• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tulisan Fishbone

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tulisan Fishbone"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

DIAGRAM FISH BONE

DIAGRAM FISH BONE

ROOS PRIJOBOWO

ROOS PRIJOBOWO

Bahan Ajar Diklat Prajabatan

Bahan Ajar Diklat Prajabatan

Sebagai bahan untuk penulisan makalah

Sebagai bahan untuk penulisan makalah

GAMBARAN UMUM

GAMBARAN UMUM

Diagram Fish bone

Diagram Fish bone

atau diagram tulang ikan merupakan diagram yang menggambarkan

atau diagram tulang ikan merupakan diagram yang menggambarkan

hubungan antara karakteristik akibat pokok permasalahan dengan faktor penyebabnya

hubungan antara karakteristik akibat pokok permasalahan dengan faktor penyebabnya

sehingga didapatkan suatu hubungan sebab akibat. Hal ini dimaksudkan untuk mencari akar

sehingga didapatkan suatu hubungan sebab akibat. Hal ini dimaksudkan untuk mencari akar

dari suatu pokok permasalahan ditinjau dari berbagai faktor yang ada (

dari suatu pokok permasalahan ditinjau dari berbagai faktor yang ada (

Problem Solving and 

Problem Solving and 

Seven Tool 

Seven Tool 

, PT. Toyota Astra Motor tahun 2000). Diagram Fish bone disebut juga dengan

, PT. Toyota Astra Motor tahun 2000). Diagram Fish bone disebut juga dengan

diagram Sebab Akibat atau disebut juga dengan Diagram Ishikawa. Diagram ini disebut

diagram Sebab Akibat atau disebut juga dengan Diagram Ishikawa. Diagram ini disebut

diagram Ishikawa karena karena yang mengembangkan diagram ini adalah Kaoru Ishikawa,

diagram Ishikawa karena karena yang mengembangkan diagram ini adalah Kaoru Ishikawa,

disebut diagram Fish bone karena diagramnya menyerupai kerangka ikan, dan disebut

disebut diagram Fish bone karena diagramnya menyerupai kerangka ikan, dan disebut

diagram hubungan sebab akibat karena diagram ini memuat faktor-faktor penyebab dari

diagram hubungan sebab akibat karena diagram ini memuat faktor-faktor penyebab dari

suatu masalah.

suatu masalah.

Diagram Fish bone ini awalnya diperkenalkan oleh Dr. Kaoru Ishikawa, seorang ahli dalam

Diagram Fish bone ini awalnya diperkenalkan oleh Dr. Kaoru Ishikawa, seorang ahli dalam

bidang pengendalian mutu dari Jepang. Diagram Fish bone ini merupakan salah satu dari 7

bidang pengendalian mutu dari Jepang. Diagram Fish bone ini merupakan salah satu dari 7

alat analisis yang digunakan dalam hal penentuan kualitas, dan

alat analisis yang digunakan dalam hal penentuan kualitas, dan digunakan ketika orang akan

digunakan ketika orang akan

mengidentifikasi kemungkinan penyebab dari suatu masalah, dan terutama baik diterapkan

mengidentifikasi kemungkinan penyebab dari suatu masalah, dan terutama baik diterapkan

pada suatu tim kerja yang bekerja berdasarkan rutinitas, serta kemungkinan penyebab

pada suatu tim kerja yang bekerja berdasarkan rutinitas, serta kemungkinan penyebab

diperoleh melalui

diperoleh melalui kegiatan brainstorming.

kegiatan brainstorming.

Bentuk umum diagram tulang ikan adalah sebagai be

Bentuk umum diagram tulang ikan adalah sebagai be rikut

rikut

Contoh Bentuk Umum 1 :

(2)

Contoh Bentuk Umum 2 :

Contoh Bentuk Umum 2 :

Contoh Bentuk Umum 3

Contoh Bentuk Umum 3

(3)

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN DIAGRAM FISH BONE

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN DIAGRAM FISH BONE

Langkah 1: Menyepakati pernyataan masalah

Langkah 1: Menyepakati pernyataan masalah

Sepakati sebuah pernyataan masalah (

Sepakati sebuah pernyataan masalah (

 problem

 problem statement 

statement 

). Pernyataan masalah ini

). Pernyataan masalah ini

diinterpretasikan sebagai “effect”, atau secara visual dalam

diinterpretasikan sebagai “effect”, atau secara visual dalam

 fish

 fish bone

bone

seperti “kepala

seperti “kepala

ikan”.

ikan”.

Tuliskan masalah tersebut di tengah

Tuliskan masalah tersebut di tengah

whiteboard 

whiteboard 

di sebelah paling kanan, misal:

di sebelah paling kanan, misal:

““

Pegawai kurang disiplin dalam kehadiran

Pegawai kurang disiplin dalam kehadiran

”.

