DIAGRAM FISH BONE
DIAGRAM FISH BONE
ROOS PRIJOBOWO
ROOS PRIJOBOWO
Bahan Ajar Diklat Prajabatan
Bahan Ajar Diklat Prajabatan
Sebagai bahan untuk penulisan makalah
Sebagai bahan untuk penulisan makalah
GAMBARAN UMUM
GAMBARAN UMUM
Diagram Fish bone
Diagram Fish bone
atau diagram tulang ikan merupakan diagram yang menggambarkan
atau diagram tulang ikan merupakan diagram yang menggambarkan
hubungan antara karakteristik akibat pokok permasalahan dengan faktor penyebabnya
hubungan antara karakteristik akibat pokok permasalahan dengan faktor penyebabnya
sehingga didapatkan suatu hubungan sebab akibat. Hal ini dimaksudkan untuk mencari akar
sehingga didapatkan suatu hubungan sebab akibat. Hal ini dimaksudkan untuk mencari akar
dari suatu pokok permasalahan ditinjau dari berbagai faktor yang ada (
dari suatu pokok permasalahan ditinjau dari berbagai faktor yang ada (
Problem Solving and
Problem Solving and
Seven Tool
Seven Tool
, PT. Toyota Astra Motor tahun 2000). Diagram Fish bone disebut juga dengan
, PT. Toyota Astra Motor tahun 2000). Diagram Fish bone disebut juga dengan
diagram Sebab Akibat atau disebut juga dengan Diagram Ishikawa. Diagram ini disebut
diagram Sebab Akibat atau disebut juga dengan Diagram Ishikawa. Diagram ini disebut
diagram Ishikawa karena karena yang mengembangkan diagram ini adalah Kaoru Ishikawa,
diagram Ishikawa karena karena yang mengembangkan diagram ini adalah Kaoru Ishikawa,
disebut diagram Fish bone karena diagramnya menyerupai kerangka ikan, dan disebut
disebut diagram Fish bone karena diagramnya menyerupai kerangka ikan, dan disebut
diagram hubungan sebab akibat karena diagram ini memuat faktor-faktor penyebab dari
diagram hubungan sebab akibat karena diagram ini memuat faktor-faktor penyebab dari
suatu masalah.
suatu masalah.
Diagram Fish bone ini awalnya diperkenalkan oleh Dr. Kaoru Ishikawa, seorang ahli dalam
Diagram Fish bone ini awalnya diperkenalkan oleh Dr. Kaoru Ishikawa, seorang ahli dalam
bidang pengendalian mutu dari Jepang. Diagram Fish bone ini merupakan salah satu dari 7
bidang pengendalian mutu dari Jepang. Diagram Fish bone ini merupakan salah satu dari 7
alat analisis yang digunakan dalam hal penentuan kualitas, dan
alat analisis yang digunakan dalam hal penentuan kualitas, dan digunakan ketika orang akan
digunakan ketika orang akan
mengidentifikasi kemungkinan penyebab dari suatu masalah, dan terutama baik diterapkan
mengidentifikasi kemungkinan penyebab dari suatu masalah, dan terutama baik diterapkan
pada suatu tim kerja yang bekerja berdasarkan rutinitas, serta kemungkinan penyebab
pada suatu tim kerja yang bekerja berdasarkan rutinitas, serta kemungkinan penyebab
diperoleh melalui
diperoleh melalui kegiatan brainstorming.
kegiatan brainstorming.
Bentuk umum diagram tulang ikan adalah sebagai be
Bentuk umum diagram tulang ikan adalah sebagai be rikut
rikut
Contoh Bentuk Umum 1 :
Contoh Bentuk Umum 2 :
Contoh Bentuk Umum 2 :
Contoh Bentuk Umum 3
Contoh Bentuk Umum 3
LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN DIAGRAM FISH BONE
LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN DIAGRAM FISH BONE
Langkah 1: Menyepakati pernyataan masalah
Langkah 1: Menyepakati pernyataan masalah
Sepakati sebuah pernyataan masalah (
Sepakati sebuah pernyataan masalah (
problem
problem statement
statement
). Pernyataan masalah ini
). Pernyataan masalah ini
diinterpretasikan sebagai “effect”, atau secara visual dalam
diinterpretasikan sebagai “effect”, atau secara visual dalam
fish
fish bone
bone
seperti “kepala
seperti “kepala
ikan”.
ikan”.
