setara dengan raja-raja di India
ARGUMENTASI 1.Negatif:
•Isi kitab Weda adalah pelajaran yang sangat sulit, apalagi untuk dipelajari raja Indonesia
•Para Brahmana didatangkan untuk mengajarkan kitab Weda kepada raja-raja Indonesia
•Kaum Brahmana tidak boleh menyebrang lautan 2. Positif •Hanya kaum brahmana yang tahu tentang ajaran Weda •Mereka satu-satunya sumber ajaran agama Hindu
2. Hipotesis Ksatria
•Dicetuskan oleh J.L. Moens, C.C. Berg, dan Mookerji •Pembawa Teori ini adalah golongan Ksatria
•Isi : Raja-raja India yang kalah perang menyingkir ke Indonesia dan membentuk kolonisasi.
ARGUMENTASI •Positif Teori Ksatria:
Kelebihan teori ksatria yakni semangat berpetualang untuk menaklukkan daerah lain hanya di miliki oleh para ksatria.
•Negatif teori Ksatria:
Kekurangan teori ini adalah tidak ada bukti secara tertulis mengenai kedatangan ksatria dari India tersebut.
3. Hipotesis Waisya
•Dicetuskan oleh N.J. Krom
•Pembawa Teori ini adalah golongan Waisya
•Isi : Golongan Waisya berdagang di Indonesia, mengadakan kolonisasi, mengawini gadis Indonesia dan menyebarkan agama
ARGUMENTASI •Kelebihan Teori Waisya:
Berdasarkan fakta sejarah, kelompok dagang (waisya) banyak yang melakukan interaksi dengan masyarakat pribumi untuk melakukan transaksi jual beli, mereka memanfaatkan situasi ini untuk menyebarkan agama Hindu dan Budha di
Indonesia.
•Kekurangan Teori Waisya:
Para pedagang yang datang tidak menguasai huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta, karena kemampuan ini hanya dimiliki oleh kaum brahmana.
4. Hipotesis Sudra
•Dicetuskan oleh Van Faber
•Pembawa Teori ini adalah golongan Sudra
•Isi : Di India terjadi perang. Indonesia dijadikan tempat pembuangan tawanan perang yang menyebarkan agama Hindu
ARGUMENTASI •Negatif:
Kasta Sudra adalah kasta terendah yang tidak mungkin menyebarkan agama agama Hindu
5. Teori Arus Balik
•Dicetuskan oleh F.D.K. Bosch •Disebut Juga Teori Arus Balik Isi :
•Raja Indonesia mendatangkan Golongan Brahmana ke Indonesia (Segi Politis) •Raja melakukan perdagangan melalui perantara wakil-wakilnya (Segi ekonomis) •Terjadi Hubungan timbal balik yang cukup lama
•Terjadi proses Hinduisasi ARGUMENTASI
Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang lebih sering menerima budaya luar, ketimbang pergi keluar dari daerahnya dan pergi ke negeri lain. Dengan kata lain semangat jelajah bangsa Indonesia sangat rendah sehingga tidak mungkin bisa pergi sampai ke India
6. TEORI MASUKNYA AGAMA BUDHA
Agama Budha dibawa para Biksu (semacam pendeta), para Biksu datang dari seluruh penjuru dunia melalui jalur perdagangan. Dalam agama Budha, para Biksu wajib menyebarkan agama Budha.
B. Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia
1. KutaiKerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang terletak di Muarakaman, tepi sungai Mahakam, Kalimantan Timur.
Sumber sejarah nya dapat dilihat dari: - Berita Cina dari Dinasti Tang
- Arca Budha berlanggam seni arca Gandhara di Kota Bangun (Kutai) - Arca kehidupan, seperti arca Ganesha di Serawak - Kalimantan Utara - Prasasti-prasasti/Tujuh buah prasasti yang disebut dengan Yupa yang
berbentuk tiang. Isi prasati Yupa tersebut antara lain adalah silsilah raja yang mengatakan bahwa Maharaja Kudungga mempunyai seorang putra bernama Aswawarman yang disamakan dengan Dewa Ansuma (Dewa Matahari). Aswawarman mempunyai putra, yang bernama Mulawarman. Prasasti ini menggunakan huruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta.
Kondisi Sosial Budaya:
Letak kerajaannya berada di dekat sungai, maka diperkirakan masyarakat kutai hidup dari bercocok tanam dan juga bertenak. Masyarakat sudah mengenal hidup gotong royong dan bermasyarakat. Hal ini dapat dilihat adanya upacara keagamaan di tempat suci WAPRAKISWARA (tempat suci untuk memuja Dewa Syiwa) dan pembuatan tugu peringatan seperti yupa.
Agama yang berkembang di Kutai adalah agama Hindu Syiwa yang berasal dari India Selatan.