”.

Gambarkan sebuah kotak mengelilingi tulisan pernyataan masalah tersebut dan buat

Gambarkan sebuah kotak mengelilingi tulisan pernyataan masalah tersebut dan buat

panah horizontal panjang menuju ke

panah horizontal panjang menuju ke arah kotak (lihat Gambar 1).

arah kotak (lihat Gambar 1).

Gambar 1.

Gambar 1.Pembuatan Fish bone DiagramPembuatan Fish bone Diagram

 — 

 — 

Menyepakati Pernyataan MasalahMenyepakati Pernyataan Masalah

Langkah 2: Mengidentifikasi kategori-kategori

Langkah 2: Mengidentifikasi kategori-kategori

Dari garis horisontal utama, buat garis diagonal yang menjadi “cabang”. Setiap cabang

Dari garis horisontal utama, buat garis diagonal yang menjadi “cabang”. Setiap cabang

mewakili “sebab utama” dari masalah yang ditulis. Sebab ini diinterpretasikan sebagai

mewakili “sebab utama” dari masalah yang ditulis. Sebab ini diinterpretasikan sebagai

“cause”, atau secara visual dalam

“cause”, atau secara visual dalam fish bone

 fish bone

seperti “tulang ikan”.

seperti “tulang ikan”.

Kategori sebab utama mengorganisasikan sebab sedemikian rupa sehingga masuk akal

Kategori sebab utama mengorganisasikan sebab sedemikian rupa sehingga masuk akal

dengan situasi. Kategori-kategori ini antara lain:

dengan situasi. Kategori-kategori ini antara lain:

o

o

Kategori 6 M

Kategori 6 M

yang biasa digunakan dalam

yang biasa digunakan dalam industri manufaktur:

industri manufaktur:

Machine

Machine

(mesin atau teknologi),

(mesin atau teknologi),

Method 

Method 

(metode atau proses),

(metode atau proses),

Material 

Material 

(termasuk

(termasuk

raw material 

raw material 

,,

consumption

consumption

, dan informasi),

, dan informasi),

SEBAB

SEBAB

AKIBAT

AKIBAT

PEGAWAI KURANG

PEGAWAI KURANG

DISIPLIN DALAM

DISIPLIN DALAM

KEHADIRAN

KEHADIRAN

(4)

Man Power 

Man Power 

(tenaga

(tenaga kerja atau p

kerja atau pekerjaan fisik)

ekerjaan fisik) //

Mind Power 

Mind Power 

(pekerjaan

(pekerjaan

pikiran:

pikiran:

kaizen, saran, dan sebagainya),

kaizen

, saran, dan sebagainya),

Measurement 

Measurement 

(pengukuran atau inspeksi), dan

(pengukuran atau inspeksi), dan

Milieu

Milieu

//

Mother Nature

Mother Nature

(lingkungan).

(lingkungan).

o

o

Kategori 8 P

Kategori 8 P

yang biasa digunakan dalam industri jasa:

yang biasa digunakan dalam industri jasa:

Product 

Product 

(produk/jasa),

(produk/jasa),

Price

Price

(harga),

(harga),

Place

Place

(tempat),

(tempat),

Promotion

Promotion

(promosi atau hiburan),

(promosi atau hiburan),

People

People

(orang),

(orang),

Process

Process

(proses),

(proses),

Physical Evidence

Physical Evidence

(bukti fisik), dan

(bukti fisik), dan

Productivity & Quality 

Productivity & Quality 

(produktivitas dan kualitas).

(produktivitas dan kualitas).

o

o

Kategori 5 S

Kategori 5 S

yang biasa digunakan dalam industri jasa:

yang biasa digunakan dalam industri jasa:

Surroundings

Surroundings

(lingkungan),

(lingkungan),

Suppliers

Suppliers

(pemasok),

(pemasok),

Systems

Systems

(sistem),

(sistem),

Skills

Skills

(keterampilan), dan

(keterampilan), dan

Safety 

Safety 

(keselamatan).

(keselamatan).

Kategori di atas hanya sebagai contoh saja, kita bisa menggunakan kategori lain yang

Kategori di atas hanya sebagai contoh saja, kita bisa menggunakan kategori lain yang

dapat membantu mengatur gagasan-gagasan. Jumlah kategori biasanya sekitar 4

dapat membantu mengatur gagasan-gagasan. Jumlah kategori biasanya sekitar 4

sampai dengan 6 kategori.

sampai dengan 6 kategori.