Tuliskan masalah tersebut di tengah
Tuliskan masalah tersebut di tengah
whiteboard
whiteboard
di sebelah paling kanan, misal:
di sebelah paling kanan, misal:
““
Pegawai kurang disiplin dalam kehadiran
Pegawai kurang disiplin dalam kehadiran
”.
”.
Gambarkan sebuah kotak mengelilingi tulisan pernyataan masalah tersebut dan buat
Gambarkan sebuah kotak mengelilingi tulisan pernyataan masalah tersebut dan buat
panah horizontal panjang menuju ke
panah horizontal panjang menuju ke arah kotak (lihat Gambar 1).
arah kotak (lihat Gambar 1).
Gambar 1.
Gambar 1.Pembuatan Fish bone DiagramPembuatan Fish bone Diagram
—
—
Menyepakati Pernyataan MasalahMenyepakati Pernyataan MasalahLangkah 2: Mengidentifikasi kategori-kategori
Langkah 2: Mengidentifikasi kategori-kategori
Dari garis horisontal utama, buat garis diagonal yang menjadi “cabang”. Setiap cabang
Dari garis horisontal utama, buat garis diagonal yang menjadi “cabang”. Setiap cabang
mewakili “sebab utama” dari masalah yang ditulis. Sebab ini diinterpretasikan sebagai
mewakili “sebab utama” dari masalah yang ditulis. Sebab ini diinterpretasikan sebagai
“cause”, atau secara visual dalam
“cause”, atau secara visual dalam fish bone
fish bone
seperti “tulang ikan”.
seperti “tulang ikan”.
Kategori sebab utama mengorganisasikan sebab sedemikian rupa sehingga masuk akal
Kategori sebab utama mengorganisasikan sebab sedemikian rupa sehingga masuk akal
dengan situasi. Kategori-kategori ini antara lain:
dengan situasi. Kategori-kategori ini antara lain:
oo
Kategori 6 M
Kategori 6 M
yang biasa digunakan dalam
yang biasa digunakan dalam industri manufaktur:
industri manufaktur:
Machine
Machine
(mesin atau teknologi),
(mesin atau teknologi),
Method
Method
(metode atau proses),
(metode atau proses),
Material
Material
(termasuk
(termasuk
raw material
raw material
,,
consumption
consumption
, dan informasi),
, dan informasi),
SEBAB
SEBAB
AKIBAT
AKIBAT
PEGAWAI KURANG
PEGAWAI KURANG
DISIPLIN DALAM
DISIPLIN DALAM
KEHADIRAN
KEHADIRAN
Man Power
Man Power
(tenaga
(tenaga kerja atau p
kerja atau pekerjaan fisik)
ekerjaan fisik) //
Mind Power
Mind Power
(pekerjaan
(pekerjaan
pikiran:
pikiran:
kaizen, saran, dan sebagainya),
kaizen
, saran, dan sebagainya),
Measurement
Measurement
(pengukuran atau inspeksi), dan
(pengukuran atau inspeksi), dan
Milieu
Milieu
//
Mother Nature
Mother Nature
(lingkungan).
(lingkungan).
oo
Kategori 8 P
Kategori 8 P
yang biasa digunakan dalam industri jasa:
yang biasa digunakan dalam industri jasa:
Product
Product
(produk/jasa),
(produk/jasa),
Price
Price
(harga),
(harga),
Place
Place
(tempat),
(tempat),
Promotion
Promotion
(promosi atau hiburan),
(promosi atau hiburan),
People
People
(orang),
(orang),
Process
Process
(proses),
(proses),
Physical Evidence
Physical Evidence
(bukti fisik), dan
(bukti fisik), dan
Productivity & Quality
Productivity & Quality
(produktivitas dan kualitas).
