• Tidak ada hasil yang ditemukan

Referat Diare Pada Anak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Referat Diare Pada Anak"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

Diare merupakan salah satu penyebab utama mortalitas dan morbiditas anak di dunia Diare merupakan salah satu penyebab utama mortalitas dan morbiditas anak di dunia yang menyebakan 1,6 -2,5 juta kematian pada anak tiap tahunnya, serta merupakan 1/5 dari yang menyebakan 1,6 -2,5 juta kematian pada anak tiap tahunnya, serta merupakan 1/5 dari seluruh penyebab kematian. Survei esehatan !umah "angga di #ndonesia menunjukkan seluruh penyebab kematian. Survei esehatan !umah "angga di #ndonesia menunjukkan  penurunan

 penurunan angka angka kematian kematian bayi bayi akibat akibat diare diare dari dari 15,5$ 15,5$ %1&'6( %1&'6( menjadi menjadi 1),&5$ 1),&5$ %1&&5(.%1&&5(. *enurunan angka kematian akibat diare juga didapatkan pada kelompok balita berdasarkan *enurunan angka kematian akibat diare juga didapatkan pada kelompok balita berdasarkan survey serupa, yaitu +$ %1&2(, menjadi 16$ %1&'6( dan ,5$ %21(.

survey serupa, yaitu +$ %1&2(, menjadi 16$ %1&'6( dan ,5$ %21(. 55 "etapi, penurunan "etapi, penurunan angka mortalitas akibat diare tidak sebanding dengan penurunan angka morbiditasnya.

angka mortalitas akibat diare tidak sebanding dengan penurunan angka morbiditasnya. Dia

Diare re akuakut t masmasih ih mermerupaupakan kan penpenyebyebab ab utamutama a mormorbidbiditas itas dan dan mormortalitalitas tas anaanak k didi negara berkembang. "erdapat banyak penyebab diare akut pada anak. *ada sebagian besar  negara berkembang. "erdapat banyak penyebab diare akut pada anak. *ada sebagian besar  kasus penyebabnya adalah ineksi akut intestinum yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau kasus penyebabnya adalah ineksi akut intestinum yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau  parasit,

 parasit, akan akan tetapi tetapi berbagai berbagai penyakit penyakit lain lain juga juga dapat dapat menyebabkan menyebabkan diare diare akut, akut, termasuk termasuk  sindroma malabsorpsi. Diare menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan elektrolit dan sindroma malabsorpsi. Diare menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan elektrolit dan sering disertai dengan asidosis metaboli karena kehilangan basa.

sering disertai dengan asidosis metaboli karena kehilangan basa. Dia

Diare re jugjuga a erat erat hubhubungungannannya ya dendengan gan kejkejadiadian an kurkurang ang gi0gi0i. i. SetSetiap iap epiepisodsode e diadiare re dapdapatat menyebabkan kekurangan gi0i oleh karena adanya anoreksia dan berkurangnya kemampuan menyebabkan kekurangan gi0i oleh karena adanya anoreksia dan berkurangnya kemampuan meny

menyerap erap sari sari makmakanaanan, n, sehsehingingga ga apaapabilbila a epiepisodsodenyenya a berberkepkepanjaanjangangan n akaakan n berberdamdampak pak  terhadap pertumbuhan dan kesehatan anak.

(2)

BAB II BAB II

TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA

II.. DDiiaarre e AAkkuutt I.1 Definisi I.1 Definisi

Diare akut adalah buang air besar lembek atau air bahkan dapat berupa air saja, Diare akut adalah buang air besar lembek atau air bahkan dapat berupa air saja, dengan rekuensi lebih dari tiga kali atau lebih sering dari biasanya dalam 2+ jam dan dengan rekuensi lebih dari tiga kali atau lebih sering dari biasanya dalam 2+ jam dan  berlangsung kurang dari 1+ hari.

 berlangsung kurang dari 1+ hari.11 I.2 Epidemi!"i

I.2 Epidemi!"i

Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang, termasuk  Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang, termasuk  di #ndonesia dan merupakan salah satu penyebab kematian dan kesakitan tertinggi pada anak, di #ndonesia dan merupakan salah satu penyebab kematian dan kesakitan tertinggi pada anak, terutama usia di baah 5 tahun. Di dunia, sebanyak 6 juta anak meninggal tiap tahunnya terutama usia di baah 5 tahun. Di dunia, sebanyak 6 juta anak meninggal tiap tahunnya karena diare dan sebagian besar kejadian tersebut terjadi di negara berkembang. erdasarkan karena diare dan sebagian besar kejadian tersebut terjadi di negara berkembang. erdasarkan !iskesdas 2, sebanyak +2$ kematian bayi disebabkan oleh diare, untuk golongan 1-+ !iskesdas 2, sebanyak +2$ kematian bayi disebabkan oleh diare, untuk golongan 1-+ tahun, kematian akibat diare menapai 25.5$.

tahun, kematian akibat diare menapai 25.5$. 22 I.# $ara Penu!aran dan

I.# $ara Penu!aran dan %aktr &isik%aktr &isik

3ara penularan diare pada umumnya melalui ara ekal-oral yaitu melalui makanan 3ara penularan diare pada umumnya melalui ara ekal-oral yaitu melalui makanan atau

atau minminumauman n yanyang g terteremaemar r oleoleh h ententeroeropatpatogeogen, n, ataatau u konkontak tak lanlangsugsung ng tantangan gan dendengangan  penderita atau

 penderita atau barang-barang yang telabarang-barang yang telah teremar h teremar tinja penderita tinja penderita atau tidak atau tidak langsung melaluilangsung melalui lalat.Singkatnya, dapat dikatakan melalui 4+4 yakni

lalat.Singkatnya, dapat dikatakan melalui 4+4 yakni finger  finger  %jari(, %jari(, flies flies %lalat(,%lalat(, fluid fluid %airan(,%airan(, dan

dan field field %lingkungan(.%lingkungan(. A.

A. %aktr %aktr resik 'resik 'an" dapat an" dapat menin"katkan menin"katkan penu!aran epenu!aran enterpanterpat"en antat"en antara !ain(ra !ain( 1(

1( "i"idak membdak memberikan erikan S# seS# seara penuara penuh untuk +h untuk +- 6 bulan per- 6 bulan pertama kehitama kehidupan bdupan bayiayi 2(

2( "i"idak mdak memademadainyainya penya penyediediaan aiaan air bersir bersihh )(

)( *e*ennemaemararan air on air oleleh tih tinjnjaa +(

+( ururangangnynya saraa sarana kena keberbersihsihan %7an %73(3( 5(

5( ebersebersihan ihan lingklingkungan ungan dan dan pribapribadi ydi yang bang buruk uruk  6(

6( *enyi*enyiapan dapan dan penyan penyimpanimpanan makan makanan yanan yang tidang tidak higak higienisienis 

(( 88ii00i i bbuururuk k  '(

'( #m#mununododeeisisieiensnsii &(

&( ererkurkurangangnya nya asam asam lamlambunbungg 1(

(3)

BAB II BAB II

TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA

II.. DDiiaarre e AAkkuutt I.1 Definisi I.1 Definisi

Diare akut adalah buang air besar lembek atau air bahkan dapat berupa air saja, Diare akut adalah buang air besar lembek atau air bahkan dapat berupa air saja, dengan rekuensi lebih dari tiga kali atau lebih sering dari biasanya dalam 2+ jam dan dengan rekuensi lebih dari tiga kali atau lebih sering dari biasanya dalam 2+ jam dan  berlangsung kurang dari 1+ hari.

 berlangsung kurang dari 1+ hari.11 I.2 Epidemi!"i

I.2 Epidemi!"i

Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang, termasuk  Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang, termasuk  di #ndonesia dan merupakan salah satu penyebab kematian dan kesakitan tertinggi pada anak, di #ndonesia dan merupakan salah satu penyebab kematian dan kesakitan tertinggi pada anak, terutama usia di baah 5 tahun. Di dunia, sebanyak 6 juta anak meninggal tiap tahunnya terutama usia di baah 5 tahun. Di dunia, sebanyak 6 juta anak meninggal tiap tahunnya karena diare dan sebagian besar kejadian tersebut terjadi di negara berkembang. erdasarkan karena diare dan sebagian besar kejadian tersebut terjadi di negara berkembang. erdasarkan !iskesdas 2, sebanyak +2$ kematian bayi disebabkan oleh diare, untuk golongan 1-+ !iskesdas 2, sebanyak +2$ kematian bayi disebabkan oleh diare, untuk golongan 1-+ tahun, kematian akibat diare menapai 25.5$.

tahun, kematian akibat diare menapai 25.5$. 22 I.# $ara Penu!aran dan

I.# $ara Penu!aran dan %aktr &isik%aktr &isik

3ara penularan diare pada umumnya melalui ara ekal-oral yaitu melalui makanan 3ara penularan diare pada umumnya melalui ara ekal-oral yaitu melalui makanan atau

atau minminumauman n yanyang g terteremaemar r oleoleh h ententeroeropatpatogeogen, n, ataatau u konkontak tak lanlangsugsung ng tantangan gan dendengangan  penderita atau

 penderita atau barang-barang yang telabarang-barang yang telah teremar h teremar tinja penderita tinja penderita atau tidak atau tidak langsung melaluilangsung melalui lalat.Singkatnya, dapat dikatakan melalui 4+4 yakni

lalat.Singkatnya, dapat dikatakan melalui 4+4 yakni finger  finger  %jari(, %jari(, flies flies %lalat(,%lalat(, fluid fluid %airan(,%airan(, dan

dan field field %lingkungan(.%lingkungan(. A.