Contoh kategori yang lain :

Contoh kategori yang lain :

o o

Kategori :

Kategori :

 – 

 – 

Tujuan

Tujuan

 – 

 – 

Kepemimpinan

Kepemimpinan

 – 

 – 

Reward

Reward

 – 

 – 

Mekanisme pembantu

Mekanisme pembantu

 – 

 – 

Sikap terhadap perubahan

Sikap terhadap perubahan

o o

Kategori :

Kategori :

 – 

 – 

Input

Input

 – 

 – 

Proses

Proses

 – 

 – 

Output

Output

(5)

Contoh penempatan kategori dapat dilihat Gambar 2

Contoh penempatan kategori dapat dilihat Gambar 2 berikut ini..

berikut ini..

Gambar 2.

Gambar 2.Pembuatan Fish bone DiagramPembuatan Fish bone Diagram

 — 

 — 

Mengidentifikasi Kategori-KategoriMengidentifikasi Kategori-Kategori

Langkah 3: Menemukan sebab-sebab

Langkah 3: Menemukan sebab-sebab potensial dengan cara brainstorming

potensial dengan cara brainstorming

Setiap kategori mempunyai sebab-sebab yang perlu diuraikan melalui sesi

Setiap kategori mempunyai sebab-sebab yang perlu diuraikan melalui sesi

brainstorming

brainstorming

..

Saat

Saat sebab-sebab

sebab-sebab dikemukakan,

dikemukakan, tentukan

tentukan bersama-sama

bersama-sama

melalui

melalui kegiatan

kegiatan

brainstorming di mana sebab tersebut harus ditempatkan dalam diagram

brainstorming di mana sebab tersebut harus ditempatkan dalam diagram

 fish

 fish bone

bone

,,

yaitu tentukan di bawah kategori yang mana gagasan tersebut harus ditempatkan,

yaitu tentukan di bawah kategori yang mana gagasan tersebut harus ditempatkan,

misal: “Mengapa

misal: “Mengapa

pegawai

pegawai kurang

kurang disiplin

disiplin untuk

untuk hadir

hadir di

di tempat

tempat kerja?

kerja?

Penyebab:

Penyebab:

pegawai kurang memahami aturan disiplin kerja

pegawai kurang memahami aturan disiplin kerja

!” Karena penyebabnya

!” Karena penyebabnya

pegawai

pegawai

(manusia), maka diletakkan di bawah kategori

(manusia), maka diletakkan di bawah kategori

“Man”.

“Man”.

Sebab-

Sebab-

sebab ditulis dengan garis horisontal sehingga banyak “tulang” kecil keluar dari

sebab ditulis dengan garis horisontal sehingga banyak “tulang” kecil keluar dari

garis diagonal.

garis diagonal.

Pertanyakan kembali “Mengapa sebab itu muncul?” sehingga “tulang”

Pertanyakan kembali “Mengapa sebab itu muncul?” sehingga “tulang”

lebih kecil (sub-

lebih kecil

(sub-sebab) keluar dari garis horisontal tadi, misal: “

sebab) keluar dari garis horisontal tadi, misal: “

Mengapa pegawai kurang disiplin untuk

Mengapa pegawai kurang disiplin untuk

hadir di tempat kerja? Jawab: karena kurangnya sosialisasi PP 53 tahun 2010

hadir di tempat kerja? Jawab: karena kurangnya sosialisasi PP 53 tahun 2010

” (lihat

” (lihat

Gambar 3).

Gambar 3).

Satu sebab bisa ditulis di beberapa tempat jika sebab tersebut berhubungan dengan

Satu sebab bisa ditulis di beberapa tempat jika sebab tersebut berhubungan dengan

beberapa kategori.

beberapa kategori.

SEBAB

SEBAB

AKIBAT

AKIBAT

PEGAWAI KURANG

PEGAWAI KURANG

DISIPLIN DALAM

DISIPLIN DALAM

KEHADIRAN

KEHADIRAN

MACHINE

MACHINE

MATERIAL

MATERIAL

METHOD

METHOD

MAN

MAN

KATEGORI

KATEGORI KATEGORIKATEGORI

KATEGORI KATEGORI KATEGORI

(6)

Gambar 3.

Gambar 3.Pembuatan Fishbone DiagramPembuatan Fishbone Diagram

 — 

 — 

Menemukan Sebab-Sebab PotensialMenemukan Sebab-Sebab Potensial

Langkah 4: Mengkaji dan menyepakati sebab-sebab yang paling mungkin

Langkah 4: Mengkaji dan menyepakati sebab-sebab yang paling mungkin

Setelah setiap kategori diisi carilah sebab yang paling mungkin di antara semua sebab-

Setelah setiap kategori diisi carilah sebab yang paling mungkin di antara semua

sebab-sebab dan sub-subnya.

sebab dan sub-subnya.

Jika ada sebab-sebab yang muncul pada lebih dari satu kategori, kemungkinan

Jika ada sebab-sebab yang muncul pada lebih dari satu kategori, kemungkinan

merupakan petunjuk sebab yang paling mungkin.

merupakan petunjuk sebab yang paling mungkin.