Keruntuhan:
Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia, tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute). Kutai Kartanegara inilah, di tahun 1.365 M., yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama. Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara
2. Tarumanegara
Terletak di Bogor, Jawa Barat dan diperkirakan berkembang antara abad ke-4 sampai ke-6. Didirikan oleh Jayasingawarman, lalu dilanjutkan oleh Dharmawangsa, dan mencapai puncak kejayaan saat dipimpin oleh Raja ke-3, Purnawarman
Setelah Raja Purnawarman bertahta, ada beberapa nama raja lain seperti Wisnuwarman yang berkuasa di tahun 434–455 Masehi. Raja Wisnuwarman kemudian digantikan anak beliau, yang bernama Indrawarman pada tahun 455–515 Masehi. Setelah Raja Indrawarman turun tahta, Raja Candrawarman menggantikannya pada tahun 515–535 Masehi, lalu dilanjutkan oleh Raja Suryawarman pada tahun 535–561 Masehi.
Sepeninggal Raja Suryawarman, raja-raja kerajaan Tarumanegara berturut-turut adalah Raja Kertawarman (561–628 Masehi), Raja Sudhawarman (628–639 Masehi), Raja Hariwangsawarman (639–640 Masehi), Raja Nagajayawarman (640–666 Masehi), hingga raja terakhirnya adalah Raja Linggawarman, yang berkuasa dari tahun 666–669 Masehi.
Sumber Sejarah: - Prasasti Tugu
- Prasasti Kebon Kopi - Prasasti Jambu - Prasasti Pasir Awi
- Prasasti Ciareteun - Prasasti Cidanghiyang Agama:
Berdasarkan berita Fa Hien yang pernah singgah di Ye-Po-Ti pada abad V, diketahui bahwa terdapat banyak penganut agama Hindu, sedangkan orang budha sedikit. Agama Hindu yang berkembang di Taruma adalah Hindu Brahmana Kondisi Sosial Budaya:
Masyarakat Tarumanegara hidup dari bercocok tanam hal ini dapat diketahui dari isi prasasti yang menyebut tentang usaha Purnawarman dalam penggalian sungai Gomati untuk keperluan irigasi.
Keruntuhan:
Tidak diketahui secara persis sebab-sebab keruntuhan kerajaan Tarumanegara, namun bila kita mau menilik isi prasasti Kota Kapur (Sriwijaya) yang
menyebutkan bahwa Sriwijaya terpaksa berperang dengan bumi Jawa ( Tarumanegara ) karena tidak taat kepada Sriwijaya.
3. Kalingga
Dikenal juga dengan nama Ho-Ling, terletak di Jawa Tengah. Msyarakat nya mengandalkan perdagangan. Mereka juga menghasilkan emas, perak, dan cula badak
Sumber Sejarah:
- Berita dari Dinasti Tang
- Pendeta Budha bernama I’tsing yang pernah menceritakan perjalanan ke Kalingga
Agama: Hindu Siwa
Kondisi Sosial Budaya:
Kerajaan ini dpimpin oleh seorang Ratu yang bernama Ratu Sima yang terkenal akan kebijaksanaan, adil, dan ketegasan.
4. Melayu
Ada yang mengatakan kerajaan ini terletak di Jambi di sepanjang Sungai Batanghari dan ada juga yang mengatakan berpusat di Semenanjung Malaysia. Sumber Sejarah:
- Catatn perjalanan seprang pendeta Budha dari China bernama I’tsing yang pada tahun 672 M, sempat singgah dan menetap di Melayu selama 2 bulan. Keruntuhan:
Pada abad ke-7, Kerajaan Melayu jatuh ke tangan Kerajaan Sriwijaya. Namun pada abad ke-13, nama Melayu terdapat dalam kitab Pararaton dan Nagarakertagama. Disebutkan bahwa Raja Singashari, Kertanegara melakukan ekspedisi Pamalayuuntuk menjalin hubungan dengan Kerajaan Melayu
5. Sriwijaya
Pada mulanya letak Sriwijaya tidak di Palembang, melainkan di Muara takus atau minanga Tamwan, yaitu daerah pertemuanantara sungai Kampar Kanan dan Kampar kiri. Pendapat ini diperkuat dengan pendapat I-TSING yang mengatakan bahwa daerah Sriwijaya dilalui garis Khatulistiwa. Daerah yang dimaksud adalah pertemuan antara sungai Kampar Kanan dan Kampar Kiri atau Muara Takus. Baru setelah berhasil meluaskan wilayah ibukota Sriwijaya pindha ke palembang. Kerajaan ini didirikan oleh Dapunta Hyang Sri Jayasana dan mencapai puncak kejayaan ketika dipimpin oleh Balaputradewa.