A. %aktr %aktr resik 'resik 'an" dapat an" dapat menin"katkan menin"katkan penu!aran epenu!aran enterpanterpat"en antat"en antara !ain(ra !ain( 1(

1( "i"idak membdak memberikan erikan S# seS# seara penuara penuh untuk +h untuk +- 6 bulan per- 6 bulan pertama kehitama kehidupan bdupan bayiayi 2(

2( "i"idak mdak memademadainyainya penya penyediediaan aiaan air bersir bersihh )(

)( *e*ennemaemararan air on air oleleh tih tinjnjaa +(

+( ururangangnynya saraa sarana kena keberbersihsihan %7an %73(3( 5(

5( ebersebersihan ihan lingklingkungan ungan dan dan pribapribadi ydi yang bang buruk uruk  6(

6( *enyi*enyiapan dapan dan penyan penyimpanimpanan makan makanan yanan yang tidang tidak higak higienisienis 

(( 88ii00i i bbuururuk k  '(

'( #m#mununododeeisisieiensnsii &(

&( ererkurkurangangnya nya asam asam lamlambunbungg 1(

(4)

11(

11( 7enderita ampak dalam 7enderita ampak dalam + minggu + minggu terakhir terakhir  12(

12( aktoaktor genetir geneti B.

B. %a%aktktr r !a!aininn'n'a (a ( a(

a( aaktktoor r uummurur

Sebagian besar episode diare terjadi pada 2 tahun pertama kehidupan. #nsidensi Sebagian besar episode diare terjadi pada 2 tahun pertama kehidupan. #nsidensi tertinggi terjadi pada kelompok umur 6-11 bulan pada saat diberikan makanan tertinggi terjadi pada kelompok umur 6-11 bulan pada saat diberikan makanan  pendamping

 pendamping S#. S#. *ola *ola ini ini menggambarkan menggambarkan kombinasi kombinasi eek eek penurunan penurunan kadar kadar  antibody ibu, kurangnya kekebalan akti bayi, pengenalan makanan yang mungkin antibody ibu, kurangnya kekebalan akti bayi, pengenalan makanan yang mungkin terk

terkontontamiaminasnasi i bakbakteri teri tintinja ja dan dan konkontak tak lanlangsugsung ng dendengan gan tinjtinja a manmanusiusia a ataatauu  binatang pada saat bayi mulai merangkak.

 binatang pada saat bayi mulai merangkak.  b(

 b( #neksi asimtomatik #neksi asimtomatik 

Sebagian besar ineksi usus bersiat asimtomatik dan proporsi asimtomatik ini Sebagian besar ineksi usus bersiat asimtomatik dan proporsi asimtomatik ini meningkat setelah umur 2 tahun dikarenakan pembentukan imunitas akti. *ada meningkat setelah umur 2 tahun dikarenakan pembentukan imunitas akti. *ada ineks

ineksi i asimtoasimtomatik yang matik yang mungmungkin berlangsunkin berlangsung g beberapbeberapa a hari atau hari atau minggminggu, u, tinjatinja  penderita mengandung virus, bakteri, atau kista proto0oa y

 penderita mengandung virus, bakteri, atau kista proto0oa yang ineksius.ang ineksius. (

( aaktktoor mr muusisimm

Daerah tropik %termasuk #ndonesia(, diare yang disebabkan oleh rotavirus dapat Daerah tropik %termasuk #ndonesia(, diare yang disebabkan oleh rotavirus dapat ter

terjadjadi i sepsepananjajang ng tatahuhun n dedengngan an pepeniningngkakatan tan sepsepananjanjang g mumusim sim kekemamaraurau,, sedangkan diare karena bakteri enderung meningkat pada musim hujan.

sedangkan diare karena bakteri enderung meningkat pada musim hujan. d(

d( 9p9pididememi di dan pan panandedemimi I.) Eti!"i

I.) Eti!"i

*enyebab diare akut pada anak seara garis besar dapat disebabkan oleh *enyebab diare akut pada anak seara garis besar dapat disebabkan oleh

gastroenteritis, keraunan makanan karena antibiotika dan ineksi sistemik. 9tiologi diare gastroenteritis, keraunan makanan karena antibiotika dan ineksi sistemik. 9tiologi diare  pada 25 tahun yang lalu sebagian besar belum d

 pada 25 tahun yang lalu sebagian besar belum diketahui, akan tetapi kini, telah lebih dariiketahui, akan tetapi kini, telah lebih dari '$ penyebabnya diketahui. *ada saat ini telah dapat diidentiikasi tidak kurang dari 25 jenis '$ penyebabnya diketahui. *ada saat ini telah dapat diidentiikasi tidak kurang dari 25 jenis mikroorganisme yang dapat menyebabkan diare pada anak

mikroorganisme yang dapat menyebabkan diare pada anak dan bayidan bayi55..

*enyebab utama oleh virus yang terutama ialah !otavirus %+ : 6$( sedangkan virus *enyebab utama oleh virus yang terutama ialah !otavirus %+ : 6$( sedangkan virus lainya ialah virus

lainya ialah virus ;oralk, strov;oralk, strovirus, 3aivirus, 3oronavirus, 7inirotavirus. irus, 3aivirus, 3oronavirus, 7inirotavirus. akteri yangakteri yang dapat menyebabkan diare adalah eromonas hydrophilia, aillus ereus,

dapat menyebabkan diare adalah eromonas hydrophilia, aillus ereus, 3ompylobater3ompylobater  jejuni, 3lostridium deiile,3lostridium perringens, 9 oli, *leisiomonas, Sh

 jejuni, 3lostridium deiile,3lostridium perringens, 9 oli, *leisiomonas, Shigelloides,igelloides, Salmonella spp, staphyloous aureus, vibrio

Salmonella spp, staphyloous aureus, vibrio holerae dan <eholerae dan <ersinia enteroolitia, rsinia enteroolitia, SedangkanSedangkan  penyebab diare oleh parasit adalah alantidium oli, 3apillaria phiplippinensis,

 penyebab diare oleh parasit adalah alantidium oli, 3apillaria phiplippinensis,

3ryptosporodium, 9ntamoba hystolitia, 8iardia lambdia, #sospora billi, asiolopsis buski, 3ryptosporodium, 9ntamoba hystolitia, 8iardia lambdia, #sospora billi, asiolopsis buski, Saroystis suihominis, Strongiloides sterorlis, dan trihuris trihiura.

(5)

Di

Di negara berkembanegara berkembang kuman ng kuman patogpatogen en penyepenyebab penting diare bab penting diare akut pada akut pada anak-aanak-anak nak  yaitu !otavirus,

yaitu !otavirus, Escherichia coli Escherichia coli,, ShigellaShigella,, Campylobacter jejuniCampylobacter jejuni, dan, dan CryptosporidiumCryptosporidium..  A)

 A) Rotavirus.Rotavirus. !ot

!otaviavirus rus perpertamtama a kalkali i ditditemuemukan kan oleoleh h ishishop op %1&%1&)( )( di di uustrastralia lia padpada a biobiopsipsi duod

duodenum enum pendpenderita erita diare diare dengdengan an menggmenggunakaunakan n mikromikroskop skop elektroelektron. n. ""ernyernyata ata kemudkemudianian !ot

!otaviavirus rus ditditemuemukan kan di di selseluruuruh h dudunia nia sebsebagaagai i penpenyeyebab bab diadiare re akuakut t yanyang g palpaling ing serisering,ng, teru

terutamtama a padpada a baybayi i dan anak dan anak usiusia a 6-26-2+ + bulbulan. an. Di Di #nd#ndoneonesia, berdassia, berdasarkarkan an penpenelitelitian ian didi  beberapa

 beberapa !umah !umah Sakit Sakit di di =akarta, =akarta, <<ogyogyakarta, akarta, dan dan andung andung berkisar berkisar +-6$ +-6$ diare diare akutakut disebabkan oleh !otavirus.

disebabkan oleh !otavirus.

kibat ineksi !otavirus ini pada usus terjadi kerusakan sel epitel mukosa usus, kibat ineksi !otavirus ini pada usus terjadi kerusakan sel epitel mukosa usus, in

inekeksi si selsel-se-sel l raradadang ng papada da lalamimina na prpropopia, ia, pempemenendedekakan n jojonjnjot ot usususus, , pepembmbenengkgkakaakann mitokondria, dan bentuk mikrovili %brush border( yang tidak teratur. Sebagai akibat dari mitokondria, dan bentuk mikrovili %brush border( yang tidak teratur. Sebagai akibat dari semua ini adalah terjadinya gangguan absorpsi airan/elektrolit pada usus halus dan juga akan semua ini adalah terjadinya gangguan absorpsi airan/elektrolit pada usus halus dan juga akan terjadi gangguan penernaan %digesti( dari makanan terutama karbohidrat karena deisiensi terjadi gangguan penernaan %digesti( dari makanan terutama karbohidrat karena deisiensi en0im disakaridase akibat kerusakan epitel mukosa usus tadi.

en0im disakaridase akibat kerusakan epitel mukosa usus tadi.  B) Escherichia c

 B) Escherichia coli.oli.

9. oli menyebabkan sekitar 25$ diare di negara berkembang dan juga merupakan 9. oli menyebabkan sekitar 25$ diare di negara berkembang dan juga merupakan  penyebab

 penyebab diare diare kedua kedua setelah setelah !otavirus !otavirus pada pada bayi bayi dan dan anak. anak. *ada *ada saat saat ini ini telah telah dikenal dikenal 55 golongan 9.oli yang dapat menyebabkan diare, yaitu 9"93 %9nteropathogeni 9sherihia golongan 9.oli yang dapat menyebabkan diare, yaitu 9"93 %9nteropathogeni 9sherihia ol

oli(, i(, 9*99*93 3 %9n%9nteroteropatpathoghogenieni  9s9sherheriia iia ololi(, i(, 9#99#93 3 %9n%9nteroteroinvinvasivasive e 9s9sheriheriia ia ololi(,i(, 993 %9nteroadherent 9sherihia oli(, dan 9>93 %9nterohemorrhagi 9sherihia oli(. 993 %9nteroadherent 9sherihia oli(, dan 9>93 %9nterohemorrhagi 9sherihia oli(.22

