• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perekat Rakyat Sulteng

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Perekat Rakyat Sulteng"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

SULTENG RAYA – Ka-bupaten Parigi Moutong (Parmout) mendapat ban-tuan benih jagung dari Kementerian Pertanian RI senilai Rp6,101 miliar. Ke-pala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perke-bunan (TPHP) Kabupaten Parmout, Nelson Metubun, mengatakan, kepastian Par-mout mendapat bantuan

be-nih jagung tersebut setelah dirinya mendapat laporan melalui WhatsApp (WA) dari staf khusus Menteri Per-tanian, Sabtu (30/5/2020).

Dalam laporan tersebut kata Nelson, Kabupaten Parmout disebutkan menda-pat bantuan benih jagung varietas Bioseed dan Pioneer

LANGGANAN: RP.100.000,-

|

ECERAN:

RP.5000,-Perekat Rakyat Sulteng

VERIFIKASI ADMINISTRASI & FAKTUAL No.376/DP-Terverifikasi/K/VI/2019

Tanggal 13 Juni 2019

12 HALAMAN

|

SELASA, 2 JUNI 2020

Baca CHINA... Hal. 7

Baca AKSI... Hal. 7

Baca KEMENAG... Hal. 7

Baca 5 PROVINSI... Hal. 7 Baca PARMOUT... Hal. 7

SULTENG RAYA – Ka-bar gembira buat masy-arakat Sulawesi Tengah. Tingkat kesembuhan pasien positif virus corona atau Covid-19 terus meningkat.

Berdasarkan data Pu-sat Data dan Informasi (Pusdatina) Covid-19 Sulteng, total pa-sien positif di Sul-teng mencapai 61 orang per Ahad (31/5/2020). J u r i B i c a r a Pusdatina Co-vid-19 Sulteng, Haris Kariming, m e n j e l a s k a n ada penambahan 9 orang pasien

po-sitif dinyatakan sembuh.

Dengan demikian, total-nya mencapai 61 orang.

“Ada ketambahan 9 pasien sembuh,” jelas-nya kepada media ini, Ahad (31/5/2020).

Pasien Covid-19

yang SembuH

Terus Meningkat

SULTENG RAYA - Pe-ringatan Hari Lahir Pan-casila yang jatuh pada 1 Juni biasanya dilakukan dengan berbagai aktivitas, seperti upacara bendera khusus. Tentunya dengan mengumpulkan banyak orang di tengah lapangan.

Namun tahun ini ber-beda. Peringatan hari la-hirnya Pancasila dilakukan dengan upacara secara virtual karena wabah Co-vid-19 atau virus corona.

Meski demikian, Gu-bernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola tetap

berkesempatan mengikuti upacara hari lahir panca-sila melalui virtual. Dalam kesempatan itu, Gubernur Longki menerima bebe-rapa amanat Presiden Joko Widodo.

Dalam amanatnya, Presi-den Joko Widodo

menyam-paikan pandemi Covid-19 merupakan ujian bagi se-luruh rakyat Indonesia. Untuk itu, pancasila harus menjadi bintang penjuru untuk memperkokoh pers-audaraan dan kegotong

Gubernur Sulteng Hadiri Upacara

Hari Lahir Pancasila Virtual

GUBERNUR SULTENG, Longki Djanggola, saat mengikuti Peringatan Hari Lahir Pancasila yang dipimpin Presiden Joko Widodo, Senin (1/6/2020). FOTO: HUMASPEMPROV

Tabur Benih Udang

di Dua Kecamatan

SULTENG RAYA – Men-teri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo diren-canakan akan melakukan kunjungan kerja di Kabu-paten Parigi Moutong (Par-mout) tanggal 8 Juni 2020 mendatang. Rencananya Menteri KP tersebut akan

melakukan kegiatan tabur benih udang di dua tempat yakni di Desa Tomoli Se-latan, Kecamatan Toribulu dan Desa Sijoli Kecamatan Moutong. Hal itu diung-kapkan Bupati Parmout, H Samsurizal Tombolotutu kepada wartawan di Pantai Mosing Desa Sinei Kecama-tan Tinombo SelaKecama-tan, Jumat malam (29/5/2020). Hanya saja, kata Samsurizal

kepas-Menteri Kelautan dan Perikanan

Dijadwalkan Kunjungi Parmout

tian kedatangan Menteri KP tersebut tergantung kondisi wabah virus Corona yang masih melanda seluruh wilayah di Indonesia.

“Jika kondisi mulai nor-mal dan wabah virus Co-rona sudah menurun, maka Menteri Kelautan dan Pe-rikanan Bapak Edhy Pra-bowo akan berkunjung ke Kabupaten Parigi Moutong untuk melakukan tabur

be-nih udang. Namun dalam kunjungannya nanti tetap akan menerapkan protokol Covid-19,”ujar Samsurizal.

Samsurizal menambah-kan, sesuai laporan yang diterimanya, Menteri Edhy Prabowo akan tiba dari Ma-kassar melalui jalur udara menuju Palu. Selanjutnya akan berkunjung ke

Sulawe-Parmout Dapat Bantuan Benih

Jagung Senilai Rp6,101 Miliar

SULTENG RAYA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyatakan angka penambahan kasus positif virus corona (Co-vid-19) di Indonesia masih tinggi di lima provinsi per Senin (1/6).

Kelima provinsi itu adalah DKI Jakarta, Jawa Timur (Jatim), Jawa Barat (Jabar), Sulawesi Selatan (Sulsel), serta Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Angka yang masih cukup tinggi kami dapatkan di DKI (Jakarta), Jatim, Sulsel, Jabar, dan Kalsel," kata Yuri dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Senin (1/6/2020).

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penan-ganan Covid-19, penambahan kasus di DKI Jakarta sebanyak 137 kasus, Jatim 65 kasus, Sulsel 45 kasus, Jabar 34 kasus, dan Kalsel 29 kasus.

Sementara itu, jumlah kumulatif kasus positif di lima di Jakarta mencapai 7.485 kasus, Jatim 4.922 kasus, Jabar 2.294 kasus, Sulsel 1.586 kasus, dan Kalsel 948 kasus.

KASUS CORONA HARIAN

5 Provinsi Tinggi,

Nihil di 15 Provinsi

FOTO: ILUSTRASI FOTO: ILUSTRASI

INTERNASIONAL

SULTENG RAYA - Pemerintah China me-nyebut aksi protes terkait rasisme dan kekerasan polisi yang berujung kerusuhan di Amerika Serikat menunjukkan standar ganda Presiden Donald Trump yang selama ini getol men-dukung demonstrasi di Hong Kong.

Dilansir AFP, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian

mengatakan hal tersebut juga menggambarkan inkonsistensi pemerintah AS atas persoalan Hak Asasi Manusia serta menunjukkan kronisnya masalah rasisme dan ke-kerasan polisi di negeri Paman Sam.

"Kehidupan orang kulit hitam juga adalah masalah hidup. Hak asasi manusia mereka

China Sebut Kerusuhan

di AS Gambarkan

Masalah Akut Rasisme

SULTENG RAYA - Pada Minggu (31/5) kemarin, ratusan orang berunjuk rasa di depan istana pemerin-tah negara bagian Rio de Janeiro, Brasil sebagai aksi solidaritas atas kematian warga kulit hitam di Min-neapolis, Amerika Serikat, George Floyd, akibat ke-kerasan polisi.

Aksi itu sekaligus sebagai protes atas kejahatan polisi terhadap orang kulit hitam

kelas pekerja di kawasan kumuh di Rio de Janeiro yang disebut favela.

Protes bertajuk 'Black Lives Matter' pun terhenti saat polisi menembakkan gas air mata. Demonstran pun meneriakkan 'Saya ti-dak bisa bernapas'.

Ini mengacu pada apa yang diucapkan Floyd saat salah satu anggota

kepoli-Aksi Solidaritas George Floyd

Meluas Hingga Brasil

DEMONSTRAN menggelar aksi demo atas kematian warga kulit hitam di Min-neapolis, Amerika Serikat, George Floyd. FOTO: AP/ JOHN LOCHER

Baca MENTERI... Hal. 7

Baca GUBERNUR... Hal. 7

Baca SEMBUH... Hal. 7

Samsurizal Tombolotutu

Nelson Haris Kariming

(2)

TUKANG

AHLI GIGI

EXPRESS

H. Sudirman H. Abd. Rahman

* Pasang Gigi Satu Set * Cuci Gigi (Scaling) * Tambal Gigi Hitam Jadi Putih * Format Gigi & Ratakan * Gigi Rusak Tanpa Cabut Boleh Pasang * Sambung Gigi Patah * Service Gigi/Lem Gigi * Tambal Gigi Leser

Jl. Tombolotutu No. 60 Kav.7

(samping kanan Apotik DIFHAS dekat lampu merah) Kota Palu

CP: 0852 4987 2786

Cv. Risky Pratama

Menerima Carteran /

Perorangan Rental Car

Tujuan Palu Ke Luwuk,

Toli-Toli, Gorontalo, Manado,

Morowali, Makassar, Kendari.

Contact Person

0813-3333-9550/ 0823-4586-9955

Jl. Kelinci – Depan Penginapan/

Guest House Paradise

warta sulteng

2

SELASA, 2 JUNI 2020

SULTENG RAYA

Positif Covid-19 di Morowali

Bertambah Dua Orang

SULTENG RAYA - Ditengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, ketersediaan pangan di Kabupaten Banggai, Provinsi Sula-wesi Tengah (Sulteng) untuk saat ini masih aman.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian, Ir. H. Usman Suni saat dite-mui di ruang kerjanya, Jumat (29/5/2020).