Kaji kembali sebab-sebab yang telah didaftarkan (sebab yang tampaknya paling

Kaji kembali sebab-sebab yang telah didaftarkan (sebab yang tampaknya paling

memungkinkan) dan tanyakan , “Mengapa

memungkinkan) dan tanyakan , “Mengapa

hal in i dapat terjadi

hal in i dapat terjadi

?”

?”

Pertanyaan “Mengapa?” akan

Pertanyaan “Mengapa?” akan

membantu kita sampai pada sebab pokok dari

membantu kita sampai pada sebab pokok dari

permasalahan teridentifikasi.

permasalahan teridentifikasi.

Tanyakan “Mengapa ?” sampai saat pertanyaan itu tidak bisa dijawab lagi. Kalau sudah

Tanyakan “Mengapa ?” sampai saat pertanyaan itu tidak bisa dijawab lagi. Kalau sudah

sampai ke situ sebab pokok

sampai ke situ sebab pokok telah terindentifikasi.

telah terindentifikasi.

Lingkarilah sebab yang tampaknya paling memungkinkan pada

Lingkarilah sebab yang tampaknya paling memungkinkan pada

 fish bone diagram

 fish bone diagram

(lihat

(lihat

Gambar 4).

Gambar 4).

SEBAB

SEBAB

AKIBAT

AKIBAT

MAN

MONEY

MAN

MONEY

METHOD

METHOD

MATERIAL

MATERIAL

PEGAWAI

PEGAWAI

KURANG

KURANG

DISIPLIN

DISIPLIN

DALAM

DALAM

KEHADIRAN

KEHADIRAN

Motivasi kerja rendah

Motivasi kerja rendah tidak ada penghasilantidak ada penghasilan tambahan

tambahan

Tidak ada rewards Tidak ada rewards

Gaji habis untuk mengangsur Gaji habis untuk mengangsur pinjaman

pinjaman

Penerapan pp 53 Tah

Penerapan pp 53 Tahun 2010 un 2010 belum berjalanbelum berjalan

Sistem pengawasan kehadiran pegawai Sistem pengawasan kehadiran pegawai belum berjalan dengan baik

belum berjalan dengan baik

Sistem pembinaan pegawai belum Sistem pembinaan pegawai belum berjalan maksimal

berjalan maksimal

Mesin presensi tidak berfungsi dengan Mesin presensi tidak berfungsi dengan baik

baik

Tidak tersedia daftar presensi manual Tidak tersedia daftar presensi manual

Tidak tersedia aturan-aturan

Tidak tersedia aturan-aturan kepegawaikepegawaianan tentang kehadiran pegawai

tentang kehadiran pegawai Kurangnya pemahaman terhadap

Kurangnya pemahaman terhadap aturan kepegawaian

aturan kepegawaian

Bekerja sambilan diluar jam kerja Bekerja sambilan diluar jam kerja

(7)

Gambar 4.

Gambar 4.Pembuatan Fishbone DiagramPembuatan Fishbone Diagram

 — 

 — 

Melingkari Sebab yang Paling MungkinMelingkari Sebab yang Paling Mungkin

Diskusi selama sesi

Diskusi selama sesi

brainstorming

brainstorming

hendaknya dirangkum, seperti terlihat pada Tabel 1

hendaknya dirangkum, seperti terlihat pada Tabel 1

berikut ini:

berikut ini:

SEBAB

SEBAB

AKIBAT

AKIBAT

Kurangnya pemahaman terhadap Kurangnya pemahaman terhadap aturan kepegawaian

aturan kepegawaian

Tidak ada rewards Tidak ada rewards tidak ada penghasilan tambahan tidak ada penghasilan tambahan

Bekerja sambilan diluar jam kerja Bekerja sambilan diluar jam kerja

Gaji habis untuk mengangsur Gaji habis untuk mengangsur pinjaman

pinjaman

Penerapan pp 53 Tah

Penerapan pp 53 Tahun 2010 un 2010 belum berjalanbelum berjalan

Sistem pembinaan pegawai belum Sistem pembinaan pegawai belum berjalan maksimal

berjalan maksimal

Sistem pengawasan kehadiran pegawai Sistem pengawasan kehadiran pegawai belum berjalan dengan baik

belum berjalan dengan baik

Mesin presensi tidak berfungsi Mesin presensi tidak berfungsi dengan baik

dengan baik

Tidak tersedia aturan-aturan Tidak tersedia aturan-aturan kepegawaian

kepegawaian tentang ketentang kehadiranhadiran

MAN

MAN

MONEY

MONEY

METHOD

METHOD

MATERIAL

MATERIAL

Tidak tersedia daftar presensi Tidak tersedia daftar presensi manual manual

PEGAWAI

PEGAWAI

KURANG

KURANG

DISIPLIN

DISIPLIN

DALAM

DALAM

KEHADIRAN

KEHADIRAN

Motivasi kerja rendah Motivasi kerja rendah

(8)

Tabel 1 Tabel 1

 Rangkuman diskusi pada sesi brainstorming diagram fish bone  Rangkuman diskusi pada sesi brainstorming diagram fish bone

Possible

Possible

Root

Root

Cause

Cause

Discussion

Discussion

Root

Root

Cause?