(produktivitas dan kualitas).
oo
Kategori 5 S
Kategori 5 S
yang biasa digunakan dalam industri jasa:
yang biasa digunakan dalam industri jasa:
Surroundings
Surroundings
(lingkungan),
(lingkungan),
Suppliers
Suppliers
(pemasok),
(pemasok),
Systems
Systems
(sistem),
(sistem),
Skills
Skills
(keterampilan), dan
(keterampilan), dan
Safety
Safety
(keselamatan).
(keselamatan).
Kategori di atas hanya sebagai contoh saja, kita bisa menggunakan kategori lain yang
Kategori di atas hanya sebagai contoh saja, kita bisa menggunakan kategori lain yang
dapat membantu mengatur gagasan-gagasan. Jumlah kategori biasanya sekitar 4
dapat membantu mengatur gagasan-gagasan. Jumlah kategori biasanya sekitar 4
sampai dengan 6 kategori.
sampai dengan 6 kategori.
Contoh kategori yang lain :
Contoh kategori yang lain :
o o
Kategori :
Kategori :
–
–
Tujuan
Tujuan
–
–
Kepemimpinan
Kepemimpinan
–
–
Reward
Reward
–
–
Mekanisme pembantu
Mekanisme pembantu
–
–
Sikap terhadap perubahan
Sikap terhadap perubahan
o o
Kategori :
Kategori :
–
–
Input
Input
–
–
Proses
Proses
–
–
Output
Output
Contoh penempatan kategori dapat dilihat Gambar 2
Contoh penempatan kategori dapat dilihat Gambar 2 berikut ini..
berikut ini..
Gambar 2.
Gambar 2.Pembuatan Fish bone DiagramPembuatan Fish bone Diagram
—
—
Mengidentifikasi Kategori-KategoriMengidentifikasi Kategori-KategoriLangkah 3: Menemukan sebab-sebab
Langkah 3: Menemukan sebab-sebab potensial dengan cara brainstorming
potensial dengan cara brainstorming
Setiap kategori mempunyai sebab-sebab yang perlu diuraikan melalui sesi
Setiap kategori mempunyai sebab-sebab yang perlu diuraikan melalui sesi
brainstorming
brainstorming
..
Saat
Saat sebab-sebab
sebab-sebab dikemukakan,
dikemukakan, tentukan
tentukan bersama-sama
bersama-sama
melalui
melalui kegiatan
kegiatan
brainstorming di mana sebab tersebut harus ditempatkan dalam diagram
brainstorming di mana sebab tersebut harus ditempatkan dalam diagram
fish
fish bone
bone
,,
yaitu tentukan di bawah kategori yang mana gagasan tersebut harus ditempatkan,
yaitu tentukan di bawah kategori yang mana gagasan tersebut harus ditempatkan,
misal: “Mengapa
misal: “Mengapa
pegawai
pegawai kurang
kurang disiplin
disiplin untuk
untuk hadir
hadir di
di tempat
tempat kerja?
kerja?
Penyebab:
Penyebab:
pegawai kurang memahami aturan disiplin kerja
pegawai kurang memahami aturan disiplin kerja
!” Karena penyebabnya
!” Karena penyebabnya
pegawai
pegawai
(manusia), maka diletakkan di bawah kategori
(manusia), maka diletakkan di bawah kategori
“Man”.
“Man”.
Sebab-
Sebab-
sebab ditulis dengan garis horisontal sehingga banyak “tulang” kecil keluar dari
sebab ditulis dengan garis horisontal sehingga banyak “tulang” kecil keluar dari
garis diagonal.
garis diagonal.