9"93. 9"93 merupakan penyebab utama diare dehidrasi di negara berkembang. 9"93. 9"93 merupakan penyebab utama diare dehidrasi di negara berkembang. "ransmisinya melalui makanan %makanan sapihan/makanan pendamping(, dan minuman yang "ransmisinya melalui makanan %makanan sapihan/makanan pendamping(, dan minuman yang telah terkontaminasi. *ada 9"93 dikenal 2 aktor virulen, yaitu 1( aktor kolonisasi, yang telah terkontaminasi. *ada 9"93 dikenal 2 aktor virulen, yaitu 1( aktor kolonisasi, yang menyebabkan 9"93 dapat melekat pada sel epitel usus halus %enterosit( dan 2( enterotoksin. menyebabkan 9"93 dapat melekat pada sel epitel usus halus %enterosit( dan 2( enterotoksin. 8e

8en n ununtutuk k akaktotor r kokololoninisassasi i dadan n ententererototokoksisin n terterdadapapat t dadalam lam plplasmasmidid, , yayang ng dadapapatt ditransmisikan ke bakteri 9.oli lain. "erdapat 2 maam toksin yang dihasilkan oleh 9"93, ditransmisikan ke bakteri 9.oli lain. "erdapat 2 maam toksin yang dihasilkan oleh 9"93, yaitu toksin yang tidak tahan

yaitu toksin yang tidak tahan panas %heat labile panas %heat labile to?in @ A"to?in @ A"( dan toksin yang ta( dan toksin yang tahan panas %heathan panas %heat stable to?in @ S"(. "oksin A" menyebabkan diare dengan jalan merangsang aktivitas en0im stable to?in @ S"(. "oksin A" menyebabkan diare dengan jalan merangsang aktivitas en0im adenil siklase seperti halnya toksin kolera sehingga akan meningkatkan akumulasi 7*, adenil siklase seperti halnya toksin kolera sehingga akan meningkatkan akumulasi 7*, sedangkan toksin S" melalui en0im guanil

(6)

aik 7* maupun 87* akan menyebabkan perangsangan sekresi airan ke lumen usus sehingga terjadi diare. akteri 9"93 dapat menghasilkan A" saja, S" saja atau kedua-duanya. 9"93 tidak menyebabkan kerusakan rambut getar %mikrovili( atau menembus mukosa usus halus %invasi(. Diare biasanya berlangsung terbatas antara )-5 hari, tetapi dapat  juga lebih lama %menetap, persisten(.2

9*93. 9*93 dapat menyebabkan diare berair disertai muntah dan panas pada bayi dan anak dibaah usia 2 tahun. Di dalam usus, bakteri ini membentuk koloni melekat pada mukosa usus, akan tetapi tidak mampu menembus dinding usus. 7elekatnya bakteri ini pada mukosa usus karena adanya plasmid. akteri ini epat berkembang biak dengan membentuk  toksin yang melekat erat pada mukosa usus sehingga timbul diare pada bayi dan sering menimbulkan prolong diarrhea terutama bagi mereka yang tidak minum S#.

9#93. 9#93 biasanya apatogen, tetapi sering pula menyebabkan letusan keil %A( diare karena keraunan makanan %ood borne(. Seara biokimiai dan serologis bakteri ini menyerupai Shigella spp., dapat menembus mukosa usus halus, berkembang biak di dalam kolonosit %sel epitel kolon( dan menyebabkan disentri basiler. Dalam tinja penderita, sering ditemukan eritrosit dan leukosit.2

993. 993 merupakan golongan 9.oli yang mampu melekat dengan kuat pada mukosa usus halus dan menyebabkan perubahan morologis. Diduga bakteri ini mengeluarkan sitotoksin, dapat menyebabkan diare berair sampai lebih dari  hari %prolonged diarrhea(.2

9>93. 9>93 merupakan 9.oli serotipe 15 B >, yang dikenal dapat menyebabkan kolitis hemoragik. "ransmisinya melalui makanan, berupa daging yang dimasak kurang matang. Diarenya disertai sakit perut hebat %kolik, kram( tanpa atau disertai sedikit panas, diare air disertai darah. 9>93 menghasilkan sitotoksin yang dapat menyebabkan edem dan  perdarahan usus besar.2

C) Shigella spp.

#neksi Shigella pada manusia dapat menyebabkan keadaan mulai dari asimptomatik  sampai dengan disentri hebat disertai dengan demam, kejang-kejang, toksis, tenesmus ani,

(7)

dan tinja yang berlendir dan darah. 8olongan Shigella yang sering menyerang manusia di daerah tropis adalah Shigella dysentri, Shigella le?nori, sedangkan Shigella sonnei lebih sering terjadi di daerah sub tropis.2

*atogenesis terjadinya diare oleh Shigella spp. #ni adalah karena kemampuannya mengadakan invasi ke epitel sel mukosa usus. Disini dia berkembang biak dan mengeluarkan leksotoksin yang bersiat merusak sel %sitotoksin(. Daerah yang sering diserang adalah bagian terminal dari ileum dan kolon. kibat invasi dari bakteri ini terjadi iniltrasi sel-sel *7; dan kerusakan sel epitel mukosa sehingga timbul ulkus keil-keil di daerah invasi yang menyebabkan sel-sel darah merah, plasma protein, sel darah putih, masuk ke dalam lumen usus dan akhirnya keluar bersama tinja.2

 D) Campylobacter jejuni.

3. jejuni merupakan penyebab 5-1$ diare di dunia. Di #ndonesia prevalensinya sekitar 5,)$. Selain diare yang disertai dengan lendir dan darah, juga terdapat gejala sakit  perut disekitar pusat, yang kemudian menjalar ke kanan baah dan rasa nyerinya menetap di

tempat tersebut %seperti pada apendisitis akut(. 3. jejuni mengeluarkan 2 maam toksin yaitu sitotoksin dan toksin A".2

"empat ineksi yang paling sering dari 3. jejuni ini adalah jejenum, ileum, dan olon. "erdapat kelainan pada mukosa usus, peradangan, edema, pembesaran kelenjar lime mesenterium dan adanya airan bebas di avum peritonei. =onjot usus halus ditemukan memendek dan melebar tetapi tidak konsisten. #leum mengalami nekrosis hemoragik karena invasi bakteri ke dinding usus sehingga pada tinja dapat ditemukan adanya darah dan sel-sel radang.2

 E) Cryptosporodium.

3ryptosporodium pada saat ini sedang populer dan dianggap sebagai penyebab diare terbanyak yang disebabkan oleh parasit. Dahulu dikenal hanya patogen pada binatang saja. 3ryptosporodium merupakan golongan oidium, sering menyebabkan diare pada manusia yang menderita imunodeisiensi, misalnya pada penderita #DS. Di negara berkembang 3ryptosporodium merupakan +-11$ penyebab diare pada anak. *enularan melalui oro-ekal dan biasanya diare bersiat akut. 7ulainya karena terjadi kerusakan mukosa usus oleh  perlekatan parasit pada mikrovilus enterosit, sehingga terjadi gangguan absorpsi makanan.

(8)

Sebuah studi tentang maslah diare akut yang terjadi karena ineksi pada anak di  baah ) tahun di 3ina, #ndia, 7eksiko, 7yanmar, urma dan *akistan, hanya tiga agen

inekti yang seara konsisten atau seara pokok ditemukan meningkat pada anak penderita diare. gen ini adalah !otavirus,Shigella spp dan 9. 3oli enterotoksigenik !otavirus jelas merupakan penyebab diare akut yang paling sering diidentiikasi pada anak dalam komunitas tropis dan iklim sedang.6 Diare dapat disebabkan oleh alergi atau intoleransi makanan tertentu seperti susu, produk susu, makanan asing terdapat individu tertentu yang pedas atau tidak sesuai kondisi usus dapat pula disebabkan oleh keraunan makanan dan bahan-bahan kimia. eberapa maam obat, terutama antibiotika dapat juga menjadi penyebab diare. ntibiotika akan menekan lora normal usus sehingga organisme yang tidak biasa atau yang kebal antibiotika akan berkembang bebas.5,6 Di samping itu siat armakokinetik dari obat itu sendiri juga memegang peranan penting. Diare juga berhubungan dengan penyakit lain misalnya malaria, shistosomiasis, ampak atau pada ineksi sistemik lainnya misalnya,  pneumonia, radang tenggorokan, dan otitis media.5,6

"abel 1. 9tiologi Diare kut #neksi

1. 9nteral

• akteriB Shigella sp, E. Coli patogen, Salmonella sp, Vibrio cholera, Yersinia entreo

colytica, Campylobacter jejuni, V. Parahaemoliticus, VNA, Staphylococcus aureus, Streptococcus, !lebsiella, Pseudomonas, Aeromonas, Proteis, dll

• CirusB !otavirus, denovirus,  Nor"al# $irus, Nor"al# li#e $irus, cytomegalo$irus

% 37C &, echo$irus , virus >#C

• *arasit : *roto0oaB 9ntamoeba histolytia, 8iardia lamblia, 3ryptosporadium

 parvum, alantidium oli.