Cause?

MAN MAN

Motivasi

Motivasi kerja kerja rendah rendah Pelaksanaan Pelaksanaan tugas tugas tidak tidak tergantung tergantung pada pada fisik.fisik.

Kalau motivasi kerja tinggi, maka pegawai akan masuk kerja Kalau motivasi kerja tinggi, maka pegawai akan masuk kerja sesuai dengan autran yang berlaku

sesuai dengan autran yang berlaku

Y Y

Kurangnya pemahaman terhadap aturan Kurangnya pemahaman terhadap aturan kepegawaian

kepegawaian

Seharusnya pegawai menyadari statusnya sebagai

Seharusnya pegawai menyadari statusnya sebagai pegawaipegawai sehingga yang bersangkutan juga harus

sehingga yang bersangkutan juga harus paham terhadappaham terhadap aturan kepegawaian yang berlaku

aturan kepegawaian yang berlaku

N N

Bekerja

Bekerja sambilan sambilan diluar diluar jam jam kerja kerja Pegawai Pegawai harus harus melaksanakan melaksanakan tugas tugas sesuai sesuai dengan dengan jam jam kerja.kerja. Jadi tidak diperbolehkan bekerja diluar selama

Jadi tidak diperbolehkan bekerja diluar selama jam kerjajam kerja pegawai pegawai N N MONEY MONEY Tidak

Tidak ada ada penghasilan penghasilan tambahan tambahan Pegawai Pegawai telah telah mendapatkan mendapatkan gaji gaji sesuai sesuai dengan dengan aturan aturan yangyang berlaku

berlaku NN

Tidak

Tidak ada ada rewarrewards ds Kemampuan Kemampuan instansi instansi untuk untuk memberikan memberikan rewardrewards s dalamdalam bentuk materi masih rendah

bentuk materi masih rendah NN

Gaji

Gaji habis habis untuk untuk mengangsur mengangsur pinjaman pinjaman Gaya Gaya hidup hidup pegawai pegawai tidak tidak disesuaikan disesuaikan dengandengan

penghasilanya, sehingga ketika mengajukan pinjaman lebih penghasilanya, sehingga ketika mengajukan pinjaman lebih bersar pasak daripada tiang

bersar pasak daripada tiang

N N

METHOD METHOD

Penerapan PP N

Penerapan PP No. 53 tahun 2010 beo. 53 tahun 2010 belum berjalan lum berjalan Masih dianggap angMasih dianggap angin lalu oleh pegin lalu oleh pegawai karena bawai karena belum terlihatelum terlihat adanya ketegasan pimpinan

adanya ketegasan pimpinan NN

Sistem pengawasan kehadiran pegawai belum Sistem pengawasan kehadiran pegawai belum berjalan dengan baik

berjalan dengan baik

Merupakan faktor yang dominan untuk dapat mengontrol Merupakan faktor yang dominan untuk dapat mengontrol kehadiran pegawai

kehadiran pegawai YY

Sistem pembinaan pegawai belum berjalan Sistem pembinaan pegawai belum berjalan maksimal

maksimal Pembinaan Pembinaan telah telah dilakukan dilakukan sehingga sehingga hanya hanya perluperlu dipertimbangkan frekuensi

dipertimbangkan frekuensi pembinaanypembinaanyaa

N N

MATERIAL MATERIAL

Mesin

Mesin presensi presensi tidak tidak berfungsi berfungsi dengan dengan baik baik Merupakan Merupakan alat alat kontrol kontrol kehadiran kehadiran pegawai pegawai yang yang sangatsangat mendasar 

mendasar  YY

Tidak

Tidak tersedia tersedia daftar daftar presensi presensi manual manual Telah Telah disediakan disediakan daftar daftar presensi presensi manual, manual, tetapitetapi

pemanfaatanya kurang efektifVerifikasi dengan vendor  pemanfaatanya kurang efektifVerifikasi dengan vendor  sebelum membeli

sebelum membeli

N N

Tidak tersedia

Tidak tersedia aturan-aturan kepegawaianaturan-aturan kepegawaian tentang kehadiran

tentang kehadiran

Tersedia aturan kepegawaia

Tersedia aturan kepegawaian, tetapi tidak n, tetapi tidak berada dalam satuberada dalam satu tempat secara lengkap

tempat secara lengkap NN

Dari contoh di atas, diagram

Dari contoh di atas, diagram

 fish bone

 fish bone

dapat menemukan akar permasalahan,

dapat menemukan akar permasalahan,

yaitu motivasi

yaitu motivasi

pegawai selama ini masih rendah, sistem pengawasan belum berjalan dengan baik serta

pegawai selama ini masih rendah, sistem pengawasan belum berjalan dengan baik serta

mesin presensi tidak berfungsi dengan baik

mesin presensi tidak berfungsi dengan baik. Tiga faktor inilah yang diduga menjadi

. Tiga faktor inilah yang diduga menjadi

penyebab pega

penyebab pegawai k

wai kurang dis

urang disiplin da

iplin dalam k

lam kehadiran.

ehadiran.