Pertanyakan kembali “Mengapa sebab itu muncul?” sehingga “tulang”
Pertanyakan kembali “Mengapa sebab itu muncul?” sehingga “tulang”
lebih kecil (sub-
lebih kecil
(sub-sebab) keluar dari garis horisontal tadi, misal: “
sebab) keluar dari garis horisontal tadi, misal: “
Mengapa pegawai kurang disiplin untuk
Mengapa pegawai kurang disiplin untuk
hadir di tempat kerja? Jawab: karena kurangnya sosialisasi PP 53 tahun 2010
hadir di tempat kerja? Jawab: karena kurangnya sosialisasi PP 53 tahun 2010
” (lihat
” (lihat
Gambar 3).
Gambar 3).
Satu sebab bisa ditulis di beberapa tempat jika sebab tersebut berhubungan dengan
Satu sebab bisa ditulis di beberapa tempat jika sebab tersebut berhubungan dengan
beberapa kategori.
beberapa kategori.
SEBAB
SEBAB
AKIBAT
AKIBAT
PEGAWAI KURANG
PEGAWAI KURANG
DISIPLIN DALAM
DISIPLIN DALAM
KEHADIRAN
KEHADIRAN
MACHINE
MACHINE
MATERIAL
MATERIAL
METHOD
METHOD
MAN
MAN
KATEGORI
KATEGORI KATEGORIKATEGORI
KATEGORI KATEGORI KATEGORI
Gambar 3.
Gambar 3.Pembuatan Fishbone DiagramPembuatan Fishbone Diagram
—
—
Menemukan Sebab-Sebab PotensialMenemukan Sebab-Sebab PotensialLangkah 4: Mengkaji dan menyepakati sebab-sebab yang paling mungkin
Langkah 4: Mengkaji dan menyepakati sebab-sebab yang paling mungkin
Setelah setiap kategori diisi carilah sebab yang paling mungkin di antara semua sebab-
Setelah setiap kategori diisi carilah sebab yang paling mungkin di antara semua
sebab-sebab dan sub-subnya.
sebab dan sub-subnya.
Jika ada sebab-sebab yang muncul pada lebih dari satu kategori, kemungkinan
Jika ada sebab-sebab yang muncul pada lebih dari satu kategori, kemungkinan
merupakan petunjuk sebab yang paling mungkin.
merupakan petunjuk sebab yang paling mungkin.
Kaji kembali sebab-sebab yang telah didaftarkan (sebab yang tampaknya paling
Kaji kembali sebab-sebab yang telah didaftarkan (sebab yang tampaknya paling
memungkinkan) dan tanyakan , “Mengapa
memungkinkan) dan tanyakan , “Mengapa
hal in i dapat terjadi
hal in i dapat terjadi
?”
?”
Pertanyaan “Mengapa?” akan
Pertanyaan “Mengapa?” akan
membantu kita sampai pada sebab pokok dari
membantu kita sampai pada sebab pokok dari
permasalahan teridentifikasi.
permasalahan teridentifikasi.
Tanyakan “Mengapa ?” sampai saat pertanyaan itu tidak bisa dijawab lagi. Kalau sudah
Tanyakan “Mengapa ?” sampai saat pertanyaan itu tidak bisa dijawab lagi. Kalau sudah
sampai ke situ sebab pokok
sampai ke situ sebab pokok telah terindentifikasi.
telah terindentifikasi.
Lingkarilah sebab yang tampaknya paling memungkinkan pada
Lingkarilah sebab yang tampaknya paling memungkinkan pada
fish bone diagram
fish bone diagram
(lihat
(lihat
Gambar 4).
Gambar 4).