Sebelumnya kata Us-man, instansinya sudah melakukan survei di rumah-rumah petani yang baru panen, cukup masih banyak stok tapi memang mesti harus dikendalikan jangan sampai jumlah yang keluar daerah lebih besar.

"Kita perlu kendalikan, takutnya nanti akan terjadi pembelian besar-besaran yang kemudian bisa memicu harga beras bisa meningkat naik, itu yang kita jaga, jadi kita bukan melarang untuk membeli tapi kita mengendalikan agar stok pangan masa panen beri-kutnya, untuk keperluan daerah sudah terpenuhi. Kemudian, kita lihat stok beras yang tersedia, baru kita distribusikan keluar," tuturnya.

Dia juga menjelaskan, stok beras sampai bulan Juni diperkirakan 200 ribu ton. Cuma kata Usman, harus dikendalikan penyaluran berasnya, jangan sampai be-ras kita keluar daerah yang lebih banyak. Kita sendiri yang repot kekurangan stok pangan, takutnya macam tahun kemarin terjadi lonjakan harga 700 ribu satu ka-rung (50 kg) sehingga menjadi keresahan masyarakat. "Kami juga akan menggenjot kebutuhan stimulan sarana pendukung petani agar dapat meningkat hasil pertanian yang dapat memuaskan bagi petani," kata-nya. MAN

Stok Pangan

di Banggai

Masih Aman

Ir. H. Usman Suni

SULTENG RAYA - Pa-sien positif di Kabupaten Morowali bertambah dua orang setelah hasil SWAB dinyatakan positif. Sehing-ga, total positif saat ini

men-jadi sembilan orang. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Morowali, As-har Ma'ruf kepada Sulteng Raya, Ahad (31/5/2020) mengatakan, OTG (Orang

Tanpa Gejala), bayi perem-puan umur 4 bulan bera-lamat di Desa Wata Keca-matan Bungku Barat, tidak ada riwayat perjalanan luar daerah, namun merupakan

kontak dengan pasien ter-konfirmasi positif 07, hasil rapid test reaktif.

"Swab pertama dilakukan tanggal 26 Mei 2020, hasil Swab dinyatakan positif

berdasarkan surat kepala Labkes Makassar nomor : LB.03.01/XLIII.2/1182/2020 tanggal 30 Mei 2020, dinya-takan positif sesuai urutan pasien merupakan terkon-firmasi positif 08, dan saat ini masih menjalani pera-watan di ruang isolasi RSUD Morowali," jelas Ashar yang juga juru bicara tim gugus Covid-19.

Sementara kata Ashar, perempuan umur 33 tahun, alamat Desa Bahomante Kecamatan Bungku Tengah berstatus sebagai PNS dan bertugas sebagai salah satu perawat di RSUD Morowali, tidak ada riwayat perjalanan keluar daerah. Rapid tes massal tenaga kesehatan RSUD Morowali dengan hasil rapid test reaktif, dila-kukan swab pada tanggal 27 Mei 2020.

"Hasil swab dinyatakan positif berdasarkan surat Kepala Labkes Makassar nomor : LB.03.01/XLI-II.2/1182/2020 tanggal 30 Mei 2020, dan sesuai urutan, pasien tersebut merupakan terkonfirmasi positif 09 dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di rumah sesuai protokol kesehatan, menunggu swab selanjut-nya," ujar Ashar Ma'ruf. BMG

SULTENG RAYA – Ke-pala Desa (Kades) Bukit Indah, Kecamatan Rio Pak-ava, Kabupaten Donggala, Mato, SH, meninggal dunia beberapa bulan lalu akibat mengalami sakit.

Guna melancarkan roda pemerintahan di desa ter-sebut, Camat Rio Pakava, Thamrin telah menunjuk pejabat sementara (Pj).

Sekretaris Desa (Sekdes) Bukit Indah, Lukman yang dikonfirmasi membenar-kan bahwa Kades telah meninggal dunia.

“Pak Mato (Kades) su-dah meninggal, beliau sakit parah. Untuk desa sekarang dijabat PJ yang ditunjuk oleh Pak Camat,” kata Lukman saat dihu-bungi Sulteng Raya, Ahad (31/5/2020).

Lukman mengatakan, Pj Kades Bukit Indah saat ini

diketahui bernama Dul-man salah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang juga menjabat sebagai Ke-pala Sekolah (Kepsek) di Kecamatan Rio Pakava, Donggala.

“Desa yang berpendu-duk mayoritas petani sawit dan kakao itu, sudah men-jalankan prosedur Pemer-intahan desa. Kami juga telah membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa (DD) untuk warga yang terdampak Covid-19,” ujar Lukman.

Untungnya kata Luk-man, penunjukan Pj sebe-lum mewabahnya dampak corona virus atau Covid-19, sehingga urusan desa bisa berjalan maksimal seperti yang diharapkan.

“Kemendes PDTT te-lah melakukan perubahan Peraturan Menteri Desa

PDTT Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020. Peraturan ini diubah menjadi Peraturan Menteri Desa PDTT No-mor 6 Tahun 2020,” jelas Lukman.

Lanjutnya, perubahan pe-raturan ini ditujukan untuk mengatur penggunaan Dana Desa guna mendukung pen-cegahan dan penanganan pandemi Covid-19. Selain itu, peraturan ini juga me-muat aturan Padat Karya Tunai Desa dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-Dana Desa).

“Bahwa sasaran pene-rima BLT paling utama tentu saja keluarga miskin non Program Keluarga Harapan (PKH) atau masy-arakat yang menerima Ban-tuan Pangan Non Tunai

(BPNT),” ujar Lukman. TUR

Dulman Jabat Kades

Bukit Indah

KANTOR DESA BUKIT INDAH, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala. FOTO: SITUR SULTENG RAYA

Se-jumlah proyek Infrastruk-tur di wilayah Kabupaten

Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) tetap berjalan di-tengah pandemi Covid-19

atau virus corona.

“2020 ada (proyek) jalan tapi sedikit,” kata Kepala

SALAH SATU ruas jalan di wilayah Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala yang dibangun Binamarga pada Dinas PUPR Donggala tahun anggaran 2019 lalu. FOTO: SITUR

DITENGAH COVID-19

Proyek Infrastruktur di Donggala Tetap Jalan

Bidang Binamarga pada Dinas Pekerjaan Umum d a n P e n a t a a n R u a n g (PUPR) Donggala, Ratih kepada Sulteng Raya, Jumat (29/5/2020).

Ratih tidak menjelaskan, secara rinci di titik mana saja proyek yang terus ber-jalan ditengah pandemi Covid-19, namun dia men-gatakan sejumlah honor dipotong untuk membantu menekan penyebaran Co-vid-19. “Honor dipotong (untuk bantu penanganan Covid-19,” jelas Ratih.

Diketahui, Bidang Bina-marga di PUPR Donggala menangani sejumlah peker-jaan infrastruktur seperti jalan dan jembatan.

Kementerian PUPR me-geluarkan surat dengan Nomor 02/IN/M2020 ten-tang Protokol Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2029 (Covid-19) jasa konstruksi.

Saat ini Covid-19 tengah

merebak di Indonesia ter- masuk di Kabupaten Dong-gala, sejumlah aktifitas pun sempat terhenti yang tuju-annya tidak lain guna men- gurangi angka penyebaran Covid-19. TUR FOTO: IST

(3)

warta pendidikan

SULTENG RAYA

SELASA, 2 JUNI 2020

3

Kepala Disdikbud Kota Palu, Ansyar Sutiadi men-gatakan saat ini regulasi tersebut masih dalam pem-bahasan dan terus digodok untuk melakukan penye-suaian dengan setiap

ka-Ansyar Sutiadi

BERSIAP NEW NORMAL

Pemkot Wacanakan

Protokol Kesehatan

untuk Pendidikan

SULTENG RAYA –

Pemerintah Kota Palu

melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

(Disdikbud) Palu mewacanakan melakukan

penyusunan protokol covid-19 untuk dunia

pendidikan di Kota Palu sebagai regulasi

aktivitas di sekolah menyambut penerapan

‘new normal’.

rakter-karakter sekolah dari SD sampai dengan SMA sederajat.

Kadis menggambarkan sedikit terkait wacana regu-lasi tersebut. Menurutnya, peserta didik akan diatur semacam sistem sift atau bergantian memenuhi ide-alnya kelas untuk menerap-kan protokol covid-19.

“Jadi kami lagi menyus-un, kalau nanti anak-anak kami akan sekolah. Mereka akan dibagi menjadi dua sift, apakah nanti pagi dan siang atau sift-nya ada pada penempatan hari. Sehingga tidak menumpuk dalam satu kelas,” katanya kepada Sulteng Raya saat dihubun-gi melalui Gawai, Ahad (1/6/2020).

Disamping itu, kata Kadis waktu belajar peserta di-dik akan dipertimbangkan untuk dikurangi sehingga meminimalisir kontak yang akan terjadi.

Lanjut Kadis, peran tena-ga pentena-gajar atau guru di se-kolah sangat dibutuhkan

un-tuk terus mengingatkan ter-kait pencegahan penularan

melalui kontak fi sik.“Nanti

kita masih pertimbangkan ya, mungkin nantinya dalam satu mata pelajaran itu 45 menit, jadi bisa kita kurangi jadi 30 menit, dipersingkat dan tidak ada waktu istira-hat,” Kata Ansyar.

“Kemudian tidak ada yang jajan diluar, semua bawa makanan masing-ma-sing. Dengan artian ya, kan-tin belum kita buka dahulu. Ini hanya akan fokus ke keberlangsungan belajar mengajar,” ucapnya men-ambahkan.