Solusi da

Solusi dapat

pat dilakukan

dilakukan dengan

dengan

mengurangi atau bahkan kalau mungkin menghilangkan 3 penyebab pegawai tidak disiplin

mengurangi atau bahkan kalau mungkin menghilangkan 3 penyebab pegawai tidak disiplin

dalam kehadiran.

dalam kehadiran.

Jika masalah rumit dan

Jika masalah rumit dan waktunya memungkinkan, kita bisa meninggalkan

waktunya memungkinkan, kita bisa meninggalkan

 fish bone diagram

 fish bone diagram

di dinding selama beberapa hari untuk membiarkan ide menetas dan membiarkan orang

di dinding selama beberapa hari untuk membiarkan ide menetas dan membiarkan orang

yang lalu lalang turut berkontribusi. Jika

yang lalu lalang turut berkontribusi. Jika

 fish

 fish bone

bone diagram

diagram

terlihat timpang atau sempit,

terlihat timpang atau sempit,

kita bisa mengatur ulang diagram

kita bisa mengatur ulang diagram

 fish

 fish

dengan kategori sebab utama yang berbeda. Kunci

dengan kategori sebab utama yang berbeda. Kunci

sukses diagram

sukses diagram

 fish

 fish bone

bone

adalah terus bertanya “Mengapa?”, lihatlah diagram dan carilah

adalah terus bertanya “Mengapa?”, lihatlah diagram dan carilah

pola tanpa banyak bicara, dan libatkan

orang-pola tanpa banyak bicara, dan libatkan orang-

orang di “grass root” yang terkait dengan

orang di “grass root” yang terkait dengan

masalah karena bia

(9)

Tindak Lanjut

Tindak Lanjut Diagram

Diagram Fish bone

Fish bone

Alternatif 1

Alternatif 1

Setelah diagram Fish bone telah disusun beserta dengan berbagai faktor yang merupakan

Setelah diagram Fish bone telah disusun beserta dengan berbagai faktor yang merupakan

hubungan sebab akibat, diperoleh faktor penyebab

hubungan sebab akibat, diperoleh faktor penyebab dominan yang mengakibatkan terjadinya

dominan yang mengakibatkan terjadinya

masalah. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh pada diagram Fish bone, perlu dilakukan

masalah. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh pada diagram Fish bone, perlu dilakukan

upaya untuk mengeliminir atau mengurangi penyebab terjadinya masalah dengan cara

upaya untuk mengeliminir atau mengurangi penyebab terjadinya masalah dengan cara

melakukan berbagai tindakan atau kegiatan yang betul-betul direncanakan dengan baik.

melakukan berbagai tindakan atau kegiatan yang betul-betul direncanakan dengan baik.

Berikut ini merupakan contoh rencana kegiatan yang dilakukan untuk mengurangi atau

Berikut ini merupakan contoh rencana kegiatan yang dilakukan untuk mengurangi atau

mengeliminir penyebab terjadinya masalah berdasarkan hasil dari Diagram Fish bone

mengeliminir penyebab terjadinya masalah berdasarkan hasil dari Diagram Fish bone

MASALAH : Pegawai Kurang Disiplin Dalam Kehadiran

MASALAH : Pegawai Kurang Disiplin Dalam Kehadiran

Alternatif 2

Alternatif 2

Jika penentuan rencana kegiatan berdasarkan hasil dari diagram Fish bone tidak dapat

Jika penentuan rencana kegiatan berdasarkan hasil dari diagram Fish bone tidak dapat

dilaksanakan, maka dapat digunakan cara lain yaitu menentukan prioritas penyebab yang

dilaksanakan, maka dapat digunakan cara lain yaitu menentukan prioritas penyebab yang

ingin dieliminir atau dihilangkan. Adapun penentuan prioritas dapat dilakukan terhadap

ingin dieliminir atau dihilangkan. Adapun penentuan prioritas dapat dilakukan terhadap

semua penyebab yang teridentifikasi, menggunakan teknik pembobotan dengan kriteria

semua penyebab yang teridentifikasi, menggunakan teknik pembobotan dengan kriteria

mendesak dan dampak dengan skala 1

mendesak dan dampak dengan skala 1

 –

 –

5. Penyebab masalah yang diprioritaskan adalah

5. Penyebab masalah yang diprioritaskan adalah

yang memiliki jumlah skor nilai

yang memiliki jumlah skor nilai tertinggi.

tertinggi.