• ormB . Aumbrioides, aing tambang, "rihuris trihura, S. Sterooralis,

estodiasis dll

• ungusB ardia/moniliasis

2. *arenteralB Etitits media akut %E7(, pneumonia, "ravelerFs diarttheaB 9.3oli, 8iardia lamblia, Shigella, 9ntamoeba histolytia, dll

• #ntoksikasi makananB 7akanan beraun atau mengandung logam berat, makanan

mengandung bakteri/toksinB Clostridium perfringens, '. Cereus, S. aureus, Streptococcus anhaemohyti$us, dll 

• lergiB susu sapi, makanan tertentu

• 7alabsorpsi/maldiestiB karbohidratB monosakarida %glukosa, galaktosa, ruktosa(,

disakarida%laktosa, maltosa, sakarosa(, lemakB rantai panjang trigliserida, proteinB asam amino tertentu, eliasprue gluten malabsorption, protein intolerane, os

(9)

milk, vitamin Gmineral #munodeisiensi

"erapi obat, antibiotik, kemoterapi, antasid, dll

"indakan tertentu seperti gastrektomi, gastroenterostomi, dosis tinggi terapi radiasi Aain-lainB Sindrom Hollinger-9llison, neuropati autonomik %neuropatik diabetik(

I.* Patfisi!"i + Pat"enesis 1.*.1 Pat"enesis

Seara umum, diare disebabkan 2 hal yaitu gangguan pada proses absorbsi atau sekresi. "erdapat beberapa pembagian diareB

1. *embagian diare menurut etiologi

2. *embagian diare menurut mekanismenya yaitu gangguan absorbsi dan gangguan sekresi ). *embagian diare menurut lamanya diareB

a. Diare akut yang berlangsung kurang dari 1+ hari

 b. Diare kronik yang berlangsung lebih dari 1+ hari dengan etiologi non-ineksi . Diare persisten yang berlangsung lebih dari 1+ hari dengan etiologi ineksi *atogenesisB

(10)

1.*.2 Patfisi!"i

Seara umum, diare disebabkan karena 2 hal, yaitu gangguan pada proses absorbsi atau pada proses sekresi. Diare akibat gangguan absorpsi yaitu volume airan yang berada di kolon lebih besar daripada kapasitas absorbsi. "erdapat gangguan pada usus halus atau kolon yang mengakibatkan terjadinya penurunan pada proses absorpsi atau peningkatan proses sekresi. Diare juga dapat terjadi akibat gangguan motilitas, inlamasi dan imunologi.2

(11)

Diare akibat gangguan absorpsi atau diare osmotik dapat disebabkan karena B a( onsumsi magnesium hidroksida, sehingga menurunkan ungsi absorpsi ususI b( Deisiensi sukrase-isomaltaseI ( danya bahan yang tidak diserap, menyebabkan bahan intraluminal  pada usus halus bagian proksimal akan bersiat hipertonis dan menyebabkan hiperosmolaritas. kibat adanya perbedaan tekanan osmotik antara lumen usus dan darah, maka pada segmen jejunum yang bersiat permeabel, air akan mengalir ke arah lumen hehunum, dan air akan terkumpul di dalam lumen usus. ;a akan mengikuti masuk ke dalam lumen, dengan demikian akan terkumpul airan intraluminal yang besar dengan kadar ;a yang normal.2

Diare akibat malabsorpsi umum biasanya disebabkan akibat kerusakan sel %yang seara normal akan menyerap ;a dan air( daoat disebabkan oleh ineksi virus atau kuman, seperti Salmonella, Shigella atau Campylobacter. Dapat juga disebabkan akibat inlamatory  boel disease idiopatik, toksin, atau obat-obatan tertentu. 8ambaran karakteristik penyakit

yang menyebabkan malabsorpsi usus halus adalah atroi villi..2

Diare akibat gangguan sekresi atau diare sekretorik dapat terjadi karena hiperplasia kripta, luminal seretagogues, dan blood-borne seretagogeus. >iperplasia kripta umumnya akan menyebabkan atroi villi. *ada luminal seretagogues, sekresi lumen dipengaruhi oleh enterotoksin bakteri dan bahan kimia yang dapat menstimulasi seperti laksansia, garam empedu bentuk dihidro?yl, serta asam lemak rantai panjang. *ada blood-borne seretagogeus, diare umumnya disebabkan karena enterotoksin 9. 3oli atau 3holera.2

Diare akibat gangguan peristaltik disebabkan karena adanya perubahan motilitas usus yang akan berpengaruh terhadap absorpsi. aik peningkatan ataupun penurunan motilitas, keduanya dapat menyebabkan diare. *enurunan motilitas dapat mengakibatkan bakteri tumbuh berlebihan yang pada akhirnya dapat menuebabkan diare. Diare akibat hiperperistaltik pada anak jarang terjadi. atery diare dapat disebabkan karena hipermotilitas  pada kasus kolon iritable pada bayi.2

Diare akibat inlamasi dapat terjadi akibat hilangnya sel-sel epitel dan kerusakan tight  juntion, sehingga menyebabkan air, elektrolit, mukus dan protein menumpuk di dalam lumen. iasanya diare akibat inlamasi berkaitan dengan tipe diare lain seperti diare osmotik  dan diare sekretorik. akteri enteral patogen akan mempengaruhi struktur dan ungsi tight  juntion, menginduksi sekresi airan dan elektrolit, dan akan mengaktikan kaskade

(12)

inlamasi. 9ek ineksi bakterial pada tight juntion akan mempengaruhi susunan anatomis dan ungsi absorpsi dan perubahan susunan protein. *enelitian oleh erkes = dkk. 2) menunjukkan baha peranan bakteri enteral patogen pada diare terlerak pada perubahan  barrier tight juntion oleh toksin atau produk kuman yaitu perubahan pada ellular 

ytoskeleton dan spesiik tight juntion. *engaruh dari salah satu atau kedua hal tersebut akan menyebabkan terjadinya hipersekresi klorida yang akan diikuti oleh natrium dan air.2

Diare yang terkait imunologi dihubungkan dengan reaksi hipersensitivitas tipe #, ### dan #C. !eaksi tipe # yaitu terjadi reaksi antara sel mast dengan #g9 dan alergen makanan. !eaksi tipe ### misalnya pada penyakit gastroenteropati, sedangkan reaksi tipe #C terdapat  pada Coeliac diseasedan protein loss enteropaties. 7ediator-mediator kimia hasil dari respon imun akan menyebabkan luas permukaan mukosa berkurang akibat kerusakan jaringan, merangsang sekresi klorida diikuti oleh natrium dan air.2

I., -anifestasi K!inis

#neksi usus menimbulkan tanda dan gejala gastrointestinal serta gejala lainnya bila terjadi komplikasi ekstra intestinal termasuk maniestasi neurologi.

. 8ejala gastrointestinal berupa B

Diare, kram perut, dan muntah. Sedangkan maniestasi sistemik bervariasi tergantung pada  penyebabnya.

. 8ejala neurologi dari ineksi usus bisa berupa B

 paresthesia %akibat makan ikan, kerang, monosodium glutamat(, hipotoni dan kelemahan otot %C. botulinum&.

(13)

e/a!a k0as diare akut !e0 era"ai pen'ea.

e/a!a k!inik

&tairus S0i"e!!a Sa!mne!!a ETE$ EIE$ K!era

7asa tunas 1-2 jam 2+-+' jam 6-2 jam 6-2 jam 6-2 jam +-2 jam

*anas J JJ JJ - JJ

-7ual muntah

Sering =arang Sering J -

- ;yeri perut "enesmus "enesmus kramp "enesmus kolik  - "enesmus kramp Sering kramp  ;yeri kepala - J J - - -Aamanya sakit

5- hari K  hari )- hari 2-) hari variasi ) hari

Sifat tin/a

Colume Sedang Sedikit Sedikit anyak Sedikit anyak  

rekuensi 5-1 /hari K 1?/hari Sering sering Sering "erus menerus

onsistensi 3air Aembek   sering

Aembek 3air Aembek 3air  

Darah - L adang - J

-Diare menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan elektrolit dan sering disertai dengan asidosis metabolik karena kehilangan basa. Dehidrasi dapat diklasiikasikan

 berdasarkan deisit air dan atau keseimbangan elektrolit. Dehidrasi ringan bila penurunan  berat badan kurang dari 5$,dehidrasi sedang bila penurunan berat badan antara 5$-1$ dan

(14)

Derajat Dehidrasi 8ejala G "anda eadaan Mmum 7ata 7ulut/

Aidah !asa >aus ulit  $

9stimasi de. airan

"anpa

Dehidrasi aik, Sadar ;ormal asah

7inum ;ormal,

"idak >aus "urgor baik N 5 5 $

Dehidrasi !ingan -Sedang

8elisah !eel 3ekung ering "ampak  ehausan "urgor  lambat 5 : 1 5:1 $ Dehidrasi erat Aetargik, esadaran 7enurun Sangat ekung dan kering Sangat kering

Sulit, tidak bisa minum "urgor  sangat lambat K1 K1 $ Sumber B Sandhu 21' I.3 Dia"nsis 1.3.1 Anamnesis

3ara mendiagnosis pasien diare adalah dengan menentukan tiga hal berikut B 1( *ersistensinyaI 2( 9tiologiI )( Derajat dehidrasi. >al-hal ini dapat diketahui melalui anamnesa yang terperini.1

Mntuk menentukan persistensinya, perlu ditanyakan kepada orang tua pasien, sudah  berapa lama pasien menderita diare. pakah sudah lebih dari 1+ hari atau belum, sehingga

nantinya dapat ditentukan apakah diare pada pasien termasuk diare akut atau diare persisten. >al ini berkaitan dengan tatalaksana diare yang berkaitan dengan penyulit ataupun komplikasi dari diare tersebut.1

Mntuk menentukan etiologi, diagnosis klinis diare akut berdarah hanya berdasarkan adanya darah yang dapat dilihat seara kasat mata pada tinja. >al ini dapat ditanyakan pada

(15)

orang tua pasien maupun dilihat sendiri oleh dokter. *ada beberapa episode Shigellosis, diare  pada aalnya lebih air dan menjadi berdarah setelah 1-2 hari. Diare air ini dapat sangat  berat dan menimbulkan dehidrasi. Seringkali disertai demam, nyeri perut, nyeri pada rektum,

dan tenesmus.1

Mntuk menentukan derajat dehidrasi dapat dilakukan dengan anamnesis yang teliti, terutama pada asupan peroral, rekuensi miksi/urin, rekuensi serta volume tinja dan muntah yang keluar. "anyakan juga apakah pasien sudah pernah periksa dan apakah pasien mengkonsumsi obat tertentu sebelumnya.1

1.3.2 Pemeriksaan fisik

*ada pemeriksaan isik perlu diperiksa hal-hal sebagai berikut B berat badan, suhu tubuh, rekuensi denyut jantung dan pernapasan serta tekanan darah. Selanjutnya perlu diari tanda-tanda untama dehidrasi seperti kesadaran, rasa haus dan turgor kulit abdomen, serta tanda-tanda tambahan lainnya seperti ubun-ubun besar ekung atau tidak, mata oong atau tidak, ada atau tidaknya air mata, keadaan bibir, mukosa dan lidah.2,),+  arena seringnya deekasi, anus dan sekitarnya leet karena tinja makin lama makin asam akibat banyaknya asam laktat yang terjadi dari pemeahan laktosa yang tidak dapat diabsorpsi oleh usus.)