PESERTA DIDIK SD PA-LING RENTAN

Ia juga mengatakan, harus diakui bahwa jika protokol ini benar disepakati dan diberlakukan, peserta didil SD adalah salah satu bagian yang harus diperhatikan oleh para tenaga pengajar karena mungkin saja minim pemahaman tentang protok-ol covid-19.

“Dalam mengawasi itu, peran orang tua untuk an-tar jemput anaknya juga penting, harus tepat waktu, jangan biarkan anak men-unggu dan bepotensi untuk menyentuh fasilitas umum dan lainnya. Kan selama di kelas akan dijaga oleh guru, selebihnya orang tua juga harus bekerja sama,” ucap Kadis mengakhiri. JAN

SULTENG

RAYA-Insti-tut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, menunggu

ara-han Pemerintah Pusat, baik dari Kementerian Agama atau dari Kemenpan-RB ter-kait dengan pemberlakuan normal baru (new normal) dalam kegiatan perkuliahan, di masa adanya darurat penyebaran COVID-19.

“Kebijakan aktivitas per-kantoran, pelayanan aka-demik, termasuk perkulia-han pada masa COVID-19, khususnya tentang normal baru menunggu kebijakan Pemerintah Pusat baik dari Kemenpan-RB maupun dari Kemenag Pusat,” kata

Rektor IAIN Palu, Prof Dr

H Sagaf S Pettalongi MPd,

Sabtu (29/5/2020).

Di IAIN Palu, kata Prof

Sagaf, kegiatan pelayanan akademik dan perkanto-ran dilangsungkan dengan mengedepankan prokol ke-sehatan, dengan tetap ber-lakukan pembatasan tatap muka.

Begitu pula dengan kegi-atan perkuliahan di semua tingkatan strata baik strata satu, dua dan tiga, masih dilakukan secara daring/on-line oleh civitas akademik. Hal itu dalam rangka men-dukung upaya pemerintah meminimalisasi penyebaran virus corona jenis baru (CO-VID-19).

Prof Sagaf mengemuka-kan, kegiatan pelayanan

REKTOR IAIN Palu, Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd, saat menyalami sejumlah dosen yang menerima sertifi kat. FOTO: IST

Penerapan

“New Normal”

, Rektor

IAIN Palu Tunggu Arahan Kemenag

dengan model tersebut, di

lingkungan IAIN Palu

be-lum dipastikan diperpan-jang ataukah diberlakukan dengan menerapkan standar normal baru (new normal).

“Kita masih menunggu arahan lewat keputusan Pemerintah Pusat, apakah hal ini dilanjutkan ataukah akan dilaksanakan dengan standar normal baru,” kata Prof Sagaf.

Rektor menegaskan, jika aturan dari Pemerintah

Pu-sat telah terbit, maka IAIN

Palu siap menindaklanjuti kebijakan tersebut, termasuk kebijakan mengenai proses perkuliahan dengan pene-rapan standar normal baru. “Kesehatan dan kesela-matan bersama, menjadi

prioritas bagi IAIN Palu. Namun tidak

menyamping-kan standar mutu dan ku-alitas pendidikan tingkat perguruan tinggi, termasuk

di IAIN Palu harus tetap

digenjot,” sebut Rektor.

Karena itu, Rektor men-gimbau kepada civitas aka-demik untuk tetap mening-katkan kedisiplinan dan produktivitas, demi me-ningkatkan mutu dan daya

saing IAIN Palu, meski di

tengah adanya penyebaran COVID-19.

Sebab, kebijakan pem-batasan tatap muka yang merupakan tindaklanjut dari protokol kesehatan karena adanya COVID-19, dalam setiap kegiatan aka-demik, baik itu pelayanan administrasi akademik dan perkuliahan, bukan menjadi alasan untuk tidak me-ningkatkan mutu dan daya saing.

“Olehnya itu, seluruh komponen civitas akademik, utamanya tenaga pendidik dan kependidikan yang

merupakan ASN, harus

me-laksanakan tugas dan tang-gung jawabnya, meski di tengah adanya penyebaran COVID-19,” urainya. */ENG

SULTENG RAYA-Aka-demisi Untad Palu, Dr Asep Mahfudz meminta sekaligus menyarankan kepada pe-merintah untuk menunda

penerapan New Normal di

lingkungan sekolah, dari tingkat TK/Paud, SD, SMP, hingga tingkat SMA/SMK.

Ia khawatir jangan sam-pai sekolah menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 sebagaimana yang telah ter-jadi di Korea Selatan, sehari setelah dibuka terjadi lonca-tan sebanyak 79 kasus baru dari lingkungan sekolah, ini merupakan jumlah harian tertinggi dalam dua bulan terakhir.

New Normal kata Asep,

sebaiknya hanya diterapkan pada tingkat pemerintahan dan sektor ekonomi, untuk menjaga kondisi ekonomi agar tetap stabil. Karena

untuk kalangan sekolah sangat sulit ada control, peserta didik mudah mela-kukan kerumunan sehingga memungkinkan terjadinya penularan massal (klaster baru), seperti yang terjadi di Korea Selatan.

Karena yang paling dijaga dan dikhawatirkan adalah Orang Tanpa Gejala (OTG), terlihat seperti orang normal sebagaimana orang pada umumnya, namun telah terjangkiti virus yang sangat membahayakan. “Jika orang seperti ini bergaul dan ber-main dengan rekan-rekan-nya sesama pelajar dipasti-kan adipasti-kan menulardipasti-kan virus itu ke teman-temannya, ini yang dijaga jangan sampai terjadi,” jelas Asep. Senin (1/6/2020).

Untuk saat ini kata Asep, pemerintah cukup

menerap-SULTENG RAYA-Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) berharap agar keselamatan dan kesehatan peserta didik dalam penerapan new normal diprioritaskan. Pe-menuhan hak-hak anak dalam memperoleh pelayanan pendidikan harus diperhatikan.

“Pelaksanaan new normal di dunia pendidikan memer-lukan kewaspadaan yang tinggi. Pelaksanaannya hanya di-mungkinkan setelah mendengar dan menghimpun berbagai masukan dari para ahli kesehatan dan pendidikan,” kata Ketua Umum PGRI, Unifah Rosyidi, dalam keterangannya, Senin (1/6/2020).

Tahun ajaran baru akan dilaksanakan pada pertengahan Juli 2020. Pelaksanaan pembelajaran bisa diterapkan secara daring (dalam jaringan), blended learning, atau luring (luar jaringan) dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Memperhatikan protokol keseahtan yang sangat ketat agar sekolah tidak menjadi cluster baru dalam penyebaran Covid-19,” kata Unifah menambahkan.

Terkait pemenuhan hak-hak anak, PGRI menilai Kemen-terian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) perlu merancang standar kurikulum minimum, proses pembela-jaran dan penilaian, serta pemberian tugas. Hal ini penting sehingga pembelajaran bermakna dapat berlangsung den-gan beban kurikulum minimal.

Lebih lanjut, PGRI juga menilai pelaksanaan new normal dunia pendidikan perlu mendapatkan dukungan pemerin-tah pusat dan daerah. Khususnya terkait sarana prasarana kesehatan dan dukungan orang tua untuk memastikan anak-anak tetap memathui pelaksanaan protokol kesehatan. “Kami menyadari bahwa kehidupan new normal memang

harus berjalan, termasuk dunia pendidikan. Namun, khusus

untuk dunia pendidikan, kami memandang perlu kecer-matan dan kehati-hatian yang tinggi dalam mempersiapkan memasuki kehidupan new normal,” kata dia lagi. ROL

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim, dipasangkan jaket PGRI oleh pengurus didampingi Ketua Umum PGRI, Unifah Rosyidi. FOTO: IST

PGRI:

New Normal

di Dunia Pendidikan

Perlu Kewaspadaan

Asep Mahfudz

New Normal

di Sekolah,

Akademisi Untad Palu Minta Ditunda

kan proses pendidikan dan pengajaran lewat Online sebagaimana yang telah

dilakukan beberapa bu-lan terakhir ini, sekalipun memang diakui masih ada sejumlah kekurangannya se-perti daerah-daerah tertentu yang tidak memiliki jaringan internet.

“Daerah-daerah seperti itu bisa dilakukan sistem kunjungan guru, seperti kita dulu oleh guru mengaji kita, ditentukan kumpul di mana, peserta didiknya kumpul di situ beberapa orang dengan protocol Co-vid tentunya, baru mengajar di sana, itu bisa mengan-tisipasi persoalan jaringan internet,”jelas Asep lagi. Senin (1/6/2020).

Untuk itu, pemerintah di-minta bersabar dulu hingga betul-betul bisa menjamin Virus asal Wuhan itu be-nar-benar sudah hilang dari daerah ini.

Sebelumnya, Kadis Pendi-dikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi belum bisa memastikan kapan akan kembali membuka sekolah. Dirinya mengaku masih menunggu keputusan pe-merintah daerah, dan me-mastikan pemerintah daer-ah sebelum mengeluarkan kebijakan terkait penerapan

New Normal di sekolah

sudah melalui kajian yang mendalam. “Masih menung-gu keputusan pemerintah daerah,”jelasnya.

Namun sebagai bentuk persiapan penerapan New Normal, Dinas Pendidikan

dan Kebudayaan Kota Palu mewacanakan menyusun protokol covid-19 untuk dunia pendidikan di Kota Palu sebagai regulasi akti-vitas di sekolah menyambut penerapan ‘new normal’. ENG

SULTENG RAYA - Ikatan Guru Indonesia (IGI) mene-gaskan pembelajaran tatap muka tidak dilakukan sela-ma sela-masa pandemi Covid-19 di Indonesia. Ketua Umum

IGI, Muhammad Ramli Ra-him menolak pembelaja-ran tatap muka meskipun dengan protokol kesehatan yang ketat.