NO

NO

RENCANA KEGIATAN

RENCANA KEGIATAN

TAHUN 2013

TAHUN 2013

FEBRUARI

MARET

FEBRUARI

MARET

Mengatasi Motivasi Kerja Rendah

Mengatasi Motivasi Kerja Rendah

I

I

II

II

III

III IV

IV

I

I

II

II

III

III IV

IV

1

1

Melakukan

Melakukan

pembinaan

pembinaan

dengan

dengan

mengad

mengadakan

akan

pertemuan sebulan sekali

pertemuan sebulan sekali

2

2

Menerapkan

Menerapkan sistem

sistem punish

punish and

and rewards

rewards

3

3

Menyusun

Menyusun sistem

sistem pembagian

pembagian kerja

kerja yang

yang merata

merata

Mengatasi

Sistem

pengawasan

kehadiran

Mengatasi

Sistem

pengawasan

kehadiran

pegawai belum berjalan dengan baik

pegawai belum berjalan dengan baik

1

1

Evaluasi

Evaluasi terhadap

terhadap sistem

sistem pengawasan

pengawasan kehadiran

kehadiran

yang telah berjalan

yang telah berjalan

2

2

Melakukan

Melakukan perbaikan

perbaikan terhadap

terhadap sistem

sistem pengawasan

pengawasan

kehadiran

kehadiran

Mengawasi Mesin presensi tidak berfungsi

Mengawasi Mesin presensi tidak berfungsi

dengan baik

dengan baik

1

1

Menyusun

Menyusun proposal

proposal untuk

untuk pengadaan

pengadaan mesin

mesin

presensi yang baru

(10)

Keterangan :

Keterangan :

1

1

:

: Sangat

Sangat tidak

tidak mendesak/berdampak

mendesak/berdampak

2

2

:

: Tidak

Tidak mendesak/berdampak

mendesak/berdampak

3

3

:

: Cukup

Cukup mendesak/berdampak

mendesak/berdampak

4

4

:

: Mendesak/berdampak

Mendesak/berdampak

5

5

:

: Sangat

Sangat mendesak/berdampak

mendesak/berdampak

Contoh Teknik Penentuan Prioritas

Contoh Teknik Penentuan Prioritas

NO

NO

PENYEBAB

PENYEBAB MASALAH

MASALAH

KRITERIA

KRITERIA

SKOR

SKOR

PRORITAS

PRORITAS

M

M

D

D

1

1

Motivasi

Motivasi kerja

kerja rendah

rendah

5

5

5

5

10

10

II

2

2

Kurangnya

Kurangnya

pemahaman

pemahaman

terhadap

terhadap

aturan

aturan

kepegawaian

kepegawaian

3

3

4

4

7

7

3

3

Bekerja

Bekerja sambilan

sambilan diluar

diluar jam

jam kerja

kerja

2

2

2

2

4

4

4

4

Tidak

Tidak ada

ada penghasilan

penghasilan tambahan

tambahan

2

2

3

3

5

5

5

5

Tidak

Tidak ada

ada rewards

rewards

2

2

3

3

5

5

6

6

Gaji

Gaji habis

habis untuk

untuk mengangsur

mengangsur pinjaman

pinjaman

3

3

3

3

6

6

7

7

Penerapan PP

Penerapan

PP No.

No. 53

53 tahun

tahun 2010

2010 belum

belum berjalan

berjalan

3

3

4

4

7

7

8

8

Sistem

Sistem pengawasan

pengawasan kehadiran

kehadiran pegawai

pegawai belum

belum

berjalan dengan baik

berjalan dengan baik

4

4

5

5

9

9

II

II

9

9

Sistem

Sistem pembinaan

pembinaan pegawai

pegawai belum

belum berjalan

berjalan

maksimal

maksimal

4

4

4

4

8

8

10

10

Mesin

Mesin presensi

presensi tidak

tidak berfungsi

berfungsi dengan

dengan baik

baik

5

5

4

4

9

9

III

III

11

11

Tidak

Tidak tersedia

tersedia daftar

daftar presensi

presensi manual

manual

3

3

3

3

6

6

12

12

Tidak

Tidak

tersedia

tersedia

aturan-aturan

aturan-aturan

kepegawaian

kepegawaian

tentang kehadiran

tentang kehadiran

3

3

3

3

6

6

Dari hasil pembobotan, diperoleh 3 faktor yang menjadi prioritas utama. Jika sumberdaya

Dari hasil pembobotan, diperoleh 3 faktor yang menjadi prioritas utama. Jika sumberdaya

memungkinkan, maka ketika faktor penyebab yang dipriortaskan, dapat dieliminir atau

memungkinkan, maka ketika faktor penyebab yang dipriortaskan, dapat dieliminir atau

dikurangi sekaligus melalui kegiatan.

dikurangi sekaligus melalui kegiatan.