*ernapasan yang epat dan dalam merupakan indikasi adanya asidosis metabolik. ising usus yang lemah atau tidak ada dapat ditemukan pada keadaan hipokalemi. Dilakukan  juga pemeriksaan pada ekstremitas berupa apillary reill untuk menentukan derajat dehidrasi

yang terjadi.

Derajat dehidrasi dapat ditentukan berdasarkan B a. *enentuan derajat dehidrasi menurut 77! 2)

Simptom 7inimal atau tanpa dehidrasi, ehilangan  N)$ Dehidrasi !ingan-Sedang, ehilangan  )$-&$ Dehidrasi erat, ehilangan  K &$

esadaran aik ;ormal, lelah,

gelisah, irritable

patis, letargi, tidak  sadar 

Denyut jantung ;ormal ;ormal-meningkat "akikardia,  bradikardia pada

kasus berat ualitas nadi ;ormal ;ormal-melemah Aemah, keil, tak  

(16)

teraba

*ernapasan ;ormal ;ormal-epat Dalam

7ata ;ormal Sedikit oong Sangat oong

ir mata da erkurang "idak ada

7ulut dan lidah asah ering Sangat kering

3ubitan kulit Segera kembali embali N 2 detik embali K 2 detik  

3apillary reill ;ormal 7emanjang 7emanjang, minimal

9kstremitas >angat Dingin Dingin, mottled,

sianotik 

ening ;ormal erkurang minimal

 b. *enentuan derajat dehidrasi berdasarkan 7"S %7anagemen "erpadu alita Sakit( "erdapat dua atau lebih dari tanda-tanda

 berikut B

Aetargis atau tidak sadar. 7ata ekung

"idak bisa minum atau malas minum. 3ubitan kulit perut kembalinya lambat.

D9>#D!S# 9!"

"erdapat dua atau lebih dari tanda-tada  berikut B

8elisah, reel/marah. 7ata ekung.

>aus, minum dengan lahap.

3ubitan kulit di perut kembalinya lambat.

D9>#D!S# !#;8;/S9D;8

"idak ukup tanda-tanda untuk

diklasiikasikan sebagai dehidrasi berat atau ringan/sedang.

";* D9>#D!S#

. *enentuan derajat dehidrasi menurut >E 1&&5

*enilaian   3 Aihat B eadaan umum 7ata aik, sadar.  ;ormal O8elisah, reel 3ekung

OAesu, lunglai atau tidak sadar 

(17)

ir mata

7ulut dan lidah !asa haus

da asah

7inum biasa, tidak haus

"idak ada ering

O>aus, ingin minum  banyak 

kering.

Sangat kering Sangat kering

O7alas minum atau tidak bisa minum *eriksa B

"urgor kulit embali epat Oembali lambat Oembali sangat lambat

>asil pemeriksaan B "anpa dehidrasi Dengan dehidrasi ringan-sedang bila ada 1 tanda O

ditambah 1 atau lebih tanda lain

Dehidrasi berat bila ada1 tanda O

ditambah 1 atau lebih tanda lain.

"erapi B !enana "erapi  !enana "erapi  !enana "erapi 3

1.3.# Laratrium

1. *emeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan saat diare akutB

. DarahB darah lengkap, serum elektrolit, analisa gas darah, glukosa darah, kultur dan tes kepekaan terhadap antibiotika

. MrinB urin lengkap, kultur, dan tes kepekaan terhadap antibiotika 3. "inja

2. *emeriksaan makroskopik 

*emeriksaan makroskopik tinja perlu dilakukan pada semua penderita dengan diare meskipun pemeriksaan laboratorium tidak dilakukan.

. "inja yang "atery dan tanpa mukus atau darah biasanya disebabkan oleh enterotoksin virus, proto0oa, atau disebabkan oleh ineksi di luar saluran gastrointestinal.

. "inja yang mengandung darah atau mukus bisa disebakan ineksi bakteri yang menghasilkan sitotoksin, bakteri enteroinvasi yang menyebabkan peradangan mukosa atau parasit usus sepertiB E. histolytica, '. coli, dan (. trichiura.

Tes !aratrium tin/a 'an" di"unakan untuk mendeteksi enterpat"en Tes Laratrium 4r"anisme didu"a+identifikasi

(18)

7ikroskopikB lekosit pada tinja #nvasi atau bakteri yang memproduksi sitotoksin

"ropho0oit, kista, ooysts, spora . lamblia, E. histolyti#a, Cryptosporidium, ). belli, Cyclospora

!habditiorm lava Strongyloides

Spiral atau basil gram %-( berbentuk S Campylobacter jejuni

ultur tinjaB Standard  E. coli, Shigella, Salmonella, Camphylobacter jejuni

ultur tinjaB Spesial Y. enterocolitica, V. cholera, V.  parahaemolyticus, C. difficile, E.coli,

*+-/-9n0ym immunoassay atau late? aglutinasi  0ota$irus, . lamblia, enteric adeno$irus, C. difficile

Serotyping  E. coli, * +-  /-, E/EC, EPEC

Aate? aglutinasi setelah broth enrichment Salmonella, Shigella

"est yang dilakukan di laboratorium riset akteri yang memproduksi toksin,  E)EC,  EAEC, PC0 untuk genus virulen

). *emeriksaan mikroskopik

Mntuk menari adanya leukosit dapat memberikan inormasi tentang penyebab diare, letak anatomis serta adanya proses peradangan mukosa. Aeukosit dalam tinja diproduksi sebagai respon terhadap bakteri yang menyerang mukosa kolon. Aeukosit yang  positi pada pemeriksaan tinja menunjukkan adanya kuman invasive atau kuman yang

memproduksi sitotoksin seperti Shigella, Salmonella, C. jejuni, E)EC, C.difficile, Y. enterolytica, V. parahaemolyticus dan kemungkinan  Aeromonas atau  P. shigelloides. Aeukosut yang ditemukan pada umumnya adalah leukosit *7;, keuali pada S. typhii leukosit mononuklear. "idak semua penderita kolitis terdapat leukosit pada tinjanya, pasien yang terineksi dengan E. hystolitica pada umumnya leukosit pada tinja minimal. *arasit yang menyebabkan diare pada umumnya tidak memproduksi leukosit dalam jumlah banyak.  ;ormalnya tidak diperlukan pemeriksaan untuk menari telur atau parait keuali terdapat

(19)

riayat baru saja bepergian ke daerah resiko tinggi, kultur tinja negative untuk  enteropatogen, diare lebih dari 1 minggu atau pada pasien immunoompromised.

I.5 Penata!aksanaan 1.5.1 Terapi $airan

Departemen menetapkan Aima pilar pilar penatalaksanaan diarebagi semua kasus diare pada anak balita baik yang diraat d rumah maupun di rumah saikt B

1. !ehidrasi dengan menggunakan oralit baru 2. Hin diberikan selama 1 hari berturut-turut ). S# dan makanan tetap diteruskan

+. ntibiotik selekti 

5. ;asihat kepada orang tua

1. &e0idrasi den"a ra!it aru6 dapat men"uran"i rasa mua! dan munta0

Diare karena virus tersebut tidak menyebakan kekurangan elektrolit seberat pada disentri. arena itu, para ahli diare mengembangkan ormula baru oralit dengan tingkat osmolaritas yang lebih rendah. Esmolaritas larutan baru lebih mendekati osmolaritas plasma, sehingga kurang menyebabkan risiko terjadinya hipernatremia.

. erikut ini adalah tatalaksana rehidrasi sesuai dengan derajat dehidrasi B 1. "atalaksana !ehidrasi pada *asien Diare "anpa Dehidrasi B

!9;3; "9!*# 

M;"M 79;8E"# D#!9 D# !M7> %*enegahan Dehidrasi(

8M;; 3! #;# M;"M 79;8=!# #M B - "eruskan mengobati anak diare di rumah.

- erikan terapi aal bila terkena diare.

79;9!;8; 97*" 3! "9!*# D#!9 D# !M7>

1. 9!#; ; A9#> ;< 3#!; D!#*D #S;< M;"M 79;398> D9>#D!S#

- 8unakan airan rumah tangga yang dianjurkan, seperti oralit, makanan yang air

%seperti sup, air tajin( dan kalau tidak ada air matang gunakan larutan oralit untuk anak, seperti dijelaskan di baah % 3atatan B jika anak berusia kurang dari 6 bulan dan belum makan makanan padat, lebih baik diberi oralit dan air matang daripada makanan air. - erikan larutan ini sebanyak anak mau, berikan jumlah larutan oralit seperti di baah.

(20)

- "eruskan pemberian larutan ini hingga diare berhenti.

2. 9!# "A9" H#;3

- Dosis 0in untuk anak-anak B

nak di baah umur 6 bulan B 1 mg %1/2 tablet( per hari. nak di atas umur 6 bulan B 2 mg %1 tablet( per hari.

- Hin diberikan selama 1-1+ hari berturut-turut, meskipun anak telah sembuh dari diare.

- 3ara pemberian tablet 0in B

Mntuk bayi, tablet 0in dapat dilarutkan dengan air matang, S# atau oralit. Mntuk anak-anak yang lebih besar, 0in dapat dikunyah atau dilarutkan di dalam air matang atau oralit.

). 9!# ; 7;; M;"M 79;398> M!;8 8#H# - "eruskan S#.

- ila anak tidak mendapatkan S#, berikan susu yang biasa diberikan. Mntuk anak kurang dari 6 bulan atau belum mendapat makanan padat, dapat diberikan susu. - ila anak 6 bulan atau lebih atau telah mendapat makanan padat B

 erikan bubur, bila mungkin ampur dengan kaang-kaangan, sayur, daging atau ikan. "ambahkan 1 atau 2 sendok teh minyak sayur setiap porsi.

 erikan sari buah atau pisang halus untuk menambahkan kalium.

 erikan makanan yang segar. 7asak dan haluskan ata u tumbuk makanan dengan baik.

 ujuklah anak untuk makan, berikan makanan sedikitnya 6 kali sehari.

 erikan makanan yang sama setelah diare berhenti, dan berikan porsi makanan tambahan setiap hari selama 2 minggu.