Menurut Ramli, mayoritas

sekolah tak akan sanggup menjalankan protokol ke-sehatan secara ketat bagi peserta didik. “Memang ada sekolah, terutama sekolah swasta atau mantan sekolah

FOTO: ILUSTRASI

IGI Tolak Pembelajaran Tatap

Muka Meski Ada Protokol Ketat

unggulan yang mampu menjalankannya dengan baik, tapi itu tidak layak jadi alasan untuk menerapkan pembelajaran tatap muka secara keseluruhan,” kata Ramli, dalam keterangannya Senin (1/6/2020).

Ia berpendapat, new nor-mal di bidang pendidikan seharusnya diterapkan ha-nya jika new normal di luar dunia pendidikan sudah sukses dijalankan. Ramli pun meminta agar Kemen-terian Pendidikan dan Ke-budayaan (Kemendikbud) tegas soal pembelajaran tatap muka selama masa pandemi.

Berdasarkan data perseba-ran Covid-19 dari situs web covid19.go.id, per 29 Mei 2020, sebanyak 2,3 persen kasus positif corona adalah balita (0-5 tahun). Sementara

sebesar 5,6 persen adalah anak-anak (6-17 tahun).

Sementara itu berdasar-kan angket yang dilakuberdasar-kan oleh komisioner KPAI men-unjukkan bahwa mayoritas orang tua menolak sekolah dibuka kembali pada tahun ajaran baru. Selain itu, petisi ‘Tunda Masuk Sekolah Se-lama Pandemi’ hingga saat ini sudah ditanda tangani 92.715.

“Kemendikbud menurut IGI selama ini sudah sangat sering menganggap masalah serius bukan sebuah masa-lah, misalnya terkait status dan pendapatan guru. Di era Pandemi ini, PJJ yang masih jauh dari kesempurnaan pun dianggap bukan masalah padahal tingkat stress orang tua dan siswa sungguh se-suatu yang nyata,” kata Ramli. ROL

(4)

TANAH LT 648 M2. SHM

1165/ MAAHAS.

KEL MAAHAS. KEC

LUWUK SELATAN. KAB

BANGGAI.

CP: 082346704216

DIJUAL

Nama : Ditjen Bina Marga No. Pol : DN 1201 EX Alamat : DS. Betalemba Kec.

Poso Pesisir, Kab Poso Merk/Type : Toyota/FJ 40 Hardtop Jenis/ Model : Mobil Penumpang/Jeep No. Rangka : HJ60-020070 No. Mesin : 2H10-78191 No. BPKB :

-BPKB HILANG

WARTA UMUM

4

SELASA, 2 JUNI 2020

SULTENG RAYA

SULTENG RAYA - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan akan mengumumkan ke-putusan pemerintah terkait pemberangkatan jemaah haji tahun 2020 di tengah pandemi virus corona esok hari, Selasa (2/6/2020).

Keputusan itu dibuat usai beberapa kali diundur untuk menunggu kabar pemberangkatan haji di tengah upaya penanganan

virus corona dari Kerajaan Arab Saudi. Indonesia memberi waktu kepada Saudi untuk memberi kepastian haji di tengah corona hari ini.

“(Keputusan diumum-kan) besok, 2 Juni 2020, pagi pukul 10.00 WIB,” kata Fachrul via pesan singkat kepada CN-NIndonesia.com, Senin (1/6/2020).

Fachrul enggan

membo-corkan keputusan apa yang akan diambil pemerintah Indonesia.

Dia juga tak menjelaskan apakah Saudi telah mem-beri kabar terkait penye-lenggaraan haji.

Namun ia memastikan pengumuman itu akan ia sampaikan esok hari. Fachrul bilang pengumum-an akpengumum-an diutarakpengumum-an lpengumum-angs- langs-ung dari Kantor Kemenag di Jalan Lapangan Banteng,

Jakarta Pusat.

Sebelumnya, pelaksa-naan ibadah haji menjadi pertanyaan usai pandemi virus corona (Covid-19). Terlebih lagi, pada akhir Februari Arab Saudi meny-etop pelayanan ibadah haji.

Pemerintah Indonesia memutuskan untuk men-unggu kejelasan dari Saudi sebelum menentukan sikap terkait haji tahun ini. Awal-nya, Indonesia memberi

waktu hingga akhir April bagi Saudi.

Namun hingga 29 April, Saudi tak kunjung mem-beri kabar. Kemenag pun mengundur batas waktu hingga 20 Mei. Hal yang sama pun terjadi, tak ada kepastian dari Saudi.

Namun Presiden Joko Widodo kembali mengun-dur batas waktu hingga 1 Juni 2020. Keputusan itu ia buat setelah berkomunikasi

dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud.

“Pak Presiden juga habis komunikasi dengan Raja Salman, maka beliau meny-arankan bagaimana kalau kita lihat sampai awal Juni. Kami setuju. Jadi mungkin sampai 1 Juni kita lihatlah tanggal pasti,” kata Fachrul usai Rapat Terbatas di Ista-na Merdeka, Jakarta, Selasa (19/5).CNN

Fachrul Razi

Hari Ini, Menag Umumkan Nasib

Pemberangkatan Jemaah Haji

“Saya juga mengajak se-luruh elemen bangsa di manapun berada dari Sa-bang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote untuk terus memperkokoh tali persatuan dan persau-daraan. Saling membantu, saling menolong, dan saling

bergotong royong,” kata Jokowi.

Ia juga mengajak masy-arakat agar terus bersikap optimistis bahwa Indone-sia dapat menjadi bangsa pemenang dalam meng-hadapi berbagai tantangan. Berbagai kelemahan pun

Joko Widodo

Jokowi Ajak

Masyarakat

Perkuat Persatuan

dan Persaudaraan

SULTENG RAYA-

Presiden Joko Widodo

(Jokowi) dan jajaran pemerintahan

mempe-ringati Hari Lahir Pancasila secara virtual di

Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin

(1/6/2020). Dalam amanatnya, Presiden

mengajak masyarakat untuk terus

memper-kokoh tali persatuan dan persaudaraan, serta

saling membantu dan bergotong royong

menghadapi berbagai tantangan, termasuk

pandemi corona yang masih terjadi.

diharapkannya tak menjadi penghalang bagi masyara-kat untuk terus maju.

“Kekurangan dan kelema-han harus sama-sama kita perbaiki, harus kita jadikan memomentum perubahan untuk memicu lompatan kemajuan agar kita menjadi bangsa yang kuat dan man-diri, yang berdiri di atas kaki sendiri,” ungkapnya.

Jokowi menilai, Indonesia saat ini menghadapi tantan-gan yang tak mudah. Yakni harus menangani pandemi corona yang juga mengin-feksi 215 negara di dunia lainnya. Situasi yang sulit inipun juga dinilai masih akan berlanjut hingga tahun depan.

Untuk mengatasi dan melewati masa sulit ini, kata dia, dibutuhkan daya juang dan kerja keras oleh seluruh elemen masyara-kat. Jokowi mengatakan, saat ini seluruh negara pun tengah berlomba-lomba untuk menjadi pemenang dalam mengendalikan virus serta memulihkan kondisi ekonominya.

“Sebagai bangsa yang besar, kita juga harus tam-pil sebagai pemenang. Kita harus optimis, kita harus mampu menciptakan pelu-ang di tengah kesulitan. Kita harus mampu menjawab semua itu dengan inovasi dan karya nyata. Kita tidak boleh berhenti berkreasi, berinovasi, dan berprestasi di tengah pandemi Covid ini,” lanjutnya.

Karena itu, Presiden men-gajak masyarakat agar ber-sama-sama menghadapi situasi sulit ini dengan ber-satu, saling peduli, dan juga

bergotong royong.ROL

SULTENG RAYA- Kepa-la Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa membantu tenaga medis Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta be-rupa helm pendeteksi suhu tubuh.

“Kita sudah memiliki helm yang bisa melihat ma-nusia di depan helm ini dengan suhu tubuh, ada lima set,” kata Andika me-lalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin (1/6/2020).

Andika sempat telekonfe-rensi virtual bersama

pimpi-nan RSPAD Gatot Soebroto dan jajaran TNI AD guna memantau bantuan bagi tenaga medis di RSPAD Ga-tot Subroto. Andika beren-cana menggelar pelatihan menggunakan helm canggih berteknologi tinggi itu bagi seluruh tenaga medis TNI

SULTENG RAYA- Pe-merintah akan menerap-kan konsep pelindungan sosial secara menyeluruh mulai tahun 2021. Ini sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekono-mi dari dampak pandeekono-mi Covid-19.

“Salah satu dari upaya itu ialah reformasi sistem perlindungan sosial. Pada prinsipnya agar konsep perlindungan sosial kita itu bisa menyeluruh, bisa holistik,” kata Menteri Sosial Juliari P Batubara di Jakarta, Senin (1/6/2020).

Pelindungan sosial menyeluruh mencakup pelindungan sosial bagi warga dari lahir hingga meninggal dunia.

Pemerintah akan meng-gelar pertemuan untuk membahas penganggaran dan teknis pelaksanaan pelindungan sosial secara menyeluruh.

Menteri Sosial mengata-kan program pelindungan sosial yang selama ini berjalan sudah cukup baik dan cakupannyacukup luas. “Sementara ini sudah cukup baik karena perlin-dungan sosial kita cukup SULTENG RAYA-Calon ibu kota

baru, Kabupaten Penajam Utara (PPU), Kalimantan Timur banyak kedatangan pendatang baru. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten PPU menye-but fenomena kedatangan penduduk baru tersebut terjadi setelah pemer-intah mengumumkan akan memin-dahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur pada 2019 lalu.