Jika sumberdaya tidak memungkinkan, maka faktor penyebab

Jika sumberdaya tidak memungkinkan, maka faktor penyebab terjadinya masalah yang ingin

terjadinya masalah yang ingin

dieliminir atau dikurangi, dipilih berdasarkan prioritas yang diperoleh, mulai dari prioritas I,

dieliminir atau dikurangi, dipilih berdasarkan prioritas yang diperoleh, mulai dari prioritas I,

setelah beberapa waktu baru faktor penyebab

(11)

PUSTAKA

PUSTAKA

1. American Society for Quality,

1. American Society for Quality, Fishbone diagram http://www.asq.org/le

Fishbone diagram http://www.asq.org/learn-about-

arn-about-quality/cause-analysis-tools/overview/fishbone.html

quality/cause-analysis-tools/overview/fishbone.html

2. Balanced Scorecard Institute, Basic tools for process improvement, Module 5

2. Balanced Scorecard Institute, Basic tools for process improvement, Module 5

 – 

 – 

Cause and

Cause and

Effect

Effect diagram

diagram http://www.balanceds

http://www.balancedscorecard.org/files/c-ediag

corecard.org/files/c-ediag.pdf 

.pdf 

3. Ishikawa, Kaoru (1986). Guide to

3. Ishikawa, Kaoru (1986). Guide to Quality Control. Tokyo, Japan: Asian Productivity

Quality Control. Tokyo, Japan: Asian Productivity

Organization.

Organization.

4. Walton, Mary (1992)

4. Walton, Mary (1992) The Deming Management Method, Mercury Business

The Deming Management Method, Mercury Business

5. Public Health Infrastructure,

5. Public Health Infrastructure,

Fishbone (Ishikawa) Diagram (Example)

Fishbone (Ishikawa) Diagram (Example)

http://www.phf.org/infrastructure

http://www.phf.org/infrastructure/PublicHealthFishbon

/PublicHealthFishbone.pdf

e.pdf (accessed on

(accessed on 8/8/2007)

8/8/2007)

6.Purba, H.H. (2008, September 25).

6.Purba, H.H. (2008, September 25).

 Diagram fis

 Diagram fishbone dari I

hbone dari Ishikawa

shikawa

. Retrieved from

. Retrieved from

http://hardipurba.com

http://hardipurba.com

/2008/09/25/diagra

/2008/09/25/diagra

m-fishbone-dari-ishikawa.h

m-fishbone-dari-ishikawa.h

tml

tml

7. Tague, N. R. (2005).

7. Tague, N. R. (2005).

The quality toolbox

The quality toolbox

. (2th ed.). Milwaukee, Wisconsin: ASQ Quality

. (2th ed.). Milwaukee, Wisconsin: ASQ Quality

Press. Available from

Press. Available from http://asq.org/quality-press/display-

http://asq.org/quality-press/display-item/index.html?item=H1224

item/index.html?item=H1224

8

8..http://www.tutorialspoint.com/ma

http://www.tutorialspoint.com/ma

nagement_c

nagement_c

oncepts/cause

oncepts/cause

_and_effect_diag

_and_effect_diag

ram.htmhttp:// 

ram.htmhttp:// 

www.tutorialspoint.com/ma

Gambar

DIAGRAM FISH BONEDIAGRAM FISH BONE
Tabel 1Tabel 1

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan permasalahan mengenai kinerja karyawan di atas, selain itu mengenai kompensasi yang rendah, terdapat karyawan yang tidak puas dengan pekerjaannya dan motivasi kerja

Orang-orang di atas adalah beberapa contoh kisah ABBS (anak berkesulitan belajar spesifik) yang mampu menemukan jalan keluar dari permasalahan belajar mereka. Masih

Dari data yang ada maka akan dibuat analisa permasalahan menggunakan Root Cause Failure Analysis (RCFA) pada sistem lubrikasi kompresor flash gas dengan skema fish

Berdasarkan diagram Fish Bone pada 4.7, dapat diketahui bahwa permasalahan yang terjadi dalam Mandiri Group antara lain adalah makin tingginya persaingan dalam bisnis Mandiri

Orang-orang di atas adalah beberapa contoh kisah ABBS (anak berkesulitan belajar spesifik) yang mampu menemukan jalan keluar dari permasalahan belajar mereka. Masih

Contoh lain dari pelapukan biologis adalah lumut yang ada di atas bebatuan. Atau akar tumbuhan yang terselip di antara bebatuan. Lama-kelamaan, ketika si akar membesar, dia