Sumber Sejarah: - Berita dari China
- Prasasti Kedudukan Bukit - Prasasti Talang Tuo - Prasasti Kota Kapur - Prasasti Karang Birahi - Prasasti Telaga Batu Agama:
Sriwijaya bercorak Budha Kondisi Sosial Budaya:
Masyarakat Sriwijaya hidup berdagang. Kondisi yang baik dan menguntungkan ini menyebabkan Sriwijaya menjadi pusat perdagangan nasional dan pusat perdagangan di Asia Tenggara. Sebagai pusat perdagangan, Sriwijaya banyak memperoleh pemasukan dari :
a. bea cukai barang
b. bea cukai keluar masuk kapal
c. hasil keuntungan perdagangan Sriwijaya d. upeti dari daerah taklukan
Penyebab Keruntuhan:
A. Bandar Sriwijaya semakin lama letaknya semakin jauh dengan pantai B. Adanya Ekspedisi Pamalayu dari Singasari.
C. Serangan Kubilai Khan. D. Persaingan dengan Islam
E. Harga barang-barang di Sriwijaya dan bea cukai di Sriwijaya semakin mahal F. Akibat serangan majapahit 1377 M.
6. Mataram Kuno
Kerajaan Mataram Kuno terletak di Jawa Tengah bagian Utara (Dinasti Sanjaya ) dan Jawa Tengah bagian selatan ( Dinasti Syailendra ) . Kerajaan mataram kuno wilayahnya subur karena dikelilingi gunung-gunung yang menghasilkan sumber mata air yang bermanfaat bagi pertanian penduduk mataram kuno.
Sumber Sejarah: - Prasasti Canggal
- Kakawin Arjunawiwaha Kehidupan Sosial Budaya:
Pemimpin Mataram Kuno terbagi dalam dua dinasti, Sanjaya dan Syailendra, berikut nama-nama Raja nya:
- Sanjaya. - Rakai Panangkaran. - Rakai Panunggalan. - Rakai Warak. - Rakai Garung. - Rakai Pikatan. - Rakai Kayuwangi. - Rakai Watuhumalang. Raja Dinasti Syailendra: - Raja Bhanu (752 – 775 M) - Raja Wisnu (775 – 782 M) - Raja Indra (782 – 812 M)
- Raja Samaratungga ( 812 – 833 M) - Raja Balaputera Dewa (883 – 856 M) - Ratu Pramodhawardhani (856 M) Agama:
Karena dipimpin oleh dua dinasti yang berbeda, maka Mataram Kuno memiliki dua corak, Hindu dan Budha. Tetapi di kehidupan sosial nya, semua nya sama dan saling menghargai satu sama lain.
Keruntuhan:
Runtuhnya Kerajaan Mataram Kuno disebabkan oleh konflik eksternal dengan Kerajaan Sriwijaya. Hal ini bermula dari pengusiran Balaputradewa dari dinasti Syailendra dan kekalahannya dalam perebutan takhta dengan Rakai Pikatan dari dinasti Sanjaya.
Serangan dari Kerajaan Mataram Kuno terhadap Kerajaan Sriwijaya berhasil digagalkan dengan bantuan China. Kemudian Sriwijaya membalas serangan pada tahun 1016-1017, tepat ketika terjadi pemberontakan dalam masa pemerintahan Dharmawangsa, pemimpin Kerajaan Mataram Kuno. Hal inilah yang menyebabkan Kerajaan Mataram Kuno berhasil diruntuhkan.
7. Kediri
Kediri merupakan kelanjutan dari Mataram Kuno, wilayahnya terbagi menjadi dua setelah Airlangga (pendiri) mundur, yaitu Panjalu dan Jenggala, yang kelak akan terjadi perang yang dimenangkan oleh Panjalu. Terletak di Jawa Tengah dan sebagian Jawa Timur.
Sumber Sejarah: - Prasasti Sirahketing - Prasasti Padlegan - Prasasti Hantang - Prasasti Jaring - Prasasti Kemulan
- Berita dari pedagang China Agama:
Hindu
Kehidupan Sosila Budaya:
Masyarakat nya mengandalkan perdagangan dan menghasilkan produk seperti emas, perak, kayu cendana, dan Pinang. Mencapai puncak keemasan pada masa pemerintahan Raja Jayabaya.
Keruntuhan:
Raja kediri terakhir adalah Kertajaya ( 185-1222 ). Raja ini terlibat perselisihan dengan para brahmana karena para brahmana diperintah untuk menyembah kepadanya. Para barahmana kemudian mencari perlindungan kepada kenarok yang waktu itu juga berselisihan dengan kertajaya karena tidak mengakui ken arok sebagai akuwu tumapel. Kesempatan ini dimanfaatkan ken arok untuk memberontak. Tahun 1922 ken arok berhasil mengalahkan kertajaya. Dengan kekalahan kertajaya maka berakhirlah riwayat kerajaan kediri.