Sejak pengumuman tersebut, arus urbanisasi ke Penajam Utara naik. Rata-rata jumlah penduduk baru yang datang mengurus surat pindah masuk ke Kabupaten PPU sekitar 50 orang per hari. Kepala Dinas Kepen-dudukan dan Pencatatan Sipil (Dis-dukcapil) Kabupaten PPU Suyanto

mengatakan kebanyakan masyarakat yang mengurus surat pindah berasal dari Sulawesi dan Jawa. Kenaikan jumlah pengurusan surat pindah paling terasa terjadi sejak Ramadhan hingga pascalebaran ini.

Ia memperkirakan bahwa jumlah penduduk pendatang setelah lebaran ini sudah mencapai 500 orang, lebih banyak ketimbang awal Januari 2020 yang sekitar 300 orang. Dengan ke-naikan tersebut ia memperkirakan jumlah penduduk yang saat ini hanya 173.671 jiwa akan meningkat 26.329 menjadi 200 ribu.

“Sejak Kabupaten Penajam Paser Utara ditetapkan sebagai calon ibu kota negara (IKN) baru, daerah ini seolah menjadi magnet sehingga

ba-nyak pendatang dari berbagai daerah yang masuk ke sini,” ujarnya seperti dikutip dari Antara, Senin (1/6/2020).

Ia menyebut arus urbanisasi ke PPU memang tidak bisa dibendung. Oleh karena itu supaya tidak menimbulkan masalah pihaknya akan berkoordinasi dengan camat, lurah dan kepala desa. Sementara itu, salah seorang pen-datang dari Jawa Timur yang tidak mau disebutkan namanya mengata-kan sudah sekitar sebulan ini ia di Penajam. Ia datang karena diajak teman mengerjakan ruko yang kini hampir selesai.

Ia juga sudah mengantongi surat keterangan menjadi warga Penajam. Ia berkeinginan menjadi petani di

PPU.CNN

Ibu Kota Pindah, Penajam Paser

Utara Kebanjiran Penduduk Baru

HELM milik TNI AD yang bisa memantau suhu tubuh demi mencegah penyebaran Covid-19. FOTO: IST

Helm Canggih TNI AD

Bisa Deteksi Suhu Tubuh

AD. “Supaya para operator nanti tahu betul apa yang bisa dilakukan,” ujarnya.

Helm pendeteksi suhu tu-buh itu akan mempermudah kerja tenaga medis, karena tidak perlu mendatangi satu per satu pengunjung atau pasien di RSPAD. “Pemakai helm sudah bisa melihat banyak orang yang dilihat, kelihatan suhunya dan ting-gal langsung tunjuk saja,” ujar Andika.

Andika juga memantau langsung ketersediaan alat pelindung diri (APD), re-agen serum polymerase chain reaction (PCR), dan serum tes cepat (rapid test) di RSPAD Gatot Soebroto.

Wakil Kepala RSPAD Ga-tot Soebroto, Brigjen Alber-tus Budi Sulistya mengata-kan APD, serum PCR, dan serum tes cepat masih ter-sedia untuk dua bulan men-datang bagi tenaga medis. Budi memaparkan, RSPAD juga menerima pengiriman sampel tes dari rumah sakit TNI AD untuk uji klinis di RSPAD Gatot Soebroto.

Pemantauan berkala dan pemberian bantuan yang di-lakukan Andika merupakan upaya mengurangi penye-baran dan penanganan ce-pat pasien Covid-19.ROL

FOTO: ILUSTRASI

Pemerintah Terapkan Sistem

Pelindungan Sosial Menyeluruh

masif,” katanya. Ia men-gatakan, program pelin-dungan sosial yang sudah jalan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) serta Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) akan dilan-jutkan dengan peningkatan cakupan penerima manfaat menjadi 10 juta keluarga untuk PKHdan 20 juta keluarga untuk BPNT.

“Tinggal program-pro-gram lainnya yang sebe-narnya sudah ada dalam konsep-konsep kami, namun belum bisa dijalan-kan karena penganggaran yang belum memadai. Nanti kita bicarakan tek-nisnya dengan Bappenas,” kata dia.

Selain itu,Presiden Joko Widodo dalam rapat kabi-net meminta Kementerian Sosial melakukan konso-lidasi berkenaan dengan program-program bantuan sosial yang dijalankan di beberapa kementerian atau lembaga.ROL

(5)

EMENTARA data Global Nutrition Report menunjuk-kan bahwa pre-valensi stunting di seluruh dunia pada anak usia <5 tahun sebesar 23,8%. Indo-nesia termasuk dalam 17 negara di antara 117 negara. Selain itu, data riskesdas 2018 menunjukkan bahwa kejadian stunting di Indo-nesia sebanyak 30,8% (11,5% sangat pendek dan 19,3% pendek) sementara pada tahun 2019 menjadi sekitar 27%, angka ini mengalami penurunan dari tahun 2013 dimana terdapat 37,2% ba-lita stunting (18% sangat pendek dan 19,2% pendek).

Jika melihat data itu, tar-get pemerintah seharusnya masih di bawah angka ter-sebut. Tentu masalah ini seolah-olah menjadi anca-man bagi negara kita untuk

beberapa tahun belakan-gan ini, kenapa demikian? Mungkin karena kita akan mengalami bonus

demo-grafi di tahun 2030. Artinya,

mereka yang berusia di bawah 5 tahun saat ini akan menginjak usia remaja pada tahun tersebut apalagi usia produktif di tahun 2045 ketika Indonesia mencapai usia 100 tahun. Bila melihat hal itu, tentu perlu ada-nya suuatu intervensi yang dapat menekan kejadian stunting. Tetapi, apakah tenaga kesehatan berperan 100% dalam penyelesaian masalah stunting?

Intervensi nutrisi spesifi k

umumnya dilakukan oleh di sektor kesehatan, tetapi hanya berkontribusi 30%, sementara 70% adalah kon-tribusi intervensi nutrisi sen-sitif yang melibatkan berba-gai sektor seperti ketahanan

pangan, ketersediaan air bersih, sanitasi, pengentasan kemiskinan, pendidikan, so-sial, dan lain sebagainya. In-tervensi water, sanitatin and

hygine (WASH) merupakan

suatu upaya yang berperan penting untuk meningkat-kan kesehatan pada anak usia dini. Penelitian Syam and Sunuh, (2020) dalam artikelnya yang berjudul

“Hubungan Kebiasaan

Cuci Tangan,

Menge-lola Air Minum dan

Makanan dengan Stunting” menye-butkan bahwa ada hubungan cuci tangan pa-kai sabun, pen-g e l o l a a n a i r minum dan ma-kanan dengan kejadian stun-ting.

Peningkatan kualitas air, sa-nitasi dan keber-sihan/water, sa-nitatin and hygine

(WASH) sebenarnya

sudah menjadi perhatian khusus secara global dalam

dekade terakhir. Apalagi

saat ini Dunia mengalami situasi pandemi covid-19. Upaya Pemerintah dan praktisi kesehatan gencar melakukan upaya promo-si kesehatan kepada se-luruh masyarakat untuk menjaga kebersihan ling-kungan, seperti mencuci tangan dengan sabun dan air bersih setelah

melaku-kan aktifi tas. Tidak hanya

itu, seluruh masyarakat di sarankan untuk memenuhi asupan nutrisinya dalam masa pendemi covid-19. Jika nutrisi terpenuhi maka akan mendorong pembentukan imunitas tubuh yang kuat sehingga masyarakat tidak mudah terpapar oleh corona

virus.

WASH yang buruk akan

berpeluang menyebabkan terjadinya stunting dengan melalui berbagai meka-nisme biologis dan sosial ekonomi yang sulit untuk dinilai secara independen. Beberapa Penelitian

menye-but bahwa e f e k

W A S H

pada kurang gizi

sebagai ‘langsung’ yang berarti kematian disebabkan oleh kekurangan energi protein, dan ‘tidak langs-ung’ yang berarti kematian disebabkan oleh pening-katan kerentanan terhadap penyakit menular sebagai akibat dari kurang gizi. Se-cara keseluruhan, penelitian ini memperkirakan bahwa sejumlah besar kematian anak (860.000) disebabkan oleh kekurangan gizi mung-kin dapat dicegah dengan

peningkatan WASH.

Oleh karena itu, melalui upaya pencegahan covid-19 seperti dengan menjaga kebersihan, cuci Tangan

menggunakan Sabun dan

Air Mengalir serta

ma-kan-makanan yang bergi-zi juga dapat mengurangi atau mengeliminasi stunting pada anak. Beberapa bukti hasil penelitian sebelumnya merekomendasikan betapa pentingnya upaya mening-katkan perilaku mencuci tangan untuk ibu dan anak dengan fokus pada akses ke air bersih. Dengan begi-tu , hal ini perlu interven-si lanjutan, karena upaya untuk meningkatkan gizi

dan perilaku WASH paling

efektif sejak dini dalam mempromosikan hasil

ke-sehatan jangka panjang untuk anak-anak.

Dengan demikian, den-gan situasi saat ini (masa pandemi covid-19) me-rupakan salah satu pelu-ang untuk mencegah

stun-ting pada anak. Karena jika

program ini yang meliputi: (1) memperkuat upaya un-tuk meningkatkan perilaku mencuci tangan untuk ibu dan anak; (2) mempriori-taskan akses ke sumber air bersih; dan (3) mendukung

kegiatan WASH spesifik

yang membantu untuk lebih mengontekstualisasikan waktu mencuci tangan oleh anak-anak dan orang tua, dan sumber air. Maka akan memberikan peluang dalam mencegah stunting, apabila dilakukan dengan cara yang konsisten, meskipun nanti masa pandemi covid-19 ini berakhir.