+.  ; 9*D *9"M8S 9S9>"; #A ; "#D 797# DA7 ) >!# "M 79;D9!#" S98# 9!#M" B

- uang air besar lebih sering. - 7untah terus-menerus. - !asa haus yang nyata. - 7akan atau minum sedikit. - Demam.

- "inja berdarah.

5. ; >!MS D#9!# E!A#" D# !M7> *#A B - Setelah mendapat !enana "erapi  atau 3.

- "idak dapat kembali ke petugas kesehatan bila diare memburuk.

(21)

kesehatan merupakan kebijakan pemerintah.

2. "atalaksana !ehidrasi pada *asien Diare dengan Dehidrasi !ingan-Sedang !9;3; "9!*# 

M;"M 79;8E"# D#!9 D# !M7> % *engobatan dehidrasi ringan-sedang(

*ada dehidrasi rinngan-sedang, 3airan !ehidrasi Eral diberikan dengan pemantauan yang dilakukan di *ojok Mpaya !ehidrasi Eral selama +-6 jam. Mkur jumlah rehidrasi oral yang akan diberikan selama + jam pertama.

umur Aebih dari +

 bulan

+-12 bulan 12 bulan-2 tahun 2-5 tahun

erat badan N 6 g 6 - N 1 g 1 - N 12 g 12-1& g

Dalam ml 2-+ +- -& &-1+

=ika anak minta minum lagi, berikan.

- "unjukkan kepada orang tua bagaimana ara memberikan rehidrasi oral  erikan minum sedikit demi sedikit.

 =ika anak muntah, tunggu 1 menit lalu lanjutkan kembali rehidrasi oral pelan- pelan.

 Aanjutkan S# kapanpun anak meminta. - Setelah + jam B

  ;ilai ulang derajat dehidrasi anak.

 "entukan tatalaksana yang tepat untuk melanjutkan terapi.  7ulai beri makan anak di klinik.

- ila ibu harus pulang sebelum selesai renana terapi 

 "unjukkan jumlah oralit yang harus dihabiskan dalam terapi ) jam di rumah.  erikan oralit untuk rehidrasi selama 2 hari lagi seperti dijelaskan dalam !enana

"erapi .

(22)

erikut ini adalah komposisi dari Eralit aru yang direkomendasikan oleh >E dan M;#39 untuk diare akut non-kolera pada anak B

Eralit aru Esmolaritas !endah 7mol/Aiter  

 ;atrium 5 lorida 65 8luose, anhydrous 5 alium 2 Sitrat 1 "otal Esmolalitas 2+5

etentuan pemberian oralit ormula baru a. eri ibu 2 bungkus oralit ormula baru

 b. Aarutkan 1 bungkus oralit ormula baru dalam 1 liter air matang untuk persediaan 2+  jam

. erikan larutan oralit pada anak setiap kali buang air besar, dengan ketentuanB 1( Mntuk anak berumur N 2 tahunB berikan 5-1 ml tiap kali 

2( Mntuk anak 2 tahun atau lebihB berikan 1-2ml tiap 

d( =ika dalam aktu 2+ jam persediaan larutan oralit masih tersisa, maka sisa larutan harus dibuang.

(23)

). "atalaksana !ehidrasi pada *asien Diare dengan Dehidrasi erat !9;3; "9!*# 3

M;"M 79;8E"# D#!9 D# !M7> %*enderita dengan dehidrasi berat(

#kuti arah anak panah. ila jaaban dari pertanyaan adalah <, teruskan ke kanan. ila "#D, teruskan ke baah.

-

eri airan #C segera. ila penderita bisa

minum, beri oralit ketika airan #C dimulai.

eri 1ml/g airan !A %;a3l atau

!inger setat jika tidak tersedia !A( sebagai

 berikut B

ayi N 1 tahun B pemberian pertama )

ml/g dalam 1 jam. emudian ml/g

dalam 5 jam.

nak 1-5 tahun B B pemberian pertama )

ml/g dalam ) menit. emudian ml/g

dalam 2 1/2jam.

-

Mlang jika denyut nadi masih lemah atau

tidak teraba.

-

;ilali kembali dalam 1-2 jam -K rehidrasi

 belum terapai -K perepat tetesan.

-

erikan oralit %5 mg/g/jam( bila

 penderita bisa minum.

-

Setelah 6 jam %bayi( atau ) jam %anak(, nilai

pakah saudara

dapat

menggunakan

airan #C

seepatnya

<

"

#

D

 

irim penderita untuk terapi #C.

ila penderita dapat minum, sediakan oralit dan tunjukkan ara memberikan nya selama perjalanan. pakah terdapat terapi

#C terdekat %dalam ) menit(P

 YA

(24)

2. 7in8 dierikan se!ama 19 0ari erturur:turut

Hin juga dapat mengembalikan nasu makan anak. *emberian 0in yang dilakukan di aal masa diare selam 1 hari ke depan seara signiikan menurunkan morbiditas dan mortalitas pasien. Aebih lanjut, ditemukan baha pemberian 0in pada pasien anak penderita kolera dapat menurunkan durasi dan jumlah tinja/airan yang dikeluarkan.

#. ASI dan makanan tetap diteruskan

Sesuai umur anak dengan menu yang sama pada aktu anak sehat untuk menegah kehilangan berat badan serta pengganti nutrisis yang hilang. *ada diare berdarah nasu makan akan berkurang. danya perbaikan nasu makan menandakan ase kese mbuhan.

7ulai rehidrasi mulu dengan oralit melalui pipa nasogatrik atas mulut. erikan 2ml/g/jam selama 6 jam. %total 12ml/g(.

 ;ilai tiap 1-2 jam B

ila muntah atau perut kembung,,  berikan airan pelan-pelan.

ila rehidrasi tak terapai setelah )  jam, rujuk untuk mendapat terapi #C.

Setelah 6 jam, nilai kembali dan pilih renana terapi

pakah saudara dapat menggunakan pipa nasogastrik 

untuk dehidrasiP

<

"#D 

Segera rujuk anak untuk  rehidrasi melalui nasogatrik atau #C

3atatan B

ila mungkin, amati penderita sedikitnya 6 jam setelah rehidrasi untuk memastikan baha ibu dapat menhaga pengembalian airan yang hilang dengan memberi oralit.

ila umur anak di atas 2 tahun dan kolera baru saja berjangkit di daerah saudara, pikirkan kemungkinan kolera dan berikan antibiotik yang tepat seara oral setelah anak sadar.

(25)

). Antiitik /an"an dierikan

euali ada indikasi misalnya diare berdarah atau kolera. *emberian antibioti yang tidak rasional justru akan memperpanjang lamanya diare karena akan megganggu keseimbangan lora usus dan Clostridium difficile yang akan tumbuh dan menyebabkan diare sulit disembuhkan.

*. Nasi0at pada iu atau pen"asu0

embali segera jika demam, tinja berdarah, berulang, makan atau minum sedikit, sangat halus, diare makin sering, atau belum membaik dalam ) hari.

Dalam meraat penderita dengan diare dan dehidrasi terdapat beberapa pertimbangan terapiB

a. "erapi airan dan elektrolit  b. "erapi diet

. "erapi non spesiik dengan antidiare d. "erapi spesiik dengan antimikroba

(26)

Terapi $airan dan Pemerian -akanan ada Diare tanpa Pen'u!it De0idrasi &e0idrasi ;aktu $airan Pen8e"a0an De0idrasi -akan -inum "anpa dehidrasi : : 1-2 /kg / tiap , Eralit S# diteruskan. Susu ormula diteruskan dengan mengurangi makanan berserat, ekstra 1 porsi

!ingan-sedang ) jam 5  %Q gelas( #dem Dapat

oralit/kg atau ad libitum sampai tanda-tanda dehidrasi hilang

ditangguhkan sampai anak  menjadi segar 

erat ) jam #CD !A )/kg 

Q tetes/kg/menit, Eralit ad libitum segera

setelah

#dem #dem

Kreksi 8airan me!a!ui ND <Nas"astrik Drip= ada!a0( a. ;adi masih dapat diraba dan masih dapat dihitung  b. "idak ada meteorismus

. "idak ada penyulit yang mengharuskan kita memakai airan #C

d. Dikatakan gagal jika dalam 1 jam pertama muntah dan diare terlalu banyak atau syok   bertambah berat.

*engantian airan dan elektrolit merupakan elemen yang penting dalam terapi eekti  diare akut.6  eratnya dehidrasi seara akurat dinilai berdasarkan berat badan yang hilang sebagai persentasi kehilangan total berat badan dibandingkan berat badan sebelumnya sebagai baku emas.'

*emberian terapi airan dapat dilakukan seara oral atau parateral. *emberian seara oral dapat dilakukan untuk dehidrasi ringan sampai sedang dapat menggunakan pipa

(27)

nasogastrik, alaupun pada dehidrasi ringan dan sedang. ila diare prous dengan  pengeluaran air tinja yang banyak % K 1 ml/kg/hari ( atau muntah hebat %severe vomiting( sehingga penderita tak dapat minum sama sekali, atau kembung yang sangat hebat %violent meteorism( sehingga upaya rehidrasi oral tetap akan terjadi deisit maka dapat dilakukan rehidrasi parenteral alaupun sebenarnya rehidrasi parenteral dilakukan hanya untuk dehidrasi berat dengan gangguan sirkulasi5. euntungan upaya terapi oral karena murah dan dapat diberikan dimana-mana. * merekomendasikan airan rehidrasi oral %E!S( untuk rehidrasi dengan kadar natrium berkisar antara 5-& m9R/A dan untuk   penegahan dan pemeliharaan dengan natrium antara +-6m9R/A ' nak yang diare dan

tidak lagi dehidrasi harus dilanjutkan segera pemberian makanannya sesuai umur 6. A. De0idrasi &in"an > Sedan"

!ehidrasi pada dehidrasi ringan dan sedang dapat dilakukan dengan pemberian oral sesuai dengan deisit yang terjadi namun jika gagal dapat diberikan seara intravena sebanyak  B 5 ml/kg bb/)jam. *emberian airan oral dapat dilakukan setelah anak dapat minum sebanyak 5ml/kgbb/jam. iasanya dapat dilakukan setelah )-+ jam pada bayi dan 1-2 jam  pada anak . *enggantian airan bila masih ada diare atau muntah dapat diberikan sebanyak 