8. Singasari
Kelanjutan dari Kediri, merupakan Kerajaan yang penuh tumpah darah karena perebutan kekuasaan. Raja pertama nya adalah Ken Arok
Agama: Hindu
Kehidupan Sosial Budaya:
Banyak terjadi perluasan wilayah, salah satunya terjadi pada ekspedisi pamalayu yang menjalin persahabatan dengan Kerajaan Melayu.
Keruntuhan:
Singasari runtuh karena serangan jayakatwang ( raja bawahan kertanegara) tahun 1292. Waktu itu kertanegara dan pembesar lainnya sedang mengadakan upacara keagamaan. Sementara pasukan singasari sedang mengadakan ekspedisi pamalayu sehingga dengan mudah singasari dikuasai musuh, kertanegara wafat dan dimakamkan di candi jawi sebagai siwa Buddha.
9. Kerajaan Bali
Terletak di Pulau Bali , berpusat di Singhamandawa dengan raja pertama Sri Ugrasena. Dalam prakteknya banyak keluarga kerajaan yang memerintah di beberapa daerah Bali, ada yg beragama Hindu maupun Budha. Sehingga Kerajaan Bali dikuasai oleh ebebrapa dinasti.
Agama:
Hindu dan Budha
Kehidupan Sosial Budaya:
Masyarakatnya mengandlakan perdagangan serta pertanian dan memiliki struktur pemerintahan yang rapi. Sekaligus sistem starat sosial/kasta yang membagi masyarakat menjadi beberapa golongan, serta peraturan yang kompleks. Laki-laki memiliki hak lebih besar dalam urusan warisan.
Keruntuhan:
Karena adanya penaklukan dari patih Gadjah Mada dari Kerajaan Majapahit yang memperluas wilayahnya sampai ke Bali. Untuk menguasai Kerajaan Bali mereka melancarkan siasat dengan berpura-pura berunding dengan damai. Namun pada faktnya, patih KEBO IWO dibunuh saat ke Majapahit dan setelahnya Gadjah Mada pun membunuh Raja Sri Gajah Waktera.
10. Pajajaran
Terletak di Jawa Barat dan Jawa Tengah bagian barat, merupakan kelanjutan dari Tarumanegara.
Sumber Sejarah: - Prasasti Canggal
- Prasasti Sang Hyang Tapak Agama:
Agama yang dianut oleh pajajaran adalah Hindu Waisnawa. Hal ini dapat di lihatdari nama raja pajajaran yang menggunakan gelar Winumurti
Kehidupan Sosial Budaya:
Kerajaan sunda memiliki 6 pelabuhan, yaitu banten, pontang, cigede, tamgara, kalapa, dan cimanuk. Melalui 6 kerajaan inilah masyarakat banten melakukan kegiatan perdagangan dan pelayaran dengan daerah-daerah lain. Masyarakatnya juga dibagi dalam ebebrapa kelompok berdasarkan peran nya di dalam masyarakat Keruntuhan:
Penyebab runtuhnya kerajaan pajajaran merupakan adanya serangan kerajaan sunda yang lain, yaitu kesultanan Banten. Kerajaan pajajaran mengalami keruntuhan pada tahun 1579. Zaman kerajaan pajajaran berakhir dengan ditandai diboyongnya singgasana raja atau Palangka Sriman Sriwacana dari Pakuan menuju Surasowan di Banten oleh prajurit Maulana Yusuf.
11. Majapahit
Didirikan oleh Raden Wijaya, yang merupakan keturunan langsung Ken Arok dan Ken Dedes. Nama Majapahit diambli dari nama buah Maja, yang tumbuh di daerah kerajaan Majapahit yang rasa nya pahit. Mnecpaia masa keemasan ketika dipimpin oleh Hayam Wuruk serta dibantu oleh Patih Gajahmada.
Agama: Hindu
Kehidupan Sosial Budaya:
Ranggalawe Sora
Kuti
- Peristiwa Bubat
Peperangan antara pasukan Majapahit dan Kerajaan Sunda di lapangan bubat karena masalah perkawinan
- Lebih condong ke Negara Agraris ketimbang Maritim
- Banyak karya sastra yang tercipta dperti Negarakertagama, Kakawin Sorandaka, Panjiwijayakrama, dll
Keruntuhan:
Sepeninggalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk, kerajaan Majapahit mulai mundur. Sebab-sebabnya adalah:
- Meninggalnya Gajah Mada sebagai seorang pemimpin yang serba bisa.
- Tidak ada pembentukan pemimpin baru yang cakap sepeninggalan Gajah Mada. - Adanya perang saudara.
- Banyak daerah-daerah sama melepaskan diri karena Majapahit mulai lemah. - Pengaruh masuknya agama islam
KALAU MAU LENGKAP BACA SAJA BUKU PAKET, PPT, ATAU VIDEO PEMBELAJARAN PAK MUNAWIR