*Penulis adalah Mahasis-wa Program Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Selain itu, penulis juga me-rupakan Dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhamma-diyah Palu. AMUN terpaparnya bangsa ini dengan perila-ku koruptif para elit dan gersangnya kepedulian anak negeri ini, ditandai dengan makin kuatnya polarisasi dan penyalagun-aan kewenangan di tengah masyarakat, menunjukkan bahwa kemuliaan nilai-ni-lai Pancasila masih sebatas retorika, ‘belum’ dalam tindakan. Masih ada jarak antara harapan dengan kenyataan, antara Das sol-len atau kaidah atau norma dalam nilai-nilai Pancasila yang seharusnya dilakukan dan Das sein atau kenya-taan yang dalam tinda-kan. Di tengah pandemi Covid-19 penyalagunaan bantuan sosial masih ‘ba-nyak’ terjadi, dan mengge-rus kepercayaan masyara-kat. Tak ada ketegasan dari

pemerintah, masyarakat menjadi apatis, enggan sa-ling membantu. Tiap-tiap dari mereka merasa paling membutuhkan dan orang lain, itu menjadi urusan-nya, tidak ada niat baik untuk sesekali berkorban bahwa ada yang lain juga membutuhkan, begitu juga sebaliknya. Persaudaraan makin memudar, egoisme makin mengemuka.

Dan semangat nilai ketuhanan, yang sehar-usnya menjadi sandaran transenden, tak memiliki makna apa-apa, miskin dalam tindakan. Para elit negeri sudah tidak se-gan mengkhianati negeri dan sesamanya. Sumpah jabatan sebagai wujud permaknaannya, disalah-gunakan, hanya dijadikan formalitas an sich, karena ketamakan dan hasrat meraih kehormatan rendah

OPINI

SELASA, 2 JUNI 2020

5

SULTENG RAYA

begitu merajalela.

Pada rana kemanusiaan, yang mestinya mewujud-kan kesamaan, kedera-jatan dan persaudaraan manusia, gotong royong tergilas oleh perilaku pragmatis dan hedo-nistis para elitnya, sehingga tak lagi memiliki kepedu-liaan akan derita rakyat yang tetap kelam dan tak menikmati manisnya makna kemerdekaan yang dijanjikan, adil dan makmur. Dalam bahasan yang lugas Yudi Latif (Revo-lusi Pancasila,2015) menye-but, ditemukan di negeri ini adalah jalan bercabang dua yang satu adalah jalan mulus bagi segelintir orang yang hidup bergelimpan-gan, sama dapat, sama bahagia, sedang jalan yang satu lagi adalah jalan terjal bagi kebanyakan orang yang hidup berkekurun-gan, sama ratap, sama

sengsara. Kekuasaan

da-tang-hilang, silih berganti membuai mimpi, tetapi nasib rakyat tetap sama, kekal menderita.

Persatuan menjadi dasar penting dalam bernega-ra, tercegat kepentingan golongan dan kekuasaan, sehingga saling mengucil-kan dan bahmengucil-kan saling

me-niadakan. Keragaman pun,

yang semestinya menjadi wahana saling mengenal, saling belajar dan menyem-purnakan serta melay-ani untuk memperkuat persatuan, justru menjadi wahana untuk memperton-tonkan kedominasian yang menyeret untuk saling

tempat dalam Pancasi-la. Dan makin kuatnya penetrasi neoliberalisme dalam demokrasi, me-maksa demokrasi seakan hanya milik pemodal, dan yang terpilih adalah pada mereka yang memi-liki “amunisi gizi (dana)’ yang besar, mengabaikan

kapasitas apalagi integri-tas. Sehingga yang tersisa, hanya kekecewaan dan ketidakberdayaan pemilik kedaulatan yang bernama rakyat. Daulat rakyat ber-nama pemilu itu akhirnya hanya memperkuat sekelompok atau segelintir orang.

Hakekat daripada

adil menurut pengertian ilmiah, yaitu terpenuhinya segala sesuatu yang telah merupakan suatu hak dalam hidup bersama sebagai sifat hubungan antara satu dengan yang lain, mengakibatkan bahwa memenuhi tiap-tiap hak di dalam hubungan antara satu dengan yang lain adalah wajib. Namun semangat mewujudkan keadilan di negeri ini masih saja termangu, terjal dan berliku. Penuh onak dan duri bagi rakyat kebanyakan, sekedar

me-nikmati keadilan. Keadilan

seakan menjadi barang

langka. Hukum lumpuh

tak kuasa meredam pen-yalahgunaan kekuasaan.

Hukum tajam ke bawah

dan tumpul ke atas. Dan apabila hal ini terus berlan-jut, maka Pancasila sebagai dasar dan falsafah bangsa akan kehilangan eksisten-sinya.

*Penulis adalah Dosen Unisa Palu

DI

tengah pandemi Covid-19, kembali

ne-geri ini merayakan hari lahir Pancasila, 1

Juni 2020. Sebagai dasar negara, Pancasila

harusnya diposisikan sebagai sumber utama

bagi para pemimpin pemerintahan dalam

pengelolaan negara. Dan sebagai falsafah

bangsa, Pancasila sejatinya harus mampu

menjadi ruh dan jiwa bagi setiap perilaku

pribadi-pribadi anak bangsa. Jadi tidak

seke-dar perayaan formalitas an sich dan hanya

berhenti dalam lingkaran politik praktis dan

kekuasaan. Nilai-nilai Pancasila harus

dibu-mikan, meminjam tema hari lahir Pancasila

kali ini adalah Pancasila dalam tindakan.

Pancasila ‘Belum’ dalam Tindakan

(Refleksi hari lahir Pancasila)

mengklaim kekuatan, dan mengabaikan nilai-nilai keanekaragaman yang menopang persatuan. Dan Pe-milu atau Pilkada yang sebagai perwujudan demokrasi permuswaratan, dengan maksud untuk memperkuat daulat rakyat, justru menghadirkan polarisasi dan mengancam persatuan. Para elit belum juga menghadirkan de-mokrasi yang bermartabat, bahwa kepentingan rakyat diatas segala-galanya. Demokrasi hanya dimak-nai sekedar jargon dalam proses politik dan sekedar pilihan sebagai bentuk wu-jud berlangsungnya proses politik dalam bernegara.

Demokrasi akhirnya tidak mampu menawarkan solusi berbagai problem sosial masyarakat dan bahkan dibiarkan menjadi alat pembenaran untuk saling menyerang, dengan mengoperasikan sarana pemaksaan dan kebenci-an. Menghalalkan segala cara yang penting tujuan tercapai, begitu banyak dipraktekkan, yang semes-tinya tidak mendapatkan

Memasuki Masa

New Normal

ANGKAH-langkah pemerintah dalam men-gantisipasi dampak Corona Virus Disease (Covid-19) tetap masih menjadi topik hangat dalam beberapa minggu terakhir. Wajar saja karena menyangkut hidup dan kehidupan yang dialami dan langsung dirasakan akhir-akhir ini. Sehingga masy-arakat selalu menunggu-nunggu apa dan bagaimana penanganan serta jalan keluar yang akan dilakukan pemerintah dalam menangani masalah dan dampak pandemi ini.

Masyarakat juga sudah mendengar munculnya isti-lah-istilah baru sejak Covid-19 mewabah dan ditetapkan menjadi bencana nasional non alam di Indonesia. Mulai

dari Work From Home, Lockdown, Physical dan Social

Distancing, PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), Cluster Isolation, “New Normal” dan istilah-istilah lainnya. Sampai-sampai seorang dosen dalam status medsos-nya berujar “istilah baru terus bermunculan tetapi permasalahan masih tetap yang lama yaitu Co-vid-19”.

Masyarakat memang sudah mulai merasakan kebosa-nan dengan tetap tinggal di rumah, tak bisa beribadah di tempat ibadah, tidak bisa berkumpul, tidak bisa berwisata, tidak bisa ke mal, tidak bisa ke sekolah dan ke kampus dan masih banyak lagi larangan dan anjuran yang harus dilakukan di masa pandemi Covid-19 ini sesuai dengan protokol kesehatan.

Sehingga munculnya istilah baru new normal, sempat memberikan rasa lega di masyarakat mengira bahwa situasi akan kembali normal. Terutama bagi orang tua yang berharap anaknya kembali ke sekolah. Namun sampai saat ini belum jelas apakah ajaran baru segera mulai atau ditunda serta siapa yang berwenang

me-mutuskannya di masa pandemi ini?. Kita juga jangan

sampai berharap terlalu jauh karena kita tidak akan kembali lagi kepada keadaan normal yang lama tetapi kepada keadaan normal yang baru.

Namun apa yang kita harapkan dari keadaan normal baru ini?

Sementara itu pandemi Covid-19 masih tetap meng-khawatirkan, meskipun bagi sebagian orang tidak me-rasa demikian, bahkan masih ada menganggap sepele dan mengabaikannya. Sehingga timbul pertanyaan, apakah dengan kondisi masyarakat yang tingkat kedi-siplinannya rendah sudah siap dengan kondisi normal

yang baru ini ? Atau apakah tidak bakal memperparah

keadaan dengan meningkatnya pasien positif Covid-19 ?. Jangan-jangan keadaan ini menjadi cara tersendiri menyeleksi manusia yang akan bertahan dan sebaliknya.