SEBAB
SEBAB
AKIBAT
AKIBAT
MAN
MONEY
MAN
MONEY
METHOD
METHOD
MATERIAL
MATERIAL
PEGAWAI
PEGAWAI
KURANG
KURANG
DISIPLIN
DISIPLIN
DALAM
DALAM
KEHADIRAN
KEHADIRAN
Motivasi kerja rendah
Motivasi kerja rendah tidak ada penghasilantidak ada penghasilan tambahan
tambahan
Tidak ada rewards Tidak ada rewards
Gaji habis untuk mengangsur Gaji habis untuk mengangsur pinjaman
pinjaman
Penerapan pp 53 Tah
Penerapan pp 53 Tahun 2010 un 2010 belum berjalanbelum berjalan
Sistem pengawasan kehadiran pegawai Sistem pengawasan kehadiran pegawai belum berjalan dengan baik
belum berjalan dengan baik
Sistem pembinaan pegawai belum Sistem pembinaan pegawai belum berjalan maksimal
berjalan maksimal
Mesin presensi tidak berfungsi dengan Mesin presensi tidak berfungsi dengan baik
baik
Tidak tersedia daftar presensi manual Tidak tersedia daftar presensi manual
Tidak tersedia aturan-aturan
Tidak tersedia aturan-aturan kepegawaikepegawaianan tentang kehadiran pegawai
tentang kehadiran pegawai Kurangnya pemahaman terhadap
Kurangnya pemahaman terhadap aturan kepegawaian
aturan kepegawaian
Bekerja sambilan diluar jam kerja Bekerja sambilan diluar jam kerja
Gambar 4.
Gambar 4.Pembuatan Fishbone DiagramPembuatan Fishbone Diagram
—
—
Melingkari Sebab yang Paling MungkinMelingkari Sebab yang Paling MungkinDiskusi selama sesi
Diskusi selama sesi
brainstorming
brainstorming
hendaknya dirangkum, seperti terlihat pada Tabel 1
hendaknya dirangkum, seperti terlihat pada Tabel 1
berikut ini:
berikut ini:
SEBAB
SEBAB
AKIBAT
AKIBAT
Kurangnya pemahaman terhadap Kurangnya pemahaman terhadap aturan kepegawaian
aturan kepegawaian
Tidak ada rewards Tidak ada rewards tidak ada penghasilan tambahan tidak ada penghasilan tambahan
Bekerja sambilan diluar jam kerja Bekerja sambilan diluar jam kerja
Gaji habis untuk mengangsur Gaji habis untuk mengangsur pinjaman
pinjaman
Penerapan pp 53 Tah
Penerapan pp 53 Tahun 2010 un 2010 belum berjalanbelum berjalan
Sistem pembinaan pegawai belum Sistem pembinaan pegawai belum berjalan maksimal
berjalan maksimal
Sistem pengawasan kehadiran pegawai Sistem pengawasan kehadiran pegawai belum berjalan dengan baik
belum berjalan dengan baik
Mesin presensi tidak berfungsi Mesin presensi tidak berfungsi dengan baik
dengan baik
Tidak tersedia aturan-aturan Tidak tersedia aturan-aturan kepegawaian
kepegawaian tentang ketentang kehadiranhadiran
MAN
MAN
MONEY
MONEY
METHOD
METHOD
MATERIAL
MATERIAL
Tidak tersedia daftar presensi Tidak tersedia daftar presensi manual manual
PEGAWAI
PEGAWAI
KURANG
KURANG
DISIPLIN
DISIPLIN
DALAM
DALAM
KEHADIRAN
KEHADIRAN
Motivasi kerja rendah Motivasi kerja rendah
Tabel 1 Tabel 1
Rangkuman diskusi pada sesi brainstorming diagram fish bone Rangkuman diskusi pada sesi brainstorming diagram fish bone
Possible
Possible
Root
Root
Cause
Cause
Discussion
Discussion
Root
Root
Cause?
Cause?
MAN MAN
Motivasi
Motivasi kerja kerja rendah rendah Pelaksanaan Pelaksanaan tugas tugas tidak tidak tergantung tergantung pada pada fisik.fisik.