1ml/kgbb setiap diare atau muntah.5

Seara ringkas kelompok hli gastroenterologi dunia memberikan & pilar yang perlu diperhatikan dalam penatalaksanaan diare akut dehidrasi ringan sedang pada anak, yaitu2 B

1. 7enggunakan 3!E % 3airan rehidrasi oral ( 2. 3airan hipotonik

). !ehidrasi oral epat ) : + jam

+. !ealiminasi epat dengan makanan normal

5. "idak dibenarkan memberikan susu ormula khusus 6. "idak dibenarkan memberikan susu yang dienerkan . S# diteruskan

'. Suplemen dnegan 3!E % 3!E rumatan ( &. nti diare tidak diperlukan

B. De0idrasi Berat

*enderita dengan dehidrasi berat, yaitu dehidrasi lebih dari 1$ untuk bayi dan anak  dan menunjukkan gangguan tanda-tanda vital tubuh % somnolen-koma, pernaasan ussmaul, gangguan dinamik sirkulasi ( memerlukan pemberian airan elektrolit parenteral. *enggantian airan parenteral menurut panduan >E diberikan sebagai berikut ),+,5 B

1. Msia N12 blnB )ml/kgbb/1jam, selanjutnya ml/kgbb/5jam

(28)

). alaupun pada diare terapi airan parenteral tidak ukup bagi kebutuhan  penderita akan kalori, namun hal ini tidaklah menjadi masalah besar karena hanya menyangkut aktu yang pendek. pabila penderita telah kembali diberikan diet sebagaimana biasanya . Segala kekurangan tubuh akan karbohidrat, lemak dan  protein akan segera dapat dipenuhi. #tulah sebabnya mengapa pada pemberian terapi airan diusahakan agar penderita bila memungkinkan epat mendapatkan makanan / minuman sebagai biasanya bahkan pada dehidrasi ringan sedang yang tidak memerlukan terapi airan parenteral makan dan minum tetap dapat dilanjutkan.

$. Pemi!i0an /enis 8airan

3airan *arenteral dibutuhkan terutama untuk dehidrasi berat dengan atau tanpa syok, sehingga dapat mengembalikan dengan epat volume darahnya, serta memperbaiki renjatan hipovolemiknya. 3airan !inger Aaktat %!A( adalah airan yang banyak  diperdagangkan dan mengandung konsentrasi natrium yang tepat serta ukup laktat yang akan dimetabolisme menjadi bikarbonat. ;amun demikian kosentrasi kaliumnya rendah dan tidak mengandung glukosa untuk menegah hipoglikemia. 3airan ;a3A dengan atau tanpa dekstrosa dapat dipakai, tetapi tidak mengandung elektrolit yang dibutuhkan dalam jumlah yang ukup. =enis airan parenteral yang saat ini beredar dan dapat memenuhi kebutuhan sebagai airan pengganti diare dengan dehidrasi adalah a-9; ).16 Sejumlah airan rehidrasi oral dengan osmolaliti 21 : 26' mmol/1 dengan ;a berkisar 5 : 5 m9g/A, memperlihatkan eikasi pada diare anak dengan kolera atau tanpa kolera.)

omposisi airan *arenteral dan Eral B

4sm!a!itas

<m4sm+L= !uksa<"+L= Na

?<mE@+L= $I:<mE@+L= K  ?<mE@+L= Basa<mE@+L=

 ;a3l ,& $ )' - 15+ 15+ -

- ;a3l ,+5 $

(29)

- ;a3l ,225$

JD5 25) 5 )',5 )',5 -

-!iger Aaktat 2) - 1) 1& + Aaktat 2'

a-9n ) 2& 2 5 5 2 Aaktat2

a-9n ) 26+ )' ) 2' ' Aaktat1

Standard

>E-E!S )11 111 & ' 2 3itrat1

!edued osmalarity >E-E!S 2+5  5 65 2 3itrat 1 9*S8; reommendation 21) 6 6  2 3itrat )

(30)

 omposisi elektrolit pada diare akut B

-a8am

Kmpsisi rata:rata e!ektr!it mm!+L

Na K $! H$4#

Diare olera

Deasa 1+ 1) 1+ ++

Diare olera alita 11 2 &2 )2

Diare ;on olera

alita 56 26 55 1+

Sumber B Ditjen **7 dan *A*,1&&&&

1.5.2 Terapi -edikamentsa

ntibiotik tidak diberikan pada kasus diare air akut, karena sebagian besar diare ineksi disebabkan oleh rotavirus yang bersiat sel limited dan tidak dapat dibunuh oleh antibiotik.1,2 *emberian antibiotik dilakukan atas indikasi yaitu pada diare berdarah dan kolera.1,2,+

*ada disentri diberikan antibiotika oral selama 5 hari yang masih sensiti terhadap Shigella menurut pola kuman setempat. Dahulu semua kasus disentri pada tahap aal diberi antibiotika kotrimoksa0ol dengan dosis 5-'mg/g/hari. ;amun saat ini telah banyak strain Shigella yang resisten terhadap amplisilin, amoksisilin, mentronida0ol,tetrasiklin, golongan aminoglikosida, kloramenikol, sulonamid, dan kotromoksa0ol sehingga >E tidak  merekomendasikan penggunaan obat tersebut. Ebat pilihan untuk pengobatan disentri  berdasarkan >E 25 adalah golongan uinolon seperti siproloksasin dengan dosis )-5mg/g/hari dibagi dalam ) dosis selama 5 hari. *emantauan dilakukan setelah 2 hari  pengobatan, dilihat apakah ada perbaikan tanda-tanda seperti tidak adanya demam, diare  berkurang, darah dalam eses berkurang dan peningkatan nasu makan. =ika tidak ada

(31)

 perbaikan, maka amati adanya penyulit, hentikan pemberian antibiotik sebelumnya dan  berikan antibiotik yang sensiti terhadap Shigella berdasarkan area.1

A. Antiitika pada diare

*enyebab ntibiotik *ilihan lternati

olera "etrayline

12,5 mg/kg

+? sehari selama ) hari

9rythromyin 12,5 mg/kg

+? sehari selama ) hari Shigella dysentery 3iprolo?ain

15 mg/kg

2? sehari selama ) hari

*ivmeillinam 2 mg/kg

+? sehari selama 5 hari 3etria?one

5-1 mg/kg

1? sehari #7 selama 2-5 hari

moebiasis 7etronida0ole

1 mg/kg

)? sehari selama 5 hari %1 hari pada kasus  berat(

8iardiasis 7etronida0ole

1 mg/kg )? sehari selama 5 hari

B. -enan""u!an"i Pen'akit Pen'erta

nak yang menderita diare mungkin juga disertai dengan penyakit lain. Sehingga dalam menangani diarenya juga perlu diperhatikan penyakit penyerta yang ada. eberapa  penyakit penyerta yang sering terjadi bersamaan dengan diare antara lain B ineksi saluran

(32)

naas, ineksi susunan sara pusat, ineksi saluran kemih, ineksi sistemik lain %sepsis,ampak (, kurang gi0i, penyakit jantung dan penyakit ginjal '.

I. Kmp!ikasi 8anguan elektrolit . >ipernatremia . >iponatremia 3. >iperkalemia D. >ipokalemia I.19 Pen8e"a0an

1( 7enegah penyebaran kuman patogen penyebab diare kuman-kuman pathogen  penyebab diare umumnya disebarkan seara ekal-oral. *emutusan penyebaran kuman  penyebab diare perlu diokuskan pada ara penyebaran ini. Mpaya penegahan diare yang

terbukti eekti, meliputiB

. *emberian S# yang benar

. 7emperbaiki penyiapan dan penyimpanan makanan pendamping S# 3. *enggunaan air bersih yang ukup

D. 7embudayakan kebiasaan menui tangan dengan sabun sehabis buang air besar  dan sebelum makan

9. *enggunaan jamban yang bersih dan higienis oleh seluruh anggota keluarga . 7embuang tinja bayi yang benar

2( 7emperbaiki daya tahan tubuh pejamu %host(

3ara-ara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak dan dapat mengurangi resiko diare, antara lainB

a. 7emberi S# paling tidak sampai usia 2 tahun

 b. 7eningkatkan nilai gi0i makanan pendamping S# dan member makan dalam  jumlah yang ukup untuk memperbaiki status gi0i anak

. #munisasi ampak

(33)

Dengan penggantian airan yang adekuat, peraatan yang mendukung, dan terapi antimikrobial jika diindikasikan, prognosis diare hasilnya sangat baik dengan morbiditas dan mortalitas yang minimal. *enderita dipulangkan apabila ibu sudah dapat/sanggup membuat/memberikan oralit kepada anak dengan ukup alaupun diare masih berlangsung dan diare bermasalah atau dengan penyakit penyerta sudah diketahui dan diobati

(34)

II. Diare Krnis dan Diare Persisten II.1 Definisi

Diare kronis dan diare persisten seringkali dianggap suatu kondisi yang sama. 8hishan menyebutkan diare #ronis sebagai suatu episode diare lebih dari 1 minggu,  sedang#an #ondisi serupa yang disertai berat badan menurun atau su#ar nai# oleh

alker-Smith et al. dideinisikan sebagai diare persisten.

Deinisi diare kronis menurut hutta adalah episode diare lebih dari dua minggu, sebagian besar disebabkan diare akut berkepanjangan akibat ineksi. (he American astroenterological Association adalah episode diare yang berlangsung lebih dari + minggu, oleh etiologi non-ineksi serta memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

II.2 Epidemi!"i

Diare persisten/kronis menakup )-2$ dari seluruh episode diare pada balita. #nsidensi diare persisten di beberapa negara berkembang berkisar antara -15$ setiap tahun dan menyebabkan kematian sebesar )6-5+$ dari seluruh kematian akibat diare. >al ini menunjukkan baha diare persisten dan kronis menjadi suatu masalah kesehatan yang mempengaruhi tingkat kematian anak di dunia. Di #ndonesia, prevalensi diare  persisten/kronis sebesar ,1$, dengan angka kejadian tertinggi pada anak-anak berusia 6-11  bulan.