Sesuai ketentuannya, kondisi normal yang baru ini tentu saja tidak dapat diterapkan secara serentak di seluruh wilayah di Indonesia. Tergantung tingkat penu-laran Covid-19, apa sudah menurun, stabil atau masih meningkat. New normal akan mulai diterapkan jika ting-kat penularan virusnya sudah menurun dan stabil. New Normal sudah ditetapkan akan mulai diberlakukan di 4

provinsi (DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat dan

Gorontalo) serta 25 kabupaten/kota yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai daerah PSBB.

Jadi jangan terus terburu-buru menyatakan siap me-nerapkan kondisi new normal sebelum mengevaluasi kondisi saat ini. Seperti di kota kita ini, pasien PDP dan pasien positif masih terus meningkat. Bahkan hampir semua kecamatan sudah masuk zona merah, tapi peja-batnya malah buru-buru sudah menyatakan siap dengan new normal. Sepertinya nafsu kuat untuk new normal

tetapi tenaga kurang bisa berakibat blunder. Harusnya

evaluasi dulu sejauh mana keampuhan program cluster isolation yang sudah dilakukan.

Kalau sudah terbukti mampu menurunkan dan

men-stabilkan penularan dan penyebarannya maka barulah bicara new normal.

Melihat tingkat kedisiplinan masyarakat yang sangat rendah selama ini maka satu hal menggembirakan dan disambut masyarakat adalah keterlibatan aparat kema-nan (TNI dan Polri) untuk mendisiplinkan warga. Ini termasuk hal baru yang sudah lama ditunggu-tunggu

masyarakat. Kalau dalam penilaian masyarakat, Satpol

PP masih sering kurang konsisten dalam menegakkan Peraturan maka tidak demikian dengan Polri, apalagi dengan TNI.

Bagi TNI dan Polri maka disiplin adalah kunci utama keberhasilan, termasuk dalam penanganan Covid-19. Makanya bagi yang tidak berdisiplin jangan berharap kompromi. Masyarakat bisa berdamai dengan Covid-19 dan dengan TNI/Polri jika sudah berdisiplin. Jadi ke-hadiran langsung aparat pertahanan dan keamanan ini membawa angin segar bagi masyarakat yang berdisiplin dan menjadi warning bagi masyarakat yang sepele.

Sayangnya keterlibatan TNI dan Polri mendisiplinkan warga ini baru akan diterjunkan bagi daerah-daerah yang akan memasuki new normal sebagaimana diurai-kan di atas. Padahal sudah kita ketahui bahwa tingkat kedisiplinan yang rendah itu hampir menyeluruh di wilayah Indonesia. Sehingga sebagian besar masyarakat di daerah sangat mengharapkan perintah Jokowi ini juga dilaksanakan secara menyeluruh. Sehingga jangan sampai tingkat penyebaran Covid-19 semakin parah baru TNI dan Polri diterjunkan.

Bukan berarti bahwa TNI dan Polri yang memerintah, tetapi tingkat kesadaran yang masih rendahlah yang membuat masyarakat masih harus dikomando dan dipaksa berdisiplin. ***

MUNGKIN

kita sering mendengar beberapa

program prioritas pemerintah dalam bidang

kesehatan. Salah satunya adalah kondisi

mal-nutrisi kronik yang biasa kita kenal dengan

stunting. Stunting merupakan gangguan

per-tumbuhan dan perkembangan yang dialami

anak-anak dari gizi buruk, infeksi berulang,

dan stimulasi psikososial yang tidak

mema-dai. Selain itu masalah stunting terakit

den-gan berbagai kondisi lain yang secara tidak

langsung memengaruhi kesehatan. Disisi

lain stunting juga merupakan kondisi kronis

yang menggambarkan terhambatnya

per-tumbuhan karena malnutrisi jangka panjang

yang diketahui melalui pengukuran panjang

atau tinggi badannya.

Cegah Stunting Melalui Program

Water, Sanitation,

Hygiene

(Wash) dalam Kondisi Pandemi Covid-19

L

N

S

PENERBIT:

PT. Trimedia Sulteng Mandiri

No. Rek. Bank Sulteng, An. PT. Trimedia Sulteng Mandiri Acc. 0010107770011

Rek. Bank Mandiri, No. 151-00-1205223-6 An. PT. TRIMEDIA SULTENG MANDIRI

PERWAKILAN JAKARTA: Jl. Tebet Timur IV F No. 6 Jakarta Selatan (Ahmad Averus Toana, Sudarsono, Syafi i, Agung Ramadhan)

PERCETAKAN: TRIMEDIA GROUP

(Isi di luar tanggung jawab percetakan)

WARTAWAN HARIAN

SULTENG RAYA

,

DIBEKALI KARTU

PERS/SURAT TUGAS DAN NAMANYA TERCANTUM DALAM

BOX REDAKSI

PENDIRI/PIMPINAN UMUM: Tri Putra Toana. DEWAN MANAJEMEN TRIMEDIA : Tri Putra Toana, Temu Sutrisno, Mahmud Matangara.

PIMPINAN PERUSAHAAN: Suyanto. PEMIMPIN REDAKSI/PENANGGUNG JAWAB: Irwan.

REDAKTUR: Amiluddin, Andi Nurhidayat, Hangga Nugracha. STAF REDAKSI: Irwan, Andi Hidayat, Amiludin, Hangga Nugracha, Rafi q,

Rahmat Kuniawan, Nindhya Shinta Dewi, Jane Lestari Parabak, Ruth Damayanti. SEKRETARIS REDAKSI: Rahmawati. LITBANG: A. Madukelleng.

BIRO DONGGALA: Wahid Agus, Situr Wijaya. BIRO SIGI: Feri Fadli. BIRO PARMOUT: Aslan Laeho. BIRO BUOL: Irfan Makalalag. BIRO TOUNA: Budi.

BIRO POSO: Syamsuyadi. BIRO BALUT: Subianto. BIRO MOROWALI: Bambang Sumantri. BIRO MOROWALI UTARA: Ivan Tagora.

BIRO TOLITOLI: Rustam. BIRO BANGKEP: Pariaman Tambunan (Kepala Biro) Rizal Saenong (Pemasaran). BIRO BANGGAI: Pariaman T.

DESIGN & ARTISTIC: Azwar Anas (Manajer), Feryanto, Wiwis. PEMASARAN/SIRKULASI: Wanto, Zainuddin Ladoe. PERIKLANAN: Helmy Jatmika (Manajer), Ruth.

KEUANGAN: Ratmin. EMAIL: [email protected] TARIF IKLAN: Warna (FC) Rp. 45.000/mmk. Hitam Putih (BW) Rp.30.000/mmk.

ALAMAT REDAKSI: Jl. Rusa No. 36 TLP: 0451 4012 445 ALAMAT PERCETAKAN: Jl. Rusa No.36 Palu.

Kasman Jaya Saad*

Ahmad Yani. S.K.M.,M.Kes*

jatan dan persaudaraan manusia, gotong royong tergilas oleh perilaku pragmatis dan

hedo-Dalam bahasan yang lugas Yudi Latif (Revo-lusi Pancasila,2015) menye-but, ditemukan di negeri

maksa demokrasi seakan hanya milik pemodal, dan yang terpilih adalah pada mereka yang memi-liki “amunisi gizi (dana)’ yang besar, mengabaikan

kapasitas apalagi integri-tas. Sehingga yang tersisa, hanya kekecewaan dan ketidakberdayaan pemilik kedaulatan yang bernama rakyat. Daulat rakyat ber-nama pemilu itu akhirnya hanya memperkuat sekelompok atau segelintir orang.

adil menurut pengertian ilmiah, yaitu terpenuhinya Dan

Pe-milu atau Pilkada

usia dini. Penelitian Syam and Sunuh, (2020) dalam artikelnya yang berjudul “Hubungan Kebiasaan Cuci Tangan, Menge-lola Air Minum dan Makanan dengan Stunting”

menye-nitasi dan keber-sihan/water, sa-nitatin and hygine (WASH) sebenarnya sudah menjadi perhatian khusus secara global dalam dekade terakhir. Apalagi

e f e k

W A S H

katkan perilaku mencuci tangan untuk ibu dan anak dengan fokus pada akses ke air bersih. Dengan begi-tu , hal ini perlu interven-si lanjutan, karena upaya untuk meningkatkan gizi dan perilaku WASH paling efektif sejak dini dalam mempromosikan hasil

ke-sehatan jangka panjang untuk anak-anak.

pandemi covid-19) me-rupakan salah satu pelu-ang untuk mencegah stun-ting pada anak. Karena jika program ini yang meliputi: (1) memperkuat upaya un-tuk meningkatkan perilaku mencuci tangan untuk ibu dan anak; (2) mempriori-taskan akses ke sumber air bersih; dan (3) mendukung kegiatan WASH spesifik

(6)

SELASA, 2 JUNI 2020

6

warta sulteng

SULTENG RAYA

KAPOLRES Poso, AKBP Darno (tengah) berpose bersama warga yang menerima bantuan beras. FOTO: HUMAS POLRES POSO

BANTU WARGA TERDAMPAK COVID-19

Polres Poso Sediakan 10 Ton Beras

SULTENG RAYA –

Sebagai bentuk

kepedu-lian ditengah pandemi corona saat ini, Polres

Poso membagikan 300 kilogram (kg) bantuan

beras untuk warga yang berada di

Kabupa-ten Poso.

Pembagian beras itu di-lakukan pada Sabtu 30 Mei 2020 dalam sebuah kegiatan bakti sosial. Dimana kegi-atan ini juga merupakan instruksi Kapolri dalam membantu masyarakat ter-dampak Covid-19 di seluruh Indonesia.