Kalau motivasi kerja tinggi, maka pegawai akan masuk kerja Kalau motivasi kerja tinggi, maka pegawai akan masuk kerja sesuai dengan autran yang berlaku
sesuai dengan autran yang berlaku
Y Y
Kurangnya pemahaman terhadap aturan Kurangnya pemahaman terhadap aturan kepegawaian
kepegawaian
Seharusnya pegawai menyadari statusnya sebagai
Seharusnya pegawai menyadari statusnya sebagai pegawaipegawai sehingga yang bersangkutan juga harus
sehingga yang bersangkutan juga harus paham terhadappaham terhadap aturan kepegawaian yang berlaku
aturan kepegawaian yang berlaku
N N
Bekerja
Bekerja sambilan sambilan diluar diluar jam jam kerja kerja Pegawai Pegawai harus harus melaksanakan melaksanakan tugas tugas sesuai sesuai dengan dengan jam jam kerja.kerja. Jadi tidak diperbolehkan bekerja diluar selama
Jadi tidak diperbolehkan bekerja diluar selama jam kerjajam kerja pegawai pegawai N N MONEY MONEY Tidak
Tidak ada ada penghasilan penghasilan tambahan tambahan Pegawai Pegawai telah telah mendapatkan mendapatkan gaji gaji sesuai sesuai dengan dengan aturan aturan yangyang berlaku
berlaku NN
Tidak
Tidak ada ada rewarrewards ds Kemampuan Kemampuan instansi instansi untuk untuk memberikan memberikan rewardrewards s dalamdalam bentuk materi masih rendah
bentuk materi masih rendah NN
Gaji
Gaji habis habis untuk untuk mengangsur mengangsur pinjaman pinjaman Gaya Gaya hidup hidup pegawai pegawai tidak tidak disesuaikan disesuaikan dengandengan
penghasilanya, sehingga ketika mengajukan pinjaman lebih penghasilanya, sehingga ketika mengajukan pinjaman lebih bersar pasak daripada tiang
bersar pasak daripada tiang
N N
METHOD METHOD
Penerapan PP N
Penerapan PP No. 53 tahun 2010 beo. 53 tahun 2010 belum berjalan lum berjalan Masih dianggap angMasih dianggap angin lalu oleh pegin lalu oleh pegawai karena bawai karena belum terlihatelum terlihat adanya ketegasan pimpinan
adanya ketegasan pimpinan NN
Sistem pengawasan kehadiran pegawai belum Sistem pengawasan kehadiran pegawai belum berjalan dengan baik
berjalan dengan baik
Merupakan faktor yang dominan untuk dapat mengontrol Merupakan faktor yang dominan untuk dapat mengontrol kehadiran pegawai
kehadiran pegawai YY
Sistem pembinaan pegawai belum berjalan Sistem pembinaan pegawai belum berjalan maksimal
maksimal Pembinaan Pembinaan telah telah dilakukan dilakukan sehingga sehingga hanya hanya perluperlu dipertimbangkan frekuensi
dipertimbangkan frekuensi pembinaanypembinaanyaa
N N
MATERIAL MATERIAL
Mesin
Mesin presensi presensi tidak tidak berfungsi berfungsi dengan dengan baik baik Merupakan Merupakan alat alat kontrol kontrol kehadiran kehadiran pegawai pegawai yang yang sangatsangat mendasar
mendasar YY
Tidak
Tidak tersedia tersedia daftar daftar presensi presensi manual manual Telah Telah disediakan disediakan daftar daftar presensi presensi manual, manual, tetapitetapi
pemanfaatanya kurang efektifVerifikasi dengan vendor pemanfaatanya kurang efektifVerifikasi dengan vendor sebelum membeli
sebelum membeli
N N
Tidak tersedia
Tidak tersedia aturan-aturan kepegawaianaturan-aturan kepegawaian tentang kehadiran
tentang kehadiran
Tersedia aturan kepegawaia
Tersedia aturan kepegawaian, tetapi tidak n, tetapi tidak berada dalam satuberada dalam satu tempat secara lengkap
tempat secara lengkap NN