II.# Pat"enesis + Patfisi!"i

*atogenesis diare kronis melibatkan berbagai aktor yang sangat kompleks. *ertemuan Common"ealth Association of Pediatric astrointestinal and Nutrition %CAPAN& menghasilkan suatu konsep pathogenesis diare kronis yang menjelaskan baha  paparan berbagai aktor predisposisi, baik ineksi maupun non-ineksi akan menyebabkan rangkaian proses yang pada akhirnya memiu kerusakan mukosa usus dan mengakibatkan diare kronis. Seringkali diare kronis dan diare persisten tidak dapat dipisahkan, sehingga  beberapa reerensi hanya menggunakan salah stau istilah untuk menerangkan kedua jenis

diare tersebut. 7eskipun sebenarnya deinisi diare persisten dan diare kronis berbeda, namun, kedua jenis diare tersebut lebih sering dianggap sebagai diare oleh karena ineksi.

(35)

Ba"an 1 Knsep pat0"enesis diare persisten dan krnis

Ba"an 2 A!ur per/a!anan diare akut men/adi diare persisten

Dua aktor utama mekanisme diare kronis adalah aktor intralumen dan aktor  muosal. %aktr intra!umen  berkaitan dengan proses penernaan dalam lumen termasuk  gangguan pankreas, hepar, dan brush border membrane. %aktr mu8sa! adalah aktor yang mempengaruhi penernaan dan penyerapan, sehingga berhubungan dengan segala proses

(36)

yang mengakibatkan perubahan integritas membrane mukosa usus, ataupun gangguan pada ungsi transport protein.

Seara umum, patoisiologi diare kronis/persisten digambarkan seara jelas oleh 8hishan, dengan membagi menjadi lima mekanisme, yakniB

1. Sekretris

Diare sekretorik adalah diare yang terjadi akibat aktinya en0im adenil siklase. 9n0im ini selanjutnya akan mengubah "* menjadi 7*. kumulasi 7* intrasel akan menyebabkan sekresi akti ion klorida, yang akan diikuti seara positi ileh air, natrium, kaliumm dan bikarbonat ke dalam lumen usus sehingga terjadi diare dan muntah-muntah sehingga penderita epat jatuh ke dalam keadaan dehidrasi.

*ada anak, diare sekretorik ini sering disebabkan oleh toksin yang dihasilkan oleh mikroorganisme Cibrio, 9"93, Shigella, 3lostridium, Salmonella, 3ampylobater. "oksin yang dihasilkannya tersebut akan merangsang en0im adenil siklase, selanjutnya en0im tersebut akan mengubah "* menjadi 7*. Diare sekretorik pada anak paling sering disebabkan oleh kolera.

8ejala dari diare sekretorik ini adalah 1( diare yang air dan bila disebabkan oleh vibrio biasanya hebat dan berbau amis, 2( muntah-muntah, )( tidak disertai dengan panas  badan, dan +( penderita biasanya epat jatuh ke dalam keadaan dehidrasi.

2. 4smtik

Diare osmotik adalah diare yang disebabkan karena tingginya tekanan osmotik pada lumen usus sehingga akan menarik airan dari intra sel ke dalam lumen usus, sehingga terjadi diare berupa atery diarrhea. *aling sering terjadinya diare osmotik ini disebabkan oleh malabsorpsi karbohidrat.

7onosakarida biasanya diabsorpsi baik oleh usus seara pasi maupun transpor akti  dengan ion ;atrium. Sedangkan disakarida harus dihidrolisa dahulu menjadi monosakarida oleh en0im disakaridase yang dihasilkan oleh sel mukosa. ila terjadi deisiensi en0im ini maka disakarida tersebut tidak dapat diabsorpsi sehingga menimbulkan osmoti load dan terjadi diare.

Disakarida atau karbohidrat yang tidak dapat diabsorpsi tersebut akan diermentasikan di lora usus sehingga akan terjadi asam laktat dan gas hidrogen. danya gas ini terlihat pada  perut penderita yang kembung %abdominal distention(, p> tinja asam, dan pada pemeriksaan dengan klinites terlihat positi. *erlu diingat baha en0im amilase pada bayi, baru akan

(37)

terbentuk sempurna setelah bayi berusia )-+ bulan. Eleh sebab itu pemberian makanan tambahan yang mengandung karbohidrat kompleks tidak diberikan sebelum usia + bulan, karena dapat menimbulkan diare osmotik.

8ejala dari diare osmotik adalah 1( tinja air/atery diarrhae akan tetapi biasanya tidak seprogresi diare sekretorik, 2( tidak disertai dengan tanda klinis umum seperti panas, )(  pantat anak sering terlihat merah karena tinja yang asam, +( distensi abdomen, 5( p> tinja

asam dan klinitest positi. entuk yang paling sering dari diare osmotik ini adalah intoleransi laktosa akibat deisiensi en0im laktase yang dapat terjadi karena adanya kerusakan mukosa usus. Dilaporkan kurang lebih sekitar 25-)$ dari diare oleh rotavirus terjadi intoleransi laktosa.

#. -utasi prtein transprt

7utasi protein 3AD %Congenital Chloride 2iarrhea& yang mengatur pertukaran ion 3l-/>3E)- pada sel brush border apial usus uleo-olon, berdampak pada gangguan absorpsi 3l- dan menyebabkan >3E)- tidak dapat tersekresi. >al ini berlanjut pada alkalosis metaboli dan pengasaman isi usus yang kemudian mengganggu proses absorpsi ;aJ. adar  3l- dan ;aJ yang tinggi di dalam usus memiu terjadinya diare dengan mekanisme osmotik. *ada kelainan ini, anak mengalami diare air sejak prenatal dengan konsekuensi  polihidramnion, kelahiran premature dan gangguan tumbuh kembang. adar klorida serum

rendah, sedangkan kadar klorida di tinja tinggi. elainan ini telah dilaporkan di berbagai daerah di dunia seperti merika Serikat, anada, hampir seluruh negara di 9ropa, "imur  "engah, =epang dan Cietnam. Selain mutasi pada penukar 3l-/>3E)-, didapat juga mutasi  pada penukar ;aJ/>J dan ;aJ-protein pengangkut asam empedu.

). Pen"uran"an !uas permukaan anatmi usus

Eleh karena berbagai gangguan pada usus, pada kondisi-kondisi tertentu seTerti necroti3ing enterocolitis, volvulus, atresia intestinal, penyakit 3rohn, dan lain-lain, diperlukan pembedahan, bahkan pemotongan bagian usus yang kemudia menyebabkan  short  bo"el syndrome. Diare dengan pathogenesis ini ditandai dengan kehilangan airan dan elektrolit yang masi, serta malabsorbsi makro dan mikronutrien.

(38)

>ipomotilitas usus akibat berbagai kondisi seperti, malnutrisi, sleroderma, obstruksi usus, dan diabetes mellitus mengakibatkan pertumbuhan bakteri berlebih di usus. *ertumbuhan bakteri yang berlebihanmenyebabkan dekonjugasi garam empedu yang  berdampak meningkatnya jumlah 7* intraseluler, seperti pada mekanisme diare sekretorik. *erubahan gerakan usus pada diabetes mellitus terjadi akibat neuropati sara  otonom, misalnya sara adrenergi, yang pada kondisi normal berperan sebagai antisekretori dan atau proabsorti airan usus, sehingga gangguan pada ungsi sara ini memiu terjasinya diare.

 Karakteristik Tin/a dan -enentukan Asa!n'a Karakteristik 

Tin/a

Usus Ke8i! Usus Besar

"ampilan atery 7ukoid dan/atau berdarah

Colume anyak Sedikit

rekuensi 7eningkat 7eningkat

Darah emungkinan positi tetapi tidak  pernah darah segar 

emungkinan darah segar 

 p> emungkinan N5,5 K5,5

Substansi  pereduksi

emungkinan positi ;egati  

3 N 5 / A* emungkinan K 1 /A*  

Serum 3 ;ormal emungkinan leukositosis

%bandemia( Erganisme Cirus %!otavirus, denovirus,

3aliivirus, strovirs, ;oralk virus(

akteri invasi %9.oli, Shigella sp., Salmonella sp., 3ampylobater sp, <ersinia sp., eromonas sp,

*lesiomonas sp( "oksin bakteri %9.oli, 3. perringens,

Cibrio spesies(

"oksin bakteri %3lostridium diiile

*arasit %8iardia sp., 3ryptosporodium sp.(

Referensi

Dokumen terkait

Zulhanif Nazar, Sp.OG (K) dr.. #ateriil, $aitu #engatur tentang hubungan hu&#34;u# antara 'arganegara dan negara. tentun$a ingin #en2ari &#34;eadilan bagi dirin$a.. Seluruh

Dimana etilen oksida akan menguap dan terpisah dari 9at &gt; 9at pengotor masuk kedalam kondensor untuk  didinginkan.:tilen oksida yang telah murni dari gas atau 9at yang

Pengenalan jarum dan kateter khusus yang digunakan untuk blok saraf regional dilakukan di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 dan tehnik terbaru yang lebih canggih

Sebaran populasi spesies kijing Unionidae di sepanjang aliran sungai Brantas dideskripsikan berdasarkan pada data keberadaan dan kelimpahan dari setiap spesies pada

Kebetulan karena Rizka juga dari awal mikirnya positif untuk gunain media sosial, jadi makanya Rizka bilang media sosial itu lebih banyak sisi positifnya, terus juga gak

Rendahnya kandungan VSS pada limbah cair proses buang rambut secara enzimatis menggunakan enzim keratinase menunjukkan bahwa kandungan partikel- partikel bahan

Dia melihat bahwa “semua kota telah ditinggalkan, dan tidak ada lagi manusia yang tinggal di dalamnya.” Dengan kata lain, dia melihat perubahan dari kota yang ramai

1) Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka artinya bahwa lembaga yang memegang kekuasaan kehakiman, dalam menjalankan tugas dan wewenangnya bebas