Kapolres Poso, AKBP Dar-no yang ikut membagikan bantuan beras mengatakan, dalam membantu warga terdampak Covid-19, pi-haknya menyiapkan 10 ton beras yang disalurkan secara bertahap, serta diupayakan pembagian beras ini tepat sasaran dan lebih menguta-makan warga Poso yang sama sekali belum pernah mendapatkan bantuan dari

pemerintah.

Dalam kegiatan tersebut, pihak Polres Poso menarget-kan setiap Kepala Keluarga (KK) mendapat 5 kilogram beras.

“Pembagian beras dengan cara door to door dilakukan, agar pembagian bantuan secara tepat sasaran, dan lebih mengutamakan war-ga Poso yang sama sekali belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah,” ucap Darno.

Selain Polres Poso, pen-yaluran bantuan beras ter-sebut juga dilakukan para Kapolsek jajaran Polres Poso yang terlibat membagikan beras secara serentak di ma-sing-masing wilayah.

“Ini merupakan instruksi bapak Kapolri untuk mem-bantu kepada masyarakat yang terdampak Covid-19,” kata Kapolres.

Kapolres AKBP Darno berharap, bantuan yang di-berikan dapat meringankan keluarga kurang mampu ditengah pandemi corona saat ini.

Kapolres Darno juga men-gimbau, kiranya masyarakat untuk sama-sama terlibat aktif mencegah virus corona dengan mengikuti anjuran pemerintah dan selalu me-lakukan protokol kesehatan seperti, menjaga kebersi-han, membiasakan mencuci tangan serta menjaga pola hidup sehat. SYM

SULTENG RAYA – Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) kembali melakukan perom-bakan pada struktur inter-nalnya. Sejumlah perwira mendapat mutasi hingga promosi jabatan baru.

Ismail

Mantan Kapolsek

Rio Pakava Jabat

Kasat Reskrim

Polres Bangkep

Mutasi sejumlah anggota Polda Sulteng itu, tertuang dalam Surat Telegram No-mor: S/418 /V/KEP./2020 tertanggal 29-05-2020.

Salah satu yang bergeser adalah Paur 2 Karsis SPN Polda Sulawesi Tengah, Iptu Ismail SH yang diang-kat dalam jabatan barunya sebagai Kepala Satuan Re-serse Kriminal (Reskrim) Polres Banggai Kepulauan (Bangkep).

Diketahui, sebelum men-jabat Paur II Karsis SPN Pol-da Sulteng di Kecamatan La-buan, Kabupaten Donggala, Iptu Ismail adalah Kapolsek di Rio Pakava, Donggala.

Dihubungi Sulteng Raya, Iptu Ismail membenar-kan pengangkatan dirinya dalam jabatan baru tersebut.

“Iya benar, Alhamdulilah, ini adalah amanah buat saya untuk saya emban sebaik mungkin,” kata Iptu Ismail, Senin (1/6/2020).

Mantan Kapolsek Rio Pa-kava itu mengatakan, rotasi itu merupakan hal yang bi-asa dan bentuk penyegaran di jajaran internal Polri. TUR

SULTENG RAYA – Se-banyak enam pelaku judi di salah satu rumah warga di Dusun IV Desa Dalaka, Ke-camatan Sindue, Kabupaten

Donggala berhasil ditang-kap jajaran Reskrim Polsek Sindue.

Kapolsek Sindue, Ipda Andi Akbar mengatakan,

penangkapan enam tersang-ka itu dilakutersang-kan dalam Kegiatan Rutin Yang Diting-katkan (KRYD).

“Setelah mendapatkan

SULTENG RAYA - Aksi buruh yang melakukan pemblokiran jalan di PT BBS, Kecamatan Bunta Ka-bupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Jumat (29/5/2020). Telah dilakukan mediasi oleh pihak perusahaan, Sabtu (30/5/2020).

Direktur PT BBS, Rahman Mangantjo beserta Humas perusahaan turun langsung dalam melakukan pertemu-an. Namun, mediasi tersebut tak mendapat kesepakatan antara pihak perusahaan dengan para buruh yang

meminta kejelasan upah, kontrak kerja dan pemu-tusan hubungan kerja (PHK) sepihak.

“Perusahaan seharusnya menjelaskan kontrak kerja dan gaji karyawan, agar semua pekerja memiliki hak yang sama dalam kesejah-teraan,” kata Risman salah seorang mahasiswa Ikatan Mahasiswa Kecamatan Bun-ta Nuhon Simpang Raya (IMKBNS).

Risman mengatakan, pihak perusahaan sangat membingungkan terkait legalitas karyawan. Karena

dalam surat PHK berala-matkan PT ANI, namun kontraknya di PT BBS.

Tidak hanya itu, Risman menjelaskan PHK yang di-lakukan perusahaan juga tidak berdasarkan atas prosedur. Harusnya dalam pemecatan melalui surat peringatan pertama, kedua dan ketiga.

“Kami akan bawa per-soalan ini ke Dinas Kete-nagakerjaan, kalau perlu sampai ke DPRD Bang-gai untuk dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP),” jelasnya. MAN

SEJUMLAH buruh PT BBS saat memblokir jalan perusahaan. FOTO: IST

Tuntut Upah, Buruh PT BBS

Banggai Blokir Jalan

Enam pelaku perjudian saat diamankan Polsek Sindue. FOTO: ISTIMEWA

Polisi Tangkap Enam

Pelaku Judi di Sindue

informasi dari masyarakat bahwa di salah satu rumah warga ada enam orang sedang bermain judi kartu jenis poker, tidak lama ke-mudian tim patroli menuju TKP dan melakukan pe-nangkapan terhadap para pelaku,” kata Andi Akbar.

Kapolsek menyebutkan, enam pelaku tersebut di-antaranya berinisial R (30), A (54), A. S (43), R (39), AO (53) dan B (50). Keenam pelaku merupakan warga asal Desa Dalaka, Keca-matan Sindue, Donggala.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan masing-masing, 1 pasang kartu yoker, uang pecahan Rp 50.000 2 lembar, Rp 10.000 ribu 2 lembar, Rp 5.000 ribu 2 lembar, Rp 2.000 ribu 4 lembar dan Rp 1.000 ribu 1 lembar.

“Pelaku diamankan di Polsek Sindue untuk di-lakukan pemeriksan lebih lanjut terhadap pelaku,” jelas Kapolsek. TUR

SULTENG RAYA - Bha-binkamtibmas jajaran Polsek Biromaru Polres Sigi turun langsung melakukan pen-gamanan dan pengawasan pendistribusian Bantuan be-rupa sembako (beras) yang bersumber dari Dana Desa (BLT-DD), Senin (1/6/2020).

Pengawasan dilakukan untuk memastikan penyalu-ran tepat sasapenyalu-ran dan tetap dalam situasi kondusif.

Kapolres Sigi, AKBP Andi Batara Purwacaraka me-lalui Kapolsek Biromaru, AKP Henry Burhanuddin mengaku, telah menginst-ruksikan kepada seluruh Bhabinkamtibmas jajaran Polsek Biromaru agar dalam penyaluran BLT-DD dam-pak Covid-19 tersebut harus turun langsung ke desa bin-aannya, sebagai representa-tif Polri di lapangan.

“Hal ini dilakukan guna memastikan tidak adanya penyalahgunaan atau pen-yimpangan dalam penyalu-ran bantuan sosial tersebut (BLT-DD),” ujarnya.

Para Bhabinkamtibmas

selain melakukan penga- BHABINKAMTIBMAS jajaran Polsek Biromaru saat melakukan pengawasan BLT DD, Senin (1/6/2020). FOTO: DOK POLSEK BIROMARU

Bhabinkamtibmas

Awasi Penyaluran BLT

wasan penyaluran BLT-DD, juga memberikan imbauan kepada masyarakat binaan-nya tentang pencegahan penyebaran dan penularan virus corona (Covid-19).

“Imbauan, seperti

mem-berikan penjelasan manfaat penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah, mematuhi protokol kese-hatan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dan jaga kesehatan dengan

se-lalu menjaga imun tubuh, serta kebersihan lingkingan sekeliling kita. langkah ter-sebut sebagai upaya memu-tus rantai penyebaran dan penularan virus corona,” imbau AKP Henry. */YAT

Referensi

Dokumen terkait

Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasinya atas sinergitas yang telah terjalin antara PMI Kota Tangerang dengan Pemkot Tangerang dalam pen- anganan Covid-19.. “Alhamdulillah

bahwa Pengenaan Sanksi Terhadap Pelanggaran Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Tangerang

Pasien terkonfirmasi COVID-l9 tanpa gejala wajib melakukan isolasi terpusat di tempat yang ditunjuk oleh Satuan Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)

Lima Provinsi dengan kasus virus corona (Covid 19) tinggi juga mengalami peningkatan pada persentase penduduk kemiskinan (P0), indeks kedalaman (P1) dan indeks keparahan

- Sosialisasi dan himbauan ke masyarakat - Pemantauan oleh Satgas PSBB pencegahan virus Corona covid 19 - Penyemrotan oleh Tim BPBD Kota Palangka Raya - Penyemrotan oleh Tim Damkar

Angka kesembuhan yang tinggi tidak terlepas dari peran program pencegahan Virus Corona (Covid-19) Sehingga program itu berjalan dengan baik kerjasama antara

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa tahun ini diseluruh dunia sedang mengalami yang namanya kasus virus corona (Covid-19) yang membuat seluruh masyarakat

Dalam rangka meningkatkan penerapan disiplin protokol kesehatan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta menimbang peningkatan kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di